The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by amberskeyyyy, 2021-05-05 21:26:06

Transudat & Eksudat (

PPTransudat & Eksudat

Keywords: Transudat & Eksudat

KIMIA KLINIK I

TRANSUDAT & EKSUDAT

Kelompok 5:
❖ 1911E1037 - Nur Fauziyyah
❖ 1911E1038 - Widya Rizky Antika
❖ 1911E1051 - Karmillah Septiani

Definisi Transudat & Eksudat

Transudat
Transudat adalah cairan yang terkumpul dalam rongga serosa yang tidak berhubungan dengan
proses peradangan. Biasanya, transudate disebabkan oleh gangguan keseimbangan cairan
(tekanan osmosis, tekanan hidrostatik, statis)

Eksudat
Eksudat adalah cairan yang terkumpul dalam rongga serosa sebagai akibat proses peradangan.
Material dapat berasal dari rongga perut, pleura, perikardium, sendi, kista, hidrokel.

Jenis Transudat

• Hidrotoraks
• Hidroperikardium
• Hidroperitoneum
• Hidroarrosis

Jenis Eksudat

1. Eksudat non seluler
a) Eksudat serosa

Pada beberapa keadaan radang, eksudat hampir terdiri dari cairan dan zat-zat yang terlarut dengan
sangat sedikit leukosit. Eksudat serosa terdiri dari protein yang bocor dari pembuluh darah.
Contoh = Cairan luka melepuh.

b) Eksudat fibrinosa
Terbentuk jika protein dari pembuluh terkumpul pada daerah radang yg banyak fibrinogen.
Contoh = Pleuritis.

c) Eksudat musinosa (Eksudat kataral)
Jenis eksudat ini hanya dapat terbentuk diatas membran mukosa, dimana terdapat sel-sel yang
dapat mengsekresi musin.
Contoh = pilek.

2. Eksudat Seluler ( Eksudat netrofilik)
Eksudat yang mungkin paling sering dijumpai adalah eksudat yang terutama terdiri dari

neutrofil polimorfonuklear dalam jumlah yang begitu banyak sehingga bagian cairan dan
protein kurang mendapat perhatian.

3. Eksudat Campuran
Sering terjadi campuran eksudat seluler dan nonseluler dan campuran ini dinamakan

sesuai dengan campurannya
a) Eksudat fibrino-purulent = fibrin dan neutrofil polimorfonuklear
b) Eksudat mukopurulen = musin dan neutrofil

Ciri - Ciri Transudat & Eksudat

Ciri – ciri Transudat : Ciri - ciri Eksudat :

1. Cairan jernih, encer, berwarna kuning muda • Cairan keruh, purulen, mengandung darah,
2. Berat jenis mendekati 1,010 atau < 1,018 kental dan warnanya bermacam – macam.
3. Tidak mengandung bekuan
4. Kadar protein < 2,5gr/dl • Berat jenis > 1,018
5. Kadar glukosa sama seperti plasma • Sering ada bekuan (oleh fibrinogen)
6. Jumlah sel kecil • Kadar protein > 4,0 g/dl
7. Bersifat steril • Kadar glukosa jauh lebih rendah dari pada kadar
8. Rivalta negatif
glukosa plasma
• Mengandung banyak sel
• Tidak steril (ada bakteri)
• Rivalta positif



Cara Memperoleh Bahan

Bahan (dari rongga perut, pleura, pericadium, sendi, kista, hydrocele, dsb) didapat
dengan mengadakan pungsi. Karena tidak dapat diketauhi terlebih dahulu apakah cairan
itu berupa Transudat atau Eksudat, maka sampel yang diperoleh dengan cara pungsi dan
ditampung dalam 3 botol penampung:
1. Botol I : Steril, untuk pemeriksaan bakteriologi.
2. Botol II : Ditambah antikoagulan natrium sitrat 20% untuk pemeriksaan rutin
3. Botol III : Tanpa antikoagulan untuk pemeriksaan kimia.

Bahan dari rongga perut Bahan dari pleura

Bahan dari Perikardium Bahan dari Sendi

Pemeriksaan Transudat & Eksudat

1. Pemeriksaan Makroskopis
2. Pemeriksaan Mikroskopis
3. Pemeriksaan Kimiawi
4. Pemeriksaan Bakterioskopi

1. Pemeriksaan Makroskopis

Tujuan pemeriksaan makroskopis: untuk mengetahui volume, warna, kejernihan, bau, berat
jenis, dan bekuan dari cairan transudat-eksudat.

1. Volume
Prinsip : Volume dapat diukur dengan menggunakan gelas ukur.
Prosedur : Seluruh cairan transudat-eksudat yang akan diperiksa ke dalam gelas ukur dan
dibaca tinggi volume dengan melihat miniskusnya.

2. Warna
Prinsip : Warna diamati pada ketinggian cairan 7-10 cm dengan cahaya tembus.
Prosedur : Masukkan cairan transudat-eksudat yang akan diperiksa ke dalam tabung
serologi, kemudian amati adanya kekeruhan dengan cahaya terang.
Warna cairan berkisar dari kuning, agak kuning, merah jambu, merah, seperti susu, hijau.

3. Kejernihan
Prinsip : Kejernihan dapat diamati pada ketinggian cairan 7-10 cm dengan cahaya tembus.
Prosedur : Masukkan cairan transudat-eksudat yang akan diperiksa kedalam tabung serologi,
kemudian amati adanya kekeruhan dengan cahaya terang.

4. Bau
Prinsip : Bau dapat dinilai dengan indra penciuman.
Prosedur : Masukkan cairan transudat-eksudat yang akan diperiksa ke dalam beker glass. Bau
dapat diamati dengan cara mengibas - ngibaskan tangan ke arah hidung. Bau busuk mengarah
ke eksudat.

5. Berat Jenis
Prinsip : Memeriksa BJ cairan dengan menggunakan carik celup untuk BJ.
Prosedur : Masukkan kertas carik celup BJ ke dalam cairan dan angkat. Kemudian bandingkan
dengan standar BJ.

6. Bekuan
Prinsip : Sifat-sifat bekuan dapat diamati dengan mata telanjang.
Prosedur : Masukkan cairan transudat eksudat yang akan diperiksa ke dalam beacker glass.
Kemudian aduk dengan batang pengaduk dan amati adanya bekuan pada batang pengaduk.
Bekuan dapat berupa renggang, berkeping dan sangat halus.

2. Pemeriksaan Mikroskopis

Pemeriksaan mikroskopis pada cairan transudat dan eksudat meliputi hitung jumlah leukosit
dan hitung jenis leukosit.

1. Hitung jumlah leukosit
Tujuan : Mengetahui jumlah sel leukosit di dalam cairan transudate - eksudat
Prinsip : Melakukan pengenceran menggunakan larutan NaCl 0,9% sehingga dapat diketahui jumlah sel
dalam cairan.
Prosedur :
a) Kocok cairan yang akan diperiksa.
b) Pipet larutan NaCl 0,9% dengan menggunakan pipet thome leukosit sampai tanda 1.
c) Pipet cairan yang akan diperiksa sampai tanda 1, kocok hingga homogen dan buang larutan 3-4 tetes.
d) Masukkan cairan ke dalam kamar hitung. Hitung sel dengan pembesaran 10x. Jika jumlahnya >500/mm³

cairan tergolong eksudat.

2. Hitung jenis leukosit
Tujuan : Mengetahui jenis-jenis sel leukosit terutama neutrofil dan limfosit.
Prinsip : Cairan dibuat apusan dan diawali dengan pewarnaan Wright atau cat Giemsa.
Prosedur :
a) Cairan disentrifuge 2000rpm selama 10 menit.
b) Buat apusan dari sedimen yang terbentuk. Apabila cairan sangat keruh atau purulen, buat

sediaan apusan langsung dengan menggunakan cairan tersebut.
c) Warnai dengan pewarna Wright atau Giemsa. Amati di bawah mikroskop pembesaran 100x
d) Hitung 100 leukosit dan nyatakan dalam % Misalnya, limfosit 40% , neutrofil 60%. Apabila

hitung neutrofil meningkat, ini menunjukkan kondisi akut. Sebaiknya, jika hitung limfosit yang
meningkat, ini menunjukkan kondisi kronis.

3. Pemeriksaan Kimiawi

Pemeriksaan kimiawi pada cairan transudat dan eksudat yaitu :
1. Tes Rivalta
Tujuan : Mengetahui adanya protein dalam transudate - eksudat
Prinsip : Scromucin yang terdapat dalam transudat akan bereaksi dengan asam asetat glasial dan
akan menimbulkan kekeruhan yang dinilai kualitatif.
Prosedur :
a) Masukkan 100 ml aquadest dalam beacker glass.
b) Tambahkan 1 tetes asam asetat glasial dan dicampur.
c) Teteskan 1 tetes cairan transudat eksudat yang akan diperiksa.
d) Amati reaksi yang terjadi saat cairan diteteskan.

-/+ Lemah : jika tetesan menyebabkan kekeruhan ringan sampai kabut halus.
(+) Positif : tetesan menyebabkan kekeruhan tebal.

2. Glukosa dan Protein
Pemeriksaan protein dilakukan dengan menggunakan larutan Biuret seprti pada
pemeriksaan protein darah. Pemeriksaan glukosa dilakukan sama seperti pemeriksaan
glukosa pada plsama.

4. Pemeriksaan Bakterioskopi

Pakailah sediaan seperti dibuat untuk menghitung jenis sel dan pulaslah menurut Gram
dan menurut Zeihl-Neelsen.

Kalau mencari Pungsi, letakkan satu tetes sediment atau bahan ke atas kaca objek dan
campurlah dengan sama banyak larutan KOH atau NaOH 10%. Tutup dengan kaca penutup,
biarkan selama 20 menit, kemudian periksalah dengan mikroskop.

Terima Kasih

Pertanyaan & Jawaban

➢ Dalam pemeriksaan kimiawi disitu ada glukosa dan protein bagaimana interprestasi hasil dari pemeriksaan
tersebut ?
• Interpretasi hasil dari pemeriksaan glukosa yaitu apabila cairan tergolong Transudat maka kadar glukosanya
sama seperti glukosa darah yaitu 70 – 110 mg/dl. Apabila cairan tergolong Eksudat maka kadar glukosanya
lebih rendah. Lalu interpretasi hasil dari pemeriksaan protein yaitu apabila tergolong transudat kadar
proteinnya < 3 g/dl dan apabila cairan tergolong eksudat maka kadar proteinnya > 3 g/dl.

➢ Perbedaaan dr ke 4 jenis transudat dibawah ini yang membedakaan nya ialah cairan2 yg menumpuk dr masing
masing jenis nya !

• Jadi hidrotoraks ini merupakan efisi pleura dimana adanya kondisi penumpukan cairan pd tekanan
hidrostatistik.

• Hidroperikardium cairan di dalam ruang antara perikardium.
• Hidroperitoneum terjadinya peningkatan tekanan hidrostatik intravaskula yang menimbulkan perembesan

cairan plasma yg keluar dan masuk ke dalam ruang interstisum
• Hidroarrosis adalah penumpukan cairan didalam sendi

Perbedaan dari ke empat ini adalah jika hidrotoraks di ambil d torak, hidroperikardium di ambil di kardial,
hidroperitoneum di perut dan hidroarrosis di sendi.

➢ Cara memperoleh bahan itu bisa dari rongga perut, pleura, pericandium, sendi, dsb. Nah pada
pengambilan apakah ada yang membedakan atau perbedaan dari bahan yang diambil baik di ronngga perut,
pleura, pericandium, sendi ? Bagaimana perbedaan dan membedakaannya

Yang membedakan dari ke 4 pengambilan cairan tersebut :

Letak penumpukan cairan. Jadi apabila terjadi penumpukan di daerah perut maka cairan yang diambil dari
rongga perut, begitupun jika ada penumpukan cairan di rongga pleura, maka cairan yang akan diambilnya dari
rongga pleura. Karena cairan yang diperoleh tersebut akan ditentukan apakah termasuk Transudat atau
eksudat


Click to View FlipBook Version