PEMERIKSAAN CATIN
(PRE MARITAL SCREENING)
dr. Najwa Sufa Hilwa
Dokter Internsip
Puskesmas Kelurahan Pegangsaan 2B
DASAR HUKUM
Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perkawinan
Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2017 tentang Gerakan
Masyarakat Hidup Sehat
Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 21 Tahun 2021 tentang
Pelayanan Kesehatan Masa Sebelum Hamil, Masa Hamil,
Persalinan dan Masa Sesudah melahirkan, Penyelenggaraan
Pelayanan Kontrasepsi Serta Pelayanan Kesehatan Seksual
Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 185 Tahun 2017 tentang
Konseling dan Pemeriksaan Kesehatan Bagi Calon Pengantin.
Peraturan Gubenur DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 2020 tentang
Pencegahan Perkawinan pada Anak
Surat Edaran Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta Nomor
179 tahun 2020 Tentang pelaksanaan Layanan Calon pengantin di
Puskesmas kecamatan Dalam Masa Pandemi Covid-19 dan
adaptasi Kebiasaan Baru.
PERSIAPAN PRA NIKAH
Persiapan Fisik
Pemeriksaan status kesehatan :
• Tanda-tanda vital (suhu, nadi,
frekuensi nafas, tekanan darah)
Pemeriksaan Darah rutin :
• Hb, Trombosit, Leukosit
Pemeriksaan Darah yang
dianjurkan :
• Golongan Darah dan Rhesus
• Gula Darah Sewaktu (GDS)
• Thalasemia
• Hepatitis B dan C
•TORCH(toksoplasmosis,
rubella, citomegalovirus dan
herpes simpleks)
Pemeriksaan Urin:
Urine rutin
PERSIAPAN PRA NIKAH
Persiapan Gizi
Peningkatan status gizi calon
pengantin terutama perempuan
melalui penanggulangan KEK
(Kekurangan Energi Kronis) dan
anemia defisiensi besi serta
defisiensi asam folat.
Pada Wanita Usia Subur (WUS)
termasuk catin dan ibu hamil
untuk mengetahui risiko KEK
dapat dilakukan pengukuran LILA.
Dinyatakan risiko KEK apabila
LILA kurang dari 23,5 cm.
PERSIAPAN PRA NIKAH
STATUS IMUNISASI TT
PADA CATIN
Sumber : Permenkes No 42 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Imunisasi
*) Yang dimaksud dengan masa perlindungan > 25
tahun adalah apabila telah mendapatkan imunisasi TT
lengkap mulai dari TT 1 - TT 5
PERSIAPAN PRA NIKAH
Menjaga Kebersihan
Organ Reproduksi
Sebaiknya pakaian dalam diganti
minimal 2 kali sehari.
Tidak menggunakan pakaian dalam
yang ketat dan berbahan non
sintetik.
Membersihkan organ reproduksi
luar dari depan ke belakang dengan
menggunakan air bersih dan
dikeringkan menggunakan handuk
atau tisu.
Pakailah handuk yang bersih,
kering, tidak lembab/bau.
Khusus untuk perempuan:
1.Tidak boleh terlalu sering
menggunakan cairan pembilas
vagina.
2.Jangan memakai pembalut tipis
dalam waktu lama.
3.Pergunakan pembalut ketika
menstruasi dan diganti paling lama
setiap 4 jam sekali atau setelah
buang air.
4.Bagi perempuan yang sering
keputihan, berbau dan berwarna
harap memeriksakan diri ke petugas
kesehatan.
Bagi laki-laki dianjurkan disunat
untuk kesehatan.
APA ITU TES PRANIKAH?
Pre marital screening check up atau tes pranikah merupakan
serangkaian tes yang harus dilakukan pasangan sebelum
menikah. Di negara-negara lain, pre marital screening sudah
menjadi persyaratan wajib bagi pasangan yang akan menikah.
Hal tersebut dikarenakan tidak semua orang mempunyai
riwayat kesehatan yang baik. Seseorang yang tampak sehat
dapat dimungkinkan memiliki sifat pembawa (carrier)
penyakit.
Pemeriksaan yang dilakukan meliputi pemeriksaan genetik,
penyakit menulardan infeksi melalui darah. Pemeriksaan
bertujuan untuk mencegah agar penyakit tersebut tidak
menurun pada keturunannya di kemudian hari sehingga
hidup sehatbersama keluarga bisa tercapai. Waktu
pelaksanaan pre marital screening yang disarankan adalah 6
bulan sebelum calon mempelai menikah.
MENJALANKAN PRE MARITAL CHECK UP
(PEMERIKSAAN KESEHATAN PRA NIKAH) MERUPAKAN
SEBUAH TINDAKAN PENCEGAHAN YANG WAJIB
DILAKUKAN UNTUK MENCEGAH TERJADINYA
PERMASALAHAN KESEHATAN PADA DIRI SENDIRI,
PASANGAN, MAUPUN KETURUNAN KE DEPANNYA.
Manfaat
1.Mencegah berbagai macam penyakit pada calon bayi,
seperti penyakit thalassemia, diabetes melitus, dan
penyakit lainnya.
2.Pemeriksaan pranikah dilakukan untuk mengenal riwayat
kesehatan diri sendiri maupun pasangan, sehingga tidak
ada penyesalan di kemudian hari, khususnya bagi riwayat
keturunan yang dihasilkan.
3.Membuat calon mempelai semakin mantap, lebih terbuka,
dan lebih yakin satu sama lain mengenai riwayat
kesehatan keduanya.
Alur Pelayanan Kesehatan
Reproduksi Bagi Calon Pengantin
Alur pelaksanaan pelayanan kesehatan
dan KIE kesehatan reproduksi bagi catin
adalah sebagai berikut :
1 Catin mengisi formulir persyaratan nikah
(Model N1 - N4, dan formulir lainnya) dari
kelurahan/desa tempat tinggal catin
2 Catin datang ke KUA atau lembaga agama
lainnya untuk mengurus pernikahannya
Catin membawa surat pengantar yang
3 diperoleh dari KUA atau lembaga agama
lainnya ke Puskesmas untuk mendapatjan
surat keterangan kesehatan termasuk
imunisasi tetanus
Di fasilitas pelayanan kesehatan
4 (Puskesmas dan Rumah Sakit), petugas
keseharan memberikan pelayanan
kesehatan yang meliputi anamnesis,
pemeriksaan fisik, skrining dan pelayanan
imunisasi TT, pemeriksaan laboratorium,
KIE dan konseling, pengobatan, dan
rujukan bila diperlukan
Alur Pelayanan Kesehatan
Reproduksi Bagi Calon Pengantin
Catin kembali ke KUA atau lembaga
5 agama lainnya dengan membawa surat
keterangan kesehatan termasuk status
imunisasi TT
Setelah catin melakukan pernikahan, KUA
2 akan mencatatkan pernikahan pasangan
6 pengantin yang telah menyerahkan
formulir model N1 - N4, surat keterangan
kesehatan dan status imunisasi TT. Untuk
catin di luar agama islam, pencatatan
pernikahan di kantor Catatan Sipil
4
ALUR PEMERIKSAAN CATIN
TAHAPAN
PRE MARITAL
SCREENING
1 PEMERIKSAAN FISIK
SECARA LENGKAP
Pemeriksaan pre marital yang pertama terdiri atas
pemeriksaan umum, yakni uji pemeriksaan fisik
secara lengkap. Hal ini dilakukan karena umumnya
status kesehatan dapat dilihat lewat tekanan darah.
Umumnya, tekanan darah tinggi dapat berbahaya
bagi kandungan sebab membuat tumbuh kembang
janin dalam kandungan terhambat. Selain itu,
pemeriksaan pre marital juga dapat mengetahui
apakah pasangan tersebut mempunyai beberapa
riwayat penyakit ataukah tidak, misalnya diabetes.
2 PEMERIKSAAN PENYAKIT
HEREDITAS
Penyakit hereditas biasanya diturunkan dari kedua
orang tua, misalnya gangguan kelainan darah yang
membuat penderitanya tidak bisa memproduksi
hemoglobin (sel darah merah) secara normal.
TAHAPAN
PRE MARITAL
SCREENING
3 PEMERIKSAAN PENYAKIT
MENULAR
Pemeriksaan yang ketiga meliputi pemeriksaan
terhadap penyakit menular, diantaranya seperti
hepatitis B, hepatitis C, dan HIV-AIDS. Pemeriksaan
tersebut penting sekali dilakukan, mengingat
penyakit-penyakit menular tersebut sangat
berbahaya dan mengancam jiwa.
4 PEMERIKSAAN ORGAN
REPRODUKSI
Pemerikaan ini berkaitan dengan kesuburan serta
organ reproduksi untuk pria maupun wanita.
Pemeriksaan ini bertujuan untuk memeriksa kondisi
kesehatan organ reproduksi diri sendiri dan
pasangan.
5 PEMERIKSAAN ALERGI
Walaupun seringkali dianggap sepele, melakukan
pemeriksaan alergi sangatlah penting karena alergi
yang tidak disadari dari awal dan tidak ditangani
dengan tepat dapat berakibat fatal.
Sertifikat
Layak Kawin
Sertifikat layak kawin ini tercantum di dalam Peraturan Gubernur
Provinsi Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta Nomor 185 Tahun 2017,
bahwa calon pengantin yang akan melangsungkan pernikahan dapat
memeriksakan kesehatan di puskesmas atau rumah sakit terdekat.
CARA DAFTAR
CATIN
PUSKESMAS
KECAMATAN
KELAPA GADING
ISI LINK
BIT.LY/DAFTARCATINKG
DAN DAPATKAN EMAIL
BALASAN UNTUK JADWAL
KEDATANGAN
JL. RAYA PELEPAH INDAH RT 04/ RW
07, KELAPA GADING BARAT,
JAKARTA UTARA, 14240
021-45853300
akai masker unakan Sa
encuci tangan
Mem
Mengg
nitizer
M
TERIMA KASIH
STAY SAFE AND
HEALTHY
i baju setia
Gant
i kaki
p hari Mencuc
D
esinfeksi