The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

PROJECT BASED LEARNING

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Lia Eka, 2020-11-21 19:04:34

PROPOSAL PTK

PROJECT BASED LEARNING

Keywords: EBOOK

PROPOSAL PENELITIAN
TINDAKAN KELAS

UPAYA PENINGKATAN KEAKTIFAN PESERTA DIDIK PADA
MATERI MENYUSUN TABLE SET UP DAN CLEAR UP
DI SMKN 3 JEMBER MENGGUNAKAN MODEL
PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING DALAM
JARINGAN TAHUN PELAJARAN
2020/2021

OLEH:
LIA EKA WULANDARI

PPG UNIMED 2020

BAB 1

“UPAYA PENINGKATAN KEAKTIFAN PESERTA DIDIK PADA MATERI MENYUSUN
TABLE SET UP DAN CLEAR UP DI SMKN 3 JEMBER MENGGUNAKAN MODEL
PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING TAHUN PELAJARAN 2020/2021”.

A. PENDAHULUAN
1. Latar Belakang Masalah
Salah satu tujuan pendidikan adalah mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi
manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat,
berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung
jawab." Untuk mencapai tujuan tersebut, peserta didik berinteraksi dengan lingkungan belajar yang
telah dibimbing oleh guru melalui suatu proses yaitu kegiatan pembelajaran.
Agar tercapai tujuan dalam pembelajaran dan memperoleh hasil belajar yang optimal, maka
seorang guru harus memperhatikan model pembelajaran yang hendak digunakan dalam proses
belajar mengajar, karena pada dasarnya model pembelajaran yang digunakan oleh seorang guru akan
mempengaruhi keaktifan dan hasil belajar peserta didik.
Mata pelajaran food and beverage merupakan salah satu mata pelajaran kompetensi keahlian
(C3) yang wajib ditempuh oleh peserta didik kelas XII Perhotelan. Dari hasil pengamatan di SMKN
3 Jember yang dilakukan selama masa pembelajaran menggunakan daring, banyak peserta didik sulit
memahami pembelajaran dan kurang aktif selama proses pembelajaran. Untuk mencapai tujuan
pemahaman dan keaktifan peserta didik, pembelajaran food and beverage khususnya materi table set
up dan clear up diharapkan dapat menumbuhkan kemampuan berfikir yang logis, menerapkan ke
dalam pembelajaran serta mengkomunikasikannya sebagai aspek penting dalam kehidupan sehari-
hari. Namun, dalam masa pandemi yang menggunakan pembelajaran secara daring, peserta didik
harus ditunjuk terlebih dahulu untuk menjawab soal yang diberikan. Peserta didik yang aktif dan
kreatif serta mandiri hanya sedikit.

Pembelajaran secara daring membuat peserta didik menjadi malas dan cepat bosan. Melihat
hal tersebut ada beberapa faktor penyebab, diantaranya peserta didik merasa bosan dalam proses
pembelajaran. Peserta didik kurang aktif dalam memperhatikan penjelasan dari guru dikarenakan
hanya melalui web meet, sehingga materi pembelajaran tidak bisa dipahami dengan baik oleh
peserta didik. Berkaitan dengan hal tersebut di atas, perlunya strategi pembelajaran di SMK Negeri
3 Jember yang mampu mengikat peserta didik untuk aktif dalam pembelajaran,
membuat pembelajaran lebih relevan, menyenangkan, serta menyajikan pengalaman belajar yang
membangkitkan motivasi untuk belajar. Ngalimun (2014:4), “strategi pembelajaran adalah
sebagian perencanaan yang berisi tentang rangkaian kegiatan yang didesain untuk mencapi tujuan
pendidikan tertentu”. Pendidikan yang terjadi saat ini kebanyakan peserta didik mendapatkan
materi melalui ceramah dari guru, tanpa adanya pemikiran atau penemuan ide-ide baru dari
peserta didik. Ataupun hanya penugasan tanpa adanya penjelasan pada proses pembelajarannya.
Hal ini disebabkan peserta didik hanya pasif mengikuti pembelajaran, mereka tidak terlatih untuk
mengembangkan ide-ide atau pemikiran mereka untuk menjadi peserta didik yang aktif. Di
samping itu bila peserta didik dihadapkan dengan permasalahan dalam pembelajaran, peserta didik
tidak mampu memecahkan masalah tersebut dengan pemikiran yang kritis.

Setiap konsep akan lebih mudah dipahami dan diingat, apabila disajikan dengan strategi
yang tepat, khususnya saat pelaksanaan praktik Dari strategi pembelajaran yang ada, salah satu
strategi tepat untuk kegiatan praktik siswa yaitu pembelajaran dengan model pembelajaran
project based learning. Project based learning merupakan salah satu strategi pembelajaran
yang memberikan peluang bagi peserta didik untuk mengembangkan dan meningkatkan keaktifan
belajar peserta didik yang berpijak pada masalah yang dihadapi siswa pada saat proses
mendapatkan ilmu pengetahuan

Berdasarkan uraian di atas, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian yang berjudul
“UPAYA PENINGKATAN KEAKTIFAN PESERTA DIDIK PADA MATERI
MENYUSUN TABLE SET UP DAN CLEAR UP DI SMK NEGERI 3 JEMBER
MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING TAHUN
PELAJARAN 2020/2021”.

2. Identifikasi Masalah
Apakah penggunaan model pembelajaran project based learning dapat meningkatkan keaktifan
peserta didik dalam kegiatan praktik menyusun table set up dan clear up kelas XII Perhotelan
SMK Negeri 3 Jember Tahun Pelajaran 2020/2021

3. Pembatasan Masalah
a. Model pembelajaran project based learning
b. Mata pelajaran Food and Beverage pada materi Menyusun Table Set Up dan Clear Up
c. Siswa kelas XII Perhotelan di SMK Negeri 3 Jember

4. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah, identifikasi masalah dan pembatasan masalah maka
rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimana keaktifan peserta didik dalam
kegiatan praktik setelah menerapkan model pembelajaran project based learning pada materi
menyusun table set up dan clear up kelas XII Perhotelan SMK Negeri 3 Jember Tahun
Pelajaran 2020/2021?

5. Tujuan Penelitian
Sesuai latar belakang masalah dan perumusan masalah maka dapat dirumuskan

tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keaktifan peserta didik setelah menerapkan
model pembelajaran project based learning pada materi table set up dan clear up kelas XII
Perhotelan SMK Negeri 3 Jember Tahun Pelajaran 2020/2021

6. Manfaat Penelitian
Manfaat yang ingin diperoleh dalam penelitian ini adalah :
1. Bagi Guru dapat dijadikan referensi acuan dalam upaya peningkatan pembelajaran
khususnya mata pelajaran Food and Beverage.
2. Bagi Peserta Didik, dapat mengevaluasi kelemahan peserta didik atas keaktifan selama
pembelajaran sebagai bahan pertimbangan untuk pembelajaran selanjutnya.
3. Bagi sekolah, hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan acuan dalam meningkatkan
kinerja sekolah dalam kegiatan pembelajaran daring khususnya pada mata pelajaran
Food and Beverage, Diharapkan disekolah menyediakan wifi agar proses kegiatan
belajar mengajar daring dapat terlaksana dengan baik.

BAB II
LANDASAN TEORI

A. KAJIANPUSTAKA

1. PenelitianTindakanKelas

a. PengertianPenelitianTindakanKelas

1) Belajar

Dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 dituliskan bahwa negara ini
memiliki kewajiban dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Upaaya tersebut dapat
tercapai melalui kegiatan belajar, maka dari dasar negara ini setiap anak bangsa memiliki
kewajibannya dalam belajar yang dapat dilakukan melalui kegiatan belajar mengajar.
Belajar adalah mengumpulkan atau menghafalkan fakta-fakta yang
tersaji dalam bentuk informasi atau materi untuk pelajaran (Syah, 2011).
Belajar adalah kegiatan psiko-fisik menuju perkembangan pribadi
seutuhnya. (Sadirman, 2011). Belajar mengajar merupakan termasuk proses yang penting
dalam pendidikan. Biasanya tolak ukur dari hasil akhir ditentukan dari proses belajar
seseorang.

Salah satu pengetahuan yang perlu dimiliki untuk mendukung kemampuan
pendidik dalam melaksanakan proses belajar mengajar adalah teori-teori tentang belajar.
Mempelajari teori-teori belajar ini akan membantu seorang pendidik untuk memahami
hakekat belajar menurut berbagai aliran. Dengan demikian, teori-teori itu dapat digunakan
sebagai kerangka dalam melaksanakan proses belajar mengajar.

2) Keaktifan

Sriyono (1992) dalam Muah (2016) mengatakan bahwa keaktifan belajar peserta
didik adalah usaha yang dilakukan oleh guru pada waktu mengajar, sehingga peserta didik
dapat terlibat aktif baik jasmani maupun rohani dalam mengikuti pelajaran.

Keaktifan belajar peserta didik dianggap begitu penting dalam kegiatan
pembelajaran, dan keaktifan belajar peserta didik tersebut muncul karena dipengaruhi
beberapa faktor yaitu stimulus belajar, perhatian dan motivasi, respon yang dipelajari,
penguatan, pemakaian dan pemindahan, dan pikiran manusia mempunyai kesanggupan
menyimpan informasi yang tidak terbatas jumlahnya (Sudjana, 2009 dalam Muah (2016)).

Ratmi (2004) dalam Muah (2016) menyebutkan bahwa keaktifan belajar peserta
didik mempunyai ciri yaitu: 1) keinginan dan keberanian menampilkan perasaan. 2)
keinginan dan keberanian serta kesempatan berprestasi dalam kegiatan baik persiapan,
proses dan kelanjutan belajar. 3) penampilan berbagai usaha dan kreativitas belajar
mengajar dalam menjalani dan menyelesaikan kegiatan belajar mengajar sampai mencapai
keberhasilannya. 4) kebebasan dan kekeluasaan melakukan hal tersebut di atas tanpa
tekanan guru atau pihak lain. Sedangkan Deirich dalam Hamalik Oemar (2007) dalam

Muah (2016) menyatakan bahwa indikator keaktifan belajar peserta didik berdasarkan
jenis aktivitasnya dalam proses pembelajaran yaitu;

1. kegiatan visual (visual activities), yaitu membaca, memperhatikan gambar, mengamati
demonstrasi atau mengamati pekerjaan orang lain.

2. kegiatan lisan (oral activities), yaitu kemampuan menyatakan, merumuskan, diskusi,
bertanya atau interupsi.

3. kegiatan mendengarkan (listening activities), yaitu mendengarkan penyajian bahan,
diskusi atau mendengarkan percakapan.

4. kegiatan menulis (writing activities), yaitu menulis cerita, mengerjakan soal,
menyusun laporan atau mengisi angket.

5. kegiatan menggambar (drawing activities), yaitu melukis, membuat grafik, pola, atau
gambar.

6. kegiatan emosional (emotional activities), yaitu menaruh minat, memiliki kesenangan
atau berani.

7. kegiatan motorik (motor activities), yaitu melakukan percobaan, memilih alat-alat atau
membuat model.

8. kegiatan mental, yaitu mengingat, memecahkan masalah, menganalisis, melihat
hubungan-hubungan atau membuat keputusan.

Salah satu penilaian proses pembelajaran adalah melihat sejauh mana keaktifan
peserta didik dalam mengikuti proses belajar mengajar. Nana Sudjana (2004),
menyatakan indikator keaktifan peserta didik dapat dilihat dalam hal:

1. Turut serta dalam melaksanakan tugas belajar;

2. Terlibat dalam pemecahan masalah;

3. Bertanya kepada peserta didik lain atau guru apabila tidak memahami persoalan yang
dihadapinya;

4. Berusaha mencari berbagai informasi yang diperlukan untuk pemecahan masalah;

5. Melaksanakan diskusi kelompok sesuai dengan petunjuk guru;

6. Menilai kemampuan dirinya dan hasil– hasil yang diperolehnya;

7. Melatih diri dalam memecahkan soal atau masalah yang
sejenis;

8. Kesempatan menggunakan atau menerapkan apa yang diperoleh dalam menyelesaikan
tugas atau persoalan yang dihadapinya.

Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan keaktifan peserta didik dapat dilihat dariberbagai
hal seperti memperhatikan (visual activities),mendengarkan, diskusi, kesiapan peserta didik,
bertanya, keberanianpeserta didik, memecahkan soal (mental activities)

3) Model Project Based Learning(PjBL)
Pendekatan pembelajaran berbasis proyek (PjBL) menciptakan lingkungan belajar
"konstruktivis" dimana peserta didikmembangun pengetahuan mereka sendiridan pendidik
menjadi fasilitator. (Goodman dan Stivers, 2010) Mengapa Model Project Based
Learning(PjBL) Karakteristik model Project-based Learning diantaranya yaitu peserta
didikdihadapkan pada permasalahan konkret, mencari solusi, dan mengerjakan projek dalam
tim untuk mengatasi masalah tersebutPada model PjBL peserta didiktidak hanya memahami
konten, tetapi juga menumbuhkan keterampilan pada peserta didikbagaimanan berperan di
masyarakat. Keterampilan yang ditumbukan dalam PjBl diantaranya keterampilan komunikasi
dan presentasi, keterampilan manajemen organisasi dan waktu, keterampilan penelitian dan
penyelidikan, keterampilan penilaian diri dan refleksi, partisipasi kelompok dan
kepemimpinan, dan pemikiran kritis.Penilian kinerja pada PjBL dapat dilakukan secara
individual dengan memperhitungkan kualitas produk yang dihasilkan, kedalaman pemahaman
konten yang ditunjukkan, dan kontribusi yang diberikan pada proses realisasi proyek yang
sedang berlangsung. PjBL juga memungkinkan peserta didikuntuk merefleksikan ide dan
pendapat mereka sendiri, dan membuat keputusan yang mempengaruhi hasil proyek dan
proses pembelajaran secara umum, dan mempresentasikan hasil akhir produk.Real-world
problemStudent choice ProjectProject Goal
Berikut ini beberapa hasil penelitian tentang penerapan PjBL. Rezeki, dkk (2015) menyatakan
bahwa penerapan metode pembelajaran Project Based Learning(PjBL) disertai dengan peta
konsep dapat pada materi redoks kelas X-3 SMA Negeri Kebakkramat tahun pelajaran
2013/2014 dapat meningkatkan aktivitas belajar peserta didik. Penerapan metode
pembelajaran project based learning (PjBL) disertai peta konsep padamateri redoks kelas X-3
SMA Negeri Kebakkramat tahun pelajaran 2013 / 2014 dapat meningkatkan prestasi belajar
peserta didik, dari hasil prestasi belajar kognitif pada siklus I sebesar 41,67% meningkat
menjadi 77,78% pada siklus II. Prestasi belajar aspekafektif pada siklus I sebesar 58,33%
meningkat menjadi 80, 55% pada siklus II. Sedangkan Nurfitriyanti (2016) dalam
penelitiannya juga menyatakan bahwa terdapat pengaruh penerapan model pembelajaran
Project based learningterhadap kemampuan pemecahan masalah matematika. Kemampuan
pemecahan masalah matematika yang diajarkan menggunakan model pembelajaran project
based learninglebih baik daripada yang diajarkan dengan menggunakan model pembelajaran
ekspositori. Global SchoolNet (2000) dalam Nurohman melaporkan hasil penelitian the
AutoDesk Foundation tentang karakteristik Project Based Learning. Hasil penelitian tersebut
menyebutkan bahwa Project Based Learning adalah pendekatan pembelajaran yang memiliki
karakteristik sebagai berikut:
a)peserta didik membuat keputusan tentang sebuah kerangka kerja,
b)adanya permasalahan atau tantangan yang diajukan kepada peserta didik,
c)peserta didik mendesain proses untuk menentukan solusi atas permasalahan atau tantangan
yang diajukan,
d)peserta didik secara kolaboratif bertanggungjawab untuk mengakses dan mengelola
informasi untuk memecahkan permasalahan,
e)proses evaluasi dijalankan secara kontinyu,
f)peserta didik secara berkala melakukan refleksi atas aktivitas yang sudah dijalankan,
g)produk akhir aktivitas belajar akan dievaluasi secara kualitatif, h)situasi pembelajaran sangat
toleran terhadap kesalahan dan perubahan (Global SchoolNet, 2000)

Keunggulan penerapan model project based learningyaitu: “(1) meningkatkan motivasi belajar
peserta didik untuk belajar mendorong kemampuan mereka untuk melakukan pekerjaan
penting, dan mereka perlu dihargai; (2) meningkatkan kemampuan pemecahan masalah; (3)
membuat peserta didik menjadi lebih aktif dan berhasil memecahkan problem-problem yang
kompleks; (4) meningkatkan kolaborasi: (5) mendorong peserta didik untuk mengembangkan
dan mempraktikkan keterampilan komunikasi; (6) meningkatkan keterampilan peserta didik
dalam mengelola sumber; (7) memberikan pengalaman kepada peserta didik pembelajaran dan
praktik dalam mengorganisasi proyek dan membuat alokasi waktu dan sumber-sumber lain
seperti perlengkapan untuk menyelesaikan tugas; (8) menyediakan pengalaman belajar yang
melibatkan peserta didik secara kompleks dan dirancang berkembang sesuai dunia nyata; (9)
melibatkan para peserta didik untuk belajar mengambil informasi dan menunjukkan
pengetahuan yang dimiliki, kemudian diimplementasikan dengan dunia nyata; (10) membuat
suasana belajar menjadi menyenangkan, sehingga peserta didik maupun pendidik menikmati
proses pembelajaran” (Kurniasih dalam Nurfitriyani, 2016)

Kapan Model Project Based Learning dapat diterapkan?Model pembelajaran ini dapat
digunakan ketika pendidik ingin mengkondisikanpembelajaran aktif yang berpusat pada
peserta didikdimana peserta didikmemiliki pengalaman belajar yang lebih menarik dan
menghasilkan sebuah karya berdasarkan permasalahan nyata (kontekstual) yang terjadi dalam
kehidupan sehari-hari. Model pembelajaran ini juga dapat digunakan ketika pendidik ingin
lebih menekankan pada keterampilan sains yaitu pada kegiatan mengamati, menggunakan alat
dan bahan, menginterpretasikan, merencanakan proyek, menerapkan konsep, mengajukan
pertanyaan dan berkomunikasi dengan baik. Selain itu pendidik juga dapat menggunakan
model PjBL ketika ingin mengembangkan kemampuan berfikir kreatif peserta didikdalam
merancang dan membuat sebuah proyek yang dapat dimanfaatkan untuk mengatasi
permasalahan secara sistematis. Sehingga model PjBL ini dapat membudayakan berpikir
tingkat tinggi (high order thinking/HOT)dalam mengimplementasikan pembelajaran
saintifik (Mengamati, Mengasosiasi, Mencoba, Mendiskusikan, dan
Mengkomunikasikan)serta pembelajaran abad 21 (4C: Critical thinking, Collaboration,
Creative, Communication) Pembelajaran project based learning dapat dilaksanakan apabila
dipenuhi syarat-syarat berikut: a. Pendidik harus terampil mengidentifikasi kompetensi dasar
yang lebih menekankan pada aspek keterampilan atau pengetahuan pada tingkat penerapan,
analisis, sintesis, dan evaluasi; b.pendidikmampu memilih materi atau topik-topik yang akan
dijadikan tema proyek sehingga menjadi menarik; c. pendidikharus terampil menumbuhkan
motivasi peserta didikdalam mengerjakan proyek; d.adanya fasilitas dan sumber belajar yang
cukup; d. pendidikharus melihat kesesuaian waktu proyek dengan kalender akademik sehingga
kegiatan proyek memungkinkan akan dilakukan.Bagaimana karakteristik materi pembelajaran
yang sesuai dalam penerapan Model Project Based learning?Seperti yang sudah di uraikan
bahwa model Project Based Learningmerupakan model pembelajaran yang lebih menekankan
pada keterampilan proses sains dan berkaitan dengan kehidupan nyata atau sehari-hari
sehingga karakteristik materi yang sesuai dalam penerapan model Project Based learningini
yaitu:•Memiliki kompetensi dasar yang lebih menekankan pada aspek keterampilan atau
pengetahuan pada tingkat penerapan, analisis, sintesis, dan evaluasi (memodifikasi, mencoba,
membuat, menggunakan, mengoperasikan, memproduksi, merekonstruksi,

mendemonstrasikan, menciptakan, merancang,menguji, dll )•Dapat menghasilkan sebuah
produk•Memiliki keterkaitan dengan permasalahan nyata atau kehidupan sehari-hari

Bagaimana Tahapan Umum Alur Pembelajaran(Learning Path) Model Project Based
Learning?Menurut Educational Technology Division-Ministry of Education Malaysia (2006)
terdapat 6 langkah agar pelaksanaan pembelajaran berbasis proyek ini berhasil yaitu dengan
mempersiapkan pertanyaan penting terkait suatu topik materi yang akan dipelajari, membuat
rencana proyek, membuat jadwal, memonitor pelaksaan pembelajaran berbasis proyek (PBL),
melakukan penilaian, dan evaluasi pembelajaran berbasis proyek (PBL).

4) Pembelajaran Dalam Jaringan (Daring)
Pembelajaran daring merupakan pembelajaran yang menggunakan jaringaninternetdengan
aksesibilitas, konektivitas, fleksibilitas, dan kemampuanuntukmemunculkanberbagai jenis
interaksi pembelajaran. PenelitianyangdikakukanolehZhangetal.,(2004) menunjukkan bahwa
penggunaan internet dan teknologi multimedia mampu
merombak cara penyampaian pengetahuan dan dapat menjadi alternatif
pembelajaran yang dilaksanakan dalam kelas tradisional.
Pembelajarandaringadalah pembelajaran yang mampu mempertemukan mahasiswa dan dosen
untukmelaksanakan interaksi pembelajaran dengan bantuaninternet(Kuntarto,E.(2017).Dan ini
juga bisa dilakukan oleh guru dansiswaPada tataran pelaksanaanya pembelajaran daring
memerlukan dukungan perangkatperangkat mobile seperti smarphone atau telepon
adroid,laptop,komputer,tablet,dan iphone yang dapat dipergunakan untuk mengakses informasi
kapan saja dandimana saja (Gikas & Grant, 2013). Pembelajaran daring dibutuhkan
dalampembelajaran di era revolusi industri4.0 (Pangondian,R.A.,Santosa,P.I.,&Nugroho, E.,
2019

5) Pengertian Table Set Up
Table cover atau table set-up dalam istilah perhotelan yaitu menata meja makan pada restoran.
Menurut table setting adalah rangkaian kegiatan untuk mengatur dan melengkapi meja dengan
peralatan makan sesuai jenis hidangan yang akan disajikan untuk meningkatkan efisiensi kerja
pramusaji dan kenyamanan pelanggan. Yang dimaksud dengan table setting adalah rangkaian
kegiatan untuk mengatur dan melengkapi meja dengan peralatan makan sesuai dengan jenis
hidangan yang akan disajikan. (Prihastuti,2013:56) Table set-up adalah seperangkat peralatan
yang rapi, bersih dan siap pakai yang terdiri dari chinaware (B&B plate dan tea cup dan
saucer), silverware (sendok, garpu dan pisau), glassware (gelas), dan linen (moulton, table
cloth dan napkin), yang disusun di atas meja lengkap dan rapi untuk satu orang..

b. Langkah-langkahPenelitianTindakanKelas
Peneliti mengambil hipotesis tindakan dalam penelitian ini adalah penerapan model

pembelajaran problem based learning pada siswa kelas XII Perhotelan SMK Negeri 3 Jember

BAB III
METODOLOGIPENELITIAN

1. SubjekPenelitian: SiswaKelasXIIPerhotelan1
2. TempatdanWaktuPelaksanaan: SMKNegeri3Jember,Oktober -
November2020
3. DeskripsiPerSiklus

a.Desain penelitian yang digunakan dalam Penelitian Tindakan
Kelas (PTK) ini empat komponen yaitu: (1) perencanaan
(planning), (2) tindakan (acting), (3) pengamatan (observing),
dan (4) refleksi (reflecting). Pada model ini, komponen tindakan
dan pengamatan dilaksanakan pada waktu yang sama.Berikut
bagan penelitian tindakan kelas design Kemmis & Taggart:

Gamabr 1. PTK desaign Kemmis & Taggart
Dalam rancangan ini, peserta didik tidak diberitahu bahwa akan
ada penelitian dengan melihat alasan supaya penelitian akan terjadi secara
netral, berikut rancangan siklus penelitian ini meliputi :
1. Siklus 1
a. Tahap Perencanaan
1. Menyusun Rencana Pembelajaran
2. Menetapkan Kompetensi Dasar untuk diteliti
3. Identifikaksi dan alternatif Pemecahan masalah
4. Menyusun lembar observasi
5. Menyusun lembar angket
6. Membuat Grup Kelompok dalam wa
7. Membuat Media pembelajaran, LKPD, Bahan ajar dan Evaluasi
yang diletakkan pada Google Classroom
8. Menentukan Keaktifan secara klasikal ≥ 70%.
9. Menyusun instrumen Penilaian

b. Tahap Pelaksanaan atau Tindakan
1. Menerapkan pembelajaran sesuai dengan rencana proses
pembelajaran yang sudah buat.
2. Guru melakukan pembukaan dengan salam pembuka
3. Guru meminta ketua kelas memimpin doa untuk memulai
pembelajaran
4. Guru memeriksa kehadiran peserta didik sebagai sikap disiplin
5. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan di capai
6. Guru menyampaikan lingkup dan tehnik penilaian. (penilaian
sikap, pengetahuan, dan ketrampilan
7. Guru melakukan apersepsi dengan menanyakan meteri pertemuan
minggu lalu
8. Guru menayangkan materi table set up dan clear up melalui media
video dan powerpoint
9. Guru menyampaikan permasalahan kontekstual melalui tayangan
gambar
10. Mengorganisasikan peserta didik untuk siap belajar, Guru
mengkondisikan peserta didik yang sudah terbentuk dalam
kelompok.
11. Guru memastikan setiap peserta didik pada kelompok masing-
masing sudah memahami tugas yang terdapat pada Link LKPD
pada yang sudah dibagikan
12. Peserta didik membentuk kelompok
13. Peserta didik menyampaikan bahwa sudah jelas untuk pengisian
Link LKPD yang sudah dijelaskan oleh guru
14. Membimbing penyelidikan individu maupun kelompok, Guru
meminta peserta didik untuk mengumpulkan data dari
permasalahan yang dibahas
15. Peserta didik melakukan tanya jawab dengan guru maupun teman
terkait permasalahan yang dibahas
16. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya, Guru mulai
mengarahkan peserta didik untuk mempersiapkan presentasi dari
perwakilan kelompok secara bergantian dari data yang sudah
dibuat, serta memberikan kesempatan kepada peserta kelompok
yang lain untuk menanggapi
17. Peserta didik dari perwakilan kelompok mempersiapkan hasil
diskusi
18. Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah, Guru
mulai mengamati dan membimbing presentasi masing-masing
perwakilan kelompok sesuai nomor urut kelompok ,serta
memberikan kesempatan bagi setiap peserta lain yang ingin
memberikan tanggapan dari presentasi

19. Guru meminta salah satu peserta didik untuk menyampaikan
kesimpulan /refleksi dari materi yang sudah dibahas, Salah satu
peserta didik menyampaikan kesimpulan materi

20. Guru memberikan penguatan dari presentasi yang sudah
disampaikan oleh perwakilan kelompok

21. Peserta didik menyimak penguatan yang disampaikan oleh guru
dengan tekun

22. Guru memberikan Evaluasi yang disajikan dalam link google
formulir, melalui link tersebut peserta didik dapat mengakses soal
evaluasi di google formulir dengan mudah

23. Peserta didikmenjawabsoal evaluasi yang disajikan dalam link
google formulir yang sudah dibagikan

24. Guru menginformasikan kepada peserta didik tentang materi yang
akan dipelajari pada pertemuan selanjutnya yaitu “ Menyusun table
set up”

25. Guru memberikan penghargaan dalam bentuk poin nilai yang
sudah ada di google formulir.

26. Peserta didik melakukan doa bersama sebelum pembelajaran
ditutup

c. Tahapan Observasi
1. Selama proses pembelajaran 3 guru mengisi lembar observasi
untuk disisi.
2. 3 guru sebagai observer mengisi kuisoner sesuai dengan hasil
pengamatan pembelajaran berlangsung

e. Tahap Refleksi
1. Melakukan evaluasi tindakan yang telah dilakukan dari setiap
macam tindakan.
2. Melakukan diskusi dengan observer untuk membahas hasil evalusi
tentang skenario pembelajaran berikutnya.
3. Memperbaiki pelaksanaan tindakan sesuai hasil evaluasi, untuk
digunakan pada siklus II.

2. Siklus II
a. Tahap Perencanaan
1. Menyusun Rencana Pembelajaran
2. Menetapkan Kompetensi Dasar untuk diteliti
3. Identifikakjsi dan alternatif Pemecahan masalah
4. Menyusun lembar observasi
5. Menyusun lembar angket
6. Membuat Grup Kelompok dalam wa

7. Membuat Media pembelajaran, LKPD, Bahan ajar dan Kuis yang
diletakkan pada Google Classroom

8. Menentukan Keaktifan secara klasikal ≥ 70%.
9. Menyusun instrumen Penilaian

b. Tahap Pelaksanaan atau Tindakan
1. Menerapkan pembelajaran sesuai dengan rencana proses
pembelajaran yang sudah buat.
2. Guru melakukan pembukaan dengan salam pembuka
3. Guru meminta ketua kelas memimpin doa untuk memulai
pembelajaran
4. Guru memeriksa kehadiran peserta didik sebagai sikap disiplin
5. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan di capai
6. Guru menyampaikan lingkup dan tehnik penilaian. (penilaian
sikap, pengetahuan, dan ketrampilan
7. Guru melakukan apersepsi dengan menanyakan meteri pertemuan
minggu lalu
8. Guru menayangkan materi table set up melalui media video dan
powerpoint
9. Guru menyampaikan permasalahan kontekstual melalui tayangan
gambar
10. Mengorganisasikan peserta didik untuk siap belajar, Guru
mengkondisikan peserta didik yang sudah terbentuk dalam
kelompok.
11. Guru memastikan setiap peserta didik pada kelompok masing-
masing sudah memahami tugas yang terdapat pada Link LKPD
pada yang sudah dibagikan
12. Peserta didik membentuk kelompok
13. Peserta didik menyampaikan bahwa sudah jelas untuk pengisian
Link LKPD yang sudah dijelaskan oleh guru
14. Membimbing penyelidikan individu maupun kelompok, Guru
meminta peserta didik untuk mengumpulkan data dari
permasalahan yang dibahas
15. Peserta didik melakukan tanya jawab dengan guru maupun teman
terkait permasalahan yang dibahas
16. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya, Guru mulai
mengarahkan peserta didik untuk mempersiapkan presentasi dari
perwakilan kelompok secara bergantian dari data yang sudah
dibuat, serta memberikan kesempatan kepada peserta kelompok
yang lain untuk menanggapi
17. Peserta didik dari perwakilan kelompok mempersiapkan hasil
diskusi

18. Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah, Guru
mulai mengamati dan membimbing presentasi masing-masing
perwakilan kelompok sesuai nomor urut kelompok ,serta
memberikan kesempatan bagi setiap peserta lain yang ingin
memberikan tanggapan dari presentasi

19. Guru meminta salah satu peserta didik untuk menyampaikan
kesimpulan /refleksi dari materi yang sudah dibahas, Salah satu
peserta didik menyampaikan kesimpulan materi

20. Guru memberikan penguatan dari presentasi yang sudah
disampaikan oleh perwakilan kelompok

21. Peserta didik menyimak penguatan yang disampaikan oleh guru
dengan tekun

22. Guru memberikan Evaluasi yang disajikan dalam link google
formulir, melalui link tersebut peserta didik dapat mengakses soal
evaluasi di google formulir dengan mudah

23. Peserta didikmenjawabsoal evaluasi yang disajikan dalam link
google formulir yang sudah dibagikan

24. Guru menginformasikan kepada peserta didik tentang materi yang
akan dipelajari pada pertemuan selanjutnya yaitu “ Menyusun table
set up”

25. Guru memberikan penghargaan dalam bentuk poin nilai yang
sudah ada di google formulir.

26. Peserta didik melakukan doa bersama sebelum pembelajaran
ditutup

d. Tahapan Observasi
1. Selama proses pembelajaran 3 guru mengisi lembar observasi
untuk disisi.
2. 3 guru sebagai observer mengisi kuisoner sesuai dengan hasil
pengamatan pembelajaran berlangsung

e. Tahap Refleksi
1. Melakukan evaluasi tindakan yang telah dilakukan dari setiap
macam tindakan.
2. Melakukan diskusi dengan observer untuk membahas hasil evalusi
tentang skenario pembelajaran berikutnya.
3. Memperbaiki pelaksanaan tindakan sesuai hasil evaluasi, untuk
digunakan pada siklus II.

METODE PENGUMPULAN DATA
Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah:
1. Observasi

Pengamatan ialah aktifitas pemusatan perhatian terhadap sesuatu
objek dengan menggunakan seluruh alat indera. Observasi pada
penelitian ini dilakukan oleh Observer yaitu 3 Guru Pendamping untuk
melakukan pengamatan terhadap keterlaksanaan keaktifan peserta didik
dalam diskusi dalam model problem based learning

DAFTAR PUSTAKA

Ahmad, T. (2008). Metodologi Pengajaran Agama Islam. Bandung: Remaja
Rosdakarya.

Arikunto, S. (2010). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Yogyakarta:
PT. Rineka Cipta.

Aronson, E. e. (1978). The STAD classroom. Oxford, England: Sage.
Elliot. (1978). Educational Psychology Effective Teaching, Effective Learning.

Singapura: Mc Graw Hill Book.
Hamilik, O. (1994). Media Pendidikan. Bandung: PT. Citra Aditya Bakti.
Indriana, D. (2011). Ragam Alat Bantu Media Pembelajaran. Yoyakarta: Diva

Press.
Jabar, S. A. (2010). Evaluasi Program Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.
Junianti, E. (2017). Peningkatan Hasil Belajar Matematika melalui Metode Drill

dan Diskusi Kelompok pada Siswa Kelas VI SD. Scholaria: Jurnal
Pendidikan dan Kebudayaan, Vol. 7, No. 3 , 283-291.
Kartika, E. (2015). Penggunaan Media Wa, google classroom dan google
meetUntuk Meningkatkan Hasil Belajar Mata Pelajaran IPS Siswa
Di Kelas VI SDN Kaliasin VII Surabaya. JPGSD. Vol. 03, No. 02 ,
155-163.
Lie, A. (1994). Cooperative Learning. Jakarta: PT. Gramedia Widiasarana
Indonesia.
Muah, T. (2016). Penggunaan Model Pembelajaran Problem Based Instruction
(PBI) Untuk Meningkatkan Keaktifan dan Hasil Belajar
Matematika Siswa Kelas 9B Semester Gasal Tahun Pelajaran
2014/2015 SMP Negeri 2 Tuntang-Semarang. Scholaria, Vol 6, No.
1 , 41-53.
Mudjiono, D. d. (2013). Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: PT Rineka Cipta.
Rosyidah, U. (2016). Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe
stadTerhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas VII SMP
Negeri 6 Metro. Jurnal SAP Vol. 1 No. 2 , 116-124.
Sadirman. (2011). Interaksi Dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: Rajawali
Pres.
Sudijono, A. (2011). Pengantar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Rajawali Pers.
Sudjana, N. (2004). Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung: Sinar Baru
Algessindo.
Suprapti, E. (2016). Pengembangan Perangkat Pembelajaran Matematika Model
Kooperatif Tipe STAD Dengan Media Wa, google classroom dan
google meetIspring Pada Materi Jajargenjang, Layang-layang, dan
Trapesium di Kelas VII SMP. MUST: Journal of Mathematics
Education, Science and Technology, Vol. 1, No. 1 , 57-68.
Syah, M. (2011). Psikologi Belajar. Jakarta: Rajawali Perss.
Trianto, M. (2011). Panduan Lengkap Penelitian Tindakan Kelas (Classroom
Action Research). Jakarta: Prestasi Pustaka Publishier.
Wijaya Kusumah, D. D. (2010). Mengenal Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta:
Indeks.
Zarkasi, M. F. (2009). Belajar Cepat Dengan Diskusi. Surabaya: Penerbit Indah.

LAMPIRAN

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

A. Identitas ProgramPendidikan

NamaSekolah : SMK NEGERI 3 JEMBER

MataPelajaran : Food and Beverage

Kompetensi Keahlian : Perhotelan

Kelas/Semester : XII /Ganjil (5)

TahunPelajaran : 2020/2021

Alokasi Waktu : 1 Pertemuan Daring (1x45 menit)

B. Kompetensi Inti dan KompetensiDasar
Kompetensi Inti :
KI-3 : Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi tentang
pengetahuan faktual,konseptual, operasional dasar,dan metakognitif sesuai
dengan bidang dan lingkup kerja Perhotelan pada tingkat teknis, spesifik, detil,
dan kompleks,berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni,budaya, dan
humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari
keluarga, sekolah, dunia kerja,warga masyarakat nasional, regional, dan
internasional.
KI-4 : Melaksanakan tugas spesifik dengan menggunakan alat,informasi, dan
prosedur kerja yanglazim dilakukan serta memecahkan masalah sesuai dengan
bidang kerja Akomodasi Perhotelan.Menampilkan kinerja dibawah bimbingan
dengan mutu dan kuantitas yang terukur sesuai dengan standard kompetensi
kerja.Menunjukkan keterampilan ,menalar, mengolah, dan menyaji,
secaraefektif, kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif,komunikatif, dan
solutif dalam, ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang
dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas

Kompetensi Dasar :
3.7 Menerapkan table set up dan clear up
4.7 Melakukan table set up dan clear up

C. Indikator PencapaianKompetensi
Pertemuan 2
3.7.1 Menganalisis table set up dan clear up ( C4 )
4.7.1 Menyusun table set up dan clear up ( C6 )

D. TujuanPembelajaran
1. Melalui penugasan, diskusi dan tanya jawab, Siswa dapat Merancang table set up
2. Melalui penugasan dan diskusi Siswa dapat Menyusun table set up dengan penuh rasa
tanggung jawab.

E. MateriPembelajaran
1. Pedoman table set up
2. Jenis table set up
3. Macam alat table set up
4. Teknik alat table set up
5. Teknik Clear up

F. Pendekatan, Model dan MetodePembelajaran

PendekatanPembelajaran : Scientific

ModelPembelajaran : Project based learning

Metode :Diskusi, Tugas Mandiri, Kerja Kelompok, Praktikkum,
Presentasi.

G. Alat/Bahan dan MediaPembelajaran

a. MediaPembelajaran : google classroom,google formulir, google meet, power

point,Link video yutube

b. Alat/bahan : Peralatan Chinaware dan Silverware, Table Cloth, Table

Accesories, Laptop, LCD Proyektor, alat tulis

H. Sumber Belajar :Buku Paket Restoran jilid2 melalui link, e-modul melalui Link, tayangan
Youtube melalui link, materi table set up dan clear up dalam bentuk PPT

I. KegiatanPembelajaran

Pertemuan ke Dua (45 menit)

Kegiatan Sintaksis Deskripsi Kegiatan Pembelajaran luring Deskripsi Kegiatan Alokasi
model Project Guru
based learning Peserta Didik Waktu

 Guru  Peserta didik
menjawab
mengucapkan salam guru

salam  Peserta didik
berdoa
 Guru meminta
 Peserta didik
ketua kelas menyimak
tujuan
untuk pembelajaran
yang
memimpin doa disampaikan
guru
 Guru
 Peserta didik
menyampaikan menyimaklingk
up dan tehnik
Pendahuluan tujuanpembelaj penilaian yang 5 menit
aran disampaikan 35 menit
guru.
 Guru
 Peserta didik
menjelaskan menjawab
materi
teknik penilaian sebelumnya

 Guru  Peserta didik
mengamati
memberikan video dan
materi
apersepsi awal powerpoint,
menanyakan hal
tentang materi

sebelumnya

Essential  Guru menunjukkan Link video
https://www.youtube.
Inti question video table set up com/watch?v=6sRfm
6I3OLs
(mengamati  Guru menjelaskan https://www.youtube.
com/watch?v=6Y7p2
dan menanya) topic bahasan

mengenai table set

up melalui

Kegiatan Sintaksis Deskripsi Kegiatan Pembelajaran luring Deskripsi Kegiatan Alokasi
model Project Guru
based learning Peserta Didik Waktu
presentasi power
point DSw6Oo&t=423s – hal yang
kurang
Designing  Guru membagi dimengerti
 Siswa
project kelas menjadi bergabung ke
dalam kelompok
(mengumpulka beberapa yang telah
ditentukan
n data dan kelompok, yang  Siswa mengisi
link LKPD
penyusunan terdiri dari 4 orang  Siswa
merancang table
rancangan)  Guru membagikan set up yang
dibuat siswa
link LKPD (Pengisian
LKPD)
 Guru mengamati  Peserta didik
menyimakpenjel
rancangan table set asan guru.

up yang dibuat

siswa (Pengisian

LKPD)

Creating  Guru menjelaskan

schedule penjadwalan

(membuat praktik menyusun

jadwal table set up

penelitian) dilakukan hari ini

Monitoring the  Guru  peserta didik
menyusun table
progress memonitoring set up

(monitoring proses siswa

penelitian) menyusun table set

up

Menguji hasil  Gurumelakukan  peserta didik
secara
(Assess the penilaian selama berkelompok

outcome) monitoring

Kegiatan Sintaksis Deskripsi Kegiatan Pembelajaran luring Deskripsi Kegiatan Alokasi
model Project Guru
based learning Peserta Didik Waktu
dilakukan dengan
mengacu pada melakukan
rubrik penilaian refleksiterhadap
aktivitas dan
Evaluate the  Guru mengevaluasi hasil produk
yang sudah
experiment. hasil pratikum dijalankan
 Peserta didik
setiap peserta melakukan peer
assesment
didik. terhadap hasil
kerja teman
mereka masing
– masing

Penutup  Guru memberikan  Peserta didik
Evaluasi yang menjawab
disajikan dalam soal evaluasi 5 menit
link google yang disajikan
formulir, melalui dalam link
link tersebut google formulir
peserta didik dapat yang sudah
mengakses soal dibagikan
evaluasi di google
formulir dengan  Peserta didik
mudah menyimpulkan
hasil praktek
 Guru bersama untuk
siswa melakukan pembelajaran
refleksi terhadap hari ini
pembelajaran yang
 Siswa

Kegiatan Sintaksis Deskripsi Kegiatan Pembelajaran luring Deskripsi Kegiatan Alokasi
model Project Guru
based learning Peserta Didik Waktu

telah dilakukan menerima
penghargaan
 Guru memberikan yang diberikan
guru
penghargaan  Siswa menyimak
informasi materi
(misalnya pujian berikutnya
 Siswa berdoa
atau bentuk

penghargaan lain

yang relevan)

kepada siswa yang

sudah

menyelesaikan

tugas dengan baik

 Menginformasikan

materi yang akan

diberikan untuk

pertemuan

berikutnya

 Guru menutup

pembelajaran

dengan Doa

J. PenilaianPembelajaran Teknik penilaian Waktu penilaian
a. Teknikpenilaian
No. Aspek yang dinilai Tertulis Saat pembelajaran
1. Pengetahuan
2. Keterampilan Penugasan Saat pembelajaran /

3. Sikap setelah pembelajaran

Penilaian diri / Saat pembelajaran /

Observasi setelah pembelajaran

b. Instrumenpenilaian Pertanyaan Skor
1) PenilaianPengetahuan
No. Indikator
1.
2.
3.
4.
5.
Jumlah Skor

NilaiAkhir= JumlahSkor Rentang
5 Skor
1 - 20
2) PenilaianKeterampilan 1 - 50
No. Aspek 1 - 20
1 - 10
1. Persiapan 100
2. Proses
3. Hasil
4. Waktu

Nilai Akhir (NA)

 Lembar penilaianketerampilan Rentang
Aspek Skor

No. Nama Siswa Persiapan Proses Hasil Waktu

Nilai Keterampilan = total skor.
Nilai akhir=Nilai Pengetahuan + Nilai keterampilan.

3) PenilaianSikap
No. Nama Siswa Aspek Pengamatan TP KD SR SL

Berdoa sebelum
belajar
Bersemangat mengikuti
pembelajaran
1. Mengerjakan sendiri
ulangan harian /tugas
Terlibat aktif dalam
menyelesaikan tugas
kelompok

Keterangan :
1 = TP : Tidak pernah
2 = KD : Kadang – kadang
3 = SR : Sering
4= SL :Selalu

Mengetahui Jember, Oktober 2020
Kepala SMKN 3Jember, Guru Mata pelajaran,

AGUS BUDIARTO,S.P.,M.Pd LIA EKA WULANDARI, SST.Par
NIP.19611003 198403 1 003 NIP. -

LAMPIRAN : Lembar Observasi

LEMBAR OBSERVASI KEAKTIFAN PESERTA DIDIK DALAM DISKUSI KELOMPOK

Siklus Ke : Materi :

Hari/Tanggal : Sub Materi:

No. Keaktifan Peserta Didik Dalam Diskusi Kelompok Nilai Keterangan

1 Peserta didik memperhatikan wa, google classroom dan
google meet dan penjelasan yang diberikan guru

2 Peserta didik mengikuti perintah guru saat pembagian
kelompok dengan teratur

3 Peserta didik melakukan tanya jawab dengan guru maupun
teman terkait permasalahan yang dibahas

4 Peserta didik dapat memecahkan masalah dalam diskusi
kelompok

5 Peserta didik dari perwakilan kelompok mempersiapkan hasil
diskusi

6 Peserta didik memperhatikan pendapat orang lain.

7 Peserta didik menanggapi pendapat orang lain

8 Peserta didik menulis hasil diskusi kelompok

9 Peserta didik menjelaskan hasil diskuisi kelompok kepada

anggota lain

10 Peserta didik membuat kesimpulan dengan membuat

rangkuman hasil pembelajaran hari ini

Jumlah Nilai

Rata-Rata Nilai

Presentase

Nilai Keterangan

5 28 – 29 anak Sangat Aktif

4 23 – 27 anak Aktif

3 19 – 22 anak Cukup Aktif

2 14 – 18 anak Kurang Aktif

1 1 – 13 anak Tidak Aktif

.........................., .......................... 2020
Pengamat

........................................


Click to View FlipBook Version