The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Volume 1 : Evolusi dan Adaptif dalam menghadapi perubahan

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by retnoindahsetyorini, 2022-12-12 07:09:15

R&MP Buletin

Volume 1 : Evolusi dan Adaptif dalam menghadapi perubahan

DECEMBER, 2022

RELIABILITY &
MAINTENANCE

ULTIMATE INFORMATION SOURCE FOR UPDATE NEWS

EVOLUSI DAN ADAPTIF DALAM
MENGHADAPI PERUBAHAN

SPECIAL EDITION : VOLUME 1

1 | Perkenalan Reliability & Maintenance Planning (2022)

Performance
Kelas Dunia

Memastikan kita menghasilkan
produk sesuai dengan spesifikasi,
tepat waktu di setiap saat dengan
performance yang tinggi

Memastikan produk dan performa
yang kita hasilkan sesuai dengan
business plan.

Selamat Datang!

Sejak 1 April 2021, tidak terasa sudah 1 tahun 8 bulan tim reliability dan maintenance
planning memberikan warna di PHI Region 3 Zone 10 di bawah pimpinan Arief Budiman selaku
Asst. Manager Reliability & Maintenance Planning dan Dian Sumantri selaku Engineer
Reliability & Maintenance Planning, bersama tim memberikan support terbaik ke Kalimantan
Field, Bunyu Field dan Tarakan Field untuk terus mengawal reliability dan availability semua
peralatan di zone 10 untuk mencapai kehandalan yang maksimal.
Kita terus mempertahankan proses yang sudah baik ini dan
terus mencari cara untuk meningkatkan performa kita dalam
mencapai world class reliability & integrity performance.

Akhir kata, atas ijin Allah SWT Tuhan Yang Maha Esa
kami luncurkan buletin reliability & maintenance planning ini
sebagai Ultimate Information Source untuk reliability &
maintenance planning buat kita semua.

Salam dan Selamat Membaca,

Puguh Hariyansyah

RELIABILITY bulletin editor

2 | Salam Reliability & Maintenance Planning (2022)

SALAM
DARI MANAJEMEN

R Suhardono
Sr Manager Production & Project

3 | Salam Reliability & Maintenance Planning (2022)

SALAM
DARI MANAJEMEN

Semangat Pagi dan Salam Sehat,

Pertama-tama marilah kita panjatkan puji syukur kepada Tuhan YME yang telah
memberikan nikmat dan kesempatan untuk kita bisa bertemu melalui Bulletin Reliability &
Maintenance Planning OSF edisi pertama ini.

Adanya perubahan organisasi SHU di bulan April tahun 2021 yang lalu berdampak besar
terhadap PHKT secara umum dan Tim Facility Engineering yang berubah menjadi Tim
Operation & Surface Facility (OSF) secara khusus. Dampak besar perubahannya mulai dari
sisi pengurangan jumlah man power, perubahan title yang berdampak pula pada perubahan
peran dan tanggung dari masing-masing pekerja, penambahan scope area kerja, dan juga tim
Project yang juga berpisah menjadi departemen sendiri.
Perubahan besar ini harus kita sikapi dengan positif sebagai suatu tantangan dan peluang
yang baru baik secara individu maupun kita sebagai satu Tim Operation & Surface Facility.
ADAPTIF dan KOLABORATIF di dalam AKHLAK menjadi nilai yang sangat penting bagi
setiap individu dalam menghadapi perubahan besar ini sehingga kita bisa memaksimalkan
potensi diri dan tim untuk menjawab tantangan yang diberikan oleh perusahaan.

Dengan bergabungnya Field Bunyu dan Field Tarakan (Ex. PEP Asset-5) di dalam
keluarga besar Zona-10 menjadi tantangan dan peluang juga bagi Tim OSF untuk bisa
memaksimalkan sumber daya yang dimiliki sehingga bisa memberikan service/pelayanan
terbaik untuk mencapai target-target kinerja yang sudah ditetapkan.
Aspek keselamatan harus menjadi hal yang paling utama di dalam kita bekerja. Kita percaya
bahwa pekerja dan mitra kerja kita adalah asset terbesar perusahaan. Oleh karena itu kita
Tim OSF harus mengambil peran penting untuk memastikan bahwa surface facility kita harus
bisa beroperasi dalam keadaan aman dan selamat.

Saya memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada
Tim Reliability & Maintenance Planning yang sudah mempunyai
inisiatif baik untuk menerbitkan Bulletin R&MP ini di tengah-
tengah padatnya aktivitas dan pekerjaan kita. Saya berharap
ini bisa menjadi media komunikasi dan informasi yang
efektif tentang aktivitas dan interaksi Tim R&MP dengan
Tim/Fungsi yang lain sepanjang tahun 2022 ini,

Akhir kata saya mengucapkan selamat membaca dan Judika J. Silalahi
menikmati Bulletin R&MP edisi pertama tahun 2022. Pjs. Manager OSF

Terima kasih.

DAFTAR ISI

01 Perkenalan
02
04 Oleh Puguh Hariyansyah
05
07 Salam dari Manajemen
08
09 Oleh R Suhardono & Judika J Silalahi

10 Daftar Isi
12
14 Oleh Tim Reliability & Maintenance Planning
17
1 Dekade Reliability

Oleh Arief Budiman

Struktur Organisasi

Oleh Tim Reliability & Maintenance Planning

Perjalanan Tim Reliability & Maintenance Planning

Oleh Tim Reliability & Maintenance Planning

Peran dan Tanggung Jawab Reliability &
Maintenance Planning

Oleh Tim Reliability & Maintenance Planning

Kaleidoskop 2022

Oleh Dian Sumantri & Puguh Hariyansyah

Pojok Reliability

Narasumber : Mark Reynold & Eko Yusmana

Manajemen Insiden Reliability & RCA

Oleh Dian Sumantri & Puguh Hariyansyah

Digitalisasi PM Tasklist

Oleh Bilal Imam, Dai Ahmad, Gebrina, Retno Indah, Herlina

18 Continues Improvement Program (CIP) Silos
Oleh Nelson Hutabarat

25 Grounding JB Penyebab Malfunction Signal Fieldbus

di Santan Process Plant

Oleh Dai Ahmad

27 Implementasi Alarm Management di PHKT
Oleh Kadri Setiyawan

30 Temuan Indikasi Kerusakan Bearing pada Shipping

Pump SPG-PROP-PP1E Sepinggan Production
Platform

Oleh Pandhu H. Amartha & Eka Satya Adi Caraka

32 Implementasi PdM pada Transformer di PHKT 2022
Oleh Arief Budiman

5 | 1 Dekade Reliability Reliability & Maintenance Planning (2022)

1 Dekade Tim Reliability & Maintenance
Planning

Tim reliability terdiri dari reliability specialist dan PdM specialist yang kini telah 1 dekade
berkiprah di lingkungan Pertamina Hulu Kalimantan Timur. Bermula pada tahun 2012, tim ini
dibentuk dengan tujuan untuk memastikan keandalan dari peralatan/fasilitas yang menunjang
kegiatan operasi dan produksi. Saat ini, tim reliability & maintenance planning (R&MP) di
nahkodai oleh Arief Budiman sebagai Assistant Manager R&MP

Program pertama yang di inisiasi oleh tim ini dalam memulai kiprahnya adalah Worst Actor
Identification & Resolution (WAIR) terhadap peralatan penunjang fasilitas produksi. Selanjutnya
tim reliability mengusung ide “Sentralisasi Pelaporan” pada tahun 2013 yang saat itu di bawah
kordinasi Mark Reynold P. Silitonga, tim reliability berkolaborasi dengan tim planning
maintenance untuk membuat sistem standarisasi pelaporan keandalan fasilitas produksi yaitu
MARIS (Maintenance & Reliability Integrated System). Hingga saat ini, MARIS menjadi salah
satu fasilitas penunjang yang memberikan informasi terkait keandalan berupa informasi terkait
reliability & availability report, daily leader report, running hours equipment, equipment service,
dan predicted next service equipment.

6 | 1 Dekade Reliability Reliability & Maintenance Planning (2022)

< dari halaman sebelumnya

Pada tahun 2013 juga, tim ini memiliki program unggulan yaitu implementasi RCM (Reliability
Centered Maintenance) untuk mementukan dan optimisasi penerapan strategi perawatan yaitu
Preventive Maintenance (PM), Predictive Maintenance (PdM), dan Operation Routine Duties
(ORD). Optimisasi jadwal perawatan yaitu PM untuk memperkuat implementasi Proactive
Maintenance yaitu Root Cause Analysis (RCA) sebagai alat untuk mencegah/mengurangi
kegagalan yang berulang pada peralatan operasi.

Pada tahun 2016, Tim Reliability di bawah kordinasi Krisnandito Hardjoko membuat bisnis proses
incident reliability managament untuk mengelola insiden reliability berdasarkan tingkat
konsekwensi (Tier) yang disepakati bersama sehingga ada skala prioritas insiden yang harus
ditindak lanjuti untuk ditemukan akar masalahnya.

Tahun 2017, tim reliability bersama dengan tim PCN (Process Control Network) yang masih
berada di bawah naungan Dept. IT bekerja sama untuk mengembangkan online condition
monitoring dengan menggunakan PI-AF. Sampai saat ini online condition monitoring tersebut
berkembang dan menjadi referensi monitoring untuk Team Operasi dan Maintenance.

Tahun 2019, kegiatan PM telah terstandarisasi berupa PM Checklist yang diterapkan pada semua
equipment di seluruh field Kalimantan. Berkolaborasi dengan Team Maintenance untuk
mengembangkan standarisasi PM Checklist berdasarkan failure mode yang telah di identifikasi
berdasarkan RCM dan riwayat peralatan, seluruh data tersimpan dan berpusat di share point.
Seiring berjalannya waktu, pelaksanaan PM Checklist lambat laun tidak optimal karena proses
yang kurang praktis.

Tahun 2022, dilandasi nilai AKHLAK untuk selalu adaptif dalam
menjawab tantangan perubahan zaman zaman, tim R&MP berko-
laborasi dengan tim IT Region berinovasi dengan program Digi-
lisasi PM Checklist dalam proses efisiensi anggaran dan
optimalisasi man power dengan melibatkan 2 orang internship
dalam mengembangkan inovasi PM Digitalisasi tersebut.

ARIEF BUDIMAN

Ast. Manager R&M Planning

7 | Struktur Organisasi Reliability & Maintenance Planning (2022)

Struktur Organisasi
Reliability & Maintenance Planning

Arief Budiman PWTT / Karyawan

Ast. Man R&M TKJP / Mitra Kerja
Planning Internship

Dian Sumantri (vacant) Office Based
Field Based
Engineer R&M Engineer R&M
Planning Planning

Reliability & Planning Maintenance Engineering PCN PdM

Desty Leliany Nelson Kadri Eka Satya
Hutabarat Setiyawan Adi Caraka
Reliability Analyst
Maintenance PCN Engineer PdM Analyst
Gebrina Dwi Engineer-
Restifia Mechanical Tatang Pandhu Hayu
Prayoga Amarta
Reliability Analyst Dai Ahmad
PCN Specialist PdM Analyst
Bilal Imam Maintenance
Saputra Engineer- Mudi Retno Indah
Instrument Bwantiando Setyorini
Planning Analyst
(Vacant) PCN Specialist Internship
Puguh
Hariyansyah Maintenance Herlina
Engineer-
Reliability Engineer- Electrical Internship
Principle Investigator

8 | Perjalanan Reliability & Maintenance Planning (2022)

Perjalanan Tim Reliability & Reliability Team – Maintenance Dept.
Maintenance Planning (2012 – 2016)

Team Leader (1 orang)
Reliability Specialist (1 orang)
E/I Reliability Specialist (1 orang)
PdM Specialist (10 orang)

Reliability Engineering Team – FE Dept
(2016 – 2018)

Senior Engineer (1 orang)
Reliability Specialist (1 orang)
E/I reliability Specialist (1 orang)
PdM Specialist (8 orang)

Reliability Engineering Team – M&R Dept 01
(2019 – 2021)
02
Section Head (1 orang)
Reliability Engineer (1 orang) + 1 MK 03
E/I Reliability Engineer(1 orang)
Rotating Engineer (1 orang) + 1 MK
PdM Analyst (2 orang)

Maintenance & Inspection Planning Team – OSF Dept
(April 2021 – Juli 2022)

Senior Engineer (1 orang)
Maintenance & Inspection Engineer (1 orang)
MK-PdM Analyst (2 orang)
MK-Reliability Analyst (2 orang)
MK-PCN Engineer/Support (3 orang)
MK-Maintenance Engineer-Mechanical (1 orang)
MK-Maintenance Engineer-Instrument (1 orang)
MK-Maintenance Engineer-Electrical (Vacant-1 orang)

04

05 Reliability & Maintenance Planning Team – OSF Dept
(Agustus 2022 – Sekarang)

Asst. Manager (1 orang)
Maintenance & Inspection Engineer (1 orang + 1 Vacant)
MK-PdM Analyst (2 orang)
MK-Reliability Engineer/Principle Investigator (1 orang)
MK-Reliability Analyst (2 orang)
MK-Planning Analyst (1 orang)
MK-PCN Engineer/Support (3 orang)
MK-Maintenance Engineer-Mechanical (1 orang)
MK-Maintenance Engineer-Instrument (1 orang)
MK-Maintenance Engineer-Electrical (Vacant-1 orang)
Internship (2 orang)

9 | Peran & Tanggung Jawab Reliability & Maintenance Planning (2022)

Peran dan Tanggung Jawab Tim Reliability &
Maintenance Planning

Scope Area PM Process Control Network (PCN) system
Field Kalimantan (Controller, HMI, Historian system and it's
Field Bunyu supporting)
Field Tarakan Alarm Management
PI System (PI Vision, PI Server, PI AF and
PI Node)
Troubleshooting failure on PLC/DCS, HMI,
Historian system and it's supporting
Support DETA related to PCN design

PCN

RELIABILITY PLANNING

Reliability Incident Management & Develop maintenance contract
Investigation Assist RAM Team for RKAP & WP&B
Operation & Maintenance Tasks Long Range Planning & Scheduling
Development (RCM) and evaluation
PM & PdM Management (Vibration
Analysis, Infrared Thermography
Analysis, Tribology Analysis)

Reliability

KALEIDOSKOP 2022

Field kalimantan 10
Jan
ATK-CP Shutdown due to
SDV malfunction resulted LPO
4821 BOE

Feb Field Kalimantan

Mitigation: Implemented SDV Campaign RAT Pemeliharaan PHKT
dengan SKK Migas fungsi
Field Tarakan PFO

Unit gas compressor A & B Field Bunyu & Tarakan
Sembakung put offline due
to lube oil system issue RAT Pemeliharaan PEP
(Bunyu & Tarakan) dengan
SKK Migas fungsi PFO

8
Mar

19 Field Kalimantan
Mar
Yakin Power Blackout resulted
total LPO 882 BOE

Mitigation:
Engineering study for operation process
Invite principle (Mayekawa) for site survey and
study

Field kalimantan 18 Mitigation:
May Engineering study for ACB type replacement
Gas Compressor SRG C-40 Setup work model SAP for Battery VRLA type
unplanned shutdown impact to replacement
compressor overhaul Emergency Startup OP revision

mitigation :
compressor overhaul
close monitoring lube oil quality

13 Field Kalimantan
Jun
Insiden Reliability ATK
Power Black Out resulted
total LPO 1091 BOE

Field kalimantan 15
Jul
Tie in new SPG Rajah G/L
Compressor

Mitigation:
PM Task List revision
ORD Task revision
Setup work model SAP for Battery VRLA
type replacement

mitigation : 19 Field Bunyu
Replacement of 6 cyl. heads Jul Kompresor SKG Bunyu (K-2)
GSOV replacement. shutdown resulted initial LPO
Clean up suction strainer
Recondition discharge check valve 2" 49.7 BOE
Replace of 20 sparkplug

Field kalimantan 20
Jul
Upgrade SPG Generator
Control System completed

Mitigation:
Conduct TA to continue compressor overall plan

23 Field Bunyu
Agst
HIPO Fire Gas Release Bunyu
Field

Field Tarakan 17 Mitigation:
Sept Develop Program Flowline inspection & Valve inspection
Commissioning & Online Gas Clamp standard usage
Engine Generator Pamusian STK/TKI Positive isolation sosialisation
Tarakan Complete

18 Field Bunyu & Tarakan
Nov
Meeting Pleno WP&B
Pertamina EP

12 | Pojok Reliability Reliability & Maintenance Planning (2022)

POJOK RELIABILITY

Bincang Bincang mengenai Reliability eps. 1

Dalam menuju perusahaan minyak dan gas kelas dunia, Usaha apa yang sedang atau yang akan
Reliability adalah suatu keharusan dan harus menjadi dilakukan oleh tim TMG untuk
komitmen bagi perusahaan tersebut. Reliability harus mewujudkan ekspektasi tercapainya
menjadi culture (budaya) di dalam perusahaan, yang target reliability dari peralatan
dibangun melalui sebuah pendekatan yang sistematik. turbomachinery?
Pada akhirnya sistem reliability yang dimiliki harus
mampu memastikan kehandalan dari semua peralatan, Sebagaimana harapan untuk internal tim TMG yang
baik yang kritikal maupun non-kritikal, yang berkontribusi disampaikan sebelumnya, ada 2 hal yang menjadi fokus Saya
dalam produksi minyak dan gas. di tim TMG ini.
Yang pertama adalah memiliki work management yang baik
Apa harapan atau ekspektasi kepada beserta data historikal peralatan yang rapi sehingga mampu
internal tim TMG agar reliability peralatan mewujudkan kualitas kerja yang diharapkan. Usaha untuk
turbomachinery bisa tercapai ? fokus ini adalah dengan memanfaatkan fasilitas teknologi
perusahaan, salah satunya sistem One-drive, sehingga TMG
Sebagai tim khusus yang bertugas untuk menjaga memiliki acuan bersama dalam melakukan pekerjaan.
kehandalan semua peralatan turbomachinery di PHKT, Yang kedua adalah hal yang terkait dengan kompetensi
dimana mayoritas peralatan ini adalah berkategori major personel. Forum sharing knowledge internal antar disiplin ilmu
critical equipment, Saya berharap tim TMG terus mampu selalu menjadi komitmen bersama, termasuk namun tidak
menjaga, bahkan meningkatkan kualitas kerja dan terbatas pada diskusi teknis yang dilakukan dalam proses
kompetensi yang sudah baik. Kiranya hal positif dari troubleshooting dari suatu permasalahan yang sedang dialami.
kualitas kerja dan kompetensi yang ada merupakan hasil Hal-hal tersebut diharapkan bisa menjadi cara yang efektif
dari sistem budaya Reliability yang dimiliki oleh untuk meningkatkan kompetensi personel, diluar pelatihan
perusahaan PHKT ini. yang disediakan oleh perusahaan.

Apa harapan atau ekspektasi terhadap
tim-tim yang berkontribusi atau
berkolaborasi dengan TMG untuk
pencapaian reliability ?

Tentunya tim TMG tidak akan pernah mampu bekerja
sendirian dalam menjaga kehandalan peralatan major
critical ini. Kebutuhan akan pengoperasian peralatan yang
benar, ketersediaan spare-part yang cukup dan
keterlibatan pihak lain dalam merawat peralatan
pendukung adalah contoh nyata bagaimana kolaborasi
yang baik antar tim sudah menjadi keharusan.
Harapan Saya adalah semua tim memiliki frekuensi yang
sama dalam mencapai kehandalan yang diharapkan.

Mark Reynold

Section head - TMG

13 | Pojok Reliability Reliability & Maintenance Planning (2022)

Bincang Bincang mengenai Reliability eps. 2

Aplikasi reliability dalam aktivitas maintenance sehari-hari, Kendala lain yang di hadapi adalah kurang nya rasa
memiliki beberapa konsep yang harus dipahami. Salah kepemilikan unit sehingga pelaksanaan PM kurang
satunya adalah pentingnya komitmen pada aktivitas PM maksimal. Selain itu terdapat kendala pengadaan
dan PdM. apabila konsep PM dan PdM dijalankan dengan sparepart yang disebabkan banyaknya unit mature di
baik, maka kejadian breakdown akan dapat diminimalisir. PHKT. Ketika di warehouse terjadi kelangkaan spareparts
dan tim planner juga membutuhkan proses/waktu yang
Apa harapan tim field maintenance panjang untuk pengadaanyna, maka hal ini berakibat tim
untuk pencapaian reliability? maintenance tidak bisa memenuhi kualitas PM seperti
seharusnya.
Tim maintenance dikatakan ideal apabila memiliki teknisi
mekanik, instrumentasi, dan elektrik secara bersamaan Apa harapan atau ekspektasi terhadap tim-
pada saat melakukan PM di sebuah equipment. Pada tim yang berkontribusi atau berkolaborasi
kenyataannya, hal tersebut jarang kali terjadi dilapangan. dengan Tim Field Maintenance untuk
Hal ini dikarenakan terjadinya unplanned breakdown pada pencapaian reliability ?
equipment lain yang membutuhkan penanganan segera
berdasarkan skala prioritas, sedangkan jumlah Kerja sama dengan tim lain sudah solid dan komunikasi
eksekutornya kurang memadai. Hal inilah yang terkadang yang baik sudah terjalin. Akan tetapi seperti yang telah di
membuat tim maintenance tidak dapat focus dan sampaikan sebelumnya, terdapat banyak proses ketika
konsisten pada saat melakukan PM. Di masa yang akan request sparepart yang membutuhkan waktu yang
datang, diharapkan adanya penambahan manpower di panjang. Sistemnya sudah ideal akan tetapi belum
lapangan disertai dengan pemerataan rencana pekerjaan berjalan secara optimal. Kerja sama dengan tim R&MP
PM. sudah sangat solid dan terbantu dengan PM tasklist.
Yang masih perlu menjadi perhatian adalah konsistensi
Usaha apa yang dilakukan agar tim dalam pengerjaan dan pengisian tasklist.
maintenance dapat focus dan konsisten
dalam menjalankan program PM dan
PdM, serta kendala yang dihadapi?

Saat ini, tim maintenance telah melakukan pembagian Eko Yusmana
pekerjaan sesuai dengan kompetensinya masing –
masing saat 7 days meeting agar dalam penerapan PM
dan PdM dapat tetap sinkron antara mechanic,
instrument, dan elektric.
Selain itu, pemerataan skill juga menjadi faktor penting
yang harus dimiliki oleh tim Field Maintenance. Akan
tetapi yang menjadi permasalahan adalah kurang
meratanya skill yang dimiliki oleh tim maintenance saat
ini. Untuk itu, setiap pekan Tim maintenance melakukan
presentasi secara bergantian sebagai sarana sharing
knowledge kepada rekan kerja yang lain.

Sr. Supervisor Mechanical
South Offshore

14 | Insiden Reliability & RCA Reliability & Maintenance Planning (2022)

Manajemen Insiden Reliability

By Dian Sumantri & Puguh 1 Latar belakang

Hariyansyah 2 Pada saat terjadi insiden tidak ada Tata Kelola
3 Investigasi Insiden Keandalan dengan kondisi sebagai
Kehandalan (Reliability) berikut:
adalah kemampuan suatu
peralatan untuk bisa beroperasi 1.Ditangani oleh tim lokal
(tanpa kegagalan) sampai waktu 2.Tidak ada alat pelacak terpusat
yang sudah ditentukan (life time), 3.Proses Investigasi & Pelaporan Insiden (IIR) belum
kehandalan dari sebuah peralatan
bisa maksimal jika di dukung oleh jelas
manajemen perawatan yang baik. 4.Sebagian besar insiden keandalan dikategorikan

Perawatan diartikan sebagai sebagai Insiden Level 1 (HES)
suatu kombinasi dari berbagai 5.Tidak ada tata kelola untuk mengelola peristiwa
tindakan yang dilakukan untuk
menjaga suatu barang atau insiden keandalan Level 1
memperbaiki sampai suatu kondisi 6.Root Cause Analysis (RCA) tidak diterapkan secara
yang bisa diterima” (Antony
Corder, 1992) Atau dapat konsisten untuk insiden reliability level 1
dikatakan pula bahwa 7.Tidak ada prioritas untuk RCA Tier-1IIR
“Pemeliharaan” adalah kegiatan
untuk menjaga fasilitas atau Sebagian besar insiden keandalan diizinkan:
peralatan dan mengadakan 1.Peralatan untuk kembali online setelah
perbaikan, penyesuaian atau menyelesaikan penyebab fisik dan tidak memiliki
penggantian yang diperlukan agar potensi bencana atau peristiwa kematian.
terdapat suatu keadaan operasi 2.Jalankan item tindakan RCA setelah peralatan
produksi yang memuaskan sesuai kembali online untuk mencegah insiden berulang
dengan apa yang direncanakan.
Ruang Lingkup
RELIABILITY Komponen
utama dalam 1.Insiden keandalan atau gangguan proses diikuti
Equipment kehandalan oleh insiden keandalan di bawah tata kelola
Process (reliability) organisasi untuk surface equipment
People adalah:
2.Tiering untuk Insiden Keandalan
Design 1. Design 3.Prosedur untuk melakukan RCA dari Insiden
2. Equipment
3. Process Keandalan
4. People 4.Peran dan tanggung jawab
5.Prioritas, implementasi, dan Pelacakan

Rekomendasi RCA

Tujuan

1.Tentukan akar penyebab insiden keandalan,
sehingga insiden keandalan yang berulang dapat
dihindari

2.Memprioritaskan sumber daya pada insiden
keandalan penting

3.Kepatuhan terhadap TKO dan sub proses WAIR
(Worst Actor Identification and Resolution)

15 | Insiden Reliability & RCA Reliability & Maintenance Planning (2022)

Proses Investigasi RCA

16 | Insiden Reliability & RCA Reliability & Maintenance Planning (2022)

Tiering Insiden Reliability

No Item Tier A Tier B Tier C

1. Criteria LPO<250 BOE 250<LPO<500 BOE or LPO>500 BOE or
Triggered by IC1/IC2 SSS malfunction or Repetitive Incident with
2. RCA RCA is Repetitive Incident with accumulated accumulated LPO>500 BOE
LPO<500 BOE or Blackout with LPO>500 BOE
Requirement recommended Blackout with LPO<500 BOE
Proposed by Maintenance & Inspection RCA is required
3. RCA Team RCA Facilitator: Planning Engineer & Approved by Task Force Should be completed in 6
Maintenance because of potential reliability risk (i.e weeks
Section Head or repetitive process upset that risk compressor) Incident data have to be
Dedicated RCA collected in 2x24 hours
facilitator RCA is required
assigned by Should be completed in 4 weeks RCA Team Lead: Appointed
Maintenance Incident data have to be collected in 2x24 by RCA Task Force Team
Section Heads hours RCA Facilitator: Appointed by
RCA Task Force Team. RCA
4. RCA 5 Why or Why RCA Team Lead: Maintenance Section Head Facilitator is picked from
responsible to the equipment HSSE, OSF, Maintenance &
RCA Facilitator: Dedicated RCA facilitator Inspection Planning Engineer,
assigned by Maintenance Section Heads Maintenance Technician with
RCA Team Lead and RCA Facilitator form IIR Reliability RCA
RCA Team certification and not
HSE Officer (Field) should be included as RCA responsible for the equipment
team member or area with incident
RCA Sponsor: TM Area of Incident RCA Team Lead and RCA
Facilitator form RCA Team
Why Tree RCA Sponsor: Kalimantan
Field Manager
Why Tree

Methodology Tree

5. RCA Documented in Notification to the PIC and tracking through Notification to the PIC and
database in SharePoint tracking through database in
Recommenda the field locally SharePoint
Documented in Reliability SharePoint
tion if available Picked up by Reliability IIR Task Force Team ·Presented to Sponsor
for presentation during regular IIR Reliability Picked up by Reliability IIR
6. RCA Result Shared locally Update to Management Task Force Team for
presentation during regular
sharing among the IIR Reliability Update to
Management
team if

available

EVOLUSI
RELIABILITY & MAINTENANCE

Di DIGITALISASI
ERA

18 | PM Reliability & Maintenance Planning (2022)

Digitalisasi PM Tasklist

By Bilal Imam, Retno Indah, Dai Ahmad, Herlina, Gebrina Dwi

PREVENTIVE
MAINTENANCE

Implementasi Preventive Maintenance (PM)
bertujuan untuk memastikan kehandalan
(reliability) dari sebuah equipment. PM
tasklist berisi daftar isian rutin pekerjaan -
pekerjaan yang dilakukan oleh teknisi pada
saat melakukan PM yang sesuai dengan
rekomendasi manufaktur.

Mengapa perlu dilakukan
Digitalisasi PM Tasklist?

Sejak pertama digunakan hingga saat ini, pelaksanaan
PM masih dilakukan secara manual dengan menulis hasil PM kedalam PM Task List yang telah
dicetak kedalam bentuk hard copy. Selanjutnya hasil PM tersebut dimasukkan ke Microsoft
Excel kembali untuk kemudian diupload ke Share Point. Pada kenyatannya sering ditemukan
finding sebagai berikut:

Terdapat hasil PM yang sudah dilakukan namun tidak langsung di­-upload ke dalam Share
Point.
Pengisian PM Task List tidak lengkap.

Ketidak seragaman format hasil PM yang di-upload ke
Share Point.
Terlalu banyak pekerjaan administrasi yang di lakukan
rekan- rekan field maintenance, RMT dan TMG
Proses yang tidak efisien dalam pemindahan data
kedalam checklist.
Menjawab tantangan tersebut tim reliability & maintenance
planning (R&MP) melakukan inovasi berupa digitalisasi
PM. Apa itu digitalisasi PM? Digitalisasi PM adalah sebuah
upaya untuk menunjang kegiatan PM yang dituangkan
menjadi sebuah web application bernama R3LAX.

19 |PM Reliability & Maintenance Planning (2022)

Dalam hal ini Tim R&MP Zona 10
berkolaborasi dengan Tim IT Region 3
untuk membangun & mengembangkan
R3LAX yang akan mengakomodir
semua PM Task List seluruh
equipment dalam PM Management
untuk DOBU & DOBS. R3LAX dapat
diakses oleh PM executor melalui
handheld & smartphone selama
terhubung dengan jaringan internet.

Techician/PTK Lead Technician Lead Maintenance Superintendent

Fill data identification Fill Data Identification Review PM Task List Acknowledge the Whole
PM Result Process and Give
Fill PM Tasklist
Comment if Necessary
any finding
(s)? Submit PM to Section Determine Health Status
Head for Further Equipment
No Review
Yes
Exported/Sync to Sharepoint Any
Fill Finding(s)? Recomendation
Fill Executive summary
Submit data complete (s)?

R3LAX No
Yes

Input Recommendation(s)
into defect list

Submit to Superindent to
obtain Acknowledgement

SharePoint

Flowchart Digitalisasi PM

20 | PM Reliability & Maintenance Planning (2022)

< dari halaman sebelumnya Roadmap
Digitalization PM
November 2022


1.Prepare Equipment ID at
Kalimantan Field December 2022 January 2023
2.Prepare Database ID
3.Develop Task Instrument Air 1.Trial-1 Instrument Air 1.Develop PM Task Gas
Compressor Compressor Compression System
2.Develop PM Task 2.Trial-2 Reciprocating
01 Reciprocating Generator Generator

02 03

05
04

06 March 2023 February 2023

Juni 2023 Develop Field Maintenance 1. Trial-3 for Compression System
PM-2 2. Develop Field Maintenance PM-1
Trial-4 for Field Maintenance
PM & Evaluation PM SDV PM WHCP
PM Battery Back-Up PM Pump
PM Metering
PM Vessel
PM DCS & Controller
Other Mechanical PM's

Saat ini progres pembangunan R3LAX telah berada
di tahap pembuatan form untuk 2 equipment yaitu Air
Instrument Compressor 15T & Gas Engine Generator.
Pelaksanaan tahap uji coba untuk 2 form ini
ditargetkan pada bulan Desember 2022.

21 | Mechanical Reliability & Maintenance Planning (2022)

MECHANICAL
Oleh Tim Maintenance Engineer-Mechanical

YANG AKAN DIBAHAS Tim Maintenance -
Mechanical
CONTINUES IMPROVEMENT
PROGRAM"SILOS" By Nelson Hutabarat

trending lube oil yang semakin Tim Maintenance-Mechanical adalah salah satu Tim
Reliability & Maintenance Planning yang selalu
membaik menggunakan Project melakukan close monitoring dan analisa untuk semua
event event PM equipment Kalimantan Field, Bunyu
SILOS dan mendapatkan Field dan Tarakan Field
Kami di Reliability Zone 10 Region 3 bekerja sama
penghargaan GOLD pada ajang dan berkolaborasi dengan tim lain untuk terus
melakukan perbaikan dan penyempurnaan yang
CIP PHI 2022. berkesinambungan (Continues Improvement) untuk
meningkatkan kehandalan equipment di semua
lapangan untuk terus mendukung dan meningkatkan
produksi gas dan minyak di Kalimantan Field, Bunyu
Field dan Tarakan Field.

22 | Mechanical Reliability & Maintenance Planning (2022)

Continues Improvement Program"Silos"

SI (Separation Improvement), dilakukan dengan
relokasi dan reaktivasi chemical Injection di fasilitas
proses di Serang untuk meningkatkan gas kualitas gas
terpisah masuk ke unit Compressor.

sosialisasi inovasi SILOS pada RaKor OSF – LOS (Lube Oil Surveillance), merupakan improvement
M&IP Regional 3 Kalimantan dengan team pemantauan kualitas lube oil sebagai deteksi dini
Zona 10 permasalahan lubrikasi dan sealing di unit compressor.
Inovasi ini meliputi assessment untuk menentukan

sampling point yang tepat dan pengamatan properties
lube oil secara ketat.

Kerusakan/scratch pada stubshaft compressor C-40 Serang yang di sebabkan oleh congeal pada
area stubshaft karena kualitas gas yang kurang bagus menyebabkan oli engine menjadilebih kotor
akibat deposit.

Kerusakan yang terjadi pada stub shaft discharge compressor

Setelah di analisa dan di lakukan improvement
menggunakan motode SILOS dengan relokasi dan
reaktivasi fasilitas injeksi bahan kimia di Serang Platform,
berdampak pada trending lube oil yang semakin membaik.

23 | Mechanical Reliability & Maintenance Planning (2022)

< dari halaman sebelumnya

Sebelum perbaikan Sesudah perbaikan

Project improvement SILOS ini di mulai sejak bulan
Mei 2022, di awali dari analisa kualitas buffer gas
yang di lakukan di Lab Santan dan Lab Trakindo
Utama dan analisa kerusakan pada stubshaft
compressor setelah itu di lanjutkan dengan analisa
fluida produksi dari Serang Platform. Setelah hasil
analisa di dapat maka process relokasi dan
reaktivasi fasilitas injeksi bahan kimia di Serang
Platform di lakukan dan di lanjutkan process
monitoring dengan mengambil lube oil sample
secara berkala dan di akhir project improvement
trending lube oil sample semakin membaik dengan
kesimpulan congeal penyebab terjadi nya scratch
pada stubshaft pun dapat berkurang.

Project improvement ini pun berhasil di daftarkan di ajang
kompetisi CIP PHI 2022 mewakili Zone 10 Region 3 dan
mendapatkan penghargaan Gold.

24 | Mechanical Reliability & Maintenance Planning (2022)

Presentasi SILOS di Community of
Practice SHU “New Corner”

25 | Instrument Reliability & Maintenance Planning (2022)

INSTRUMENT
Tim Maintenance Engineer-Instrument

Santan Terminal

GROUNDING JB PENYEBAB Hal tersebut terjadi baik salah satu
atau pada beberapa devices di dalam
MALFUNCTION SIGNAL FIELDBUS segment dimana device yang suspect
memiliki nilai diluar standard/BAD
DI SANTAN PROCESS PLANT (Noise dan Retransmit) ini yang
disinyalir menimbulkan status IMAN
By Dai Ahmad OOP pada faceplate DCS.

Sering munculnya status IMAN Hasil pengukuran Voltage, Signal Level, Noise
(Initialization Manual) pada faceplate DCS dan Retransmit sebelum dipasang grounding
sehingga operator harus melakukan
troubleshooting dengan melakukan reset JB
power pada JB/Terminator.

Permasalahan repetitive inilah yang

menjadi latar belakang untuk mengundang
tim dari PT. Yokogawa Indonesia untuk

melakukan Troubleshooting pada Fieldbus

di Santan Process

Plant. Dari hasil

pengukuran Voltage,

Signal Level, Noise

Tampilan dan Retransmit
faceplate DCS
menggunakan FBT-6 Fieldbus Monitor
dan
munculnya alat FBT-6 (fieldbus monitor) yang
status IMAN
dilakukan pada tanggal 26-29 Januari

2022, ditemukan bahwa beberapa segment

terjadi intermittent.

26 | Instrument Reliability & Maintenance Planning (2022)

< dari halaman sebelumnya Hasil pengukuran Voltage,
Signal Level, Noise dan
Temuan lainnya yaitu tidak adanya Retransmit yang diperoleh
grounding pada JB/Terminator yang memiliki nilai yang baik (tidak
disinyalir berkontribusi pada nilai noise ditemukan ‘BAD’ status), serta
pada yang tinggi. status IMAN OOP yang
sebelumnya muncul di face
Tidak ada grounding pada JB/Terminator plate DCS, menjadi normal
kembali.
Referensi grounding pada Fieldbus JB
Pada Tanggal 18-24 October
Kemudian dilakukan troubleshooting
dengan memasang grounding JB 2002 telah dilakukan
sementara dan dilakukan pengukuran
Voltage, Signal Level, Noise dan pemasangan Grounding pada
Retransmit.
16 JB (segment) di Area

Tampilan faceplate Santan Process Plant (Train-A
DCS setelah dipasang , B dan C) dengan dibantu tim
grounding JB, status

IMAN tidak muncul maintenance dan operation
lagi Terminal Santan.

Semua Grounding JB yang telah terpasang
memiliki nilai resistansi di bawah 1 ohm
sesuaidengan spesifikasi PHKT SPC-ELE-002 –
Onshore General Electrical Design.

Grounding JB yang telah terpasang saat ini

Hasil pengukuran Voltage, Signal Level, Noise dan
Retransmit setelah dipasang grounding JB

27 | PCN Reliability & Maintenance Planning (2022)

PCN PROCESS CONTROL
NETWORK

Implementasi Alarm Apa itu manajemen alarm?
Management di
PHKT By Kadri Setiyawan

Dalam proses industri, sistem Manajemen alarm adalah penerapan prosedur
alarm digunakan untuk dokumentasi, desain, penggunaan, dan
menginformasikan kepada pemeliharaan yang tepat untuk membangun
operator adanya abnormal proses sistem alarm yang efektif. ISA18.2
kondisi atau adanya field device mendefinisikan proses dan prosedur yang
malfungsi. Sistem alarm diperlukan untuk membuat sistem manajemen
membantu operator alarm yang efektif.
mengoperasikan proses dengan Dalam ISA18.2, indikator kinerja utama (KPI)
aman dalam kondisi normal disarankan sebagai alat yang berguna untuk
ataupun abnormal, dan sistem melakukan aktivitas pada tahap monitoring dan
alarm ini membutuhkan design assesment. Contoh KPI adalah jumlah alarm
yang benar untuk memberikan dalam waktu operasi yang tetap. Seperti yang
kondisi terbaik yang aman dan ditunjukkan pada tabel berikut, ISA 18.2
operasi yang efisien. mencantumkan jumlah alarm yang sangat
mungkin dapat diterima dan dapat dikelola
maksimum untuk berbagai periode waktu.

28 | PCN Reliability & Maintenance Planning (2022)

Pengembangan Alarm Event Historian Untuk Solar Turbine Compressor

Arsitektur sistem alarm & event ini menggunakan 2 metode yaitu mengambil data MDB evenlog
HMI TT4000 kemudian di transfer ke database SQL, dan metode satunya menggunakan
kombinasi RSLinx OPC yang terhubung langsung ke PLC, Kepware alarms & events yang akan
menghasilkan alarm dan event sesuai alarm tag PLC di RSLinx OPC, dan kemudian oleh OPC
AE Archiever alarm dan event disimpan ke database SQL. Dashboard yang digunakan untuk
menampilkan report alarm historian ini menggunakan Tibco Spotfire.

Report yang telah dikembangkan saat ini : Bad Actor Alarms, menampilkan jumlah alarm
Total Daily Alarms, menampilkan jumlah alarm tag yang sering muncul dalam range waktu
per hari dan alarm tag yang terkait. yang bisa ditentukan.

Total Weekly & Monthly Alarms, akan Historical Alarms, menampilkan record data
menampilkan jumlah alarm per minggu dan alarm yang bisa dilihat berdasarkan waktu
per bulan, serta alarm tag yang terkait. yang ditentukan

29|Predictive Maintenance Reliability & Maintenance Planning (2022)

Tim PdM Analyst PREDICTIVE

APLIKASI PREDICTIVE MAINTENANCE
METHOD

Predictive Maintenance (PdM) adalah salah satu cabang dari
Maintenance Management yang bertujuan untuk meminimalisasi kerugian akibat
kegagalan operasi permesinan dan menurunkan biaya perawatan. Predictive
Maintenance dilakukan dengan mengaplikasikan beberapa teknologi non-
destructive test untuk mengetahui kondisi permesinan dengan menggunakan
data aktual ketika mesin beroperasi.

Pertamina Hulu Kalimantan Timur telah mengaplikasikan konsep
Predictive Maintenance dengan menggunakan teknologi vibrasi untuk
mengetahui kondisi rotating equipment, thermography untuk mengetahui
anomali pada sistem kelistrikan, dan juga tribology untuk mengetahui kondisi
permesinan melalui analisis pelumas. Konsep tersebut diaplikasikan untuk
menggantikan konsep run-to-failure dan dikolaborasikan dengan kegiatan
preventive maintenance yang sudah lebih dahulu diterapkan oleh tim field
maintenance dan juga bekerjasama dengan tim production untuk menjaga
keandalan permesinan guna mendukung kelangsungan produksi dan
pencapaian target yang telah ditetapkan.

Dalam pelaksanaan kegiatan Predictive Maintenance, Pertamina Hulu
Kalimantan Timur didukung oleh 2 orang yang akan bertanggung jawab dalam
proses analisis vibrasi, intepretasi citra thermography, dan juga pelaporan
intepretasi lube oil analysis yang meliputi seluruh permesinan di Daerah Operasi
Bagian Utara (DOBU) dan Daerah Operasi Bagian Selatan (DOBS) dan akan
dilaporkan secara berkala kepada masing-masing stakeholder.

30 | PdM Reliability & Maintenance Planning (2022)

PdM Vibration Monitoring : Temuan Indikasi Kerusakan Bearing pada
Shipping Pump SPG-PROP-PP1E Sepinggan Production Platform

By Pandhu H. Amarta & Eka Satya Adi Caraka

Sebagai bagian dari tim reliability & maintenance planning, tim PdM yang beranggotakan 2
orang bertanggung jawab terhadap kegiatan condition monitoring di lapangan. Didukung dengan
teknologi yaitu Vibration Monitoring, Infrared Thermography, dan Lube Oil Analysis, analisis
dilakukan untuk menilai wellness dari equipment yang menunjang proses produksi dan operasi.
Salah satu temuan yang didapatkan melalui vibration monitoring adalah adanya deteksi
kerusakan bearing pada Crude Oil Shipping Pump SPG-PROP-PP-1E, Sepinggan Production
Platform (PHKT South Offshore) pada tanggal 20 Juni 2022.

Berdasarkan tren nilai vibrasi pada permesinan tersebut, terdapat kenaikan nilai sejak Januari
hingga Juni 2022 pada sisi horizontal dan vertical pada motor inboard dan outboard dengan nilai
vibrasi tertinggi MOV yaitu 0.27 inch/second. Temuan tersebut terkonfirmasi melalui data histories
yang ditampilkan pada pola spektrum vibrasi pada rentang frekuensi 1300 Hz hingga 1700 Hz
pada 6 Juni 2022 sebagai berikut :

31 | PdM Reliability & Maintenance Planning (2022)

< dari halaman sebelumnya

Berdasarkan data history di atas, indikasi adanya anomali muncul sejak Maret 2022 dan
menerus hingga Mei 2022. Pada umumnya, kerusakan bearing akan membentuk pola repetitive
impact tetapi pada temuan kali ini terdapat pola vibrasi memiliki puncak dominan dengan pola
yang cenderung random. Berdasarkan visual inspection di lapangan, terdapat indikasi audible
noise pada pompa tersebut yang menguatkan bahwa kemungkinan terjadinya kerusakan pada
bearing memang benar adanya. Kemudian, temuan tersebut dianalisis dan dilaporkan kepada
Maintenance agar rekomendasi tindakan dapat dilakukan lebih lanjut. Setelah dilakukan
pembongkaran, diputuskan bahwa penggantian bearing. Tindakan tersebut dirasa tepat
dilakukan untuk mencegah adanya catastrophic failure dan terjadinya unplanned shutdown

Dari beberapa point pengukuran tersebut disimpulkan bahwa adanya isu terkait bearing defect
pada sisi outboard motor dimana spectrum pada data menunjukkan dominant peak 1 X Turning
speed motor dan adanya peak floor yang tinggi di frekuensi 1000 Hz sampai 2500 Hz. Hal ini
sesuai dengan teorikal analisa vibrasi yang ada. Dari visual inspection dilapangan juga
ditemukan abnormal noise pada equipment tersebut, dan setelah di lakukan pembongkaran di
temukan bearing sudah dalam keadaan excessive wear.
Rekomendasi yang diberikan yaitu dilakukannya pengecekan ketersediaan bearing motor di
storage warehouse maintenance team, penjadwalan penggantian bearing motor dan
pengambilan data vibrasi setelah dilakukan penggantian bearing tersebut untuk mengetahui
equipment health status dari equipment tersebut.
setelah dilakukan penggantian bearing motor nilai overall value pada equipment mengalami
penurunan yang significant dan sesuai standard alarm limit yang digunakan status yang tadi
nya warning alarm menjadi normal/ acceptable alarm. keep monitoring sampai pengambilan
data selanjutnya.

32 | Electric Reliability & Maintenance Planning (2022)

Implementasi PdM Artikel by Arief Budiman

Pada Transformer di PHKT 2022

Perbaikan/penggantian gasket dan Sejumlah besar transformator di Kalimantan Field
purifikasi secara offline pada TR-EE3.1.C dengan beberapa rating tegangan dan kapasitas
digunakan dalam sistem distribusi. Akan tetapi, pada
di LEX PLant saat pengoperasian transformator dalam sistem tenaga
listrik tidaklah lepas dari suatu permasalahan yang
pada umumnya menyebabkan timbulnya suatu
kegagalan (failure), baik itu kegagalan termal maupun
kegagalan elektris.

Kegagalan termal dan elektris ini akan
menyebabkan umur dari transformator tersebut
tidaklah panjang dan juga akan menyebabkan
kerusakan pada transformator yang akan berdampak
besar pada kerugian finansialnya akibat dari perbaikan
yang akan memakan biaya yang cukup banyak dan
juga waktu perbaikan yang cukup lama. Maka dari
pada itulah kehandalan kerja pada transformator perlu
dijaga secara terus menerus agar transformator
tersebut dapat bekerja secara efektif dan maksimal.

33 | Electric Reliability & Maintenance Planning (2022)

< dari halaman sebelumnya

Kelangsungan kinerja dari transformator daya tersebut sangatlah bergantung pada kualitas
sistem isolasinya yang berfungsi sebagai pemisah antar bagian inti transformator, isolasi ini
berfungsi juga sebagai pendingin transformator sehingga mampu meminimalisir panas yang
timbul pada transformator. Menurut standar IEC 60422 – Mineral Insulating Oils in Electrical
Equipment – Supervision and Maintenance Guidance, isolasi minyak trafo dibutuhkan memiliki
sifat high dielectric strength untuk menahan electric stresses selama beroperasi, low viscosity
yang cukup untuk dapat bersirkulasi dan transfer panas dan ketahanan terhadap oksidasi.

Untuk mencegah kegagalan pada transformer di Kalimantan Field, maka dilakukan kegiatan
PdM pada transformator dengan melakukan pengujian dengan menggunakan metode DGA
(Dissolved Gas Analysis) dan Oil Analysis (Breakdown Voltage, Water Content, Interfacial
Tension, dll). Hasil PdM pada transformator akan menjadi dasar untuk mrmbuat mitigasi yang
efektif dan preventif dalam menangani permasalahan yang berkaitan dengan isolasi minyak
transformator, baik dalam penggantian maupun purifikasi minyak transformator.

Kegiatan PdM pada 48 unit transformer di Kalimantan Field di 2022 telah dilakukan, dengan
temuan 8 unit yang membutuhkan perbaikan, 3 uinit yang membutuhkan penggantian dengan
spare unit, 1 unit yang membutuhkan overhaul dan 26 unit yang membutuhkan purifikasi secara
offline dan online.

Tindak lanjut hasil temuan PdM
transformer tahap 1 telah dilakukan
di Lawe Lawe sebanyak 4 unit dan
di Santan sebanyak 3 unit. Tindak
lanjut tahap berikutnya akan
dilakukan di tahun 2023.
Implementasi Purifikasi secara
online pada TR-10A di Santan
Compressor Station

34 Reliability & Maintenance Planning (2022)

Jika anda memiliki komentar dan concern Acronyms
terkait Reliability atau ingin berbagi
informasi dan artikel mengenai Reliability BOE : Barrel Oil Equvalen
& Maintenance Planning, silahkan CIP : Continues Improvement Program
mengirimkan email ke: DCS : Distributed Control System
zona10.maintenance&inspection.plannin DOBS : Daerah Operasi Bagian Selatan
[email protected] DOBU : Daerah Operasi Bagian Utara
FM : Field Maintenance
Reliability Bulletin Advisor : HMI : Human Machine Interface
Arief Budiman & Dian Sumantri II&R : Incident Investigation and Reporting
IMAN : Initialization Manual
Bulletin Editor : KPI : Key Performance Indicator
Puguh Hariyansyah LPO : Lost Production Opportunity
Nelson Hutabarat LRPS : Long Ranges Planning and Scheduling
Retno Indah Setyorini MARIS : Maintenance and Reliability Integrated System
ORD : Operator Routine Duties
Article contributor : PCN : Process Control Network
Desty Leliany PdM : Predictive Maintenance
Gebrina Dwi Restifia PFO : Pemeliharaan Fasilitas Operasi
Puguh Hariyansyah PM : Preventive Maintenance
Bilal Imam S R&MP : Reliability and Maintenance Planning
Nelson Hutabarat RAT : Rapat Awal Tahun
Dai Ahmad RCA : Root Cause Analysis
Kadri Setiyawan RCM : Reliability Centered Maintenance
Tatang Prayoga RKAP : Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan
Mudi Bwantiando RMT : Reciprocating Maintenance Team
Eka Satya Adi Caraka STK : Sistem Tata Kerja
Pandhu Hayu Amarta SDV : Shut Down Valve
Retno Indah Setyorini SRPS : Short Ranges Planning and Scheduling
Herlina TA : Turn Around
TKI : Tata Kerja Individu
TMG : Turbo Machinery Group
WAIR : Worst Actor Identification & Resolution
WPNB : Work Program and Budget

Photo contributor :
Eka Satya Adi Caraka
Puguh Hariyansyah
Retno Indah Setyorini


Click to View FlipBook Version