The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Diana Sari, 2022-11-10 12:22:50

hasil tes diagnostik gaya belajar

diagnostik gaya belajar siswa

KURIKULUM MERDEKA BELAJAR

TES DIAGNOSTIK GAYA BELAJAR

SMP TAMAN RAMA DENPASAR

Jl. Cokroaminoto No. 382 Ubung Kaja, Kota Denpasar, Bali

Di Susun Oleh :

Dewa Ayu Putu Karisma Wulandari, S.Pd

DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
TAHUN PELAJARAN
2022

1

LEMBAR PENGESAHAN

Program Bimbingan dan Konseling SMP TAMAN RAMA DENPASAR tahun pelajaran 2022 /
2023 ini telah disetujui dan di sahkan pada :

Hari : .................................................................................
Tanggal : .................................................................................

Mengetahui Denpasar, Juli 2022
Kepala Sekolah Guru Bimbingan Konseling
DEWA AYU PT KARISMA W, S.Pd
Dra. TRI MARTIEN M, M.Pd
2

BAB I
PENDAHULUAN

A. Rasional

1. Pengertian dan Karakteristik Bimbingan dan Konseling di SMP

Layanan Bimbingan dan Konseling di SMP diselenggarakan untuk memfasilitasi
perkembangan peserta didik/konseli agar mampu mengaktualisasikan potensi dirinya
atau mencapai perkembangan secara optimal. Fasilitasi dimaksudkan sebagai upaya
memperlancar proses perkembangan peserta didik/konseli, karena secara kodrati
setiap manusia berpotensi tumbuh dan berkembang untuk mencapai kemandirian secara
optimal.

Kegiatan layanan dilaksanakan oleh Guru Bimbingan dan Konseling/konselor di
SMP secara sistematis, logis, objektif, berkelanjutan dan terprogram. Kegiatan-kegiatan
ini untuk memfasilitasi perkembangan peserta didik SMP dalam mencapai tugas
perkembangan kemandirian yang optimal. Kegiatan yang dilaksanakan dalam layanan
Bimbingan dan Konseling mengacu pada Capaian Layanan Bimbingan dan Konseling.

Layanan Bimbingan dan Konseling dijabarkan dalam bentuk Capaian Layanan
yang dilaksanakan dalam satuan Pendidikan. Melalui Capaian Layanan Bimbingan dan
Konseling diharapkan peserta didik di SMP mampu mengaktualisasikan dirinya dan
mencerminkan Profil Pelajar Pancasila seutuhnya. Untuk mencapai tujuan tersebut
diperlukan kolaborasi dan sinergitas kerja antara guru Bimbingan dan
Konseling/konselor, guru mata pelajaran, pimpinan sekolah/madrasah, staf
administrasi, orang tua, dan pihak lain yang dapat membantu kelancaran proses dan
pengembangan peserta didik/konseli di SMP secara utuh dan optimal dalam bidang
pribadi, sosial, belajar, dan karir.

2. Karakteristik Peserta Didik SMP

a. Karakteristik peserta didik/konseli diartikan sebagai ciri-ciri yang melekat pada

peserta didik SMP yang bersifat khas dan membedakannya dengan peserta

didik/konseli lain pada satuan pendidikan. Karakteristik peserta didik/konseli SMP

yang perlu dipahami meliputi aspek fisik, kognisi, sosial, emosi, moral, dan

spiritual.

3

b. Aspek Fisik
Fisik peserta didik/konseli SMP tumbuh secara cepat sebagai akibat dari hormon-
hormon dan organ tubuh terutama terkait denganhormon dan organ-organ seksual.
Pertumbuhan fisik yang cepat pada masa ini membawa konsekuensi pada perubahan-
perubahan aspek-aspek lainnya seperti seksualitas, emosionalitas, dan aspek-aspek
psikososialnya.

c. Aspek Kognitif
Aspek kognitif peserta didik/konseli berubah secara fundamental dibandingkan
dengan masa kanak-kanak yang menyebabkan remaja mampu berpikir abstrak.
Akibatnya remaja menjadi kritis sehingga dipersepsi oleh orang dewasa sebagai
“pembangkang”, memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, egosentris, dan menganggap
orang dewasa tidak dapat memahami mereka. Hal demikian menyebabkan remaja
banyak mengalami konflik dengan orang lain, terutama dengan orang dewasa.

b. Aspek Sosial

Masyarakat memandang peserta didik SMP bukan lagi anak-anak, namun belum
juga diakui sebagai individu dewasa. Keadaan ini membuat peserta didik SMP
(remaja) merasa diperlakukan secara tidak konsisten. Selain itu, remaja juga tidak
suka jika diperlakukan seperti kanak-kanak, namun merasa keberatan jika dituntut
bertanggung jawab penuh sebagaimana orang dewasa pada umumnya.

c. Aspek Emosi

Peserta didik/konseli SMP pada umumnya memiliki emosionalitas yang labil.
Transisi pada aspek fisik, kognitif, dan sosial menyebabkan emosionalitas remaja
mudah berubah-ubah. Perasaan remaja terhadap suatu objek tertentu mudah berubah.
Keadaan yang demikian jika tidak dipahami dengan baik sangat potensial
menimbulkan konflik.

d. Aspek Moral
Moralitas berisi kemampuan peserta didik membuat pertimbangan tentang baik-buruk,
benar-salah, boleh-tidak boleh dalam melakukan sesuatu. Aspek ini sangat terkait dengan
perkembangan kognitif. Karena aspek kognitif remaja berkembang sangat pesat, maka
moralitas remaja juga mengalami perubahan cukup mendasar dibandingkan pada masa
kanak-kanak. Oleh karena itu, peserta didik/konseli SMP sering mempersoalkan hal- hal
yang terkait dengan moralitas yang sebelumnya telah dihayati dan diyakini benar.

4

ASESMEN DIAGNOSTIK

Asesmen diagnostik bertujuan untuk mendiagnosiskemampuan dasar dan
mengetahui kondisi awal peserta didik. Asesmen diagnostik ini bersifat non
kognitif, untuk menggali hal-hal sebagai berikut:

(a) Kesejahteraan psikologis dan sosial emosi peserta didik
(b) Aktivitas peserta didik selama belajar di rumah
(c) Kondisi keluarga dan pergaulan peserta didik
(d) Gaya belajar, karakter, serta minat peserta didik

Tahapan asesmen diagnostik adalah persiapan, pelaksanaan, dan tindak lanjut. .
Strategi tanya jawab dalam asesmen diagnostik, antara lain:

a) Pastikan pertanyaan jelas dan mudah dipahami dapat
b) Menyertai acuan atau stimulus informasi yang

membantu peserta didik menemukan jawabannya didik
c) Memberikan waktu berpikir kepada peserta

menemukan jawabannya menggali lebih
d) Saat peserta didik menjawab pertanyaan:

(1) Berikan penguatan
(1) Berikan pertanyaan lanjutan untuk

dalam
(2) Mengembalikan fokus jika jawaban mulai menyimpang
e) Saat peserta didik balik bertanya:
(1) Langsung menjawab pertanyaan peserta didik
(2) Membantu peserta didik untuk dapat menjawab

pertanyaannya sendiri lebih mudah
f) Saat peserta didik menjawab pertanyaan:

(1) Mencoba mengarahkan kembali pertanyaan
(2) Memparafrasekan pertanyaan agar

dipahami
(3) Menunggu beberapa saat

5

6

Analisis Gaya Belajar Siswa
Kelas 7A

No. Nama siswa Gaya belajar siswa Analisis
Gaya belajar visual
1 Anak Agung Ayu Rahajeng Wulandari Putri Siswa lebih suka
Surya belajar melihat
sesuatu baik berupa
2 Ao Tatsumi Gaya belajar kinestetik gambar atau
diagram,
3 Bryan Thio Gaya belajar kinestetik pertunjukan,
peragaan atau video
4 Hezkiel Asher Ervanthe Gaya belajar kinestetik
Gaya belajar yang
5 I Gde Ryosi Dama Merta Gaya belajar visual cocok untuk siswa
mengarahkan siswa
membutuhkan
banyak gerak,
misalnya seperti
pelajaran olahraga
dan
percobaan-percobaa
n sains.

Gaya belajar yang
cocok untuk siswa
mengarahkan siswa
membutuhkan
banyak gerak,
misalnya seperti
pelajaran olahraga
dan
percobaan-percobaa
n sains.

Gaya belajar yang
cocok untuk siswa
mengarahkan siswa
membutuhkan
banyak gerak,
misalnya seperti
pelajaran olahraga
dan
percobaan-percobaa
n sains.

Siswa lebih suka
belajar melihat
sesuatu baik berupa
gambar atau

6 I Gusti Ayu Made Nathania Claretta Gaya belajar kinestetik diagram,
Hambarsika pertunjukan,
peragaan atau video
7 I Gusti Bagus Manu Sagening Kepandean Gaya belajar auditorial
Gaya belajar yang
8 I.G.A Ayu Permata Wedantria Gaya belajar kinestetik cocok untuk siswa
mengarahkan siswa
9 I.G.A Ngurah Manik Radithya Satrya Utama Gaya belajar auditorial membutuhkan
dan Gaya belajar banyak gerak,
kinestetik misalnya seperti
pelajaran olahraga
10 Ida Ayu Devina Anggrayani Gaya belajar kinestetik dan
percobaan-percobaa
n sains.

Tipe belajar siswa
yang
mengedepankan
indra pendengar.
Belajar melalui
mendengarkan
sesuatu seperti
ceramah , diskusi,
instruksi (perintah)
verbal. Misalnya
menyenangi seni
musik.

Gaya belajar yang
cocok untuk siswa
mengarahkan siswa
membutuhkan
banyak gerak,
misalnya seperti
pelajaran olahraga
dan
percobaan-percobaa
n sains.

Siswa mengarah ke
dua gaya belajar
suka mendengarkan
sesuatu dan bergerak

Gaya belajar yang
cocok untuk siswa
mengarahkan siswa
membutuhkan
banyak gerak,
misalnya seperti
pelajaran olahraga
dan

11 Kenzie Divya Kayana Gaya belajar auditorial percobaan-percobaa
12 Made Audisha Parama Hananta Putri Gaya belajar kinestetik n sains.
13 Made Khevin Pradipta Wicaksana Gaya belajar auditorial
14 Made Srhi Radha Pawali Gaya belajar visual Tipe belajar siswa
15 Nadya Keisha Reynata Gaya belajar visual yang
mengedepankan
indra pendengar.
Belajar melalui
mendengarkan
sesuatu seperti
ceramah , diskusi,
instruksi (perintah)
verbal. Misalnya
menyenangi seni
musik.

Gaya belajar yang
cocok untuk siswa
mengarahkan siswa
membutuhkan
banyak gerak,
misalnya seperti
pelajaran olahraga
dan
percobaan-percobaa
n sains.

Tipe belajar siswa
yang
mengedepankan
indra pendengar.
Belajar melalui
mendengarkan
sesuatu seperti
ceramah , diskusi,
instruksi (perintah)
verbal. Misalnya
menyenangi seni
musik.

Siswa lebih suka
belajar melihat
sesuatu baik berupa
gambar atau
diagram,
pertunjukan,
peragaan atau video

Siswa lebih suka
belajar melihat
sesuatu baik berupa
gambar atau
diagram,

16 Ni Kadek Raesyanda Aulia Pradnya Irawan Gaya belajar kinestetik pertunjukan,
peragaan atau video.
17 Ni Made Aline Aiswara Winatha Gaya belajar visual
Gaya belajar yang
18 Ni Wayan Andita Yuliasari Gaya belajar visual cocok untuk siswa
mengarahkan siswa
19 Patricia Ivanna Saputra Gaya belajar kinestetik membutuhkan
banyak gerak,
20 Putu Gede Gana Candravadana Wijaya Gaya belajar visual misalnya seperti
pelajaran olahraga
21 Putu Jati Pramudya Aradana Gaya belajar kinestetik dan
percobaan-percobaa
n sains.

Siswa lebih suka
belajar melihat
sesuatu baik berupa
gambar atau
diagram,
pertunjukan,
peragaan atau video.

Siswa lebih suka
belajar melihat
sesuatu baik berupa
gambar atau
diagram,
pertunjukan,
peragaan atau video.

Gaya belajar yang
cocok untuk siswa
mengarahkan siswa
membutuhkan
banyak gerak,
misalnya seperti
pelajaran olahraga
dan
percobaan-percobaa
n sains.

Siswa lebih suka
belajar melihat
sesuatu baik berupa
gambar atau
diagram,
pertunjukan,
peragaan atau video.

Gaya belajar yang
cocok untuk siswa
mengarahkan siswa
membutuhkan

22 Putu Kenzie Harvadda Andika Mulya Gaya belajar auditorial banyak gerak,
misalnya seperti
23 Putu Nayaka Danu Pradipta Gaya belajar visual pelajaran olahraga
24 Shawn Tristan Wibowo Gaya belajar auditorial dan
percobaan-percobaa
n sains.

Tipe belajar siswa
yang
mengedepankan
indra pendengar.
Belajar melalui
mendengarkan
sesuatu seperti
ceramah , diskusi,
instruksi (perintah)
verbal. Misalnya
menyenangi seni
musik.

Siswa lebih suka
belajar melihat
sesuatu baik berupa
gambar atau
diagram,
pertunjukan,
peragaan atau video.

Tipe belajar siswa
yang
mengedepankan
indra pendengar.
Belajar melalui
mendengarkan
sesuatu seperti
ceramah , diskusi,
instruksi (perintah)
verbal. Misalnya
menyenangi seni
musik.

1. Gaya belajar visual : anak agung ayu rahajeng wulandari putri surya
I gede ryosi dama merta
Made srhi radha pawali
Nadya Keisha reynata
Ni made aline aiswara winatha
Ni wayan andita yuliasari
Putu gede gana candravadana wijaya
Putu nayaka danu pradipta

2. Gaya belajar auditorial : I gusti bagus manu sagening kepandean
I gustu agung ayu ngurah manik radithya satrya utama
Kenzie divya kayana
Made khevin pradipta wicaksana
Putu Kenzie harvadda andika mulya
Shawn Tristan wibowo

3. Gaya belajar kinestetik : ao tatsumi
Bryan thio
Hezkiel asher ervanthe
I gusti ayu made nathania claretta hambarsika
I gusti agung ayu permata wedantria
I gustu agung ayu ngurah manik radithya satrya utama
Ida ayu devina anggrayani
Ni kadek raesyananda aulia pradnya irawan
Patricia Ivanna saputra
Putu jati pramudya aradana

Mengetahui Denpasar, 22 Agustus 2022
Kepala Sekolah SMP Taman Rama Dps Guru Bimbingan dan Konseling

Dra. Tri Martien Miswondiniharti, M.Pd Dewa Ayu Putu Karisma Wulandari, S.Pd

Analisis Gaya Belajar Siswa
Kelas 7B

NO Nama Siswa Gaya Belajar Siswa Analisis

1 A.A.A.N Agni Putri Pertiwi Supriyadinata Gaya belajar kinestetik Gaya belajar yang
Gorda cocok untuk siswa
Gaya belajar visual mengarahkan siswa
2 Agrescia Blessia Danie Gaya belajar auditorial membutuhkan
banyak gerak,
3 Ajna Devara Sastrawan Gaya belajar kinestetik misalnya seperti
pelajaran olahraga
4 Anak Agung Ngurah Bagus Adibrata Gaya belajar visual dan dan
Hanulup kinestetik percobaan-percoba
an sains.
5 Anak Agung Rai Tira
Siswa lebih suka
belajar melihat
sesuatu baik berupa
gambar atau
diagram,
pertunjukan,
peragaan atau
video

Tipe belajar siswa
yang
mengedepankan
indra pendengar.
Belajar melalui
mendengarkan
sesuatu seperti
ceramah , diskusi,
instruksi (perintah)
verbal. Misalnya
menyenangi seni
musik.

Gaya belajar yang
cocok untuk siswa
mengarahkan siswa
membutuhkan
banyak gerak,
misalnya seperti
pelajaran olahraga
dan
percobaan-percoba
an sains.

Siswa mengarah ke
dua gaya belajar
suka belajar
melihat sesuatu

6 Angeline Alexa Quinn Gaya belajar kinestetik baik berupa gambar
7 Bagus Putra Mahendra Wijaya Gaya belajar kinestetik atau diagram,
8 Felicia Zhang Gaya belajar auditorial pertunjukan,
9 I Komang Nararya Bayu Acyuta Gaya belajar kinestetik peragaan atau
10 I Made Krishna Sathya Wirayudha Gaya belajar auditorial video dan gerakan.

Gaya belajar yang
cocok untuk siswa
mengarahkan siswa
membutuhkan
banyak gerak,
misalnya seperti
pelajaran olahraga
dan
percobaan-percoba
an sains.

Gaya belajar yang
cocok untuk siswa
mengarahkan siswa
membutuhkan
banyak gerak,
misalnya seperti
pelajaran olahraga
dan
percobaan-percoba
an sains.

Tipe belajar siswa
yang
mengedepankan
indra pendengar.
Belajar melalui
mendengarkan
sesuatu seperti
ceramah , diskusi,
instruksi (perintah)
verbal. Misalnya
menyenangi seni
musik.

Gaya belajar yang
cocok untuk siswa
mengarahkan siswa
membutuhkan
banyak gerak,
misalnya seperti
pelajaran olahraga
dan
percobaan-percoba
an sains.

Tipe belajar siswa
yang
mengedepankan

11 I Nyoman Wira Adiguna Gaya belajar auditorial indra pendengar.
12 I Putu Gede Anindra Satrya Pratama Bratha dan kinestetik Belajar melalui
Gaya belajar kinestetik mendengarkan
13 Ida Ayu Vimalasari Trinesha Cahyawardana sesuatu seperti
14 Ketut Rani Wigar Andini Gaya belajar visual ceramah , diskusi,
instruksi (perintah)
15 Luh Putu Aprilia Dharma Yanti Gaya belajar kinestetik verbal. Misalnya
menyenangi seni
Gaya belajar auditorial musik.

Siswa mengarah ke
dua gaya belajar
suka mendengarkan
sesuatu dan
bergerak

Gaya belajar yang
cocok untuk siswa
mengarahkan siswa
membutuhkan
banyak gerak,
misalnya seperti
pelajaran olahraga
dan
percobaan-percoba
an sains.

Siswa lebih suka
belajar melihat
sesuatu baik berupa
gambar atau
diagram,
pertunjukan,
peragaan atau
video

Gaya belajar yang
cocok untuk siswa
mengarahkan siswa
membutuhkan
banyak gerak,
misalnya seperti
pelajaran olahraga
dan
percobaan-percoba
an sains.

Tipe belajar siswa
yang
mengedepankan
indra pendengar.
Belajar melalui
mendengarkan
sesuatu seperti
ceramah , diskusi,

16 Made Anantawijaya Giriwidya Hantana Gaya belajar kinestetik instruksi (perintah)
17 Made Andini Kiara Sari Gaya belajar visual verbal. Misalnya
18 Nathan Xavier Batubara Gaya belajar kinestetik menyenangi seni
19 Ni Komang Dharma Kerti Ningsih Gaya belajar kinestetik musik.
20 Ni Made Cayadewi Wismaya Gaya belajar kinestetik
Gaya belajar yang
cocok untuk siswa
mengarahkan siswa
membutuhkan
banyak gerak,
misalnya seperti
pelajaran olahraga
dan
percobaan-percoba
an sains.

Siswa lebih suka
belajar melihat
sesuatu baik berupa
gambar atau
diagram,
pertunjukan,
peragaan atau
video

Gaya belajar yang
cocok untuk siswa
mengarahkan siswa
membutuhkan
banyak gerak,
misalnya seperti
pelajaran olahraga
dan
percobaan-percoba
an sains.

Gaya belajar yang
cocok untuk siswa
mengarahkan siswa
membutuhkan
banyak gerak,
misalnya seperti
pelajaran olahraga
dan
percobaan-percoba
an sains.

Gaya belajar yang
cocok untuk siswa
mengarahkan siswa
membutuhkan
banyak gerak,
misalnya seperti
pelajaran olahraga
dan

21 Putu Ananda Kay Madhava Gaya belajar kinestetik percobaan-percoba
22 Putu Audrey Calista Madya an sains.
23 Vincentius Livino Gaya belajar visual dan
24 Zevin Horisson kinestetik Gaya belajar yang
Gaya belajar kinestetik cocok untuk siswa
mengarahkan siswa
Gaya belajar kinestetik membutuhkan
banyak gerak,
misalnya seperti
pelajaran olahraga
dan
percobaan-percoba
an sains.

Siswa mengarah ke
dua gaya belajar
suka belajar
melihat sesuatu
baik berupa gambar
atau diagram,
pertunjukan,
peragaan atau
video dan gerakan.

Gaya belajar yang
cocok untuk siswa
mengarahkan siswa
membutuhkan
banyak gerak,
misalnya seperti
pelajaran olahraga
dan
percobaan-percoba
an sains.

Gaya belajar yang
cocok untuk siswa
mengarahkan siswa
membutuhkan
banyak gerak,
misalnya seperti
pelajaran olahraga
dan
percobaan-percoba
an sains.

1. Gaya belajar visual : agrescia blessia danie
Anak agung rai tira
Ida ayu vimalasari trinesha cahyawardana
Putu Audrey calista madya
Made Andini Kiara Sari

2. Gaya belajar auditorial : ajna devara sastrawan
Felicia zhang
I made Krishna sathya wirayudha
I nyoman wira adiguna
Luh putu Aprilia dharma yanti

3. Gaya belajar kinestetik : A.A.A.N Agni Putri Pertiwi Supriyadinata Gorda

Anak agung rai tira
Angeline Alexa Quinn
Bagus Putra Mahendra Wijaya
I Komang Nararya Bayu Acyuta
I Nyoman Wira Adiguna
I Putu Gede Anindra Satrya Pratama Bratha
Ketut Rani Wigar Andini
Made Anantawijaya Giriwidya Hantana
Nathan Xavier Batubara
Ni Komang Dharma Kerti Ningsih
Ni Made Cayadewi Wismaya
Putu Ananda Kay Madhava
Putu Audrey Calista Madya
Vincentius livino
Zevin horisson
Anak agung ngurah bagus adibrata hanulup

Mengetahui Denpasar, 22 Agustus 2022
Kepala Sekolah SMP Taman Rama Dps Guru Bimbingan dan Konseling

Dra. Tri Martien Miswondiniharti, M.Pd Dewa Ayu Putu Karisma Wulandari, S.Pd

Analisis Gaya Belajar Siswa
Kelas 7C

NO Nama Siswa Gaya Belajar Siswa Analisis
1 Anak Agung Istri Sabrina Arumi Dewi
Gaya belajar auditorial Tipe belajar siswa yang
2 Ayu Indira Pramesti Kusuma
3 Cokorda Damar Pradnyan Alfarizi mengedepankan indra
4 Cokorda Istri Salya Dia Maharani
5 Dewa Ayu Desyana Amritasari pendengar. Belajar melalui
6 Hendra Adhitthana Duarsa
mendengarkan sesuatu
7 I Gede Gian Karang Undakan Utama
seperti ceramah , diskusi,

instruksi (perintah) verbal.

Misalnya menyenangi seni

musik.

Gaya belajar visual dan Siswa mengarah ke dua

kinestetik gaya belajar suka belajar

melihat sesuatu baik

berupa gambar atau

diagram, pertunjukan,

peragaan atau video dan

gerakan

Gaya belajar visual Siswa lebih suka belajar

melihat sesuatu baik

berupa gambar atau

diagram, pertunjukan,

peragaan atau video

Gaya belajar kinestetik Gaya belajar yang cocok

untuk siswa mengarahkan

siswa membutuhkan

banyak gerak, misalnya

seperti pelajaran olahraga

dan percobaan-percobaan

sains.

Gaya belajar kinestetik Gaya belajar yang cocok

untuk siswa mengarahkan

siswa membutuhkan

banyak gerak, misalnya

seperti pelajaran olahraga

dan percobaan-percobaan

sains.

Gaya belajar auditorial Tipe belajar siswa yang

mengedepankan indra

pendengar. Belajar melalui

mendengarkan sesuatu

seperti ceramah , diskusi,

instruksi (perintah) verbal.

Misalnya menyenangi seni

musik.

Gaya belajar auditorial Siswa mengarah ke dua

dan kinestetik gaya belajar suka

mendengarkan

sesuatu/musik dan

bergerak

8 I Gusti Agung Ngurah Lanang Kamajaya Gaya belajar visual dan Siswa mengarah ke dua
9 I Made Prabu Ananditya GW Karang
10 I Made Radhitya Adnyana Putra auditorial gaya belajar suka melihat
11 I Made Yanta Sadhuwasistha
12 I Nyoman Sadhu Kumara gambar/video dan
13 Ida Ayu Pusparindra Yogiswari
14 Kadek Jessica Maheswari mendengarkan sesuatu

15 Keanu Senjaya musik

Gaya belajar kinestetik Gaya belajar yang cocok

untuk siswa mengarahkan

siswa membutuhkan

banyak gerak, misalnya

seperti pelajaran olahraga

dan percobaan-percobaan

sains.

Gaya belajar visual Siswa lebih suka belajar

melihat sesuatu baik

berupa gambar atau

diagram, pertunjukan,

peragaan atau video

Gaya belajar kinestetik Gaya belajar yang cocok

untuk siswa mengarahkan

siswa membutuhkan

banyak gerak, misalnya

seperti pelajaran olahraga

dan percobaan-percobaan

sains.

Gaya belajar visual Siswa lebih suka belajar

melihat sesuatu baik

berupa gambar atau

diagram, pertunjukan,

peragaan atau video

Gaya belajar visual Siswa lebih suka belajar

melihat sesuatu baik

berupa gambar atau

diagram, pertunjukan,

peragaan atau video

Gaya belajar auditorial Tipe belajar siswa yang

mengedepankan indra

pendengar. Belajar melalui

mendengarkan sesuatu

seperti ceramah , diskusi,

instruksi (perintah) verbal.

Misalnya menyenangi seni

musik.

Gaya belajar auditorial Tipe belajar siswa yang

mengedepankan indra

pendengar. Belajar melalui

mendengarkan sesuatu

seperti ceramah , diskusi,

16 Ketut Leora Adiratna Suryadi Gaya belajar kinestetik instruksi (perintah) verbal.
17 Ni Putu Ayu Karisa Putri Wirawan Gaya belajar kinestetik Misalnya menyenangi seni
18 Ni Putu Devi Kirana Putri Gaya belajar kinestetik musik.
19 Nyoman Arya Putra Dananjaya Gaya belajar auditorial
Gaya belajar auditorial Gaya belajar yang cocok
20 Putu Anggun Tania Damayanti Putri Gaya belajar auditorial untuk siswa mengarahkan
Gaya belajar auditorial siswa membutuhkan
21 Putu Ayu Wira Kirtania Pradnyaswari banyak gerak, misalnya
Asmawan seperti pelajaran olahraga
dan percobaan-percobaan
22 Rayhan Kavindra Akbar sains.

Gaya belajar yang cocok
untuk siswa mengarahkan
siswa membutuhkan
banyak gerak, misalnya
seperti pelajaran olahraga
dan percobaan-percobaan
sains.

Gaya belajar yang cocok
untuk siswa mengarahkan
siswa membutuhkan
banyak gerak, misalnya
seperti pelajaran olahraga
dan percobaan-percobaan
sains.

Tipe belajar siswa yang
mengedepankan indra
pendengar. Belajar melalui
mendengarkan sesuatu
seperti ceramah , diskusi,
instruksi (perintah) verbal.
Misalnya menyenangi seni
musik

Tipe belajar siswa yang
mengedepankan indra
pendengar. Belajar melalui
mendengarkan sesuatu
seperti ceramah , diskusi,
instruksi (perintah) verbal.
Misalnya menyenangi seni
musik.

Tipe belajar siswa yang
mengedepankan indra
pendengar. Belajar melalui
mendengarkan sesuatu
seperti ceramah , diskusi,
instruksi (perintah) verbal.
Misalnya menyenangi seni
musik.

Tipe belajar siswa yang
mengedepankan indra

23 Tresna Gita Darma Sundara Gaya belajar auditorial pendengar. Belajar melalui
mendengarkan sesuatu
seperti ceramah , diskusi,
instruksi (perintah) verbal.
Misalnya menyenangi seni
musik.

Tipe belajar siswa yang
mengedepankan indra
pendengar. Belajar melalui
mendengarkan sesuatu
seperti ceramah , diskusi,
instruksi (perintah) verbal.
Misalnya menyenangi seni
musik.

1. Gaya belajar visual : ayu Indira pramesti kusuma
Cokorda damar pradnyan alfarizi
I made radhitya adnyana putra
I nyoman sadhu kumara
Ida ayu pusparindra yogiswari
I Gusti Agung Ngurah Lanang Kamajaya

2. Gaya belajar auditorial : anak agung istri Sabrina arumi dewi
Hendra adhitthana duarsa
I gede gian karang undaka utama
Kadek Jessica maheswari
Nyoman arya putra dananjaya
Putu anggun tania damayanti putri
Putu ayu wira kirtania pradnyaswari asmawan
Rayhan kavindra akbar
Tresna gita darma sundara
Keanu Senjaya

3. Gaya belajar kinestetik : ayu Indira pramesti kusuma
Cokorda istri salya dia maharani
Dewa ayu desyana amritasari
I gede gian karang undaka utama
I made prabu ananditya GW karang
I made yanta sadhuwasistha
Ketut leora adiratna suryadi
Ni putu devi kirana putri
Ni Putu Ayu Karisa Putri Wirawan

Mengetahui Denpasar, 22 Agustus 2022
Guru Bimbingan dan Konseling

Kepala Sekolah SMP Taman Rama Dps Dewa Ayu Putu Karisma Wulandari, S.Pd
Dra. Tri Martien Miswondiniharti, M.Pd


Click to View FlipBook Version