The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Dinamika Kependudukan LKPD 1

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Michael Belva, 2024-01-26 07:54:11

Geografi lkpd 1

Dinamika Kependudukan LKPD 1

Keywords: Geo

Michael Belva No Titanic Presentasi Geografi oleh PENDUDUK DINAMIKA


Laju Kelahiran dan Kematian Tingkat kelahiran dan kematian suatu populasi berpengaruh langsung terhadap pertumbuhan penduduk. Semakin tinggi laju kelahiran, semakin rendah laju kematia Migrasi Pergerakan penduduk dari satu wilayah ke wilayah lain juga dapat memengaruhi dinamika penduduk. Dinamika penduduk didasarkan oleh 3 faktor yaitu angka kelahiran, angka kematian, dan perpindahan penduduk. 1. Jelaskan yang dimaksud dengan dinamika pendududuk dan sebutkan faktor-faktor yang


Pertumbuhan penduduk yang diperoleh dari hasil selisih tingkat kelahiran dengan kematian dalam satu tahun Pertumbuhan Penduduk Alami P = L - M Keterangan P: pertumbuhan penduduk L: lahir M: mati Apa itu pertumbuhan Penduduk Alami? Jelaskan yang dimaksud dengan dan buat rumus untuk menghitungnya serta berikan contoh soalnya minimal 2 kecuali c dan d.


Kota Malang merupakan satu diantara kota sedang di Propinsi Jawa Timur. Pada Sensus penduduk tahun 2020 dihasilkan jumlah penduduk Kota Malang 843.810 jiwa, jumlah kelahiran 1521 jiwa, dan jumlah meninggal 1333 jiwa. Berdasarkan data tersebut, pertumbuhan penduduk alami Kota Malang adalah dapat dihitung sebagai berikut: P = L – M P = 1521 – 1333 = 188 jiwa Pertumbuhan Penduduk Alami Jumlah penduduk di Negara A pada pertengahan tahun 2007 sebesar 30.000.000 jiwa. Pada pertengahan tahun 2017 terdapat kelahiran 1.500.000 jiwa dan kematian 700.000 jiwa. Jumlah migrasi masuk (imigrasi) pada tahun tersebut sebesar 25.000 jiwa dan migrasi keluar (emigrasi) sebesar 20.000 jiwa. Berdasarkan data yang sudah dijelaskan tersebut, hitunglah pertumbuhan penduduk alaminya! Pertumbuhan Penduduk Alami : P = L – M = 1.500.000 – 700.000 = 800.000


Pertumbuhan penduduk total P = (L - M)+(I - E) Keterangan: P : jumlah pertumbuhan penduduk dalam setahun L : jumlah kelahiran dalam setahun M : jumlah kematian dalam setahun I : imigrasi E :Emigrasi adalah pertumbuhan penduduk yang dihitung dari selisih jumlah kelahiran dengan kematian ditambah dengan selisih dari pertumbuhan non alami. Apa itu pertumbuhan penduduk total? B


soal pertumbuhan penduduk total Jawaban : X = (L-M) + (I-E) L = jumlah kelahiran Angka kelahiran = jumlah kelahiran / jumlah penduduk x 1000 28 = jumlah kelahiran/ 3.500 x 1000 Jumlah kelahiran = 98 jiwa M = jumlah kematian Angka kematian = jumlah kematian/jumlah penduduk x 1000 12 = jumlah kematian/ 3.500 x 1000 Jumlah kematian = 42 jiwa Jadi, X = (L-M) + (I-E) = (98-42) +(102-69) = 89 jiwa Di Desa W memiliki jumlah penduduk 3.500 jiwa dengan angka kematian 12 dan angka kelahiran 28. Sedangkan jumlah imigran sebanyak 102 dan emigrasi 69. Tentukan pertumbuhan penduduk total di Desa W! Di Kota X dengan jumlah kelahiran 967.000 jiwa dan kematian 659.000 jiwa, sedangkan terdapat imigrasi sebanyak 889.000 jiwa dan emigrasi 512.000 jiwa. Tentukan jumlah pertumbuhan penduduk totalnya.. Jawaban: X = (L-M) + (I-E) X = (967.000-659.000) + (889.000- 512.000) X = 685.000 jiwa


Natalitas (kelahiran) Natalitas adalah kondisi menghasilkan penduduk dengan kelahiran bayi C


Apa yang dimaksud dengan fertilitas? Tingkat kemampuan reproduksi seseorang dalam menghasilkan keturunan (bayi hidup)yang berperan meningkatkan jumlah penduduk D


E. Angka kelahiran kasar (Crude Birth Rate) adalah angka yang menunjukkan banyaknya kelahiran pada tahun tertentu per 1000 penduduk pada pertengahan tahun yang sama. CBR dapat dihitung dengan rumus berikut ini. CBR = B/P x 1.000 Keterangan: CBR : Crude Birth Rate (Angka Kelahiran Kasar) B: Jumlah kelahiran P : Jumlah penduduk pada pertengahan tahun; P = (PO+PI)/2 PO : jumlah penduduk pada awal tahun; PI = jumlah penduduk pada akhir tahun Kriteria angka kelahiran kasar (CBR) di bedakan menjadi tiga macam, yaitu: CBR 20, termasuk kriteria rendah CBR antara 20 - 30, termasuk kriteria sedang CBR > 30, termasuk kriteria tinggi


Contoh Soal! I. Di suatu daerah, diketahui bahwa jumlah penduduk pada pertengahan tahun 2020 adalah 7.240.000. Diketahui pula jumlah kelahirannya adalah 965.000 jiwa. Hitunglah angka kelahiran kasarnya! Jawab: L = 965.000 P = 7.240.000 CBR = L/P x K CBR = 965.000/7.240.000 x 1000 CBR = 133 Jadi CBR wilayah tersebut sebesar 133 bayi/1000 wanita.


F. Angka kematian kasar ialah angka yang menunjukkan banyaknya kematian setiap 1.000 orang dalam waktu setahun. Angka ini berguna untuk memberikan gambaran mengenai keadaan kesejahteraan penduduk pada suatu tahun yang bersangkutan. Apabila dikurangkan dari Angka Kelahiran Kasar akan menjadi dasar perhitungan pertumbuhan penduduk alamiah. Rumus cara menghitung angka kematian kasar adalah: CDR = D/P x K Keterangan: D = jumlah kematian pada tahun tertentu P = jumlah penduduk pada pertengahan tahun k = konstanta (1.000)


Contoh Soal! Dalam suatu wilayah diketahui bahwa jumlah penduduk pada pertengahan tahun adalah 7.241.500 jiwa sedangkan jumlah kematiannya adalah 659.000. Hitunglah angka kematian kasarnya! Jawab: D = 659.000 P = 7.241.500 CDR = D/P x 1000 CDR = 659.000/7.241.500 x 1000 CDR = 91 Jiwa Jadi pada wilayah tersebut dalam setahun terdapat kematian sebesar 91/1000 orang


G. Angka Kelahiran Umum merupakan garis besar penggolongan natalitas atau yang sering disebut angka kelahiran terdapat tiga golongan ,salah satunya adalah angka kelahiran umum atau General Fertility Rate (GFR). Angka Kelahiran Umum = General Fertility Rate = GFR :Banyaknya kelahiran tiap seribu wanita yang berumur 15-49 tahun sebagai penjabarannya dapat dilihat dari rumus di bawah ini : Di mana: GFR = L/W(15-49)*1000 L = banyaknya kelahiran selama satu tahun W(1549) = banyaknya penduduk wanita yang berumur 15-45 Tahun


Contoh Soal! Berdasarkan data demografi di kabupaten X pada tahun 2017 memiliki penduduk wanita pada rentang usia 15 45 sebesar 300.000 jiwa. Jumlah kelahiran yang terjadi di kabupaten X pada tahun tersebut sebesar 12.000 kelahiran. Berapakah Angka Kelahiran Umum di kabupaten X pada tahun 2017? Jawab = GFR = (B/WI5-45) x 1.000 GFR = (12.000/300.000) x 1.000 GFR = 0,04 x 1.000 GFR = 40 - Jadi Angka Kelahiran Umum di kabupaten X pada tahun 2017 adalah 40, yang artinya terdapat jumlah kelahiran sebesar 40 kelahiran dalam setiap 1.000 penduduk wanita pada rentang usia 15-45 tahun


H. Angka kelahiran menurut umur (ASFR) adalah banyaknya kelahiran selama setahun per 1000 wanita pada kelompok umur tertentu Contoh Soal! Menurut data demografi di kota X, tahun 2017 mempunyai penduduk wanita rentang usia 20-24 sebesar 50.000 jiiwa. Jumlah kelahiran di kota tersebut adalah 2.000 kelahiran di tahun yang sama. Berapakah angka kelahiran menurut umur kelompok wanita usia 20-24 tahun di kota dan tahun tersebut? Jawab: ASFR 20-24 = (B20-24/P20-24) x 1.000 ASFR 20-24 = (2.000/50.000) x 1.000 ASFR 20-24 = 0,04 x 1.000 ASFR 20-24 = 40 Jadi angka kelahiran menurut umur 20-24 di kota X tahun 2017 adalah 40. Jadi, ada 40 jumlah kelahiran di kota X pada tahun tersebut.


Faktor-faktor yang menyebabkan atau mendukung tingginya angka kelahiran di Indonesia antara lain: 1. Faktor budaya dan agama: Beberapa kelompok masyarakat di Indonesia memiliki keyakinan dan nilainilai yang mendorong untuk memiliki banyak anak sebagai simbol keberuntungan, kejayaan, atau pemenuhan tugas sosial. 2. Faktor ekonomi: Di beberapa daerah, memiliki banyak anak dianggap sebagai aset ekonomi karena diharapkan dapat membantu dalam pekerjaan rumah tangga atau pertanian. Selain itu, kurangnya akses terhadap pendidikan dan kesempatan kerja yang layak bagi perempuan juga dapat mempengaruhi keputusan untuk memiliki banyak anak. 3. Faktor akses terhadap kontrasepsi: Meskipun pemerintah telah menyediakan program-program keluarga berencana dan kontrasepsi secara gratis atau dengan biaya rendah, masih ada kendala dalam akses dan pengetahuan tentang kontrasepsi di beberapa daerah.


Upaya pemerintah untuk menekan atau menghambat tingginya angka kelahiran di Indonesia meliputi: 1. Program Keluarga Berencana (KB): Pemerintah telah meluncurkan program KB sejak tahun 1970-an dengantujuan untuk memberikan informasi, pendidikan, danakses terhadap kontrasepsi kepada masyarakat.Program ini juga mencakup pelayanan kesehatan reproduksi dan perencanaan keluarga. 2. Peningkatan akses terhadap pelayanan kesehatan reproduksi: Pemerintah berupaya meningkatkan akses terhadap pelayanan kesehatan reproduksi, termasuk pelayanan antenatal, persalinan yang aman, dan perawatan pasca persalinan. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan reproduksi dan memberikan informasi tentang kontrasepsi. 3. Pendidikan dan kesadaran masyarakat: Pemerintah juga berupaya meningkatkan pendidikan dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya perencanaan keluarga, kesehatan reproduksi, dan manfaat memiliki keluarga yang kecil dan berkualitas.


Persaingan muncul akibat dampak yang dimunculkan oleh tingkat kelahiran yang tinggi: -persaingan untuk mendapatkan sumber daya -pangan -Air -Tempat Tinggal -Lapangan pekerjaan •persaingan untuk mendapatkan akses ke layanan publik -Pendidikan -Kesehatan -Lapangan pekerjaan -Kesejahteraa n sosial


Upaya atau langkah-langkah pemerintah untuk mengatasi persaingan yang muncul akibat tingkat kelahiran yang tinggi antara lain: 1. Peningkatan akses terhadap pendidikan: Pemerintah berupaya meningkatkan akses terhadap pendidikan yang berkualitas untuk semua anak, sehingga mereka memiliki kesempatan yang sama dalam mencari pekerjaan. 2. Peningkatan pelatihan dan keterampilan: Pemerintah juga berupaya meningkatkan pelatihan dan keterampilan masyarakat agar lebih siap menghadapi persaingan dalam lapangan kerja. 3. Diversifikasi ekonomi: Pemerintah berupaya mendorong diversifikasi ekonomi dengan menciptakan lapangan kerja baru dan mengembangkan sektor-sektor ekonomi yang berpotensi untuk menciptakan lapangan kerja. 4. Peningkatan kualitas hidup: Pemerintah juga berupaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui program-program pembangunan yang berfokus pada peningkatan infrastruktur, kesehatan, dan kesejahteraan sosial. Semua langkah ini diharapkan dapat mengurangi persaingan dalam lapangan kerja dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.


Click to View FlipBook Version