ADAPTASI HEWAN Anis Choerunnisa, S.Pd
Adaptasi adalah kemampuan makhluk hidup untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya Adaptasi dilakukan hewan agar tetap bertahan hidup
Cara Hewan Beradaptasi terhadap Kondisi Lingkungan Tertentu Hidup di daerah gurun yang panas dan kering Memiliki punuk berisi cadangan lemak Terdapat rambut pada kelopak mata untuk menghalangi debu masuk ke mata Telapak kaki lembut memudahkan berjalan di atas pasir
Beruang Kutub Rambut putih sebagai kamuflase agar tidak mudah terlihat oleh pemburu Memiliki lapisan lemak di bawah kulit untuk bertahan di suhu dingin Kelelawar Memiliki kemampuan ekolokasi, yaitu kemampuan untuk mendeteksi mangsa, pemangsa, dan benda di sekitarnya menggunakan pantukan bunyi.
Lumba-lumba Burung Hantu memiliki penglihatan dan pendengaran yang tajam Paus Muncul ke permukaan laut untuk menghirup oksigen
Cara Hewan Beradaptasi Melindungi Diri dari Pemangsa telapak kaki memiliki perekat sehingga memudahkan merayap di dinding kemampuan autotomi (memutuskan ekor) Cecak dan Tokek
Bunglon Kemampuan mimikri yaitu mengubah warna sesuai kondisi lingkungannya Landak rambut berduri yang dilapisi keratin untuk menakuti masuh
menggembungkan tubuh untuk perlindungan diri Ikan Buntal memiliki duri-duri beracun Trenggiling memiliki strutur kulit yang keras menggulungkan diri
Kalajengking memiliki sengat beracun di bagian ekor
Cumi-cumi menyemprotkan cairan berwarna hitam walang sangit mengeluarkan bau menyegat
Cecak (autotomi) Unta (memiliki punuk) Landak (memiliki duri) Kelelawar (ekolokasi) Bunglon (mimikri) walang sangit (keluarkan bau) Cumi-cumi (keluarkan tinta) Trenggiling (menggulung-gulung) Tepuk Adaptasi Hewan