The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by suripsriatun87, 2021-07-28 19:43:01

Modul Sifat Koligatif Larutan

Materi Kimia XII Semester 1

1

MODUL MATA PELAJARAN KIMIA
KELAS XII

SEMESTER 1

Disusun Oleh :

Dra.Surip Sriatun
NIP. 196812191997032001

KEMENTERIAN AGAMA
MADRASAH ALIYAH NEGERI 1 BEKASI
Jl. K.H. DEWANTARA NO 43 B CIKARANG UTARA KAB

BEKASI
2021

ii

KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Wr. Wb
Segala puji syukur penulis panjatkan kehadirat allah SWT yang telah

memberikan kekuatan, hidayah, dan pencerahan serta pengetahuan-Nya sehingga
penulis dapat menyelesaikan penyusunan Modul Kimia Kelas XII Semester 1.

Modul ini disusun sebagai bahan ajar yang dapat digunakan oleh siswa
untuk belajar secara mandiri. Di dalamnya ada petunjuk belajar, materi, metode,
dan cara evaluasi yang dirancang secara sistematis untuk mencapai kompetensi
yang diharapkan pada pelajaran kimia.

Penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan yang terdapat dalam
Modul ini. Untuk itu, penulis membuka diri atas berbagai kritik dan saran dari
berbagai pihak demi sempurnanya Modul Kima ini dan kelancaran penelitian yang
akan dilakukan.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Penulis

ii

iii

DAFTAR ISI

iii

iv

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL........................................................................................ i
KATA PENGANTAR ..................................................................................... ii
DAFTAR ISI.................................................................................................... iii
PETA KEDUDUKAN MODUL ..................................................................... iv
GLOSARIUM .................................................................................................. v

BAB I : PENDAHULUAN
A. Deskripsi .............................................................................................. 1
B. Prasyarat............................................................................................... 1
C. Petunjuk Penggunaan Modul... ............................................................ 1
D. Penjelasan Bagi Siswa.......................................................................... 2
E. Peran Guru ........................................................................................... 2
F. Tujuan Akhir ........................................................................................ 2
G. Kompetensi ………………………………………………….............. 2
H. Cek Kemampuan......………………………………………….............. 3

BAB II : PEMBELAJARAN
A. Tujuan Kegiatan Pembelajaran .......................................................... 4
B. Uraian Materi ..................................................................................... 4
C. Rangkuman ........................................................................................ 8
D. Rangkuman ........................................................................................ 8
E. Tugas.................................................................................................. 8
F. Tes Formatif....................................................................................... 9
G. Kunci Jawaban Tes Formatif ............................................................. 9
H. Lembar Kerja ..................................................................................... 9

BAB III : PENUTUP
DAFTAR PUSTAKA ...................................................................................... 111

iv

v

PETA KEDUDUKAN MODUL

MATERI PRASYARAT

SIFAT KOLIGATIF
LARUTAN

MASALAH
OTENTIK

Sifat Koligatif Larutan Non Sifat Koligatif Larutan
Elektolit Elektrolit

Penurunan Kenaikan Titik Penurunan Tekanan Penurunan Kenaikan Titik Penurunan Tekanan
Titik Beku Osmotik Titik Beku Osmotik
Tekanan Uap Didih Tekanan Uap Didih

v

vi

GLOSARIUM

Faktur Van’t Hoff Perbandingan sifat koligatif larutan
elektrolit terhadap nilai sifat koligatif
Fraksi mol teoritis larutan non elektrolit
Glukosa berkonsentrasi sama
Hipertonik Perbandingan mol suatu komponen
Hipotonik terhadap mol total suatu larutan
Isotonik Suatu jenis monosakarida golongan
Kenaikan Titik Didih (∆Tb) heksosa dengan satu gugus aldehida
Molalitas (m) Larutan yang mempunyai tekanan
osmotik lebih tinggi
Molaritas (M) Larutan yang mempunyai tekanan
osmotik lebih rendah
Osmosis Larutan yang mempunyai tekanan
Sifat Koligatif osmotik sama besar
Selisih titik didih larutan dengan titik
didih pelarut
Konsentrasi larutan yang menyatakan
banyaknya mol zat terlarut dalam
setiap 1000 gram pelarut
Konsentrasi larutan yang menyatakan
banyaknya mol zat terlarut dalam
setiap 1 liter larutan
Perembesan molekul pelarut dari
pelarut
Sifat-sifat larutan yang tidak
tergantung pada jenis zat terlarut,
melainkan hanya tergantung pada
konsentrasi partikel dalam larutan

vi

vii

Tekanan Osmotik Tekanan yang harus diberikan kepada
suatu larutan untuk mencegah
Tekanan Uap Jenuh terjadinya osmosis
Tekanan yang ditimbulkan oleh uap
Tetapan Kenaikan Titik Didih Molal jenuh suatu larutan
(Kb) Nilai kenaikan titik didih yang setara
Tetapan Penurunan Titik Beku Molal untuk larutan 1 molal
(Kf) Nilai penurunan titik beku yang setara
untuk larutan 1 molal

vii

1

BAB I. PENDAHULUAN

A. Deskripsi

Dalam modul ini kalian akan mempelajari sifat koligatif larutan, baik sifat
koligatif larutan non elektrolit maupn sifat koligatif larutan elektrolit. Sifat
koligatif yang dipelajari meliputi penurunan tekanan uap, kenaikan titik
didih, penurunan titik beku, dan tekanan osmotik larutan.

B. Prasyarat

Untuk dapat mempelajari materi ini prasyarat yang harus dikuasai siswa
terlebih dulu adalah kemampuan menentukan konsentrasi larutan meliputi
molaritas, molalitas dan fraksi mol.

C. Petunjuk Penggunaan Modul

Untuk dapat mempelajari modul ini hal-hal yang perlu dilakukan adalah
sebagai berikut :

1. Untuk mempelajari modul ini haruslah berurutan, karena materi
yang mendahului merupakan prasyarat untuk mempelajari materi
berikutnya.

2. Pahamilah contoh-contoh soal yang ada, dan kerjakanlah semua
soal latihan yang ada. Jika dalam mengerjakan soal kalian
menemui kesulitan, kembalilah mempelajari materi yang terkait.

3. Kerjakanlah soal evaluasi dengan cermat. Jika kalian menemui
kesulitan dalam mengerjakan soal evaluasi, kembalilah
mempelajari materi yang terkait.

4. Jika mempunyai kesulitan yang tidak dapat dipecahkan, catatlah,
kemudian tanyakan kepada guru pada saat kegiatan tatap muka
atau bacalah referensi lain yang berhubungan dengan materi modul

1

2

ini. Dengan membaca referensi lain akan mendapatkan pengetahuan
tambahan.

D. Penjelasan Bagi Siswa
Melalui pembelajaran materi Sifat Koligatif Larutan, kalian akan
memperoleh pengalaman belajar:
1. Menganalisis fenomena sifat koligatif larutan ( penurunan tekanan
uap jenuh, kenaikan titik didih, penurunan titik beku, dan tekanan
osmotik).
2. Membedakan sifat koligatif larutan elektrolit dan larutan non
elektrolit
3. Menyajikan hasil penelusuran informasi tentang kegunaan prinsip
sifat koligatif larutan dalam kehidupan sehari-hari.
4. Menganalisis data percobaan untuk menentukan derajat pengionan.

E. Peran Guru Antara Lain
Peran Guru di dalam modul ini antara lain:
1. Korektor: Guru menilai dan mengoreksi semua hasil belajar
2. Inspirator: Guru memberikan inspirasi kepada siswa mengenai cara
belajar yang baik.
3. Informator: Guru memberikan informasi yang baik dan efektif mengenai
materi yang
telah di programkan serta informasi perkembangan ilmu pengetahuan dan
teknologi

2

3

4. Motivator: Guru mendorong anak didiknya agar senantiasa memiliki
motivasi tinggi

dan aktif belajar.

5. Inisiator: Guru menjadi pencetus ide-ide kemajuan dalam pendidikan dan
pengajaran

F. Tujuan Akhir

Setelah mempelajari modul ini siswa dapat :

1. Menghitung konsentrasi larutan dan menghubungkannya dengan
sifat koligatif larutan

2. Menyimpulkan pengaruh zat terlarut terhadap tekanan uap pelarut,
kenaikan titik didih larutan, penurunan titik beku, dan tekanan
osmotik.

3. Menganalisis diagram P-T untuk menafsirkan penurunan tekanan
uap, kenaikan titik didih dan penurunan titik beku larutan

4. Menganalisis data untuk membndingkan sifat koligatif larutan
elektrolit dan sifat koligatif larutan non elektrolit

5. Menjelaskan kegunaan prinsip sifat koligatif larutan dalam
kehidupan sehari-hari.

G. Kompetensi
1. Menganalisis fenomena sifat koligatif larutan ( penurunan tekanan
uap jenuh, kenaikan titik didih, penurunan titik beku, dan tekanan
osmotik).
2. Membedakan sifat koligatif larutan elektrolit dan larutan non
elektrolit

3

4

3. Menyajikan hasil penelusuran informasi tentang kegunaan prinsip
sifat koligatif larutan dalam kehidupan sehari-hari.

4. Menganalisis data percobaan untuk menentukan derajat pengionan.

H. Cek Kemampuan
Cairan infus dan berbagai cairan fisiologis lainnya, misalnya obat tetes

mata, harus isotonis dengan cairan tubuh kita. Oleh karena itu konsentrasinya
harus disesuaikan.

Salah satu masalah untuk membantu menangani korban kecelakaan di
tengah laut yang terapung berhari-hari di tengah laut dan kehausan , perlu
memberikan minuman yang isotonik. Meminum air laut tidak akan
menghilangkan rasa haus, malah sebaliknya akan menambah haus. Hal ini
terjadi karena air laut hipertonik terhadap cairan tubuh manusia. Akibatnya air
laut justru akan menarik air dari jaringan tubuh.

4

5

BAB II
PEMBELAJARAN I
POKOK BAHASAN MOLARITAS,MOLALITAS DAN FRAKSI MOL
A. Tujuan Kegiatan Pembelajaran
Tujuan kegiatan pembelajaran ini siswa dapat :
1. Menghitung konsentrasi larutan meliputi : molaritas, molalitas dan fraksi
mol larutan
2. Menghubungkan konsentrasi larutan dan menghubungkannya dengan sifat
koligatif larutan

B. Uraian Materi
Sifat koligatif larutan adalah sifat-sifat yang hanya bergantung pada jumlah
(kuantitas) partikel zat terlarut dalam larutan dan tidak bergantung pada jenis
atau identitas partikel zat terlarut. Sifat koligatif merupakan sifat yang hanya
memandang “kuantitas”, bukan “kualitas”
Sifat larutan seperti rasa, warna, dan kekentalan (viskositas) merupakan sifat-
sifat yang bergantung pada jenis zat terlarut. Sebagai contoh, larutan NaCl
(garam dapur) terasa asin, namun larutan CH3COOH (asam cuka)
terasa masam.
Yang termasuk sifat koligatif larutan :
1. Penurunan Tekanan Uap
2. Kenaikan Titik Didih
3. Penurunan Titik Beku
4. Tekanan Osmotik

5

6

Dalam perhitungan sifat koligatif larutan, menggunakan beberapa satuan
kosentrasi seperti molaritas, molalitas dan fraksi mol
a. Molaritas Larutan (M)
Molaritas yaitu besaran yang menyatakan jumlah mol zat terlarut pada tiap
satuan volume larutan.
Satuan molaritas ialah molar (M) yang sama dengan mol/liter. Jika terdapat n
mol senyawa terlarut dalam V liter larutan, maka rumus molaritas larutan yaitu
:
M = n/V
Keterangan:
M = molaritas suatu zat (mol/L)
V = volume larutan (ml)
gr = massa suatu zat (gram)
Mr = massa molekul relatif suatu zat (gr/mol)
Jumlah mol zat/senyawa adalah jumlah gram zat dibagi dengan massa molekul
relatif (Mr). Rumus menghitung mol suatu senyawa yaitu :
n = gram/Mr
Keterangan:
n = mol suatu zat (mol)
Mr = massa molekul relatif suatu zat (gram/mol)
gr = massa suatu zat (gr)
Contoh Soal Menghitung Molaritas
1. NaOH 1 M berarti bahwa untuk setiap 1 liter (1000 ml) larutan ini
mengandung 1 mol NaOH ((atau 40 gram NaOH).
2. Sebanyak 120 gram NaCl (Mr = 58.5gr/mol) dilarutkan dengan aquadest
hingga volume 400 ml. Berapa M NaCl?
M = (gr x 1000) / (Mr x V)

7

M = (120 x 1000) / (58.5 x 400)
M = 5,1 mol/L

b. Molalitas Larutan (m)
Molalitas yaitu besaran yang menyatakan jumlah mol zat terlarut pada tiap
satuan massa pelarut. Satuan molalitas ialah molal (m) yang sama dengan
mol/kilogram. Jika n mol senyawa dilarutkan dalam P kilogram pelarut, maka
rumus molalitas larutan yaitu :
m = n/p
Keterangan:
m = molalitas suatu zat (molal)
p = massa pelarut (gr)
n = mol suatu zat (mol)
Perbedaan Molalitas dan Molaritas:
Molaritas (M) adalah banyaknya mol zat terlarut dalam 1 liter larutan,
sedangkan
Molalitas (m) adalah banyaknya mol zat terlarut dalam 1kg pelarut.
Contoh Soal Menghitung Molalitas
Sebanyak 60 gram NaOH dilarutkan dalam 3 kg air, Mr NaOH = 40 gr/mol.
Berapa molalitas NaOH?
Diketahui:
n = 60 gram x 1000 = 60000 mol
p = 3 kg = 3000 gram
Mr = 40
Ditanya m…?

8

Jawab:
m = n/p
m = (gr x 1000)/(Mr x p)
m = (60 x 1000)/(40 x 3000)
m = 60000/120000
m = 0,5 molal

c. Fraksi Mol Larutan (X)
Fraksi mol yaitu perbandingan jumlah mol suatu komponen larutan dengan
jumlah mol keseluruhan komponen larutan. Karena fraksi mol adalah
perbandingan mol, maka fraksi mol tidak mempunyai satuan. Jika suatu
larutan terdiri dari komponen A dan B dengan jumlah mol nA dan nB, maka
rumus fraksi mol A (XA) dan fraksi mol B (XB)

Contoh Soal Fraksi Mol
Agar lebih memahami tentang pengertian dan rumus fraksi mol, maka
sebaiknya berlatih soal adalah hal yang paling ampuh, dibawah ini contoh –
contoh soal fraksi mol lengkap dengan pembahasannya.
Sebuah larutan terdiri dari 3 mol zat A, 3 mol zat B, dan 4 mol zat C. Hitung
fraksi mol dari masing – masing zat tersebut ?

9

Pembahasan :
Diketahui :
 nA = 3
 nB = 3
 nC = 4
Penyelesaian :
XA = nA / (nA + nB +nC)
XA = 3 / (3 + 3 + 4)
XA = 0.3
XB = nA / (nA + nB +nC)
XB = 3 / (3 + 3 + 4)
XB = 0.3
XC = nA / (nA + nB +nC)
XC = 4 / (3 + 3 + 4)
XC = 0.4
Jadi total dari XA + XB + XC = 0.3 + 0.3 + 0.4 = 1

C. Rangkuman
Molaritas Larutan (M): jumlah mol zat terlarut dalam 1 liter larutan atau 1 mmol
zat terlarut dalam 1 ml larutan. Satuan molaritas adalah mol/L

10

Molalitas Larutan (m): mol zat terlarut dibagi dengan kilogram pelarut.
Kemolalan atau molalitas adalah konsentrasi larutan yang menyatakan jumlah
mol (n) zat terlarut dalam 1 kg atau 1000 gram pelarut.

Fraksi Mol (X) adalah perbandingan dari jumlah mol pada sebagian zat
terhadap jumlah keseluruhan mol yang ada dalam komponen larutan. Fraksi
mol dibagi menjadi 2 bagian yaitu fraksi mol zat terlarut (Xt) dan fraksi mol
pelarut (Xp).

Keterangan Xp = fraksi mol zat pelarut
Nt = jumlah mol zat terlarut
Np = jumlah mol zat pelarut

D. Tugas
Amati dalam kehidupan sehari-hari di sekitar lingkungan kita, satuan
konsentrasi larutan yang ada pada produk bahan makanan yang kita konsumsi
sehari-hari. Pilih 10 bahan makanan yang menggunahak satuan konsentrasi
yang kamu kenal.

E. Tes Formatif
1. Berapakah molaritas larutan yang dibuat dengan melarutkan 5,85 gram
NaCl (Ar Na = 23, Cl = 35,5) dalam 500 mL air?Hitunglah molaritas

11

larutan jika 15 gram NaOH (Mr = 40) dilarutkan ke dalam air sehingga
menghasilkan 225 mL larutan ?
2. Hitunglah massa NaOH (Ar Na = 23, O = 16, dan H = 1) yang harus
dilarutkan untuk membuat 100 mL larutan NaOH 0,1 M!Hitung
molalitas ketika 75 gram MgCl2 (Mr = 95,2) dilarutkan dalam 500 gram
pelarut ?
3. Jika terdapat 4 gram NaOH (Mr = 40) terlarut dalam 250 gr air,
berapakah molalitas larutan tersebut ?
4. Hitunglah molalitas suatu larutan jika terdapat 10 gram NaOH (Mr =
40) yang dilarutkan dalam 2 kg air ?
Suatu larutan terdiri dari 2 mol zat A, 3 mol zat B, dan 5 mol zat C.
Hitung fraksi mol masing-masing zat

F. Kunci Jawaban Formatif
Soal nomor 1
Berapakah molaritas larutan yang dibuat dengan melarutkan 5,85 gram NaCl
(Ar Na = 23, Cl = 35,5) dalam 500 mL air?
Jawab:
Pertama kita cari jumlah mol dengan rumus berikut.
n = m/Mr
n = (5,85)/(23 + 35,5)
n = 5,85/58,5
n = 0,1 mol
Lalu, molaritas dapat kita hitung dengan cara berikut.
M = n/V
M = 0,1 mol/0,5 L → 500 mL = 0,5 L

12

M = 0,2 mol/liter
Jadi, molaritas larutan tersebut adalah 0,2 M.

Soal nomor 2

Hitunglah massa NaOH (Ar Na = 23, O = 16, dan H = 1) yang harus
dilarutkan untuk membuat 100 mL larutan NaOH 0,1 M!

Jawab:

Untuk menentukan massa, kita gunakan rumus molaritas yang kedua yaitu
sebagai berikut.

M= m/Mr
V

Sehingga massa NaOH dapat kita hitung dengan rumus berikut

m (NaOH) = M × V × Mr (NaOH)

m NaOH = 0,1 mol/L × 100 mL × (23 + 16 + 1) gram/mol

m NaOH = 0,1 mol/L × 0,1 L × 40 gram/mol

m NaOH = 0,4 gram

Jadi, massa NaOH yang harus dilarutkan adalah sebanyak 0,4 gram.

Soal nomor 3

Jika terdapat 4 gram NaOH (Mr = 40) terlarut dalam 250 gr air, berapakah
molalitas larutan tersebut ?

13

Soal nomor 4
Hitunglah molalitas suatu larutan jika terdapat 10 gram NaOH (Mr = 40) yang
dilarutkan dalam 2 kg air ?
Pembahasan
massa terlarut = 10 gram
massa pelarut = 2 kg
Mr NaOH = 40
Jika pada soal no.1 massa pelarutnya dalam n gram, sedangkan pada soal no.2
adalah n kilogram (kg). Sehingga kita akan menggunakan rumus molalitas
dasar. Langkah pertama, kita harus mendapat jumlah molnya (n) terlebih
dahulu dengan rumus :
n = g/Mr
n = 10/40
n = 0,25 mol
Langkah kedua, substitusi nilai "n" kedalam rumus dasar molalitas:

14

m = n/P
m = 0,25/2
= 0,125 m

Soal nomor 5
Suatu larutan terdiri dari 2 mol zat A, 3 mol zat B, dan 5 mol zat C. Hitung
fraksi mol masing-masing zat
Pembahasan

15

G. Lembar Kerja
Membuat dan Menghitung Berbagai Konsentrasi Larutan
Kompetensi : Menggunakan satuan konsentrasi dalam membuat larutan
Indikator : Pembuatan larutan sesuai dengan satuan konsentrasi yang
diinginkan, dilakukan dengan baik dan benar
Diskusikan dalam kelompok beberapa satuan konsentrasi larutan berikut.
1. Bila diketahui HCl pekat berkadar 37% dengan massa jenis = 1,19 kg/L.

Jadi, massa larutan HCl pekat dalam setiap 1L = ............ kg. Massa HCl
terlarut = kadar x massa HCl dalam setiap 1L = ................ % x .............. kg
= .................... kg = ..................... g Mol HCl =   g mol g Mm massaHCl
.............. / ............. ....................mol .Diketahui: Mm HCl = 36,5 g/mol Jadi
kemolaran HCl pekat = .................M 2. Untuk membuat 100 mL larutan
HCl 5 M dari larutan HCl pekat, maka dilakukan pengenceran terhadap
larutan HCl pekat. Jika volume yang diinginkan = V2 dengan kemolaran
M2, maka volume HCl pekat (V1) dengan kemolaran ................. yang harus
diambil adalah ............mL

2. Untuk membuat 100 mL larutan HCl 5 M dari larutan HCl pekat, maka
dilakukan pengenceran terhadap larutan HCl pekat. Jika volume yang
diinginkan = V2 dengan kemolaran M2, maka volume HCl pekat (V1)
dengan kemolaran ................. yang harus diambil adalah ............mL.

V1 x M1 = V2 x M2 V1 x ..... M = ......... mL x ..... M V1 = ..........mL

BAB IV
PENUTUP
Setelah menyelesaikan modul ini, kalian berhak untuk mengikuti tes untuk
menguji kompetensi yang telah anda pelajari. Apabila kalian dinyatakan
memenuhi syarat ketuntasan dari hasil evaluasi dalam modul ini, maka kalian
berhak untuk melanjutkan ke topik/modul berikutnya.

16

DAFTAR PUSTAKA
Michael Purba. (2018). Kimia untuk SMA/MA Kelas XII. Jakarta: Erlangga.
Unggul Sudarmo. (2016). Kimia untuk SMA/MA Kelas XII. Jakarta: Erlangga.
https://www.kontensekolah.com/

17


Click to View FlipBook Version