The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Maslahah Bint Hamid, 2020-11-10 21:02:33

HANDOUT FOTOSINTESIS DAN TEKNOLOGI YANG TERINSPIRASI JARINGAN TUMBUHAN

FOTOSINTESIS DAN TEKNOLOGI

Keywords: handout fotosintesis,teknologi yang terinspirasi dari jaringan tumbuhan

FOTOSINTESIS

Fotosintesis adalah proses pembuatan energi atau zat makanan/glukosa
yang berlangsung karena peran cahaya matahari (photo = cahaya, synthesis =
proses pembuatan/pengolahan) dengan menggunakan zat hara/mineral, karbon
dioksida dan air. Makhluk hidup yang mampu melakukan fotosintesis adalah
tumbuhan, alga dan beberapa jenis bakteri. Fotosintesis sangat penting bagi
kehidupan di bumi karena hampir semua makhluk hidup bergantung pada energi
yang dihasilkan oleh proses fotosintesis.

Fungsi Fotosintesis sebagai berikut:
1. Fungsi utama fotosintesis untuk memproduksi zat makanan berupa glukosa. Glukosa

menjadi bahan bakar dasar pembangun zat makanan lainnya, yaitu lemak dan protein
dalam tubuh tumbuhan. Zat-zat ini menjadi makanan bagi hewan maupun manusia.
Oleh karena itu, kemampuan tumbuhan mengubah energi cahaya (sinar matahari)
menjadi energi kimia (zat makanan) selalu menjadi mata rantai makanan.
2. Fotosintesis membantu membersihkan udara, yaitu mengurangi kadar CO2 (karbon
dioksida) di udara karena CO2 adalah bahan baku dalam proses fotosintesis. Sebagai
hasil akhirnya, selain zat makanan adalah O2 (Oksigen) yang sangat dibutuhkan untuk
kehidupan.
3. Kemampuan tumbuhan berfotosintesis selama masa hidupnya menyebabkan sisa-sisa
tumbuhan yang hidup masa lalu tertimbun di dalam tanah selama berjuta-juta tahun
menjadi batubara menjadi salah satu sumber energi saat ini.

Proses Fotosintesis
Tumbuhan bersifat autotrof. Autotrof artinya dapat mensintesis makanan langsung dari

senyawa anorganik. Tumbuhan menggunakan karbon dioksida dan air untuk menghasilkan
gula dan oksigen yang diperlukan sebagai makanannya. Energi untuk menjalankan proses ini
berasal dari fotosintesis. Berikut ini adalah persamaan reaksi fotosintesis yang menghasilkan
glukosa:

Glukosa dapat digunakan untuk membentuk senyawa organik lain seperti selulosa dan
dapat pula digunakan sebagai bahan bakar. Proses ini berlangsung melalui respirasi seluler
yang terjadi baik pada hewan maupun tumbuhan. Secara umum reaksi yang terjadi pada
respirasi seluler berkebalikan dengan persamaan di atas. Pada respirasi, gula (glukosa) dan
senyawa lain akan bereaksi dengan oksigen untuk menghasilkan karbon dioksida, air, dan
energi kimia.

Tumbuhan menangkap cahaya menggunakan pigmen yang disebut klorofil. Pigmen
inilah yang memberi warna hijau pada tumbuhan. Klorofil terdapat dalam organel yang disebut
kloroplas.klorofil menyerap cahaya yang akan digunakan dalam fotosintesis. Meskipun seluruh
bagian tubuh tumbuhan yang berwarna hijau mengandung kloroplas, namun sebagian besar
energi dihasilkan di daun. Di dalam daun terdapat lapisan sel yang disebut mesofil yang
mengandung setengah juta kloroplas setiap milimeter perseginya. Cahaya akan melewati
lapisan epidermis tanpa warna dan yang transparan, menuju mesofil, tempat terjadinya
sebagian besar proses fotosintesis. Permukaan daun biasanya dilapisi oleh kutikula dari lilin
yang bersifat anti air untuk mencegah terjadinya penyerapan sinar Matahari ataupun penguapan
air yang berlebihan.
Proses Fotosintesis

Tumbuhan membutuhkan sinar matahari, air, dan udara untuk membuat makanannya
sendiri. Setiap hari, zat hijau daun (klorofil) pada daun tanaman menyerap cahaya matahari.
Tumbuhan memanfaatkan cahaya matahari menjadi karbondioksida dari udara, dan air dari
tanah menjadi makanan yang mengandung gula. Tumbuhan lalu mengeluarkan oksigen sebagai
hasil yang tidak terpakai, walaupun sebagian digunakan untuk bernapas. Untuk lebih jelasnya
lihat gambar berikut :

.
Gambar 1. Proses jalannya sinar matahari yang ditangkap oleh tumbuhan

Sumber : http://4.bp.blogspot.com/-
I8ATAQePBEE/UBfcGii6PrI/AAAAAAAAALI/jijg1MdvWns/s1600/biologirendy.blogspot.com-.jpg

Proses atau Reaksi Fotosintesis ada dua yaitu :

1. Reaksi Terang 2. Reaksi Gelap

Berlangsung di dalam membran tilakoid Berlangsung di dalam stroma. Reaksi
di grana. Grana adalah struktur bentukan yang membentuk gula dari bahan dasar
membran tilakoid yang terbentuk dalam CO2 yang diperoleh dari udara dan energi yang
stroma, yaitu salah satu ruangan dalam diperoleh dari reaksi terang.
kloroplas. Di dalam grana terdapat klorofil, Tidak membutuhkan cahaya matahari, tetapi
yaitu pigmen yang berperan dalam tidak dapat berlangsung jika belum terjadi
fotosintesis. Reaksi terang di sebut juga siklus terang karena energi yang dipakai berasal
fotolisis karena proses penyerapan energi dari reaksi terang.
cahaya dan penguraian molekul air menjadi
oksigen dan hidrogen. Ada dua macam siklus, yaitu siklus Calin-
Benson dan siklus hatch-Slack. Pada siklus
Calin-Benson, tumbuhan menghasilkan senyawa
dengan jumlah atom karbon tiga, yaitu senyawa
3-fosfogliserat. Siklus ini dibantu oleh enzim
rubisco. Pada siklus hatch-Slack, tumbuhan
menghasilkan senyawa dengan jumlah atom
karbon empat. Enzim yang berperan adalah
phosphoenolpyruvate carboxylase.

produk akhir siklus gelap diperoleh
glukosa yang dipakai tumbuhan untuk
aktivitasnya atau disimpan sebagai cadangan
energi.

Uji Fotosintesis

Tumbuhan dapat menghasilkan makanan sendiri dengan melakukan proses fotosintesis. Produk
yang dihasilkan dari proses fotosintesis adalah oksigen dan karbohidrat. Untuk membuktikan pernyataan
ini, terdapat sebuah percobaan yang disebut uji fotosintesis. Terdapat dua percobaan yang termasuk dalam
uji fotosintesis. Kedua percobaan tersebut adalah percobaan Ingenhousz dan percobaan Sach.

Tujuan dari percobaan Ingenhousz digunakan untuk membuktikan bahwa proses fotosintesis
menghasilkan oksigen. Sedangkan percobaan Sach digunakan untuk membuktikan bahwa amilum (zat
penyusun karbohidrat) juga merupakan hasil proses fotosintesis yang dilakukan tumbuhan hijau.
Selanjutnya, akan diberikan cara melakukan uji coba fotosintesis yang akan dibagi dalam dua
pembahasan. Pembahasan yang pertama adalah uji coba percobaan Ingenhousz dan yang kedua adalah
uji percobaan Sachs.

1. Uji Coba Percobaan Ingenhousz

Tujuan Percobaan Ingenhousz
1. Membuktikan bahwa fotosintesis menghasilkan oksigen
2. Mengamati faktor-faktor yang berpengaruh terhadap fotosintesis

Analisis Percobaan Ingenhousz
Pembahasan kali ini, akan dikupas hasil penelitian yang telah dilakukan pada cara di atas.
Ulasan materinya memuat penjelasan tiga jenis variabel yaitu variabel bebas, variabel
terikat, dan variabel kontrol. Selain itu akan dibahas juga penyebab perbedaan hasil
gelembung pada masing-masing perlakuan.

Analisis Jenis Variabel
1. Variabel bebas: pemberian 5 gr NaHCO3, pemberian 10 gr NaHCO3, pemberian es

batu, pemberian air hangat, dan penempatan di tempat teduh.
2. Variabel terikat: perbedaan jumlah gelembung yang muncul karena adanya perbedaan

perlakuan pada masing-masing variabel bebas.
3. Variable kontrol: perangkat 1, media yang tidak diberi perlakuan apapun. Perangkat 1

ini digunakan untuk membandingkan hasil perlakuan yang lain.

Apa tujuan penggunaan senyawa NaHCO3?
NaHCO3 menjadi sumber penghasil CO2 karena ketika NaHCO3 larut dalam air akan
terurai menjadi NaOH dan CO2. Seperti yang diketahui bahwa karbon dioksida berperan
dalam proses fotosintesis.

Perangkat manakah yang menghasilkan gelembung udara lebih banyak?
Gelembung udara paling banyak ditemukan pada perangkat dengan perlakuan
penambahan 10 gr NaHCO3. Hal ini terjadi karena pada proses fotosintesis di perangkat
ini cukup mendapat cahaya matahari dan cukup sumber CO2 . Laju fotosintesis
dipengaruhi oleh tinggi rendahnya suhu. Suhu dingin akan memperlambat laju
fotosintesis. Penambahan es batu mengakibatkan penurunan laju fotosintesis karena
terjadi penurunan suhu. Selain itu, gelembung yang sedikit juga terlihat pada perangkat
dengan perlakuan perangkat yang ditempatkan di tempat teduh. Hal ini dikarenakan
tanaman hydra pada perangkat ini tidak mendapat sumber cahaya secara cukup.

Bagaimana cara membuktikan bahwa gelembung udara yang dihasilkan pada ujung
tabung merupakan oksigen?
Masukkan sebuah lidi yang telah dibakar (dengan cepat) sehingga ujungnya telah menjadi
bara api. Ujung lidi tersebut akan tampak menyala lebih terang selama beberapa detik. Hal
ini dikarenakan api membakar oksigen dan membuat nyala api tambah terang.

Faktor manakah yang paling efektif untuk berlangsungnya proses fotosintesis?
▪ Cahaya matahari
▪ gas karbon dioksida CO2

2. Uji Coba Percobaan Sachs

Tujuan
1. Untuk mengetahui peran cahaya dan hasil dari proses fotosintesis
2. Untuk mengetahui bahwa hasil fotosintesis adalah glukosa berupa bahan organik yang
disimpan dalam bentuk amilum.

Alat Dan Bahan Percobaan
• Alat yang digunakan:
1. Pemanas air
2. Gelas becker
3. Kaki tiga dan bunsen
• Bahan – Bahan yang digunakan:
1. Daun ketela pohon
2. Kertas timah
3. Alkohol 70%
4. Iodium/lugol
5. Air

Langkah – langkah kerja
1. Tutuplah sebagian daun-daun ketela tersebut dengan menggunakan kertas alumunium, dan
yang lain dibiarkan terbuka saja. Percobaan ini dimulai sebelum matahari mulai terbit.
2. Letakkanlah tanaman ditempat yang mendapat cukup cahaya matahari.
3. Kemudian ketika tiba waktu sore hari, petiklah daun – daun tanaman tersebut.
4. Buka kertas alumunium yang ada pada daun tersebut
5. Kemudian masukkanlah daun-daun tersebut ke dalam air dan direbus.
6. Ambil dan cucilah daun – daun itu dengan air bersih
7. Lalu masukkanlah ke dalam alcohol ( supaya klorofilnya larut ).
8. Tetesi daun – daun tersebut dengan menggunakan iodium atau lugol.
9. Amati perubahan yang akan terjadi
10. Hasil Pengamatan
11. Untuk hasil pengamatannya dapat kita cek melalui tabel berikut:

Warna Daun
No Pengamatan

Tidak Ditutup Ditutupi

1 Sebelum direbus Hijau tua Hijau muda

2 Direbus dengan alkohol Hijau tua Hijau muda

3 Ditetesi iodine Biru kehitaman Putih

Kesimpulan :

1. Pada percobaan yang telah di lakukan, benar-benar terbukti bahwa di dalam sebuah peristiwa
fotosintesis telah dihasilkan amilum (karbohidrat) sebagaimana percobaan penelitian yang
telah dilakukan sebelumnya oleh ilmuan asal Jerman Sachs pada tahun 1980 masehi.

2. Hal ini dapat terbukti melalui terjadinya sebuah perubahan warna pada daun yang telah
direbus dalam air panas setelah ditetesi iodium.

3. Bagian daun yang tidak ditutupi berubah warna menjadi hitam setelah ditetesi iodium dan
hal ini adalah membuktikan bahwa pada bagian daun itu terdapat amilum sebagai hasil dari
peristiwa fotosintesis yang terjadi sebelum percobaan dilakukan,

4. Sebaliknya, pada bagian daun yang ditutupi akan berwarna putih setelah ditetesi iodium
dan hal ini membuktikan bahwa pada bagian daun itu tidak terdapat amilum atau
karbohidrat.

5. Sebab tidak adanya amilum tersebut karena ketika proses fotosintesis terjadi, bagian daun
tersebut tidak mengalami fotosintesis karena tidak mendapat sinar matahari yang cukup
dan tidak dapat memperoleh karbondioksida dari udara karena bagian daun tersebut
tertutup rapat oleh sebuah kertas timah , dan klorofil di bagian tersebut tidak teraktivasi.

Teknologi Yang Terinspirasi dari
Jaringan Tumbuhan

Struktur organ dan jaringan tumbuhan menginspirasi manusia untuk mengembangkan
berbagai teknologi seperti panel surya (solar cell), sensor cahaya, lapisan pelindung, pengilap
mobil dan alat pemurnian air dan lain-lain seperti di bawah :
a. Panel surya (Solar cell)

b. Solar ivy

c. Sensor Cahaya
Berikut sensor cahaya pada penerang jalan :

Gambar 3 Lampu LDR yang terinspirasi dari stomata
Sumber : https://wirahadie.com/teknologi-terinspirasi-dari-tumbuhan/
Mekanisme pada lampu penerang jalan terinspirasi oleh mekanisme pada
tumbuhan kaktus (Opuntia sp.). Kaktus hidup di gurun pasir yang kering, sehingga memiliki
stomata yang unik. Stomata akan membuka pada malam hari dan akan menutup pada siang hari
untuk mengurangi penguapan air.
Proses membuka dan menutupnya stomata didukung oleh aktivitas sel
penjaga. Sel penjaga memiliki reseptor cahaya (fotoreseptor) yang peka terhadap cahaya. Saat
siang hari, fotoreseptor akan menangkap cahaya dan menyebabkan air dipompa keluar dengan
bantuan ion – ion. Akibatnya, sel penjaga akan mengecil dan stomata menutup. Sedangkan
malam hari, air dipompa lagi kedalam sel penjaga dengan bantuan ion – ion. Akibatnya, sel
penjaga menjadi lebih besar dan stomata membuka.

d. Lapisan Pelindung dan Pengilap
Pada permukaan daun talas (Colocasia esculenta) dan teratai

(Nymphaea sp.) dilindungi oleh lapisan kutikula. Kutikula tersusun atas senyawa lipid berupa
lilin (wax) dan polimer hidrokarbon yang disebut kutan. Kedua senyawa ini bersifat hidrofobik
(tidak suka air), sehingga jika air mengenai lapisan ini tidak akan basah. Lapisan lilin juga
mampu mencegah menempelnya debu dan kotoran sehingga membuat daun tetap bersih.
Mekanisme ini diadopsi oleh ilmuwan untuk pembuatan cat yang tidak mudah kotor, lapisan
pengilap dan lapisan anti air. Misalnya pada semir sepatu, lapisan pengilap mobil dan perabotan
rumah, dan sebagainya.

Berikut lapisan pelindung pada daun dan lapisan pengilap mobil :

Gambar 4. Permukaan daun talas (a) dan lapisan pengilap mobil (b)
Sumber : https://wirahadie.com/teknologi-terinspirasi-dari-tumbuhan/
e. Alat Pemurnian Air
Perairan yang ditumbuhi eceng gondok (Eichorria crassipes) kondisi airnya jernih. Hal
ini karena akar eceng gondok berbentuk serabut – serabut yang rapat dan mampu menyerap
partikel – partikel yang terlarut dalam air sehingga air menjadi bersih. Zat – zat beracun pun
dapat diserap oleh eceng gondok. Berikut gambar eceng gondok dan jalur penyerapan air :

Gambar 5. Sistem Aquaporin, sumber https://wirahadie.com/teknologi-terinspirasi-dari-tumbuhan/
Aquaporin adalah saluran (protein kanal) yang hanya dilewati oleh air, sehingga

partikel lain tidak dapat masuk. Mekanisme ini menginspirasi ilmuwan untuk mengembangkan
teknologi penyaringan atau pemurnian air. Dengan teknologi ini, air yang kotor dapat disaring,
sehingga menghasilkan air yang jernih.
f. Gedung Esplanade

Gedung Esplanade di Singapura. Esplanade ini memiliki atap yang bentuknya segitiga
seperti duri kulit durian (Durio zibetinus). Atap tersebut diatur untuk mengikuti pergerakan
matahari, sehingga dapat menjaga intensitas cahaya dalam gedung.

Berikut penampakan gedung Esplanade :

gambar 6.(a) : gedung Esplanade (b) : buah durian
Sumber : https://wirahadie.com/teknologi-terinspirasi-dari-tumbuhan/
g. Pembangkit Listrik Tenaga Surya Abengoa

Gambar 7. PLTS Abengoa, sumber : https://blog.elevenia.co.id/teknologi-yang-terinspirasi-dari-
struktur-jaringan-

tumbuhan/#:~:text=Pembangkit%20Listrik%20Tenaga%20Surya%20Abengoa&text=Teknologi%20y
ang%20terinspirasi%20dari%20struktur%20jaringan%20tumbuhan%20yang%20pertama%20yaitu,tu

mbuhan%20bunga%20yaitu%20bunga%20matahari.
Teknologi yang terinspirasi dari struktur jaringan tumbuhan yang pertama yaitu
pembangkit listrik tenaga surya atau PLTS Abengoa. Yang mana teknologi ini diciptakan oleh
peneliti di MIT. PLTA ini diciptakan berasal dari inspirasi salah satu tumbuhan bunga yaitu
bunga matahari. Jika dilihat kalau pak bunga matahari memiliki keteraturan inilah yang
menjadi inspirasi peneliti untuk mendesain pembangkit listrik tenaga surya. Sehingga, PLTS
ini bisa meminimalkan penggunaan lahan bahkan bisa meningkatkan energi yang dihasilkan
oleh PLTS tersebut. Cara kerja teknologi ini berasal dari sinar matahari yang dipantulkan oleh
cermin, sehingga nantinya cahaya tersebut akan terkonsentrasi pada menara yang akan
membuat air mendidih. Selain itu, cairan lainnya juga akan menguap sehingga bisa
menjalankan turbin dan generator dan alhasil menghasilkan energi listrik.

h. Velcro

Gambar 8. Velcro.
Teknologi yang terinspirasi dari struktur jaringan tumbuhan yang selanjutnya yaitu
Velcro. yang mana teknologi ini terinspirasi dari duri tanaman yang menempel pada bulu
anjing. Perlu diketahui bahwa Velcro merupakan alat yang berfungsi untuk mengikat dua sisi
kain. Pada tahun 1948 Velcro pertama kali diciptakan oleh George de Mestral yang merupakan
insinyur listrik. Nah, pada tahun 1955 penelitian ini dipatenkan dan pada tahun 1950 penemuan
ini sudah mulai diperkenalkan secara komersial.
i. Biophotovoltaic Moss Table

Gambar 9. Biophotovoltaic Moss Table
Sumber : http://himti.budiluhur.ac.id/teknologi-yang-terinspirasi-dari-tumbuhan/
Teknologi yang terinspirasi dari struktur jaringan tumbuhan yaitu Biophotovoltaic
Moss Table. Yang mana penemuan ini digunakan sebagai meja agar bisa membantu
membangkitkan listrik melalui proses fotosintesis. Penemuan ini termasuk karya inovatif yang
bisa menunjukkan potensi masa depan teknologi BPV atau Bio Photovoltaic
Kinerja teknologi ini berasal dari meja tersebut untuk menghasilkan listrik dari elektron.
Setelahnya ditangkap oleh serat konduktif dalam meja. dengan adanya teknologi ini bisa
merubah energi yang terbuang dalam proses fotosintesis.

j. Paving (kon-blok) yang terinspirasi dari sel parenkim

Gambar 10. Sel parenkim
Sumber : https://teknologi-mu.blogspot.com/2018/09/teknologi-terinspirasi-struktur-jaringan-

tumbuhan.html
Paving memiliki bentuk yang sama dengan parenkim. parenkim adalah sel yang
berperan dalam fotosintesis daun, mengandung kloroplas dan membentuk jaringan klorenkim
(pada mesofil daun, korteks batang, empulur). Bentuknya segi enam dan memiliki ruang
antarsel ini yang menjadi inspirasi utama dalam menentukan pembuatan bentuk dan
pemasangan paving. Paving digunakan untuk meratakan jalan dan menyerap air hujan,
teknologi ini termasuk teknologi yang terinspirasi dari struktur jaringan tumbuhan.
k. Kota mengambang Lilypad Ecopolis terinsipirasi dari struktur daun teratai

Gambar 11. Kota mengambang Lilypad Ecopolis
Sumber : https://teknologi-mu.blogspot.com/2018/09/teknologi-terinspirasi-struktur-jaringan-

tumbuhan.html
Kota mengambang Lilypad ecopolis terinspirasi dari struktur jaringan daun teratai dan
didesign oleh Vincent Callebaut sebagai antisipasi untuk tahun 2100 yang digambarkkan
bahwa akan banyak sekali jumlah para pengungsi dunia akibat terjadinya pemanasan global.
Dia mengemukakan bahwa prinsip Archimedes bahwa cairnya es tidak akan merubah

peningkatan permukaan air. Sama halnya dengan mencairnya es di dalam air di gelas. Namun
ada dua sumber air raksasa yang tidak berada diatas air yang akan mencair dan langsung
menuju ke laut yang menyebabkan naiknya permukaan air laut.

Lilypad kota yang akrab dengan lingkungan dapat mengapung dari dari Monaco di
Eropa hingga ke daerah bagian Atol Polenesia. Desain yang sangat modern dalam antisipasi
pengungsi akibat pemanasan global. Inspirasi dari daun lilypad Amazonia Victoria Regia, dari
keluarga Nympheas, tanaman air yang ditemukan oleh ahli tanaman Jerman Thaddeaus
Haenke. Lilypad kota lingkungan yang mengapung dengan zero emisi udara melalui teknologi
energi dari matahari (solar), angin, gelombang laut dan biomass. Bahkan dapat memperoses
gas CO2 di adalam atmosfer dan meresap ke kulitnya (atap) yang terbuat dari titanium dioxide
,seperti proser fotosintesis pada tumbuhan (daun).
l. Panel Surya Unik Terinspirasi Dari Bentuk Bunga Teknoia

Gambar 12. Panel Surya Unik Terinspirasi Dari Bentuk Bunga Teknoia
Sumber : https://teknologi-mu.blogspot.com/2018/09/teknologi-terinspirasi-struktur-jaringan-

tumbuhan.html
m. Sistem Kerangka Pondasi Bangunan

Gambar 12. Akar tumbuhan yang menjadi inspirasi pondasi bangunan
Sumber : https://struktur.shareinspire.me/2019/06/artikel-tentang-teknologi-yang.html

n. Gedung Kaktus terinspirasi dari pohon katus

Gambar 13. Gedung Kaktus terinspirasi dari pohon katus. Sumber :
https://struktur.shareinspire.me/2019/06/artikel-tentang-teknologi-yang.html

REFERENSI :

https://wirahadie.com/teknologi-terinspirasi-dari-tumbuhan/ diakses 23 September 2020

https://blog.elevenia.co.id/teknologi-yang-terinspirasi-dari-struktur-jaringan-
tumbuhan/#:~:text=Pembangkit%20Listrik%20Tenaga%20Surya%20Abengoa&text=T
eknologi%20yang%20terinspirasi%20dari%20struktur%20jaringan%20tumbuhan%20y
ang%20pertama%20yaitu,tumbuhan%20bunga%20yaitu%20bunga%20matahari.
diakses 23 September 2020

http://himti.budiluhur.ac.id/teknologi-yang-terinspirasi-dari-tumbuhan/ diakses 23 September
2020

https://teknologi-mu.blogspot.com/2018/09/teknologi-terinspirasi-struktur-jaringan-
tumbuhan.html diakses 23 September 2020

https://struktur.shareinspire.me/2019/06/artikel-tentang-teknologi-yang.html diakses 23
September 2020

http://biologisakti24.blogspot.com/2014/02/assalammualaikum-wr-wb-fotosintesis.html diakses 23
Oktober 2020

https://idschool.net/sma/uji-fotosintesis/ diakses 23 Oktober 2020 diakses 23

https://rumusbilangan.com/percobaan-sachs-sejarah-teori-tujuan-dan-laporan/
Oktober 2020


Click to View FlipBook Version