LEMBAR PENETAPAN Berdasarkan kajian Tim Pengembang program MAMET MATHEMATICS serta memperhatikan saran dan pendapat anggota maka dengan ini Buku INFORMASI MAMET MATHEMATICS terbitan pertama kami nyatakan berlaku sejak tanggal ditetapkan. Ditetapkan di : Pasuruan Tanggal : 1 April 2023 Mengetahui, Owner Mamet Mathematics MOHAMAD SLAMET, S.Pd NIP. -
KATA PENGANTAR Syukur Alhamdulillah kami panjatkan kehadirat Allah SWT atas limpahan rahmat dan karunia-Nya, sehingga penyusunan buku Informasi Mamet Mathematics ini dapat terselesaikan dengan baik. Tim Pengembang program ini terdiri atas Owner Dan seorang Anggota mamet math sebagai team pengembang. Buku informasi ini dikembangkan mengikuti kurikulum yanag ada agar ilmu yang di berikan kepada peserta lebih maksimal dan variatif. Sesuai judulnya, “buku informasi les, bimbel dan private” buku ini hanya merupakan sumber informasi alternatif bagi Bapak/Ibu sekalian dalam mencari pembelajaran di luar sekolah agar tahu ada lembaga informal yang terstruktur. Harapan kami, dengan adanya buku ini, akan lebih mengenal mamet mathematics baik dari segi pembelajaranya, aturannya dan model pembelajarannya. Akhirnya, kami mengharapkan saran dan masukan untuk perbaikan buku informasi ini. Mudah-mudahan, apa yang kami persembahkan ini dapat bermanfaat bagi seluruhnya khususnya bagi kami dalam memajukan pendidikan anak-anak bangsa khususnya membantu orang tua yang kesulitan mengajari anak-anaknya. Pasuruan, 1 April 2023 Tim Pengembang
DAFTAR ISI COVER LEMBAR PENETAPAN KATA PENGANTAR i DAFTAR ISI ii BAB I : PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang 1.2 Landasan 1.3 Tujuan Mamet Mathematics BAB II: KARAKTERISTIK MAMET MATHEMATICS 2.1 Profile Mamet Mathematics 2.2 Syarat belajar di Mamet Mathematics BAB III : PERATURAN, VISI, MISI, TUJUAN MAMET MATHEMATICS DAN PROGRAM PRIORITAS 3.1 Peraturan Mamet Mathematics 3.2 Visi Mamet Mathematics 3.3 Misi Mamet Mathematics 3.4 Tujuan Mamet Mathematics 3.5 Program Prioritas Mamet Mathematics BAB IV : STRUKTUR DAN KURIKULUM 4.1 Struktur Mamet Mathematics 4.2 Muatan Kurikulum Mamet Mathematics BAB V : PEMBIAYAAN 5.1 Syarat pembiayaan 5.2 Biaya les, bimbel dan private
BAB VI : MODEL, PENDEKATAN, METODE DAN PENILIAN PEMBELAJARAN 6.1 Pengertian model pembelajaran 6.2 Pengertian metode pembelajaran 6.3 Penilaian BAB VII : KALENDER MAMET MATHEMATICS 7.1 Permulaan waktu pelajaran 7.2 Pengaturan waktu belajar efektif 7.3 Pengaturan waktu libur 7.4 Jadwal Pembelajaran BAB VIII : MEDIA SOSIAL 8.1 e-MAIL, WA, Tiktok, IG, Facebook 8.2 Website BAB IX : KEGIATAN MAMET MATHEMATICS 9.1 Pembelajaran 9.2 Games / quiz 9.3 Outing class 9.4 Ulang tahun 9.5 Tutup tahun BAB X : PENUTUP 10.1 Kesimpulan 10.2 Kritik dan saran
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Awal mula berdirinya MAMET MATHEMATICS ini tidak lain karna kurangnya pemahaman anak-anak terhadap ilmu hitung, sehingga saya mempunyai ide untuk merencanakan beberapa program, membuat managemen pengajaran, hingga menyiapkan aplikasi dan jadwal pembelajaran. Semakin berkembangnya kebutuhan anak dalam belajar, mamet mathematics membuat beberapa program yang di tawarkan antara lain program les, program bimbel, dan program private Awal mula berkembangnya mamet mathematics saat itu, di tahun 2013 akhir saya menerima 3 murid dari 1 murid SD awalnya, yang saya ajari beberapa teknik hitung di matematika sesuai dengan program yang saya buat. Program yang saya rancang ada kelebihan dan ada kekurangannya, sehingga saya harus membuat inovasi lagi agar peserta belajar dapat lebih mudah belajar matematika sesuai kurikulum yang ada. Seiring berjalannya waktu peserta belajar di tempat saya semakin tahun semakin bertambah, alhamdulilah saya juga di bantu 1 tutor lagi di les bahasa inggris dasar yang merangkap sebagai tutor BIMBEL dengan kualitas cara mengajar tetap di pertahankan sampai saat ini. 1.2 Tujuan Mamet Mathematics Tujuan didirikan mamet mathematics antara lain: a. Mencarikan cara-cara belajar yang efisien dan efektif bagi seorang anak atau kelompok anak. b. Menunjukkan cara-cara mempelajari sesuatu dan menggunakan buku pelajaran. c. Memberikan informasi (saran dan petunjuk) bagi yang memanfaatkan perpustakaan. d. Membuat tugas sekolah dan mempersiapkan dari dalam ulangan dan ujian.
2 e. Memilih suatu bidang studi (mayor atau minor) sesuai dengan bakat, minat, kecerdasan, cita-cita dan kondisi fisik atau kesehatannya. f. Menunjukkan cara-cara menghadapi kesulitan dalam bidang studi tertentu. g. Menentukan pembagian waktu dan perencanaan jadwal belajarnya. h. Dll 1.3 Rumusan Masalah Pertanyaan-pertanyaan yang sering kita jumpai ketika wali peserta sedang konsul? a. Kenapa harus belajar di mamet mathematics? b. Programnya apa saja? c. Jumlah peserta yang belajar tiap pertemuan? d. System ngajarnya bagaimana? e. Sebulan berpa kali pertemuan? f. Pembiayaannya bagaimana? g. Bagaimana apabila saya tidak cocok dengan guru les saya? h. Apakah saya dapat mengubah jadwal les yang telah disepakati? i. Bagaimana apabila hari les tepat jatuh pada hari libur/tanggal merah? j. Bagaimana apabila guru yang mengajar berhalangan hadir? k. Solusi peserta yang malas belajar? l. Ada peraturanya kah? m. Apa bedanya peserta lama dan baru? n. Kegiatannya apa saja selain belajar ? o. dll
3 BAB II KARAKTERISTIK MAMET MATHEMATICS 2.1 Profile Mamet Mathematics a. Sejarah MAMET MATHEMATICS berdiri sejak 7 Oktober tahun 2013 hingga saat ini. Mamet mathematics adalah salah satu tempat pembelajaran khusus di bidang matematika. Awal mula berdirinya bimbingan pembelajaran ini tidak lain karna kurangnya pemahaman anak-anak terhadap ilmu hitung, sehingga saya mempunyai ide untuk merencanakan beberapa program, membuat managemen pengajaran, hingga menyiapkan aplikasi dan jadwal pembelajaran. Semakin berkembangnya kebutuhan anak dalam belajar, mamet mathematics membuat beberapa program yang di tawarkan antara lain program les, program bimbel, dan program private. Apa sih bedanya les, bimbel dan private? Yuk kita simak dan kita fahami baik baik. (Mengutip dari berita di websiate// www.plcpekanbaru.com.) 1. les: tambahan pelajaran di luar sekolah yang mengacu pada kurikulum yang ada dengan metode dan model pembelajaran yang di terangkan selayaknya guru di dalam kelas dan mengacu pada 1 bidang study dengan jumlah anak terbatas. 2. Bimbel : tambahan pembelajaran di luar sekolah yang mengacu pada kurikulum yang ada dengan metode dan model pembelajaran selayaknya orang tua dan anak serta mengacu pada 1 atau lebih bidang study yang di pelajari dengan jumlah anak menyesuaikan( bisa perkelas ataupun beberapa anak bahkan campuran). 3. Private : memilih 1 program les ataupun bimbel yang dikhususkan pada 1 orang saja ( sendiri). Pada tahun 2014 awal, proses dan kegiatan belajar selalu saya evaluasi setiap bulannya. proses tersebut saya sampaikan kepada orag tua agar di rumah tetap ada bimbingan selain di tempat les. di
4 tahun ajaran baru 2014/2015 jumlah peserta baru 15 anak dan bertambah di tiap semesternya. peserta baru yang ingin bergabung akan mendapatkan informasi tertulis tentang mamet mathematics dan formulir pendaftaran. untuk peserta baru wajib ada tes untuk mengukur sejauh mana pemahaman matematika dasar yang ia pahami, hal tersebut juga dapat menjadi penentu apakah peserta bisa dikelas dengan kemampuan pemahaman low-medium atau di kelas kemampuan pemahaman medium high. pada saat itu dalam satu kelas hanya maks 5 anak sesuai jenjangnya. Pada tahun ajaran baru 2015/2016 hingga sekarang tahun ajaran hingga saat ini jumlah peserta belajar tidak kurang dari 65 peserta tiap tahunnya baik dari tingkat SD-SMA bahkan perguruan tinggi. kini saya dibantu teman sejawat untuk mengembangkan MAMET MATHEMATICS agar semakin maju. program yang di ambil pun beragam baik dari les, bimbel maupun private. untuk program les ada matematika ( sd-sma), ipa dan bahasa inggris. untuk program bimbel [ hanya sd kelas 1-6 : tematik, bukan bahasa jawa dan agama ( b. arab, fiqih, qurdist, ski)]. untuk program private ( bisa memilih mapel yang ada di program les maupun di program bimbel) khusus 1 anak. Table 2.1: Jumlah peserta didik 4 tahun terkhir ( terdokumentasi dan terdata) No Tahun pelajaran Jumlah peserta 1 2019/2020 66 2 2020/2021 75 3 2021/2022 78 4 2022/2023 100 Total Diagram 2.1 : gravik peserta didik selama 4 tahun terakhir
5 b. Letak Geografis Mamet mathematics terletak di wilayah yang sangat strategis yang beralamatkan di JL.A.YANI ( arah RSJ DR RADJIMAN) gang merpati II blok B no 56 RT/RW 02/01 Popohan Sentul Purwodadi Pasuruan. gang depan rumah kami bisa di lewati mobil dan juga kendaraan bermotor, merupakan akses jalan tembusan dari jl barongan indah ke sumberporong maupun ke lawang. c. Sarpras Sarana: 1. Papan tulis 6. laptop 2. Meja lipat 7. LKP dan Modul tes 3. Alas duduk 8. alat peraga 4. Kipas angin 9. loker 5. Papan Tanya jawab 10. dll Prasarana: 1. 2 ruang kelas 2. Ruang tunggu 2.2 Syarat belajar di Mamet Mathematics Syarat peserta belajar di mamet mathematics, antara lain : 1. Belajar bukan paksaan dari orang tua atau lingkungan, orang tua boleh memberikan motivasi dan dorongan sehigga peserta minat untuk les. Karena segala sesuatu yang di paksa ujung ujungnya tidak niat belajar, jadi harus minat dulu dan niatkan. 2. Bukan karena ikut ikutan teman, karena belum tentu nantiny teman yang diikuti bisa bareng sekelas. 3. Konsulkan dulu kebutuhannya apa? Agar nantinya tidak salah memilih program yang di butuhkan bukan yang di minati. 4. Setelah menemukan pilihan, baru mengisi formulir ( sebelumnya menggunkan kertas dan e-pdf. untuk tahun ini berbeda dari tahun sebelumnya karena menggunakan google form , hal ini di buat selain mengurangi penggunaan kertas agar terdeteksi sipa peserta yang mengisi form secara urut) 5. Bagi peserta lama hanya sampai di mengisi google form saja ( peserta yang ≥ 8 bulan, form hanya berlaku setahun sampai tahun ajaran baru di mulai kembali itu merupakan kontrak belajar 1
6 tahun kedepan, jadi untuk pembaharuan peserta tiap tahun aka nada pengisisan form kembali ) 6. Bagi peserta baru yang ikut calistung ( kls 1) dan les matematika wajib tes, untuk mengetahui dan mengukur kemampuan peserta sampai tahapa mana pengetahuannya. 7. Khusus peserta baru akan mengikuti prales bulan junu, sebelum akhirnya masuk daftar les di bulan juli. 8. Peserta yang sudah masuk bulan juli dan terdaftar akan di lihat kembali minat dan niatnya Selama les di MAMET MATHEMATICS dan akan di tinjau kembali dengan evaluasi setelah 2-3 bulan les/bimbel. 9. Untuk jadwal tidak akan bisa pakem jika ada kendala kendala sebagai berikut : a. Berbenturan dengan jam les lain atau di bimbel b. Peserta dengan kemampuan sama mengalami perubahan baik penurunan maupun penigkatan c. Perilaku peserta yang mengganggu peserta lain d. Tidak sesuai jadwal, ikut kelas lain sesuai kesepakatan e. dll
7 BAB III PERATURAN, VISI, MISI, TUJUAN MAMET MATHEMATICS DAN PROGRAM PRIORITAS 3.1 Peraturan Mamet Mathematics Peraturan ketika sedang belajar di mamet mathematics: a) Untuk peserta baru akan diinfokan terkait SOP peraturan di les dan di bimbel, 1 bulan pertama akan di berikann informasi dan peringatan ketika melanggar dan 2 bulan berikutnya peraturan akan di berikan kepada peserta yang melanggar. Sanksi tentu harus ada sebagai bentuk pertanggung jawaban peserta dan tahu namanya konsekuensi. b) Untuk peserta lama peratuan sudah di laksanakan dari pertama kali masuk les. c) Menginformasikan tentang SOP les dan BIMBEL. d) Mengisi Agenda Untuk Peserta Yang Ikut Biaya Bulanan, peserta mengisi agenda seperi mengisi jurnal harian sebagai absensi berapa kali peserta masuk e) Peserta boleh membawa air minum ( tidak boleh makanan atau snack ) f) Denda Berlaku Jika Peserta Tidak Mengikuti Aturan Yang Tertulis Missal: 1) Berperilaku atau berkata Tidak Sopan, 2) Memecahkan / Memberantakan Barang, 3) Terlalu Ramai Meski Sudah Di Peringatkan Lebih Dari Beberapa Kali, 4) Mainan saat belajar/memainkan barang elektronik. ( Uang Denda Di Ambil Dari Uang Pribadi Peserta). Jadi Usahakan Ketika Belajar Ayo Fokus Dan Konsentrasi. ( nb: denda bisa ditebus dengan hukuman lain sesuai kesepakatan) g) Nilai tugas, tes dll perbulan wajib ditanda tangani orang tua, agar peserta punya tanggung jawab atas pekerjaanya sendiri.. h) Bagi peserta yang tidak hadir karena sakit atau izin, boleh mengganti di bulan yang sama dengan ketentuan: 1) Peserta sakit ( demam, pusing atau obname yang mengharuskan peserta istirahat ) 2) Pihak mamet mathematics meliburkan
8 3) Selain yang di sebutkan di atas, harus sesuai kesepakatan. Nb: Maksimal mengganti untuk anak yang sama sebulan hanya maksimal 2 kali i) Bagi peserta yang tidak hadir selama 2 minggu atau 4 kali pertemuan, maka pihak mamet mathematics berhak memutuskan sepihak untuk mengeluarkan peserta belajar. Mohon kerjasamnya ketika belajar di mamet mathematics baik orang tua peserta, pesertanya dan pengajar 3.2 Visi Mamet Mathematics “ Menjadikan lembaga pendidikan nonformal yang professional, unggul , inovatif, kreatif dan terpercaya” 3.3 Misi Mamet Mathematics Misi dari mamet mathematics kedepan ialah : a) Mewujudkan peserta didik yang terampil dalam menyelesaikan masalah b) Meningkatkan rasa percaya diri peserta c) Menjadikan peserta lebih mandiri dan punya pemikiran global d) Meningkatkan budaya belajar e) Meningkatkan jalinan kemitraan baik f) Meningkatkan inovasi pembelajaran baik dari pihak mamet mathematics mauapun dari pesertanya g) Meningkatkan berbagai macam system dan program agar mamet mathematics punya karakter h) dll 3.4 Tujuan Mamet Mathematics Tujuan didirikan mamet mathematics adalah: a) Membantu belajar peserta secara optimal b) Peserta dapat mengukur kemampuan dan pemahamannya sampai sebatas mana c) Peserta dapat menambah wawasan lain selain yang di ajari di sekolah d) Membimbing peserta untuk selalu berlatih e) Peserta dapat berfikir logis f) Mengarahkan peserta dalam menyeleaikan masalah g) Dll
9 3.5 Program Prioritas Mamet Mathematics Program prioritas / program unggulan yang ada di mamet mathematics antara lain: a) Les Les matematika dari SD – SMA dan les Bahasa Inggris dasar ( sd ). Adapun syarat-syarat kelengkapannya antara lain: Untuk Les/Private bidang study MATEMATIKA SD, SMP, SMK, SMA non IPA, & BHS. INGGRIS SD Syaratnya: 1) Peserta Akan Di Evaluasi Selama 2 Bulan Untuk Melihat Minat Dan Niat Peserta (peserta baru maupun lama) 2) Peserta ( SD ) Harus Menyediakan 1 Map Plastic Ditinggal Ditempat Belajar Yang Berisi: a. 2 Pensil Untuk kls SD dan 1 Pensil kls SMP b. 1 Pen Untuk Kls SD ( 4, 5 dan 6 ) dan SMP c. 1 Penghapus Tulis, stabilo dan tipex ( kelas 4-6 dan jenjang menengah) d. Buku tulis a. Untuk bimbel dan les bhs. Inggris ( 1 buku tulis min 58 lembar ) b. Untuk les dan private matematika ( 2 buku tulis terdiri dari 1 buku catatan dan 1 buku hitung, Buku tulis bergaris ) e. 1 Sepidol Papan Tulis Warna Hitam f. 1 mapsnel g. SMP & SMA/SMK ( Meninggalkan Agenda Belajar Ditempat Les ) 3) Lama Belajar 1 Jam Untuk Sd Kls 1, 2 Dan 1,5 Jam Untuk SD Kelas 3 s/d SMA Kls 12 4) Sifatnya Perkelas Maksimal 7-8 Peserta Dalam Tiap Bidang Study b) BIMBEL Bimbel di khususkna untuk peserta SD. Adapun syarat-syarat kelengkapannya antara lain: Untuk Program Bimbel SD Syaratnya:
10 1) Peserta Hanya Mempelajari Bidang Study Tematik, senibudaya, bahasa inggris dan Bahasa Jawa/ menyesuaikan kurikulum yang ada ( Kecuali Agama & Matematika ) 2) Membawa 1 buku tulis khusus bimbel Dan Membawa Alat Tulis Sendiri 3) Membawa Buku Panduan / Pegangan Yang Berhubungan Dengan Bidang Study Yang Dipilih ( Lks, Paket Dan Buku Pedoman Lain) 4) Lama Belajar 1 Jam Untuk Sd Kls 1 s/d 2 Dan 1,5 Jam Untuk SD Kelas 3 s/d 6 Dengan Kelas Campuran atau per kelas Maksimal 4-5 Peserta. 5) Pertemuan minimal 2 kali/Minggu dan maks 4 kali/minggu 3.6 Hubungan 3 Pilar Utama 3 pilar utama yang di maksud adalah tutor, orang tua dan peserta. Tanpa ada hubungan dan kerjasama yang baik tujuan dari belajar tidak akan pernah tercapai. Jadi semua pihak harus terbuka, dan peserta jangan pernah membatasi ilmu yang di berikan di mamet math, karena tujunya kedepan peserta lebih memahami pelajaran setingkat lebih maju dari yang tidak les. Mamet mathematics sangat terbuka untuk peserta yang menanyakan teori atau soal meskipun hanya lewat wa termsuk orang tua yang ingin tahu perkembangan peserta di tempat les. Segala hal yang di infokan tutor tentunya untuk yang terbaik bagi pesertanya jadi orang tua tetap mendampingi di rumah dan di arahkan.
11 BAB IV STRUKTUR DAN KURIKULUM 4.1 Struktur Mamet Mathematics Table 4.1: struktur mamet mathematics Nama Jabatan Mohamad slamet ( mamet) : owner mamet mathematics : tutor matematika Ade suko wahyu ( wahyu) : owner ( wahyu collection) : tutor bahasa inggris : tutor BIMBEL 4.2 Kurikulum Mamet Mathematics Untuk KURIKULUM yang di gunakan adalah kurikulum kolaborasi ( multi kurikulum ). Di les matematika tetap mengunakan kurikulum K13 dan KUMER dari muatan kurikulumnya ada bebarapa teori yang kurang maka di kolaborasikan dengan kurikulum KTSP 2006. Sedangkan di les bahasa inggri dan BIMBEL kurikulumnya kondisional ( mengikuti kurikulum yang ada ). Di les matematika peserta memiliki Modul Tes dan juga LKP sebagai sarana latihan ( melatih kemampuan berhitungnya ) dan isinya berdasarkan muatan kurikulum gabungan yng seharusnya di pelajari di jenjang dasar. Karena di kurikulum K13 saja ada beberapa bab yang sudah di pangkas mulai dari kelas 1-6 berbeda jauh dengan kurikulum sebelumnya KTSP 2006 yang banyak unsur latihan di dalamnya. Di les bahassa inggris, tutor tiak mengeluarkan modul karena isi dari LKS yang Peserta punya tidak ada yang sma, karena bahaa inggris sendiri mulok bukan mapel wajib sehingga di bebaskan ke masing masing lembaga untuk menggunakan LKS yang mana. Untuk bimbel konsepnya belajar terbimbing, jadi peserta belajar selayaknya belajar dengan orang tua di damping, di bimbing,
12 dan di arahkan belajarnya dan di terangkan sekilas bagian yang belum faham.
13 BAB V PEMBIAYAAN 5.1 Syarat pembiayaan Syarat pembayaran di mamet mathematics: a) Peserta sudah menerima kartu dari mamet mathematics b) Peserta di himbau untuk pembayaran jangan smpai beda bulan nanti takunya lupa atau kartu menghilang c) Jika kartu menghilang maka peserta wajib membeli lagi sebesar Rp 5.000. d) Selambat lambatnya kartu akan di berikan sampai tanggal 15 tiap bulannya e) Dan selambat lambatnya peserta membayar smpai akhir bulan tanggal 30 atau 31 tiap bulanya Gambar 5.1 : Bagian kartu les 5.2 Biaya les, bimbel dan private Biaya les di mamet mathematics masih sangat terjangkau melihat dari letak geografis dan masyarakatnya, kawasan ini semi kota. Ada beberaa pembiayaan tergantunga berapa kali hadir , Untuk biaya awalnya mulai dari Rp 40.000 – Rp 90.000 perbulan dari tigkat Rincian biaya seperti pendaftaran, biaya kalender Identitas biaya bulanan peserta antara lain nama, kelas dan program yang di pilih Peringatan/ informasi Nomor yang bisa di hubungi terkait kehadiran dll Kop / identitas lembagaa
14 SD – SMA dengan seminggu 2 kali hadir , kini kita mulai dari Rp 50.000 – Rp 100.000 / bulan. Beberapa aspek kenapa kami menaikkan biaya di mamet mathematics antara lain: a) Kami menawarkan kualiatas les dan bimbel yang setara dengan bimbel ternama karena tutor berpengalaman di bidangnya masing masing kenaikannya sekitar 5% – 25 %. b) Melihat range dari beberapa lembaga informal sejenis mamet mathematics masih banyak yang di atas itu dan meraka menaikkanya kisaran 3-5 tahun sedangkan di mamet mathematics 8-10 tahun baru ada kenaikan ( tetap lihat pasaran dan range di luar sebagai pembanding ) c) Dengan banyak program yang di tawarkan, kalau masih ragu bisa mencoba levelnya di tempat lain, pasti berbeda dengan yang ada di mamet mathematics.
15 BAB VI MODEL, PENDEKATAN, METODE DAN PENILAIAN PEMBELAJARAN 6.1 Pengertian model pembelajaran Model Pembelajaran adalah semua rentetan presentasi materi yang terdiri dari semua faktor mulai dari pra, sedang dan pasca pembelajaran yang dilaksanakan oleh pendidik. Dengan berbagai instrumen yang dipakai secara tidak langsung maupun langsung dalam aktivitas belajar mengajar. Dari sekian banyak model pembelajaran kami menggunakan model pembelajaran kombinasi menyesuaikan kebutuhan, berbagai model pembelajaran kami gunakan untuk memahamkan peserta belajar. Model pembelajaran yang pasti kami gunakan setiap harinya antara lain PBL ( problem based learning) Resume pembelajaran PBL ini menurut J. Duch (1994) adalah instruksi kepada siswa untuk selalu belajar dan TGT ( teams games tournament ) menurut Slavin memberi pengertian bahwa TGT adalah turnamen akademik yang menggunakan sarana kuis untuk mengakumulasi nilai dalam perkembangan siswa. (dikutip dari :https://www.tripven.com/problem-based-learning/) 6.2 Pengertian Pendekatan Pembelajaran Pendekatan Pembelajaran adalah sebuah visi dan pola pikir seorang pendidik pada aktivitas belajar yang mana visi tersebut dipakai untuk membuat lingkungan belajar yang ideal sesuai dengan apa yang diinginkan pendidik.Lingkungan ideal tersebut diharapkan mampu membuat kompetensi dasar bisa diraih dan proses pembelajaran bisa berjalan dengan baik.Pendekatan pembelajaran itu sendiri memiliki dua klasifikasi umum, yakni a. Student centered approach yang berarti pendekatan pembelajaran yang berpusat kepada peserta didik (siswa). b. Teacher centered approach yang berarti pendekatan pembelajaran yang berpusat pada pendidik (guru). Karena karakter klasifikasi ini umum, sehingga pada pendekatan pembelajaran terkandung beberapa hal, yaitu
16 membimbing, mencipta, memberdayakan dan hal tersebut merupakan dasar dari model pembelajaran yang terdiri dari berbagai teori. Pendekatan yang kami lakukan menyesuaikan, antara lain: a) Contextual Teaching and Learning (CTL) adalah pendekatan pembelajaran dengan inisiatif guru untuk bisa mengembangkan belajar yang bisa dihubungkan dengan kondisi di lingkungan sehari-hari siswa. b) Pendekatan deduktif adalah aktivitas berpikir menggunakan logika untuk menyelesaikan masalah dan selanjutnya membuat kesimpulan. c) Pendekatan Induktif merupakan hasil kesimpulan dari aktivitas berpikir dari elemen dengan karakter khusus.Lebih sederhananya proses induktif bila dideskripsikan dengan kata-kata adalah pengambilan suatu kesimpulan yang berasal dari elemen umum ke elemen khusus. Dalam penelitian aktivitas induktif berarti melakukan pengamatan selanjutnya mengambil kesimpulan dari pengamatan.Aktivitas pembelajaran menggunakan pendekatan induktif berarti guru harus menyediakan contoh yang khusus atau spesifik yang selanjutnya bisa disimpulkan kedalam suatu fakta, aturan atau hukum. d) PENDEKATAN KONSEP , Pada Pendekatan ini siswa dibimbing untuk bisa memahami suatu konsep secara mendalam agar siswa terhindar dari miskonsepsi atau kekeliruan konsep. e) PENDEKATAN PROSES Adalah aktivitas pembelajaran yang berfokus kepada siswa untuk bisa menjiwai sebuah proses pembangunan dan penemuan konsep yang bisa menjadi landasan bagus untuk keterampilan proses. f) open-ended (soal terbuka) adalah masalah atau soal yang dirancang yang bisa memiliki banyak jawaban yang benar. Pada aktivitasnya pendekatan open-ended memiliki misi utama yakni menekankan siswa agar tahu proses jawaban bisa didapat. g) PENDEKATAN SAINTIFIK Merupakan aktivitas belajar yang disiapkan agar siswa bisa dengan aktif membangun sebuah keterampilan, pengetahuan dengan cara observasi, bertanya, bernalar, mengumpulkan data, meneliti dan menyimpulkan.Pendekatan (ilmiah) tidak selalu bisa diterapkan
17 dalam berbagai materi atau kondisi karena pada prosesnya pendekatan ini harus terdapat nilai dan sifat yang telah tersusun matang. h) pendekatan Realistik berawal setelah siswa mengatasi masalah yang sudah ada. Dengan mengatasi masalah, siswa akan terbangun untuk bisa mengatasi berbagai masalah. Hal tersebut merupakan awal dari pendekatan realistik atau RME (Realistic Mathematic Education)RME merupakan pendekatan yang berfokus pada hal yang nyata atau realistis untuk siswa. Pada pendekatan ini siswa akan mengimplementasikan beberapa aktivitas yang dipusatkan pada keterampilan proses, diskusi dan kerjasama. Lebih bagus lagi bila siswa bisa membuat argumen dengan siswa lain yang bermanfaat untuk meningkatkan belajar mandiri.Ketika pendekatan realistik dilaksanakan guru akan menjadi pembimbing. Dan siswa akan melakukan belajar secara mandiri dan aktif agar bisa berdiskusi dan menggolongkan jawaban yang benar serta bisa memahami berbagai sudut pandang siswa lain.Sumber yang bisa didapat dari pendekatan realistik adalah masalah di kehidupan nyata siswa sehingga konstruksi konsep dan implementasi bisa berjalan dengan baik. i) Pendekatan Sains, Teknologi dan MasyarakatPendekatan yang disingkat menjadi STM in adalah kombinasi dari keterampilan proses, pendekatan konsep, inquiry, pendekatan lingkungan dan discovery. Misi dari pendekatan ini adalah siswa bisa mempunyai sebuah pengetahuan yang mumpuni yang bertujuan agar mereka bisa menentukan setiap keputusan dengan tepat ketika terjadi masalah yang ada pada masyarakat yang ada di lingkungannya. STM memiliki landasan filosofi yang sama dengan pendekatan konstruktivisme yakni siswa bisa merangkai setiap konsep yang ada di dalam sistem kognitifnya beradasarkan ilmu pengetahuan yang telah dikuasainya. (dikutip dari :https://www.tripven.com/pendekatan-pembelajaran/). 6.3 Pengertian metode pembelajaran Metode pembelajarn yang kami lakukan menyesuaikan kebutuhan, antara lain:
18 a) Metode pengajaran dengan cara berceramah atau menyampaikan informasi secara lisan kepada siswa. Metode ini merupakan metode yang paling praktis dan ekonomis, tidak membutuhkan banyak alat bantu. Metode ini mampu digunakan untuk mengatasi kelangkaan literatur atau sumber rujukan informasi karena daya beli siswa yang diluar jangkauan. b) Metode diskusi merupakan metode pengajaran yang erat hubungannya dengan belajar pemecahan masalah. c) Metode demonstrasi digunakan pada pengajaran dengan proses yaitu menggunakan benda atau bahan ajar pada saat pengajaran. Bahan ajar akan memberikan pandangan secara nyata terhadap apa yang akan dipelajari, bisa juga melalui bentuk praktikum. d) Metode ceramah plus yaitu sistem pengajaran dengan menggunakan ceramah lisan dan disertai metode lainnya. Metode mengajar ini menggunakan lebih dari satu metode. Misalnya: 1) Metode ceramah plus tanya jawab: Metode ini secara ideal disertai dengan penyampaian materi dari guru, pemberian peluang pada siswa untuk bertanya apa yang tidak dimengerti, dan pemberian tugas di akhir pengajaran. 2) Metode ceramah plus diskusi dan tugas: Metode ini dilakukan dengan memberikan materi secara lisan kemudian disertai dengan diskusi dan pemberian tugas di akhir sesi. 3) Metode ceramah plus demonstrasikan dan latihan: Metode ini merupakan gabungan dari penyampaian materi dengan memperagakan atau latihan atau percobaan. e) Metode karya wisata adalah suatu metode mengajar dengan memanfaatkan lingkungan, lokasi, atau tempat- tempat yang memiliki sumber pengetahuan bagi siswa. Metode mengajar ini dilakukan dengan pendampingan oleh guru ataupun orang tua jika usianya masih terlalu muda. Pendampingan dilakukan untuk menunjukkan sumber pengetahuan yang perlu dipahami oleh siswa. Metode karya wisata ini bisa dilakukan di tempat tempat sejarah, di alam, atau lainnya. f) Metode latihan keterampilan ini merupakan metode mengajar dengan melatih keterampilan siswa atau soft skill dengan cara membuat, merancang, atau memanfaatkan sesuatu. ( dikutip dari : https://dosenpsikologi.com/macam-macam-metode-pembelajaran)
19 6.4 Penilaian Penilaian yang biasa kami gunakan menyesuaiakn kebutuhan anatara lain : a) Asesmen Diagnostik Penilaian diagnosis Yaitu Penilaian dengan pendekatan asesmen diagnostik merupakan bentuk pra-penilaian yang dilakukan sebelum melaksanakan sebuah proses pembelajaran di kelas, yang bertujuan agar seorang guru melakukan upaya memahami kelebihan dan kekurangan peserta didik sebelum melakukan proses pembelajaran. Dengan asesmen ini guru dapat mengetahui tingkat kognitif peserta didik sehingga dapat memutuskan tindak lanjut dalam mendesain pembelajaran. Sehingga guru dapat memilih langkah yang tepat sesuai dengan hasil asesmen diagnostik yang dilakukan sebelum pembelajaran dilaksanakan. Biasanya kita lakukan di awal tahun pelajaran khusus peserta baru dengan cara tes dan interview. b) Formatif dan Sumatif Penilaian formatif adalah evaluai yang dilakukan oleh guru selama proses pembelajaran berlangsung. Penilaian formatif biasa disebut dengan Assesment for Learning (AFL). Misalnya, setiap selesai pembelajaran siswa diberikan kuis atau bisa saja berupa ulangan harian. Biasanya kita lakukan di program les bahasa inggris dan bimbel sebagai pemahaman kembali teori yang sudah di pelajari. Dan di les matemtika ada LKP dan Modul tes. Sedangkan Penilaian sumatif merupakan penilaian yang dilakukan di akhir proses pembelajaran. Penilaian sumatif biasanya digunakan untuk menentukan kinerja akhir peserta didik seperti ulangan akhir semester atau ujian kelulusan. Penilaian sumatif biasa disebut Assesment Of Learning (AOF). Biasanya kita gunakan soal try out di akhir kelas 6 sebagai latihan. c) Penilaian Informal dan Formal Mungkin diantara kita ada yang asing dengan macam penilaian ini. Sebenarnya hampir sama saja hanya membedakan sifatnya. Penilaian informal biasanya dilakukan dalam bentuk umpan balik dengan peserta didik seperti memberikan pertanyaan-
20 pertanyaan awal sebelum memulai pembelajaran. Biasanya kita lakukan untuk mengetahui apakah peserta belajar masih ingat dengan teori sebelumnya. Sedangkan penilaian formal merupakan evaluasi terhadap kinerja peserta didik selama proses pembelajaran, baik berupa tes tertulis maupun lainnya dengan menggunakan standar yang telah ditetapkan. d) Continuous Assesment dan Final Assesment Continuous merupakan penilaian sepanjang pengalaman belajar atau terus-menerus. Sementara Final Assement merupakan penilaian di akhir kegiatan belajar. Penilaian akhir biasanya digunakan untuk pengambilan keputusan sumatif. Hamper sama dengan quis maupun lkp dan modul tes. e) Penilaian Proses Penilaian proses adalah penilaian yang terfokus pada langkah-langkah atau prosedur yang mendasari kemampuan tertentu, seperti mengerjakan tugas dengan proses penyelesaian yang sesuai prosedur yang sistematis. Penilaian ini kami lakukan untuk setingkat smp karena butuh ketelitian yag lebih.
21 BAB VII KALENDER MAMET MATHEMATICS 7.1 Permulaan waktu pelajaran Permulaan waktu pelajaran di mulai dengan pra les mulai 1 Juni – 30 juni, khusus anak baru agar terbiasa dan adaptasi terlebih dahulu. Sedangkan untuk anak lama langsung mengikuti kegiatan di bulan Juli minggu kedua dan terjadwal. 7.2 Pengaturan waktu belajar efektif Waktu efektif di mamet mathematic untuk pembelajaran : a) Waktu efektif belajar mulai hari senin – sabtu pukul 12.00 – 21.00 terjadwal. b) Untuk peserta PTS hanya 1 kali masuk selama PTS. c) Selama bulan puasa peserta masuk dengan durasi berkurang setegahnya dari waktu yang sudah di tetapkan terjadwal. d) Libur PAS 1 tetap masuk e) Hari minggu masuk di waktu khusus ( mengganti atau belajar karya) f) dll 7.3 Pengaturan waktu libur Waktu nonefektif di mamet mathematic untuk pembelajaran: a) Untuk PAS/PAT peserta focus belajar mandiri di rumah. b) Tanggal merah libur c) Libur awal puasa 3-4 hari d) Libur lebaran 2 miggu ( menyesuaikan kondisi ) e) Libur semester 2 (menyesuaikan kondisi) f) Agenda sudah memenuhi target minimal 6-7 kali masuk
22 7.4 Jadwal Pembelajaran Jadwal Les dan bimbel tersusun mulai dari prakegiatan bulan Juni sampai kegiatan inti bulan Juli. Tabel 7.1: Contoh Jadwal les matematika
23 Tabel 7.1: Contoh Jadwal les bahasa inggris dan BIMBEL
24 BAB VIII MEDIA SOSIAL 8.1 e-MAIL, WA, Tiktok, IG, Facebook media social yang bisa di kunjungi antara lain: gambar 8.1 : media social 8.2 Website Website yang bisa di kunjungi yaitu: gambar 8.2: media Website
25 BAB IX KEGIATAN MAMET MATHEMATICS 9.1 Pembelajaran Table 9.1 : contoh Jadwal tes kemampuan Table 9.2 : contoh kegiatan tes Table 9.3 : kegiatan belajar les matematika dan presentasi Table 9.4 : kegiatan les bahasa inggris dan bimbel
26 9.2 Games / quiz Table 9.6 : tuntas perkalian kelas 2 Table 9.7 : games dan reward Gambar 9.8 : reword nilai tes sempurna 9.3 Outing class Table 9.8 : kegiatan outing clas 9.4 Ulang tahun Table 9.9 : kegiatan ultah dan kalender
27 9.5 Tutup tahun Table 9.10 : tutup tahun ajaran Gambar 9.11 : Bingkisan Tutup tahun ajaran
28 BAB X PENUTUP 10.1Kesimpulan Masih bingung dengan pembelajaran di luar sekolah. Yakin tidak tertarik? Berbagai system dan program tiap tahun diberikan dan di kelola dengan baik di mamet mathematics. Dengan harga yang masih sangat terjangkau di banding tempat lain, system dan cara pengajarannya sangat jelas. Tutor saling bekerjasama agar tujuan beljar tercapai. Segala hal yang di programkan tidak akan berjalan baik tanpa dukungan dari peserta, tutor dan orang tua, jadi tetap bekerjasama demi tujuan kedepan yang lebih baik. 10.2Kritik dan saran ………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………