Nama : Ni Nyoman Bunga Cahyani NIM : 2264806003 Mata Kuliah : Pemahaman tentang Peserta Didik dan Pembelajarannya Nama Mata kuliah Pemahaman tentang Peserta Didik dan Pembelajarannya Review pengalaman belajar. Pada mata kuliah Pemahaman tentang peserta didik dan pembelajarannya, terdapat enam topik, antara lain: 1. Teori belajar dan motivasi belajar anak, 2. Teori perkembangan (kognitif, psikososial, emosional, sosial-konteks), 3. Profiling peserta didik, 4. Kerangka strategi, 5. Pengukuran pemahaman belajar peserta didik (asesmen), dan 6. Lesson planning (RPP) Kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan secara luring dan sesekali dilaksanakan secara daring. Metode mengajar yang dilakukan adalah Small Group Discussion (diskusi kelompok kecil). Topik yang ingin saya bahas lebih detail adalah tentang topik 3 yakni mengenai profiling peserta didik. Pada mata kuliah ini membahas tentang bagaimana guru seharusnya sebelum melakukan pembelajaran harus sudah mengetahui karakteristik siswa yang dimiliki. Mulai dari latar belakang budaya, etnik, status sosial, minat, perkembangan kognitif, kemampuan awal, gaya belajar, motivasi belajar, dan perkembangan emosi siswa. Kami melakukan refleksi terlebih dahulu mengenai karakteristik siswa yang pernah kami ajar. Karena pada saat itu kondisinya beberapa mahasiswa PPG Prajabatn sudah pernah mengajar di sekolah. Kami mendiskusikan perihal contoh-contoh nyata yang biasanya kami temui di lapangan. Selain contoh nyata kami juga mengaitkan terkait teori-teori belajar dan perkembangan anak yang sudah dipelajari pada topik 1 dan 2. Pada akhir topik 3, kami diminta untuk membuat sebuah panduan observasi yang berisi beberapa poin. Hal ini nantinya akan digunakan bagi kami untuk melakukan profiling peserta didik di tempat kami melakukan PPL. Refleksi pengalaman belajar yang dipilih Seperti yang sudah dibahas pada poin sebelumnya bahwa metode belajar pada mata kuliah ini adalah diskusi kelompok kecil. Secara materi kami mengikuti alur yang ada pada LMS kemudian ibu dosen akan membagi kami menjadi beberapa kelompok kecil yang nantinya akan mendiskusikan factor-faktor yang ada pada profiling peserta didik. Pada awalnya saya merasa sangat tidak paham terkait apa saja yang harus dicantumkan pada panduan
observasi. Hal itu dikarenakan pada LMS tidak terdapat referensi yang banyak. Sehingga saya harus mencari beberapa referensi lainnya di internet. Ketika saya mencari sumbersumber yang ada di internet kemudian muncul beberapa teori terkait namun saya Kembali merasa kurang yakin akan teori yang paling sesuai dengan profiling. Salah satu contohnya adalah pada perkembangan emosional. Dalam menyusun panduan pasti kita harus mengerti mengenai teori yang sesuai dengan perkembangan emossional tersebut. Akhirnya hal yang saya lakukan adalah mencoba untuk melakukan peer riview atau penelaahan sejawat.. Dimana saya meminta slah satu teman saya untuk menilai apa yang sudah saya buat. Analisis artefak pembelajaran Gambar 1 Foto diatas merupakan salah satu dokumentasi pada saat kelas dilaksanakan. Biasanya kelas kami akan diawali dengan menonton video pemantik atau berdiskusi. Kemudian akan melakukan diskusi dalam kelompok kecil. Kemudian kami juga mendapat beberapa masukan dari dosen terkait panduan observasi yang kami sudah kerjakan.
Gambar 2 Pada gambar ini merupakan contoh pelaksanaan diskusi kelompok untuk membahas beberapa faktor yang ada pada profiling peserta didik. Sebelumnya kami sudah memiliki kelompok sama tentang satu factor tertentu misalnya tentang perkembangan kognitif, perkembangan emosional, dan lain-lain. Kemudian pada diskusi kelompok ini kami akan menyebar menjadi tiga kelompok utama. Sehingga dalam satu kelompok setidaknya terdapat satu orang yang benar-benar paham. Dosen memberikan kami waktu untuk menyampaikan apa yang sudah kami pahami satu per satus secara bergiliran pada waktu yang sama. Setelah melakukan diskusi ini terdapat begitu banyak masukan, perbedaan pandangan. Pada saat itu, dosen akan turun untuk membantu dan memberikan pencerahan pada suatu kelompok. Dilakukannya diskusi ini juga turut membantu saya dalam memahami mengenai beberapa teori yang akan digunakan sebagai landasan dalam pembuatan panduan observasi profiling peserta didik.
Gambar 3 Setelah melakukan diskusi mengenai penyamaan persepsi, kemudian kami secara mandiri merancang panduan observasi. Pada saat inilah saya mendapatkan beberapa kendala dalam merumuskan aspek dan poin yang harus saya cantumkan dalam panduan tersebut. Kendala utama saya adalah kesulitan untuk mencari teori utama terutama pada faktor moral. Saya akhirnya merumuskan beberapa aspek dengan berdasar pada pemaparan materi di LMS. Karena saya merasa sangat tidak yakin dengan yang saya kerjakan, akhirnya saya meminta bantuan salah satu teman saya untuk memberikan masukan. Kami menggunakan metode peer review karena teman saya juga nampak kesulitan dalam merancang panduan observasi miliknya. Kami mengunggah berkas kami masing-masing pada sebuah folder google drive bersama yang nantinya kami akan saling membaca dan memberikan koreksi.
Gambar 4 Gambar 5 Masukan dan juga koreksi yang saya dapat dari kegiatan peer review dengan rekan saya, ternyata sangat membantu saya dalam menemukan beberapa hal kecil yang kadang saya lewatkan. Seperti dalam hal mencantumkan sumber teori yang digunakan sebagai acuan dalam pembuatan panduan observasi. Hal ini juga membuat saya harus bekerja dua kali karena saya sempat melupakan teori mana yang saya gunakan. Perbandingan antara sebelum dan sesudah review terlihat pada gambar 4 dan gambar 5.
Gambar 6 Gambar ini merupakan salah satu bagian dari panduan observasi yang telah saya buat. Tabel tersebut merupakan produk final yang sudah melewati banyak masukan, komentar, baik dari dosen dan teman yang saya minta bantuan untuk memberikan penilaian dan masukan.
Gambar 7 Setelah saya selesai dalam mendesain panduan observasi yang masih dalam bentuk tabel, saya mencoba untuk membuat sebuah video penjelasan menarik yang saya tujukan agar saya lebih paham dan mendalami masing-masing poin yang terdapat pada panduan observasi tersebut yang nantinya akan saya gunakan dalam membuat profiling peserta didik di tempat saya melakukan PPL.
Gambar 8 Selain membuat laporan tertulis, saya juga membuat sebuah laporan grafis seperti gambar diatas. Setelah dengan melakukan konsultasi dengan teman sejawat begitu juga dengan bantuan dosen, saya sudah dapat menyelesaikan profiling peserta didik dengan baik. Hasil yang saya dapatkan juga sesuai dengan apa yang ditargetkan pada awalnya yaitu mengetahui karakteristik siswa di sekolah saya PPL. Hal ini nantinya akan saya gunakan dalam pertimbangan menyusun RPP, modul ajar, media, dan masih banyak lagi. Dengan melakukan kegiata sederhana peer review, saya sangatlah terbantu dalam menyelesaikan tugas profiling peserta didik ini. Pembelajaran bermakna (good practices) Hal baik yang dapat saya pelajari pada topik ini, khususnya dalam pembuatan profiling peserta didik ini adalah melakukan peer review. Saya merasa sangat terbantu dalam menemukan beberapa kesalahan kecil atau memberikan masukan pada pekerjaan yang sudah kita lakukan. Menurut saya dengan adanya peer review ini kita akan menyadari hal yang tidak dapat kita lihat. Oleh karena itu, kegiatan ini tentu sangatlah bagus untuk diterapkan pada hal lainnya yang membutuhkan pengamatan orang lain. Terutama dalam hal menulis. Dimana sebagai guru, menulis sudah merupakan hal yang tidak bis akita hindari.