MODUL AJAR PENDIDIKAN PANCASILA _ KELAS VII _ SMP HARAPAN BARU 1 Dalim Implementasi Kurikulum Merdeka MODUL AJAR PENDIDIKAN PANCASILA Sumber gambar: https://seputargk.id/, https://www.kibrispdr.org/, https://www.kompas.com/, https://id.theasianparent.com/ SMP/MTs KELAS 7
MODUL AJAR PENDIDIKAN PANCASILA _ KELAS VII _ SMP HARAPAN BARU 2 MODUL AJAR PENDIDIKAN PANCASILA Nama Dalim Jenjang/Kelas SMP/VII PP.D.LIM.1.5 Asal Sekolah SMP Harapan Baru Mapel Pendidikan Pancasila Alokasi Waktu 160 menit (4 JP) /2 x Pertemuan Jumlah Peserta Didik 30 Profil Pelajar Pancasila Berakhlak mulia Bernalar kritis Mandiri Moda Pembelajaran Tatap Muka Fase D Elemen Pancasila Tujuan Pembelajaran 1. Peserta didik mampu menjelaskan proses penetapan Pancasila 2. Peserta didik mampu menganalisis dan menyajikan laporan kronologis penetapan Pancasila 3. Peserta didik mampu mempraktikkan nilai-nilai Pancasila di kehidupan sehari-hari dalam bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara Konsep Utama Penetapan Pancasila sebagai Dasar Negara Deskripsi Umum Pembelajaran a. Peserta didik membaca/menonton tayangan/youtube tentang Penetapan Pancasila sebagai stimulus. b. Peserta didik dikelompokkan menjadi 4 kelompok kecil, setiap kelompok beranggotakan 4 orang dengan tugas masing-masing kelompok membahas tentang Penetapan Pancasila. c. Peserta didik saling bertukar informasi dalam kelompoknya masing-masing terkait materi yang telah didapat/dipelajari. d. Peserta didik menyerahkan tugas kelompoknya untuk selanjutnya dipresentasikan melalui duta kelompok (dupok). e. Guru memberikan penguatan. f. Guru memberikan penugasan untuk pertemuan selanjutnya. Materi Ajar/Alat/Bahan Materi Ajar: Penetapan Pancasila sebagai Dasar Negara a. Pancasila dan Proklamasi Kemerdekaan b. Penetapan Dasar Negara Alat dan Bahan: 1. Kertas karton/Asturo 2. Pensil warna/spidol 3. Penggaris 4. Lem 5. Isolatip Sarana/Prasarana Ruang kelas yang dapat dikondisikan sesuai kebutuhan pembelajaran Papan tulis LCD/Infokus
MODUL AJAR PENDIDIKAN PANCASILA _ KELAS VII _ SMP HARAPAN BARU 3 MODUL AJAR PENDIDIKAN PANCASILA 1. Informasi Umum Modul Ajar Nama Penyusun : Dalim Jenjang : SMP Kelas/Semester : VII/1 Alokasi Waktu : 160 menit (4 JP/2 Kali Pertemuan) Tahun Pelajaran : 2022/2023 Tahun Penyusunan : 2022 2. Tujuan Pembelajaran Fase : D Elemen : Pancasila Tujuan Pembelajaran : 1. Peserta didik mampu menjelaskan proses perumusan Penetapan Pancasila 2. Peserta didik mampu menganalisis dan menyajikan laporan kronologis Penetapan Pancasila 3. Peserta didik mampu mempraktikkan nilai-nilai Pancasila di kehidupan sehari-hari dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara Indikator Capaian Tujuan Pembelajaran : a. Menjelaskan dan menganalisis proses Penetapan Pancasila b. Mempraktikkan nilai-nilai Pancasila dalam keseharian c. Menyajikan laporan hasil analisis proses penetapan Pancasila Konsep Utama : Penetapan Pancasila Pertanyaan Inti : Bagaimana proses penetapan Pancasila, dan apa hubungannya dengan Proklamasi Kemerdekaan? Keterampilan yang perlu dimiliki: Keterampilan untuk menjelaskan Keterampilan mempraktikkan Keterampilan untuk menyajikan 3. Profil Pelajar Pancasila yang Berkaitan Bersyukur kepada Tuhan YME, berakhlak mulia Bernalar kritis Mandiri 4. Sarana dan Prasarana a. Ruang kelas yang dapat dikondisikan sesuai kebutuhan pembelajaran b. Papan tulis c. LCD/Infokus 5. Target Peserta Didik Peserta didik reguler/tipikal 6. Jumlah Peserta Didik 30 peserta didik
MODUL AJAR PENDIDIKAN PANCASILA _ KELAS VII _ SMP HARAPAN BARU 4 7. Ketersediaan Materi a. Pengayaan untuk peserta didik CIBI atau yang berpencapaian tinggi : Ya / Tidak b. Alternatif penjelasan, metode, atau aktivitas untuk peserta didik yang sulit memahami konsep : Ya / Tidak 8. Moda Pembelajaran a. Blended learning (gabungan tatap muka dan PJJ) b. PJJ Luring c. PJJ Daring d. Tatap muka 9. Asesmen Kriteria untuk mengukur/asesmen ketercapaian Tujuan Pembelajaran a. Asesmen individu b. Asesmen kelompok c. Kombinasi Jenis Asesmen: a. Performa b. Tertulis (berbentuk esai) 10. Kegiatan Pembelajaran Utama Pengaturan Peserta Didik Metode a. Individu sesuai peran b. Berkelompok a. Diskusi b. Presentasi c. Demonstrasi d. Projek e. Eksperimen f. Eksplorasi g. Permainan h. Ceramah i. Kunjungan lapangan j. Simulasi 11. Materi Ajar, Alat, dan Bahan a. Materi atau Sumber Pembelajaran yang Utama 1. Pancasila dan Proklamasi Kemerdekaan Tidak ingin terlihat lemah di mata bangsa Indonesia, Jepang memaksa tiga tokoh nasional untuk berunding di Vietnam. Tanggal 8 Agustus 1945 Soekarno, Hatta, dan Radjiman diterbangkan ke kota Saigon, yang sekarang bernama kota Ho Chi Minh, dengan singgah lebih dulu di Singapura. Saat para tokoh nasional tersebut dalam perjalanan, pasukan Amerika sekali lagi membom atom Jepang, yakni ke kota Nagasaki pada 9 Agustus 1945. Soekarno, Hatta, dan Radjiman terus menuju Vietnam untuk berunding dengan Jepang. Saat itulah Jenderal Jepang seolah menjanjikan mendukung Indonesia merdeka. Jenderal Jepang menyebut Indonesia boleh merdeka setelah tanggal 24 Agustus 1945. Jepang seolah-olah akan membantu Indonesia untuk merdeka, sehingga Indonesia akan merasa berhutang budi dan terus bergantung pada Jepang.
MODUL AJAR PENDIDIKAN PANCASILA _ KELAS VII _ SMP HARAPAN BARU 5 Saat itu juga, disepakati membentuk Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) sebagai pengganti BPUPK. Seperti pada Panitia Sembilan, Soekarno menjadi ketua PPKI dan Hatta ditunjuk sebagai wakilnya. PPKI pun mulai bersidang pada 16 Agustus 1945 di Jakarta untuk menyiapkan kemerdekaan Indonesia. Tetapi para tokoh pemuda seperti Wikana dan Khairul Saleh mendesak agar Indonesia secepatnya merdeka. Sumber gambar: https://nasional.kompas.com/ Gambar 1. Pembacaan Teks Proklamasi Maka tanggal 17 Agustus 1945, SoekarnoHatta atas nama seluruh rakyat Indonesia memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Dengan menyatakan merdeka, bangsa Indonesia mulai mendirikan negara yang dibangun di atas pondasi atau dasar Pancasila yang sudah dirumuskan. Meskipun demikian, rumusan Pancasila tersebut harus ditetapkan lebih dulu agar resmi menjadi dasar negara. 2. Penetapan Dasar Negara Indonesia sudah merdeka, maka dasar negara yang sudah ada berupa Pancasila perlu ditetapkan. Rumusan Pancasila sudah disepakati semua pihak. Tetapi beberapa pihak masih belum merasa nyaman dengan rumusan tersebut, yakni menyangkut rumusan sila ketuhanan sebagai sila pertama. Sebelumnya, semua sudah sepakat dengan rumusan, “Ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya” untuk sila pertama. Beberapa kalangan merasa rumusan sila ketuhanan itu terlalu bernuansa Islam. Melalui para tokoh yang mewakilinya, mereka menghubungi Hatta minta agar rumusan tersebut diubah. Menurut Hatta, pada hari yang sama setelah proklamasi kemerdekaan banyak tokoh mendatanginya. Mereka minta agar rumusan sila ketuhanan itu diubah. Hatta lalu menghubungi Ki Bagus Hadikusumo dan beberapa tokoh Islam. Setelah berdiskusi, mereka sepakat sila pertama diubah menjadi “Ketuhanan Yang Maha Esa” Persetujuan para tokoh Islam itu dipandang sebagai hadiah pada seluruh bangsa Indonesia. Rumusan Pancasila pun menjadi: “Ketuhanan Yang Maha Esa. Kemanusiaan yang adil dan beradab. Persatuan Indonesia. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/ perwakilan. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.” Inilah yang menjadi rumusan resmi Pancasila. Sumber gambar: https://tirto.id/ Gambar 2. Ki Bagus Hadikusumo pendukung keras Piagam Jakarta
MODUL AJAR PENDIDIKAN PANCASILA _ KELAS VII _ SMP HARAPAN BARU 6 Tanggal 18 Agustus 1945, PPKI pun bersidang menetapkan Pembukaan Dasar hukum tertulis negara. Rumusan Pancasila itu tercantum di dalam bagian pembukaan tersebut. PPKI juga menetapkan Soekarno dan Hatta sebagai Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia, serta membentuk Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP). b. Alat dan Bahan yang Dibutuhkan 1. Kertas karton/Asturo 2. Pensil warna/spidol 3. Penggaris 4. Lem 5. Isolatip c. Estimasi Biaya (* Estimasi biaya untuk masing-masing wilayah disesuaikan dengan kondisi wilayah / sekolah setempat) No. Item Quantity Harga (Rp) 1 Kertas karton/Asturo 1 lembar 5.000 2 Pensil warna/spidol 1 pack 15.000 3 Penggaris 1 buah 3.000 4 Lem 1 buah 5.000 5 Isolatip 1 buah 5.000 Total biaya yang dibutuhkan oleh kelompok 33.000 12. Persiapan Pembelajaran a. Mempersiapkan link youtube terkait dengan Penetapan Pancasila b. Mempersiapkan link youtube terkait dengan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia c. Menyiapkan format penilaian 13. Proses Kegiatan Pembelajaran Pertemuan Kegiatan Konten Pembelajaran Waktu 5 Pembuka Mengucap salam dan menyapa siswa. Meminta seorang siswa memimpin doa. Menyapa dan berinteraksi dengan 2–3 siswa. Mengecek kehadiran dan mengondisikan kelas. Mengajak menyanyi lagu Maju tak Gentar. Menyampaikan rencana pembelajaran hari itu. Meminta siswa mereview pembelajaran sebelumnya dan mengklarifikasinya. 10 menit Inti Menunjukkan dan menjelaskan Pemetaan Pikiran terkait Penetapan Pancasila. Pemutaran channel youtube terkait Penetapan Pancasila di: https://www.youtube.com/watch?v=JtPtXWGBePE Meminta siswa menjelaskan Sidang Kedua BPUPK, kekalahan Jepang, dan pembentukan PPKI, dan mendiskusikanya. Meminta siswa menjelaskan suasana sekitar Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dan mendiskusikannya. Meminta siswa menjelaskan usulan Hatta mengubah sila pertama Pancasila serta Sidang PPKI yang menetapkan dasar negara, dan mendiskusikannya. 60 menit
MODUL AJAR PENDIDIKAN PANCASILA _ KELAS VII _ SMP HARAPAN BARU 7 Pertemuan Kegiatan Konten Pembelajaran Waktu Merangkum dan menjelaskan soal penetapan dasar negara/Pancasila serta peran besar para pendiri bangsa. Membuat penilaian terhadap siswa. Penutup Meminta tanggapan siswa atas pembelajaran hari itu dan AMBAK (apa manfaatnya bagiku) yang didapatkannya. Meminta siswa mempelajari kembali secara menyeluruh Bab Sejarah Kelahiran Pancasila lebih lanjut. Menyerukan bersama yel PPKn dan salam penutup. 10 menit 6 Pembuka Mengucap salam dan menyapa siswa. Meminta seorang siswa memimpin doa. Menyapa dan berinteraksi dengan 2–3 siswa. Mengecek kehadiran dan mengondisikan kelas. Menyampaikan rencana pembelajaran hari itu. Meminta siswa mereview pembelajaran sebelumnya dan mengklarifikasinya. Menyerukan yel pembelajaran PPKn. 10 menit Inti Minta siswa untuk membuat Pemetaan Pikiran (mind mapping) tentang Sejarah Kelahiran Pancasila seperti yang telah dicontohkan, dengan gaya coretan dan gambarnya masing-masing. Minta siswa untuk menunjukkan Pemetaan Pikiran itu pada rekan sebangku dan mendiskusikannya. Tunjuk 2–3 siswa bergiliran maju ke depan kelas, menjelaskan Pemetaan Pikiran yang dibuatnya. Membuat penilaian terhadap siswa 60 menit Penutup Meminta tanggapan siswa atas pembelajaran hari itu dan apa manfaat yang didapatkan siswa. Meminta siswa menuliskan bagaimana perjuangan para tokoh bangsa dalam Menyusun Pancasila sebagai dasar negara. Menyerukan bersama yel PPKn dan salam penutup. Mengevaluasi diri atas efektivitas pembelajaran. 10 menit 14. Refleksi Guru a. Apakah kegiatan pembelajaran sudah terlaksana sesuai rencana? b. Apakah peserta didik dapat mengikuti kegiatan pembelajaran dengan baik? c. Apa kelebihan yang dimiliki dari kegiatan pembelajaran ini? d. Apa yang harus diperbaiki dari kegiatan pembelajaran hari ini? 15. Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran dan Asesmennya a. Kompetensi yang dinilai 1. Kompetensi sikap yang menunjukkan sikap jujur, partisipatif, kolaboratif, dan tanggung jawab. 2. Kompetensi pengetahuan untuk menghayati Proses Penetapan Pancasila. 3. Kompetensi keterampilan, berupa: kemampuan bekerja dalam kelompok dan kemampuan menyampaikan ide, gagasan, serta pendapat dengan logis, runtut dan tepat.
MODUL AJAR PENDIDIKAN PANCASILA _ KELAS VII _ SMP HARAPAN BARU 8 b. Bagaimana asesmen dilakukan 1. Penilaian sikap dilakukan dengan teknik observasi/pengamatan sikap peserta didik selama kegiatan pembelajaran, baik saat diskusi dan pengajuan pendapat. 2. Penilaian pengetahuan melalui tes tertulis. 3. Penilaian keterampilan melalui kinerja/unjuk kerja dalam kegiatan kelompok. c. Kriteria Penilaian 1. Penilaian Sikap (Civic Disposition) No. Nama Siswa Indikator Sikap Rerata SQ IQ EQ AQ Nilai Jujur Tekun belajar Kolaborasi Disiplin 1 dst Ket. SQ = kecerdasan spiritual-kultural (olah hati/SQ) IQ = kecerdasan intelektual (olah pikir/ IQ) EQ = kecerdasan emosi-sosial (olah rasa dan karsa/EQ) AQ = kecerdasan spiritual-kultural (olah hati/SQ) Pedoman penskoran: 4 = Baik Sekali (BS) 3 = Baik (B) 2 = Cukup (C) 1 = Kurang (D) (* Peserta didik dinyatakan tuntas jika memiliki nilai sikap minimal Baik atau B) 2. Penilaian Pengetahuan (Civic Knowledge) Penilaian pengetahuan dilakukan untuk mengukur keberhasilan siswa dalam memahami materi yang dipelajari dalam setiap pertemuan, seperti yang tersebut dalam bagian LKPD. Guru dapat menilai dari setiap aktivitas dalam pembelajaran. Guru dapat menilai kemampuan siswa dalam menjawab pertanyaan atau menganalisa persoalan. Guru dapat memberi skor pada setiap tugas dan keaktifan siswa dalam menjawab dan berpartisipasi dalam kegiatan pembelajaran. Penilaian dilakukan secara kuantitatif dengan rentang 0–100. (* Peserta didik dinyatakan tuntas bila memiliki nilai pengetahuan minimal 75) 3. Penilaian Keterampilan (Civic Skills) Penilaian didasarkan pada keterampilan-keterampilan sesuai contoh indikator di bawah ini. No. Nama Siswa Indikator Rerata Menyampaikan Mengomunikasikan Merespon 1 dst
MODUL AJAR PENDIDIKAN PANCASILA _ KELAS VII _ SMP HARAPAN BARU 9 Keterangan Indikator: Menyampaikan = Mampu menyampaikan hasil diskusi kelompok secara tegas dan lugas Mengomunikasikan = Mampu mengomunikasikan ide dan gagasan dengan terarah dan sistematis Merespon = Mampu merespons pertanyaan yang pada sesi diskusi Pedoman penskoran: 4 = Baik Sekali (BS) 3 = Baik (B) 2 = Cukup (C) 1 = Kurang (D) (* Peserta didik dinyatakan tuntas jika memiliki nilai keterampilan minimal Baik atau B) 16. Refleksi Peserta Didik Pertanyaan refleksi untuk peserta didik a. Apakah pengalaman baru yang kalian dapatkan dari pembelajaran kali ini? b. Seberapa besar kamu memahami materi hari ini? c. Sebutkan bagian kegiatan pembelajaran yang paling kalian senangi dalam pembelajaran kali ini? Jelaskan alasannya! d. Sebutkan bagian kegiatan pembelajaran yang tidak kalian senangi dalam pembelajaran kali ini! Mengapa? 17. Glosarium BPUPKI: atau Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia merupakan sebuah badan bentukan pemerintahan Jepang pada tanggal 1 Maret 1945 dan secara resmi dilantik pada tanggal 29 April 1945. Badan yang bertugas untuk menyelidiki usaha-usaha persiapan kemerdekaan Indonesia ini beranggotakan 62 orang dan diketuai oleh Dr. Radjiman Wedyodiningrat. Dasar negara: landasan atau fondasi yang menjadi panduan dalam menjalankan negara. KNIP: atau Komite Nasional Iindonesia Pusat merupakan komite yang dibentuk oleh PPKI dalam sidang pertamanya tanggal 18 Agustus 1945 dan bertugas membantu presiden terpilih untuk membentuk pemerintahan secara lengkap hingga Indonesa menjadi negara yang utuh Pancasila: dasar negara, pandangan hidup bangsa, ideologi negara Indonesia. PPKI: atau Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia merupakan sebuah badan bentukan pemerintah Jepang sebagai ganti dari BPUPKI. Badan yang bertugas mempersiapkan kemerdekaan Indonesia ini beranggotakan 21 orang dengan Ir. Soekarno sebagai ketua. Piagam Jakarta: piagam hasil kerja dari Panitia Sembilan yang dikeluarkan di Jakarta pada tanggal 22 Juni 1945. Sekularisme: paham yang memisahkan urusan agama dan negara. Berasal dari bahasa latin, sekula yang artinya kulit.
MODUL AJAR PENDIDIKAN PANCASILA _ KELAS VII _ SMP HARAPAN BARU 10 18. Daftar Pustaka Uchrowi, Zaim & Ruslinawati.2021.Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Untuk SMP Kelas VII.Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan Kemedikbudristekdikti Uchrowi, Zaim & Ruslinawati.2021.Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Untuk SMP Kelas VII.Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan Kemedikbudristekdikti 19. Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK Nama : …………………………….. Kelas : …………………………….. Materi Pokok : Penetapan Pancasila Tanggal : …………………………….. Instruksi Umum Bacalah Buku Siswa Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan SMP Kelas VII yang diterbitkan oleh Kemendikbudristekdikti (2021), halaman 14-17; dan atau sumber lain, kemudian kerjakan tugas berikut. 1. Jelaskan hubungan antara Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dengan Pembukaan UUD 1945! 2. Bandingkan antara rumusan Piagam Jakarta dengan rumusan akhir Pancasila yang disahkan PPKI tanggal 18 Agustus 1945 dan tuliskan hasilnya dalam tabel berikut. Rumusan Piagam Jakarta (22 Juni 1945) Rumusan Akhir (18 Agustus 1945) 1 …………………………………….. …………………………………………… 2 …………………………………….. …………………………………………… 3 …………………………………….. …………………………………………… 4 …………………………………….. …………………………………………… 5 …………………………………….. …………………………………………… 3. Jelaskan cara terbaik mempertahankan Pancasila! KUNCI JAWABAN (Penetapan Pancasila ) 1. Hubungan antara Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dengan Pembukaan UUD 1945 adalah bahwa hal-hal yang terdapat dalam Proklamasi dijabarkan lebih lanjut dalam Pembukaan UUD 1945. 2. Perbandingan rumusan Piagam Jakarta dengan rumusan akhir Pancasila: Rumusan Piagam Jakarta (22 Juni 1945) Rumusan Akhir (18 Agustus 1945) 1 Ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya Ketuhanan Yang Maha Esa 2 Kemanusiaan yang adil dan beradab Kemanusiaan yang adil dan beradab 3 Persatuan Indonesia Persatuan Indonesia
MODUL AJAR PENDIDIKAN PANCASILA _ KELAS VII _ SMP HARAPAN BARU 11 Rumusan Piagam Jakarta (22 Juni 1945) Rumusan Akhir (18 Agustus 1945) 4 Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/ perwakilan Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/ perwakilan 5 Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. 3. Cara terbaik dalam mempertahankan Pancasila adalah dengan mengamalkan nilai-nilai yang terkandung dalam sila-sila Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. 20. Bahan Bacaan Peserta Didik Artikel 1 Penetapan Pancasila dalam sidang PPKI Setelah kalian mengetahui bagaimana pembentukkan PPKI, selanjutnya kita akan mempelajari bagaimanakah Penetapan Pancasila sebagai dasar negara Indonesia? Perhatikan uraian berikut! Sidang PPKI dilaksanakan pada tanggal 18 Agustus 1945 di gedung Kesenian Jakarta. Sidang pembukaan dilaksanakan oleh Drs. Muhammad Hatta, Ki Bagus Hadikusumo, Wahid Hasyim, Mr. Kasman Singodimejo, dan Teuku Muhammad Hasan. Pada sidang pembukaan disepakati untuk mengubah kalimat Pembukaan UUD pada alinea keempat tentang dasar negara Pancasila pada sila pertama, “...Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi para pemeluk-pemeluknya...” menjadi “... Ketuhanan Yang Maha Esa...”. Perubahan tersebut demi kepentingan bangsa dan negara yang beraneka ragam suku bangsa dan agama. Kalimat tersebut mencerminkan bahwa bangsa Indonesia menjunjung tinggi sikap toleransi. Hal itu menunjukkan komitmen para pendiri negara dalam mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa. Perhatikan tabel berikut! Tabel Perubahan Teks Pancasila Sekarang kalian sudah mengetahui mengenai perubahan teks Pancasila Sila pertama bukan? Kemudian kapan dan bagaimana Pancasila ditetapkan sebagai dasar negara Indonesia? Perhatikan uraian berikut ini!
MODUL AJAR PENDIDIKAN PANCASILA _ KELAS VII _ SMP HARAPAN BARU 12 Sidang BPUPKI Sidang Sidang utama dipimpin oleh Soekarno dan Drs. Muhammad Hatta, pada tangal 18 Agustus 1945 menghasilkan tiga keputusan penting bagi keberadaan dan kelangsungan negara Indonesia merdeka, yaitu : 1. Mengesahkan Undang-Undang Dasar negara; 2. Memilih Presiden dn wakil presiden, yaitu Ir. Soekarno dan Drs. Muhammad Hatta; 3. Presiden untuk sementara waktu akan dibantu oleh sebuah Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) sampai dibentuknya MPR/DPR. Undang-undang dasar negara yang ditetapkan oleh PPKI memiliki sistematika Pembukaan, Batang Tubuh, dan Penjelasan. Di dalam UUD yang disahkan oleh PPKI, terdapat rumusan Pancasila sebagai dasar negara, yaitu pada Pembukaan UUD NRI Tahun 1945, yang merupakan revisi dari Piagam Jakarta. Rumusan Pancasila yang terdapat pada alenia keempat Pembukaan UUD Negara RI Tahun 1945. Setelah mempelajari materi di atas, kalian sekarang pasti telah memahami bagaimana Pembentukkan PPKI dan Penetapan Pancasila di terjadi di Indonesia. Semoga ilmu ini bermanfaat dan menambah wawasan dan kecintaan kalian terhadap bangsa Indonesia. Sumber Artikel: https://sumber.belajar.kemdikbud.go.id/repos/FileUpload/Pembentukan%20PPKI-KIS/Topik2.html
MODUL AJAR PENDIDIKAN PANCASILA _ KELAS VII _ SMP HARAPAN BARU 13 Artikel 2 Infografis Perumusan Penetapan Pancasila Sumber infografis https://www.google.com/search?rlz=1C1FKPE_idID952ID954&source=univ&tbm=isch&q=infograf is+tentang+penetapan+pancasila&fir=nczmp5jxX1K9yM%252C7pMc8CL0UC2Bu
MODUL AJAR PENDIDIKAN PANCASILA _ KELAS VII _ SMP HARAPAN BARU 14 21. Sumber Bacaan Guru Secara umum, guru membaca dan memahami materi yang disajikan dalam Buku Siswa Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan yang telah diverifikasi dan diterbitkan oleh Kemendikbuddikti, Jakarta (2021). Namun, guru dapat memperkaya pengetahuannya terkait materi yang akan diberikan dengan membaca sumber-sumber lain yang relevan, seperti: Buku: Darmodiharjo, Darji.1991.Santiaji Pancasila. Surabaya: Usaha Nasional Setijo, Pandji.2010.Pendidikan Pancasila Perspektif Sejarah Perjuangan Bangsa.Jakarta: Grasindo Link berita: https://sumber.belajar.kemdikbud.go.id/repos/FileUpload/Pembentukan%20PPKI-KIS/Topik2.html https://kumparan.com/berita-update/proses-penetapan-pancasila-sebagai-dasar-negaraindonesia-1wfiwNw56n3/1 22. Materi Pengayaan untuk Peserta Didik yang Tuntas Pembelajaran Alternatif pengayaan untuk peserta didik yang belum tuntas pembelajaran di antaranya sebagai berikut. a. Metode tutor sebaya: Peserta didik yang telah tuntas pembelajaran membantu peserta didik lain yang belum tuntas. b. Guru memberikan tugas untuk mempelajari lebih lanjut tentang konsep utama dari sumbersumber yang telah disebutkan, dan/atau sumber lain yang relevan dan mencatat hal-hal penting untuk kemudian dilaporkan dalam bentuk laporan tertulis/membacakan di depan kelas. 23. Materi untuk Peserta Didik dengan Hambatan Belajar Alternatif program remedial bagi peserta didik yang memiliki hambatan belajar, antara lain sebagai berikut. a. Bagi peserta didik yang belum tuntas, mengulang konsep utama di luar jam tatap muka. b. Memberikan penugasan. c. Memberikan kesempatan untuk tes perbaikan.