The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Materi- Materi Geografi Kelas XII SMA Kurikulum K-13

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by putratanjung1256, 2022-05-17 14:25:11

Materi- Materi Geografi Kelas XII SMA Kurikulum K-13

Materi- Materi Geografi Kelas XII SMA Kurikulum K-13

Keywords: Materi Geografi

1. Pengertian Kesehatan Lingkungan
HAKLI (Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia): kesehatan

lingkungan ialah suatu kondisi lingkungan yang dapat menopang keseimbangan
ekologi yang dinamis antara manusia dengan lingkungannya untuk mendukung
tercapainya kualitas hidup manusia yang sehat dan bahagia.

WHO (World Health Organization): kesehatan lingkungan ialah suatu
keseimbangan ekologi yang harus tercipta diantara manusia dengan lingkungannya
agar bisa menjamin keadaan sehat dari manusia. Menurut Pasal 22 ayat (2) UU No 23
tahun 1992 sasaran dari pelaksanaan kesehatan lingkungan adalah sebagai berikut:
1. Tempat umum: hotel, terminal, pasar, pertokoan, dan usaha-usaha yang sejenis.
2. Lingkungan pemukiman: rumah tinggal, asrama atauyang sejenisnya
3. Lingkungan kerja: perkantoran, kawasan industri atau yang sejenisnya
4. Angkutan umum: kendaraan darat, laut dan udara yang digunakan untuk umum
5. Lingkungan lainnya: misalnya yang bersifat khusus seperti lingkungan yang berada
dalam keadaan darurat, bencana perpindahan penduduk secara besar-besaran, atau
tempat yang bersifat khusus lainnya.
2. Pengaruh Lingkungan Terhadap Kesehatan
Menurut Blum ada empat peranan lingkungan dalam menyebabkan gangguan
kesehatan, yaitu :
a. Reservoir

Peran lingkungan sebagai reservoir dapat dijelaskan dengan adanya manusia,
hewan dan benda sebagai tempat berkembang biaknya bibit penyakit. Contoh: air kotor,
sampah dan sebagainya.
b. Sebagai Agent ( penyebab penyakit)

Contoh peran lingkungan sebagai penyebab penyakit : adanya beberapa
mikroba penyebab penyakit baik dari golongan bakteri, jamur, virus maupun protozoa,
adanya zat-zat kimia. Pengaruh di lingkungan, adanya radiasi, tekanan udara, aliran
listrik dan sebagainya.
c. Medium Transmisi

Peran lingkungan sebagai medium transmisi dikarenakan lingkungan dapat
berperan sebagai benda perantara agent. Contoh: udara, air, makanan dan
sebagainya.

d. Vektor
Peran lingkungan sebagai penular atau penyebar penyakit dikarenakan di

lingkungan terdapat beberapa hewan yang berperan sebagai vektor penular
atau pemindah bibit penyakit sehingga terjadi penularan. Contoh: lalat, kecoa,
nyamuk dan sebagainya.
3. Pemanfaatan SIG untuk Kajian Kesehatan Lingkungan
Sistem informasi geografis melalui pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi
memiliki banyak manfaat termasuk untuk kajian kesehatan lingkungan. Oleh karena
itu, sejak tahun 1990 di Indonesia telah dimulai peningkatan dan perkembangan SIG
sebagai bagian informasi oleh industri kesehatan, baik institusi, kesehatan yang dimiliki
pemerintah maupun swasta.

Sistem informasi geografi dapat digunakan untuk menentukan distribusi
penderita suatu penyakit, pola, atau model penyebaran penyakit. Penentuan distribusi
unit-unit rumah sakit ataupun tenaga medis dapat pula dilakukan dengan SIG (Sistem
Informasi Geografi).

Menurut WHO, SIG (Sistem Informasi Geografis) dalam kesehatan masyarakat dapat
digunakan untuk hal-hal berikut.
1. Menentukan distribusi geografis penyakit
2. Analisis trend spasial dan temporal
3. Pemetaan populasi berisiko
4. Stratifikasi faktor risiko
5. Perencanaan dan penentuan intervensivikasi
6. Monitoring penyakit

Sistem Informasi Geografis (SIG) memiliki beberapa keuntungan dalam metode
konvensional yang digunakan dalam perencanaan, manajemen dan penelitian kesehatan.
1. Manajemen Data

SIG memberikan kemampuan bagi pengguna/user untuk menyimpan,
mengintegrasikan, menampilkan dan menganalisis data dari level molekuler terhadap resolusi
satelit kepada komponen spasial yang diperoleh dari sumber data yang berbeda. Manajemen
data dengan penggunaan Sistem Informasi Geografis (SIG) dapat mendukung kegiatan
survailans penyakit yang sangat membutuhkan keberlangsungan/kontinuitas, sistematika
pengumpulan data serta analisis data.
2. Visualisasi

SIG merupakan alat yang akurat untuk menghadirkan informasi spasial terhadap level
secara individual dan melakukan model peramalan/prediksi.
3. Analisis overlay

SIG dapat melakukan analisis secara bersusun dari bagian informasi yang berbeda. Ini
sangat membantu dalam pengambilan keputusan, dan penelitian medis terhadap pemodelan
multi-kriteria yang membantu dalam memahami asosiasi/hubungan antara prevalensi penyakit
dan gambaran yang spesifik.
4. Analisis buffering

SIG dapat menciptakan zona/wilayah buffer disekitar daeerah yang dipilih. Radius 10
km untuk menggambarkan area Rumah sakit yang dijangkau, atau 1 km disekitar sungai untuk
menandai penularan risiko pencemaran melalui air. Pengguna/user dapat mengkhususkan
ukuran buffer dan mengkombinasikan dengan informasi data inseidensi penyakit untuk
meperkirakan jumlah kasus yang terjadi dalam zona buffer.
5. Analisis statistik

SIG dapat menyelesaikan kalkulasi spesifik, seperti proporsi populasi dalam suatu
radius tertentu dari suatu pusat kesehatan dan juga mengkalkulasi jarak dan area sebagai contoh
jarak suatu masyarakat ke pusat kesehatan serta area yang dicakup oleh program kesehatan
tertentu (cakupan).
6. Query

SIG memberikan interaksi pertanyaan untuk mendapatkan intisari informasi yang
dimasukan dalam peta, table, grafik, dan juga dapat menjawab pertanyaan dari lokasi, kondisi,
trend dan pemodelan dan pola spasial. SIG secara bertahap diterima dan digunakan oleh
administrator dan ahli kesehatan masyarakat termasuk pengambil kebijakan, ahli statistik, ahli
epidemiologi, pegawai dinas kesehatan provinsi/kabupaten.

Kesimpulan
Dari uraian materi dapat dirangkum beberapa hal berikut:
1. Kesehatan lingkungan adalah suatu keseimbangan ekologi yang harus tercipta di antara
manusia dengan lingkungannya agar bisa menjamin keadaan sehat dari manusia.
2. Peranan lingkungan yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan pada manusia antara lain
sebagai reservoir, sebagai agen, media transmisi dan sebagai vektor
3. Menurut WHO dalam bidang kesehatan peranan SIG antara lain untuk menentukan distribusi
geografis penyakit, analisis tren spasial dan temporal.

Daftar Pustaka
Endarto, Danang dkk. 2009. Geografi untuk SMA/MA Kelas XII. Jakarta: Pusat Perbukuan,

Departemen Pendidikan Nasional.

”Karakteristik Dan Persebaran Negara Maju”

Negara Maju
Negara maju adalah negara berdaulat yangmemiliki kualitas hidup yang tinggi,

ekonomi yangmaju dan infrastruktur teknologi yang canggihrelatif dibandingkan negara-
negara yang kurangmaju lainnya. Negara-negara yang memilikipendapatan minimal
US$11.906 per tahun ataulebih dapat disebut sebagai negara maju.

Apa Saja Karakteristik NegaraMaju ??
1. Memiliki PendapatanPer-Kapita Yang Tinggi

Negara yang maju memiliki pendapatan per kapitayang tinggi tiap tahunnya. Menurut
kantor perwakilanperdagangan Amerika Serikat (USTR), negara denganpendapatan perkapita
diatas US$12.375 per tahun,digolongkan sebagai negara maju.

Dengan memiliki pendapatan per kapita yang tinggi,nilai ekonomi negara tersebut
akan terdongkrak. Olehkarena itu, jumlah kemiskinan bisa diatasi.
2. Kecilnya Angka Pengangguran

Di negara maju, angka pengangguran tergolong kecil karenasetiap penduduknya bisa
mendapatkan pekerjaan. Salahsatu negara maju seperti Amerika Serikat, memiliki
totalpekerja produktif sebanyak lebih dari 163 juta jiwa perJanuari 2022 (Statista).

Dengan tingginya jumlah tenaga kerja dan kecilnya angkapengangguran, maka negara
bisa dikatakan sukses dalammenyediakan lapangan pekerjaan bagi masyarakatnya
yangsedang dalam masa produktif. Masyarakat yang bekerjajuga turut menyumbang angka
PDB perkapita suatu negara.
3. Menguasai IPTEK

Penduduk negara maju cenderung sudah sangat menguasaiIPTEK. Oleh karena itu,
dalam kehidupan sehari-hari, merekajuga sudah menggunakan teknologi canggih dan alat-
alatmodern untuk mempermudah kehidupan sehari-hari.

Terlebih pada masa saat ini, dimana teknologi begitu besarperanannya dalam aktivitas
dan keseharian kita. Maka negarayang unggul dalam sektor teknologi akan besar
peluangnyauntuk menuju negara maju.

Beberapa negara maju yang unggul karena mengandalkanteknologinya yakni
Finlandia. Negara kecil di utara benuaEropa ini menempati urutan pertama di dunia, di
depanAmerika Serikat, sebagai negara dengan teknologi paling majudi dunia, menurut
laporan terbaru yang disusun oleh programpembangunan PBB (UNDP).

4. Sistem Pendidikan Yang Baik

Pemerintah di negara maju memberikan jaminan pendidikan dasarkepada seluruh
masyarakatnya, selain itu negara maju memilikisistem kurikulum pendidikan yang
berkualitas sehingga pesertadidik dapat mengembangkan dan mengeksplorasi potensinya.

Kualitas tenaga pendidik juga merupakan hal yang penting untukmendukung
kemajuan sistem pendidikan suatu bangsa.Tenagapendidik harus mampu menyesuaikan cara
mengajar denganperubahan kurikulum dan tentunya bisa memanfaatkanpenggunaan
teknologi yang mampu mempermudah proses belajar mengajar.

5. Terjaminnya Kesehatan

Selain terjaminnya keamanan, kesehatan pada sebuahnegara maju juga sudah
terjamin. Hal ini ditandai denganberbagai fasilitas kesehatan yang memadai, seperti
rumahsakit dan petugas medis yang terlatih dan handal.

Oleh karena itu, angka kematian pada negara maju bisaditekan dan angka harapan
hidup penduduknya bisa tinggi.Selain itu, dengan adanya fasilitas kesehatan yang
memadai,perkembangan penduduk di negara maju juga bisa terkontrol.

6. Keamanan Terjamin

Tingkat keamanan negara maju sudah lebih terjamin jikadibandingkan dengan negara
berkembang. Hal ini jugamerupakan efek samping dari canggihnya teknologi dinegara maju.
Dengan teknologi yang canggih, fasilitaskeamanan dan teknologi persenjataan juga
turutberkembang menjadi lebih baik.

7. Tingkat Ekspor Lebih Tinggi Dibanding Impor

Tingkat ekspor di negara maju lebih tinggi dibandingkantingkat impor karena
unggulnya SDM dan teknologi yang dimiliki. Selain itu, negara tersebut juga sangatbaik
dalam memanfaatkan hasil SDA untuk kemakmurannegara.

Hal ini terbukti dari Tiongkok yang kini menjadi negaraadidaya karena fokus pada
perdagangan dan berhasilmenjadi eksportir nomor 1 di dunia.

Persebaran Negara Maju Di Dunia

Benua Eropa : Inggris, Jerman, Swiss, Prancis, Italia, Denmark,Belanda, dan

sebagian besar negara Benua Eropa adalahnegara maju.

Benua Australia : Australia dan Selandia Baru

Benua Asia : Jepang, Korea Selatan, Singapura, Cina (Taiwandan Hongkong)

Benua Amerika : Kanada dan Amerika Serikat

Benua Afrika : (Belum ada negara di Benua Afrika yangtermasuk dalam negara
maju)

KARAKTERISTIK DAN PERSEBARAN BERKEMBANG DI DUNIA

1. Konsep Negara Maju dan Berkembang

Negara maju merupakan sebutan untuk negara yang menikmati standar hidup yang

relatif tinggi melalui teknologi tinggi dan ekonomi yang merata. Sedangkan negara

berkembang merupakan sebutan bagi negaradi dunia yang memiliki standar hidup yang relatif

rendah sektor industri yang kurang berkembang skor indeks pembangunan manusia berada

pada tingkat menengah ke bawah, serta rendahnya pendapatan perkapita.

2. Indikator Negara Maju dan Berkembang

Indikator:

a. Pertumbuhan Penduduk e. Tingkat Kesehatan

b. Tingkat Pendidikan f. Pendapatan Perkapita

c. Kesempatan Kerja g. Penguasaan Teknologi

d. Mata Pencaharian

3. Ciri-ciri Negara Berkembang
Ciri-ciri negara berkembang antara lain sebagai berikut:

 Pertanian termasuk peternakan dan perikanan hanya untuk memenuhi kebutuhan sendiri dan
keluarga.

 Pada umumnya aktivitas masyarakat menggunakan sarana dan prasarana tradisional.
 Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi berdasarkan pengalaman dan lamban.
 Pendapatan relatif rendah.
 Pendidikan penduduknya rata-rata rendah.
 Sifat penduduk kurang mandiri.
 Sangat tergantung pada alam.
 Tingkat pertumbuhan penduduk tinggi.
 Angka harapan hidup rendah.
 Intensitas mobilitas rendah.
4. Persebaran Negara Berkembang

Negara-negara Berkembang sebagian besar terletak di Belahan Bumi Bagian Selatan,
meliputi Benua Afrika, Benua Asia, dan Benua Amerika.
1. Benua Asia

1. Asia Tengah, yaitu Kazakhstan, Uzbekistan, Turkmenistan, Tajikistan, Kirgizstan,
dan Afganistan.

2. Asia Selatan, yaitu Bangladesh, India, Pakistan, Nepal, Bhutan, dan Sri Lanka.
3. Asia Barat, yaitu Irak, Iran, Turki, Arab Saudi, Yaman, Oman, Lebanon, dan

Suriah.
4. Di Asia Tenggara, yaitu Indonesia, Malaysia, Laos, Filipina, Thailand, Myanmar,

Kamboja, Vietnam, Brunei Darussalam, dan Timor Leste.
2. Benua Amerika

1. Amerika Tengah, yaitu Meksiko, Guatemala, Honduras, El Salvador, Panama,
Belize, dan Kosta Rika.

2. Kepulauan Karibia, yaitu Kuba, Haiti, Republik Dominica, dan Jamaika.
3. Amerika Selatan, yaitu Bolivia, Ekuador, Brasil, Kolombia, Venezuela, Argentina,

Chili, Uruguay, Paraguay, dan Peru.
3. Benua Afrika

1. Afrika Utara, yaitu Sudan, Aljazair, Libiya, Chad, Niger Mesir, Maroko, Sahara
Barat, dan Tunisia.

2. Afrika Timur, yaitu Ethiopia, Tanzania, Somalia, Madagaskar, Kenya, Zimbabwe,
Uganda, Malawi, Burundi, Rwanda, Jibuti, Reunion, Komoro, Mauri Tius, dan
Seychelles.

3. Afrika Barat, yaitu Mauritania, Nigeria, Pantai Gading, Burnika Faso, Guinea,
Ghana, Senegal, Benin, Sierra Leone, Togo, Guinea, Bissau, Gambia, dan Tanjung
Verde.

4. Afrika Tengah, yaitu Kongo, Angola, Zambia, Republik Afrika Tengah, Kamerun,
Kongo, Gabon, dan Sao Tome and Principe.
5) Afrika Selatan, yaitu Afrika Selatan, Namibia, Mozambik, Botswana, Lesotho,
dan Swaziland.
Contoh negara-negara berkembang yaitu Indonesia, Malaysia, Laos, Filipina,
Thailand, Myanmar, Kamboja, Vietnam, Brunei Darussalam, Timor Leste,
Kazakhstan, Uzbekistan, Turkmenistan, Tajikistan, Kirgizstan, Afganistan, India,
Meksiko, Uruguay, Paraguay, Argentina, Mesir, dan Maroko.

5. Dampak Negara Berkembang
1. Dampak Positif
a. Mendorong pertumbuhan ekonomi negara, pemerataan pendapatan masyarakat, dan
stabilitas ekonomi nasional.
b. Mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam negeri, terutama
dalam bidang sektor industri. Dengan munculnya teknologi baru dapat membantu
dalam memproduksi barang lebih banyak dengan waktu yang singkat.
c. Mempercepat pembangunan ekonomi.
2. Dampak Negatif
a. Munculnya ketergantungan dengan negara maju.
b. Terjadinya persaingan yang tidak sehat, karena pengaruh perdagangan bebas.
c. Bila tidak mampu bersaing maka pertumbuhan perekonomian negara akan semakin
rendah dan bertambahnya pengangguran dalam negeri.
d. Mendorong masyarakat memiliki ancaman gaya hidup konsumtif.
e. Pasar dalam negeri dikuasai produk asing.

Regionalisasi Kawasan Dunia Berdasarkan Pusat Pertumbuhan Ekonomi
1. BENTUK- BENTUK REGIONALISASI KAWASAN DUNIA BERDASARKAN

PUSAT PERTUMBUHAN EKONOMI
A. Masyarakat Ekonomi Eropa (MEE) / European Economic Community (EEC) /
Uni Eropa (European Union)

MEE adalah organisasi kawasan yang bertujuan menyatukan ekonomi negara-
negara anggotanya (27 negara). Negara yang termasuk di dalamnya:
Irlandia, Inggris, Prancis, Portugal, Spanyol, Italia, Yunani, Australia, Belgia,
Luksemburg, Jerman, Belanda, Denmark, Swedia, Finlandia, Polandia, Ceko,
Hongaria, Slovenia, Siprus, Malta, Slovakia, Latvia, Lithuania, Estonia, Portugal.

Tujuan MEE:
1. Menciptakan kerja sama ekonomi negara-negara Eropa
2. Meningkatkan Perdagangan Bebas
3. Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi
4. Meningkatkan solidaritas
B. ASEAN Free Trade Area (AFTA) dan Masyarakat Ekonomi ASEAN
(MEA)/ASEAN Economic Community (AEC)

1. AFTA
Asean Free Trade Area (AFTA) adalah bentuk kerja sama perdagangan dan

ekonomi yang disepakati oleh negara-negara dalam wilayah ASEAN. AFTA berdiri
pada 28 Januari 1992 di Singapura, pada sidang KTT ASEAN keempat.
Anggota ASEAN berharap dengan berdirinya AFTA tercipta lingkungan perdagangan
bebas yang dapat menguntungkan seluruh negara anggota.

Pada awalnya, AFTA hanya terdiri dari enam negara anggota ASEAN, yaitu
Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand. Seiring
berjalannya waktu, negara lain seperti Vietnam, Laos, Myanmar, serta Kamboja ikut
bergabung dalam perjanjian ini.
2. Tujuan AFTA

Tujuan dari dibentuknya ASEAN free trade area atau AFTA adalah sebagai
berikut.

1. Menjadikan kawasan ASEAN sebagai tempat produksi yang kompetitif sehingga
produk ASEAN memiliki daya saing kuat di pasar global.

2. Menarik lebih banyak Foreign Direct Investment (FDI).
3. Meningkatkan perdagangan antarnegara anggota ASEAN atau disebut pula intra-

ASEAN Trade (Tim Kemdikbud, 2017, hlm. 189).
3. MEA

MEA mulai digaungkan pada Desember tahun 1997 dalam KTT
ASEAN yang diselenggarakan di Kota Kuala Lumpur, Malaysia. Dalam KTT
tersebut disepakati adanya ASEAN Vision 2020 yang intinya
menitikberatkan pada pembentukan kawasan ASEAN yang stabil, makmur,
dan kompetitif dengan pertumbuhan ekonomi yang adil dan merata serta
dapat mengurangi kemiskinan dan kesenjangan sosial.

Pada bulan Oktober 2003 ketika KTT ASEAN di Bali, Indonesia
menyatakan bahwa Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) menjadi tujuan
dari integrasi ekonomi regional di kawasan Asia Tenggara yang akan
diberlakukan pada tahun 2020. Namun, nyatanya tahun 2015 MEA sudah
mulai diberlakukan.

Hal tersebut sesuai dengan Deklarasi Cebu yang merupakan salah satu
hasil dari KTT ASEAN ke-12 pada Januari 2007. Pada KTT tersebut para

pemimpin Negara-negara ASEAN sepakat untuk mengubah ASEAN menjadi
daerah dengan perdagangan bebas baik dalam bentuk barang, jasa, investasi,
tenaga kerja profesional, dan aliran modal (dana).
4. Tujuan MEA

Tujuan utama MEA 2015 adalah ingin menghilangkan secara
signifikan hambatan-hambatan kegiatan ekonomi lintas kawasan tersebut.
Menurut Tim Kemdikbud (2017, hlm. 187) tujuan tersebut
diimplementasikan melalui 4 pilar utama, yakni sebagai berikut.
1. MEA akan dijadikan kawasan yang memiliki perkembangan ekonomi merata, dengan

memprioritaskan Usaha Kecil Menengah (UKM). Kemampuan daya saing dan
dinamisme UKM akan ditingkatkan dengan memfasilitasi akses mereka terhadap
informasi terkini, kondisi pasar, dan pengembangan sumber daya manusia yang dalam
hal ini berarti peningkatan kemampuan, keuangan, serta teknologi.

2. Pembentukan MEA sebagai kawasan ekonomi dengan tingkat kompetisi yang tinggi,

yang memerlukan suatu kebijakan yang meliputi competition policy, consumer
protection, Intellectual Property Rights (IPR), taxation, dan E-Commerce. Diharapkan
tercipta iklim persaingan yang adil melalui perlindungan berupa sistem jaringan dari
agen-agen perlindungan kompetisi, perlindungan konsumen; mencegah terjadinya
pelanggaran hak cipta; menciptakan jaringan transportasi yang efisien, aman, dan
terintegrasi; menghilangkan sistem Double Taxation, serta meningkatkan perdagangan
dengan media elektronik berbasis online (E-Commerce).

3. MEA sebagai pasar tunggal dan basis produksi internasional (single market and

international production base) dengan elemen aliran bebas barang, jasa, investasi,
tenaga kerja terdidik, dan aliran modal yang lebih bebas.

4. MEA akan diintegrasikan secara penuh terhadap perekonomian global dengan cara

membangun sebuah sistem untuk meningkatkan koordinasi terhadap negara-negara
anggota. Selain itu, akan ditingkatkan partisipasi negara-negara di kawasan Asia
Tenggara pada jaringan pasokan global melalui pengembangkan paket bantuan teknis
kepada negara-negara Anggota ASEAN yang kurang berkembang.

5. Asia-Pasific Economic Cooperation (APEC)

Perubahan di Uni Soviet dan Eropa Timur merupakan salah satu latar

belakang berdirinya APEC. Runtuhnya Uni Soviet dengan sistem ekonomi

komunis yang tertutup secara bertahap diikuti oleh negara Eropa Timur yang

berubah menjadi sistem ekonomi liberal dan bebas. Kemudian munculah

kesadaran bahwa pada dasarnya setiap negara saling membutuhkan. Pada saat

itu sedang berlangsung perundingan di Uruguay yang melatarbelakangi

terbentuknya WTO. Karena kekhawatiran gagalnya perundingan tersebut,

kemudian terbentuklah APEC.

Organisasi APEC diprakarsai perdana Menteri Australia Bob Hawke

ketika berpidato di SEOUL tahun 1989. Pada akhir tahun 1989, 12 negara

yang hadir di Canbera sepakat mendirikan APEC.

6. Tujuan Asia-Pasific Economic Cooperation (APEC)

Menurut Tim Kemdikbud (2017, hlm. 189) tujuan pembentukan APEC adalah

sebagai berikut.

1. Meningkatkan kesejahteraan dan pertumbuhan ekonomi di kawasan Asia Pasifik dan

meningkatkan kerja sama ekonomi melalui peningkatan volume perdagangan dan

investasi.

2. Memperjuangkan kepentingan ekonomi di kawasan Asia Pasifi k.

3. Tempat usaha negara maju untuk membantu negara berkembang.

4. Meningkatkan perdagangan dan investasi antaranggota.

5. Menjalankan kebijakan ekonomi secara sehat dengan tingkat infl asi rendah.

6. Mengurangi dan mengatasi sengketa ekonomi perdagangan.

7. NAFTA

American Summit di Chili pada April 1988 menjadi latar sejarah berdirinya

NAFTA. Pertemuan ini membahas tentang budaya, perjalanan, hingga cyberspace.

Kerja sama yang dijalin Amerika Serikat dan Kanada menarik minat Meksiko untuk

terlibat dalam kerja sama tersebut.

Pada September 1998, Meksiko akhirnya menandatangani Declaration and

Memorandum of Understanding yang meresmikan masuknya Meksiko ke dalam

NAFTA. Kesepakatan untuk membuat perdagangan bebas ditetapkan pada 12 Januari

1992. Namun, NAFTA baru beroperasi secara resmi pada 1 Januari 1994.

8. Tujuan Didirikannya NAFTA
1. Meningkatkan kegiatan ekonomi para anggota.
2. Mengusahakan standarisasi barang-barang yang diperdagangkan.
3. Meningkatkan pelayanan pada konsumen dengan mengutamakan aspek
keselamatan, kesehatan, dan ramah dengan lingkungan.
4. Mengatur keseimbangan ekspor dan impor antar anggota.


Click to View FlipBook Version