The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Buku ini membahas ontologi, konstruksi, dan dimensi pesan dalam komunikasi.

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by andhinitasyam, 2023-07-13 05:20:51

FILSAFAT KOMUNIKASI

Buku ini membahas ontologi, konstruksi, dan dimensi pesan dalam komunikasi.

1 | F i l s a f a t K o m u n i k a s i


2 | F i l s a f a t K o m u n i k a s i FILSAFAT KOMUNIKASI ONTOLOGI, KONSTRUKSI DAN DIMENSI PESAN KOMUNIKASI Penulis Andhini Tasya Maulita Editor Andhini Tasya Maulita Cover Andhini Tasya Maulita Dosen Pengampu Abu Amar Bustomi, M.Si PROGRAM STUDI ILMU KOMUNIKASI FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI AMPEL SURABAYA 2023


3 | F i l s a f a t K o m u n i k a s i KATA PENGANTAR Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Puji syukur atas kehadirat Allah SWT atas segala limpahan rahmat dan hidayah-Nya kepada sehingga Penulis mampu menyelesaikan penyusunan tugas Mini book mata kuliah Filsafat Komunikasi untuk memenuhi penugasan Ujian Akhir Semester dengan judul “ONTOLOGI, KONSTRUKSI DAN DIMENSI PESAN KOMUNIKASI” dapat diselesaikan tepat waktu dan tanpa suatu halangan yang berarti. Besar harapan Penulis Mini book ini dapat bermanfaat dan menambah ilmu serta wawasan bagi para pembaca. Kegiatan penyusunan Mini book ini memberikan Penulis tambahan ilmu pengetahuan yang dapat bermanfaat bagi kehidupan. Saya sampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada dosen pengampu mata kuliah Filsafat Komunikasi Bapak Abu Amar Bustomi, M.Si., teman saya dan juga semua pihak yang turut membantu dalam proses penyusunan makalah ini. Saya menyadari dalam makalah ini masih terdapat begitu banyak kekurangan dan kesalahan baik dari isinya maupun struktur penyusunannya, oleh karena itu saya sangat mengharapkan kritik dan saran positif untuk perbaikan di kemudian hari. Demikian semoga makalah ini memberikan manfaat, umumnya kepada para pembaca dan khususnya bagi penyusun sendiri. Aamiin. Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Surabaya, 2 Juli 2023 Penulis, Andhini Tasya Maulita


4 | F i l s a f a t K o m u n i k a s i DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ...................................................................................................................3 DAFTAR ISI..................................................................................................................................4 BAB I ..............................................................................................................................................5 A. DEFINISI FILSAFAT.......................................................................................................5 B. DEFINISI KOMUNIKASI ..............................................................................................6 C. FILSAFAT KOMUNIKASI.............................................................................................8 BAB II...........................................................................................................................................11 A. ONTOLOGI DAN FILSAFAT KOMUNIKASI.........................................................11 BAB III.........................................................................................................................................14 A. KONSTRUKSI KOMUNIKASI...................................................................................14 B. KONTRUKSI PESAN KOMUNIKASI.......................................................................15 BAB IV .........................................................................................................................................18 A. DIMENSI PESAN KOMUNIKASI..............................................................................18 B. HUBUNGAN ONTOLOGI, KONSTRUKSI DAN DIMENSI PESAN KOMUNIKASI .......................................................................................................................19 DAFTAR PUSTAKA..................................................................................................................21


5 | F i l s a f a t K o m u n i k a s i BAB I KONSEP DASAR FILSAFAT KOMUNIKASI A. DEFINISI FILSAFAT Filsafat sendiri berasal dari bahasa Yunani yaitu philosophia, terdiri dari kata philos yang memiliki arti cinta atau sahabat dan kata sophia yang berarti kebijaksanaan, kearifan dan pengetahuan. Jadi, philosophia berarti cinta pada kebijaksanaan dan atau cinta pada kebenaran ilmu pengetahuan. Berikut ini akan disajikan beberapa definisi dari filsafat. Pertama, filsafat merupakan sekumpulan sikap dan kepercayaan terhadap kehiduan dan alam yang biasanya diterima secara tidak kritis. Kedua, filsafat adalah suatu proses kritik atau pemikiran terhadap kepercayaan dan sikap yang sangat dijunjung tinggi. Ini adalah arti yang formal dari "berfilsafat". Dua arti filsafat, "memiliki dan melakukan", tidak dapat dipisahkan sepenuhnya satu dari lainnya. Oleh karena itu, jika tidak memiliki suatu filsafat dalam arti yang formal dan personal, seseorang tidak akan dapat melakukan filsafat dalam arti kritik dan reflektif (reflective sense). Ketiga, filsafat adalah usaha untuk mendapatkan gambaran keseluruhan. Filsafat berusaha untuk mengombinasikan hasil bermacam-macam sains dan pengalaman kemanusiaan sehingga menjadi pandangan yang konsisten tentang alam. Seorang ahli filsafat ingin melihat kehidupan, tidak dengan pandangan seorang saintis, seorang pengusaha atau seorang seniman, akan tetapi dengan pandangan yang menyeluruh, mengatasi pandangan-pandangan yang parsial. Keempat, filsafat adalah sebagai Analisa logis dari bahasa serta penjelasan tentang arti dan konsep. Kelima, filsafata adalah sekumpulan problemaproblema yang langsung mendapat perhatian dari manusia dan dicarikan jawabannya oleh ahliahli filsafat. Banyak para ahli memberi penjelasan dan definisi mengenai filsafat. Namun, terdapat keragaman dalam memberikan pengertian dan merumuskan definisi tersebut. Hal ini terjadi karena masing-masing ahli filsafat atau filsuf itu mempunyai konsep yang berbeda dengan filsuf yang lain dan memiliki dasar pemikiran dan pandangan yang berbeda pula. Kita perlu memahami perbedaan tersebut dengan seksama untuk memperoleh wawasan pengetahuan yang luas dan mendalam. Berikut akan dijelaskan definisi filsafat menurut para ahli: 1. Plato (427-348 SM) Filsuf Yunani yang termasyhur, murid dari Socrates dan guru Aristoteles ini mendefiniskan filsafat adalah pengetahuan yang berminat mencapai kebenaran yang asli.


6 | F i l s a f a t K o m u n i k a s i 2. Aristoteles (382-322 SM) Mendefinisikan filsafat adalah sebuah Ilmu pengetahuan yang meliputi kebenaran mengenai ilmu-ilmu metafisika, logika, retorika, politik dan estetika. Menurut dia ilmu filsafat itu adalah ilmu mencari kebenaran pertama, ilmu tentang segala yang ada yang menunjukkan ada yang mengadakan sebagai penggerak pertama 3. Al-Farabi (870-950). Filsuf terbesar sebelum Ibnu Sina memberi definisi bahwa filsafat adalah ilmu pengetahuan tentang alam yang maujud dan bagaimana hakekat yang sebenarnya. 4. Rene Descartes (1590-1650), seorang tokoh utama Renaissance, mendefinisikan filsafat adalah kumpulan segala pengetahuan dimana Tuhan, alam dan manusia menjadi pokok penyelidikannya. 5. Immanuel Kant (1724-1804), seorang filsuf yang sering disebut raksasa pikir Barat mendefinisikan filsafat adalah ilmu pokok dan pangkal segala pengetahuan yang mencakup di dalamnya empat persoalan, yaitu: Metafisika, menjawab apa yang dapat kita ketahui. Etika, menjawab apa yang boleh kita kerjakan. Agama, menjawab sampai dimana harapan kita. Antropologi, menjawab apa yang dinamakan manusia. 6. Theodore Brameld, mendefinisikan filsafat merupakan usaha yang gigih dari orangorang biasa maupun orang-orang cerdik pandai untuk membuat kehidupan sedapat mungkin dapat dipahami dan bermakna Definisi-definisi tersebut di atas menunjukkan bahwa filsafat mencoba untuk mencari, menyelidiki dan mengetahui apa hakekat sebenarnya segala sesuatu yang ada ini. B. DEFINISI KOMUNIKASI Pengertian komunikasi dapat dilihat dari segi Bahasa atau etimologi dan dilihat dari segi istilah atau terminologi. Secara etimologi, menurut Raymond S. Ross yang dikutip oleh Deddy Mulyana dalam buku Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar mengemukakan bahwa, komunikasi atau communication dalam Bahasa inggris berasal dari kata latin communicatio, dan bersumber dari kata communis yang berarti sama. Sama di sini maksudnya adalah sama makna. Hal yang senada diungkapkan oleh Hafied Cangara, komunikasi berpangkal pada perkataan Latin communis yang artinya membuat kebersamaan atau membangun kebersamaan antara dua orang atau lebih. Sedangkan secara terminology, banyak ahli yang mendefinisikan komunikasi dengan sudut pandang masing-masing. Deddy Mulyana dalam bukunya Ilmu Komunikasi Suatu


7 | F i l s a f a t K o m u n i k a s i Pengantar memberikan beberapa definisi komunikasi secara istilah yang dikemukakan beberapa pendapat ahli, yakni: 1. Theodore M.Newcomb, “Komunikasi merupakan setiap tindakan komunikasi dipandang sebagai suatu transmisi informasi, terdiri dari rangsangan yang diskriminatif, dari sumber kepada penerima.” 2. Carl.I.Hovland, “Komunikasi adalah proses yang memungkinkan seseorang (komunikator) menyampaikan rangsangan (biasanya lambing-lambang verbal) untuk mengubah prilaku orang lain (komunikate).” 3. Gerald R.Miller, “Komunikasi terjadi ketika suatu sumber menyampaikan suatu pesan suatu penerima dengan niat yang disadari untuk mempengaruhi perilaku penerima.” 4. Everett M.Rogers, “Komunikasi adalah proses dimana suatu ide dialihkan dari sumber kepada suatu penerima atau lebih, dengan maksud untuk merubah tingkah laku mereka.” 5. Raymond S.Ross, “Komunikasi (internasional) adalah suatu proses menyortir, memilih dan mengirimkan simbol-simbol sedemikian rupa sehingga membantu pendengar membangkitkan makna atau respons dari pikirannya yang serupa dengan yang dimaksudkan komunikator.” 6. Mary B. Cassata dan Molefi K. Asante, “(Komunikasi adalah) transmisi informasi dengan tujuan mempengaruhi khalayak” 7. Harold Laswell, “(cara yang baik untuk menggambarkan komunikasi adalah dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut) Who says what and with channel to whom with what effect? atau siapa yang mengatakan apa dengan saluran apa kepada siapa dengan pengaruh bagaimana. Dari beberapa pengertian di atas dapat dirangkum bahwa komunikasi adalah suatu proses dalam penyampaian pesan dari komunikator kepada komunikan dengan media tertentu yang berguna untuk membuat pemahaman yang sama di antara mereka, informasi yang disampaikan dapat memberikan edek tertentu kepada komunikan. Pada dasarnya, beberapa definisi yang sudah dikemukakan oleh para ahli, melihat bahwa komunikasi merupakan bentuk interaksi dalam penyampaian pesan yang dilakukan secara terus menerus kepada orang lain dengan mempunyai tujuan atau maksud tertentu. Ketika penyampaian pesan dalam berkomunikasi dilakukan dengan baik dan benar serta penerima dapat menerima pesan dengan baik, maka apa yang diharapkan dalam komunikasi tersebut


8 | F i l s a f a t K o m u n i k a s i tercapai. Tapi jika sebaliknya yang terjadi, pesan tidak tersampaikan dengan baik dan benar, penerima juga tidak bisa menerima pesan dengan baik sehingga menimbulkan yang Namanya miskomunikasi dan berujung jadi konflik. Dalam hal ini, proses komunikasi ada yang Namanya umpan balik untuk menentukan suatu komunikasi berjalan dengan baik. Ada beberapa alasan komunikasi menjadi penting dalam kehidupan manusia. Selain sebagai cara untuk berinteraksi dengan manusia lainnya, komunikasi menjadi penting karena dalam berinteraksi ada yang namanya pertukaran informasi. Melalui komunikasi dalam pertukaran informasi, manusia dapat berbagi pengetahuan, pengalaman, serta ide-ide dengan manusia lainnya. Dalam hal ini, manusia yang awalnya tidak tahu akan suatu hal menjadi tahu karena mendapat pengetahuan baru. Yang kedua sebagai upaya untuk memperkuat suatu hubungan. Manusia yang pada dasarnya adalah makhluk sosial pasti sangat membeutuhkan hubungan bai kantar sesamanya. Komunikasi antar pribadi yang baik dapat membantu membangun sebuah hubungan relasi yang baik, saling percaya dan saling mendukung. Yang ketiga, sebagai upaya pengembangan diri. Dengan berkomunikasi dengan manusia lain, pribadi dapat mempelajari banyak hal yang berpengaruh dalam berkembangnya diri. Seorang individu dapat mempelajari ketrampilan sosial, memahami perspektif berbeda dan mengasah kemampuan berbicara dan mendengarkan. Dalam komunikasi juga memungkinkan suatu individu untuk menyampaikan gagasan, aspirasi, dan kebutuhan yang membantu individu dalam mencapai aktualisasi diri dan kesuksesan pribadi. C. FILSAFAT KOMUNIKASI Filsafat disebut mother of science atau induk dari segala Ilmu. Berbagai Ilmu terapan saat ini merupakan hasil dari buah pemikiran para filosop yang kemudian melahirkan beberapa cabang Ilmu pengetahuan. Komunikasi merupakan salah satu cabang Ilmu pengetahuan yang erat hubungannya dengan filsafat. Filsafat komunikasi adalah “disiplin ilmu yang menelah pemahaman secara fundamental, metodologis, sistematis, analistis, kritis, dan holistis mengenai teori dari proses komunikasi yang meliputi berbagai dimensi dan berdasarkan bidang, sifat, tatanan, tujuan, fungsi, teknik, dan metode komunikasi 1. Dalam bidang komunikasi, meliputi komunikasi sosial, komunikasi bisnis, komunikasi organisasional, komunikasi politik, komunikasi internasional, komunikasi anatarbudaya, komunikasi pembangunan, komunikasi tradisiomal dan lain sebagainya.


9 | F i l s a f a t K o m u n i k a s i 2. Dalam sifat komunikasi, meliputi komunikasi verbal dan nonverbal 3. Dalam tatanan kounikasi, meliputi komunikasi intrapersonal, interpersonal, kelompok, massa dan media. 4. Dalam tujuan komunikasi meliputi, mengubah sikap, mengubah opini, mengubah perilaku, mengubah masyarakat, dan lain-lain. 5. Dalam fungsi komunikasi, meliputi menginformasikan, mendidik, menghibur, memengaruhi, dan sebagainya. 6. Dalama Teknik komunikasi meliputi, komunikasi informatif, komunikasi persuasif, komunikasi pervasif, komunikasi koersif, komunikasi instruktif, hubungan manusiawi. 7. Dalam metode komunikasi meliputi, jurnalistik, hubungan masyarakat, periklanan, propaganda, perang urat saraf, perpustakaan, dan sebagainya. Dengan demikian, jelas bahwa filsafat komunikasi mencoba menelaah secara mendalam pemahaman (verstehen) seseorang atau kelompok dalam berkomunikasi, baik berkaitan dengan metodologi, sistematika, analisis, tingkat kekritisannya, dan keuniversalannya. Banyak ahli komunikasi yang mengungkap masalah filsafat komunikasi. Salah satunya adalah Richard L. Lanigan yang secara khusus membahas analisis filosofis mengenai komunikasi (philosophic analysis on communication). Lanigan menulis bahwa filsafat sebagai suatu disiplin, biasanya dikategorikan menjadi subbidang utama, terutama berkaitan dengan pertanyaan pokok: 1. Apa yang aku ketahui? (What do I know?) 2. Bagaimana aku mengetahuinya? (How do I know it?) 3. Apakah aku yakin? (Am I sure?) 4. Apakah aku benar? (Am I right?) Keempat pertanyaan di atas berkaitan langsung dengan penyelidikan yang sifatnya sistematis dan analitis. Pertanyaan tersebut dapat dijawab melalui berbagai disiplin, di antaranya adalah studi terhadap metafisika, epistemologi, aksiologi, dan logika Secara sederhana filsafat komunikasi jika di hubungkan dengan kata ilmu memiliki arti yaitu suatu filsafat yang mencoba mengkaji ilmu komunikasi dari ciri-ciri dan cara-cara memperolehnya Filsafat ilmu komunikasi di antaranya akan memberikan pertanyaan: Bagaimana ilmu komunikasi dapat berkembang? Siapa yang menentukan arah perkembangan


10 | F i l s a f a t K o m u n i k a s i ilmu komunikasi? Bagaimana ilmu komunikasi dapat muncul? Apakah kemunculan ilmu komunikasi merupakan suatu kebetulan saja dan merupakan gejala historis? Apakah ilmu komunikasi memiliki suatu metode yang sama dengan ilmu lainnya? Muhammad Mufid menjelaskan bahwa filsafat komunikasi merupakan ilmu yang mengkaji setiap aspek dari komunikasi dengan menggunakan pendekatan dan metode filsafat sehingga didapatkan penjelasan yang mendasar, utuh, dan sistematis seputar komunikasi. Berdasarkan uraian di atas, bisa ditarik kesimpulan bahwa filsafat komunikasi adalah suatu pengetahuan yang menelaah secara mendasar mengenai keilmuan komunikasi dari historisnya, teori-teorinya, metode-metodenya, prinsip-prinsip metodologi yang digunakan, sampai pada semua hal yang terkait pada cakupan komunikasi


11 | F i l s a f a t K o m u n i k a s i BAB II ONTOLOGI A. ONTOLOGI DAN FILSAFAT KOMUNIKASI Secara bahasa, ontologi berasal dari bahasa Yunani “ontos’ dan “logos”. Ontos berarti “yang ada” sedangkan logos berarti “ilmu”. Ontologi merupakan ilmu yang berbicara mengenai yang ada. Secara istilah, ontologi merupakan ilmu tentang hakikat yang ada sebagai yang ada (being qua being). Ontologi adalah suatu cabang ilmu filsafat yang membahas mengenai realitas. Realitas sendiri merupakan kenyataan, dimana kenyataaan itu merupakan suatu kebenaran. Dalam filsafat komunikasi tentu berkaitan dengan elemen komunikasi, antara lain bahasa, umpan balik dan efek sesuai dengan sudut panadanf ontologi. Ontologi Sebagian besar berhubungan dengan eksistensi manusia. Isu-isu ontologi dianggap penting karena memuat bagaimana cara penyusun teori mengonseptualisasikan komunikasi tergantung bagaimana komunikator dipandang. Ontologi membangun pemahaman lebih dalam mengenai elemen komunikasi. Ontologi komunikasi biasanya timbul dari kebutuhan untuk memahami esensi komunikasi. Beberapa asumsi ontologis yang sering diangkat dalam kajian komunikasi antara lain realitas ada di luar diri manusia, manusia sebagai makhluk sosial, komunikasi sebagai proses konstruksi realitas, bahasa sebagai konstituen utama dalam komunikasi, dan komunikasi sebagai proses transaksi. Selain itu, komunikasi melibatkan proses konstruksi pesan yang kompleks oleh karena itu pesan komunikasi tidak hanya terdiri dari kata-kata, tetapi juga bisa nonverbal, konteks, gaya bahasa, dan pemahaman bersama. Ontologi komunikasi mencakup pengkajian tenteang pengirim pesan, yakni elemen komunikasi yang bertanggung jawab dalam menyampaikan pesan kepada penerima. Dalam ontologi komunikasi, pengirim pesan dapat dianalisis dari berbagai perspektif, seperti tujuan komunikasi, pengetahuan, keyakinan, dan sikap yang dimiliki oleh pengirim. Pengkajian ontologi tentang pengirim pesan membantu kita memahami bagaimana pengirim mempengaruhi cara pesan disampaikan dan diterima oleh penerima. Selanjutnya, ontologi komunikasi mempelajari penerima pesan sebagai yang menerima dan memproses pesan yang disampaikan oleh pengirim. Dalam ontologi komunikasi, penerima pesan dianalisis dengan mempertimbangkan karakteristik pribadi, pengetahuan, pengalaman,


12 | F i l s a f a t K o m u n i k a s i dan konteks penerima. Ontologi komunikasi membantu kita memahami bagaimana penerima memahami, menginterpretasi, dan merespons pesan yang diterimanya. Selain itu, ontologi komunikasi juga melibatkan pemahaman tentang pesan itu sendiri. Pesan adalah inti dari proses komunikasi, dan ontologi komunikasi membantu kita memahami aspek-aspek pesan yang relevan. Pesan komunikasi dapat berupa informasi, gagasan, emosi, atau pesan lainnya yang ingin disampaikan oleh pengirim kepada penerima. Ontologi komunikasi membahas tentang isi pesan, struktur pesan, serta cara pesan tersebut diproduksi dan disampaikan kepada penerima. Ontologi komunikasi dapat membahas isi pesan, struktur pesan, serta bagaimana pesan dikonstruksi dan diproduksi oleh pengirim. Analisis ontologi pesan membantu kita memahami bagaimana makna pesan dibangun dan dipahami oleh penerima. Selanjutnya, saluran komunikasi juga menjadi fokus dalam ontologi komunikasi. Saluran komunikasi adalah media atau sarana yang digunakan untuk menyampaikan pesan. Saluran komunikasi dapat berupa komunikasi verbal, nonverbal, atau bahkan melalui teknologi informasi seperti telepon atau internet. Ontologi komunikasi membantu kita memahami bagaimana saluran komunikasi memengaruhi penyampaian dan interpretasi pesan. Misalnya, saluran komunikasi yang digunakan dapat mempengaruhi cara pesan dipahami dan mungkin juga mempengaruhi efektivitas komunikasi. Konteks komunikasi juga menjadi perhatian utama dalam ontologi komunikasi. Ontologi komunikasi mengakui bahwa komunikasi selalu terjadi dalam konteks tertentu, yang meliputi faktor sosial, budaya, historis, dan lingkungan. Konteks komunikasi mempengaruhi cara pesan dipahami, diterima, dan ditafsirkan oleh penerima pesan. Penerapan ontologi komunikasi memberikan kontribusi penting dalam pemahaman dan analisis komunikasi. Dengan memiliki kerangka kerja ontologi yang terstruktur, peneliti dapat mengidentifikasi elemen-elemen komunikasi yang relevan, menjelaskan hubungan antara elemen tersebut, dan mengembangkan model yang dapat digunakan untuk memahami dan menganalisis perilaku komunikasi dalam berbagai konteks. Beberapa asumsi ontologis yang sering diangkat dalam kajian komunikasi antara lain: 1. Realitas ada di luar diri manusia. Asumsi ini mengatakan bahwa realitas yang ada di luar diri manusia memiliki keberadaan yang independen dari diri manusia. Oleh karena itu, dalam komunikasi, terdapat pengertian bahwa pesan yang disampaikan oleh komunikator harus memiliki kesesuaian dengan realitas yang ada.


13 | F i l s a f a t K o m u n i k a s i 2. Manusia sebagai makhluk sosial. Asumsi ini mengatakan bahwa manusia sebagai makhluk sosial tidak bisa dipisahkan dari hubungan sosial yang membentuknya. Oleh karena itu, dalam komunikasi, manusia selalu terlibat dalam proses interaksi sosial dan membutuhkan interaksi sosial untuk menjalin hubungan sosial yang bermakna. 3. Komunikasi sebagai proses konstruksi realitas. Asumsi ini mengatakan bahwa manusia tidak hanya menerima informasi dari realitas yang ada di luar dirinya, tetapi juga aktif dalam membangun realitasnya sendiri melalui proses komunikasi. Oleh karena itu, komunikasi dapat dianggap sebagai proses konstruksi realitas bersama yang melibatkan interaksi antara pengirim dan penerima pesan. 4. Bahasa sebagai konstituen utama dalam komunikasi. Asumsi ini mengatakan bahwa bahasa sebagai sistem simbolik merupakan konstituen utama dalam proses komunikasi manusia. Oleh karena itu, pemahaman pesan dalam komunikasi sangat bergantung pada pemahaman bahasa yang digunakan dalam proses komunikasi. 5. Komunikasi sebagai proses transaksi. Asumsi ini mengatakan bahwa dalam komunikasi, terdapat proses transaksi yang melibatkan pertukaran pesan antara komunikator dan komunikan yang saling mempengaruhi satu sama lain. Oleh karena itu, dalam proses komunikasi, terdapat interaksi dua arah yang melibatkan feedback dari penerima pesan. Asumsi ontologis ini dapat bervariasi tergantung pada sudut pandang dan teori komunikasi yang digunakan. Beberapa asumsi ontologis yang mungkin termasuk: 1. Komunikasi sebagai proses pengiriman pesan. Komunikasi sebagai proses di mana pesan atau informasi dikirim dari sumber ke penerima melalui saluran tertentu. 2. Komunikasi sebagai proses sosial. Komunikasi sebagai proses yang terjadi dalam konteks sosial, yang melibatkan interaksi antara orang-orang dalam sebuah sistem sosial. 3. Komunikasi sebagai proses penyampaian makna. Komunikasi sebagai proses di mana makna dipertukarkan antara orang-orang melalui bahasa, simbol, atau tanda. 4. Komunikasi sebagai dasar dari sistem sosial. Komunikasi sebagai dasar dari sistem sosial, di mana individu membangun hubungan dan interaksi sosial melalui pertukaran pesan. 5. Komunikasi sebagai konstruksi realitas. Komunikasi sebagai proses yang membantu membangun realitas sosial dan menghasilkan konsep-konsep seperti identitas, kebenaran, dan makna.


14 | F i l s a f a t K o m u n i k a s i BAB III KONTRUKSI KOMUNIKASI A. KONSTRUKSI KOMUNIKASI Konstruksi komunikasi merupakan pendekatan dalam Ilmu komunikasi yang memandang komunikasi sebagai proses sosial yang melibatkan pembangunan atau konstruksi makna oleh para partisipan komunikasi. Pendekatan ini menekankan bahwa makna dalam komunikasi tidak ditemukan secara objektif, namun dibangun secara bersama-sama melalui interaksi dan interpretasi sosial. Dalam konstruksi komunikasi, para partisipan komunikasi turut andil dalam membangun dan memaknai pesan-pesan yang disampaikan. Makna pesan dibentuk melalui proses interpretasi yang melibatkan pemahaman individu, pengalaman dan konteks sosial. Pendekatan konstruksi komunikasi menyoroti urgensi dari bahasa, simbol dan tanda-tanda dalam membangun makna. Bahasa serta simbol-simbol yang digunakan dalam komunikasi dapat membantu proses penyampaian sebuah pesan, pengungkapan pikiran dan emosi, serta membentuk persepsi dan pemahaman bersama. Konstruksi komunikasi melibatkan nonverbal cue atau isyarat nonverbal, seperti Gerakan tubuh dan ekspresi wajah yang memberikan informasi tambahan dalam memahami sebuah pesan. Pendekatan konstruktif dalam ilmu komunikasi mengakui bahwa pesan komunikasi tidak semata-mata mencerminkan realitas objektif, namun juga terkait dalam representasi makna yang subjektif dan interpretasi para partisipan komunikasi. Konstruksi komunikasi mempertimbangkan peran aktif peserta dalam membangun pesan, memilih kata-kata dan menggunakan simbol untuk menyampaikan maksud komunikasi. Dalam praktik komunikasi sehari-hari, pemahaman tentang konstruksi komunikasi dapat membantu individu untuk menjadi lebih sadar akan peran bahasa, simbol, dan konteks dalam pembangunan pesan yang efektif. Selain itu, konstruksi komunikasi juga melibatkan pemahaman tentang peran teks dan konteks dalam membentuk makna. Teks merujuk pada pesan, dokumen, media, atau bentuk komunikasi lainnya yang digunakan dalam proses komunikasi. Konstruksi dalam ilmu komunikasi juga melibatkan proses pengorganisasian dan pengkategorian informasi. Individu dan kelompok mengorganisasikan informasi dan pengalaman mereka dalam kerangka konseptual yang berbeda-beda. Mereka memberikan makna pada informasi dan mengkategorikan pengalaman berdasarkan pemahaman mereka


15 | F i l s a f a t K o m u n i k a s i tentang dunia. Proses ini membentuk cara pandang, keyakinan, dan nilai-nilai yang mempengaruhi cara individu dan kelompok berinteraksi dan memahami realitas sosial. Penerapan konstruksi dalam ilmu komunikasi memberikan kontribusi yang signifikan dalam memahami bagaimana komunikasi membentuk realitas sosial. Memahami konstruksi komunikasi juga dapat membantu dalam memecahkan masalah komunikasi, mengelola konflik, dan meningkatkan pemahaman antarindividu. B. KONTRUKSI PESAN KOMUNIKASI Konstruksi pesan komunikasi merujuk pada proses pembentukan dan penyusunan pesan yang dilakukan oleh pengirim dalam komunikasi. Konstruksi pesan komunikasi melibatkan pemilihan simbol-simbol, pengaturan informasi, dan penggunaan strategi komunikasi yang tepat untuk mencapai tujuan komunikasi yang diinginkan. Berikut adalah beberapa aspek yang terkait dengan konstruksi pesan komunikasi: 1. Pemilihan simbol-simbol Pengirim pesan memilih simbol-simbol yang akan digunakan untuk menyampaikan pesannya. Simbol-simbol ini bisa berupa kata-kata, bahasa tubuh, gambar, suara, atau tanda-tanda lainnya. Pemilihan simbol-simbol ini didasarkan pada konteks, audiens, dan tujuan komunikasi yang diinginkan. 2. Pengaturan informasi Pengirim pesan perlu mengatur informasi yang akan disampaikan agar pesan menjadi jelas dan terstruktur. Pengaturan informasi melibatkan penyusunan pesan dalam urutan yang logis, pengelompokan ide-ide yang terkait, dan memberikan penekanan pada poin-poin penting. Pengirim juga perlu memperhatikan kejelasan dan kekompleksan pesan agar dapat dipahami oleh penerima. 3. Gaya dan tone komunikasi Pengirim pesan memilih gaya komunikasi yang sesuai dengan konteks dan audiens yang dituju. Gaya komunikasi mencakup aspek-aspek seperti formalitas atau informalitas, keakraban atau kewenangan, dan kehangatan atau kejelasan. Tone komunikasi mencerminkan sikap atau perasaan pengirim terhadap pesan yang disampaikan. 4. Penggunaan strategi persuasive Dalam beberapa kasus, pengirim pesan dapat menggunakan strategi persuasif untuk mempengaruhi sikap, keyakinan, atau tindakan penerima. Strategi persuasif melibatkan


16 | F i l s a f a t K o m u n i k a s i penggunaan logika, bukti, emosi, otoritas, atau sumber daya lainnya untuk membujuk penerima menerima pesan atau mengambil tindakan tertentu. 5. Adaptasi kepada audiens Pengirim pesan perlu mempertimbangkan karakteristik dan kebutuhan audiens saat mengkonstruksi pesan. Ini termasuk pemilihan bahasa yang cocok, penyampaian informasi yang relevan dengan kepentingan dan latar belakang audiens, dan penggunaan strategi yang sesuai untuk mempertahankan minat dan keterlibatan mereka. Konstruksi pesan komunikasi dipengaruhi oleh faktor-faktor sosial, budaya, dan psikologis yang kompleks. Pertama yaitu dari faktor sosial. Dari faktor sosial itu sendiri ada norma sosial dan peran sosial. Norma sosial dalam suatu kelompok atau masyarakat mempengaruhi cara orang berkomunikasi. Norma-norma ini mencakup aturan-aturan tentang cara berbicara, berpakaian, berinteraksi, dan sebagainya. Pesan komunikasi dikonstruksi dengan mempertimbangkan norma-norma ini agar sesuai dengan harapan sosial. Sedangkan dari faktor peran sosial yang dimainkan oleh individu dalam suatu konteks juga mempengaruhi konstruksi pesan komunikasi. Seseorang yang berada dalam peran otoritas mungkin menggunakan bahasa yang lebih formal dan mengungkapkan pesan dengan sikap yang lebih serius, sedangkan seseorang yang berada dalam peran yang lebih santai mungkin menggunakan bahasa yang lebih informal dan mengungkapkan pesan dengan sikap yang lebih santai pula. Yang kedua yaitu dari faktor budaya. Dari faktor budaya sendiri ada nilai dan kepercayaan serta bahasa dan simbol yang mempengaruhi konstruksi pesan komunikasi. Nilai dan kepercayaan memaknai bahwa budaya mempengaruhi konstruksi pesan komunikasi melalui nilai-nilai dan kepercayaan yang dianut oleh suatu kelompok atau masyarakat. Nilainilai ini mencakup apa yang dianggap penting, seperti kehormatan, kerjasama, atau individualisme. Pesan komunikasi dapat mencerminkan dan dipengaruhi oleh nilai-nilai ini. Faktor budaya yang kedua yaitu bahasa dan symbol. Bahasa dan simbol yang digunakan dalam suatu budaya juga berpengaruh besar dalam konstruksi pesan komunikasi. Cara kata-kata, frasa, dan simbol-simbol dikonstruksi dan digunakan dapat sangat berbeda antara budayabudaya yang berbeda. Hal ini dapat menyebabkan perbedaan dalam pemahaman dan interpretasi pesan komunikasi. Yang terakhir yaitu faktor psikologis. Dari faktor psikologis sendiri ada pengalaman individu serta motivasi dan emosi yang mempengaruhi konstruksi pesan komunikasi.


17 | F i l s a f a t K o m u n i k a s i Pengalaman hidup dan latar belakang individu memainkan peran penting dalam konstruksi pesan komunikasi. Pengalaman masa lalu, nilai-nilai pribadi, dan kepercayaan pribadi mempengaruhi pemilihan kata, struktur pesan, dan cara menyampaikannya. Motivasi dan emosi individu juga mempengaruhi konstruksi pesan komunikasi. Misalnya, seseorang yang memiliki motivasi untuk meyakinkan orang lain mungkin menggunakan argumen dan strategi persuasif dalam pesan komunikasinya. Emosi seperti kegembiraan, kemarahan, atau kesedihan juga dapat mempengaruhi cara pesan disampaikan dan diterima. Secara keseluruhan, faktor sosial, budaya, dan psikologis saling berinteraksi dalam konstruksi pesan komunikasi. Masing-masing faktor ini mempengaruhi pilihan bahasa, simbol, nilai-nilai, norma sosial, dan pengalaman pribadi dalam proses komunikasi.


18 | F i l s a f a t K o m u n i k a s i BAB IV DIMENSI PESAN KOMUNIKASI A. DIMENSI PESAN KOMUNIKASI Dimensi pesan dalam komunikasi mengacu pada banyak aspek atau elemen yang berkaitan dengan pesan komunikasi. Pemahaman tentang dimensi pesan ini membantu kita untuk menganalisis pesan secara komprehensif. Dimensi-dimensi ini juga membantu dalam memahami kompleksitas pesan dan mempengaruhi cara pesan dipahami, ditafsirkan, dan diterima oleh penerima. Berikut merupakan beberapa dimensi pesan komunikasi: 1. Dimensi Verbal dan Nonverbal Dimensi verbal merujuk pada penggunaan kata-kata atau bahasa yang digunakan dalam pesan. Hal ini mencakup pemilihan kata, struktur kalimat, gaya bahasa dan suasana verbal yang mampu mempengaruhi makna pesan. Sedangkan dimensi nonverbal merujuk pada isyarat nonverbal seperti ekspresi wajah, bahasa tubuh, Gerakan, kontak mata dan intonasi suara juga penggunaan suara lainnya. Dimensi ini memberikan tambahan informasi yang mengiringi pesan verbal, serta dapat mempengaruhi pemahaman dan interpretasi pesan. 2. Dimensi Kualitatif dan Kuantitatif Dimensi kualitatif merujuk pada aspek subjektif pesan, seperti emosi, nilai-nilai, preferensi dan sikap yang terkandung di dalamnya. Dimensi ini erat kaitannya dengan bagaimana pesan mempengaruhi penerima secara pribadi dan bervariasi tergantung pada persepsi dan interpretasi individu. Dimensi kuantitatif merujuk pada informasi yang dapat diukur secara objektif, seperti fakta, angka, statistic dan data lainnya. Dimensi ini memberikan komponen faktual atau empiris dalam pesan yang diverifikasi atau dibandingkan. 3. Dimensi Intensitas Emosional Dimensi ini merujuk pada tingkat emosi atau afeksi yang terkandung dalam pesan. Pesan dalam komunikasi dapat memiliki intensitas emosional yang tinggi atau rendah , tergantung pada konteks dan niat pengirim. 4. Dimensi Pemilihan Kata dan Gaya Bahasa Dimensi ini merujuk kepada penggunaan kata dan gaya bahasa pada pesan yang akan disampaikan. Pilihan kata yang tepat dapat mempengaruhi pemahaman, mempersuasif atau


19 | F i l s a f a t K o m u n i k a s i efektivitas pesan. Penggunaan gaya bahasa dapat membentuk cintra dan persepsi pengirim pesan. 5. Dimensi Sintaksis dan Struktur Pesan Dalam dimensi ini merujuk pada tata bahasan dan struktur pesan. Bagaimana pesan disusun dengan kalaimat atau paragraph, bagaimana informasi diorganisir, serta penggunaan tanda baca merupakan aspek-aspek yang termasuk dalam dimensi ini. B. HUBUNGAN ONTOLOGI, KONSTRUKSI DAN DIMENSI PESAN KOMUNIKASI Ontologi, konstruksi, dan dimensi pesan komunikasi saling terkait dan saling mempengaruhi dalam konteks studi komunikasi. Adapun keterkaitan antara tiga elemen pesan komunikasi yaitu sebagai berikut: 1. Ontologi dan Konstruksi Ontologi berhubungan dengan sifat dasar dari realitas atau keberadaan, sementara konstruksi mencakup proses sosial dalam membangun realitas sosial melalui interaksi komunikasi. Ontologi mempengaruhi cara kita memahami realitas dan pandangan dunia yang mendasari komunikasi kita. Sementara itu, konstruksi berbicara tentang bagaimana realitas sosial dibangun melalui simbol-simbol, norma, dan nilai-nilai yang digunakan dalam komunikasi. Konstruksi sosial mencerminkan pemahaman dan interpretasi bersama dari realitas berdasarkan ontologi yang dipahami oleh individu dan masyarakat. 2. Ontologi dan Dimensi Pesan Komunikasi Ontologi mempengaruhi pemilihan simbol-simbol dalam pesan komunikasi. Pandangan dunia yang dipahami oleh pengirim pesan akan memengaruhi pilihan dan makna simbol-simbol yang digunakan dalam pesan. Misalnya, ontologi yang menganggap realitas sebagai konstruksi sosial akan mempengaruhi penggunaan simbol-simbol yang mencerminkan perspektif tersebut. 3. Konstruksi dan Dimensi Pesan Komunikasi Konstruksi sosial memainkan peran penting dalam penyusunan pesan komunikasi. Pengirim pesan membangun pesan mereka berdasarkan norma-norma sosial, nilai-nilai, dan interpretasi bersama. Konstruksi ini mempengaruhi pengaturan informasi, gaya bahasa, pemilihan kata, dan strategi komunikasi yang digunakan dalam pesan.


20 | F i l s a f a t K o m u n i k a s i 4. Ontologi, Konstruksi, dan Dimensi Verbal dan Nonverbal Ontologi mempengaruhi pemilihan simbol-simbol verbal dan nonverbal dalam pesan komunikasi. Konstruksi sosial yang didasarkan pada ontologi tertentu akan mempengaruhi cara simbol-simbol ini dipilih, digunakan, dan diinterpretasikan oleh pengirim dan penerima pesan.


21 | F i l s a f a t K o m u n i k a s i DAFTAR PUSTAKA Dewi, R. S. (2021). Ilmu Dalam Tinjauan Filsafat : CENDEKIA : Jurnal Studi Keislaman, 7, 177–183. Effendy, Onong Uchjana Halim, M. A. (1981). Dimensi-dimensi Komunikasi. Bandung: Alumni, 1981. Effendy, O. U. (2003). Ilmu, Teori dan Filsafat Komunikasi. Citra Aditya, 17–54. Effendy, O. U., & Surjaman, T. (2011). Ilmu komunikasi: teori dan praktek. PT Remaja Rosdakarya. https://books.google.co.id/books?id=O272ngEACAAJ Godfrey-Smith, P. (2021). Theory and Reality: An Introduction to the Philosophy of Science, Second Edition. University of Chicago Press. https://books.google.co.id/books?id=h3AyEAAAQBAJ Karimah, K. El, & Wahyudin, U. (2010). Filsafat dan etika komunikasi : aspek ontologis, epistimologis dan aksiologis dalam memandang ilmu komunikasi. Bandung: Widya Padjajaran, 2010. Poedjiadi, A., & dan Al Muchtar, S. (2014). Modul Pengertian Filsafat. Repository UT, 1–29. Prof. Dr. Alo Liliweri, M. S. (2010). Komunikasi Serba Ada Serba Makna. Kencana Prenada Media Group. https://books.google.co.id/books?id=MBZNDwAAQBAJ Rahardjo, T. (2013). Konstruksi Teori (Komunikasi) dalam Logika Hypothetico-Deductive. Jurnal ILMU KOMUNIKASI, 8(2). https://doi.org/10.24002/jik.v8i2.172 Trisiana, A., Kaswadi, D. A., & Wulandari, E. (2019). Pentingnya Komunikasi. Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan, 6(2). Vardiansyah, D. (2017). Ontologi Ilmu Antarmanusia Komunikasi : Usaha Pesan. Jurnal Komunikologi, 14(2), 1–7.


Click to View FlipBook Version