The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by nailahkhairiyah29, 2022-10-17 07:30:10

Kembalilah Seperti Dulu

cerpen informatika TERBARU-4

Kembalilah Seperti Dulu

Kembalilah
Seperti Dulu

CERPEN BY:
NAILAH KHAIRIYAH

i

Kembalilah Seperti Dulu

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kepada tuhan
yang maha esa. Atas rahmatnya saya bisa
menyelesaikan cerpen ini.

Dalam cerpen saya sudah berusaha
semaksimal mungkin sesuai kemampuan saya
sebagai penulis. Namun saya sebagai manusia
biasa tak luput dari kesalahan baik dalam
penulisan dan tata bahasa.

Saya menyadari tanpa adanya arahan dari
guru dan masukan nya mungkin tidak mungkin
saya dapat menyelesaikan tugas cerpen ini.
Cerpen ini bukan semata-mata untuk menulis
cerita fiksi sesaat tapi saya juga ingin
membangun minat baca siswa/i sebagai motivasi
untuk kedepannya. Untuk itu saya sebagai penulis
mengucapkan terimakasih kepada semua pihak
yang terlibat, sehingga saya bisa menyelesaikan
cerpen ini.

Jakarta,17, Oktober, 2022

i

Kembalilah Seperti Dulu

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR..................................................... i
DAFTAR ISI................................................................ ii
KATA MOTIVASI ..................................................... iii
BAB 1.............................................................................. 1
“KEMBALI BERTEMU ................................................ 1
BAB 2 ............................................................................. 7
“DIJEMPUT ................................................................. 7
BAB 3 ........................................................................... 11
“MULAI CURIGA”..................................................... 11
BAB 4 ........................................................................... 15
“KILAS BALIK" ......................................................... 15
BAB 5 ........................................................................... 21
“PENYESALAN & BAIKAN” ................................... 21
BIOGRAFI PENULIS................................................ iv

ii

Kembalilah Seperti Dulu

KATA MOTIVASI

Jangan pernah merasa segala Sesutu berjalan
begitu cepat atau lambat. Karena ada waktu yang

tepat untuk semua orang, setiap momen itu
berharga bahkan yang sulit sekalipun.
~Jennie Kim~

iii

Kembalilah Seperti Dulu

BAB 1

“KEMBALI BERTEMU”

Suatu hari seorang gadis bernama Jinni , ia
sedang dirumah bersama aasisten ruma tangganya
yang sering di panggil bi Yura, kedua orang tuanya
sedang bekerja. Jinni baru saja pulang dari sekolah,
di rumah yang megah itu hanya ada kesunyian. Jinni
berada di kamarnya, ia sedang mengerjakan tugas
dan menyetel lagu kesukaannya. Saat Jinni sedang
mengerjakan tugas ia mendengar bel rumahya
berbunyi dan jini pun langsung keluar kamarnya dan
ternyata bi Yura sudah membuka kan pintunya dan
jinni masuk lagi ke kamarnya.
“eh neng iren sama wedi udah datang yaudah yuk
masuk” ujar bi Yura. Dan mereka pun masuk dengan
koper dibawa masuk oleh supir.

Mereka berjalan ke ruang keluarga mereka
duduk dan meminum minman yang sudah disiapkan
oleh bi Yura. Sebelum Iren dan Wedi bi Yura sudah
di kasih tau sama mama dan ayahnya kalau
anaknya akan dating, dan Cuma jinni yang tidak tau.
“ iya mam Iren sama Wedi baru sampe rumah, mam
jangan khawatir, udah ya kita mau istirahat dulu"

1

Kembalilah Seperti Dulu

ucap seorang yang berambut hitam dan menutup
teleponnya sedangkan seorang yang berambut
coklat sedangmemakan cemilan yang ada di meja.

Setelah selesai dengan urusannya, mereka
masuk ke dalam kamar yang sudah dirapih kan oleh
bi Yura. Dan tak lama setelah Iren dan Wedi masuk
ke kamarnya Jinni keluar kamarnya untuk
mengambil minum, saat di dapur jinni melihat bi Yura
sdang mencuci gelas yang tadi habis di pakai Iren
dan Wedi. Jinni pun bertanya kepada bi Yura.

“bi tadi siapa yang dateng?”

“ oh itu tamu nya mama neng” bi Yura juga sudah di
wanti-wanti agar tidak memeberi tau Jinni. Dan Jinni
pun kembali ke kamarnya.

Malam pun tiba orang tua Jini sudah pulang
dan memanggil jini untuk makan malam bersama.
Jini pun keluar dari kamarnya dan menuju ruang
makan, saat sudah tiba Jini melihat orang tuanya
beserta dua orang yangdia kira tamu mama nya.

“ayo sayang sini kita makan” ucap ibu Jini

Jini hanya mengangguk dan duduk di kursi
kosong, makan malam pun berjalan dengan hikmat.
Selesai makan ibu nya Jini, memberikan jini sebutir
pil dan menyuruh jini untuk meminumnya, kedua
orang yang tadi datang itu menatap keduanya
bingung, kenapa jini di beri sebutir pil tapi keduanya
seolah tidak melihatnya.

2

Kembalilah Seperti Dulu

Setelah makan malam, mereka kumpul di
ruang keluarga sambil berbincang, karena itu sudah
menjadi tradisi di keluarga mereka. Jinni fokus
menonton tv, tanpa di sadari Jinni di perhatikan oleh
kedua kakaknya . Tiba-tiba Jinni merasa sesak di
dada nya dan ia langsung pamit sama orang tuanya
untuk kekamarnya. Orang tuanya tidak menyadari
kalau muka jini sudah pucat tapi salah satu dari
tamu tersebut menyadarinya, ia khawatir namun ia
segera menghilangkan rasa khawatir itu.

Di kamar Jinni segera meminum obat yang
ada di laci samping kasurnya. Setelah merasa
sudah tidak sakit lagi, Jinni menangis di balik
selimutnya ia merasa dirinya tidak berguna, saat
tangisnya sudah mereda ia langsung tertidur.

Paginya Jinni bersiap-siap untuk sekolah,
saat sudah di ruang makan ia melihat sudah ada
salah satu kakaknya dan ayah nya mereka sedang
mengobrol, Jinni langsung menyapa ayah nya dan
orang yang Jinni anggap tamu itu

“pagi ayah, pagi k-kak" Jinni gugup saat menyapa
kakaknya itu.

“pagi anak ayah, sini duduk bareng sama kakak
kamu, oia kamu inget gak sama kedua kakak
kamu?, yang ini namanya Wedi dulu kamu
panggilnya kak ana, kakak kamu yang satunya lagi
bantu mama bikin sarapan buat kita namanya iren
dulu kamu panggilnya kak Rere”

3

Kembalilah Seperti Dulu

Tiba-tiba sekelibat ingatannya muncul dan
membuat kepalanya sakit, ayahnya yang melihat itu
langsung panik dan segera mengambil obat yag
kemaren Jinni minum dan segera memberikan ke
jinni. Sedangkan Wedi hanya diam, ia tidak tau
harus melakukan apa pada sang adiknya.

Setelah Jinni meminum obatnya tidak lama
mama beserta Iren dateng membawa piring yang
berisi makanan dan menaruhnya di meja. Mama
yang melihat Jinni pucat pun panik dan segera
menghampiri Jinni, tangan nya mengusap kepala
jinni yang berdsandar di pundaknya. Ia tau sudah
apa yang terjadi jika Jinni kembali meminum
obatnya, itu karena Jinni yang sedang memikirkan
sesuatu yang berat.

“kamu mikirin apa nini? Jangan terlalu maksain
untuk mengingat. Kamukan tau akibatnya”

“enggak kok mah, tadi nini lagi dengerin papa cerita
tentang kakak, terus kepala nini tiba-tiba pusing”

“Udah nggak usah di pikirin, sekarang kita sarapan
aja”

Akhirnya mereka pun sarapan bersama,
setelah selesai makan, Jinni langsung berpamitan
sama mama nya, saat ia ingin pergi menyusul
ayanya ia mengingat kalua di samping mama nya
ada kedua kakak nya, inni tersenyum tipis namun
kedua kakak nya tidak perduli. Jinni pun langsung

4

Kembalilah Seperti Dulu

menyusul ayahnya. Saat di perjalanan jinni hanya
diem, ayah nya pun heran, karena biasanya jinni
banyak berbicara.

Saat sudah sampai disekolah Jinni pamit
kepada ayah nya segera turun menemui teman
teman yang sudah menunggunya di gerbang. Salah
satu dari teman jinni berlari dan berteriak kearah jinni

“JIINNIII AKHIRNYA KAMU DATANG” teriak nya
dan memeluk Jinni. Jinni membalas pelukan nya
dan mengucapkan.

“ih kaya udah gak ketemu lama saja” ucap Jinni
pada Alisa.

Akhirnya mereka pun menuju ke kelas,
kebetulan mereka juga satu kelas. Jinni dan Alisa
sudah bertemand sejak taman kanak-kanak. Alisa
yang tau kalau sahabatnya itu sedang dalam mood
yang buruk pun bertanya.

“Jin, lu kenapa dah? Gue liatin muka lu kusut amat
kaya gak di setrika’’

“ jangan panggil gue jin doing lilis, disangka gue
setan apa!’’

Alisa yang mendengar Jinni sudah
memanggilnya lilis pun mengetahui kalau
sahabatnya itu sedang tidak bisa diganggu dan ia
memilih diam, menunggu Jinni bercerita pada nya.
Saat sampai di kelas Jinni pun langsung duduk dan

5

Kembalilah Seperti Dulu

menelunkupkan kepalanya di atas meja. Tak lama
bunyi bel pun terdengar dan mereka pun belajar.

6

Kembalilah Seperti Dulu

BAB 2

“DIJEMPUT”

Bel pulang pun berbunyi, Jinni masih
mendiamkan Alisa yang sedari tadi memintanya
untuk menceritakan apa yang terjadi. Akhirnya Jinni
pun menyerah dan menceritakan kan apa yang
terjadi kemaren di rumahnya. Alisa yang
mendengarkan cerita Jinni pun tertegun.
“beneran kak Iren sama kak Wedi udah pulang, kan
katanya mereka mau menetap di Canada” Alisa
mengenal kedua kakak Jinni, tapi dia tidak
mengetahui kalau kakaknya menjauhi Jinni.

Jinni menganggukan kepalanya dan segera
meninggalkan Alisa sendirian di dalam kelas. Saat
jinni sudah di halaman sekolah, ia melihat mobil
yang biasa menjemputnya. Dan segera memasuki
mobil itu, tanpa melihat siapa yang menyetir dan
memejamkan matanya. Jinni merasa mobilnya tidak
berjalan, ia membuka mata nya dan betapa
kagetnya Jinni saat melihat seseorang di kursi
pengemudi. Ternyata yang menjemputnya bukan
supir yang biasa menjemputnya tapi kedua
kakaknya.

7

Kembalilah Seperti Dulu

Kedua kakaknya menatap Jinni dengan
tatapan datarnya, Jinni yang di tatap seperti itu pun
merasa canggung dan segera menutupi dirinya
dengan tas yang dia bawa. Kedua kakaknya
bingung kenapa Jinni menutupi dirinya dengan
tas.dan salah satunya menyadari kalau adiknya itu
ketakutan karena tatapan mereka. Dan Wedi yang
ada di samping Jinni pun mengelus kepala jinni, tapi
tatapannya tidak berubah. Jinni yang kepalanya
diusappun tertidur. Wedi yang melihat adiknya
tertidur pun segera mengambil tas Jinni dan
menggeser kepala jinni di pundaknya. Iren pun
segera menjalankan mobilnya kearah rumahnya.

Selama di perjalanan Iren dan Wedi sesekali
melihat ke arah Jinni yang tertidur, menurut mereka
gaya tidur Jinni itu sangat lucu. Dengan kepala yang
menyender di bahu Wedi dan mulut yang terbuka.
Saat sudah sampai di depan rumah, mereka pun
bingung karena Jinni yang sedang tertidur, Wedi
menepuk pelan bahu Jinni. Tapi bukannya bangun
Jinni malah memeluk Wedi, Wedi yang bingung
harus berbuat apa lagi agar Jinni terbangun dan ia
meminta bantuan kepada Iren tapi Iren langsung
meninggalkan Wedi bersama Jinni yang tertidur itu.

Tak lama Jinni pun terbangun dan ia melihat
di sampingnya ada kakak nya yang sedang
memainkan hp nya, Jinni yang merasa malu pada
wedi pun mengambil tasnya.

8

Kembalilah Seperti Dulu

“lain kali kalo mau tidur pake bantal, biar gak bikin
orang lain susah” celetuk Wedi dan segera turun dari
mobil.

Jinni menjadi merasa bersalah, karena
tertidur dipundak kakaknya itu, Jinni langsung keluar
dari mobil dan mengunci mobilnya. Saat Jinni masuk
rumahnya, ia melihat Iren sedang mengerjakan
tugas nya di laptop, saat Jinni melewati ruang makan
ternyata ada Wedi yang sedang menikmati
makanannya. Saat Jinni sedang mengambil gelas
tiba-tiba kepalanya pusing, gelas yang ada di
tangannya pun terjatuh dan jinni yang merasakan
pusing pun hampir jatuh namun tahan oleh Wedi.

Iren yang mendengar gelas pecah pun
langsung ke dapur dan melihat Wedi sedang
menahan Jinni yang terus memegangkan
kepalanya. Iren pun segera membantu Jinni duduk
sedangkan Wedi mengambilkan air buat Jinni. Jinni
yang melihat kedua kakaknya yang khawatir sama
dia pun merasa senang. Tapi kesenangannya itu
hanya sebentar karea ia merasakan dada nya sesak
dan ia langsung mencari pil yang ada di tas nya dan
meminumnya. Setelah sesak di dadanya sudah
hilang jinni pun pamit pergi ke kamarnya.

Iren dan wedi merasa kalau ada yang sedang
jinni tutupi dari mereka, tapi mereka pikir hanya hal
sepele dan Wedi membersihkan gelas kan yang

9

Kembalilah Seperti Dulu

pecah tadi, dan melanjutkan kegiatan yang sempat
tertunda.

Sedangkan Jinni di dalam kamar sedang
mengganti pakaian dan segera mengerjakan
tugasnya. Setelah tugasnya selesai jinni pun
membersihkan kamarnya, dan Jinni keluar dari
kamarnya dan melihat orang tua nya sudah pulang.

Mamanya sedang memasak makan malam
dan Jinni menawarkan diri untuk membantu
mamanya itu. Tak lama ada suara kakaknya yang
juga ingin membantu mamanya. Saat sedang masak
mama dipanggil ayah untuk membuatkan kopi
untuknya. Sisa lah Iren dan Jinni yang memasak ,
disana hanya ada keheningan, hingga tiba-tiba
tangan Iren tidak sengaja mengenai ujung panci dan
meringgis kesakitan. Jinni yang mendengar ringisan
kakaknya pun langsung menghampiri kakaknya dan
mengabil tangannya lalu membawanya ke
washtawel dan di alirkan air. Setelah dirasa cukup
pun jinni mengambil p3k dan mengobati tangan
kakaknya itu. Iren yang melihat itu pun tertegun,
karena adik nya sangat sigap mengobati lukannya.

10

Kembalilah Seperti Dulu

BAB 3

“MULAI CURIGA”

Setelah kejadian tadi pun, mereka
melanjutkan masakannya dan setelah makanan
sudah jadi mereka membawa makanannya di ruang
makan. Saat di ruang makan ternyata sudah ada
wedi dan mamanya. Mama melihat mereka berdua
pun terharu karena ia sudah lama tidak melihat
mereka akur.

Setelah semua nya sudah di ruang makan
pun memulai makannya. Saat semuanya sedang
makan tiba-tiba Jinni tersedak dan membuat
semuanya kaget dan Wedi yang berada di
sampingnya pun langsung memberikannya air.

Sehabis makan Jinni di berikan pil lagi dan
membuat kedua kakaknya curiga, karena mereka
sering melihat Jinni meminum pil itu. Wedi pun
membeeskansemua piring kotor dan mencucinya,
setelah selesai mencuci piring wedi pun ingin
kekamarnya iren tapi saat di depan kamar jinni, ia
mendengar suara benda-benda jatuh dan wedi
langsung menuju kekamar jinni, tapi saat wedi ingin
membuka pintunya ternyata pintu di kunci.

11

Kembalilah Seperti Dulu

Wedi langsung berlaari kearah kamar iren
dan menggetuk pintunya berkali-kali. Saat pintu
kamar ren terbuka Wedi pun langsung menarik
tangan iren menuju kamar Jinni. Iren yang bingung
kenapa dirinya di bawa di depan pintu Jinni pun
bertanya kepada Wedi.

“kenapa kakak di dibawa kesini Wed?”

“kak tadi aku denger suara benda-benda jatuh kak
dikamarnya’’

“mana gak ada suara apa-apa tuh di sini’ ucap Iren
dan langsung kembali kekamarnya.

Wedi yang masih di depan kamar Jinni pun,
Wedi merasa Jinni sedang dalam keadaan yang
tidak baik-baik saja. Ia masih khawatir dengan
keadaan Jinni, karena sempat melihat wajah pucat
Jinni. Dan Wedi pun pergi kearah kamarnya.

Besok harinya Wedi mendengar suara orang
tua nya yang memanggil-manggil Jinni, Wedi pun
segera keluar dari kamarnya dan menghampiri
orang tunya, ia melihat ayahnya sedang berusaha
mendobrak pintu kamar adiknya.

Saat pintunya terbuka, betapa kaget nya
mereka karena kamar Jinni yang berantakan,
barang-barang bercecer di lantai dan yang lebih
mengejutkannya lagi mereka melihat Jinni tergeletak
tak sadarkan diri di bawah Kasur dengan tangan

12

Kembalilah Seperti Dulu

yang memegang tabung pil dengan pil berceceran di
lantai.

Ayah pun langsung menggendong jinni dan
membawanya untuk pergi kerumah sakit dengan
mamanya yang mengikuti di belakanganya.
Sedangkan Wedi masih di dalam kamar jinni, ia
mengambil pil yang berserakan itu dan
menyimpannya di kantong bajunya dan segera
keluar dari kamar jinni. Saat menutup pintu ia di
peregoi oleh iren.

“ wed ngapain kamu disini?”

“itu kak si jinni pingsan dan sekarang lagi dibawa
sama mama dan ayah kerumah sakit”

“rumah sakit mana wed, ayo kita samperin” ucap
itren dengan nada panik

Wedi hanya menggelenkan kepalanya dan ia
menunjukan pil yang tadi ia bawa dari kamar jinni.
Dan ia memberi tau iren bahwa ia akan memeriksa
pil itu di apotek, Iren pun mengikuti rencana adiknya
itu. Mereeka pun bersiap-siap ke apotek.

Saat samapai di apotek dekat rumahnya,
ternyata tutup karena tempat nya sedang di
renovasi, akhirnya mereka mencari apotik yang jauh
dari rumahnya. Namun di jalan pun sangat macet.
Setelah sampai di apotek mereka lansung
menanyakan pada apoteker disana.

13

Kembalilah Seperti Dulu

Sedangkan keadaan jinni sekarang sudah
sadar, namun badannya masih lemas. Dan jinni
harus di rawat beberapa hari di rumah sakit. Tadinya
jinni ingin menolak namun orang tuanya
memaksanya agar tetap di rawat inap.

Iren dan wedi pun segeera pulang, dan
menanyakan kapan orang tuanya akan pulang.
Karena mereka ingin membicarakan suatu hal, yang
menyakut tentang jinni. Dan ayah nya bilang dia
akan pulang ssore hari nya sekalian mengabil
perlengkapan untuk jinni.

Setelah mereka menanyakan orang tua,
mereka merasa bersalah dengan jinni, karena telah
menjauhi adiknya itu padahal adik nya tidak salah.
Tapi karena sikap mereka yang cemburu jadi
mereka menyesalinya.

Iren dan wedi menunggu ayah nya pulang
dan tak lama ayah nya pun sampai. Mereka segera
meminta penjelasan ayahnya. Ayah pun mulai
menceritakan dari awal kejadian

14

Kembalilah Seperti Dulu

BAB 4

“KILAS BALIK"

Jadi Jinni terlahir prematur, saat usia
kandungan 7-8 bulan Sisca mama mereka kepeleset
di kamar mandi dan mengalami pendarahan
sehingga janinnya harus segera di lahirkan dan
akhirnya jinni lahir dengan kondisi jantung yang
lemah dan berat 2,1 kg. Setelah beberapa hari
kemudian kondisi jantung jinni semakin memburuk
sehingga harus di masukan di incubator. Dan
selama sebulan jinni harus berada di tempat itu,
setelah kondisi Jinni membaik akhirnya di
perbolehkan pulang. Karena terlalu khawatir kepada
jinni, tanpa disadari ayah dan mamanya jadi sedikit
melupakan kedua anaknya yang lain.

Iren dan wedi merasa orang tuanya sudah
jarang bermain dengan mereka pun merasa iri
dengan jinni, karena orang tuanya lebih perhatian
kepada jinni. Dan nenek nya memberi pengertian
kepada mereka, kalua jinni itu masih kecil dan harus
diperrhatiin oleh orang tua nya.

Saat usia jinni menginjak umur 8 tahun, iren
12 tahun dan wedi 10 tahun. waktu itu orang tua
mereka sedang bekerja dan dirumah hanya ada

15

Kembalilah Seperti Dulu

mereka dan asisten rumah tangganya. Setelah
pulang sekolah, mereka bertiga berkumpul di kamar
Iren dengan kegiatan masing-masing, Iren yang
sedang mengerjakan tugas melukisnya, wedi yang
mengerjakan pr matematikanya dan jinni yang
sedang menggambar.

Wedi yang sudah selesai mengerjakan pr
nyapun menghampiri Jinni dan mengajaknya
bermain, namun Jinni hanya mendiaminya. Wedi
kesel dengan Jinni dan akhirnya ia menjahili Jinni
namun tetap jinni tidak mengubrisnya dan akhirnya
ia mencoret gambar Jinni dan membuat Jinni kesel
dan akhirnya membalas Wedi dengan mencoret
tangannya dan Jinni lari karena Wedi membalasnya.
Dan terjadi lah aksi lari-larian, saat sedang mengejar
Wedi Jinni tidak menyadari kalau di depannya ada
Iren. Dan Jinni menabrak Iren yang sedang melukis,
cat yang di pegang iren pun terlempar ke lukisannya
sehingga membuat lukisan itu menjadi jelek. Jinni
jatuh meniban Iren. Iren mendorong badan Jinni
yang ada di atasnya lalu melihat lukisannya yang
menjadi jelek. Iren pun emosi dengan Jinni dan
akhirnya memarahi Jinni.

“ASTAGA, APA YANG KAMU LAKUKAN JINNI,
KAMU MEMBUAT LUKISAN KU RUSAK, SANA
KAMU KELUAR DARI KAMAR KU”

Jinni kaget karena tiba-tiba dibentak sama
Iren, ia yang baru bangun dari dorongan Iren dan ia

16

Kembalilah Seperti Dulu

pun menundukan muka nya dan keluar dari kamar
Iren. Wedi yang melihat adik nya di omelin oleh iren
pun memilih untuk diam, Ia merasa bersalah dengan
adik karena ini salahnya bukan salah adik nya.

Sedangkan Jinni diluar kamar Iren pun
menahan rasa sakit di dadanya, karena ia tidak
boleh kecapean namun ia malah lari-lari bersama
sang kakak. Tidak sengaja asisten rumah tangganya
lewat dan melihat keadaan jinni, lalu membawa jinni
ke kamarnya, yura atau asistenya memeberikan jinni
obat dan minum lalu menyuruh Jinni untuk
beristirahat.

Sedangkan Iren dan Wedi membereskan ke
kacauan di kamar iren, setelah selesai iren membuat
ulang lukisanya sedangkan Wedi memilih untuk
keluar dan menghampiri kamar Jinni. Dan Wedi
melihat adiknya tidur, ia menghela nafas lalu kelua
dari kamar Jinni.

Saat makan malam mereka di telepon oleh
kakek dan neneknya. Neneknya menyuruh mereka
untuk tinggal di Canada, namun ayahnya menolak
dngan alasan pekerjaannya. Tapi Iren bilang kepada
ayahnya kalau dia dan Wedi ingin tinggal bersama
nenek dan kakeknya. Wedi yang namanya di sebut
pun membulatkan matanya, saat ia ingin protes ia
melihat mata sang kakak yang sedang
memelototinya, akhirnya ia hanya mengikuti
kemauan sang kakak. Dan ayah nya pun

17

Kembalilah Seperti Dulu

membolehkan mereka untuk tinggal bersama kakek
nenek nya. Jinni yang ingin ikut pun tidak di izinkan
karena kesehatannya.

Kebesokan harinya ayah mengurus semua

surat kepindahan Iren dan Wedi. Setiap kali Wedi

tanya kenapa kakaknya itu ingin tinggal bersama

kakek neneknya pun hanya mendiaminya. Wedi

melihat Jinni sedang membaca pun

menghampirinya, saat Wedi duduk ia di panggil oleh

iren, dan langsung menghampiri Iren. Dan Iren

menyuruhnya untuk membereskan bajunya karena

besok mereka akan berangkat ke Canada. Sontak

Wedi kaget, karena secepat itu mereka akan pergi.

Wedi segera membereskan semua

perlengkapannya, sore nya Wedi selesai

membereskan semua dan kekamar adik nya.

Namun Jinni nya tidak ada dan mencarinya di setiap

ruangan yang ada di rumah nya dan akhirnya

menemukan jinni di kamar orang tuanya. Dan wedi

tak sengaja mendengar obrolan mereka.

“ma kok aku gak boleh ikut sama kakak sih, kan aku
mau ikut “ ucap Jinni dengan mulut yang cemerut.

“ nini gak kasian sama mama ya? Nanti kalo
semuanya tinggal sama nenek kakek nanti mama
sama ayah sama siapa? Terus juga kakak kamu kan
udah gede dan mereka memilih tinggal sama kakek
nenek jadi mama sama papa gak bisa melarang
mereka”

18

Kembalilah Seperti Dulu

Mendengar ucapan itu, Wedi merasa
mamanya tidak sayang lagi terhadap dirinya dan
sang kakak dan memilih pergi kekamar Iren. Wedi
tidak menceritakan apa yang ia dengar tadi, ia takut
kakanya akan sakit hati.

Seperti biasa saat makan malem hanya ada
keheningan, setelah selesai makan ayah nya pun
menanya kan kembali pada Iren dan Wedi apakah
mereka yakin akan tinggal bersama kakek dan
neneknya di Canada.

“ nak kalian yakin mau tinggal di Canada?”

“ yakin yah” ucap mereka berdua.

Dan setelah makan malam mereka kumpul
seperti biasa, namun tidak seperti biasanya, karena
Iren dan Wedi asik main berdua sedang kan jinni
fokus menonton tv. Dan orang tuanya sibuk dengan
pekerjaannya. Kemudian ayahnya menyuruh
mereka untuk tidur, karena besok mereka akan
mengantar Iren dan Wedi.

Besok paginya mereka pergi ke bandara
mengantar iren dan wedi. Saat di bandara iren dan
wedi memeluk mama nya dan mencium pipinya,
mama nya pun memberi nasehat agar tidak
menyusahkan kakek dan neneknya. Jinni yang ingin
memeluk kakak nya namun Jinni didorong pelan
oleh mereka. Akhirnya Iren, wedi dan ayahnya pun

19

Kembalilah Seperti Dulu

meninggalkan mereka. Ayahnya mengantar iren dan
wedi sampai ke Canada.

Setelah ayah dan kakak nya berangkat, jinni
dan mama nya pulang. Namun saat di jalan mobil
mereka di tabrak truk dan membuat mobil mereka
tergelincir. Mamanya mengalami patah tulang
kakinya dan benturan ringan di kepalanya,
sedangkan jinni badan nya terjepit diantara
dasboard dan kursi mobil serta benturan keras di
kepalanya.

Saat ayahnya sudah sampai di Canada ia
mengetahui bahwa istri dan anak nya kecelakaan
pun langsung memesan tiket pulang. karena
kejadian itu jinni mengalami hilang ingatan dan
jantung nya harus di pasang ring jantung.

20

Kembalilah Seperti Dulu

BAB 5

“PENYESALAN & BAIKAN”

Setelah mendengar cerita ayah nya Iren dan
Wedi menangis, dan mereka bersiap-siap untuk
pergi ke rumah sakit. Mereka membawakan baju
ganti untuk mamanya dan juga jinni. Ayah nya tidak
ikut karena akan berangkat kerja.

Iren dan Wedi berangkat ke rumah sakit
diantar supir. Selama di jalan mereka sesekali
menitikan air mata nya, mereka merenungi
kesalahan mereka. Setelah sampai di rumah sakit
Iren dan Wedi segera mencari kamar Jinni. Setelah
menemukannya mereka tidak langsung masuk tapi
mereka malah dorong-dorongan siapa yang masuk
duluan dan akhirnya iren pun mengalah.

Akhirnya mereka pun masuk, Jinni yang
melihat kedatangan kakaknya pun menutupi
mukanya dengan selimut. Mama nya sedang mandi,
jadi hanya ada mereka bertiga di ruangan itu.
Mereka hanya diam, karena tidak ada yang memula
percakapan, karena Wedi tidak suka dengan
keadaan yang canggung pun memulai obrolan
dengan Jinni.

21

Kembalilah Seperti Dulu

“ Jinni kakak minta maaaf ya sama kamu, kakak dulu
cemburu sama kamu” ucap Wedi sambil mengusap
kepala jinni.

Jinni yang merasakan usapan di kepalanya
pun membuka selimut nya dan menatap Wedi yang
ada disampingnya. Tanpa menjawab permintaan
maaf Wedi Jinni langsung memeluk tubuh Wedi dan
menangis. Wedi yang di peluk pun membalas
pelukan jinni dan iren yang meihat itu pun bergabung
dengan kedua adiknya. Mereka saling meminta
maaf satu sama lain. Mereka tidak menyadari kalua
mamanya sudah keluar dari kamar mandi dan
menatap mereka dengan tatapan terharu dan
bahagia. Dan ikut bergabung dengan anak-anaknya.

Setelah selesai berpelukan, Jinni menjadi
manja dengan kedua kakak nya. Gimana nggak
mereka sudah lama nggak ketemu, jadi wajar kalau
Jinni manja dengan kakaknya. Dan kakaknya pun
senang karena adiknya sudah memaafkan mereka.

SELESAI

22

Kembalilah Seperti Dulu

BIOGRAFI PENULIS

Penulis bernama
Nailah khairiyah, penulis
lahir pada tanggal 29
Agustus 2006, penulis
tinggal di JL.Dukuh RT 09/
RW 05 keluran Dukuh,
kecamatan Kramat jati,
Jakarta Timur. Penulis
tinggal bersama keluarga. Penulis pertama kali
masuk sekolah pada tahun 2010 masuk taman
kanak-kanak (TK) lalu melanjutkan Sekolah Dasar di
SDN Dukuh 01, melanjutkaan sekolah menengah
pertama di SMPN 263 Jakarta dan melanjutkan
melanjutkan sekolah di SMKN 66 Jakarta. Cita-cita
penulis ingin membuka usaha kue.

iv

Kembalilah Seperti Dulu

Kembalilah Seperti
Dulu

Kembalilah Seperti

Mengisahkan tentang sDeourluang bernama Jinni yang
dijauhi oleh kedua kakak nya tanpa tau
kesalahannya apa. Setelah beberapa tahun
kemudian kedua kakaknya pulang, namun tingkah
laku Jinni yang aneh membuat kedua kakaknya
penasaran dan mencari taunya. Apakah kedua
kakak Jinni akan menyesal?

v


Click to View FlipBook Version