S R A G E N MODUL PROJEK Negsas Bisa Fasilitator P5 Penyusun: SMP Negeri 1 Sidoharjo GAYA HIDUP BERKELANJUTAN Pengolahan Sampah Menjadi Pupuk Cair/Eco Enzym
A. INFORMASI UMUM a. Identitas Modul Nama penyusun : Fasilitator P5 Institusi : SMP Negeri 1 Sidoharjo Tahun disusunnya : 2022 Jenjang sekolah : SMP Fase : D Kelas : 7 Alokasi waktu : 100 JP Topik : Pengolahan Sampah Menjadi Eco Enzim b. Sarana dan Prasarana - Lembar Kerja peserta didik MODUL PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA (P5) TEMA: GAYA HIDUP BERKELANJUTAN Membuat Purwarupa sistem pengelolaan sampah di satuan pendidikan. (pengolahan sampah menjadi Pupuk Cair/Eco Enzym) Fokus : Pengembangan akhlak terhadap alam menghailkan karya dan tindakan yang orisinil. Informasi Umum
c. Alat - Botol, ember, toples. Bahan - Sisa-sisa sampah dapur seperti kulit apel, jeruk, nanas, pir, semangka, lemon, tapi jangan durian (kulit yang berbahan keras). d. Target Peserta didik Peserta didik reguler/tipikal : umum, tidak ada kesulitan dalam memaparkan objek atau peristiwa secara terperinci sehingga pembaca seolah-olah dapat merasakan langsung. e. Relevansi tema dan Topik Projek untuk satuan Pendidikan. - Kearifan Lokal - Bangun jiwa Raga - Berekayasa dan berteknologi bersinergi membangun NKRI f. Deskripsi Singkat Eco Enzyme ini pertama kali diperkenalkan oleh Dr. Rosukon Poompanvong yang merupakan pendiri Asosiasi Pertanian Organik Thailand. Gagasan proyek ini adalah untuk mengolah enzim dari sampah organik yang biasanya kita buang ke dalam tong sampah sebagai pembersih organik. Jadi eco enzyme adalah hasil dari fermentasi limbah dapur organik seperti ampas buah dan sayuran, gula (gula coklat, gula merah atau gula tebu), dan air. Warnanya coklat gelap dan memiliki aroma fermentasi asam manis yang kuat. Eco Enzyme bisa menjadi cairan multiguna dan aplikasinya meliputi rumah tangga, pertanian dan juga peternakan. Pada dasarnya, eco enzyme mempercepat reaksi bio-kimia di alam Komponen Inti
untuk menghasilkan enzim yang berguna menggunakan sampah buah atau sayuran. Enzim dari “sampah” ini adalah salah satu cara manajemen sampah yang memanfaatkan sisa-sisa dapur untuk sesuatu yang sangat bermanfaat. Cairan ini bisa menjadi pembersih rumah, maupun sebagai pupuk alami dan pestisidia yang efektif. g. Dimensi dan Subelemen dari Profil Pelajar Pancasila - Dimensi : Profil Pelajar Pancasila 1. Beriman, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan Berakhlak Mulia. 2. Bernalar kritis - Elemen Profil Pelajar Pancasila 1. Akhlak kepada alam 2. Memperoleh dan memproses informasi dan gagasan - Subelemen dari Profil Pelajar Pancasila 1. Menjaga Lingkungan Alam sekitar 2. Mengidentifikasi, mengklarifikasi, dan mengolah informasi dan gagasan h. Tujuan Spesifik 1. Mengurangi efek rumah kaca dan global warming 2. Membersihkan air yang tercemar 3. Memudahkan pertumbuhan tanaman dan mengobati tanah 4. Pengobatan Penyakit kulit 5. Alat Kebersihan Rumah tangga
i. Alur Kegiatan Projek Secara Umum Dimensi Profil Pelajar Pancasila terkait Elemen Profil peserta didik Pancas ila Subelemen Profil Pelajar Pancasila Target Pencapaian di akhir Fase D (SMP, 12‒15 tahun) Aktivit as Terkait Berima n, Bertak wa kepada Tuhan YME, dan Berakhl ak Mulia Akhlak kepada alam Menjaga Lingkungan Alam Sekitar Mewujudkan rasa syukur dengan berinisiatif untuk menyelesai kan permasalah an lingkungan alam sekitarnya dengan mengajuka n alternatif solusi dan mulai menerapka n solusi tersebut pada pengolaha n sampah Bernalar Kritis Memperoleh dan memproses informasi dan gagasan Mengidentifik asi, mengklarifika si, dan mengolah informasi dan gagasan Mengidentifikasi , mengklarifikasi, dan menganalisis informasi yang relevan serta memprioritaska n beberapa gagasan
j.Asesmen Asesmen diagnostik Dilakukan sebelum projek dimulai untuk mengukur kompetensi awal peserta didik yang dipakai untuk menentukan kebutuhan diferensiasi peserta didik, pengembangan alur dan kegiatan projek, dan penentuan perkembangan sub-elemen antarfase Tahap Pengenalan. Mengenali dan membangun kesadaran peserta didik terhadap isu pengelolaan sampah dan implikasi 1. Perkenalan: nya terhadap perubahan iklim 2. Eksplorasi Isu 3. Refleksi awal 4. Kunjungan ke TPA/ Bank Sampah Sirepi 5. Diskusi Kritis Perubahan Iklim dibumi, masalah Sampah dan Pengeloaan sampah Tahap Kontekstualisasi. mengontekstualisasi masalah di lingkungan terdekat 6. Pengumpulan, Pengorganisasian, Penyajian Data 7. Trash Talk: Sampah di Sekolahku 8. Pengorganisasian Data Secara Mandiri 9. Asesmen Formatif Presentasi: Sampah di Sekolahku Tahap aksi. bersama-sama mewujudkan pelajaran yang mereka dapat melalui aksi nyata
10. Poster Aksi Nyata Sayangi Sekolahku: Eksplorasi program Peranku dan Solusiku 11. Poster Aksi Nyata Sayangi Menentukan Karakteristik poster 12. Poster Aksi Nyata Sayangi Membuat Poster 13. Poster Aksi Nyata Sayangi Sekolahku: 14. Asesmen Formatif Simulasi Pameran Poster Aksi pengelolaan sampah yang ada Sekolahku dengan poster yang dibuat Tahap Refleksi dan Tindak Lanjut. Menggenapi proses dengan berbagi karya, evaluasi dan refleksi, serta menyusun langkah strategis 15. Asesmen Sumatif Poster Nyata Sayangi Sampah di Sekolah Diperayaan HUT sekolah 16. Asesmen Sumatif Evaluasi Solusi Yang Ditawarkan 17. Mari Beraksi Pameran Sambil Refleksi Aksi Mengelola Sekolahku 1. Rubrik Assesmen Beriman, Bertaqwa Kepada Tuhan YME Tabel 1. Rubrik Assesmen Beriman, Bertaqwa Kepada Tuhan YME No Aspek pengamatan Skor 1 2 3 4 1 Berdoa sebelum dan sesudah melakukan kegiatan projek 2 Mengucapkan rasa syukur atas karunia tuhan dengan adanya alam semesta 3 Memberi salam sebelum dan
sesudah menyampaikan pendapat atau presentasi 4 Mengungkapkan keagungan secara lisan terhadap ciptaan Tuhan berupa beraneka ragam tumbuhan (buah buahan) 5 Merasakan keberadaan dan kebesaran Tuhan saat mempelajari pembuatan Eco enzim 2. Rubrik Assesmen Bernalar Kritis Mengidentifik asi, mengklarifika si, dan mengolah informasi dan gagasan Menjelaska n alasan yang relevan dalam Penyelesai an masalah dan Pengambil an Keputusan Menjelaska n alasan yang relevan dan akurat dalam penyelesai an masalah dan pengambil an keputusan Membuktik an penalaran dengan berbagai argumen dalam mengambi l suatu simpulan atau keputusan . Menganalisi s dan Mengevalu asi penalaran yang Digunakann ya dalam menemuka n dan mencari solusi serta
mengambil Keputusan k. Pertanyaan Pemantik Disajikan vidio “Pemanasan Global” 1. Buka laman https://youtu.be/qtibq5NRUmE 2. Bisakah kita mengurangi pemanasan global? B. Pengayaan dan Remedial Kegiatan pembelajaran remedial dilaksanakan dalam bentuk: - Remidial dapat diberikan kepada peserta didik yang belum mencapai tujuan Pembelajaran. - Guru memberi semangat kepada peserta didik yang belum mencapai tujuan pembelajaran . - Guru akan memberikan tugas bagi peserta didik yang belum mencapai tujuan pembelajaran. Kegiatan pembelajaran pengayaan dilaksanakan dalam bentuk: - Pengayaan diberikan untuk menambah wawasan peserta didik mengenai materi projek yang dapat diberikan kepada peserta didik yang telah tuntas mencapai tujuan projek. - Pengayaan dapat ditagihkan atau tidak ditagihkan, sesuai kesepakatan dengan peserta didik.
C. Refleksi peserta didik dan guru. Refleksi peserta didik : - Terdapat pada setiap “refleksi diri” yang disampaikan di setiap akhir proyek. - Refleksi peserta didik dilaksanakan dengan cara mengadakan perayaan berupa penampilan produk hasil praktik pengolahan sampah menjadi ecoenzim, hasil ecoenzin yang dikemas dalam botol disajikan pada acara HUT sekolah bulan April. - Peserta didik juga menampilkan poster yang menyajikan proses pembuatan ecoenzim mulai dari penyiapan alat bahan sampai pemanenan hasil serta pengemasan pada acara HUT sekolah bulan April. Refleksi Guru : - Apakah peserta didik mampu menunjukkan pemahaman konsepberimanb bertaqwa kepada Tuhan YME dengan baik? - Apakah peserta didik mampu berpikir kreatif dengan baik? - Jika peserta didik mengalami kesulitan, bagaimana guru akan menindaklanjutinya? D. Lampiran Lembar Kegiatan Peserta didik (LKPD) KELOMPOK : KELAS : NAMA ANGGOTA : 1. 6. 2. 7. 3. 8. 4. 5. Lampiran
Managemen Pengolahan Sampah/limbah menjadi Eco Enzim Metode: Percobaan/demonstrasi Tujuan: Melaksanakan managemen pengolahan sampah menjadi eco enzim Alat dan bahan 1. Kulit buah / Bahan organik 2. Gula merah atau Gula aren / molase 3. Air 4. Toples bening 5. Pisau 6. Penggaris 7. Timbangan 8. Saringan 9. Botol kecil-kecil 10. Lakban Dengan perbandingan kulit buah (bahan organik) : Gula merah : Air = 3: 1: 10 Langkah kegiatan:
a. Timbang gula dengan menggunakan timbangan, gunakan gula merah / molase (selain gula putih). b. Gunakan bahan organik yang berasal dari sisa-sisa dapur seperti kulit apel, jeruk, nanas, pir, semangka, lemon, tapi jangan durian (kulit yang bertekstur keras), cuci semua bahan hingga bersih (Biji yang berukuran kecil masih bisa ikut dimasukkan asal jangan yang besar seperti biji mangga), haluskan bahan organik (sampah) dengan cara mencacah atau mengirisnya. c. Masukkan air dalam toles, kemudian campur gula hingga larut. d. Tuang semua bahan ke dalam toples. e. Tutup Toples dengan rapat serta lakban. f. Beri label pada toples yang sudah selesai tentang komposisi, tanggal pembuatan serta tanggal panen. g. Simpan di tempat yang kering dan sejuk dengan suhu dalam rumah. h. Biarkan selama 3 bulan, di minggu pertama akan ada banyak gas yang dihasilkan. Karena mulut toples memiliki permukaan lebar maka tutup tidak perlu dibuka. i. Kadang ada lapisan putih di permukaan larutan. Jika sejenis ulat muncul maka bersihkan, aduk rata kemudian tutup kembali. j. Setelah 3 bulan, saring eco enzyme menggunakan saringan. Residu dapat ditambahkan lagi dalam proses produksi baru namun dengan jumlah yang sedikit dan hanya sebagai tambahan bukan masuk dalam perbandingan bahan. Residu juga bisa dikeringkan, kemudian diblender dan dikubur di dalam tanah sebagai pupuk . k. Melakukan pemanenan serta pengemasan ecoenzim dalam botol kecil serta membuat label pada kemasan tersebut tentang komposisi, kegunaan dan tanggal penggunaan yang disarankan.
Tabel Pengamatan a. Tanggal pembuatan : b. Tanggal panen : c. Massa gula : ................................... gram d. Volume air : ................................... Liter e. Jenis bahan organik yang dimasukkan Jenis bahan organik yang dimasukkan Isikan hasil pengamatanmu dalam tabel berikut: No Jenis Kegiatan Hasil Pengamatan KET Bulan Pertama Minggu Bulan Kedua Bulan Ketiga pertama Minggu Ketiga
Buatlah analisis dari hasil percobaan yang kamu lakukan : Jawab : ……………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………… Buatlah kesimpulannya : Jawab : ……………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………… Lembar refleksi peserta didik Nama Fasilitator Kelompok Sangat setuju Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Aku terlibat aktif dalam projek ini Suasana projek membuatku bersemangat untuk belajar dan tahu lebih banyak Aku nyaman untuk mengungkapkan pendapat selama projek ini Pembelajaran dalam projek ini membekali diriku sebagai warga
yang baik Waktu projek memadai untuk aku memahami budaya yang ada di sekitarku Diskusi yang ada dikelompokku berjalan asyik dan membuat pengetahuanku kaa Fasilitator pada projek ini membantuku dalam belajar dan berproses Metode yang digunakan pada projek ini seru dan menyenangkan Keterampilanku bertambah pada projek ini Masukan / pendapat lain untuk projek ini: Berikan tiga kata yang menggambarkan projek ini Ket: Berilah tanda centang (˅) pada salah satu kotak jawaban yang tersedia
Lembar refleksi Guru Nama Siswa Sangat setuju Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Guru terlibat aktif dalam projek ini Guru membuat siswa bersemangat untuk belajar dan tahu lebih banyak Guru membuat nyaman siswa untuk mengungkapkan pendapat selama projek ini Guru memberi Pembelajaran dalam projek ini membekali siswa sebagai warga yang baik Guru memanagemen Waktu projek memadai untuk siswa memahami budaya yang ada di sekitar Guru memberi waktu diskusi untuk setiap kelompok Guru / Fasilitator pada projek ini membantu siswa dalam belajar dan berproses Guru menggunakan Metode yang digunakan pada projek ini dengan seru dan menyenangkan
Guru memberi Keterampilan bertambah pada projek ini Masukan / pendapat lain untuk projek ini: Berikan tiga kata yang menggambarkan projek ini Ket: Berilah tanda centang (˅) pada salah satu kotak jawaban yang tersedia Bahan Bacaan Guru dan peserta didik Apa itu Eco Enzim? Eco Enzim ini pertama kali diperkenalkan oleh Dr. Rosukon Poompanvong yang merupakan pendiri Asosiasi Pertanian Organik Thailand. Gagasan proyek ini adalah untuk mengolah enzim dari sampah organik yang biasanya kita buang ke dalam tong sampah sebagai pembersih organik. Jadi Eco Enzim adalah hasil dari fermentasi limbah dapur organik seperti ampas buah dan sayuran, gula (gula coklat, gula merah atau gula tebu), dan air. Warnanya coklat gelap dan memiliki aroma fermentasi asam manis yang kuat. Eco Enzim bisa menjadi cairan multiguna dan aplikasinya meliputi rumah tangga, pertanian dan juga peternakan. Pada dasarnya, Eco Enzim mempercepat reaksi bio-kimia di alam untuk menghasilkan enzim yang berguna menggunakan sampah buah atau sayuran. Enzim dari “sampah” 1 Buatl ah anali sis dari hasil perco baan yang kamu lakuk an : Jawa b : Buatl3 Buatl ah anali sis dari hasil perco baan yang kamu lakuk an : Jawa b : Buatl 10 Buatl ah anali sis dari hasil perco baan yang kamu lakuk an : Jawa b : BuatlEco Enzim Buatlah analisis dari hasil percobaan yang kamu lakukan : Jawab : Buatlah kesimpulann ya : Jawab :
ini adalah salah satu cara manajemen sampah yang memanfaatkan sisasisa dapur untuk sesuatu yang sangat bermanfaat. Cairan ini bisa menjadi pembersih rumah, maupun sebagai pupuk alami dan pestisidia yang efektif. Dari hari pertama kita membuat Eco Enzim prosesnya akan melepaskan gas ozon (03). O3 dapat mengurangi karbondioksida (CO2) di atmosfer yang memperangkap panas di awan. Jadi akan mengurangi efek rumah kaca dan global warming. Enzim mengubah amonia menjadi nitrat (NO3), hormon alami dan nutrisi untuk tanaman. Sementara itu mengubah CO2 menjadi karbonat (CO3) yang bermanfaat bagi tanaman laut dan kehidupan laut. Dari gambar di atas dapat kita simpulkan, kenapa kita perlu mempertimbangkan untuk membuat eco enzyme: Hemat: Mengubah sampah dapur menjadi pembersih rumah tangga alami DIY. Mengurangi polusi: Gas metana yang dikeluarkan dari sampah yang dibuang dapat memerangkap 21x lebih banyak panas daripada CO2, memperburuk pemanasan global.
Air purify: Membersihkan udara dari racun, polusi dan menghilangkan bau Banyak manfaatnya: Pembersih rumah tangga, insektisida, antiseptik, perawatan tubuh, pupuk dll Apa aja manfaat Eco Enzyme? Eco Enzyme memiliki banyak cara untuk membantu siklus alam seperti memudahkan pertumbuhan tanaman (sebagai fertilizer), mengobati tanah dan juga membersihkan air yang tercemar. Selain itu bisa juga ditambahkan ke produk pembersih rumah tangga seperti shampoo, pencuci piring, deterjen, dll. Pembersih enzim ini 100% natural dan bebas dari bahan kimia, mudah terurai dan lembut di tangan dan lingkungan. Cairan ini juga penolak serangga alami yang membuat semut, serangga dll menjauh. Saking alaminya, setelah digunakan untuk pel, cairan ini juga bisa dipakai untuk menyiram tanaman. Eco Enzyme juga dapat digunakan untuk merangsang hormon tanaman untuk meningkatkan kualitas buah dan sayuran dan untuk meningkatkan hasil panen. Jadi pada intinya adalah circular economy at its best. Manfaat Eco Enzim 1. Eco Enzim mampu melawan 6 jenis kuman (Escherichia coli, Klebsiella pneumoniae, Pseudomonas aeruginosa, Acinetobacter baumanii, Staphylococcus aureus, bacillus cereus) yakni kuman yang menyebabkan diare, radang paru-paru, peradangan kantong kemih, peradangan saluran pencernaan, peradangan sendi, peradangan sumsum tulang belakang, infeksi kulit, keracunan makanan, dan muntaber. 2. Eco Enzim mampu melawan 4 jenis parasit (Candida albicans, Candida parapsilosis, Cryptococcus neoformans, Aspergillus fumigatus) Parasit yang dapat mneyebabkan keputihan, infeksi lapisan bagian dalam jantung, radang otak, dan radang paru-paru. 3. Eco Enzim dapat menyembuhkan infeksi kulit, alergi, dan bisulan di
mata. 4. Eco Enzim dapat menghilangkan pestisida, herbisida, bahan kimia, logam berat, dan sel parasit yang terdapat pada buah dan sayuran, dengan cara merendam buah dan sayuran ke dalam air yang ditambahkan eco enzim. 5. Eco Enzim dapat digunakan sebagai pengganti pemutih dan pelembut pada pakaian 6. Eco Enzim dapat menyuburkan tanaman. 7. Eco Enzim dapat menyegarkan mulut, mencegah pendarahan gusi, sariawan, dan mengeluarkan dahak kotor. Penggunaan Eco Enzim Langkah Pembuatan Eco Enzim dari Bahan Kulit Buah dan Sayur langkah 1 langkah 3 langkah 4 langkah 2
Tahap Produksi Akhir Eco Enzim Resep-Resep Dan Cara Memanfaatkan Eco Enzim
Source: Ecowalkthetalk SIMPULAN • Gunakan wadah yang bisa mengembang karena wadah akan terisi gas, maka dari itu perlu dibuka periodically untuk mengeluarkan gas • Sampah untuk membuat enzim tidak termasuk kertas, plastik, logam atau bahan kaca. • Hindari makanan berminyak, ikan atau sisa daging (bisa digunakan sebagai bahan kompos kebun). Untuk membuat enzim berbau segar, tambahkan kulit jeruk / lemon atau daun pandan, dll.
• Warna ideal dari enzim eco adalah coklat gelap. Jika berubah menjadi hitam, tambahkan gula dalam jumlah yang sama untuk memulai proses fermentasi lagi. • Mungkin memiliki lapisan putih, hitam atau coklat di atas enzim, abaikan saja. Jika Anda menemukan lalat dan cacing dalam wadah, biarkan dan reaksi kimia enzim akan melarutkannya secara alami. • Manfaatkan sepenuhnya residu enzim eco: • a) Gunakan kembali untuk produksi berikutnya dengan menambahkan sampah segar. b) Gunakan sebagai pupuk dengan mengeringkan residu, campurkan dan dikubur di dalam tanah. c) Giling residu, tuangkan ke dalam mangkuk toilet, tambahkan gula merah dan siram untuk membantu membersihkan kotoran. • Eco enzyme tidak akan pernah kadaluwarsa. Jangan simpan di kulkas. Jika setiap rumah tangga menggunakan sampah mereka untuk menghasilkan enzim ramah lingkungan, itu dapat menghentikan limbah dapur dari polusi tanah kita dan sementara itu mengurangi pemanasan global. Kita dapat membantu mengubah iklim! Eco Enzim Hasil dari fermentasi limbah dapur organik seperti ampas buah dan sayuran, gula (gula coklat,gula merah atau gula tebu) dan air. Ozon Lapisan pelindung atmosfer Residu Zat sisa (Ampas)
DAFTAR PUSTAKA Dirjen Kemendikbud Ristek.2021.Panduan Pengembangan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Jenjang Pendidikan Dasar dan menengah SD/MI,SMP/MTs,SMA/MA).Jakarta: Dirjen Kemendikbud Ristek Dirjen Kemendikbud Ristek.2022.Panduan Pengembangan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Jenjang Pendidikan Dasar dan menengah SD/MI,SMP/MTs,SMA/MA).Jakarta: Dirjen Kemendikbud Ristek https://zerowaste.id/zero-waste-lifestyle/eco-enzyme/ http://cybex.pertanian.go.id/mobile/artikel/98581/CARA-MEMBUATECOENZIM/