The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by yunniastati baderan, 2023-08-05 05:39:33

MODUL PKL COBA ANY FLIP (2)

MODUL PKL COBA ANY FLIP (2)

51 MODUL PKL PROGRAM KEAHLIAN PERHOTELAN 8. Kemudian bellman menanyakan apakah perlu dijelaskan fasilitas kamarnya. Jika “Ya”, bellman menjelaskna fasilitas kamar. 9. Sebelum meninggalkan kamar, bellman mengucapkan salam, meninggalkan kamar tanpa membelakangi tamu dan menutup pintu dengan hati-hati. STANDART OPERATING PROCEDURE CONCIERGE Department : Front Office Section : Concierge S.O.P : Menangani barang bawaantamu check-in (GROUP) Penanggung jawab : Concierge Sasaran : Menjamin, memastikan bahwa barang-barang tamu group checkin ditangani dengan baik, dimasukkan ke kamar dengan cepat dan tepat. Alat kerja : a. Luggage tag b. Group luggage control c. Rooming list d. Bellboy trolley e. Time stamp Prosedur : 1. Turunkan barang-barang dari bus atau luggage van/car. 2. Bawa barang-barang ke lobby dan kumpulkan pada satu temat yang mudah diawasi. 3. Gantungkan luggage tag pada semua barang dengan menggunakan warna yang sama. 4. Ambil rooming list dan tulis nomor kamar pada luggage tag sesuai nomor kamar dengan yang ada di rooming list. 5. Tulis jumlah barangnya pada rooming list tiap nomor kamarnya. 6. Hitung jumlah barang group yang ada di lobby (waktu datang) dengan jumlah yang ditulis pada rooming list untuk disesuaikan jumlahnya. 7. Antarkan barang-barang ke dalam kamar sesuai dengan nomor kamar yang tertulis di luggage tag atau rooming list 8. Laporkan kepada Bell captain apabila barang-barang group sudah dimasukkan ke kamar dan berikan rooming list ke Bell captain. 9. Bell captain memindahkan rooming list ke group luggage control sesuai kolom kolomnya 10. Tunggu assignment berikut dari Bell captain. Catatan khusus : a. Untuk group tidak perlu menggunakan bellboy errand card cukup memberikan rooming list kepada bellboy. b. Luggage tag berwarna-warna untuk membedakan barang dari beberapa group yang ada di hotel. c. Apabila tamu group belum datang tetapi barang-barang sudah dimasukkan, Bell captain akan melakukan check ulang bahwa barang-barang dimasukkan ke kamar yang benar dengan membawa group luggage control. d. Group convention proses check-in seperti proses check-in individu.


52 MODUL PKL PROGRAM KEAHLIAN PERHOTELAN F. PROSEDUR PENANGANAN BARANG BAWAAN TAMU PINDAH KAMAR Yang dimaksud dengan tamu pindah kamar adalah tamu yang sudah menginap di hotel akan tetapi karena sesuatu hal menghendaki untuk pindah kamar. 1. Otoritas atau Kewenangan (Authority) Orang atau staff di hotel yang memiliki kewenangan dalam memberikan ijin bagi tamu-tamu yang ingin pindah kamar adalah: a. Front Office Manager b. Assistant Front Office Manager c. Chief of Receptionist 2. Penyampaian Informasi Tamu Pindah Kamar a. Room Change Notice Bell Captain akan menerima catatan tamu pindah kamar (Room Change Notice) dari petugas penerima tamu. Kemudian Bell Captain akan menugaskan Bellboy untuk membantu tamu pindah kamar. b. Kunci Kamar Baru Bell Captain atau Bellboy akan menerima kunci kamar baru dari petugas penerima tamu. c. Menerima Bellboy Errand Card Bellboy akan menerima Bellboy Errand Card dari Bell Captain dan Bellboy Errand Card sudah dicap tanggal dan waktu d. Melapor pada Room Attendant Setiap petugas di hotel bila ingin memasuki kamar tamu harus melapor terlebih dahulu kepada room attendant. Hal ini untuk menjaga keamanan kamar tamu dan menghindari hal-hal yang tidak diinginkan terjadi di kamar tamu. e. Memasuki kamar tamu Setiap akan memasuki kamar tamu haruslah mengetuk pintu dengan prosedur yang benar. 3. Barang Tamu yang Telah Dikemas/Dibungkus (Packed Luggage) Adakalanya tamu telah mengemas dan membungkus semua barangnya untuk segera pindah kamar. Hal ini akan memudahkan petugas bellboy untuk segera memindahkan barang tamu ke kamar yang baru. a. Pemindahan Barang 1) Memeriksa penempatan barang Petugas bellboy harusm memeriksa kembali lokasi atau tempat dimana barang diletakkan sebelum dipindahkan ke kamar yang baru. Pemeriksaan dalam hal ini juga termasuk keadaan barang. 2) Memeriksa barang milik tamu yang tertinggal atau barang milik hotel yang rusak. Sebelum memindahkan barang milik tamu ke kamar yang baru, maka petugas bellboy memeriksa apakah ada barang milik tamu yang tertinggal. Disamping itu bellboy juga harus memeriksa apakah terdapat barang milik hotel yang rusak, seperti: kaca, washbasin, asbak, pintu,almari, dsb. 3) Pemindahan Barang Saat pemindahan barang haruslah selalu menggunakan metode yang benar dalam penanganan barang tamu untuk menghindari kerusakan. 4) Meletakkan barang tamu di kamar yang baru Di kamar yang baru, barang haruslah diletakkan ditempat yang sama seperti pada di kamar yang lama sewaktu belum dipindahkan. Barang juga dapat diletakkan ditempat-tempat yang semestinya seperti: closet, dresser desk, luggage rack, folding luggage rack, dsb b. Pencatatan Semua barang yang dipindahkan harus dicatat pada bellboy errand card. Pada bellboy errand card dicatat juga kunci kamar yang lama telah dikembalikan (Key O.K). Bellboy


53 MODUL PKL PROGRAM KEAHLIAN PERHOTELAN akan mengembalikan bellboy errand card pada bell captain untuk dicatat pada bellboy control sheet. c. Menandatangani Catatan Pindah Kamar (Room Change Note) Bellboy harus mengembalikan kunci kamar tamu yang lama kepada concierge atau petugas information desk atau kepada reception. Kemudian bellboy akan menandatangani room change notice dengan maksud bahwa barang tamu telah dipindahkan. 4. Barang Tamu Yang Belum Dikemas atau Dibungkus (Unpacked Luggage) a. Kewenangan untuk melakukan pengemasan atau pembungkusan barang. Orang atau petugas yang berhak untuk membungkus atau mengemasi barang milik tamu yang akan dipindahkan adalah petugas dari uniformed service seperti: bell captain dan bellboy b. Tindak Pencegahan (Precaution) Saat pemindahan barang haruslah selalu menggunakan metode yang benar dalam penanganan barang tamu untuk menghindari kerusakan. Periksa apakah ada barang milik tamu yang tertinggal. Disamping itu bellboy juga harus memeriksa apakah terdapat barang milik hotel yang rusak. Letakkan ditempat yang sama seperti pada di kamar yang lama sewaktu belum dipindahkan. c. Saksi- saksi (Witnesses) Dalam melaksanakan proses pindah kamar atau memindahkan barang- barang milik tamu, maka diperlukan saksi-saksi. Hal ini penting terutama bila barangbarang milik tamu belum dikemasi atau dibungkus. Dalam hal ini petugas uniformed service akan ditemani oleh saksi- saksi sebagai berikut: Security Officer, Credit Manager, Housekeepinng Assistant manager on duty / duty manager. d. Pencatatan Semua barang yang telah dipindahkan harus dicatat pada bellboy errand card, dilengkapi pula dengan catatan tentang lokasi atau tempat dimana barang-barang tamu diletakkan. Para saksisaksi juga akan memberikan paraf pada bellboy errand card. Pada balik bellboy errand card dicatat juga bila kunci kamar yang lama telah dikembalikan (Key O.K) e. Tugas Akhir Pindah Kamar 1) Menandatangani Room Change Notice Jika proses pindah kamar telah selesai, maka bellman akan menandatangani Lembar Catatan Pindah Kamar (Room Change Notice). Biasanya room change notice ini dibuat beberapa rangkap, hal tersebut sangatlah tergantung dari S.O.P hotel. Bila room change notice dibuat dalam beberapa rangkap, maka akan didistribusikan kepada: Front Office Cashier, Telephone Operator, Housekeeping, Laundry, Bellboy/ Reception. Untuk informasi kepada departemen lain di hotel, biasanya kasus pindah kamar hanya diberitahukan melalui telepon. 2) Mengembalikan Kunci Kamar Yang Lama Bellboy harus mengembalikan kunci kamar tamu yang lama kepada concierge atau petugas information desk atau kepada reception. 3) Mengembalikan Bellboy Errand Card kepada Bell Captain Setelah Bellboy Errand Card dilengkapi, maka akan diserahkan kembali kepada Bell Captain untuk dicap tanggal dan waktu. Selanjutnya informasi yang terdapat pada Bellboy Errand Card tersebut akan dipindahkan pada Bellboy Control Sheet.


54 MODUL PKL PROGRAM KEAHLIAN PERHOTELAN STANDART OPERATING PROCEDURE CONCIERGE MENANGANI BARANG BAWAAN TAMU PINDAH KAMAR Department : Front Office Section : Concierge S.O.P : Menangani barang bawaan tamu pindah kamar Penanggung jawab : Concierge Sasaran : Memastikan bahwa barangbarang tamu yang pindah kamar ditangani dengan baik. Alat kerja : a. Bellboy errand card b. Bellboy control sheet c. Bellboy trolley d. Time stamp Prosedur : 1. Bell captain menginfromasikan kepada bellboy untuk memindah barang-barang tamu berdasarkan room and rate change voucher dari reception 2. Bellboy menuju kamar yang akan pindah dengan membawa kunci kamar yang baru, ketuk pintu ataupun bell, greeting. 3. Keluarkan barang-barang dari kamar yang lama. 4. Pindahkan barang-barang ke kamar yang baru. 5. Isi bellboy control sheet pada kolom check-out di kamar lama diberi keterangan pindah kamar. 6. Isilah bellboy control sheet pada kolom check-in dilantai kamar baru, diberi keterangan pindahan dari kamar. 7. Lengkapi bellboy errand card : a. Kamar : (lama) b. Change to : (kamar baru) c. Jumah barang : d. Macam barang : 8. Berikan bellboy errand card kepada Bell captain setelah di time stamp. 9. Bell captain memasukkan ke bellboy control sheet. 10. Tunggu assignment berikut dari Bell captain. Catatan khusus : a. Bellboy hanya memindahkan barang tamu apabila barang sudah dirapihkan oleh tamu dan bellboy tidak diperbolehkan merapihkan barang. b. Kalau memang harus dpindahkan barang tamu belum dirapihkan, bellboy mengajak petugas lain (room boy/security) untuk menyaksikan.


55 MODUL PKL PROGRAM KEAHLIAN PERHOTELAN PROSEDUR PENANGANAN BARANG BAWAAN TAMU INDIVIDUAL CHECK-OUT Yang dimaksud dengan prosedur ini adalah langkah-langkah dalam menangani barang-barang bawaan tamu perorangan yang meninggalkan hotel (checkout) STANDART OPERATING PROCEDURE CONCIERGE MENANGANI BARANG BAWAAN TAMU CHECK OUT ( INDIVIDU) Department : Front Office Section : Concierge S.O.P : Menangani barang bawaan tamu check-out (individu) Penanggung jawab : Concierge Sasaran : Menjamin dan memastikan bahwa barang-barang tamu yang checkout ditangani dengan baik, tidak ada yang tertinggal. Alat kerja : a. Bellboy errand card b. Bellboy control sheet c. Time stamp d. Bellboy trolley Prosedur : 1. Bell captain menginstruksikan kepada bellboy untuk mengambil barang di kamar dengan memberikan bellboy errand card. 2. Errand card diberikan ke front office cashier untuk informsi petugas cashier. Bellboy menuju kamar. 3. Isilah bellboy control sheet pada kolom check-out, nomor kamar, bellboy, jam. 4. Tekanlah bell atau ketuk kamar tamu sebelum masuk kamar (greeting). 5. Pastikan sekali lagi bahwa tamu akan check-out. 6. Bila barang tamu sudah siap, maka luangkan waktu sebentar untuk mengontrol kembali keadaan kamar dan semua laci-laci serta kamar mandi secara sekilas. Dengan maksud untuk check fasilitas kamar apakah ada yang terbawa atau tidak seperti handuk, mini bar, remote dan kemungkinan masih ada barang tamu yang tertinggal. Jika ada yang terbawa, informasikan ke tamu dan Front offie cashier. 7. Bellboy turun dengan membawa barang-barang tamu menuju front office cashier sambal melengkapi bellboy errand card. 8. Bellboy errand card oleh Front office cashier akan di cap “Paid” apabila tamu sudah menyeleaikan semua transaksi baik itu cash atau charge's serta kunci kamar sudah dikembalikan. 9. Bellboy memasukkan barang-barang tamu ke kendaraan atau bagasi setelah bellboy errand card sudah di cap “Paid”. Kalau belum dicap, barang-barang masih tetap disimpan di counter bellboy. 10. Beritahu tamu untuk check Kembali barang-barangnya yang sudah masuk ke bagasi. Ucapkan selamat jalan, selamat sampai tujuan. 11. Berikan bellboy errand card kepada Bell captain. 12. Masukkan bellboy errand card ke time stamp dan bellboy control sheet oleh Bell captain. 13. Bellboy menunggu assignment berikut oleh Bell captain. Catatan khusus : Pengecekan fasilitas kamar kalua ada room boy atau supervisor dilaporkan juga untuk melakukan pengecekan ulang.


56 MODUL PKL PROGRAM KEAHLIAN PERHOTELAN PROSEDUR PENANGANAN BARANG BAWAAN TAMU GROUP CHECK-OUT Yang dimaksud dengan prosedur ini adalah langkah-langkah dalam menangani barang-barang bawaan tamu rombongan yang meninggalkan hotel (check-out). Prosedur dalam menangani barang tamu rombongan sama dengan menangani keberangkatan tamu individu. Perbedaannya terdapat pada jumlah barang dan cara mengkoordinir tamu hotel. STANDART OPERATING PROCEDURE CONCIERGE MENANGANI BARANG BAWAAN TAMU CHECK OUT (GROUP) Department : Front Office Section : Concierge S.O.P : Menangani barang bawtamu check-out ( group) Penanggung jawab : Concierge Sasaran : Menjamin dan memastikan bahwa barang-barang tamu yang check-out ditangani dengan baik, cepat, tepat, tidak ada yang tertinggal. Alat kerja : a. Rooming list b. Group Luggage control c. Time stamp d. Bellboy trolley Prosedur : 1. Bell captain memberikan group luggage control kepada bellboy untuk menurunkan barang group. 2. Belloy mengambil baang group di kamar (corridor) berdasarkan group luggage control dan menulis jumlah barang tiap-tiap kamarnya. 3. Kumplukan barang-barang di lobby di satu tempat dan di bawah pengawasan Bell captain. 4. Hitung jumlah barang apabila barang sudah dikeluarkan semua. 5. Hubungi tour leader untuk pengecekkan barang group. Informasikan kamar mana yang barangnya bertambah atau berkurang. 6. Masukkan barang-barang ke dalam bus atau luggage van (car). 7. Berikan group luggage control Kembali ke bell captain untuk pengecekkan kunci kamar dan extra bill's ke front office cashier. 8. Bell Captain akan menginformasikan ke tour leader kunci kamar yang belum kembali dan extra bill's yang belum terbayar. 9. Kalau semua sudah diselesaikan, ucapkan selamat jalan kepada group. 10. Group luggage control dan rooming list di file oleh bell captain yang sebelumnya di time stamp terlebih dahulu. 11. Tunggu assignment berikut dari bell captain. Catatan khusus : a. Untuk handling group tidak memerlukan bellboy errand card, cukup menggunakan group luggage control, kecuali group convention dilakukan prosedur seperti individu. b. Sebelum barang dimasukkan bus (luggage van/car), disarankan agar bellboy dapat menempelkan sticker pada tiap-tiap barang.


57 MODUL PKL PROGRAM KEAHLIAN PERHOTELAN STANDART OPERATING PROCEDURE CONCIERGE MENANGANI PENITIPAN BARANG TAMU Department : Front Office Section : Concierge S.O.P : Menangani penitipan barang tamu Penanggung jawab : Concierge Sasaran : Menjamin dan memastikan bahwa barang-barang tamu yang dititipkan ditangani disimpan dengan tepat dan aman. Alat kerja : a. Baggage Check's b. Baggage Room Luggage Report c. Luggage Room d. Time stamp e. Bellboy trolley Prosedur : 1. Pastikan bahwa barang yang diterima bukan barang yang mudah pecah atau rusak, berbau, mudah terbakar, mudah busuk atau berbahaya dan terlarang. 2. Barang berharga dititipkan di safe deposit box. 3. Bell Captain mengisi Bagggage Check atau ticket yang terdiri atas dua bagian: a. Bagian atas akan diikatkan pada barang tamu. b. Bagian bawah diberikan kepada tamu, untuk nantinya ditunjukkan apabila tamu akan mengambil barangnya kembali. c. Nomor check atas dan bawah sama. 4. Hitung, catat, dan periksa kondisi barang dan konfirmasikan kepada tamu. 5. Lengkapi baggage check: a. Nama tamu b. Nomor kamar c. Jumah dan macam barang d. Berapa lama dititipkan e. Jam dan tanggal f. Inisial penerima 6. Simpan barang tamu yang dititipkan ke dalam luggage room dengan susunan dan posisi yang benar, aman dan mudah dalam pengambilan. 7. Bell Captain mencatat di Baggage room luggage report. Catatan khusus : a. Penitipan barang hanya untuk tamu yang menginap. b. Tidak bertanggung jawab lebih dari 30 hari. c. Tidak menerima penitipan binatang, barang berharga, berbau, kotor, mudah pecah, mudah terbakar, jumlah dan ukuran di luar kapasitas tempat yang ada.


58 MODUL PKL PROGRAM KEAHLIAN PERHOTELAN Layanan Reservasi Tamu Individu A. PERSIAPAN KERJA Pernahkah Anda melakukan kegiatan atau pekerjaan tanpa melakukan persiapan terlebih dahulu sedangkan perkerjaan Anda tersebut menyangkut dengan ketemu dengan pelanggan atau orang lain? Menurut Anda apa yang akan terjadi? Bisa Anda bayangkan betapa Anda akan merasa kurang percaya diri apalagi jika pekerjaan ini baru pertama kali. Di bidang kerja perhotelan produk yang kita hasilkan bukan hanya produk barang tetapi sebagian besar adalah produk jasa. Perencanaan atau persiapan yang matang sebelum memulai suatu pekerjaan akan sangat menentukan kelancaran dan keberhasilan dalam pekerjaannya. B. PROSEDUR PENERIMAAN TAMU TIBA Menerima tamu tiba merupakan kegiatan kantor depan yang penting karena akan merupakan pengalaman dan kesan pertama bagi tamu, keberhasilan menerima tamu tiba akan membawa dampak positif terhadap hotel dan merupakan suatu kesempatan baik dalam memperkenalkan dan menjual produk dan fasilitas hotel. Menerima tamu tiba oleh receptionist (front desk agent) merupakan suatu kegiatan yang diawali dengan menyambut tamu pada saat menghampiri meja pendaftaran (registration counter) sampai melepas tamu untuk menuju ke kamar dengan diantarkan oleh porter ataupun tidak. Kegiatan dalam menerima tamu tiba meliputi: menyambut tamu, menawarkan dan menjual kamar serta fasilitas hotel, melaksanakan registrasi, menetapkan kamar, membuat guest card, calling porter dan closhing word. SOP Menangani Check In Walk In Guest (WIG) untuk Tamu Individual Department: Front Office S O P : Menangani check in tamu walk in guest (WIG) Pelaksana : Receptionist/FDA Sasaran : Memberikan pelayanan tamu check in WIG sesuai dengan permintaan tamu dengan cepat, tepat dan sopan. Alat : a. Dokumen : Expected Arrival List, Guest In The House List, Expected Departure List, Rate Sheet & Brosur b. Komputer & Printer c. Key rack & Room Key d. Imprinter/EDC e. Stamp PAID f. Formulir : Registration card, Cash Receipt, Slip Credit Card, Guest card, Meal coupon (Breakfast coupon, Lunch Coupon, Dinner Coupon), Welcome drink coupon, Guest Bill, Arrival Book g. Alat Tulis Kantor


59 MODUL PKL PROGRAM KEAHLIAN PERHOTELAN Prosedur : 1. Sambut tamu dengan ramah, sopan beri salam dan tawarkan bantuan. (Greeting, Welcoming, Overing Help) 2. Apabila tamu menyatakan membutuhkan kamar, identifikasi tipe dan jumlah kamar, untuk berapa orang dan berapa malam. 3. Check kamar room available atau room salable. 4. Menanyakan pernah menginap sebelumnya. 5. Bila sudah pernah menginap guest history dicari di komputer. Konfirmasi data guest history apakah ada perubahan dan menginformasikan jika terjadi perubahan harga. 6. Bila tamu belum pernah menginap sebelumnya, jelaskan kamar meliputi fasilitas, view, dan lokasi kemudian baru harga kamar. Diusahakan menawarkan atau menjual kamar yang mahal terlebih dahulu Ditawarkan harga kamar normal dan dijelaskan fasilitas yang didapat dengan harga tersebut. 7. Boleh memberi potongan harga sesuai kondisi dan kewenangannya. 8. Mempersilakan tamu memilih atau menentukan kamar yang diinginkan. Jika tamu masih ragu-ragu maka bantu tamu untuk memilihkan tipe kamar sesuai kebutuhannya atau berikan saran tipe kamar yang sesuai untuknya. 9. Berikan Registration Card untuk diisi dengan lengkap atau minta kartu identitas tamu untuk dicopy, isikan data tamu pada Registration Card kemudian minta tamu menandatangani. 10. Periksa kembali kelengkapan data dan cocokkan dengan kartu identitas. Kembalikan kartu identitas tamu 11. Konfirmasi harga kamar dan pembayaran serta minta pembayaran sesuai dengan SOP penerimaan pembayaran yang berlaku, sebagai deposit atau jaminan. 12. Buatkan Guest Card, meal coupon, welcome drink coupon, jelaskan cara penggunaannya. 13. Terangkan dengan jelas kepada tamu waktu check out dan event yang dapat dinikmati, restourant dan produk atau fasilitas lain yang ada di hotel. 14. Informasikan untuk menyimpan barang berharga di safety deposit box di Front Office Cashier. 15. Panggil porter, berikan kunci kamar kepada porter, minta untuk mengantar tamu ke kamar dengan menyebutkan nomor kamar dan nama tamu tersebut. 16. Ucapkan terima kasih dan selamat istirahat kepada tamu. 17. Hubungi HK untuk info bahwa no kamar check in dengan jumlah pax atau person. 18. Isi Arrival book. 19. Lengkapi data di registration card dan memasukkan data tersebut ke dalam komputer dengan lengkap. Memeriksa ulang data tamu pada registration card dan computer. 20. Lakukan opening guest bill 21. Jadikan satu Guest bill, registration card dan lampiran pembayaran simpan di filing cabinet sesuai nomor kamar. 22. Melakukan proses pelayan dengan cepat, tepat dan sopan.


60 MODUL PKL PROGRAM KEAHLIAN PERHOTELAN SOP Menangani Check In Tamu Reservasi untuk Tamu Individual Department : Front Office S O P : Menangani check in tamu reservasi Pelaksana : Receptionist/FDA Sasaran : Memberikan pelayanan tamu check in yang telah membuat reservasi sesuai dengan permintaan tamu dengan cepat, tepat dan sopan. Alat : a. Dokumen : Expected Arrival List, Guest In The House List, Expected Departure List b. Komputer & Printer c. Key rack & Room Key d. Imprinter/EDC e. Daftar kamar vacant yang telah disiapkan (diblocked) f. Formulir : Registration card, Cash Receipt, Slip Credit Card, Guest card, Meal coupon (Breakfast coupon, Lunch Coupon, Dinner Coupon), Welcome drink coupon, Guest Bill, Arrival Book g. Alat Tulis Kantor Prosedur: a. Sambut tamu dengan ramah, sopan beri salam dan tawarkan bantuan. (Greeting, Welcoming, Overing help) b. Apa bila tamu menyatakan telah membuat reservasi dan akan check in, tanyakan nama tamu atau nomor konfirmation dengan sopan. c. Cari di daftar expected arrival guest list, tandai EA bahwa tamu tsb telah check in dengan distabilo atau di beri tanda (V) d. Konfirmasi lagi kepada tamu tentang data reservasi seperti jenis dan jumlah kamar, harga (kecuali jika tamu travel tidak boleh di info), pembayaran , lama tinggal atau tanggal check out, serta keterangan lain atau special request. Tanyakan ada perubahan atau tidak. e. Ambil kunci kamar pada key rack sesuai dengan blocking yang telah dibuat. f. Berikan registration card untuk diisi dengan lengkap atau minta kartu identitas tamu untuk dicopy, isikan data tamu pada registration card kemudian minta tamu menanda tangani . g. Periksa kembali kelengkapan data dan cocokkan dengan kartu identitas. Setelah selesai mengisi data kembalikan kartu identitas tamu. h. Konfirmasi harga kamar dan pembayaran serta minta pembayaran sesuai dengan SOP penerimaan pembayaran yang berlaku, sebagai deposit atau jaminan. i. Buatkan Guest Card, meal coupon, welcome drink coupon, jelaskan cara penggunaannya. j. Terangkan dengan jelas kepada tamu waktu check out dan Event yang dapat dinikmati, restourant dan produk atau fasilitas lain yang ada di hotel. k. Informasikan untuk menyimpan barang berharga di safety deposit box di front office cashier. l. Panggil porter, berikan kunci kamar kepada porter, minta untuk mengantar tamu ke kamar dengan menyebutkan nomor kamar dan nama tamu tersebut. m. Ucapkan terima kasih dan selamat istirahat kepada tamu. n. Hubungi HK untuk info bahwa no kamar check in dengan jumlah pax atau person. o. Isi Arrival book.


61 MODUL PKL PROGRAM KEAHLIAN PERHOTELAN p. Lengkapi data di registration card dan memasukkan data tersebut ke dalam komputer dengan lengkap. Memeriksa ulang data tamu pada registration card dan computer. q. Lakukan opening guest bill r. Jadikan satu Guest bill, Registration Card dan lampiran pembayaran simpan di filing cabinet sesuai nomor kamar. s. Melakukan proses pelayan dengan cepat, tepat dan sopan. Pada prinsipnya prosedur menerima tamu individual tiba baik yang datang langsung (WIG) atau tamu yang telah memiliki reservasi hampir sama, perbedaannya terletak pada: PERSIAPAN PENANGANAN TAMU INDIVIDUAL CHECK OUT Kegiatan persiapan yang dilakukan untuk menangani tamu check out akan dapat dilakukan jika kita memiliki data tamu yang akan check out hari ini (Expected Departure). Melakukan kegiatan persiapan tamu check out akan lebih mempercepat proses check out nantinya, sehingga tamu tidak perlu menunggu waktu yang lama. PROSEDUR MENANGANI TAMU INDIVIDUAL CHECK OUT Dalam menangani tamu individual check out kita harus memperhatikan prosedur berikut agar pekerjaan menjadi lebih efektif dan lancar: 1. Ucapkan salam (greeting) pada tamu yang akan check out. 2. Tanyakan nomor kamar dan mintalah kunci kamar. 3. Tanyakan apakah ada sesuatu dari minibar yang dikonsumsi. 4. Hubungi departemen atau section lain dan informasikan bahwa nomor kamar tersebut akan check out. 5. Ambil rekening penunjang (supporting bill) dan bill tamu (guest bill). 6. Jelaskan rekening tamu mengenai total transaksi yang harus dibayar tamu, jika pada saat check in tamu sudah bayar deposit sampaikan jumlah depositnya. Tunjukkan supporting bill tamu. 7. Persilahkan tamu untuk mencek sendiri billnya. 8. Tanyakan sistem pembayarannya dan menerima pembayaran. Sistim pembayaran yang disepakati mengakibatkan berbedanya prosedur dalam check out. 9. Untuk pembayaran personal 10. Jika pembayaran dengan travel voucher ataupun guaranteed letter, maka description pada bill ditulis transfer to city ledger dan belum di balance kan, tamu tidak perlu tanda tangan. Bill tidak diserahkan ke tamu, 11. Tanyakan kesan dan pesan tamu selama menginap, mohon maaf jika tamu merasa ada yang tidak berkenan. 12. Panggil Porter untuk membantu tamu membawa barang-barangnya. 13. Ucapkan selamat jalan dan terimakasih atas kunjungannya dengan permohonan tamu akan kembali lagi di waktu yang akan datang. 14. Isi Departure Book. Departure book adalah buku yang berisi data-data tamu yang telah check out.


62 MODUL PKL PROGRAM KEAHLIAN PERHOTELAN Tamu Rombongan Tamu dikatakan sebagai tamu group atau rombongan jika dalam satu pemesanan atau kedatangan terdiri dari 15 orang atau lebih. Untuk tamu group (rombongan) dapat dikategorikan dalam 2 jenis yaitu : a. Group Tour, yaitu tamu rombongan yang keperluannya untuk mengadakan tour. Karakteristik tamu ini adalah datang secara bersamaan menggunakan alat transportasi yang sama dan dipimpin oleh seorang tour leader. b. Group Konfrensi, yaitu tamu rombongan yang keperluannya untuk melakukan meeting atau pertemuan bisnis. Anggota group ini bisa berasal dari daerah asal yang berlainan, sehingga pada saat kedatangan jam tiba tidak secara bersamaan dengan alat transportasi yang juga beragam. Group ini diatur oleh sebuah panitia (tim). 1. SOP Menangani Check In tamu Group Department : Front Office S.O.P : Menangani Check in Group Pelaksana : Receptionist/ FDA/ GRO Sasaran : Menangani check in group dengan cepat, tepat dan benar, agsemua tamu merasa dilayani dengan sebaik-baiknya. Alat : a. Dokumen : Expected Arrival List, Guest In The House List, Expected Departure List,Group Information, Rooming List, b. Komputer & Printer c. Key rack & Room Key d. Imprinter (EDC) e. Formulir: Registration card, Cash Receipt, Slip Credit Card, Guest card, Meal coupon (Breakfast coupon, Lunch Coupon, Dinner Coupon), Welcome drink coupon, amplop, Guest Bill f. Blocking card untuk tamu group. g. Keranjang atau baki untuk Menyusun amplop dan room key. h. Alat Tulis Kantor. Prosedur: a. Sebelumnya group check in kunci kamar telah disiapkan, dimasukkan dalam amplop dan ditulis nomor kamar dan nama tamu, selanjutnya di tata di keranjang atau baki. b. Setiap nama tamu yang telah deblock kamarnya, ditulis di EA List dan rooming list. c. Perhatikan jam kedatangan dan permintaan khusus, misalnya harus satu lantai, berdekatan, connecting. d. Ketahui nama tour leadernya dan nama tamu penting dalam group tersebut. e. Pastikan ke Housekeeping bahwa semua kamar telah siap. f. Beritahu Bar untuk menyediakanwelcome drink sebanyak tamu dalam g. group yang akan check in dan beritahu jam kedatangannya. h. Koordinasi dalam menyambut check in group i. Khusus untuk group yang jumlahnya banyak siapkan tempat khusus untuk check in group, jangan di counter.


63 MODUL PKL PROGRAM KEAHLIAN PERHOTELAN j. Bila group check in lakukan koordinasi k. Sambut dengan ramah pimpinan (tour leader) untuk koordinasi check in dan pembagian kunci. l. Minta tour leader untuk mengisi registration card, mengurus pembayaran dan membawa meal coupon untuk groupnya. m. Tanyakan jenis pembayarannya kepada tour leader : cash, voucher atau guarantee letter. n. Tanyakan kepada tour leader waktu wake up call, breakfast, luggage down dan check out. o. Beritahu tour leader posisi dan arah kamar-kamar group serta tempat breakfast. p. Berikan satu copy rooming list dengan blocked kamarnya kepada tour leader, sampaikan terima kasih. q. Bantu GRO dalam membagi kunci dan menunjukkan arah dan posisi kamar. r. Lengkapi data RC dengan data pendukung lengkap seperti voucher, GL, buletin transfer bank, print out credit card dan rooming list. s. Entry data check in-kan setiap tamu group di komputer, pisahkan guest bill group (master bill) dengan guest bill individu (extra bill) t. Print out rooming list dan cek Kembali total kamar, total orang, harga dan tanggal check out. u. Informasikan ke FB waktu makan group, dan ke operator untuk waktu wake up call. SOP Menangani Check In tamu VIP Department : Front Office S.O.P : Menangani Kedatangan Tamu VIP Pelaksana : Reception Sasaran : Penanganan kedatangan tamu VIP dengan cepat, penuh perhatian, rapi dan terkoordinasi dengan baik. Alat kerja: a. Dokumen : Expected Arrival List, Guest In The House List, Expected Departure List, VIP List b. Komputer & Printer c. Key rack & Room Key d. Imprinter/EDC e. Formulir : Registration card, Cash Receipt, Slip Credit Card, Guest card, amplop, Guest Bill, VIP requisition form f. Blocking card untuk tamu VIP g. Keranjang / Baki untuk Menyusun amplop dan room key h. ATK Prosedur: a. Menetapkan kamar dan menyiapkan kunci kamar, masukkan ke dalam amplop. b. Menyiapkan Registration Card. c. Koordinasi dengan Guest Relation Officer (GRO) untuk menyiapkan segala sesuatunya termasuk inspeksi kamar VIP, treatment, welcome letter dsb. d. Memastikan bahwa kamar telah siap pada saat tamu VIP datang. e. Koordinasi dengan GRO untuk penyambutan pada saat tamu VIP datang. f. Sambut tamu dengan ramah, sopan dan antusias. g. Berikan Registration Card yang telah dipersiapkan untuk ditandatangani tamu atau yang mewakili.


64 MODUL PKL PROGRAM KEAHLIAN PERHOTELAN h. Setelah semua administrasi selesai, mempersilahkan tamu untuk beristirahat untuk menikmati fasilitas PROSEDUR PENANGANAN CHECK OUT TAMU GROUP Jika ada tamu group yang akan check out maka perlu dipersiapkan sebaik mungkin mengenai proses pembayaran dan penanganan barang-barang bawaan tamu. Koordinasi yang baik antar department atau section akan memperlancar kegiatan check out tamu rombongan. Prosedur menangani tamu group atau rombongan check out meliputi: 1. Periksa rencana keberangkatan (Expected Departure) yang dijadwalkan. 2. Informasikan kepada concierge (untuk menangani barang-barang bawaan tamu, dan lain - lain). 3. Siapkan rekening utama (master bill) dan extra bill untuk masing-masing anggota group jika ada. 4. Kumpulkan dan periksa semua rekening penunjang (supporting bill) dan pastikan semua sudah diposting ke bill. 5. Selesaikan pembayaran yang ditanggung group langsung dengan pimpinan group (Tour Leader), koordinator atau panitia. 6. Menerima pembayaran dari tour leader maupun tamu anggota group. 7. Kumpulkan kunci-kunci kamar. 8. Ucapkan salam perpisahan.


65 MODUL PKL PROGRAM KEAHLIAN PERHOTELAN Layanan Public Area Area Kering A. PERSIAPAN DIRI Sebelum melakukan pekerjaan di dalam industri hospitality seorang houseman dituntut untuk selalu berpenampilan baik, bersih dan rapi. Hal ini penting karena sangat mempengaruhi kesan yang ditangkap oleh para tamu hotel. Penampilan dan pelayanan yang baik akan membuat tamu senang dan kerasan tinggal di hotel kita, hal ini dapat dijadikan sebagai alat promosi oleh hotel untuk menarik tamu-tamunya untuk datang kembali. Public area section bertanggung jawab secara penuh terhadap area umum yang ada dihotel, mulai dari kebersihan, kerapian, kelengkapan, hingga kenyamanan ruangan umum. Hotel yang terawat dengan baik, sangat mempengaruhi kenyamanan tamu. Teknik pembersihan area umum terdiri dari teknik pembersihan secara manual dan makinal. 1. Manual a. Membersihkan Debu (Dusting dan Damp Dusting) Semua ruangan dan perabot kamar setiap saat akan berdebu. Untuk itu setiap ruangan dan perabot harus selalu dibersihkan. 1) Dusting Dusting berartimenghilangkan atau membersihkan debu. Metode atau teknik pembersihan dusting ini sangat efektif untuk membersihkan debu yang belum lengket. Alat pembersih atau cleaning equipment yang diperlukan adalah : a. Alat utama atau main equipment ialah lap lembut (soft cloth), untuk menghindari agar permukaan benda yang dibersihkan tidak rusak atau lecet. b. Alat Bantu atau supporting equipment ialah ember (bucket), untuk mencuci lap setelah selesai dipakai. Cara Pembersihan : a. Lipat soft cloth 2 atau 4 kali, sehingga gampang untuk digenggam. b. Gosokkan dengan rata satu permukaan lap yang sudah dilipat pada permukaan benda yang dibersihkan. c. Menggosok harus urut dari sudut terjauh sampai dengan yang paling dekat. d. Bila permukaan lap kotor, pergunakan permukaan lainnya dan demikian seterusnya. e. Bila semua permukaan sudah kotor, kibaskan lap itu ditempat sampah atau waste basket untuk membuang debu dari lap tersebut. 2) Damp dusting Damp dusting ialah teknik menghilangkan kotoran atau debu dengan lap lembab. a) Alat-alat pembersih yang digunakan antara lain : (1) Container, ember, lap katun atau cotton cloth. b) Cara pembersihan : (1) Celupkan lap katun ke dalam ember yang berisi air bersih, peras hingga air pada lap tidak menetes. (2) Langkah selanjutnya sama dengan metode dusting. (3) Teknik damp dusting jangan sering dilakukan terhadap furniture yang terbuat dari kayu atau bahan lain yang menghisap air, supaya tidak cepat terjadi proses pelapukan.


66 MODUL PKL PROGRAM KEAHLIAN PERHOTELAN b. Menyapu (Sweeping) Sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya, lantai adalah bagian bangunan yang paling cepat kotor. Metode menyapu atau sweeping dapat dilaksanakan hampir pada semua jenis lantai, kecuali permadani, karpet dan moquette. 1) Alat pembersih yang diperlukan antara lain: a) Sapu (broom) dan Sodo (dustpan). Sapu dan sodo harus bertangkai cukup panjang untuk menghindari pekerja jangan membungkuk pada saat menyapu. Alat pembantu (supporting equipment) yang diperlukan ialah tempat sampah yaitu waste basket dan garbage. 2) Cara pembersihan : a. Usahakan agar ruangan yangakan disapu tidak banyakperlengkapan yang dapatmenghalangi teknik pembersihan antara lain dengancara meletakkan kursi - kursi di atas meja dengan posisiterbalik. b. Mulai menyapu dari sudutterjauh dari pintu masuk. c. Peganglah sapu dengan tangan kanan dan sodo (dustpan)dengan tangan kiri. d. Kumpulkan sampah dan debu ke dalam dustpan. e. Lanjutkan menyapu sehinggaseluruh ruangan atau lantaibersih dari sampah dan debu. f. Perhatikan tempat-tempattersembunyi (hidden places) seperti: di balik pintu, di sudut ruangan dan sebagainya. g. Jika pekerjaan telah selesai, bersihkan sapu dengan cara mengibaskan di atas bak sampah, agar kotoran atau debu lepas dari bulu-bulu sapu. h. Sampah ata debu yang dikumpulkan pada dustpan dibuang ke dalam tempat sampah (garbage). i. Bersihkan dustpan dengan lap, bila perlu dicuci dengan air dan sabun cair. j. Gunakan semua alat-alat pembersih dengan benar, yakni dalam kondisi bersih, kering dan teratur. c. Mengepel (Damp Sweeping dan Mopping) Teknik membersihkan lantai yang biasanya dilakukan di hotel yang disebut dengan istilah ngepel, merupakan perpaduan antara damp sweeping dan mopping sebenarnya damp sweeping berbeda dengan mopping. 1) Damp Sweeping Damp sweeping adalah teknik pembersihan lantai dengan lap pel yang lembab. Tujuan utamanya adalah membersihkan kotoran seperti debu dan kotoran yang bisa dilarutkan dengan air. a) Alat pembersih yang diperlukan antara lain: (1) Tangkai pel (floor stick), satu buah ember (bucket), dan lap pel (floor cloth). b) Cara Pembersihan : a. Celupkan pada lap pel pada ember yang berisi air bersih. b. Peras dan jepit lap pel pada tangkai pel. c. Mulailah ngepel dari sudut terjauh ke arah pintu masuk. d. Pegang tangkai pel dengan kedua tangan, tangan kanan di atas dan tangan kiri dibawah, atau sebaliknya. e. Gosokkan lap pel pada lantai dengan maju mundur atau membentuk huruf “ S ” dengan langkah mundur.


67 MODUL PKL PROGRAM KEAHLIAN PERHOTELAN f. Bila lap pel sudah kotor, lepaskan dari jepitan tangkai pel, kemudian celupkan ke dalam ember sehingga kotoran yang melekat larut ke dalam air. g. Peras dan pasang Kembali pada tangkai pel h. Air yang sudah kotor harus diganti, kalau tidak diganti berarti kita memindahkan kotoran dari satu tempat ke tempat lain. i. Lanjutkan menggosokkan lap pel dengan tangkai pel sampai seluruh lantai tersebut penuh. j. Bila seluruh lantai sudah bersih, cucilah lap pel dengan air dan sabun kemudian keringkan. k. Ember dibersihkan dan dikeringkan. 2) Mopping Asal kata mopping adalah mop. Mop adalah sebendel serat atau benang yang dipergunakan untuk membersihkan debu atau kotoran lain yang melekat di lantai. Mop dibuat dari benang atau katun sehingga memiliki daya serap tinggi terhadap air. Oleh karenya hasil yang diciptakan biasanya lebih baik dibanding damp sweeping. a. Alat pembersih yang dipergunakan antara lain: (1) Mop (2) Tangkai mop, pada ujung tangkai mop ada alat penjepit untuk menjepit mop. Tangkai mop ini cukup Panjang sehingga pekerja tidak usah membungkuk pada saat melakukan mopping. (3) 2 buah ember, ember yang satu berisi air (pure water) dan yang lainberisi campuran air dan sabun. (4) Pemeras (metallic presser), alat ini ditaruh di atas ember yang berisi campuan air dan sabun. Gunanya untuk memeras air dan sabun sehingga mop tidak terlalu basah melainkan hanya lembab. (5) Kereta mop (mop trolley), untuk memudahkan pekerja melakukan mopping maka sebaiknya alat-alat seperti ember, pemeras dan mop ditaruh di atas kereta. b. Bahan pembersih yang diperlukan : a. Air (pure water), Sabun cair dan bila perlu ditambah disinfectant. c. Cara pembersihan : (1) Persiapan a) Buat larutan atau campuran air dengan sabun cair (solution) pada salah satu ember. b) Isi ember yang satunya dengan air saja. Dalam mengisi kedua ember jangan terlalu penuh supaya air tidak meluap saat mop dicelupkan kedalamnya. c) Pasang mop yang bersih pada tangkai mop. d) Taruh kedua ember di atas kereta kemudian dorong ke lokasi yang akan dibersihkan. e) Bila ada sampah pada lantai sapulah terlebih dahulu. f) Atur perabot ataupun furniture sehingga memudahkan dan mempercepat proses pelaksanaan.


68 MODUL PKL PROGRAM KEAHLIAN PERHOTELAN (2) Pelaksanaan atau prosedur kerja a) Celupkan mop pada ember yang berisi solution. b) Angkat dan peras pada metallic presser. c) Mulai mopping dari sudut yang terjauh dari pintu masuk. d) Gerakkan mop maju mundur, atau ke kanan ke kiri atau gerakan “S” dengan arah mundur sehingga tidak akan terinjak lagi. e) Bila mop sudah kotor celupkan ke ember yang berisi air saja, sehingga kotoran pada mop akan larut ke dalam air. f) Kembali celupkan mop ke dalam ember yang berisi solution, angat dan peras pada metallic presser. g) Lanjutkan melakukan mop- ping hingga semua lantai selesai dibersihkan. h) Karena mop dapat menyerap kotoran dengan baik maka air pembilas akan cepat kotor sehingga air pembilas harus sering diganti. (3) Penggudangan 1. Bila mopping sudah selesai, control semua peralatan supaya tidak ada yang tertinggal. 2. Cuci mop agar benar-benar bersih. 3. Lepaskan pemeras (metallic presser) dari ember, bersihkan kemudian gudangkan dengan rapi. 4. Ember digudangkan dalam keadaan kering dan bersih. 5. Trolley dibersihkan serta rodanya harus diberi pelumas secara berkala. d. Membersihkan Kaca (Glasses Wiping) Pada umumnya kaca dipasang pada jendela, pintu, penyekat ruangan, penutup meja dan sebagainya. Sedangkan cermin dipasang di kamar mandi, sebagai kaca rias. Oleh karena kaca dan cermin sangat bening dan sering dipandang, maka kaca dan cermin harus selalu bersih. Pembersihan kaca atau cermin dapat dilakukan dengan 2 (dua) cara: 1) Dusting Tidak jauh berbeda dengan teknik dusting sebelumnya, namun perbedaannya adalah alat pembersihnya. Alat utama untuk glass dusting adalah lap kaca (glass cloth) dan lap khusus kaca (chamois). 2) Wiping Glass wiping sangat efektif diterapkan pada permukaan kaca atau cermin yang luas dan lebar. Alat pembersih yang diperlukan dalam wiping adalah Penggosok kaca (glass wiper), botol semprotan (bottle sprayer) dan lap katun (cotton cloth/cleaning rag). Bahan pembersih yang digunakan untuk membersihkan kaca (glasses wiping) yaitu: 1) Air, Spiritus atau ammonia dan Produk baru lainnya. 2) Alat dan bahan pembersih pembantu lainnya (additional equipment dan supplies) ialah ember dan sabun cair yang dipakai untuk membersihkan alat utama apabila pekerjaan sudah selesai. Cara pembersihan: 1) Isi botol semprotan dengan air dan spiritus (ammonia). Kadar spiritus kira-kira 20%. 2) Tarik gorden dan semprotkan larutan pada kaca atau cermin bagian atas, setengah dari seluruh permukaan. 3) Tekan dan tarik larutan tersebut dengan glass wiper dari atas ke bawah tegak lurus.


69 MODUL PKL PROGRAM KEAHLIAN PERHOTELAN 4) Keringkan larutan yang melekat pada glass wiper dengan lap katun. 5) Tarik lagi larutan pada bagian lainnya sehingga seluruh permukaan kaca atau cermin itu Bersih dan kering. Penggudangan: Semua alat di simpan dalam keadaan bersih dan kering. Spiritus dan amoniak harus disimpan dalam tempat yang tertutup rapat dan tempatnya harus diisi label atau nama bahan pembersih yang didalamnnya. e. Menyikat Lantai (Brushing Floor) Dalam kegiatan pembersihan di hotel kegiatan ini lebih sering kita kenal dengan istilah brushing floor karena alat utama yang dipakai ialah sikat atau brush. Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa lantai ialah bagian bangunan yang paling cepat kotor. Alat pembersih yang di perlukan saat membersihkan dengan cara manual brushing floor antara lain : 1) Sikat lantai (floor brush) 2) Ember (bucket) sebanyak 2 buah 3) Sapu air (floor squeezer) 4) Tangkai mop atau tangkai pel (mop stick/floor stick) 5) Mop atau kain pel (floor cloth) 6) Sado (dust pan) Bahan pembersih yang diperlukan: a. Air b. Sabun cair c. Bubuk pembersih (abrasive powder) d. Bila perlu ditambah dengan desinfektant Cara pembersihan: a. Persiapan a. Buat larutan (solution) antara air dan sabun cair dalam 1 ember. b. Atur semua furniture atau perlengkapan kamar agar pelaksanaan penyikatan dapat dilakukan dengan lancar. Bila perlu perlengkapan (furniture) di keluarkan dari ruangan. c. Bila ada sampah, harap dibersihkan dengan teknik menyapu. d. Siapkan semua alat pembersih tersebut diatas. b. Pelaksanaan kerja a. Mulai bekerja pada sudut yang terjauh dari pintu masuk. b. Celupkan sikat lantai ke dalam ember yang berisi solution. c. Gosokkan sikat yang mengandung larutan (solution) pada permukaan lantai dengan gerakan maju mundur. d. Setelah lantai tersebut digosok seluas kira-kira 1m2 tarik larutan (solution) tersebut dengan memakai sapu air (floor squeezer). e. Gosokkan lagi pada lantai berikutnya. Apabila larutan sudah kotor,tarik dengan floor squeezer,tampung pada dust pan dan tuangkan pada ember yang satu lagi. f. Teruskan menyikat lantai berikutnya,sapu dengan floor squeezer dan tamping lagi pada dustpan kemudian tuangkan lagi kedalam ember tempat air yang kotor.Demikian seterusnya sampai keseluruh permukaan lantai.


70 MODUL PKL PROGRAM KEAHLIAN PERHOTELAN g. Bilas lantai yang selesai disikat dengan air bersih.Alat yang dipergunakan untuk membilas ialah mop atau lap pel atau handuk yang rusak (o.o.towel).Mop/floor cloth/o.o.towel dijepit dengan floor stick(mop stick),celupkan kedalam ember yang berisi air bersih,peras dan bilaskan pada lantai(lihat teknik “damp sweeping”). h. Tunggu lantai tersebut sampai kering, baru dilanjutkan untuk memasukkan atau mengatur furniture, equipment yang dikeluarkan sebelumnya. Untuk cepatnya proses pengeringan, pada waktu pembilasan, mop harap diperas agar tidak terlalu basah tetapi cukup lembab. c. Penggudangan a. Apabila proses pembersihan telah selesai di laksanakan, control hasil kerja dan semua alat pembersih yang dipergunakan agar tidak ada yang tertinggal. Bila ada alat pembersih yang tertinggal di tempat kerja, akan merusak citra kebersihan, disamping borosnya alat pembersih. b. Cuci semua alat pembersih. Alat pembersih seperti mop, lap pel agar di jemur atau dianginkan. c. Gudangkan semua alat pembrsih dalamkondisi rapi seperti yang telah dijelaskan pada bab terdahulu. d. Penggudangan yang baik harus sesuai dengan ketentuan supaya gudang kelihatan rapi, menghemat ruangan, cepat didistribusikan dan menghindari kerusakan. f. Menyemir (Polishing) Tujuan dari teknik pembersihan ini adalah untuk menjadikan permukaan barang yang disemir menjadi mengkilap. Ada beberapa sasaran atau object yang dapat di semir antara lain barangbarang yang terbuat dari kayu (wood), kulit (leather), logam (metal), dan lantai (floor). 1) Penyemiran kayu (wood) Bagian dari bangunan hotel pasti terdapat perabot atau perlengkapan, banyak yang terbuat dari kayu. Kayu tersebut banyak yang di cat, tetapi banyak pula tidak dicat melainkan di politur, agar serat-serat kayu masih nampak jelas sehingga memberikan kesan artistik. a) Alat pembersih yang diperlukan dalam penyemiran kayu yaitu lap katun (cotton cloth) dan lap lembut (soft cloth). b) Bahan pembersih yang diperlukan dalam penyemiran antara lain semir kayu (wood polish), dapat berbentuk cairan (liquid) dan dapat pula berbentuk pasta (paste). c) Cara penyemiran dilakukan dengan beberapa tahap antara lain: (1) Bersihkan permukaan kayu yang akan disemir dari debu dan kotoran lainnya. (2) Lipat lap katun (cotton cloth) sehingga ukuranya sesudengan ukuran telapatangan. (3) Tuangkan semir pada lakatun atau pada permukaan kayu yang akan di semir (4) Oleskan semir dengan rata keseluruh permukaan kayu yang di semir. (5) Kalau permukaan kayu yang disemir posisinya berdi(vertikal) seperti pintjendela, lakukan dari atas ke bawah. Apabila horisontdari sudut yang terjauh dan berakhir pada sudut terdekat. (6) Tunggu sampai semir yang dioleskan itu benar-benar kering. (7) Ambil lap lembut (soft cloth) lipat sehingga baik untuk di genggam. (8) Tekan dan gosokkan lap lembut yang sudah dilipat pada permukaan kayu yang di semir. (9) Seluruh permukaan kayu tersebut akan mengkilat.


71 MODUL PKL PROGRAM KEAHLIAN PERHOTELAN Catatan: Jenis atau cap (merk) dari semir kayu (wood polish) ini cukup banyak antara lain shine up, Ocedar, 999, dan teak oil. 2) Penyemiran kulit (leather) Penggunaan kulit di hotel tidak begitu banyak. Biasanya di pergunakan pada furniture, khususnya sebagai upholstery. Namun akhir-akhir ini banyak dipergunakan bahan yang warnanya mirip kulit yakni sintetis. Kalau sintetis tidak usah di semir, tetapi kalau kulit secara berkala harus di semir. 3) Penyemiran Logam (metal) Hasil yang kita inginkan dari teknik penyemiran logam ialah mengkilapkan barang yang disemir serta permukaan barang tersebut dilindungi oleh lapisan semir. Dalam usaha mengkilapkan logam, kita juga memerlukan bahan pembersih. Mengingat hasilnya menjadi mengkilap maka prosesnya kita sebut polishing kendatipun logam tersebut tidak dilapisi oleh semir. 4) Penyemiran lantai (floor) Beberapa teknik pembersihan lantai telah dijelaskan sebelumnya, ada teknik pembersihan yang dilakukan secara rutin dan ada yang berkala. Penyemiran lantai adalah teknik pembersihan lantai yang dilakukan secara berkala. Tujuan penyemiran lantai ialah untuk menciptakan lantai tetap mengkilap, sehingga memberi kesan penampilan yang menarik dan untuk melindungi lantai dari kerusakan, karena kotoran atau noda tidak akan langsung mengenai lantai, tetapi berada di atas lapisan semir. Jenis lantai yang disemir ada berbagai macam antara lain lantai batu atau ubin (terrazzo) sedangkan lantai marmer agak jarang karena dia sudah mengkilat dan agak licin kalau disemir. Dan Lantai kayu (parquette), lantai ini perlu disemir secara teratur untuk memelihara keawetan dan penampilan lantai itu. Catatan : a. Untuk lantai dansa pada night club biasanya disemir sedemikian rupa sehingga lantai tersebut agak licin. b. Lantai yang baru selesai disemir jangan dibersihkan dengan teknik ngepel, tetapi hanya digosok secara rutin dengan floor duster. Floor dusting atau membersihkan debu di lantai dilakukan dengan frekuensi pembersihan yang banyak terutama pada ruangan umum seperti lobby. Maka itu floor duster ini sering disebut lobby duster. Pembersihan dengan alat ini cukup efektif dan efisien karena penerapannya cukup gampang dan cepat, serta dapat membersihkan debu atau bekas injakan kaki atau sepatu dengan baik. Alat ini juga sangat baik untuk membersihkan lantai marmer dan keramik. g. Menyapu Karpet (Carpet Sweeping) Teknik pembersihan rutin tehadap lantai yang permukaannya licin seperti lantai ubin, terazo, keramik, marmer, vynil dan karet dapat dilakukan dengan alat pembersih sapu (broom) atau dapat juga dengan teknik floor dusting. Tetapi terhadap jenis lantai karpet atau permadani (rug) teknik pembersihan tersebut tidak dapat dilaksanakan. Adapun teknik pembersihan yang harus Dilaksanakan antara lain carpet sweeping, vacuum cleaning, dan shampooing. Alat pembersihan yang diperlukan dalam menyapu karpet antara lain : a. Waste basket (keranjang sampah) b. Carpet sweeper atau box sweeper (penyapu karpet)


72 MODUL PKL PROGRAM KEAHLIAN PERHOTELAN Cara pembersihan : a. Aturlah semua perlengkapan yang ada dalam kamar atau ruangan agar tidak menghalangi kegiatan. b. Mulai bekerja dari sudut yang terjauh dari pintu masuk. c. Pegang tangkai box sweeper dan gerakan box sweeper maju mundur d. Lakukan gerakan sambil melangkah mundur e. Bila sampah sudah cukup banyak dalam kantong debu, buka box dan tuangkan sampah kedalam keranjang sampah (waste basket) f. Lanjutkan melakukan sweeping sampai seluruh permukaan karpet dibersihkan atau disapu. g. Atur kembali perlengkapan kamar sesuai dengan tempat yang telah ditentukan. h. Setelah proses pembersihan selesai, bersihkan alat-alat pembersihan sebelum digudangkan. Catatan : a. Teknik pembersihan carpet sweeping hanya dapat membersihkan karpet dari sampah atau kotoran yang ringan, sedangkan kotoran yang kecil dan berat seperti pasir sebaiknya dibersihkan dengan teknik vacuum cleaning. b. Teknik ini dilaksanakan secara manual sehingga dapat dilakukan setiap saat. h. Menghilangkan Noda dan Mencuci (Spot Removing & Washing) Setiap karyawan hotel diharapkan bekerja dengan hati-hati agar tidak merusakkan alat serta area hotel. Catatan : a. Lakukan pekerjaan ini pada tempat yang dapat dicuci. b. Noda-noda yang tidak dapat dibersihkan dengan larutan air dan sabun, harap dibersihkan dengan bahan pembersih lain seperti spot removal agent. i. Menyegarkan Ruangan (Deodorizing) Suatu tempat atau ruangan dapat dikatakan bersih kalau kondisinya bebas dari barang asing (foreign matters). Barang asing itu disebut dengan istilah kotoran yang bersumber dari sampah, debu, noda (spot), lumpur, insect, polusi, bakteri, dan bau busuk. 2. Mesin (Machinal) a. Membersihkan dengan Vacuum Cleaner Teknik pembersihan dengan vacuum cleaner dalam dunia perhotelan lebih dikenal dengan istilah vacuum cleaning. Pada umumnya teknik ini diterapkan untuk membersihkan karpet atau permadani. Namun sebenarnya teknik pembersihan ini dapat dilaksanakan untuk membersihkan debu atau kotoran lain pada furniture, dekorasi , tirai dan sebagainya. Mekanisme mesin vacuum cleaner ialah jika mesin dihidupkan udara dalam tanki akan dihembuskan keluar dengan keras sehingga tanki menjadi hampa udara (vacuum) dan tekanan udara menjadi minus (-). Akibat lebih lanjut dari keadaan ini ialah tekanan udara jauh lebih besar (+) dari pada di dalam tanki, maka itu udara dari luar akan masuk ke dalam tanki dengan keras seolah-olah mesin ini menyedot dengan keras. Cara kerja dari vaccum cleaner ialah sebagai berikut :


73 MODUL PKL PROGRAM KEAHLIAN PERHOTELAN a. Siapkan vacuum clener dengan perlengkapan sesuai dengan tempat yang dibersihkan, yakni basah atau kering. b. Bila perlu atur perlengkapan kamar atau ruangan yang akan dibersihkan agar proses pekerjaan dapat dilaksanakan dengan lancar. c. Perhatikan objek yang akan dibersihkan, kalau ada benda–benda tajam seperti : paku, pecahan gelas, harap dibersihkan agar tidak merusak hose, filter atau tanki. d. Pasang semua komponen hose, pipa dan sucker. Pilih sucker yang sesuai dengan ruangan yang akan dibersihkan. e. Pilih “power” atau voltage yang tepat dengan menempatkan switch selector pada posisi yang benar. f. Hidupkan mesin dengan menekan ; ON / OF switch ke arah On, seketika itu mesin akan terdengan hidup dan berbunyi menderu. g. Arahkan socker pada objek yang dibersihkan. Tekan sucker agar mulut sucker sejajar dengan permukaan yang akan dibersihkan. h. Gerakkan sucker maju mundur dengan langkah mundur. Usahakan agar hose tidak terbelit. Demikian pula kabel jangan sampai melilit perlengkapan yang ada dalam ruangan yang dibersihkan. i. Apabila suara mesin mengecil dan isapan sucker tidak efektif lagi, matikan mesin dengan segera. Cabut plug dari saklar sebagai tindakan penyelamat (safety) j. Keluarkan kotoran dari tangki. Jadi kalau tangki sudah penuh dengan kotoran, sedotan / isapan tidak efektif lagi sehingga mengeluarkan tanda–tanda suara seperti tersebut di atas. k. Pasang kembali tangki atau container setelah dikosongkan atau dibersihkan. l. Hidupkan kembali dan teruskan proses pembersihan sehingga seluruh ruangan itu bersih. Pembersihan dan Penggudangan a. Lepaskan komponen mesin yang dapat dilepaskan atau dipisahpisahkan. b. Gulung kabel dengan rapi. Beberapa mesin dilengkapi dengan tali penggulung kabel yang bekerja secara otomatis. c. Apabila tangki dapat dicuci seperti tangki metal atau plastic, cucilah dengan memakai air dan sabun cair.Kemudian bilas dengan air bersih dan keringkan. d. Container yang tidak dapat dicuci seperti kantong debu, bersihkan kotoran dan debu dari kantong. Bila dilengkapi dengan kantong kertas dapat dibuang dengan kantongnya sehingga pencemaran debu dapat dihindari. e. Roda mesin secara berkala harus diberi pelumas agar dapat diperunakan dengan lancar dan tidak menimbulkan suara yang tidak enak waktu didorong atau di gerakkan. f. Gudangkan mesin serta komponenenya dengan teratur. Tempatkan pada tempat yang telah ditetapkan agar mudah diambil oleh staf atau pekerja yang lain. Catatan: a. Vacuum cleaning biasanya dilaksanakan siang hari, supaya tidak mengganggu tamu yang sedang tidur. b. Apabila vacuum cleaning dilaksanakan malam hari, hendaknya area yang dibersihkan itu agak jauh dari kamar tidur yang sedang ditempati oleh tamu.


74 MODUL PKL PROGRAM KEAHLIAN PERHOTELAN b. Membersihkan Karpet Dengan Shampoo eknik pembersihan karpet sebelumnya yang telah dibahas ialah 2 (dua) kegiatan yakni carpet sweeping dan vacumm cleaning. Kedua teknik pembersihan itu bertujuan untuk membersihkan kotoran yang belum lengket atau melekat pada bulu karpet. Apabila kotoran sudah melekat atau lengket pada karpet, maka karpet itu harus dibersihkan dengan shampoo. Shampoo untuk karpet berbeda dengan shampoo untuk rambut. Teknik pembersihan karpet dengan shampoo ini dalam dunia perhotelan lebih dikenal dengan istilah carpetshampooing. Teknik ini diterapkan secara berkala. c. 3. Video pembersihan area hotel https://www.youtube.com/watch?v=Vqr9-Heztsc 4.


Click to View FlipBook Version