The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

pengambilan keputusan berbasis nilai-nilai kebajikan sebagai seorang pemimpin

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by masrifa aini, 2023-09-25 11:14:33

koneksi antar materi 3.1

pengambilan keputusan berbasis nilai-nilai kebajikan sebagai seorang pemimpin

Keywords: guru penggerak

Pengambilan Keputusan Berbasis Nilai-nilai Kebajikan sebagai pemimpin Modul 3.1 Masrifa Aini CGP angkatan 8 Dari kota Gresik KONEKSI ANTAR MATERI


kegiatan pemantik Dari kutipan di atas, apa kaitannya dengan proses pembelajaran yang sedang Anda pelajari saat ini? Bagaimana nilai-nilai atau prinsip-prinsip yang kita anut dalam suatu pengambilan keputusan dapat memberikan dampak pada lingkungan kita? Bagaimana Anda sebagai seorang pemimpin pembelajaran dapat berkontribusi pada proses pembelajaran murid, dalam pengambilan keputusan Anda? Mari kita renungkan kalimat bijak berikut ini. “ Mengajarkan anak menghitung itu baik, namun mengajarkan mereka apa yang berharga/utama adalah yang terbaik ” (Bob Talbert) Pendidikan adalah suatu proses yang menuntun anak dalam mengoptimalkan kemampuanya, bukan hanya sekedar mengajarkan murid tentang teori namun yang utama adalah mengembangkan karakter anak agar sesuai dengan norma-norma yang berlaku sehingga semua akan berdampak pada perilaku dan karakter anak, karena manusia beradab lebih baik dari orang berilmu. Ilmu yang baik dilandasi oleh karakter baik sehingga murid dapat menjalankan kehidupan dengan Bahagia dan keselamatan setinggi-tingginya dan mampu mengambil keputusan berdasarkan nilai-nilai kebajikan . Sebagai pendidik kita harus menjadi teladan utama bagi murid, dengan keteladanan perkataan maupun tindakan yang mencerminkan nilai-nilai kebajikan dalam keseharian yang kita lakukan dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan kita. Dalam menjalankan perannya, kita sebagai seorang pendidik harus mampu memberikan kontribusi bagi peserta didik, dimana dalam setiap pengambilan keputusan harus berpihak kepada murid yang berlandaskan pada nilai-nilai kebajikan. Kita menyadari bahwa setiap pengambilan keputusan akan merefleksikan integritas sekolah, nilai-nilai apa yang akan dijunjung tinggi, dan keputusan-keputusan yang diambil kelak akan menjadi rujukan atau teladan bagi seluruh warga sekolah dan lingkungan sekitarnya. Jadi seorang pendidik senantiasa berupaya untuk menanamkan karakter dengan menjunjung nilai-nilai kebajikan universal dan memperhatikan kebutuhan setiap peserta didik.


kegiatan pemantik Menurut Anda, apakah maksud dari kutipan ini jika dihubungkan dengan proses pembelajaran yang telah Anda alami di modul ini? Jelaskan pendapat Anda. Education is the art of making man ethical. Pendidikan adalah sebuah seni untuk membuat manusia menjadi berperilaku etis. ~ Georg Wilhelm Friedrich Hegel ~ Memahami kalimat bijak tersebut Pendidikan merupakan suatu proses dimana guru bagaikan seorang seniman yang bertugas untuk menghasilkan mahakarya indah, dimana mahakarya tersebut adalah anak didik kita yang akan kita kembangkan dengan penguatan karakter , norma - norma sehingga akan menjadi generasi yang memiliki nilai moral, kebajikan dan kebenaran untuk menjalankan kehidupannya sehingga mampu memberikan warna indah di masa depan.


berikut ini adalah koneksi antar materi Pendidikan guru penggerak Pengambilan keputusan 1. Bagaimana filosofi Ki Hajar Dewantara dengan Pratap Triloka memiliki kaitan dengan penerapan pengambilan keputusan sebagai seorang pemimpin? Semboyan yang dicetuskan oleh KHD yang sampai saat ini masih menjadi landasan berpijak bagi pendidik adalah Ing Ngarso Sung Tulodho, Ing Madya Mangunkarsa, Tut Wuri handayani, yang artinya adalah Seorang pemimpin (Guru) harus mampu memberikan teladan dan memberikan semangat dan motivasi serta mampu memberikan dorongan untuk kemajuan seorang muridnya. Semboyan ini memiliki makna mendalam, sehingga dapat kita jadikan landasan dalam setiap pengambilan keputusan, yaitu keputusan yang selalu berpihak kepada murid agar menjadikan mereka sebagai generasi yang cerdas dan berkarakter mulia sebagaimana tercermin dalam profil pelajar Pancasila. Hal ini dapat kita lakukan dalam proses pembelajaran di sekolah, yang tidak hanya menitik beratkan pada konten kurikulum, namun pembiasaan budaya positif dapat kita sampaikan secara terus menerus dengan eksplisit pada pembelajaran dan keteladanan disetiap pengambilan keputusan. seperti dalam Proses pengambilan keputusan yang bertanggung jawab yang sesuai dengan nilai-nilai kebajikan.


2. Bagaimana nilai-nilai yang tertanam dalam diri kita, berpengaruh kepada prinsip-prinsip yang kita ambil dalam pengambilan suatu keputusan? Mandiri, Reflektif, Kolaboratif, Inovatif, Berpihak pada peserta didik. Nilai-nilai yang tertanam dalam diri pendidik akan berpengaruh kepada prinsip-prinsip yang ambil dalam pengambilan keputusan. Oleh karena itu seorang pendidik hendaknya mampu mengembangkan nilai-nilai: Nilai-nilai tersebut dapat mendorong pendidik untuk mengambil keputusan yang bijaksana, tepat dan benar sehingga akan mengarahkan pendidik untuk mengambil keputusan dengan resiko yang sekecil-kecilnya dan keberpihakan pada peserta didik.


3. Bagaimana materi pengambilan keputusan berkaitan dengan kegiatan ‘coaching’ (bimbingan) yang diberikan pendamping atau fasilitator dalam perjalanan proses pembelajaran kita, terutama dalam pengujian pengambilan keputusan yang telah kita ambil? Apakah pengambilan keputusan tersebut telah efektif, masihkah ada pertanyaanpertanyaan dalam diri kita atas pengambilan keputusan tersebut? Hal-hal ini tentunya bisa dibantu oleh sesi ‘coaching’ yang telah dibahas pada sebelumnya. Coaching merupakan salah satu keterampilan dalam menyelesaikan suatu masalah, baik masalah dalam diri kita maupun masalah yang dimiliki orang lain. Dengan langkah coaching TIRTA, kita dapat mengidentifikasi masalah apa yang sebenarnya terjadi dan membuat pemecahan masalah secara sistematis. Konsep coaching TIRTA sangat ideal apabila dikombinasikan dengan sembilan langkah konsep pengambilan dan pengujian keputusan sebagai evaluasi terhadap keputusan yang kita ambil. Dengan proses coaching maka akan terwujud pengambilan keputusan yang positif, adil serta berpihak pada murid. Selama proses pembelajaran, pendampingan dalam pengujian pengambilan keputusan melalui kegiatan coaching (bimbingan) yang dilakukan oleh fasilitator saya rasakan sangat efektif dalam membantu saya dalam menguraikan setiap permasalah yang saya hadapi sehingga saya dapat dengan mudah menemukan jawaban atas permasalahn yang saya hadapi dengan nyaman dan berpihak pada murid.


4. Bagaimana kemampuan guru dalam mengelola dan menyadari aspek sosial emosionalnya akan berpengaruh terhadap pengambilan suatu keputusan khususnya masalah dilema etika? Kesadaran diri atau self awareness Manajemen diri atau self management Kesadaran sosial atau social awareness Kemampuan berelasi atau relationship skills Pembuatan keputusan bertanggung jawab atau responsible decision Adapun 5 KSE yang harus di kembangkan oleh pendidik yaitu: Dalam hal ini aspek kemampuan pembuatan keputusan yang bertanggung jawab sangat berkaitan penting dalam pengambilan keputusan dilema etika. seorang pendidik akan mengidentifitaksi setiap permasalahan yang terjadi melalui 4 paradigma, 3 prinsip serta 9 langkah pengambilan keputusan sehingga nantinya dapat membedakan antara dilema etika atau bujukan moral dan tentunya akan mampu mempertanggung jawabkan setiap keputusanya sesuai dengan nilai-nilai kebajikan yang berpihak pada murid.


5. Bagaimana pembahasan studi kasus yang fokus pada masalah moral atau etika kembali kepada nilai-nilai yang dianut seorang pendidik? Sebagai seorang pendidik tentu akan menghadapi situasi dilema etika atau bujukan moral di lingkungan sekolah. ketika dihadapkan dengan kasus-kasus yang fokus terhadap masalah moral ataupun etika, baik secara sadar atau pun tidak pengambilan keputusan akan terpengaruh oleh nilainilai yang melekat pada diri pendidik. Jika nilai-nilai yang dianutnya nilai-nilai positif maka keputusan yang diambil akan tepat, benar dan dapat dipertanggung jawabkan serta meminimalisir kemungkinan terjadi kesalahan pengambilan keputusan yang dapat merugikan semua pihak khususnya peserta didik. dan begitupun sebaliknya jika nilai-nilai yang dianutnya tidak sesuai dengan kaidah moral, agama dan norma maka keputusan yang diambilnya lebih cenderung hanya benar secara pribadi dan tidak sesuai harapan kebanyakan pihak.


6. Bagaimana pengambilan keputusan yang tepat, tentunya berdampak pada terciptanya lingkungan yang positif, kondusif, aman dan nyaman. untuk pengambilan keputusan yang tepat setidaknya pendidik harus menganalisis situasi yang terjadi berdasarkan melalui 9 langkah pengambilan dan pengujian yang harus dilakukan sebelum pengambilan keputusan. Harapannya setelah melalui 9 langkah pengambilan dan pengujian keputusan ini maka akan didapatkan keputusan terbaik dengan resiko yang sekecil-kecilnya sehingga akan tercipta suasana baik, kehidupan yang harmonis dan pada akhirnya akan tercipta lingkungan positif yang kondusif, aman dan nyaman. 7. Apakah tantangan-tantangan di lingkungan Anda untuk dapat menjalankan pengambilan keputusan terhadap kasus-kasus dilema etika ini? Adakah kaitannya dengan perubahan paradigma di lingkungan Anda? Pengambilan keputusan yang dilakukan berlandaskan atas 4 paradigma dilemma etika yaitu: individu lawan kelompok, rasa keadilan lawan rasa kasihan, kebenaran lawan kesetiaan, jangka pendek lawan jangka panjang. pemilihan paradigma tersebut tentunya disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang ada. Meskipun setiap keputusan pasti ada resiko, pro dan kontra, namun hal ini menjadikan salah satu tantangan tersendiri. Tantangan yang saya hadapi dalam pengambilan keputusan terhadap kasus — kasus yang sifatnya dilemma etika adalah perasaan tidak enak yang timbul karena tidak dapat memuaskan semua pihak. Namun dengan mengikuti 9 langkah pengambilan keputusan dapat meminimalkan perasaan tidak nyaman dan diharapkan keputusan yang saya ambil dapat diterima oleh semua pihak secara bijak.


8. Apakah pengaruh pengambilan keputusan yang kita ambil ini dengan pengajaran yang memerdekakan murid-murid kita? Bagaimana kita memutuskan pembelajaran yang tepat untuk potensi murid kita yang berbeda-beda? Pengaruh pengambilan keputusan yang kita ambil dengan pengajaran memerdekakan murid -murid kita adalah terciptanya merdeka belajar. Dengan merdeka belajar, murid bebas mencapai kesusksesan, kebahagiaan sesuai minat dan potensinya tanpa ada paksaan dan tekanan dari pihak manapun. Hal ini diharapkan murid-murid akan sukses dengan bidangnya masing-masing, bahagia karena sesuai dengan apa yang diinginkannya dan bertanggungjawab akan apa yang menjadi pilihannya. Disinilah dasar pijakan kita bahwa semua pengambilan keputusan harus berpihak pada murid, dan guru hendaknya selalu menuntun serta memfasilitasi dalam pengembangan bakat dan minat setiap muridnya, dimana setiap anak memiliki ketertarikan dan gaya belajar yang berbeda-beda. 9. Bagaimana seorang pemimpin pembelajaran dalam mengambil keputusan dapat mempengaruhi kehidupan atau masa depan murid-muridnya keputusan yang diambil oleh seorang pemimpin pembelajaran pasti akan membawa dampak, baik jangka panjang maupun pendek bagi murid. oleh karena itu hendaknya dalam pengambilan keputusan yang dilakukan pendidik harus memperhatikan berbagai aspek yang ada. sehingga nantinya Setiap pengambilan keputusan yang dilakukan pendidik dapat mengambil keputusan secara tepat dan bijak agar dapat memberikan pengaruh poritif terhadap masa depan murid-murid.


10. Apakah kesimpulan akhir yang dapat Anda tarik dari pembelajaran modul materi ini dan keterkaitannya dengan modul-modul sebelumnya? 1.1 -> Filosofi pemikiran melihat KHD dengan filosofi Pratap Trilokanya dimana setiap pengambilan keputusan harus berpihak pada murid. 1.2 -> Nilai-nilai yang tertanam dalam diri seorang pendidik juga akan mempengaruhi keputusan yang akan diambilnya dalam pengambilan keputusan dilema etika. jika nilai yang tertanam dalam diri pendidik adalah nilai-nilai positif maka pengambilan keputusan juga akan menghasilkan keputusan yang benar dan bijaksana. 1.3 -> pengambilan keputusan yang tepat dapat berdampak pada lingkungan yang positif yakni ramah lingkungan, aman dan nyaman. sehingga budaya positif akan dapat berkembang secara perlahan. 2.1 -> pembelajaran Diferensiasi dapat membantu guru dalam mengambil keputusan dalam memenuhi perbedaan minat belajar setiap murid, sehingga nantinya pembelajaran akan berpihak pada murid. 2.2 -> pengembangan KSE sangat berperan penting dalam pengambilan keputusan dilema etika dimana seorang pendidik harus memiliki kompetensi sosial emosional terutama dalam pengambilan keputusan yang bertanggung jawab agar setiap keputusan yang diambil dapat dipertanggung jawabkan secara bijak dan sesuai dengan nilai-nilai yang ada. 2.3 -> kegiatan coaching merupakan salah satu keterampilan dalam menemukan solusi pada permasalah yang ada melalui langkah TIRTA, sehingga pengambilan keputusan dilema etika yang sedang dihadapi dapat diselesaikan dengan coaching bersama rekan sejawat atau kepala sekolah. Kesimpulan yang dapat diambil dari modul ini adalah bahwa pengambilan keputusan yang diambil oleh guru harus berlandaskan pada:


11. Sejauh mana pemahaman Anda tentang konsep-konsep yang telah Anda pelajari di modul ini, yaitu: dilema etika dan bujukan moral, 4 paradigma pengambilan keputusan, 3 prinsip pengambilan keputusan, dan 9 langkah pengambilan dan pengujian keputusan. Adakah hal-hal yang menurut Anda di luar dugaan? Konsep dilemma etika (benar vs benar) dan bujukan moral (benar vs salah) adalah sebuah konsep praktis yang aplikasinya adalah pengambilan keputusan dalam kaitannya sebagai pemimpin yang berbasis nilai nilai kebajikan. Dalam pengaplikasiannya, diperlukan identifikasi yang jeli, jelas dan mendetail dalam mengenali kedua hal ini dengan cara mengidentifikasi setiap kasus/permasalah pada 4 paradigma masalah, 3 prinsip serta mengikuti 9 langkah pengujian keputusan untuk mengambil keputusan yang benar yang sesuai dengan nilai-nilai kebajikan. adapun hal hal diluar dugaan yang terjadi adalah dalam pengambilan keputusan memiliki beberapa 9 langkah untuk mendapatkan keputusan, padahal selama ini pengambilan keputusan yang saya lakukan hanya berdasarkan perasaan dan kondisi lingkungan sekitar.


12. Sebelum mempelajari modul ini, pernahkah Anda menerapkan pengambilan keputusan sebagai pemimpin dalam situasi moral dilema? Bilamana pernah, apa bedanya dengan apa yang Anda pelajari di modul ini? belum pernah karena selama ini keputusan dilema etika yang terjadi dilingkungan sekolah selalu diputuskan oleh kepala sekolah. 13. Bagaimana dampak mempelajari konsep ini buat Anda, perubahan apa yang terjadi pada cara Anda dalam mengambil keputusan sebelum dan sesudah mengikuti pembelajaran modul ini? dari modul ini saya mulai memahami arti dilema etika dan bujukan moral, karena kerap kali dalam kehidupan sehari-hari saya belum memahami terkait bujukan moral yang sebenarnya, saya juga mulai memahami 4 paradigma, 3 prinsip dan 9 langkah pengambilan keputusan yang selama ini belum pernah saya ketahui, sehingga memberikan dampak positif bagi saya dalam pengambilan keputusan yang saya alami kedepanya. Jika dulu saya mengambil keputusan hanya berdasaarkan perasaan dan kondisi lingkungan maka sekarang saya akan lebih detail dalam pelaksanaannya dengan memperhatikan 9 langkah pengambilan keputusan. 14. Seberapa penting mempelajari topik modul ini bagi Anda sebagai seorang individu dan Anda sebagai seorang pemimpin? Bagi saya sangat penting dan bermakna, karena dimanapun dan sebagai apa peran kita pasti akan menjumpai permasalahan yang dituntut untuk mengambil keputusan. Dari keputusan tersebut akan dihasilkan kebijakan - kebijakan yang akan mewarnai perjalanan sekolah untuk mewujudkan merdeka belajar dan profil pelajar Pancasila. Salah satu upaya untuk mewujudkan hal itu, maka seorang guru harus memiliki keterampilan dalam pengambilan keputusan yang mengandung nilai-nilai kebajikan.


Click to View FlipBook Version