The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Rumah adalah tempat singgah ternyaman bagi Semua orang, tempat Keluh kesah, berbagi cerita hangat, hingga tempat bertukar kasih sayang. Namun, bagaimana jika rumah itu hancur? Pergi meninggalkan segala luka yang tak pernah kunjung usai, menghancurkan segala ekspetasi tinggi, menyapu semua rencana yang tersusun bagaikan balok kayu.

Ia, seseorang yang aku jadikan tempat singgah ternyaman, hilang Pergi begitu saja dari kehidupanku, tanpa kabar, tanpa aba-aba. Meninggalkan segala kisah yang telah kita lalui bersama, meninggalkan ku sendiri, menanamkan luka yang amat sangat mendalam.

Perih…. Sakit.. yang amat sangat. Itulah yang aku rasakan ketika kehilangan peran utama di susunan rencana kita berdua.

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Aulia Anggraeni, 2023-05-29 00:20:31

Hilang Tanpa Halang

Rumah adalah tempat singgah ternyaman bagi Semua orang, tempat Keluh kesah, berbagi cerita hangat, hingga tempat bertukar kasih sayang. Namun, bagaimana jika rumah itu hancur? Pergi meninggalkan segala luka yang tak pernah kunjung usai, menghancurkan segala ekspetasi tinggi, menyapu semua rencana yang tersusun bagaikan balok kayu.

Ia, seseorang yang aku jadikan tempat singgah ternyaman, hilang Pergi begitu saja dari kehidupanku, tanpa kabar, tanpa aba-aba. Meninggalkan segala kisah yang telah kita lalui bersama, meninggalkan ku sendiri, menanamkan luka yang amat sangat mendalam.

Perih…. Sakit.. yang amat sangat. Itulah yang aku rasakan ketika kehilangan peran utama di susunan rencana kita berdua.

Keywords: #sadromance,#sadending,#teenromance

Hilang Tanpa Halang NASKAH Pagi ini, sejuk nyaman dan indah seperti biasanya Irene : “Pagii bundaa, harum banget bunda pagi ini.” Bunda : “Iya dong bunda udah mandi sejak tadi pagi setelah sarapan, kamu sarapan dulu gih bunda udah masak.” Irene : “Okai bun.” [menikmati sarapan pagi] Bunda : “Bagaimana hubungan kamu sama Nathael, Baik baik ajakan? Sudah jarang bunda liat dia ke rumah.” Irene : “Baik kok bun, Oiya dia memang lagi liburan bun jadinya aku sama dia ldr sementara deh.” Bunda : “Oh yakah, kemana dia? Titip dong oleh oleh buat bunda kak hihi.” Irene : “Ke Bali bun semenjak libur semester kemarin, Aman bundaa katanya dia sudah siapkan semua buat kita berdua.” Bunda : “Asikk calon menantu bunda.” Irene : “Ih bunda bisa saja.” [mereka tertawa bersama] Bunda : “Dia memang mau pulang kapan kak? Bunda sudah cukup lama ini galihat keberadaan dia.” Irene : “Katanya sih pulang besok bun, semenjak disana aku juga jarang sih tahu kabar dia.” Bunda : “Mungkin sibuk kali yaa, namanya liburan. Yasudah bunda titip salam saja yaa ke Nathael enjoy his holiday ya sayangg.” Irene : “Baik bundaaa.” Besoknya di sore hari [Video Call] Irene : “Tumben sayang kamu angkat,, gimana liburan kamu?” Nathael : “So far so good sayang, aku nyaman di sini.” Irene : “Ish pulang kamu, aku udah kangen banget.” Nathael : “Maaf ya sayang aku gajadi flight malam ini, mungkin besok.” Irene : “Loh kok bisa, emangnya kamu masih belum cukup liburan di sana?” Nathael : “Bukan gitu sayang, kan ku masih cari lokasi nih buat liburan kita nanti setelah sidang akhir skripsi sama mungkin pernikahan kita? Hahaha.” Irene : “Bisa aja kamuu, kalau kamu ternyata lama di sana, kalau gitu aku ikut kamu saja kemarin.” Nathael : “Gak dong, kasihan masa bunda di Jakarta sendirian.” Irene : “Iya juga ya” Nathael : “Bunda tuh cuman punya kamu, kamu cuman punya bunda, jangan pernah biarin dia sendirian ah.” Irene : “Iya iya saying.” Nathael : “Dah dulu ya sayang, aku mau pulang ke hotel dulu.”


Irene : “Iya sayang see you.” Nathael: “See you.” [saat makan malam] Irene : “Bun, nathael pulang besok tuh.” Bunda : “Syukur dong kalo gitu.” Irene : "Tapi ga sesuai yang dibilang bun kalau dia mau pulang hari ini.” Bunda : “Ya gapapa dong sayang?” “Mungkin dia masih belum cukup liburan.” Irene : "Iyasih bun mungkin, apa kita susul ya bun?” Bunda : “Ih ngaco kamu, masa tiba tiba gitu, kenapa ga kamu aja yang ke sana?” Irene : “Gadikasih bun sama nathael dia bilang nanti bunda disini sendiri.” Bunda : "Tuh nathael aja ngerti, udah gapapa kamu sabar dikit lagiankan tujuan dia kesana juga jelas mau ngapain, kamu gaperlu terlalu khawatir.” Irene : “Iyasih bun.” Bunda : “Bunda bangga sama kamu, bisa nemuin peran laki laki kaya nathael, bahkan bunda ngerasa dia udah cukup dewasa loh buat nemenin kamu sama bunda.” Irene : “Iya bun aku juga ngerasa gitu, bahkan semua mimpi aku sama kesedihan aku yang kehilangan peran ayah dia bisa loh bun di posisi itu buat aku.” Bunda : “Bener, bunda juga liat pakai mata bunda sendiri, bahkan dia juga selalu pikirin kesehatan bunda.” Irene : “Ih dia aja gapernah mau biarin bunda sendiri tanpa Irene.” Bunda : "Tuh nathael aja ga tega kan masa kamu tega tinggalin bunda ke bali sendirian di sini.” Irene : "Iya iya engga bundaku sayang.” [Keesokan pagi, Telfon] Nathael : “Morning, kenapa sayang?” Irene : “Morningg, kamu pulang malam inikan?” Nathael : “Iya dong sayang, bahkan siang ini aku sudah check out.” Irene : “Ih serius, coba video call aku mau liat kamu packing.” Nathael : “Eh jangan, aku baru banget bangun.” Irene : “Loh kenapa? kaya aku gatau bareface kamu saja.” Nathael : “Gagitu, tunggu aku rapih dikit aku pasti videocall kok.” Irene : “Yaudah jangan lupa yaa, aku harus pastiin kalau barang kamu gaada yang tertinggal.” Nathael : “Kamu mau cek barang aku apa mau cek oleh oleh kamu.” [Irene tersipu malu karena niat sebenarnya terungkap] Irene : “Hehehe dua duanya kok sayang.” Nathael : “Cih, aman kok ini sudah aku pisahin.” Irene : “Okedeh, see you sayang.” Nathael : “See you.” [Siang harinya, melalui chat obrolan] Irene : “Gimana kamu sudah packing siap packing.” Nathael : “Bahkan aku sudah check out tau.”


Irene : “Loh kok gabilang.” Nathael : “Aku buru-buru.” Irene “Yaudah hati- hati ya sayang, safe flight, kabarin aku kalau kamu sudah di bandara, aku kangen kamuu.” Nathael : “Iyaa.” Irene : “See you.” [Sejam kemudian] [17x missed call] Irene : “Kok aku telfon ga diangkat-angkat ya apa udah flight?” [Sore harinya] [23x missed call] [9+ new messages] Nathael : “Duh bodoh banget gue, lupa kabarin lagi.” [Via chat] Nathael : “Maaf sayang aku bener bener lupa, aku ribet sama bawaan aku.” “Belum lagi, aku kejar waktu buat ke bandara.” “Aku bener bener minta maaf ya sayang.” “Sekarang kamu sudah bisa jemput aku di bandaraa.” [Membuka spam chat dari Nathael] Irene : “Ih nathael sudah di Jakarta.” [Membalas chat Nathael] Irene : “Iya sayang gapapa, aku otw ya sama bunda.” [Irene berlari menuju Bunda] Irene : “Bun, ayo ikut ke bandara, Nathael sudah pulang bunn.” Bunda : “Akhirnya, sebentar bunda siap siap dulu ya.” Irene : “Iya bun segera ya bun, aku sudah gasaba.” [Sesampainya di Bandara] Bunda : “Nathael, alhamdulilah selamat kamu sayang.” Irene : “Aku kangen kamuu.” [Irene memeluk Nathael] Nathael : “Alhamdulilah bun, bunda sehat kan?” “Aku juga kangen kamu sayang.” Irene : “Bunda sehat selalu, kan ada aku.” Nathael : “Oiya lupa aku bundakan punya kamu.” Bunda : [Tertawa] “Yaudah makan dulu yuk.” Irene : “Yuk.” Nathael : “Yuk.”


[Ditengah makan bersana Nathael membuka percakapan] Nathael: “Bun,rene minggu depan Ael mau berangkat lagi ke Bali” Bunda : “ Loh kok cepet banget Ael? Padahal kita masih kangen sama kamu” Nathael: “Maaf ya bun, Ael tadi di telfon dari pihak sana, katanya ada urusan mendadak, dan minggu bhkjgygyydepan harus sudah ada di sana” Irene : “Yahhh, baru juga ketemu, masa harus kangen-kangenan lagi!?” [Ucap Irene dengan raut wajah yang kecewa] Nathael: “ Maaf ya sayang, habisnya ini penting sihhh, jadi aku gabisa nolak juga” [Balas Ael dengan wajah yang ikut sedih] Nathael:”Oh, gimana kalau seminggu ini kita habiskan waktu bersama? Aku kangen banget sama kamu” [Ucap Ael dengan menghibur Irene] Irene : “ yeyyyy, okey dehhh aku juga kangen banget sama kamu, tapi j anji ya seminggu ini kamu sama Aku terus?” Nathael:” Iya sayang, Aku janjii” [Mereka pun melanjutkan makan siang bersama sambil di iringi tawa-tawa kecil dan melepas Kerinduan] [Hari pertama Ael di Jakarta] [Via chat] Irene : “Sayaaaaangggg” “Jalan-Jalan yuk, aku mau beli barang” “ Sekalian ngabisin waktu bareng kamu” “ Ayo kita habisin waktu bareng” Nathael: “ Sayangkuuu” “ Semangat banget kayanya hari ini” “ Aku siap-siap dulu ya, nanti aku jemput sekitar 30 menit lagi” Irene : “ Okey sayang, kabarin aku ya kalau mau berangkat” Nathael: “iyaa cantikkuu” [Irene pun siap-siap dan tidak sabar menunggu kekasihnya itu] 30 Menit berlalu… Tiiiin….. tin…… [suara klakson motor] Dengan girangmya Irene membuka pintu gerbang dan langsung memeluk Nathael Irene :” Aaaaaa aku kangen banget sama kamu” Nathael:” Hahhaha, sudah ah kemarin kan udah ketemu, Masa kangen lagi?” [ucap Nathael dengan diiringi candaan kecil menggoda Irene] Irene: “ Ih kamu mah, masa aku gak boleh kangen sama pacar aku sendiri!?” [kesal Irene] Nathael:” Anything for you babe” [senyum tipis Nathael sambil memeluk erat Irene]


Merekapun menghabiskan waktu bersama mengelilingi indahnya kota Jakarta hingga menikmati waktu senja dan melihat sunset bersama. Malam Hari Nathael: “sayang, kita pulang yuk, sudah malam nih, nanti bunda khawatir kalo kamu pulang Malam-malam begini” Irene : “Sebentar lagi ya, aku masih kangen banget sama kamu” [mohon Irene] Nathael: “Sayangg, kamu ga kasian sama bunda dirumah sendirian?” Irene : “ Tapi aku masih kangen kamu” [ucap Irene sambil memelas] Nathael : “ Irene sayang, yu kita pulang, bunda kasian dirumah sendirian, Papa juga lagi keluar kota, Lagian kan udah malem juga..” [Ucap Nathael sambil memperlihatkan jam tangannya yag sudah pukul 10 malam” [Irenepun hanya mengangguk sambil memperlihatkan eksresi wajah yang kecewa] Sesampainya di rumah… Irene : “huh sampai juga” Nathael : “ yey sudah sampai rumah” [ Irene turun dati motor dan langsung memeluk Nathael] Irene :” Ael, Aku sayang kamu, kamu jangan pergi ya” Nathael : “ Iya sayang, I’m promise” [Ucap Nathael sambil megusap kepala Irene] [Irene pun menyudahi peluknya dengan Nathael] Nathael pun pulang, meningalkan Irene dengan memasang muka yang licik Paginya…… [Via chat] Irene: 36 Missed call Nathaelll, kamu lagi apa sih, kayana sibuk banget Kamu masih belum bangun ya? Tapi ini sudah jam 12.00 Heyyyy Sayang? NATHAEL ALEANDROOO Irene: “ Ael lagi apa sih, harusnya jam segini diatuh udah bangun” [Ucapnya khawatir] Pukul 15.00 Irene : “Ael kemana sih?, dia ko ngga ngabarin aku sama sekali??” Irene: “ Oh, apa aku samperin dia aja ya?” Irene : “ Okey, bakal aku samperin dia”


[Monolognya] Dengan tekatnya yang sudah bulat akhirna Irene menghampiri Nathael ke Kosannya Nathael. Tok tok tok… [suara pintu di ketok] Irene: “ loh kok gaada jawaban ya” Irene: “ Masa masih tidur? Gamungkin seorang Ael masih tidur jam segini?” Lalu tanpa sengaja Irene melihat kunci gembok yang ada di rumah Ael Ia pun terdiam, Masih tidak percaya, apakah Ael pergi meninggalkan dia seorang diri? Irene: “Ga mungkin” [ ucap Irene tak percaya] Tanpa basa basi, Ia langsun menanyakan keberaaan kekasihnya melalui Ibu kos Tok tok tok… [suara pintu di ketok] Pintu pun di buka Ibu kos: “ Loh Irene?, sudah lama kamu ga kesini” Irene: “ Eh iya bu, Kira-kira Nathael pergi kemana ya? Pintunya di gembok gitu?” Ibu kos: [kaget, mendengar pertanyaan Irene] “ loh saya kira kamu sudah di kasih tau sama Nak Natha, dia bilang, dia sudah pindah keluar kota, kalau ga salah ke… Bali, Oohh iya betuull, Nak Natha bilang sama saya kalau dia ke Bali” Irene: “ Oo-ohh, begitu ya, Makasih banya ya bu informasinya,” [ Ucap Irene dengan badan yang sedikit gemetar] Akhirnya ia berjalan menuju ke tempat motornya diparkir. Perasaannya saat ini sangat campur aduk, Khawatir, sedih, marah, Rasanya ingin menangis saja. Bagaimana bisa? Orang yang sangat Ia cintai pergi begitu saja. Sesampainya Irene di rumah... Tok Tok Tok... Bunda: “ LOH.. kamu kenapa menangis sayangku? Sini duduk ceritakan apa yang terjadi sama bunda” Irene: “Bun...Nathael bun, dia sudah pergi ke bali begitu saja tanpa ngomong apapun ke aku dan bahkan hingga ku telfon berkali kali pun tidak di jawab olehnya bun.” [ Ucap Irene dengan rasa kecewa yang sangat mendalam ] Bunda: “kamu serius? gimana kamu tau dia sudah pergi ke bali? Irene: “tadi aku bertanya pada ibu kos dan beliau bilang kalau Ael sudah pindah kota.” Irene: “ bunda aku kecewa dengan apa yang telah Ael lakukan, akhir akhir ini dia juga dia selalu telat mengabari apapun ke aku bun.”


Irene:” aku sayang banget padanya bun, ak ga mau kehilangan dia, aku takut ketika dia sudah pindah kota dia memiliki kekasih yang baru dan memilih untuk meninggalkan ku.” [ Ucap Irene dengan kondisi yang sangat cemas ] Bunda: “sayangkuu sini bunda peluk“ [ Ucap bunda yang langsung memeluk irene sembari mengelusnya ] Bunda: “sayang. kamu tenang yaa, bunda selalu ada disini dan mendukung kalian, bunda juga percaya nak Ael gak akan berbuat jahat seperti itu sama kamu terlebih lagi kalian berdua kan mau bertungan setelah lulus, jadi kamu jangan berfikir seperti itu yaa, kalian berdua harus sama sama saling percayaa. okey?” Bunda:” yaudah minggu depan kita ke bali gimana? Mumpung kamu masih libur semester Sembari jalan jalan kita jenguk Ael ke sana okey?” Irene: “ aaaaaa serius bun? Makasih ya bundaa aku sayang banget sama bunda.” [ Ucap Irene dengan rasa senang sekaligus kaget dgn keputusan bunda ] Hari demi hari berlalu dan minggu pagi pun tiba, Irene dan bunda berangkat menuju Bali dari Jakarta menggendarai pesawat selama 1 jam. Selama di perajalanan perasaan Irene pun tidak karuan senang, khawatir, dan cemas. Setibanya di Bali Irene dan bundanya langsung bergegas menuju hotel. Di Hotel... Irene:” bunda abis kita beresin barang barang ini gimana kalau kita makan dulu sebelum Kita pergi lagi, soalnya ak sudah laper banget hehehe. Bunda :” okee deeh cuss kita berangkat, mumpung bunda juga udah laper” Irene :” oiyaa bun ak mau coba kabarin Ael ya bun siapa tau dia udah bisa di hubungin.” [Via chat] Irene: 3 Missed call Sayangkuu, kamu dimana sekarang? Aku hari ini pergi liburan ke bali juga loh.. *Send foto Oiya kamu kenapa ga kabarin aku kalau kamu udah pindah? Aku sedih loh pengen ketemu kamuuu.. I love you sayang <3!! Setibanya di tempat makan.. Irene:”ayoo bun cepat aku sudah sangat lapar” Bunda:”okeey kita disini yaa”


Ketika bunda ingin memesan makanan di kasir tiba tiba Irene sekilas melihat cowo yang mirip sekali dengan Nathael tetapi dia sedang bergandengan tangan dengan perempuan lalu mereka sedang mencari kursi untuk duduk, entah itu hanya bayangan yang terbesit di kepala Irene karena kangen saja atau mungkin itu benar Ael. Karena rasa penasaran Irene pun sangat tinggi akhirnya dia pun menghampiri cowo tersebut dan ternyata... Irene:” Ael, k-kamu... ada di sinii?” [ Ucap Irene dengan kondisi badan yang gemetar dan mata berkaca kaca ] Nathael:” IRENE... k-kamuu ngapain disini? [ Ucap Nathael dengan keadaan sangat panik ] Irene:” LOH NESYA? Ada apa kamu sama Ael, bukannya waktu itu kamu bilang mau pindah ke Singapore?!” Irene:”Oh jadi ini alasan kamu akhir akhir ga pernah kabarin aku lagi, dan sekarang kamu pindah kota kamu malah asik jalan berdua sama nesya, sedangkan aku mengirim pesan ke kamu aja ga di jaawab?!! ternyata benar dugaan aku.” Bunda:”Loh Nathael kamu ada di sini?” Nathael:” S-sayang aku bisaa jelasin ini semua..” Irene: “Cukup el ak udah muak sama kamu, sekarang aku minta kita putus dan mulai detik ini aku ga akan ngechat km lagi dan kamu gausah kabarin aku lagi.” [ Ucap Irene sambil berjalan keluar ] Nathael:” Irene tunggu..” [ sambil menarik tangan Irene ] Irene: ” Lepasin tangan ku.” [ Ucap Irene sambil menangis dan keluar bersama bunda ] Nathael:” Irene!! Biarkan aku menjelaskan terlebih dahulu” Irene:” Jelasin? Kamu mau jelasin apa lagi Nat, semua udah jelas, gaada yang perlu di jelasin lagi!!” [tangis Irene] Nathael: “ Irene, tolong dengerin aku dulu.. tolong Irene..” Nathael:” Sebelumnya maaf, Aku dan Neisya Sudah tunangan” [Irene terdiam lalu langsung pergi tanpa aba-aba] Nathael:” IRENE!!!” [Irene tidak menggubrisnya” Ditaman dekat restoran. Irene: “ bun, apakah aku seburuk itu?” Bunda: “ Tidak Irene, tidak, kamu adalah putri terbaik yang pernah bunda lahirkan” Irene: “ kalau aku adalah yang terbaik, lalu mengapa orang yang aku cintai pergi begitu saja?” Bunda: “sayang, kamu tidak buruk, kamu tidak jahat juga, tuhan sudah merencanakan semua ini, semua


orang pasti akan pergi begitu saja, kamu tidak sendirian sayang, kamu punya bunda yang akan selalu ada di samping kamu” Irene:” bunda, terima kasih banyak ya, ternyata dia bukanlah yang terbaik buat aku” [ucap Irene pasrah] Bunda:” sama sama sayang, sudah yaa biarkan saja dia memilih pilihannya sendiri, dan kamu sekarang fokus aja yaa sama kuliah mu dan kejarlah cita citamu dengan baik. Semangatt sayang!!!” bunda:” sudah kita lupakan dulu masalah ini ayoo selagi kita masih di bali bagaimana kalau bunda ajak kamu ke pantai?” Irene:” okeyy bundaa, aku sayang bunda. <3!!” [ Ucap Irene sambil tersenyum dengan mata berbinar ] 5 menit kemudian... Bunda: “akhirnyaa kita sudah sampai, indah sekali ya pemandanganya Irene...” Irene:” wahhh iya bunda, Irene sangat suka berada disini, rasanya tenang banget Terima kasi bunda sudah mengajak Irene ke tempat ini.” Bunda:” iyaa sayang, bunda tahu apa yang sedang kamu butuhkan untuk saat ini” Irene:” yasudah bunda aku minta waktu untuk menikmati pemandangan ini ya bun” Bunda” okeey, bunda disini yaa kalau kamu butuh sesuatu panggil bunda saja.” Di tepi pantai Irene pun duduk terdiam memandangi ombak laut, burung burung yang berkicauan, Ikan yang berlompatan dan angin yang berhembus perlahan membuat Irene merasa tersentuh hatinya meratapi kisah hidupnya yang sagat diluar dugaannya hingga Irene pun meneteskan air matanya yang memberi pertanda bahwa Irene harus mengikhlaskan semuanya yang sudah berlalu, dan harus segera membuka lembaran baru untuk hidup yang lebih berwarna.... TAMAT


Click to View FlipBook Version