BAHAN AJAR (PART 3)
SISTEM PENCERNAAN MAKANAN
BIOLOGI SMA/MA KELAS XI
ELIN NAILUR RAHMAH, M.Pd.
MA AS-SA’ADAH
SUKASARI SUMEDANG
Sistem Pencernaan | Bahan Ajar Part 3
Elin Nailur Rahmah, M.Pd.
Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK)
Kompetensi Dasar (KD)
3.7 Menganalisis hubungan antara struktur jaringan penyusun organ pada
sistem pencernaan dalam kaitannya dengan nutrisi, bioproses dan
gangguan fungsi yang dapat terjadi pada sistem pencernaan manusia.
4.7 Menyajikan laporan hasil uji zat makanan yang terkandung dalam
berbagai jenis bahan makanan dikaitkan dengan kebutuhan energi setiap
individu serta teknologi pengolahan pangan dan keamanan pangan.
Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) Pertemuan ke-3
3.7.1 Mengidentifikasi organ-organ pencernaan makanan pada manusia
3.7.2 Menunjukkan organ-organ pencernaan makanan pada hewan ruminansia
3.7.3 Memerinci enzim-enzim yang terlibat dalam saluran pencernaan makanan
3.7.4 Mengaitkan gangguan pencernaan pada manusia dengan saluran
pencernaan
4.7.1 Mendesain poster persuasip tentang gaya hidup sehat dari gangguan
pencernaan
Sistem Pencernaan | Bahan Ajar Part 3
Elin Nailur Rahmah, M.Pd.
PETUNJUK BELAJAR
Pada bahan ajar ini disamping materi terdapat juga berbagi informasi lainnya.
PETA KONSEP
Untuk memudahkan pembaca dalam menemukan keterkaitan antar konsep
TAFSIR ILMI
Berisi ayat Al-Qur’an, hadits atau tafsirannya yang relevan dengan materi
KOLOM CATATAN
Dapat isi untuk membuat catatan penting atau menuangkan sebuah
ide
INFO BIO
Informasi unik yang berkaitan dengan materi
LINK VIDEO
Disajikan dalam bentuk barcode berisi video pembelajaran/pendalaman materi
RANGKUMAN
Berisi ringkasan materi pembelajaran
Sistem Pencernaan | Bahan Ajar Part 3
Elin Nailur Rahmah, M.Pd.
PETA KONSEP
Organ Pencernaan Rongga mulut Rumen
pada Manusia Kerongkongan Retikulum
Omasum
Organ Pencernaan Lambung Abomasum
pada Ruminansia Usus halus
SISTEM PENCERNAAN Usus besar
MAKANAN
Kelenjar pencernaan Anus
Rongga mulut
Gangguan/kelainan Kerongkongan
Lambung
Usus halus
Pankreas
Hati
Diare
Apendisitis
Kolik
Disfagia
Enteritis
Konstipasi
Muntah
Ulkus
Gondong
Peritonitis
Sistem Pencernaan | Bahan Ajar Part 3
Elin Nailur Rahmah, M.Pd.
Sistem Pencernaan | Bahan Ajar Part 3
Elin Nailur Rahmah, M.Pd.
KEGIATAN
BELAJAR 3
SISTEM PENCERNAAN MAKANAN
Makanan adalah salah satu kebutuhan makhluk hidup. Dari mana
makhluk hidup mendapat kan makanan? Tentunya makhluk hidup
memperoleh makanan dari alam yang telah diciptakan Tuhan. Makanan
yang kita makan sehari-hari tidak hanya memberikan rasa kenyang saja,
tetapi harus memenuhi syarat
kesehatan dan memenuhi unsur
gizi yang cukup. Gizi yang
diperlukan tubuh kita adalah
karbohidrat, protein, lemak,
vitamin, mineral, dan air.
Berbagai sumber bahan
makanan yang kita makan tidak
satu pun yang mengandung gizi
lengkap. Untuk itu kita perlu
memakan berbagai macam
Gambar. Saluran Pencernaan makanan guna memenuhi gizi
Manusia bagi tubuh kita. Lalu bagaimana
makanan yang sudah kita makan tersebut? Bagaimana makanan tersebut
berjalan dalam perut kita? Makanan yang kita makan tidak dapat secara
langsung diserap oleh tubuh, tetapi harus melalui proses pencernaan
terlebih dahulu. Proses pencernaan makanan adalah perubahan makanan
dari bentuk yang kasar (kompleks) menjadi bentuk yang halus (sederhana)
sehingga dapat diserap oleh usus. Proses pencernaan melibatkan alat-alat
pencernaan yang disebut sistem pencernaan.
Sistem Pencernaan | Bahan Ajar Part 3
Elin Nailur Rahmah, M.Pd.
Sistem pencernaan makanan berfungsi mengolah dan mengubah makanan,
berupa molekul organik kompleks menjadi molekul yang lebih sederhana (sari
pati makanan) agar dapat diserap tubuh. Organ hewan yang terkait dengan fungsi
sistem ini, antara lain mulut (kelenjar ludah, gigi, dan lidah), esofagus, lambung,
usus halus, dan usus besar.
PROSES PENCERNAAN MAKANAN
Berdasarkan prosesnya, pencernaan makanan dapat dibedakan menjadi dua macam
yaitu sebagai berikut.
1. Proses pencernaan mekanis, yaitu proses pengubahan makanan dari bentuk kasar menjadi
bentuk kecil atau halus. Misalnya pengunyahan oleh gigi dengan dibantu lidah serta
peremasan yang terjadi di lambung.
2. Proses pencernaan kimiawi, yaitu proses perubahan makanan dari zat yang kompleks
menjadi zat-zat yang lebih sederhana dengan bantuan enzim, dimulai dari mulut, lambung,
dan usus. Enzim adalah zat kimia yang dihasilkan oleh tubuh yang berfungsi mempercepat
reaksi-reaksi kimia dalam tubuh.
Makanan mengalami proses pencernaan sejak makanan berada di dalam mulut hingga
proses pengeluaran sisa-sisa makanan hasil pencernaan. Adapun proses pencernaan makanan
meliputi hal-hal berikut.
1. Ingesti: pemasukan makanan ke dalam tubuh melalui mulut.
2. Mastikasi: proses mengunyah makanan oleh gigi.
3. Deglutisi: proses menelan makanan di kerongkongan.
4. Digesti: pengubahan makanan menjadi molekul yang lebih sederhana dengan bantuan
enzim, terdapat di lambung.
5. Absorpsi: proses penyerapan, terjadi di usus halus.
6. Defekasi: pengeluaran sisa makanan yang sudah tidak berguna untuk tubuh melalui anus.
Scan QR Code
Video “Bagaimana cara kerja
sistem pencernaan manusia?”
Sistem Pencernaan | Bahan Ajar Part 3
Elin Nailur Rahmah, M.Pd.
A. SISTEM PENCERNAAN MAKANAN PADA MANUSIA
Sistem pencernaan makanan pada manusia melibatkan alat-alat pencernaan makanan.
Alat-alat pencernaan makanan pada manusia adalah organ-organ tubuh yang saling
berhubungan yang berfungsi mencerna makanan yang kita makan. Alat pencernaan makanan
dibedakan atas saluran pencernaan dan kelenjar pencernaan berperan dalam membantu proses
pencernaan.
Alat Pencernaan Makanan
1. MULUT
Terjadi pencernaan secara mekanik oleh gigi dan kimiawi oleh ludah yang dihasilkan
kelenjar parotis, submandibularis dan sublingualis yang mengandung enzim amilase
(ptyalin).
2. Kerongkongan (esofagus) INFO BIO
Esofagus merupakan saluran yang TAHUKAH KAMU?
menghubungkan antara rongga mulut MENGHINDARI PERISTIWA TERSEDAK
dengan lambung. Esofagus berfungsi
sebagai jalan bagi makanan yang telah Saluran pencernaan bersimpangan dengan
dikunyah dari mulut menuju lambung. Jadi, saluran pernapasan di daerah pangkal
pada kerongkongan tidak terjadi proses kerongkongan, untuk menghindari
pencernaan. Pada ujung saluran esophagus kesalahan masuknya makanan ke rongga
setelah mulut terdapat daerah yang disebut hidung. Secara otomatis lubang menuju
faring. Pada faring terdapat klep, yaitu rongga hidung akan tertutup, tetapi jika
epiglotis yang mengatur makanan agar kita makan sambil bercakapcakap akan
tidak masuk ke trakea (tenggorokan). Agar terjadi peristiwa “tersedak”. Tahukah kamu
makanan dapat berjalan sepanjang apa sebabnya? Itulah sebabnya, selain
esophagus, terdapat gerakan peristaltik untuk menjaga etika, makan sambil
sehingga makanan dapat berjalan menuju bercakapcakap perlu dihindarkan
lambung. Gerak ini terjadi karena otot yang
memanjang dan melingkari dinding
kerongkongan mengkerut secara
Sistem Pencernaan | Bahan Ajar Part 3
Elin Nailur Rahmah, M.Pd.
bergantian. Jadi, gerak peristaltis merupakan gerakan kembang kempis kerongkongan
untuk mendorong makanan masuk ke dalam lambung. Makanan berada di dalam
kerongkongan hanya sekitar enam detik. Bagian pangkal kerongkongan (faring) berotot
lurik. Otot lurik pada kerongkongan bekerja secara sadar menurut kehendak kita dalam
proses menelan. Artinya, kita menelan jika makanan telah dikunyah sesuai kehendak kita.
Akan tetapi, sesudah proses menelan hingga sebelum mengeluarkan feses, kerja otot-otot
organ pencernaan selanjutnya tidak menurut kehendak kita (tidak disadari).
3. Lambung (ventrikulus) INFO BIO
Lambung adalah kelanjutan dari esophagus, TAHUKAH KAMU?
berbentuk seperti kantung. Lambung dapat
menampung makanan 1 liter hingga mencapai Produksi Getah Lambung
2 liter. Dinding lambung disusun oleh otot -
otot polos yang berfungsi menggerus Produksi getah lambung
makanan secara mekanik melalui kontraksi
otot - otot tersebut. Lambung terletak dipengaruhi oleh jumlah makanan
disebelah bawah tulang rusuk terakhir agak ke
kiri. Alat ini merupakan kantong besar yang yang masuk ke lambung serta
dapat dibedakan menjadi tiga daerah, yaitu :
▪ Kardiak: bagian atas dekat dengan hati); emosi. Bila makanan yang masuk
▪ Fundus: bagian tengah yang menggantung
penghasil HCl dan musin; ke lambung sedikit, produksi HCl
▪ Pilorus: bagian ujung bawah lambung yang
berhubungan dengan usus halus, dan usus sedikit pula. Bila makanan yang
12 jari (duodenum) serta menghasilkan
cairan alkali. masuk ke lambung banyak maka
produksi HCl banyak pula. Pada
saat seseorang emosi, dapat
terjadi jumlah makanan yang
masuk sedikit tetapi sekresi HCl
berlebihan. Hal ini dapat
mengakibatkan terjadinya
kerusakan selaput lendir lambung,
yaitu menimbulkan radang atau
ulkus. Jadi, jagalah emosi Anda
dan makanlah secara teratur untuk
mencegah terjadinya radang
lambung.
.
Sistem Pencernaan | Bahan Ajar Part 3
Elin Nailur Rahmah, M.Pd.
Katup kardiak pada lambung terbuka sehingga makanan masuk ke lambung dan
menutup untuk mencegah dimuntahkan kembali. Setelah makanan diubah ke dalam
bentuk setengah cair (chymus), kemudian menuju usus halus di bawah kontrol katup
pylorus. Kedua katup pada lambung tersusun atas
otot melingkar yang disebut otot sphincter. Otot
ini akan mengendur jika terkena asam dan
mengerut jika terkena basa. Hal ini bertolak
belakang dengan otot pylorus yang terdapat di
pangkal usus halus sehingga terjadi pengaturan
pengeluaran makanan dari lambung ke usus halus.
Pada dinding lambung terdapat kelenjar yang
menghasilkan getah lambung (sekret) yang
mengandung: Gambar. Struktur Lambung
a. Hormon gastrin, berfungsi untuk merangsang pengeluaran getah lambung.
b. Asam lambung (HCl), berfungsi mengaktifkan enzim pepsinogen menjadi pepsin
yang dapat memecah protein menjadi peptone, membunuh kuman-kuman dalam
makanan karena pH 1,0 – 1,5 menyebabkan situasi lambung asam.
Hcl
Pepsinogen -----> pepsin
Pepsin
Protein -----> peptone
c. Enzim Renin, berfungsi menggumpalkan protein susu (kasein).
Renin
Emulsi kasein -----> kasein (menggumpal)
enggumpal)
d. Enzim lipase, berfungsi untuk menguraikan lemak menjadi asam lemak dan gliserol
Lipase
Lemak -----> asam lemak+gliserol enggumpal)
4. Usus halus terdiri dari tiga bagian meliputi:
a. Usus dua belas jari (duodenum), panjangnya ± 0,25 meter;
b. Usus kosong (yeyenum), panjangnya ± 7 meter;
c. Usus penyerapan (illeum), panjangnya ± 1 meter.
Sistem Pencernaan | Bahan Ajar Part 3
Elin Nailur Rahmah, M.Pd.
Lapisan dalam dinding usus yeyenum dan ileum mempunyai tonjolantonjolan
halus yang disebut villus atau villi (jamak) yang berfungsi memperluas bidang
penyerapan sari makanan. Di dalam usus halus, chymus bercampur dengan cairan
empedu yang dihasilkan kantung empedu, getah pankreas, dan getah usus halus. Getah
pankreas dihasilkan pankreas. Getah usus halus dihasilkan dinding sebelah dalam dari
usus halus.
Getah usus (sukus enterikus) dihasilkan oleh dua macam kelenjar sebagai berikut:
a. kelenjar Brunner, berada di doudenum menghasilkan musin dan enzim proteolisis
(pemecah protein);
b. kelenjar Lieberkuhn, berada di sepanjang usus halus, bermuara di celahcelah villi
menghasilkan getah usus.
Getah usus mengandung bahan organik dan anorganik. Bahan organik terdiri atas
enzim-enzim sebagai berikut.
a. Amilase, memecah amilum menjadi disaka rida;
b. Enterokinase, mengubah tripsinogen dari prankeas menjadi tripsin.
c. Tripsinogen tripsin. Tripsin memecah protein menjadi polipeptida (peptida);
d. Erepsin, memecah peptida menjadi asam amino.
e. Lipase, memecah lemak menjadi asam lemak dan gliserol.
f. Disakarase, memecah disakarida menjadi monosakarida.
Pada usus halus terjadi proses pencernaan mekanik ataupun kimiawi yang diikuti
proses penyerapan sari makanan yang terjadi di usus halus bagian ileum (usus
penyerapan). Karbohidrat diserap dalam bentuk glukosa, sedangkan protein diserap
dalam bentuk asam amino. Glukosa dibawa oleh darah ke hati melalui vena porta
hepatika dan dalam hati glukosa berlebihan diubah menjadi glikogen dengan bantuan
hormon insulin. Glikogen disimpan dalam otot dan hati, sedangkan glukosa yang
diperlukan dari hati dialirkan ke jantung melalui vena kava inferior.
Lemak dicerna menjadi asam lemak dan gliserol. Sebelum diserap oleh usus halus,
asam lemak diemulsikan terlebih dahulu oleh garam empedu, yang kemudian dicerna
oleh enzim lipase menjadi asam lemak dan gliserol. Penyerapan dilakukan melalui proses
difusi, osmosis, dan transpor aktif. Di dalam villus, asam lemak dan gliserol dibawa oleh
pembuluh chyl (pembuluh limfatikus) atau pembuluh getah bening. Selanjutnya oleh
pembuluh limfatikus yang bermuara pada vena kava dibawa ke jantung, sedangkan
garam empedu akan masuk ke dalam darah, ke hati untuk dijadikan empedu kembali.
Vitamin dan garam-garam empedu tidak mengalami pencernaan.
5. Sekum (Caecum)
Sistem Pencernaan | Bahan Ajar Part 3
Elin Nailur Rahmah, M.Pd.
Pangkal usus besar disebut sekum. Apendiks atau umbai cacing sering disebut
pula usus buntu, merupakan perpanjangan dari sekum. Sisa makanan yang tidak diserap
diteruskan ke dalam usus besar melalui katup ileoceccal yang juga memiliki otot
sphincter.
6. Usus Besar (Kolon)
Usus besar pada umumnya terdiri atas usus besar ascending (menaik), transvers
(melintang), descending (menurun), dan berakhir pada rektum, yaitu bagian berotot
yang mengeluarkan kotoran melalui anus. Perhatikan skema usus besar di samping ini.
Usus besar tidak memiliki villi sehingga tidak terjadi penyerapan sarisari makanan, tetapi
terjadi penyerapan air sehingga feses menjadi lebih padat. Pada kolon juga terjadi proses
pembusukan sisa pencernaan (yang tidak dapat diserap usus halus) oleh bakteri
Escherichia coli yang menghasilkan gas H2 S, NH4 , indole, skatole, dan vitamin K
(berperan dalam proses pembekuan darah).
7. Anus
Pada kolon paling akhir terdapat bagian yang disebut rektum yang panjangnya 15
cm dan diakhiri dengan anus (dubur). Anus merupakan bagian akhir sistem pencernaan
yang berfungsi untuk lubang pengeluaran sisa pencernaan. Pada anus terdapat otot
volunter yang dikendalikan oleh kehendak kita.
INFO BIO
TAHUKAH KAMU?
BUAH APEL ITU DAPAT MENCEGAH KANKER KOLON lho...
sehari-hari disebut kanker usus, termasuk salah satu kanker yang sangat berbahaya,
merupakan kanker nomor 2 terbanyak yang menyebabkan kematian. Faktor-faktor yang
meningkatkan risiko kanker kolon adalah Colateral polyps dan ulcerative colitis. Para periset
Prancis menemukan anti oksidan di dalam buah apel dapat membantu mencegah
pengembangan kanker kolon. Untuk mendapatkan khasiat ini disarankan makan dua buah
apel sehari. Namun apel termasuk salah satu buah yang banyak mengandung pestisida.
Untuk menghindari bahaya cuci apel di bawah air mengalir.
Sistem Pencernaan | Bahan Ajar Part 3
Elin Nailur Rahmah, M.Pd.
KELENJAR PENCERNAAN
1. Hati (Hepar)
Hati memiliki beberapa lobus (belahan) yang masing-masing mempunyai saluran
empedu (duktus hepatikus). Pada lipatan hati terdapat kantung empedu (vesica felea) yang
berfungsi untuk menyimpan sekresi hati. Kantung empedu mempunyai saluran (duktus
sistikus) yang berhubungan dengan duktus hepatikus dan
bermuara pada duktus koledokus dan mengalirkannya ke usus
12 jari (duodenum).
Hati merupakan kel enjar terbesar dalam tubuh,
beratnya sekitar 1,5 kg atau sekitar 3–5% dari berat badan. Hati
memperoleh darah dari arteri hepatica dan vena portal
hepatica. Hati (mengeksresikan) kurang lebih ½ liter empedu
Gambar. Anatomi hati setiap hari. Empedu berupa cairan hijau kebiruan berasa pahit,
dengan pH sekitar 7-7,6; mengandung kolesterol, garam
mineral, garam empedu, serta pigmen (zat warna empedu) yang disebut bilirubin dan
biliverdin. Empedu berfungsi mengurangi tegangan permukaan dari lemak, mengaktifkan
lipase dalam usus, memberi warna feses, menolong daya absorpsi lemak pada dinding usus
dan menciptakan reaksi alkali pada usus (klorida dan bikarbonat). Pengeluaran empedu
dikontrol oleh hormon koleositokinin
Struktur Hati
a. Hati diselaputi oleh kapsula hepatis.
b. Pada hati terdapat pembuluh-pembuluh darah dan empedu yang disatukan oleh
kapsula Glison.
c. Hati memperoleh darah dari pembuluh nadi hati dan vena porta hepatica
Fungsi Hati
a. Alat ekskresi yang dihasilkannya empedu.
b. Tempat penyimpanan gula dalam bentuk glikogen.
c. Tempat pembentukan dan pembongkaran protein.
d. Tempat pembentukan dan perombakan sel darah merah.
e. Tempat penetralan racun
f. Tempat pembuangan urea, pigmen, empedu
Sistem Pencernaan | Bahan Ajar Part 3
Elin Nailur Rahmah, M.Pd.
2. Pankreas
Pankreas berada dalam lipatan duodenum, berbentuk huruf U yang rebah. Pada
pankreas terdapat dua macam kelenjar, yaitu kelenjar endokrin menghasilkan
hormon insulin, sedangkan kelenjar eksokrin menghasilkan getah pankreas (duktus
pankreatikus) 1,5 liter per hari melalui dua saluran, yaitu duktus pankreatikus utama
dan tambahan. Kedua saluran ini bermuara ke
duodenum. Gambar 5.13 Pankreas Sumber:
Biology, Barrett duodenum papila duodenal
pankreas ampula hepatopankreatik pembuluh
pankreas saluran empedu Getah pankreas memili
ki pH 8, berfungsi menetralkan chymus yang
bersifat asam dari lambung, serta mengandung
Lipase NaHCO3 (bersifat basa) dan enzim-enzim. Enzim
tersebut adalah lipase pankreas, amilopsin,
Gambar. Pankreas
nuklease, disakarase, enterokinase, dan tripsin. Tiap-tiap enzim bekerja sebagai
berikut:
1. Emulsi lemak → asam lemak dan gliserol
2. Amilum Amilopsin
→ maltosa
3. Asam nukleat Nuklease
→ nukleotida
4. Disakarida Disakarase
→ monosakarida
5. Tripsinogen Enterokinase
→ tripsin
6. Tripsin memecah protein menjadi polipeptida dan dipeptida (pepton)
7. Erepsin memecah pepton menjadi asam amino
8. Pepton Enterokinase
→ asam amino dengan bagian–bagian tertentu yang khusus
dan berakhir pada anus.
Catatan:
----------------------------------------------------------------------
----------------------------------------------------------------------
----------------------------------------------------------------------
----------------------------------------------------------------------
----------------------------------------------------------------------
----------------------------------------------------------------------
----------------------------------------------------------------------
----------------------------------------------------------------------
----------------------------------------------------------------------
Sistem Pencernaan | Bahan Ajar Part 3
Elin Nailur Rahmah, M.Pd.
PENCERNAAN HEWAN RUMINANSIA
Pola sistem pencernaan pada hewan memamah biak (ruminansia) umumnya sama
dengan manusia, yaitu terdiri atas mulut, faring, esofagus, lambung, dan usus. Perbedaannya
terletak pada susunan dan fungsi gigi serta lambungnya. Susunan giginya terdiri atas:
1. Gigi seri (incicivus) memiliki bentuk untuk menjepit makanan berupa tetumbuhan seperli
rumput.
2. Geraham belakang ( molar) memiliki bentuk datar dan lebar.
3. Rahang yang dapat bergerak menyamping untuk menggiling makanan.
Organ-organ pada hewan ruminansia beserta fungsinya sebagai berikut:
Rongga mulut (Cavum Oris)
Rongga mulut berfungsi sebagai tempat masuknya makanan dan dimulainya proses
pencernaan. Rahang hewan ruminansia dapat bergerak menyamping untuk menggiling
makanan.
Esofagus (kerongkongan)
Esofagus berfungsi sebagai jalur penghubung antara rongga mulut dengan lambung. Makanan
hanya melewati esofagus tanpa melalui proses apapun, hal ini karena kerongkongan
ruminansia umumnya sangat pendek sekitar 5 cm, tetapi mampu melebar untuk menyesuaikan
ukuran dan tekstur makanan.
Lambung
Hewan ruminansia atau memamah biak memiliki lambung yang terdiri atas beberapa bagian
meliputi: rumen (perut besar), retikulum (perut jala), omasum (perut kitab), dan abomasum
(perut masam) disebut dengan lambung sebenarnya. Dalam lambung memamah biak terdapat
mikroorganisme (bakteri dan ciliata) yang menghasilkan enzim selulose.
Makanan yang telah melewati esofagus kemudian akan menuju lambung. Proses pencernaan
pada lambung yang pertama untuk menampung makanan sementara sebelum dikeluarkan
kembali. Selain itu lambung berfungsi dalam proses pembusukan makanan dan menghasilkan
enzim selulase yang dapat mengurai selulosa. Berikut ini adalah bagian-bagian lambung hewan
ruminansia:
Sistem Pencernaan | Bahan Ajar Part 3
Elin Nailur Rahmah, M.Pd.
Tabel. Struktur dan fungsi lambung pada hewan ruminansia
Nama Organ Fungsi
Rumen (Perut besar) ▪ Tempat penyimpanan sementara bagi makanan yang telah
ditelan.
▪ Merupakan kompartemen terbesar dan memiliki komunitas
mikroba yang beragam yang terdiri dari bakteri, archaea,
protozoa, dan jamur.
▪ Terjadi pencernaan protein dan polisakarida serta fermentasi
selulosa oleh enzim selulase
Retikulum (Perut jala) Tempat pengadukan dan pencampuran makanan menggunakan
enzim-enzim sehingga makan tersebut menjadi gumpalan-
gumpalan kasar (bolus). pada saat istirahat bolus yang disimpan
sedikit demi sedikit dikeluar dari retikulum untuk dikunyah lagi
Omasum (Perut buku) Membantu penghalusan makanan secara kimiawi.
Abomasum (Perut masam) Berfungsi sebagai lambung sebenarnya karena di organ inilah
sistem pencernaan hewan ruminansia secara kimiawi bekerja
dengan bantuan enzim-enzim pencernaan dan asam klorida dan
sebagai desinfektan bagi bakteri jahat yang masuk bersama
makanan.
Berikut ini adalah urutan proses pencernaan pada hewan ruminansia.
Urutan proses pencernaan hewan ruminansia:
mulut - kerongkongan - rumen - mulut - retikulum - omasum - abomasum -
usus halus - anus.
Mula-mula makanan di kunyah dulu, dibentuk
menjadi bulatanbulatan (bolus) dicampur dengan
ludah kemudian ditelan masuk ke rumen dan
retikulum kemudian di aduk dan dicampur dengan
enzim selulose. Selulose oleh mikroorganisme
difermentasi menjadi CO2 , CH4 , dan asam-asam
lemak. Zat hasil fermentasi sebagian digunakan
oleh bakteri sehingga tumbuh dan berkembang.
Gambar. Hewan memamah biak (ruminansia) Asam lemak langsung diserap oleh dinding
lambung, sedangkan CO2 , CH4 , akan dikeluarkan
di mulut. Makanan yang masih kasar akan dikembalikan ke mulut untuk dikunyah kembali,
sedikit demi sedikit (memamah biak) ditelan kembali masuk ke omasum. Selanjutnya terjadi
fermentasi lagi. Dari omasum bahan makanan yang banyak mengandung mikroorganisme akan
Sistem Pencernaan | Bahan Ajar Part 3
Elin Nailur Rahmah, M.Pd.
masuk ke abomasum, pada abomasum, mikroorganisme akan mati karena asam lambung.
Tubuh mikroorganisme yang mati merupakan sumber protein yang mengandung asam amino
esensial yang lengkap dan akan dicerna pada lambung dan usus. Selain itu, pada tubuh
mikroorganisme terdapat pula vitamin dan lemak. Oleh karena itu, binatang memamah biak
tidak memerlukan asam amino dari luar.
Silakan saca QR code untuk meyimak video pembelajaran dan pendalaman materi
Video “Sistem Pencernaan Ruminansia” “Human Digestive System” Video Video “Gangguan Pencernaan”
KELAINAN PADA SISTEM PENCERNAAN MANUSIA
Kelainan pada Sistem Pencernaan Kelainan pada sistem pencernaan meliputi beberapa
hal sebagai berikut:
1. Diare: penyerapan air di kolon terganggu sehingga kerja kolon dipercepat.
2. Apendisitis: peradangan pada apendiks (umbai cacing) oleh bakteri.
3. Kolik: rasa sakit berulang-ulang karena kontraksi otot kuat.
4. Disfagia: kerusakan lambung yang disebabkan oleh alkohol/racun.
5. Enteritis: peradangan pada usus besar/usus halus oleh bakteri.
6. Konstipasi (sembelit): sulit buang air besar karena penyerapan air di kolon terlalu
banyak.
7. Muntah-muntah: keluarnya makanan dan cairan karena kontraksi diafragma dan
organ-organ pernapasan yang disebabkan oleh keracunan, gangguan peredaran darah,
mabuk perjalanan, dan lain-lain.
8. Ulkus: peradangan pada lambung akibat produksi HCl lebih banyak daripada makanan
yang masuk ke lambung.
9. Gondong: radang kelenjar parotis yang disebabkan oleh virus.
10.Peritonitis: radang pada peritoneum (selaput perut).
11.Gastritis: radang lambung, terjadi ketika lapisan dalam dinding lambung (mukosa)
meradang atau membengkak.
12.Tukak lambung: pengikisan dan luka pada lapisan lambung dan usus halus bagian atas.
Pengikisan dan luka tersebut umumnya disebabkan oleh infeksi bakteri Helicobacter
pylori atau penggunaan obat pereda nyeri dalam jangka panjang.
13. Maag: terjadinya iritasi pada lambung karena gangguan muntah kronis, penggunaan
alkohol berlebihan, stres, hingga mengonsumsi obat-obatan tertentu.
14.GERD (Gastroesophageal Reflux Disease): terjadi ketika asam lambung naik menuju
kerongkongan. Kondisi ini disebabkan oleh melemahnya katup (sfingter) yang terletak di
dalam saluran kerongkongan bagian bawah.
Sistem Pencernaan | Bahan Ajar Part 3
Elin Nailur Rahmah, M.Pd.
RANGKUMAN
1. Sistem pencernaan manusia dimula dari mulut menuju kerongkongan,
lambung, usus halus, usus besar, rektum, dan berakhir di anus.
2. Alat-alat percernaan terdiri atas saluran pencernaan dan kelenjar
pencernaan. Saluran pencernaan terdiri atas rongga mulut, tekak,
kerongkongan, lambung, usus halus, sekum, usus besar, dan anus.
3. Alat pencernaan di mulut yaitu gigi (seri, taring, dan geraham) lidah, dan
kelenjar ludah.
4. Di dalam lambung terjadi pencernaan secara kimiawi karena lambung
menghasilkan getah lambung yang bersifat asam (HCl) dan enzim renin,
pepsinogen, dan lipase.
5. Usus halus mengandung jonjot-jonjot usus untuk menyerap makanan.
6. Pencernaan secara kimiawi di usus halus dibantu oleh cairan empedu,
getah pankreas, dan getah usus.
7. Kelenjar pencernaan yang berhubungan dengan saluran pencernaan,
yaitu pankreas, hati, dan kantung empedu.
8. Pencernaan dibedakan menjadi pencernaan mekanik dan pencernaan
kimiawi.
9. Enzim pada pencernaan kimiawi berfungsi sebagai zat untuk
mempercepat terjadinya reaksi kimia.
10. Sistem pencernaan hewan Ruminansia berbeda dengan mamalia lainnya.
Gigi seri memiliki bentuk yang sesuai untuk menjepit makanan, gigi
taring tidak berkembang, gigi geraham belakang datar dan lebar.
Terdapat dua fase dalam mengunyah makanan
11. Pada hewan memamah biak lambungnya terdiri atas rumen, retikulum,
omasum, dan abomasum sehingga terjadi pencernaan berulang. Proses
pencernaannya dibantu bakteri aerob dan protozoa ciliate.
Sistem Pencernaan | Bahan Ajar Part 3
Elin Nailur Rahmah, M.Pd.
DAFTAR PUSTAKA
Almatsier, S. 2009. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta: PT Sun.
Campbell, Neil A. 2010. Biologi Edisi Kedelapan Jilid II. Jakarta: Erlangga.
Hanum, E.L. dkk. Biologi 2 kelas XI SMA dan MA. Jakarta: PT. Rosdakarya. Pusat Perbukuan Departemen
Pendidikan Nasional.
Irnaningtyas, I.Y. 2016. Biologi untuk SMA/MA Kelas XI Kurikulum 2013. Jakarta: Erlangga.
Purnomo., et al. 2009. Biologi untuk SMA/MA Kelas XI. Jakarta: PT. Intan Pariwara. Pusat Perbukuan
Departemen Pendidikan Nasional.
Pujiyanto, S., & Ferniah, R.S. (2016). Menjelajah Dunia Biologi 2 untuk Kelas XI SMA dan MA Kelompok
Peminatan Matematika dan Ilmu-Ilmu Alam. Solo: Tiga Serangkai Pustaka Mandiri.
Suwarno. 2009. Panduan Pembelajaran Biologi untuk SMA dan MA Kelas XI. Jakarta: CV Karya Mandiri
Nusantara. Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.
Sistem Pencernaan | Bahan Ajar Part 3
Elin Nailur Rahmah, M.Pd.