Prabu lembu Amiluhur atau Jayanegara, raja Kerajaan Kediri
memiliki seorang putri bernama Dewi Sanggalangit. Sang putri
terkenal akan kecantikan dan budi pekertinya yang luhur. Banyak
pangeran dan raja yang hendak meminangnya. Namun sang putri
belum berniat untuk menikah, sehingga pinangan yang datang selalu
ditolak. Baginda raja sangat mencemaskan sikap putrinya.
Karena terus didesak, akhirnya Dewi Sanggalangit menyanggupi
permintaan ayahnya. Ia mengajukan persyaratan kepada para
peminang, yaitu calon suaminya harus bisa menciptakan sebuah
tontonan menarik yang di dalamnya terdapat hewan berkepala dua
dan diiringi 140 ekor kuda kembar. Siapa yang bisa memenuhi, akan
menjadi suami Dewi Sanggalangit.
Mendengar Syarat yang diajukan oleh Dewi Sanggalangit, para raja
dan pangeran yang hendak memperistri sang putri, satu per satu
mengundurkan diri. Kini hanya tinggal dua orang raja yang
menyatakan sanggup memenuhi permintaan Dewi Sanggalangit.
Mereka adalah Singobarong dari Kerajaan Lodaya dan
Kelanaswadono dari Kerajaan Bantarangin.
Mereka berjanji akan memenuhi syaratdari sang putri.
Sayangnya Singobarong yang licik mempunyai rencana yang
curang. Bermaksud akan menghadang rombongan
Kelanaswadono dan merebutnya.
Waktu telah tiba, Raja Kelanaswadono telah menyiapkan
semuanya, kecuali hewan berkepala dua. Dia hanya memiliki
seekor merak kesayangannya. Berharap Dewi Sanggalangit akan
menyukainya dan melupakan hewan berkepala dua.
Rombongan raja Kelanaswadono sesampai di hutan dihadang oleh
seekor singa yang sedang mengamuk. Dia lah Raja Singabarong
yang telah berubah wujud menjadi seekor singa. Pasukan raja
Kelanaswadono banyak yang terluka dan berjatuhan.
Raja Kelanaswadono tahu bahwa singa itu adalah raja
singobarong. Kemudian raja Kelanaswadono melepaskan merak
yang dia bawa dan hinggap di kepala singa, merak itu mematuki
kutu yang ada di kepala singabarong. Setelah keenakan karena
kutunya di patuki, singabarong berhenti mengamuk.
Saat melihat singabarong dan meraknya, raja Kelanaswadono
melihat binatang berkepala dua. Dia pun tersenyum dan
mengeluarka pecut saktinya. Raja Kelanaswadono memecutkan
pecut dan terdengar bunyi menggelegar, dan singobarong merasa
lemas dan tidak bisa berubah wujud menjadi manusia. Semua
rombongan terkejut karena kedua hewan itu telah menyatu. Maka
genaplah sudah syarat yang diajukan dewi sanggalangit.
rombongan raja Kelanaswadono akhirnya melanjutkan perjalanan
dengan penuh suka cita menuju Kediri. Sampai di sana dewi
sanggalangit terpesona dengan keunikan hewan berkepala dua
yang dibawa raja Kelanaswadono. Singa itu terlihat galak namun
dilehernya terdapat kepala merak dengan ekor yang mengembang
seperti kipas besar nan cantik. Disamping binatang itu berdiri
raja Kelanaswadono yang gagah perkasa dan diiringi 140
penunggang kuda kembar menari dengan riaang.
Dewi Sanggalangit sangat terkesan dengan usaha Raja
Kelanaswadono. Dia pun menerima lamaran Kelanaswadono. Raja
Kediri merasa lega. Pernikahan pun segera dilangsungkan
dengansangat meriah. Sampai saat ini pertunjukkan yang
disuguhkan raja Kelanaswadono masih ada dan dinamakan Reog
Ponorogo.
SEKIAN
TERIMA KASIH
SUMBER :
https : //youtu.be/zrw3t7KmPzw