The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by santicemplok83, 2021-09-11 20:02:14

ASAL USUL REOG PONOROGO

ASAL USUL REOG PONOROGO

Prabu lembu Amiluhur atau Jayanegara, raja Kerajaan Kediri
memiliki seorang putri bernama Dewi Sanggalangit. Sang putri
terkenal akan kecantikan dan budi pekertinya yang luhur. Banyak
pangeran dan raja yang hendak meminangnya. Namun sang putri
belum berniat untuk menikah, sehingga pinangan yang datang selalu

ditolak. Baginda raja sangat mencemaskan sikap putrinya.



Karena terus didesak, akhirnya Dewi Sanggalangit menyanggupi
permintaan ayahnya. Ia mengajukan persyaratan kepada para
peminang, yaitu calon suaminya harus bisa menciptakan sebuah
tontonan menarik yang di dalamnya terdapat hewan berkepala dua
dan diiringi 140 ekor kuda kembar. Siapa yang bisa memenuhi, akan

menjadi suami Dewi Sanggalangit.



Mendengar Syarat yang diajukan oleh Dewi Sanggalangit, para raja
dan pangeran yang hendak memperistri sang putri, satu per satu
mengundurkan diri. Kini hanya tinggal dua orang raja yang
menyatakan sanggup memenuhi permintaan Dewi Sanggalangit.
Mereka adalah Singobarong dari Kerajaan Lodaya dan
Kelanaswadono dari Kerajaan Bantarangin.



Mereka berjanji akan memenuhi syaratdari sang putri.
Sayangnya Singobarong yang licik mempunyai rencana yang

curang. Bermaksud akan menghadang rombongan
Kelanaswadono dan merebutnya.



Waktu telah tiba, Raja Kelanaswadono telah menyiapkan
semuanya, kecuali hewan berkepala dua. Dia hanya memiliki
seekor merak kesayangannya. Berharap Dewi Sanggalangit akan

menyukainya dan melupakan hewan berkepala dua.
Rombongan raja Kelanaswadono sesampai di hutan dihadang oleh
seekor singa yang sedang mengamuk. Dia lah Raja Singabarong

yang telah berubah wujud menjadi seekor singa. Pasukan raja
Kelanaswadono banyak yang terluka dan berjatuhan.



Raja Kelanaswadono tahu bahwa singa itu adalah raja
singobarong. Kemudian raja Kelanaswadono melepaskan merak
yang dia bawa dan hinggap di kepala singa, merak itu mematuki
kutu yang ada di kepala singabarong. Setelah keenakan karena

kutunya di patuki, singabarong berhenti mengamuk.



Saat melihat singabarong dan meraknya, raja Kelanaswadono
melihat binatang berkepala dua. Dia pun tersenyum dan

mengeluarka pecut saktinya. Raja Kelanaswadono memecutkan
pecut dan terdengar bunyi menggelegar, dan singobarong merasa

lemas dan tidak bisa berubah wujud menjadi manusia. Semua
rombongan terkejut karena kedua hewan itu telah menyatu. Maka

genaplah sudah syarat yang diajukan dewi sanggalangit.



rombongan raja Kelanaswadono akhirnya melanjutkan perjalanan
dengan penuh suka cita menuju Kediri. Sampai di sana dewi

sanggalangit terpesona dengan keunikan hewan berkepala dua
yang dibawa raja Kelanaswadono. Singa itu terlihat galak namun
dilehernya terdapat kepala merak dengan ekor yang mengembang
seperti kipas besar nan cantik. Disamping binatang itu berdiri

raja Kelanaswadono yang gagah perkasa dan diiringi 140
penunggang kuda kembar menari dengan riaang.



Dewi Sanggalangit sangat terkesan dengan usaha Raja
Kelanaswadono. Dia pun menerima lamaran Kelanaswadono. Raja

Kediri merasa lega. Pernikahan pun segera dilangsungkan
dengansangat meriah. Sampai saat ini pertunjukkan yang
disuguhkan raja Kelanaswadono masih ada dan dinamakan Reog

Ponorogo.



SEKIAN
TERIMA KASIH

SUMBER :
https : //youtu.be/zrw3t7KmPzw


Click to View FlipBook Version