The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

4. Ikatan Kovalen Polar-Nonpolar dan Kelarutan

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by noorisna09, 2021-08-19 09:37:16

4. Ikatan Kovalen Polar-Nonpolar dan Kelarutan

4. Ikatan Kovalen Polar-Nonpolar dan Kelarutan

Ikatan Kovalen
Polar-Nonpolar

Kimia Organik

Pengertian Ikatan Kovalen polar dan Nonpolar

› Ikatan kovalen terdiri dari beberapa jenis, salah satunya adalah ikatan
kovalen polar dan ikatan kovalen nonpolar.

› Ikatan kovalen polar dan nonpolar ini dibedakan berdasarkan polaritas atau
kepolaran ikatan.

› Apa itu kepolaran?

Kepolaran adalah potensi suatu senyawa untuk membentuk kutub (pole)
pada salah satu unsur penyusun senyawa tersebut karena dipengaruhi
oleh perbedaan nilai keelektronegatifan.

› Jika antara atom-atom unsur penyusun senyawa memiliki perbedaan
keelektronegatifan yang kecil atau bahkan nol maka ikatan yang
terbentuk adalah ikatan kovalen nonpolar.

› Dan sebaliknya, jika perbedaan keelektronegatifan relatif besar maka
ikatan yang terbentuk adalah ikatan kovalen polar.

› Ikatan kovalen polar adalah ikatan yang pasangan elektron ikatannya
cenderung tertarik ke salah satu atom yang berikatan. Ikatan kovalen polar
terbentuk antara atom-atom unsur yang memiliki perbedaan nilai
keelektronegatifan yang relatif besar.

› Ikatan kovalen nonpolar adalah ikatan yang pasangan elektron ikatannya
tertarik sama kuat ke arah atom-atom yang berikatan. Ikatan kovalen
nonpolar terbentuk antara atom-atom unsur yang memiliki perbedaan nilai
keelektronegatifan yang kecil atau sama dengan nol serta tidak memiliki
pasangan elektron ikatan.

Perhatikan ilustrasi berikut ini…

› Pada contoh ikatan kovalen polar yaitu pada
molekul HCl, pasangan elektron ikatan (PEI)
cenderung tertarik ke salah satu atom yang
memiliki elektronegativitas lebih besar yaitu
atom Cl oleh karena itu bentuk molekulnya
mengutub pada atom Cl sehingga
menjadi asimetris (tidak simetris). Kepolaran
pada molekul ini terjadi karena antara atom H
dan atom Cl memiliki perbedaan
keelektronegatifan yang relatif besar.

› Sedangkan pada contoh ikatan kovalen
nonpolar yaitu molekul Cl2, pasangan
elektron ikatan tertarik sama kuat ke arah
atom-atom yang berikatan. Hal ini
dikarenakan antara dua atom Cl memiliki
keelektronegatifan yang sama besar atau
dengan kata lain perbedaan
elektronegativitas adalah nol. Karena PEI
tertarik sama kuat, maka bentuk molekul
pada senyawa Cl2 adalah simetris.

Ciri-Ciri Ikatan Kovalen Polar dan Nonpolar

› Senyawa pada Ikatan kovalen polar memiliki karakteristik dapat
menghatarkan listrik sedangkan senyawa kovalen nonpolar tidak
dapat menghantarkan listrik.

› Senyawa kovalen baik polar maupun nonpolar dapat berupa molekul
biatom (dwiatom) dan molekul poliatom.

› Ciri-ciri ikatan kovalen polar dan nonpolar pada kedua jenis molekul
tersebut tentu saja berbeda.

1. Ciri-Ciri Ikatan Kovalen Polar dan
Nonpolar pada Molekul Biatom

› Molekul biatom (terdiri atas 2 atom), kepolarannya ditentukan
oleh elektronegativitas.

› Dua atom yang elektronegativitasnya tidak sama, maka daya tarik
elektronnya ke arah atom yang elektronegativitasnya lebih besar.

› Seperti pada molekul HCl, atom H keelektronegatifannya 2,1
sedangkan atom Cl 3,0 sehingga elektron akan bergeser ke arah Cl.

› Dengan demikian, atom Cl menjadi kelebihan elektron dan membentuk
kutub negatif, sedangkan atom H menjadi kekurangan elektron dan
membentuk kutub positif.

› Senyawa kovalen yang dapat membentuk kutub positif dan negatif
disebut senyawa polar.

› Karena sifat inilah, senyawa polar mampu menghantarkan arus listrik.

› Secara teoritis senyawa polar mempunyai perbedaan elektronegativitas
besar (≥0,5).

› Sedangkan senyawa yang tidak dapat membentuk kutub positif dan negatif
disebut senyawa nonpolar.

› Senyawa nonpolar memiliki perbedaan keelektronegatifan kecil (<0,5).

› Pada senyawa polar, kutub positif dan kutub negatif yang terbentuk dalam
senyawa disebut dengan dipol.

› Dengan demikian dapat disimpulkan, untuk menentukan ciri-ciri kovalen
polar dengan kovalen nonpolar pada molekul biatom adalah dengan
melihat perbedaan elektronegativitasnya.

› Perbedaan elektronegativitas 0,9 lebih besar dari 0,5 sehingga HCl
senyawa polar.

› Pergeseran elektron ikatan dinyatakan dengan tanda panah (→)
atau menggunakan simbol δ+ dan δ−, yang menyatakan muatan
elektrostatik terpisah antara 2 atom (terbentuk kutub).

Berikut ini adalah tabel jenis ikatan kimia yang terbentuk akibat
perbedaan keelektronegatifan…

No Perbedaan Jenis Ikatan Contoh
Elektronegativitas
Kovalen nonpolar H−H (0,0)
1 0,0 s/d 0,4 Kovalen polar H−Cl (0,9)
H−F (1,9)
2 0,5 s/d 1,0 Kovalen sangat polar NaCl (2,1)
Ion
3 1,0 s/d 2,0

4 ≥2

• Contoh molekul biatom yang termasuk senyawa polar (perbedaan
keelektronegatifan besar) di antaranya adalah HF, HCl, HBr, ICl, IF
dan ClF.

• Sedangkan contoh molekul biatom yang termasuk senyawa
nonpolar (perbedaan keelektronegatifan kecil) sebagian besar
terbentuk dari dua atom yang sama di antaranya adalah H2, O2, N2,
F2, Cl2, Br2 dan I2.

2. Ciri-Ciri Ikatan Kovalen Polar dan
Nonpolar pada Molekul Poliatom

› Polaritas molekul poliatom (lebih dari 2 atom) ditentukan oleh momen dipol
(μ) dari molekul tersebut.

› Momen dipol adalah hasil kali dari pemisahan muatan dengan jarak antar
kutub.

› Secara matematis, momen dipol dirumuskan sebagai berikut:

Keterangan:
μ = momen dipol
δ = kelebihan muatan pada masing-masing atom
r = jarak antara kedua inti atom
Dalam sistem satuan SI, μ dinyatakan dalam Coulomb meter (C m),
sedangkan satuan yang biasa digunakan adalah Debey (D)
dimana 1 Debey = 3,336 ×10−30 C m.

› Senyawa polar adalah senyawa yang mempunyai momen dipol
lebih dari nol sedangkan senyawa nonpolar momen dipolnya
sama dengan nol.

› Selain dilihat dari momen dipol, kepolaran suatu senyawa
dapat dilihat dari bentuk molekul.

› Bentuk molekul simetris merupakan senyawa nonpolar,
sedangkan bentuk molekul asimetris merupakan senyawa
polar.

› Senyawa nonpolar dengan bentuk molekul simetris, atom pusatnya
tidak memiliki pasangan elektron bebas (PEB), seperti CH4, CCl4,
BH3, PCl5, CO2 dan CS2.

› Sedangkan pada senyawa polar asimetris, atom pusatnya terdapat
pasangan elektron bebas, antara lain H2O, NH3, PCl3 dan OF2.

Perbedaan Ikatan Kovalen Polar dengan
Nonpolar

Karakteristik Senyawa Kovalen Polar Senyawa Kovalen Nonpolar
Perbedaan Kelektronegatifan Relatif Besar
Sangat Kecil atau nol untuk
Pasangan Elektron Ikatan Cenderung tertarik ke salah senyawa biatom sejenis
(PEI) satu atom yang berikatan
Pasangan Elektron Bebas Atom pusat memiliki PEB Tertarik sama kuat oleh atom-
(PEB) atom yang berikatan
Bentuk Molekul
Daya Hantar Listrik Atom pusat tidak memiliki PEB

Momen Dipol Asimetris (mengutub) Simetris (proporsional)
Kelarutan
Dapat mampu menghantarkan Tidak dapat menghantarkan

listrik listrik

Lebih dari nol Sama dengan nol

Umumnya hanya dapat larut Umumnya hanya dapat larut

dalam cairan polar lainnya dalam cairan nonpolar lainnya

Soal 1

Manakah di antara senyawa berikut ini yang memilki kepolaran tinggi?

a. CO b. NO c. HCl

Soal 2

Tentukan jenis ikatan kovalen, apakah polar atau nonpolar pada
senyawa-senyawa berikut ini.

NH3, HF, H2O dan CH4

Kelarutan Senyawa Organik

› Senyawa organik merupakan senyawa yang dibentuk oleh
unsur karbon yang memiliki sifat kimia dan fisika yang
khas.

› Sifat fisika senyawa organik meliputi titik leleh, titik didih,
putaran optis, dan kelarutan.

› Sifat-sifat tersebut sangat tergantung pada struktur
molekul,atom-atom yang menyusun, dan ukuran molekul
(dalam hal ini bobot molekul) senyawa organik.

› Kelarutan merupakan kadar jenuh suatu zat terlarut dalam suatu pelarut pada suhu tertentu
dan membentuk dispersi molekuler yang homogen.

› Kelarutan antara dua senyawa dipengaruhi oleh tarik-menarik antara partikel yang sejenis
(gaya kohesi) dan tarik menarik partikel-partikel yang berbeda (gaya adesi).

› Jika gaya kohesi lebih besar daripada gaya adesinya, kecenderungan untuk larut akan lebih
kecil; sebaliknya jika gaya kohesi lebih kecil daripada gaya adesi, kecenderungan larut
akan lebih besar.

› Kelarutan suatu zat terlarut dalam pelarut tertentu digambarkan sebagai like dissolves like
senyawa atau zat yang strukturnya menyerupai akan saling melarutkan.

› Hal ini didasarkan atas polaritas antara zat terlarut dan pelarut yang dinyatakan dengan
tetapan dielektrik, atau momen dipol, ikatan hidrogen, ikatan Van Der Waals (London) atau
ikatan elektrostatik yang lain.

› Pelarut organik adalah suatu pelarut dengan struktur molekul berpusat pada satu atom
karbon atau lebih yang membentuk kerangka molekul. Kelarutan pelarut organik di dalam air
dipengaruhi oleh dua faktor yaitu:

1. Ada atau tidaknya bagian molekul organik yang dapat membentuk ikatan hidrogen
dengan air, yang lebih dikenal dengan sebagai bagian hidrofil.

2. Kerangka hirokarbon yang merupakan penyebab ketidak larutan atau lebih dikenal
sebagai bagian hidrofob.

› Kedua faktor itu saling bersaing untuk menentukan kelarutan pelarut organik di dalam air.
Jika bagian hidrofob (gugus alkil) berukuran kecil, biasanya pelarut tersebut dapat larut
dalam air. Sebaliknya jika bagian hidrofob itu cukup besar (rantai alkil panjang atau gugus
aril) dapat menyebabkan kelarutan pelarut organik tersebut menjadi terbatas. Jika pelarut
organik hanya terdiri atas atom hidrogen dan karbon saja tidak dapat larut dalam air.


Click to View FlipBook Version