PERKEMBANGAN EMBRIO
DAN POLIEMBRIONI
EMBRIOLOGI
LINA APRILIA & SITI AISYAH
PERKEMBANGAN EMBRIO DAN POLIEMBRIONI
MATA KULIAH EMBRIOLOGI
PENYUSUN
Lina Aprilia (200101110322)
Siti Aisyah (200101110402)
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI ANTASARI BANJARMASIN
FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN
PROGRAM STUDI TADRIS BIOLOGI
JANUARI 2023
Modul Perkembangan Embrio dan Poliembrioni
KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum wr.wb.
Bismillahirrahmanirrahim
Segala puji hanyalah bagi Allah SWT, atas segala limpahan karunia,
nikmat, dan petunjuk-Nya sehingga pada akhirnya makalah ini dapat selesai.
Shalawat serta salam selalu kita haturkan kepada panutan kita, Nabi Besar
Muhammad Saw, keluarga, sahabat, dan para pengikut beliau hingga akhir
zaman. Alhamdulillah atas izin-Nya dan atas kerja sama yang baik dari teman-
teman yang telah memberikan ide-idenya, sehingga kami dapat menyelesaikan
tugas penulisan modul ajar yang berjudul “Perkembangan Embrio dan
Poliembrioni” dengan tepat waktu, sesuai dengan jadwal yang telah
ditentukan.
Kami sampaikan terima kasih banyak kepada Sari Indriyani, S.Pd., M. Pd.,
selaku dosen pengampu mata kuliah Zoologi Invertebrata yang telah
mempercayakan kepada kami untuk menyelesaikan modul ajar ini dengan
sebaik- baiknya. Juga kepada kedua orang tua serta teman-teman sekalian
yang selalu memberikan dukungan kepada kami.
Harapan kami, semoga modul ajar ini mampu memberikan manfaat dalam
meningkatkann pengetahuan sekaligus wawasan kepada kita semua. Penulis
berharap kritik dan saran yang membangun demi kesempurnaan makalah ini.
Wassalamu’alaikum wr.wb.
Banjarbaru, 5 Januari 2023
Penulis
Mata Kuliah Embriologi ii
Modul Perkembangan Embrio dan Poliembrioni
DAFTAR ISI
PENYUSUN .................................................................................................................... i
KATA PENGANTAR..................................................................................................... ii
DAFTAR ISI................................................................................................................ iii
GLOSARIUM ................................................................................................................. v
PETA KONSEP .............................................................................................................. vi
PENDAHULUAN............................................................................................................ 1
A. Identitas Modul ............................................................................................. 1
B. Deskripsi Singkat Materi .............................................................................. 1
C. Petunjuk Penggunaan Modul ......................................................................... 2
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1
ENDOSPERMA
A. Pengertian Endosperma................................................................................ 3
B. Pembentukan Endosperma............................................................................ 4
C. Perkembangan Endosperma.......................................................................... 5
D. Tipe dari Perkembangan Endosperma........................................................ 6
APOMIKSIS
A. Pengertian Apomiksis.................................................................................... 9
B. Reproduksi Apomiksis ................................................................................. 10
C. Jenis Apomiksis............................................................................................. 11
D. Penyebab Apomiksis.................................................................................... 13
Rangkuman Materi ..................................................................................................... 16
Lembar Kerja Mahasiswa (LKM).............................................................................. 17
Soal Evaluasi ............................................................................................................... 19
Penilaian Diri ............................................................................................................... 20
KEGIATAN PEMBELAJARAN 2
STRUKTUR DAN PERKEMBANGAN BIJI
Mata Kuliah Embriologi iii
Modul Perkembangan Embrio dan Poliembrioni
A. Pengertian Biji.............................................................................................. 21
B. Struktur Biji ................................................................................................. 22
C. Perkembangan Biji ....................................................................................... 25
Rangkuman Materi ..................................................................................................... 29
Lembar Kerja Mahasiswa (LKM).............................................................................. 30
Soal Evaluasi ............................................................................................................... 33
Kunci Soal Evaluasi..................................................................................................... 34
Rubrik Penilaian Kognitif .......................................................................................... 35
Penilaian Diri ............................................................................................................... 37
DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................... 38
Mata Kuliah Embriologi iv
Modul Perkembangan Embrio dan Poliembrioni
Glosarium
Angiospermae : Tumbuhan biji tertutup
Dikotil : Tumbuhan berkeping dua
Diploid : Mengandung dua set kromosom
Epikotil : Calon pucuk
Evolusi : Perubahan struktur tubuh makhluk hidup yang
berlangsung secara perlahan-lahan dalam waktu yang
sangat lama
Gamet : Sel reproduksi organisme, yang juga disebut sebagai
sel kelamin.
Gen : Unit pewarisan sifat bagi organisme hidup.
Gymnospermae : Tumbuhan biji terbuka
Haploid : Mengandung satu set kromosom
Hipokotil : Calon batang
Kotiledon : Calon daun
Monokotil : Tumbuhan berkeping satu
Radikula : Calon akar
Triploid : Mengandung tiga set kromosom
Zigot : Gabungan sperma dengan sel telur
Mata Kuliah Embriologi v
PETA INFORMASI
PERKEMBANGAN EMBRIO &
POLIEMBRIONI
STRUKTUR
&
PERKEMBANGAN BIJI
ENDOSPERM
&
APOMIKSIS
ENDOSPERM APOMIKSIS STRUKTUR BIJI
PENGERTIAN PENGERTIAN PENGERTIAN
PEMBENTUKAN REPRODUKSI
PERKEMBANGAN JENIS-JENIS &
TIPE PERKEMBANGAN PENYEBAB
STRUKTUR BIJI
ENDOSPERMA MEKANISME
APOMIKSIS
PERKEMBANGAN BIJI
Modul Perkembangan Embiro dan Poliembrioni
PENDAHULUAN
A. Identitas Modul
Mata Kuliah : Embriologi
Semester : 5 (Lima)
Judul Modul : Perkembangan Embrio dan Poliembrioni
B. Deskripsi Singkat Materi
Pada modul ini akan mempelajari perkembangan embrio dan
poliembrioni yang terjadi pada tumbuhan. Pembahasan terkait
dengan endosperma dan apomiksis, endosperma dalam botani adalah
bagian dari biji tumbuhan berbunga (Angiospermae) yang
merupakan hasil dari pembuahan berganda selain embrio. Apomiksis
merupakan perbanyakan aseksual melalui biji dimana biji terbentuk
bukan merupakan hasil fertilisasi. Pada tanaman apomiksis, gen
untuk reproduksi seksual tidak berekspresi. Selain itu juga
membahas tentang struktur biji dan perkembangan dari biji. Biji
adalah suatu struktur kompleks, yang terdiri dari embrio atau
lembaga, kulit biji dan persediaan makanan cadangan. Pertumbuhan
dan perkembangan pada tubuhan berbiji dimulai dengan
perkecambahan. Perkecambahan biji adalah proses pertumbuhan
dan perkembangan embrio.
Mata Kuliah Embriologi 1
Modul Perkembangan Embiro dan Poliembrioni
C. Petunjuk Penggunaan Modul
1. Bahan Ajar ini disusun sebagai bahan penguatan dan suplemen
dalam membantu mahasiswa/i dalam memahami dan menggunakan
serta mengimplementasikan perkembangan embrio dan
poliembrioni dalam memecahkan permasalahan riil dalam kasus-
kasus keseharian kita.
2. Petunjuk penggunaan Bahan Ajar ini sangat sederhana. Langkah-
langkah belajar yang ditempuh, mahasiswa/i bisa mempelajari
dari kegiatan belajar pertama, kedua hingga selesai.
Perlengkapan yang harus dipersiapkan tidak diperlukan secara
khusus.
3. Peran dosen dalam proses pembelajaran, sebagai fasilitator dan
sekaligus sebagai pembimbing jika diperlukan.
4. Mengorganisasikan kegiatan belajar kelompok jika diperlukan,
merencanakan proses penilaian dan menyiapkan perangkatnya,
melaksanakan penilaian.
5. Menjelaskan kepada mahasiswa/i tentang sikap pengetahuan dan
keterampilan dari suatu kompetensi, yang perlu untuk dibenahi
dan merundingkan rencana pemelajaran selanjutnya dan
mencatat pencapaian kemajuan belajar mahasiswa/i.
Mata Kuliah Embriologi 2
Modul Perkembangan Embiro dan Poliembrioni
Endosperma
A. Pengertian Endosperma
Endosperma, dalam botani, adalah bagian dari biji tumbuhan
berbunga (Angiospermae) yang merupakan hasil dari pembuahan
berganda selain embrio. Endosperma mampu diceritakan sebagai
"saudara kembar" embrio karena selalu terbentuk bersama namun,
berbeda dengan embrio yang diploid, endosperma adalah triploid.
Endosperma mampu dilihat dan diamati dengan jelas pada biji-
bijian tertentu, seperti padi, jagung, apokat, serta jarak. Fungsinya
yang sangat utama adalah sbg penyedia cadangan energi bagi
embrio dalam proses perkecambahan. Karena itu, protein
penyusunnya adalah albumin, protein yang larut dalam cairan.
Karena fungsinya ini, pada endosperma seringkali
terkandung karbohidrat dan lemak. Walaupun demikian,
endosperma tidak selalu ditemukan pada biji-biji yang masak. Pada
suku kacang-kacangan (Fabaceae) serta sawi-sawian (Brassicaceae)
misalnya endosperma tidak ditemukan karena menyusut
(rudimenter) dalam perkembangan biji. Contoh endosperma yang
dapat dimakan lainnya adalah ‘daging’ kelapa dan ‘air’ kelapa, dan
jagung, termasuk popcorn. Beberapa tanaman, seperti anggrek,
kekurangan endosperma dalam bijinya.
Mata Kuliah Embriologi 3
Modul Perkembangan Embiro dan Poliembrioni
B. Pembentukan Endosperma
Tumbuhan berbunga primitif (basal) memiliki biji dengan
embrio kecil dan endosperma besar. Perkembangan evolusi
tumbuhan berbunga cenderung menunjukkan kecenderungan
tanaman dengan biji dengan sedikit atau tanpa endosperma. Pada
tumbuhan berbunga yang lebih banyak, embrio menempati sebagian
besar benih dan endosperma tidak dikembangkan atau dikonsumsi
sebelum benih matang. Pada tanaman ini, kotiledon mengandung
cadangan makanan.
Endosperma terbentuk ketika dua inti sperma di dalam sebutir
serbuk sari mencapai bagian dalam ovula atau kantung embrio. Satu
nukleus sperma membuahi sel telur, membentuk zigot, sedangkan
nukleus sperma lainnya biasanya menyatu dengan dua nukleus polar
di tengah kantung embrio. Ini membuat sel endosperma pertama,
yang berkembang menjadi endosperma. Karena terbentuk oleh
pembuahan yang terpisah, endosperma adalah organisme yang
berbeda dari embrio (meskipun ditempatkan di sebelahnya di dalam
benih). Sekitar 70% spesies angiosperma memiliki sel endosperma
yang poliploid. Ini biasanya triploid (mengandung tiga set
kromosom) tetapi dapat sangat bervariasi dari diploid (2n) hingga
15n.
Mata Kuliah Embriologi 4
Modul Perkembangan Embiro dan Poliembrioni
C. Perkembangan Endosperma
Endosperm berfungsi sebagai penyuplai nutri utama untuk
embrio dari banyak jenis (khususnya monokotil) selama
perkembangan biji dan germinas biji. Pada angiospermae (tumbuhan
biji tertutup), endosperm normalnya muncul dari peleburan rangkap
tiga dari inti generatif dari tabung pollen dengan inti embriosac
polar yang bersifat haploid (mengikuti peleburan dari dua polar
inti). Oleh karena itu, nukleus yang lengkap bersifat triploid (3N).
Pada gymnospermae (tumbuhan biji terbuka), endosperm pada
normalnya bersifat haploid (1N), sejak berkembang dari satu sel
dari gametofit betina. Pada banyak jenis biji, terkhusus dikotil,
endosperm berkembang hanya dari 2sel, dan yang lainnya mungkin
mengalami modifikasi tinggi dan susah dikenali.Pada suku anggrek-
anggrekan, itu sempurnah hilang. Tiga peleburan terjadi padasuku
anggrek-anggrekan, tetapi produksi segera turun setelah satu atau
dua sel membelah.
Pada banyak jenis dikotil, endorperm terbentuk tetapi hampir
sempurna dikonsumsi selama perkembangan biji hingga biji dewasa
hampir tersusun seluruhnya dari embrio. Banyak spekulasi yang
muncul mengenai status dari endosperm. Itu biasa dinamakan
embrio tidak normal, sejak ovum dan dua polar nukleus telah
menjadi genetik yang identik. Tanpa memperhatikan dari segi
genetik yang mirip, peleburan dari dua inti polar nukleus dan
kemudian peleburan dengan satu sel sperma menghasilkan
endosperm, sementara peleburan dari sel telur dengan sel sperma
Mata Kuliah Embriologi 5
Modul Perkembangan Embiro dan Poliembrioni
yang lain menghasilkan zigot. Salah satu fungsi dari endosperm
adalah menyediakan nutrisi untuk perkembangan embrio. Oleh
karena itu, itu adalah komposisi sesuai dengan yang embrio
butuhkan. Tetapi endosperm harus juga memperoleh nutrisi
pendukung dari embrio sac dan jaringan sekitarnya. Dampak
keuntungan yang diperoleh adalah mengelilingi embrio dengan
jaringan nutrisi yang kaya yang dapat diperoleh dari perkembangan
dan pertumbuhan. Menciptakan kompetisi untukunsur hara, dengan
tidak lebih dari dan diluar embrio sac.
D. Tipe dari Perkembangan Endosperm
Pembelahan dari nuklues endosperm primer menghasilkan
mikropilar dan ruang-ruang chalazal, satu atau keduanya
berkonstrubusi untuk endosperm dewasa. Ketika hanya satu yang
berkembang dan yang lainnya hancur dan segera menurun.
Perkembangan endosperm mungkin terjadi pada satu atau tiga
tipe,tergantung pada urutan/susunan pembelahan nuklear dan
formasi dinding sel.
1. Inti endosperm
Endosperm tipe ini adalah karakterisasi dari pembelahan inti
sendiri oleh formasi dinding sel. Nuklei tetap bebas atau
kemudian dipisahkan oleh dinding sel dalam bentuk satu jalur
yaitu:
a. Satu sampai tiga lapisan dinding sel kemungkinan terbentuk
disekeliling luar dengan nuklei bebas didalamnya.
Mata Kuliah Embriologi 6
Modul Perkembangan Embiro dan Poliembrioni
b. Sebuah dinding sel terbentuk dalam mikropilar pada fase
istirahat didalam bagian sel bebas.
c. Seluruh endosperm akan terisi dengan dinding sel.
Keseluruhan ketiga kondisi tersebut berada dalam kelmpok
yang sama.
2. Endosperm Seluler, pada tipe endosperm ini, setiap bagian
nuklear disertaiformasi dinding sel.
3. Helobial endosperm, helobial endosperm adalah tingkatan antara
tipe inti (Nuklear) dan seluler. Bagian nuklear yang bebas
terbentuk tetapi formasi dindingsel disertai bagian nuklear
dibeberapa bagian endosperm.
4. Haustoria Endosperm, suatu kemajuan utama dalam
perkembangan embrio adalah kemampuanuntuk mengambil nutrisi
dari sekeliling jaringan untuk kebutuhan perkembangannya.
Nutrisi untuk pertumbuhan disebut haustoria, memungkinkan
perkembangan pada salah satu antara mikropilar atau chalazal
dan sampaikedalam nusellar, intehumentari, atau jaringan ovum.
Haustoria sering bercabang-cabang mencolok atau divertikular.
Ketika suplai makanan lokal habis, haustoria berakhir dan
menjadi hancur oleh endosperm selanjutnya dan embrio tumbuh.
5. Endosperm Dewasa, endosperm pada monokotil biasanya
mencapai perkembangan morfologi maksimum pada kedewasaan
psikologi dan tetap berlangsung untuk menyerupai bagian utama
biji. Pada jenis dikotil, endosperm tidak berkembang atau tidak
digunakan untuk perkembangan embrio dan tidak sama atau
Mata Kuliah Embriologi 7
Modul Perkembangan Embiro dan Poliembrioni
hanya sedikit yang menjadi bagian dari biji dewasa. Biji dengan
jumlah endosperm yang sedikit adalah exalbuminous, dimana
hanya memiliki sedikit atau tidak ada endosperm tetapi dengan
perkembangan perisperm yang baik yang dikenal dengan
albuminous.
Beberapa spesies mempunyai perkembangan chalazosperm yang
baik, dimana kedua nusellus danendosperm hilang selama
perkembangn dan jaringan chalazal berkembang biak dan menjadi
bentuk penyimpanan jaringan.Lapisan paling luar dari endosperm
dikenal dengan sebutan lapisan aleurone.Selama perkembangan
endosperm, sel aleurone menjadi menebal dan diisi dengan butir-
butir protein. Lapisan ini berfungsi sebagai jaringan penyimpan dan
untuksekresi enzim hidrolitik, yang berfungsi sebagai aktifator
selama perkemcambahan membantu pemutusan jaringan
penyimpanan. Contoh endosperma:
Gambar: Struktur Biji Jagung dan Struktur Biji Gandum.
Mata Kuliah Embriologi 8
Modul Perkembangan Embiro dan Poliembrioni
APOMIKSIS
A. Pengertian Apomiksis
Apomiksis merupakan perbanyakan aseksual melalui biji dimana
biji terbentuk bukan merupakan hasil fertilisasi. Biji dari tanaman
apomiksis apabila tidak mengalami mutasi mengandung embrio yang
mempunyai konstitusi genetik yang sama dengan induknya. Pada
tanaman apomiksis, gen untuk reproduksi seksual tidak
berekspresi. Pada apomiksis fakultatif, sel nuselar tertentu
mengalami reproduksi seksual, sel nuselar lain mengalami
reproduksi aseksual sedangkan pada apomiksis obligat kejadian
seksual dihambat. Apomiksis adalah terbentuknya individu baru
yang berasal dari biji yang tidak mengalami fertilisasi. Berdasarkan
asal embrio dalam biji tersebut, apomiksis dibagi menjadi dua
macam, yaitu gametophytic apomixes, embrio di bentuk dari sel inti
induk megaspore, dan sporophitic apomixes, embrio di bentuk dari
sel gametofik lain, embrionya disebut adventif embrioni, misalnya
pada jeruk dan manggis.
Atau dapat didefinisikan juga bahwa apomiksis adalah
reproduksi aseksual yaitu proses reproduksi tanpa terjadinya fusi
gamet betina dan jantan. Apomiksis merupakan penyimpangan dalam
suatu proses reproduksi yang mekanisme perkembangannya sangat
kompleks. Apomiksis menghasilkan embrio yang memiliki konstitusi
genetik yang sama dengan induknya. Apomiksis dapat dikategorikan
menjadi fakultatif dan obligat:
Mata Kuliah Embriologi 9
Modul Perkembangan Embiro dan Poliembrioni
1. Apomiksis obligat adalah bentuk apomiksis yang bijinya
terbentuk tanpa proses fusi gamet betina dan gamet jantan,
seperti pada manggis.
2. Apomiksis fakultatif pada biji jeruk disebut sebagai fenomena
poliembrioni, yaitu terjadinya beberapa embrio dalam satu biji.
Embrio yang dihasilkan terdiri dari embrio zigotik dan embrio
nuselar. Embrio zigotik dihasilkan dari fusi gamet jantan dan
betina, sedangkan embrio nuselar terbentuk dari jaringan
kantung embrio. Kedua embrio yang dihasilkan memiliki
konstitusi genetik yang berbeda. Dalam perkembangannya kedua
embrio tersebut tumbuh secara beriringan tanpa saling
mengganggu.
B. Reproduksi Apomiksis
Apomiksis adalah reproduksi aseksual yaitu proses reproduksi
tanpa terjadinya fusi gamet betina dan gamet jantan. Pada
reproduksi aseksual terdapat adanya 2 proses yang selalu
berkesinambungan (tak terputuskan), yaitu:
1. Meiosis: suatu proses pembelahan sel-sel sporofitik yang diploid
menjadi sel-sel gametik yang haploid. Misalnya:
a. Pada mikrosporogenesis (terjadinya mikrospora). Mikrospora
akan menghasilkan gamet jantan (n).
b. Pada megasporogenesis (terjadinya megaspora) megaspora
yang berfungsi akan menghasilkan kantong embrio dengan
Mata Kuliah Embriologi 10
Modul Perkembangan Embiro dan Poliembrioni
bagian-bagiannya, yaitu sel telur, sinergid dan antipoda
(semuanya haploid (n).
c. Pembuahan adalah fusi dari sel-sel gametik (sperma dan sel
telur) menghasilkan zigot (2n). Zigot merupakan generasi awal
fase sporofitik yang diploid.
C. Jenis Apomiksis
Apomiksis pada tumbuhan angiospermae dapat dibedakan
menjadi 2 yaitu:
1. Apomiksis yang tidak berulang
Pada tipe ini sel induk megaspora mengalami pembelahan
meiosis secara normal, terbentuk kantong embrio yang haploid.
Embrio mungkin berasal dari sel telur yang tidak dibuahi
(parthenogenesis haploid) atau berasal dari sel lain pada
gametofit.
2. Apomiksis berulang
Kantong embrio berasal dari arkesporium (apospori
generatif) atau bagian lain dan nuselus (apospori somatik).
Semua inti sel yang menyusun kantong embrio bersifat diploid.
Embrio berasal dan sel telur yang tidak dibuahi (parthenogenesis
diploid) atau dan sel lain pada gametofit (apogami diploid).
Apomiksis dibedakan menjadi 2 yaitu:
1. Reproduksi vegetatif, yaitu tanaman diperbanyak melalui bagian
tubuhnya (seperti akar, daun atau batang) selain menggunakan
biji.
Mata Kuliah Embriologi 11
Modul Perkembangan Embiro dan Poliembrioni
2. Agamospermi, tumbuhan memperbanyak diri dengan biji tapi
embrio tidak dibentuk melalui meiosis normal dan tidak ada
syngami.
a. Adventitious embriony embrio terbentuk dari sel nusellus
atau integumen dengan inti diploid dan tidak melalui generasi
gametofit. Embrioni adventif merupakan embrio yang terjadi
dari selain kandung lembaga. Misalnya dari sel nuselus,
umumnya terjadi pada pohon buah tropis seperti jeruk dan
mangga.
b. Diplospory adalah pembentukan kantong embrio tidak
tereduksi dari megaspore mother cell tanpa meiosis, sel telur
berkembang secara partenogenetik menjadi embrio atau sel
lain dari kantung embrio dipecah dan berkembang menjadi
embrio.
Mata Kuliah Embriologi 12
Modul Perkembangan Embiro dan Poliembrioni
c. Apospory merupakan mekanisme dimana kantung embrio
tidak tereduksi muncul dari sel somatik pada nusellus atau
integumen.
Contoh: Garden rose dan Eastern gamagrass (Tripsacum
dactyloides)
D. Penyebab Apomiksis
Beberapa angiosperma dapat membentuk lembaga (embrio),
tanpa melalui proses pembuahan. Cara pembentukan lembaga
demikian disebut apomiksis. Berikut ini beberapa tipe apomiksis:
1. Partenogenesis, yaitu terbentuknya lembaga dari sel telur yang
tidak dibuahi.
Mata Kuliah Embriologi 13
Modul Perkembangan Embiro dan Poliembrioni
2. Apogami, yaitu terbentuknya lembaga dari bagian-bagian lain di
dalam kandung lembaga. Misalnya, sel sinergid atau antipoda.
3. Embrio Adventif, yaitu terbentuknya lembaga dari salah satu sel
sporofit. Misalnya, salah satu sel nuselus atau sel integumen
yang tumbuh menjadi lembaga, kemudian masuk ke dalam
kandung lembaga.
4. Apospori, apospori adalah pembentukan gametofit diploid dari
sporofit tanpa pembentukan spora; keadaan pada tumbuhan
tinggi yang embrio diploidnya berasal dari sel-sel somatik
nuselus atau kelaza embrio terjadi tanpa poses pembuahan.
5. Partenogenesis merupakan pertumbuhan dan perkembangan
embrio atau biji tanpa fertilisasi oleh pejantan. Partenogenesis
terjadi secara alami pada beberapa spesies, termasuk tumbuhan
tingkat rendah, invertebrata (contoh, kutu air, kutu daun, dan
beberapa lebah), dan vertebrata (contoh beberapa reptil, ikan,
dan, sangat langka, burung, dan hiu)
6. Partenokarpi adalah proses terbentuknya buah tanpa biji karena
tidak terjadi penyerbukan sehingga tidak ada pembuahan. Bahwa
buah partenokarpi bermanfaat untuk meningkatkan produktivitas
dan kualitas yang lebih baik, keuntungan dari buah partenokarpi
yaitu:
a. Produksi buah stabil walau dalam linkungan yang tidak
menguntungkan.
b. Produktivitas meningkat.
c. Memperbaiki kualitas buah.
Mata Kuliah Embriologi 14
Modul Perkembangan Embiro dan Poliembrioni
d. Buah tanpa biji merupakan salah satu sifat yang diinginkan
oleh konsumen pada tanaman buah-buahan.
Gambar: Mekanisme Apomiksis
Mata Kuliah Embriologi 15
Modul Perkembangan Embiro dan Poliembrioni
Rangkuman Materi
Endosperma, dalam botani adalah bagian
dari biji tumbuhan berbunga (Angiospermae) yang merupakan
hasil dari pembuahan berganda selain embrio. Fungsi
endosperma adalah sebagai penyedia cadangan energi bagi
embrio dalam proses perkecambahan. Endosperma terbentuk
ketika dua inti sperma di dalam sebutir serbuk sari mencapai
bagian dalam ovula atau kantung embrio.
Apomiksis merupakan perbanyakan aseksual melalui biji
dimana biji terbentuk bukan merupakan hasil fertilisasi. Pada
tanaman apomiksis, gen untuk reproduksi seksual tidak
berekspresi. Apomiksis bereproduksi aseksual yaitu proses
reproduksi tanpa terjadinya fusi gamet betina dan gamet
jantan. Pada reproduksi aseksual terdapat adanya 2 proses
yang selalu berkesinambungan (tak terputuskan). Apomiksis
pada tumbuhan angiospermae dapat dibedakan menjadi 2
jenis, yaitu, apomiksis yang tidak berulang dan apomiksis
berulang. Apomiksis dibedakan menjadi 2 yaitu, reproduksi
vegetatif dan agamospermi. Penyebab apomiksis yaitu
partenogenesis, apogami, embrio adventiv, aspospori, dan
partenokarpi.
Mata Kuliah Embriologi 16
Modul Perkembangan Embiro dan Poliembrioni
Lembar Kerja Mahasiswa
Nama :
NIM :
Mata Kuliah : Biologi
Materi : Embriologi & Apomiksis
1. Amatilah gambar dibawah ini, dan beri keterangan di setiap
bagiannya!
a. ………….
b. ………….
c. ………….
Mata Kuliah Embriologi 17
Modul Perkembangan Embiro dan Poliembrioni
a. ………….
b. ………….
c. ………….
2. Cermati dan pahami gambar mekanisme Apomiksis dibawah ini!
Jelaskan dengan bahasa kalian sendiri!
Mata Kuliah Embriologi 18
Modul Perkembangan Embiro dan Poliembrioni
Soal Evaluasi
Nama :
NIM :
Mata Kuliah : Biologi
Materi : Embriologi & Apomiksis
1. Apa yang menjadi hasil pembuahan ganda zigot dan endosperma?
2. Sebutkan 4 tipe perkembangan endosperma!
3. Apomiksis dapat dikategorikan menjadi 2, jelaskan!
4. Apomiksis dapat terjadi dikarenakan oleh beberapa penyebab.
Sebutkan 6 penyebab terjadinya apomiksis!
Mata Kuliah Embriologi 19
Modul Perkembangan Embiro dan Poliembrioni
PENILAIAN DIRI
Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan jujur dan
bertanggungjawab!
No Pertanyaan Jawaban
Ya Tidak
1 Apakah anda telah mampu memahami
pengertian Endosperma?
2 Apakah anda telah mampu menjelaskan
proses pembentukan Endosperma?
3 Apakah anda telah mampu menjelaskan
proses perkembangan Endosperma?
4 Apakah anda telah mampu membedakan
pembentukan Endosperma?
5 Apakah anda telah mampu memahami
pengertian Apomiksis?
6 Apakah anda telah mampu menjelaskan
reproduksi Apomiksis?
7 Apakah anda telah mampu membedakan
jenis-jenis Apomiksis?
8 Apakah anda telah mampu menganalisis
penyebab Apomiksis?
Bila ada jawaban "Tidak", maka segera lakukan review pembelajaran,
terutama pada bagian yang masih "Tidak". Bila semua jawaban "Ya",
maka Anda dapat melanjutkan ke pembelajaran berikutnya.
Mata Kuliah Embriologi 20
Modul Perkembangan Embiro dan Poliembrioni
Struktur dan Perkembangan Biji
A. Pengertian Biji
Biji adalah suatu struktur
kompleks, yang terdiri dari
embrio atau lembaga, kulit
biji dan persediaan
makanan cadangan. Dalam biji
banyak tumbuhan, makanan
disimpan di dalam lembaga
biji itu sendiri, pada tumbuhan lain, makanan disimpan dalam
jaringan di sekililingnya. Biji harus menerangkan perubahan-
perubahan yang terjadi dalam stamen dan pistil, proses
penyerbukan, perkembangan embrio, pembentukan kulit biji dan
perkembangan penyediaan cadangan makanan yang digunakan oleh
tumbuhan muda ketika biji berkecambah.
Setelah terjadinya proses penyerbukan yang diikuti dengan
pembuahan, bakal buah tumbuh menjadi buah dan bakal biji tumbuh
menjadi biji. Pada tumbuhan berbiji (Spermatophyta), biji adalah
alat perkembangbiakan yang utama karena dalam biji terkandung
calon tumbuhan baru (lembaga). Apabila suatu tumbuhan
menghasilkan biji maka hal terebut akan mempertahankan jenisnya
dan dapat juga berpencar ke tempat lain.
Mata Kuliah Embriologi 21
Modul Perkembangan Embiro dan Poliembrioni
B. Struktur Biji
Struktur atau bagian biji dapat dibedakan menjadi 2 bagian
yaitu: bagian dasar biji dan bagian non dasar biji.
1. Bagian-bagian dasar biji terdiri dari:
a. Embrio merupakan
suatu tanaman baru
yang terjadi dari
bersatunya gamet-
gamet jantan dan
betina pada suatu
proses pembuahan.
Embrio yang
berkembangnya
sempurna terdiri dari struktur-struktur sebagai berikut:
epikotil (calon pucuk), hipokotil (calon batang), kotiledon
(calon daun) dan radikula (calon akar). Tanaman di dalam
kelas Angiospermae diklasifikasikan oleh banyaknya jumlah
kotiledon. Tanaman monokotiledon mempunyai satu kotiledon
misalnya: rerumputan dan bawang. Tanaman dikotiledon
mempunyai dua kotiledon misalnya kacang-kacangan
sedangakan pada kelas Gymnospermae pada umumnya
mempunyai lebih dari 2 kotiledon misalnya pinus, yang
mempunyai sampai sebanyak 15 kotiledon.
b. Jaringan penyimpan cadangan makanan Pada biji ada
beberapa struktur yang dapat berfungsi sebagai jaringan
Mata Kuliah Embriologi 22
Modul Perkembangan Embiro dan Poliembrioni
penyimpan cadangan makanan, yaitu: kotiledon, misalnya pada
kacang-kacangan, semangka dan labu. Endosperm, misal pada
jagung, gandum, dan golongan serelia lainnya. Pada kelapa
bagian dalamnya yang berwarna putih dan dapat dimakan
merupakan endospermnya. Cadangan makanan yang tersimpan
dalam biji umumnya terdiri dari karbohidrat, lemak, protein
dan mineral.
c. Pelindung biji dapat terdiri dari kulit biji, sisa-sisa nucleus
dan endosperm dan kadang-kadang bagian buah. Tetapi
umumnya kulit biji (testa) berasal dari integument ovule yang
mengalami modifikasi selama proses pembentukan biji
berlangsung. Biasanya kulit luar biji keras dan kuat berwarna
kecokelatan sedangkan bagian dalamnya tipis dan berselaput.
Kulit biji berfungsi untuk melindungi biji dari kekeringan,
kerusakan mekanis atau serangan cendawan, bakteri dan
insekta.
2. Bagian-bagian non dasar biji terdiri dari:
a. Kulit Biji (spermodermis), berasal dari selaput bakal biji
(integumentum). Oleh sebab itu biasanya kulit biji dari
tumbuhan biji tertutup (Angiospermae) terdiri atas dua
lapisan, yaitu: Lapisan Kulit Luar (testa), ada yang tipis, ada
yang kaku seperti kulit, ada yang keras seperti kayu atau
batu. Bagian ini merupakan pelindung utama bagian biji yang
di dalam. Lapisan luar ini dapat memperlihatkan warna dan
gambaran yang berbeda-beda: merah, biru, perang, kehijau-
Mata Kuliah Embriologi 23
Modul Perkembangan Embiro dan Poliembrioni
hijauan, ada yang licin rata, mempunyai permukaan keriput.
Lapisan Kulit Dalam (tegmen), tipis seperti selaput,
dinamakan juga kulit ari. Pada pembentukan kulit biji dapat
pula ikut serta bagian bakal biji yang lebih dalam daripada
integumentumnya, misalnya lain bagian jaringan nuselus yang
terluar. Biji yang kulitnya terdiri atas dua lapisan itu
umumnya adalah biji tumbuhan biji tertutup (Angiospermae).
Pada tumbuhan biji talanjang (Gymnospermae), biji malahan
mempunyai tiga lapisan.
b. Tali pusar (funiculus), merupakan bagian yang
menghubungkan biji dengan tembuni, jadi merupakan
tangkainya biji. Jika biji masak, biasanya bijii terlepas dari
tali pusarnya (tangkai biji), dan pada biji hanya tampak
bekasnya yang dikenal sebagai pusar biji (lihat perihal kulit
biji).
c. Inti biji atau isi biji (nucleus seminis), ialah semua bagian biji
yang terdapat di dalam kulitnya, oleh sebab itu inti biji juga
dapat dinamakan isi biji, inti biji terdiri dari: lembaga
(embryo), yang merupakan calon individu baru, meliputi akar
lembaga (radikula), daun lembaga (kotiledon), batang lembaga
(kaulikula) yang dibedakan menladi hipokotil dan epikotif
pucuk lembaga (plumula) yang merupakan daun yarrg pertama
kali terbentuk di ujung batang lembaga. Putih Lembaga
(albumen), jaringan berisi cadangan makanan untuk masa
Mata Kuliah Embriologi 24
Modul Perkembangan Embiro dan Poliembrioni
permulaan kehidupan tumbuhan baru (kecambah) sebelum
dapat mencari makanan sendiri.
Perbedaan struktur biji monokotil dan dikotil yaitu:
Monokotil Dikotil
Cadangan makanan berupa Cadangan makanan berupa kotiledon
endosperm
Mempunyai hilum tetapi tidak Hilum terlihat jelas
terlihat
Endosperm merupakan bagian Endosperm merupakan bagian
terbesar terkecil
Cadangan makanan baru dapat Cadangan makanan sudah mulai
dicerna dan diserap embrio dapat dicerna dan diserap embrio
setelah biji masak sebelum biji masak
C. Perkembangan Biji
Biji dibentuk dengan adanya perkembangan bakal biji. Pada saat
pembuahan, tabung sari-sari memasuki kantung embrio melalui
mikropil dan menempatkan dua buah inti gamet jantan padanya.
Satu diantaranya bersatu dengan inti sel telur dan yang lain
bersatu dengan dua inti polar atau hasilnya penyatuan, yaitu inti
sekunder. Penyatuan gamet jantan dengan sel telur menghasilkan
zigot yang tumbuh menjadi embrio. Penyatuan gamet jantan yang
lain dengan kedua inti polar menghasilkan inti sel endosperm
pertama yang akan membelah-belah menghasilkan jaringan
endosperm.
Mata Kuliah Embriologi 25
Modul Perkembangan Embiro dan Poliembrioni
Biji masak terdiri dari tiga
bagian yaitu: embrio dan
endosperm yang dihasilkan dari
pembuahan ganda serta kulit biji
yang dibentuk oleh dinding bakal
biji, termasuk kedua
integumennya. Biji adalah ovule
yang dewasa (mature ovule). Biji
bisa terbentuk satu atau lebih di dalam satu ovari pada legumen,
tetapi tidak pernah lebih dari satu biji terbentuk dalam ovari pada
monokotil. Setiap biji matang (mature seed) selalu terdiri paling
kurang bagian embrio dan kulit biji.
Pembuahan adalah permulaan dari pertumbuhan ovari yang
cepat dan selanjutnya berkembang menjadi biji. Pada biji yang
sedang berkembang, perkembangan embrio didahului oleh
pertumbuhan endosperm. Perkembangan biji akan diakhiri dengan
pembentukan integumen pada jaringan ovari induk. Biji akan tumbuh
dan berkembang sampai menjadi bentuk yang sempurna dan
memenuhi standar untuk menjadi benih. Benih kemudian dapat
menjadi bahan tanam.
1. Proses perkecambahan biji
Pertumbuhan dan perkembangan pada tubuhan berbiji
dimulai dengan perkecambahan. Perkecambahan biji adalah
proses pertumbuhan dan perkembangan embrio. Hasil
perkecambahan ini adalah munculnya tumbuhan kecil dari dalam
Mata Kuliah Embriologi 26
Modul Perkembangan Embiro dan Poliembrioni
biji. Proses pertumbuhan embrio saat perkecambahan benih
adalah plumula tumbuh dan berkembang menjadi pucuk dan
radikula tumbuh dan berkembang menjadi akar. Berdasarkan
letak kotiledon pada saat perkecambahan dikenal dua tipe
perkecambahan yaitu hipogeal dan epigeal.
2. Tipe perkecambahan
Perkecambahan pada biji dapat dibedakan sebagai berikut:
a. Tipe epigeal,
perkecambahan ini terjadi
apabila pembentangan ruas
batang di bawah daun
lembaga atau hipokotil
sehingga mengakibatkan
daun lembaga dan kotiledon
terangkat ke atas tanah, contohnya pada kacang hijau (Phaseolus
radiatus).
b. Tipe hipogeal,
perkecambahan ini terjadi
apabila pembentangan ruas
batang teratas (epikotil)
sehingga daun lembaga ikut
terangkat ke atas tanah,
tetapi kotiledon tetap di
dalam tanah. Contohnya pada biji kacang kapri (Pisum sativum).
Mata Kuliah Embriologi 27
Modul Perkembangan Embiro dan Poliembrioni
3. Faktor yang mempengaruhi perkecambahan
a. Faktor dalam: gen, tingkat kematangan, hormon, ukuran dan
kekerasan biji, sertas dormansi biji (pertumbuhan yang
tertunda atau keadaan istirahat).
b. Faktor luar: air sebagai pelunak kulit biji, temperatur
(Temperatur optimum bagi kebanyakan benih yaitu 80oF
sampai 95oF (20,5oC sampai 35oC), oksigen diperlukan biji
untuk respirasi, media harus mempunyai sifat fisik yang baik.
Mata Kuliah Embriologi 28
Modul Perkembangan Embiro dan Poliembrioni
Rangkuman Materi
Biji adalah suatu struktur kompleks, yang terdiri dari
embrio atau lembaga, kulit biji dan persediaan makanan
cadangan. Dalam biji banyak tumbuhan, makanan disimpan di
dalam lembaga biji itu sendiri, pada tumbuhan lain, makanan
disimpan dalam jaringan di sekililingnya. Struktur atau bagian
biji dapat dibedakan menjadi 2 bagian yaitu: bagian dasar
biji dan bagian non dasar biji.
1. Bagian-bagian dasar biji terdiri dar embrio, kotiledo dan
endosperm, kulit biji .
2. Bagian-bagian non dasar biji terdiri dari kulit niji
(spermodermis). Lapisan Kulit Dalam (tegmen), tali pusar
(funiculus), inti biji atau isi biji (nucleus seminis), putih
Lembaga (albumen)
Perkecambahan biji adalah proses pertumbuhan dan
perkembangan embrio. Berdasarkan letak kotiledon pada
saat perkecambahan dikenal dua tipe perkecambahan yaitu
hipogeal dan epigeal. Faktor yang mempengaruhi
perkecambahan yaitu gen, tingkat kematangan, hormon,
ukuran dan kekerasan biji, sertas dormansi biji, air sebagai
pelunak kulit biji, temperatur, oksigen diperlukan biji untuk
respirasi, media harus mempunyai sifat fisik yang baik.
Mata Kuliah Embriologi 29
Modul Perkembangan Embiro dan Poliembrioni
Nama/Kelompok :
Hari/Tanggal :
LEMBAR KERJA MAHASISWA
(LKM)
Mata Kuliah : Biologi
Materi : Struktur dan Perkembangan Biji
TUGAS KELOMPOK
PRAKTIKUM SEDERHANA
Alat dan Bahan:
Alat Bahan
3 buah gelas plastik 1. 3 buah tanaman sejenis
Penggaris 2. Tanah organik
Kardus bekas 3. Air
Sendok
Selotip
Paku
Alat tulis
Cara Kerja
1. Siapkan 3 buah gelas aqua
2. Masukkan tanah pada masing-masing gelas plastik
Mata Kuliah Embriologi 30
Modul Perkembangan Embiro dan Poliembrioni
3. Tanam tanaman yang sejenis pada gelas plastik dan ratakan
tanahnya
4. Siram air secukupnya
5. Letakkan ditempat yang terkena sinar matahari satu tidak diberi
tutup, diberi tutup, dan diberi tutup yang terdapat lubang
6. Amati pertumbuhan yang terjadi setiap 2 hari sekali, lakukan
perhitungan tinggi tumbuhan dan kondisinya
7. Catat dan foto setiap melakukan pengamatan
Rubrik Penskoran Penilaian Praktik
No Aspek yang Dinilai Skor
0 1 234
1 Menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan
2 Melakukan pengamatan pengaruh faktor luar
terhadap pertumbuhan tanaman
Jumlah
Skor Maksimum 6 (2+4)
Rubrik Penilaian Praktik
No Indikator Rubrik
1 Menyiapkan 2 : Menyiapkan seluruh alat dan bahan yang
alat dan diperlukan
bahan 1 : Menyiapkan sebagian alat dan bahan yang
diperlukan
0 : Tidak menyiapkan alat dan bahan
Mata Kuliah Embriologi 31
Modul Perkembangan Embiro dan Poliembrioni
2 Melakukan 4 : Melakukan tujuh langkah kerja dengan tepat
pengamatan 3 : Melakukan lima langkah kerja dengan tepat
pengaruh 2 : Melakukan tiga langkah kerja dengan tepat
faktor luar 1 : Melakukan satu langkah kerja dengan tepat
terhadap 0 : Tidak melakukan langkah kerja
pertumbuhan
tanaman
Mata Kuliah Embriologi 32
Modul Perkembangan Embiro dan Poliembrioni
Soal Evaluasi
Nama :
NIM :
Mata Kuliah : Embriologi
Semester : 5 (Lima)
1. Apa yang dimaksud pertumbuhan dan perkembangan?
2. Apa yang dimaksud dengan tipe perkecambahan hipogeal serta
berikan contohnya?
3. Sebutkan minimal 3 contoh faktor luar yang mempengaruhi
pertumbuhan pada tumbuhan?
Mata Kuliah Embriologi 33
Modul Perkembangan Embiro dan Poliembrioni
Kunci Soal Evaluasi
1. Apa yang pertumbuhan dan perkembangan?
Jawab:
Pertumbuhan merupakan proses pertambahan volume yang
irreversible (tidak dapat kembali) karena adanya pembelahan mitosis
atau pembesaran sel, pertumbuhan dapat diukur dan dinyatakan
secara kuantitatif. Perkembangan adalah terspesialisasinya sel-sel
menjadi struktur dan fungsi tertentu, perkembangan tidak dapat
diukur tetapi dapat dilihat dari perubahan bentuk dan tingkat
kedewasaan.
2. Apa yang dimaksud dengan tipe perkecambahan hipogeal serta
berikan contohnya?
Jawab:
Tipe perkecambahan hipogeal terjadi apabila pembentangan ruas
batang teratas (epikotil) sehingga daun lembaga ikut terangkat ke
atas tanah, tetapi kotiledon tetap di dalam tanah. Contohnya pada
biji kacang kapri (Pisum sativum).
3. Sebutkan minimal 3 contoh faktor luar yang mempengaruhi
pertumbuhan pada tumbuhan?
Jawab:
Faktor luar dapat berupa makanan (nutrisi), air, suhu, kelembapan
dan cahaya.
Mata Kuliah Embriologi 34
Modul Perkembangan Embiro dan Poliembrioni
Rubrik Penilaian Kognitif
No. Kriteria Penilaian Skor
Soal
1 Menjelaskan pengertian pertumbuhan atau 1
perkembangan saja
Pertumbuhan merupakan proses pertambahan volume 2
yang irreversible (tidak dapat kembali) karena adanya
pembelahan mitosis atau pembesaran sel. Perkembangan
adalah terspesialisasinya sel-sel menjadi struktur dan
fungsi tertentu.
Menjelaskan pengertian pertumbuhan dan perkembangan 3
dengan tepat
2 Tipe perkecambahan hipogeal terjadi apabila 2
pembentangan ruas batang teratas (epikotil) sehingga
daun lembaga ikut terangkat ke atas tanah, tetapi
kotiledon tetap di dalam tanah
Menjelaskan pengertian tipe perkecambahan hipogeal 3
dan memberikan contohnya
3 Menyebutkan 1 atau 2 contoh faktor luar yang 3
mempengaruhi pertumbuhan pada tumbuhan
Menyebutkan 3 contoh faktor luar yang mempengaruhi 2
pertumbuhan pada tumbuhan
Menyebutkan lebih dari 3 contoh faktor luar yang 3
mempengaruhi pertumbuhan pada tumbuhan
Mata Kuliah Embriologi 35
Modul Perkembangan Embiro dan Poliembrioni 9
Total
Perhitungan skor: Jumlah benar x 100
Total skor
Mata Kuliah Embriologi 36
Modul Perkembangan Embiro dan Poliembrioni
PENILAIAN DIRI
Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan jujur dan
bertanggungjawab!
No Pertanyaan Jawaban
Ya Tidak
1 Apakah anda telah mampu menjelaskan
pengertian biji?
2 Apakah anda telah mampu menjelaskan
struktur biji?
3 Apakah anda telah mampu menjelaskan
proses perkecambahan biji?
4 Apakah anda telah mampu menyebutkan
faktor yang mempengaruhi perkecambahan?
Bila ada jawaban "Tidak", maka segera lakukan review pembelajaran,
terutama pada bagian yang masih "Tidak".
Bila semua jawaban "Ya", maka Anda dapat melanjutkan ke
pembelajaran berikutnya.
Mata Kuliah Embriologi 37
Modul Perkembangan Embiro dan Poliembrioni
DAFTAR PUSTAKA
Ashari, S., Hortikultura Aspek Budidaya, Jakarta: UI Press, 1995.
Campbell, N.A., J.B. Reece, & L. G. Mitchell. Biologi. Edisi ke-5. Terj.
Dari: Biology. 5th ed. oleh Manulu, W. Jakarta: Erlangga, 2005.
Hariana, Arief, Tumbuhan Obat dan Khasiatnya Seri 2, Bogor: Penebar
Swadaya, 2005.
Hasnunidah,dan Wisnu. Botani Tumbuhan Tinggi. Graha Ilmu:
Yogyakarta, 2019.
Hidayati, N. Klasifikasi Tumbuhan. Bumi Aksara. Jakarta, 2009.
Kamil, J., Teknologi Benih, Bandung: Angkasa, 1982.
Prajnaparamita, Kandida dan Siti Susanti. 2021. Karakter Morfologis
Dan Perkembangan Anatomis Biji Jagung (Zea mays), Jurnal
Biogenesis, 17(2): 49-60.
Pratiwi, D. A. dkk, Biologi SMA Jilid 3 untuk Kelas XII, Jakarta:
Penerbit Erlangga, 2007.
Rofiah, Siti. 2009. Perkembangan Morfologi dan Fisiologi Buah Manggis
(Garcinia mangostana L.)Selama Pertumbuhan dan Pematangan,
Scientific Repository, 1(2): 30-48.
Rukmana, R & Y. Yuniarsih, Kedelai Budidaya dan Pasca Panen,
Yogyakarta: Kanisius, 1996.
Sutopo, L., Teknologi Benih, Malang: Fakultas Pertanian Universitas
Brawijaya, 2002.
Tjitrosoepomo, Gembong, Morfologi Tumbuhan, Yogyakarta: Gadjah
Mada University Press, 2013.
Mata Kuliah Embriologi 38
PERKEMBANGAN EMBRIO
DAN POLIEMBRIONI
MODUL YANG BERJUDUL "PERKEMBANGAN
EMBRIO DAN POLIEMBRIONI" INI MENJADI
SALAH SATU TUGAS AKHIR DALAM FINAL
TEST MATA KULIAH EMBRIOLOGI.
KAMI SEBAGAI PENULIS, MENGUCAKPAN
TERIMAKASIH BANYAK KEPADA DOSEN
PENGAMPU MATA KULIAH EMBRIOLOGI,
IBU SARI INDRIYANI, M.PD.
YANG TELAH MEMBIMBING PENUH KAMI
DALAM PENULISAN MODUL INI. SEMOGA
DENGAN ADANYA MODUL INI DAPAT
MENJADI WAWASAN BARU ATAU
REFERENSI BAGI PEMBACA.
EMBRIOLOGI
LINA APRILIA & SITI AISYAH