The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Materi pengorganisasian dan penyajian data diri peserta didik dalam bentuk daftar, tabel dan diagram

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by dewianjanifahminst, 2021-03-21 07:58:07

Pengorganisasian dan Penyajian Data

Materi pengorganisasian dan penyajian data diri peserta didik dalam bentuk daftar, tabel dan diagram

Keywords: Matematika

6

5 Pengorganisasian Dan

4 Penyajian Data
Series 1

3 MATEMATIKA UntuSkerkiesK2 elas V SD/MI
Series 3
2

1

0 Category 2 Category 3 Oleh : Dewi Anjani Fahmi Nasution
Category 1
Category 4

E – Book 1

Universitas Negeri Padang

1) Penyajian Data Diri
Data diri terdiri dari dua kata yang membangunnya yaitu data dan diri.

Secara umum kita selalu mendapat berbagai informasi mengenai suatu hal
yang kebenarannya dapat dibuktikan. Sekumpulan fakta, angka atau segala
sesuatu yang dapat dipercaya kebenarannya sehingga menghasilkan informasi
untuk digunakan sebagai dasar menarik suatu kesimpulan disebut dengan data
(Siregar, 2011 : 128). Menurut Purnomosidi, dkk (2018 :199) data adalah
suatu keadaan, gambar, angka, bahasa ataupun simbol – simbol lainnya yang
memerlukan suatu pengolahan terlebih dahulu agar bisa digunakan sebagai
bahan untuk melihat lingkungan, objek, kejadian maupun suatu konsep.

Sehingga bisa disimpulkan bahwa data adalah sekumpulan berbagai
fakta, angka, bahasa maupun simbol – simbol lainnya yang memerlukan
pengolahan terlebih dahulu melalui berbagai analisis untuk menghasilkan
suatu informasi yang digunakan dalam penarikan suatu kesimpulan.

Sedangkan konsep diri adalah pandangan atau pendapat individu tentang
dirinya sendiri baik yang menyangkut fisik maupun psikis. (Reski, Taufik, &
Ifdil, 2017 : 85). Berdasarkan penjelasan di atas, maka dapat disimpulkan
bahwa data diri adalah sekumpulan fakta – fakta atau data yang berkaitan
dengan pandangan individu terhadap dirinya sendiri baik itu fisik maupun
psikis. Setiap orang memiliki data pribadi sendiri.

2) Mengorganisasikan dan Menyajikan Data Diri
Penyajian data merupakan cara untuk menampilkan fakta –fakta atau

informasi yang sudah terkumpul agar lebih mudah dimengerti. Sebelum data
disajikan, diperlukan suatu proses awal yaitu pengumpulan data. Data yang
dikumpulkan bisa berkaitan dengan data diri pribadi ataupun lingkungan
sekitar. Data diri pribadi meliputi berat badan, tinggi badan, golongan darah,
dan lain – lain. Sedangkan data lingkungan merupakan data yang berkaitan
dengan lingkungan sekitar atau lingkungan sekolah peserta didik.
(Purnomosidi, dkk, 2018 : 246).

Menurut Sugiyono (dalam Siregar, 2011 : 130 – 134) data dapat
dikumpulkan melalui wawancara, kuisioner atau angket, observasi, dan tes.
Setelah data berhasil dikumpulkan, maka dapat dilakukan pengelolaan data
meliputi pengorganisasian data, penyajian data dan penginterpretasi data yang
biasanya berbentuk angka. (Harun, dkk, 2010 : 150).

Menurut Harun,dkk (2010 :150) mengorganisasikan data adalah
menyusun atau mengatur data yang telah dikumpulkan agar lebih mudah
dibaca sehingga dapat diambil sebuah kesimpulan. Menurut Purnomosidi,
dkk (2018 : 209) data dapat disusun atau disajikan dalam bentuk daftar, tabel,
dan diagram (diagram gambar, batang dan garis). Berikut materinya :
1) Penyajian data dengan cara daftar

Data diambil secara langsung dan kemudian menuliskannya dalam
bentuk daftar. Menafsirkan data dari daftar dapat dilakukan dengan
mengurutkan data terlebih dahulu, yaitu dari data yang terkecil hingga
data yang terbesar. (Purnomosidi,dkk, 2018 : 211).
Contoh : Beni menanyai semua teman – temannya satu tentang tinggi
badan masing – masing. Beni menuliskan tinggi badan (dalam cm) 30
siswa kelas V di papan tulis.

140 142 138 150 155 156
165 148 157 158 145 162
154 156 149 155 151 152
152 157 160 143 154 163
150 140 142 138 150 160
Data di atas dapat diurutkan dari yang paling kecil hingga yang
paling besar sebagai berikut.
138 138 140 140 142 142
143 145 148 149 150 150
150 151 152 152 154 154
155 155 156 156 157 157
158 160 160 162 163 165

Data terendah dari data di atas adalah 138 dan data paling tinggi

adalah 165.
2) Penyajian data dengan cara tabel

Data yang disajikan denggan cara tabel hampir sama dengan cara
daftar, hanya saja pada tabel data dibatasi oleh garis kolom dan baris.
Langkah – langkah menyajikan data dengan membuat tabel (Winarni &
Harmini, 2012 : 137), yaitu :
1) Judul tabel ditulis di tengah – tengah bagian atas secara singkat dan

jelas, menggunakan huruf besar di setiap awal kata kecuali kata

penghubung.

2) Buatlah jumlah kolom dan baris yang dibutuhkan. Judul pada baris

dan kolom ditulis dengan singkat dan jelas.

3) Apabila judul kolom dan baris agak panjang bisa ditulis dalam

beberapa baris tetapi jangan dilakukan pemisahan kata.
4) Nama – nama/ keterangan sebaiknya disusun menurut urutan abjad

5) Jika ada keterangan yang berhubungan dengan waktu sebaiknya

disusun secara berurutan.

6) Tulislah catatan dan sumber data. Catatan ini sebenarnya merupakan

bagian dari sebuah tabel, digunakan untuk memperjelas tabel jika

menggunakan singkatan atau simbol yang dalam tabel. Sumber data

merupakan penjelasan darimana data diperoleh atau dikutip.

Contoh :

Tabel 2.1 Data Tinggi Badan Peserta Didik Kelas V

Banyak Peserta

Tinggi Badan (cm) didik

(frekuensi)

138 2

140 2

142 2

143 1

145 1

148 1

149 1

150 3

151 1

152 2

154 2

155 2

156 2

157 2

158 1

160 2

162 1

163 1

165 1

Jumlah 30

(sumber : Purnomosidi,dkk, 2018 : 211)

Banyak peserta didik dengan tinggi yang sama terdapat pada kolom
banyak peserta didik disebut dengan frekuensi. Sedangkan tabel dengan
kolom frekuensi disebut tabel frekuensi. Tabel frekuensi atau distribusi
frekuensi merupakan suatu tabel yang menunjukkan banyaknya kejadian
atau frekuensi (data didistribusikan ke dalam kelompok – kelompok atau
kelas – kelas). Tabel frekuensi sering digunakan untuk menyajikan data
kelompok tertentu karena mudah untuk dibaca mengenai informasii yang
terkandung secara keseluruhan. (Purnomosidi,dkk, 2018 : 217).
3) Penyajian data dengan cara diagram

Selain dengan cara daftar dan tabel, data dapat disajikan dengan cara
diagram. Diagram adalah gambar – gambar yang menunjukkan secara
visual data berupa bilangan. (Winarni & Harmini, 2012 : 140). Penyajian

data dalam bentuk diagram menjadi lebih menarik, karena bisa
memberikan gambaran yang lebih jelas, salah satunya adalah menyajikan
data dalam bentuk diagram gambar, sebagai berikut :
1) Penyajian data dengan diagram gambar (piktogram)

Piktogram sering disebut sebagai diagram gambar atau diagram
lambang. Piktogram digunakan untuk mendapatkan gambaran kasar
dari suatu data atau informasi. (Hernawan & Riyana, 2006 : 213).
Menurut Harun,dkk (2010 : 157) gambar yang ada dalam piktogram
dapat mewakili jumlah atau banyak data dengan keterangan tertentu.
Gambar disesuaikan dengan objek datanya, bisa berupa orang, buah
atau yang lainnya.

Menurut Winarni & Harmini (2012 : 153) ada beberapa langkah
untuk menyajikan data dengan diagram gambar , yaitu :
(1) Buatlah tiga buah kolom : kolom pertama untuk nama – nama

kategori, kolom kedua berisi bilangan yang menyatakan
frekuensi, dan kolom ketiga berisi gambar – gambar atau
lambang yang digunakan sesuai dengan jenis datanya.
(2) Buatlah catatan di bawah diagram mengenai keterangan
perwakilan gambar yang digambarkan dengan maksud satu
gambar mewakili objek yang banyaknya tertentu.
(3) Tuliskan nama kategori pertama, kedua dan sebagainya pada
kolom pertama dan tulislah banyaknya masing – masing data
pada kolom frekuensi, serta buatlah gambarnya pada kolom
gambar. Banyaknya gambar yang dibuat tidak sama dengan data
yang ada, tetapi apabila bilangan yang menyatakan banyaknya
gambar dikalikan dengan bilangan yang mewakili satu lambang
tersebut hasilnya sama dengan bilangan yang merupakan
frekuensinya. Maka ada gambar atau lambang yang digambar
secara tidak utuh.
(4) Langkah selanjutnya adalah memberi nomor dan judul diagram
yang diletakkan secara simetris di atas gambar diagramnya dan

diberi keterangan tentang catatan serta sumber data di bawah

diagram.
Contoh : Siti dan teman – temannya hampir setiap hari

berkunjug ke perpustakaan untuk belajar bersama. Perpustakaan

sekolah Siti menyediakan fsilitas meja dan kursi untuk belajar

dan setiap peserta didik diberi kesempatan untuk meminjam

buku di perpustakaan. Berikut data peminjam buku di

perpustakaan.

Hari Senin sebanyak 25 peserta didik.

Hari Selasa sebanyak 20 peserta didik.

Hari Rabu sebanyak 30 peserta didik.

Hari Kamis sebanyak 15 peserta didik.

Hari Jumat sebanyak 10 peserta didik.

Hari Sabtu sebanyak 45 peserta didik.

Data di atas dapat disajikan dalam bentuk diagram gambar

berikut :

Tabel 2.2 Data Peminjam Buku

No. Hari Peminjam Diagram Gambar

1. Senin 25

2. Selasa 20
3. Rabu 30

4. Kamis 15
5. Jum’at 10
6. Sabtu 45

(Sumber : Purnomosidi,dkk, 2018 : 223).
Catatan :

mewakili 10 orang mewakili 5 orang


Click to View FlipBook Version
Previous Book
หน่วยที่ 1 เรื่อง วิธีการทางประวัติศาสตร์ไทย
Next Book
หน่วยที่ 1 เรื่อง หลักฐานทางประวัติศาสตร์ไทย