Bagian 2
Nur Hasanah, S.Pd.I - SMKN 1 Pugung
Sebagaimana telah dibahas bada materi sebelumnya,
dalam Islam pernikahan memiliki ketentuan ketentuan
yang harus dilaksanakan bagi pelakunya (orang yang
akan melakukan pernikahan)
Islam dengan ketat memperbolehkan bagi laki-laki
maupun perempuan untuk memiliki pasangan hidup
sesuai dengan keinginan. Namun bukan berarti dalam
pemberian hak memilih itu seseorang bisa melakukan
sebebas-bebasnya.
Salah satu yang diatur adalah mengenai larangan bagi
laki-laki untuk menikahi perempuan-perempuan
dalam kondisi tertentu yang terlarang dalam syariat.
Wanita-wanita yang haram dinikahi (Mahram):
a. Wanita-wanita yang haram dinikahi selamanya
(Mahram Abadi)
a) Mahram karena faktor garis keturunan yaitu:
1. Ibu,
2. Anak perempuan,
3. Saudara perempuan,
4. Saudara ayah yang perempuan (bibi),
5. Saudara ibu yang perempuan (bibi),
6. Anak saudaral aki-laki yang perempuan (keponakan),
7. Anak saudara perempuan yang perempuan (keponakan)
b) Mahram karena faktor perbesanan
1. Ibu istri (mertua perempuan), nenek istri
dari pihak ibunya, dan nenek istri dari pihak
ayahnya dan seterusnya. Akan tetapi
bahwasanya siapa yang melangsungkan akad
nikah dengan seorang wanita lalu carai dan
belum melakukan hubungan badan
dengannya, maka diaboleh menikahi ibu
(mantan) istri nyaitu.
2. Anak tiri perempuan dari istri yang telah
dicampuri( melakukan hubungan badan).
3. Istrivanak ( menantu)
4. Istri ayah (ibuvtiri), yang sudah dicerai
meskipun belum melakukan hubungan badan.
c) Mahram karena faktor sepersusuan
1. Wanita yang menyusui, karena kedudukannya dianggap
sebagai ibu
2. Ibu wanita yang menyusui karena kedudukannya sebagai
nenek
3. Ibu suami wanita yang menyusui, karena kedudukannya
sebagai nenek juga
4. Saudara perempuan suami wanita yang menyusui, karena
kedudukannya menjadi bibi bagi anak yang menyusui.
5. Saudara perempuan suami wanita yang menyusui, karena
kedudukannya menjadi bibi juga
6. Cucu perempuan dari anak-anak laki-laki dan anak-anak
perempuan wanita yang menyusui, karena kedudukan mereka
menjadi keponakan dan saudara perempuan anak yang
menyusu kepada wanita tsb
7. Saudara perempuan sepersusuan, baik dari ibu dan ayah
sepersusuan dari ibu sepersusuan saja, maupun dari ayah
sepersusuan saja.
b. Wanita-wanita yang haram dinikahi sementara
a) Menikahi dua wanita mahram sekaligus
b) Istri orang lain
c) Wanita yang masih dalam masa ‘iddah
d) Wanita yang ditalak tiga
e) Wanita yang masih ihram