Tujuan Pembelajaran Dengan mempelajari bab ini, siswa diharapkan mampu: 1. menjelaskan arti persatuan dan kesatuan bangsa indonesia, 2. menjelaskan pentingnya menggalang persatuan dan kesatuan bangsa, 3. menjelaskan nilai-nilai sikap yang tersandung dalam persatuan indonesia, 4. mencerminkan sikap yang menunjukkan semangat persatuan dan kesatuan bangsa, 5. menunjukkan cara dan upaya memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa, 6. menjelaskan makna sumpah pemuda, 7. menyebutkan prinsip dalam mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa, 8. mengikuti peringatan hari-hari besar nasional yang diadakan di sekolah. Nilai-nilai yang dapat dikembangkan setelah mempelajari bab ini adalah jujur, disipilin, plural, toleransi, demokratis, dan bertanggung jawab. • Semangat • Persatuan • Kesatuan • Bhineka tunggal ika • bangsa • hak • kewajiban • keberagaman • budaya
Perhatikan gambar berikut. Pramuka merupakan kegiatan ekstrakurikuler yang wajib diikuti oleh peserta didik. Sebagai anggota pramuka, rumuskanlah beberapa pertanyaan secara bergantian dengan teman sebangkumu tentang kejadian pramuka, dan kaitkanlah dengan semangat persatuan bangsa Indonesia.
Persatuan berasal dari kata satu, yang berarti utuh atau tidak terpecah pecah A. Arti Persatuan dan Kesatuan Persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia dapat diartikan sebagai persatuan dan kesatuan bangsa yang mendiami wilayah geografis Indonesia, yang didorong oleh rasa persatuan untuk mencapai kehidupan yang bebas dalam wadah negara yang merdeka dan berdaulat.
B. Makna dan Pentingnya Persatuan dan Kesatuan Bangsa • Persatuan dan kesatuan bangsa yang kita rasakan sekarang ini terbentuk dari proses yang tumbuh dari unsur sosial budaya masyarakat Indonesia yang ditempa dalam jangka waktu yang panjang, salah satunya melalui Sumpah Pemuda. • Persatuan dan kesatuan yang terpatri dalam Sumpah Pemuda dapat memberikan gagasan kepada generasi mendatang untuk menjaga tegaknya NKRI.
1. Prinsip Bhinneka Tunggal Ika C. Prinsip-Prinsip Persatuan dan Kesatuan Bangsa Melalui prinsip Bhinneka Tunggal Ika, bangsa Indonesia harus menjauhkan diri dari sikap-sikap egois, ekstremisme, dan fanatisme yang berlebihan sehingga terhindari dari perpecahan bangsa.
2. Prinsip Nasionalisme Nasionalisme adalah paham yang meletakkan kesetian tertinggi individu yang harus diberikan kepada negara dan bangsa. Melalui prinsip ini seseorang akan rela berkorban, mendahulukan kepentingan bersama serta menempatkan persatuan dan kesatuan di atas kepentingan pribadi.
Mari simak video berikut.
3. Prinsip Kebebasan yang Bertanggung Jawab Setiap individu memiliki kebebasan untuk menentukan kepentingan, keinginan, dan tujuan. Akan tetapi kita dibatasi oleh etika dan norma yang berlaku dalam masyarakat sebagai bentuk rasa tanggung jawab agar kehidupan tetap harmonis.
4. Prinsip Wawasan Nusantara Wawasan Nusantara adalah cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya, yang serba beragam dan bernilai strategis dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa dalam menjalankan kehidupan bermasyarakat untuk mencapai tujuan nasional.
5. Prinsip Semangat Persatuan untuk Mewujudkan Cita-Cita Proklamasi Cita-cita proklamasi adalah mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila dalam wadah NKRI. Untuk mewujudkannya, dibutuhkan persatuan dan kesatuan dari seluruh rakyat Indonesia.
Semangat persatuan dan kesatuan adalah adanya minat yang menggebu dan pengorbanan untuk meraih tujuan dan kegigihan dalam mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia D. Semangat Persatuan dan Kesatuan
1. Mempelajari sejarah perjuangan para pahlawan. 2. Mengikuti upacara bendera sebagai perwujudan rasa cinta Tanah Air. 3. Menghormati simbol-simbol negara. 4. Mencintai dan menggunakan produk dalam negeri. 5. Ikut membela dan mempertahankan kedaulatan bangsa. 6. Membantu mengharumkan nama bangsa. 7. Menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. 8. Bergaul dengan tidak membeda-bedakan suku, agama, ras, dan keturunan. 9. Memiliki kebanggaan yang besar terhadap bangsa dan negara. E. Bentuk Sikap dan Perilaku Semangat Persatuan dan Kesatuan
TEMPO.CO, Jakarta - Putra-putri Indonesia kembali menuai prestasi di tingkat Asia. Tim siswa-siswi sekolah dasar Indonesia berhasil memborong 7 medali emas dalam ajang The 3rd Asian Science and Mathematics Olympiad for Primary Schools (ASMOPS) di Grand Royal Panghegar, Bandung, 9-13 November 2013. Di bidang matematika teori, tim Indonesia memborong 5 medali emas, 3 medali perak, 4 medali perunggu, serta Top Scorer Matematika. Di bidang sains teori, 2 medali emas, 7 medali perak, dan 4 medali perunggu, serta Top Scorer Sains berhasil dimenangkan. Di kategori eksplorasi (berisi soal-soal gabungan matematika dan sains), dua tim Indonesia sukses meraih peringkat Runner Up kedua dan 3 tim menyabet peringkat Runner Up pertama. Kategori Best Team dimenangkan oleh E-MOS, tim dari Malaysia, yang masing-masing anggota timnya secara individu juga meraih medali perunggu di kategori Sains dan Matematika. Adapun penghargaan khusus sebagai tim dengan perjuangan luar biasa, "Team with the Strongest Fighting Spirit", diberikan kepada tim Nigeria. ASMOPS dinilai oleh juri-juri berpengalaman pada lomba tingkat internasional. Mereka antara lain berasal dari Institut Teknologi Bandung, Universitas Parahyangan, Universitas Pendidikan Indonesia, Surya University, dan Center for Matematika GASING SU. Perwakilan juri Sigit P. Santosa mengatakan tim juri sangat terkesan dengan tingkat pemikiran para siswa. Menurut mereka, kapasitas logika berpikir para peserta sangat kuat sehingga mampu menyelesaikan berbagai tantangan yang diberikan oleh tim pembuat soal. Aktivitas Kewarganegaraan Sumber : http://www.tempo.co/read/news/201 3/11/16/095530093/Indonesia-JuaraOlimpiade-Sains-Asia diakses pada tanggal 11 Juni 2014 Bacalah wacana berikut
Pertanyaan: Apakah memiliki prestasi di lingkungan sekolah dan internasional seperti bacaan tersebut termasuk dalam upaya kecintaan terhadap Tanah Air dan memupuk semangat persatuan terhadap bangsa ? Tuliskan pendapat kalian dalam narasi tiga paragraf dalam buku tugas harian PPKn. Kumpulkan pada guru sebagai tugas individu.