Media Komunikasi Dewan Senatus Jakarta
BANGGA KETIKA LEGIONER DIKENAL :
"LEGIO MARIA MENJADI TUKANG SAMPAH!"
BEJANA ROHANI | EDISI JULI 2020
EDITORIAL
BEJANA ROHANI | 02
PROFIL
BEJANA ROHANI | 03
MARIOLOGI
IKLAN APAPUN
BEJANA ROHANI | 04
ALOKUSIO
IKLAN APAPUN
BEJANA ROHANI | 05
KATEKISMUS GEREJA
YANG WAJIB DIKETAHUI
ORANG KATOLIK
TENTANG EKARISTI
Sumber : KatolikMedia
Gereja dalam terang Roh Kudus meyakini bahwa Sebelum menerima Ekaristi, seseorang diharuskan
Roti dan Anggur yang dipersembahkan dan untuk berpantang seperti yang diatur dalam KHK
dikonsekrasi dalam Perayaan Ekaristi adalah 919.“Yang akan menerima Ekaristi mahakudus
benar-benar Tubuh dan Darah Kristus, bukan hendaknya berpantang dari segala macam makanan
sekedar simbol. dan minuman selama waktu sekurang-kurangnya
satu jam sebelum komuni, terkecuali air sematamata
Oleh karenanya, mengingat yang diterima saat dan obat-obatan. Hal ini dikecualikan bagi lansia,
Komuni adalah benar-benar Kristus, diatur orang sakit, dan yang merawatnya.” (Kan 919)
peraturan yang tegas dan mengikat.
Apakah seseorang boleh menerima komuni lebih
“Karena Kristus Penebus kita mengatakan bahwa dari 1x dalam sehari?
apa yang Ia persembahkan dalam rupa roti adalah Dalam Kitab Hukum Kanonik dijelaskan demikian :
benar-benar tubuh-Nya, maka di dalam Gereja Allah
selalu dipegang teguh keyakinan ini, dan konsili suci 1.Kan. 917. “Yang telah menyambut Ekaristi
ini menjelaskannya kembali : oleh konsekrasi roti mahakudus, dapat menerimanya lagi hari itu
dan anggur terjadilah perubahan seluruh substansi hanya dalam perayaan Ekaristi yang ia ikuti,
roti ke dalam substansi tubuh Kristus, Tuhan kita, dengan tetap berlaku ketentuan Kan.921 : 2.”
dan seluruh substansi anggur ke dalam substansi
darah-Nya.” (DS : 1642) 2.Kan 921 : 2. “Meskipun pada hari yang sama
telah menerima komuni suci, sangat dianjurkan
Yang diperbolehkan untuk menerima komuni agar mereka yang berada dalam bahaya maut
dalam Gereja Katolik hanyalah mereka yang : menerima komuni lagi.”
1.Sudah dibaptis, Mengapa kita hanya menerima hosti saja dalam
2.Diterima dalam Gereja Katolik, komuni?
3.Dinyatakan siap untuk menerima Ekaristi yang “Karena Kristus hadir secara sacramental dalam
setiap rupa itu, maka seluruh buah rahmat Ekaristi
ditandai dengan upacara Komuni Pertama. dapat diterima, walaupun komuni hanya diterima
dalam rupa Roti saja. Karena alasan-alasan
Seseorang tidak diperbolehkan untuk menerima pastoral, maka cara menerima komuni inilah yang
Ekaristi jika : paling biasa di dalam ritus Latin.” (KGK 1390)
1.Sadar sedang berdosa berat dan belum Gereja adalah Tubuh Kristus. Oleh Roh dan karya-
menerima Sakramen Tobat, Nya di dalam sakramen-sakramen, terutama
Ekaristi, Kristus yang telah mati dan bangkit
2.Sedang diekskomunikasi oleh Gereja, membuat persekutuan umat beriman menjadi
3.Menikah di luar Gereja Katolik, Tubuh-Nya.
4.Bercerai hidup.
BEJANA ROHANI | 06
LIPUTAN
MEMANDIKAN & MERIAS
JENAZAH ALA LEGIONER DAHOR
Oleh : Anson Santoso
Awalnya hanya karena membantu seorang ibu yang Jika ditanya, “Kok mau Bu?” Jawabnya dengan
meninggal, di mana anaknya tidak tahu bagaimana cepat; “Namanya juga pelayanan, sudah
mengurus jenazah dan takut memegang jenazah seharusnya.” Mereka juga tidak menerima uang dari
ibunya. Sehingga berita ini tersebar dan setiap ada kegiatan ini, karena bagi mereka ini merupakan
yang meninggal, Umat / masyarakat menyerahkan pelayanan dan karena tugas Legio, maka sudah
jenazah kepada Legioner. Sebagai narasumber kami semestinya tidak menerima bayaran.
menghubungi Ibu Caroline, wakil ketua di
Presidiumnya dan Ketua di Kuria. Lalu bagaimana mereka mendoakannya & doa-doa
apa saja yang didaraskan saat memandikan dan
Kegiatan memandikan & merias Jenazah ini mempersiapkan jenazah? Salam Maria dan Bapa
merupakan kegiatan lintas Presidium dalam 1 Kami di dalam hati, namun terkadang juga
Paroki. Beberapa anggota dari 3 Presidium yang diucapkan. Saat ditanya apakah ada kejadian mistik
berbeda bersedia meskipun sudah malam hari saat mendoakan, Ibu Caroline menjawab; Ada saat
memandikan dan merias Jenazah. Jika pihak rumah memandikan misal saat mata Jenazah belum
sakit tidak sanggup karena tidak ada yang dapat tertutup dan juga setelah memandikan pun ada.
memandikan dan merias, Ibu Caroline dkk lah yang Namun kejadian-kejadian mistik itu bersifat positif,
mengambil alih tugas ini. Tempat memandikan tidak mengganggu kehidupan mereka sehari-hari.
adalah di rumah-rumah atau di rumah sakit. Bahkan Ibu Caroline merasa diberi kemudahan
Meskipun demikian, tidak semua anggota Presidium dalam aktifitasnya sehari-hari, juga mendapat
bersedia melaukan tugas Martyria ini. perasaan lebih nyaman dalam batinnya.
Jika ditanya, “Kok mau Bu?” Jawabnya dengan Puji Tuhan sampai saat ini mereka tidak
cepat; “Namanya juga pelayanan, sudah menemukan kendala apapun. Jenazah yang mereka
seharusnya.” Mereka juga tidak menerima uang dari perisapkan hampir semuanya beragama Katolik,
kegiatan ini, karena bagi mereka ini merupakan hanya sempat baru-baru ini ada satu yang
pelayanan dan karena tugas Legio, maka sudah beragama Kristen Protestan, namun sang anak dari
semestinya tidak menerima bayaran. Almarhum adalah Katolik. Untungnya jenazah tidak
ada yang korban Covid, karena menurut prosedur,
jenazah Covid tidak boleh diberikan oleh pihak
rumah sakit.
BEJANA ROHANI | 07
LIPUTAN
LEGIO MARIA PENGURUS BANK
SAMPAH PAROKI
Oleh : Anson Santoso
Banyak dari kita sudah mengetahui efek buruk dari Namun para Legioner dari 6 Presidium di Paroki ini
sampah anorganik bagi lingkungan dan manusia akhirnya berhasil memenuhi target untuk
sendiri (misal sampah dari plastik/kertas). Untuk mensukseskan launching perdana aksi ini pada HUT-
itu banyak aksi-aksi peduli lingkungan hidup Paroki ke-80 di bulan Januari 2020. Aksi ini pun
bermunculan, termasuk aksi yang dilakukan oleh berhubungan dengan tema tahun 2020 yang
Paroki Santo Petrus & Paulus, Mangga Besar, ditetapkan oleh KAJ, yang salah satunya adalah
Keuskupan Agung Jakarta mengenai persoalan sampah.
Berawal dari inspirasi Pastor Paroki saat Cara kerja aksi ini adalah setiap dua minggu sekali
menghadiri sosialisasi pengelolaan sampah di para perwakilan dari Lingkungan
Paroki Keluarga Kudus Rawamangun Jakarta, pada menyetor/membawa sampah anorganik ke Paroki
pertengahan tahun 2019. Saat kebetulan Pastor yang terkumpul oleh Umat se-Lingkungan. Sampah
Agustinus Poewantoro SJ (Pastor Ipong) berdiskusi yang dibawa segera ditimbang dan dicatat, lalu
dengan para Legioner mengenai mewujudkan aksi langsung dimuat ke truk yang telah disediakan oleh
ini di Paroki, yang berujung pada kesanggupan Pemprov DKI. Tidak diizinkan sampah menginap di
para Legioner di Paroki tersebut yang tergabung Paroki. Uang dari Pemprov yang masuk ke rekening
dalam Kuria Bunda Pengharapan Suci, Bendahara segera ditransfer ke rekening-rekening
kesanggupan untuk bertanggung-jawab dalam pengurus Lingkungan. Pada penimbangan perdana
mengurus aksi ini di lingkup Paroki. terkumpul 1,73 ton sampah senilai Rp 2.830.000.-.
Namun aksi ini sempat terhenti karena Pandemik
Kesanggupan menuntut konsekuensi yang harus Covid 19. Setelah Paroki kembali buka, direncanakan
dibayar untuk berjerih payah mewujudnyatakan segera berlangsungnya kembali aksi ini.
aksi ini. Jenny dkk. harus bekerja sama dengan
pemerintah provinsi DKI, di mana kepada Peranan Legio Maria di aksi ini adalah sebagai perintis
pemerintah sajalah mereka menjual sampah yang dan pelaksana. Ada dua prinsip utama Legio Maria
terkumpul dan mendapat hasil penjualan. yang terpenuhi dalam aksi ini. Pertama, Legio Maria
sebagai perpanjangan tangan paroki (Buku Pegangan
Sulit, namun dipermudah karena dibantu oleh Bab 10 no.4-5). Kedua, semangat pelayanan Legio
pihak yang sudah berpengalaman dan kebetulan Maria kesiap sediaan dalam menerima tugas (Buku
aksi ini selaras dengan program pemerintah pusat. Pegangan bab 4).
Saat survey ke Paroki-paroki yang sudah lebih
dahulu menjalankan aksi ini pun beberapa kali Aksi ini disingkat “SAMBER”, yaitu Sampah Menjadi
terdengar lontaran kalimat yang berinti meragukan Berkat. Pesan dari tim SAMBER ini adalah untuk tidak
Legio Maria dalam mengurus aksi ini. Sosialisasi takut dan kita semua diajak untuk berbangga ketika
belasan jam kepada perwakilan Lingkungan Gereja Legioner dikenal: “Legio Maria jadi tukang sampah!”.
pun sempat “was-was” karena sedikit yang hadir, Mereka juga dengan senang hati untuk berbagi
padahal perwakilan dari Pemprov pengalaman dan informasi, jika dari kita ada yang
sudah banyak yang hadir. tertarik untuk mencoba memulai di Paroki masing-
masing, bahkan di tempat-tempat di luar wilayah
BEJANA ROHANI | 08 Gereja.
LIPUTAN
Saatnya
Adil pada Lingkungan,
mengubah cara berpikir
orang soal sampah, yakni
sampah
bukan untuk dibuang,
Buatlah sampah menjadi
berkah. (Mgr. Ignatius
Kardinal Suharyo)
BEJANA ROHANI | 09
APA KABAR SENATUS?
BEJANA ROHANI | 10
Q&A
BEJANA ROHANI | 11
BERITA KONSILIUM
Legio adalah suatu AFRIKA, LAHAN
organisasi yang
tujuan utamanya SUBUR LEGIO
ialah
mengembangkan Kali ini kami liput berita yang termuat di Buletin Konsilium Edisi Mei 2020.
Berita ini juga dapat diakses di website Konsilium. Diberitakan mengenai
semangat dan jiwa laporan dari Senatus Lome, di negara Togo, Afrika. Legio Maria di sana
Katolik. yang begitu berbuah & berkembang, berikut laporannya:
“Senatus Lome: Tugas-tugas berupa kunjungan rumah, rumah sakit dan
penjara, juga Katekese, kontak dengan orang-orang di jalan, kontak di
kampus-kampus perguruan tinggi dan kedai buku membuahkan banyak
pertobatan, Sakramen Baptis dan kembalinya Umat ke dalam
persekutuan Gereja. Sebuah Kongres, proyek-proyek Exploratio
Dominicalis dan beberapa pertemuan Patrisian juga terliput. Satu Kuria
junior mengadakan kuis Buku Pegangan dengan hadiah-hadiah bagi
mereka yang paling berpengetahuan. Beberapa Presidium baru dibentuk
dan Komisium Adidogome membentuk satu Kuria baru. Di Keuskupan
Kpalime, di mana 1 Presidium dimulai dibentuk di penjara, kini sedang
dalam proses membentuk satu Kuria baru. Regio Kara yang mana
membentuk satu Kuria baru di bulan Desember tahun lalu, kini sedang
membentuk 3 Kuria baru. Laporan lengkap telah diterima dari hasil
kunjungan ke Senegal, Desember tahun lalu.”
BEJANA ROHANI | 12
INFO SENATUS AGUSTUS 2020
1. SEMINAR ONLINE “LAUDATO SI’ –
APA YANG LEGIO MARIA DAPAT
LAKUKAN?”
Seminar ini sudah terlaksana pada Minggu, 20 Juni 2020 pkl
16.00 WIB via aplikasi google meet. Peserta yang ikut > 100
orang. Hasilnya, ada sangat banyak masukan/saran dari dewan
terkait aktivitas kepedulian lingkungan, seperti: Aksi bank
sampah 3R, dll. . Para legioner diajak harus mengambil peran
dalam pertobatan ekologi secara pribadi dan gerakan peduli
lingkungan di Paroki masing-masing bersama umat Paroki
lainnya. Para perwira dewan harus memastikan setiap
presidium/dewan di bawahnya sudah mengambil peran aktif
tersebut.
2. MISA TAHUNAN SENATUS
Sehubungan dengan masa pendemi Covid-19, maka Misa Tahunan Senatus akan dilaksanakan
tanggal 5 September 2020 secara streaming online dari Paroki Beatae Mariae Virgins, Katedral Bogor.
Mari para legioner aktif dan auksilier hadir dalam Misa Tahunan ini.
3. KEBIJAKAN PELAKSANAAN ACIES
Berdasarkan Buku Pegangan halaman 190 Bab 30 poin 1, ACIES merupakan salah satu kegiatan Kuria.
Dalam kondisi tertentu, khususnya yang terjadi di beberapa Dewan Kuria seperti di Kalimantan dan
Sumatra, yaitu wilayah sebuah Kuria terdiri dari 2 atau 3 paroki dengan jarak antar paroki cukup jauh
(sekitar 8 jam/ lebih) dan moda transportasi untuk berkumpul di suatu tempat juga cukup sulit,
sehingga mengakibatkan kondisi seperti :
- Biaya yang besar untuk mengakomodasi pelaksanaan ACIES se-Kuria karena kondisi tsb
- Keterlibatan minim dari legioner
- Kesulitan berkoordinasi dalam menentukan pelaksanaan ACIES.
Maka, Senatus Bejana Rohani memutuskan untuk memberikan kebijakan ACIES DESENTRALISASI
yaitu dilaksanakan per paroki atau gabungan dari beberapa paroki terdekat. Jadi dimungkinkan ada
lebih dari 1 ACIES di sebuah Kuria. Harapannya, sebanyak mungkin legioner (aktif dan auksilier) dapat
hadir dalam ACIES karena pentingnya makna ACIES. Tetapi Dewan Kuria tetap diharapkan
mengadakan pertemuan bersama se-Kuria setiap 2-3 tahun. Silahkan masing-masing Dewan Kuria
mempelajari dengan sungguh-sungguh kebijakan ini dan selalu mendiskusikan pelaksanaannya
dengan perwira dewan yang lebih tinggi.Bukan berarti kebijakan ini harus dilaksanakan oleh seluruh
Kuria di Kalimantan dan Sumatera, namun hanya untuk Kuria yang mengalami kesulitan transportasi/
kehadiran/dana, dll.
Kebijakan ini telah mendapatkan persetujuan dari Dewan Konsilum pada 3 Juli 2020 dan mulai
berlaku di Senatus Bejana Rohani sejak 5 Juli 2020.
BEJANA ROHANI | 13
INFO SENATUS AGUSTUS 2020
4. DISTRIBUSI NOTULEN DAN DOKUMEN RAPAT
Sesuai surat Konsilium, dokumen rapat dewan akan selalu dibacakan dalam rapat tetapi tidak
dibagikan ke dewan/presidium di bawahnya. Masing-masing perwira dewan/presidium yang hadir
harus mencatat semua hal yang dibicarakan di dalam rapat dan menginformasikannya kepada
dewan/presidium di bawahnya. Hal ini juga berlaku untuk Dewan-Dewan Luar Kota yang tidak dapat
hadir dalam Rapat, tetapi mempunyai Koresponden untuk mencatat dan membagikan semua
informasi yang diperlukan. Gagasan ini sudah didiskusikan oleh perwira Senatus dan
perwira/koresponden Konsilium sejak bulan Februari 2020.
Dasar Semangat :
1.Para Perwira harus memberikan laporan kepada presidium terkait setiap hal dalam rapat dewan
agar SETIAP ANGGOTA dapat mengikuti perkembangan Legio (BP Bab 14 No 8 hal 93).
2.Tugas pertama setiap perwira adalah MENGHADIRI rapat dewan (BP Bab 34 hal 231). HADIR
secara AKTIF : Dewan akan berfungsi sempurna jika anggota dewan ikut ambil bagian. Ia harus
menyumbangkan seluruh tenaga dan pikirannya bagi perkembangan Legio. Tidak saja hadir dan
mendengarkan tapi juga ikut berbicara (BP No 22 hal 174).
Penerapannya :
1.Notulen, Laporan Dewan, Presensi, Laporan Keuangan akan ditampilkan / dilaporkan PADA SAAT
RAPAT DEWAN dan tidak dikirim lewat email/WAG.
2.Notulen rapat dewan tersebut HANYA diberikan kepada dewan di atasnya (notulen Senatus pada
Konsilum, notulen Regia pada Senatus, notulen Komisium pada Regia/Senatus, notulen Kuria
pada Komisium/Regia/Senatus).
3.Koreksi BP Bab 28 No 4.5 hal 186, seharusnya “Notulen rapat Senatus dikirimkan pada
Konsilium”.
5. INSTRUKSI SENATUS NO.1/VII/SBR/2020
TANGGAL 4 JULI 2020 PERIHAL MASA JABATAN
PERWIRA DALAM SITUASI PANDEMI COVID-19.
Sehubungan masa jabatan dan tugas tanggung jawab perwira dewan dan presidium selama situasi
pandemi virus corona, yang berdampak pada penghentian kegiatan menggereja termasuk kegiatan
Legio Maria di antaranya rapat dewan dan presidium secara tatap muka. Maka berdasarkan Surat
Konsiium pada 1 Juni 2020, Senatus Bejana Rohani menginstruksikan kepada seluruh perwira Dewan
dan Presidium, bahwa :
Demi kelangsungan fungsi organisasi kerasulan Legio Maria, Perwira yang telah dan akan habis
masa jabatannya dalam situasi pandemi ini, harus tetap melanjutkan masa jabatan & tugas
tanggungjawabnya seperti biasa sampai dengan Rapat Dewan atau Presidium dapat
dilangsungkan kembali secara normal (tatap muka). Pemilihan harus dilakukan dengan prosedur
pemilihan yang tepat & bijak. Tidak ada pemilihan / pengajuan perwira selama rapat presidium
melalui virtual (online).
Semoga para perwira tetap setia dan penuh suka cita dalam melaksanakan tugas dan kewajibannnya
sebagai perwira dewan dan presidium.
BEJANA ROHANI | 14
INFO SENATUS AGUSTUS 2020
6. TINDAK LANJUT COVID-19
1.Kegiatan Legio Maria HARUS mengikuti kebijakan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah, serta
Gereja setempat.
2.Menjaga semangat iman Legioner Maria, sebagai komunitas tetap menjalankan kewajiban dalam
DOA dan KARYA tetapi dalam bentuk yang disesuaikan.
- UPAYAKAN yang TERBAIK tetap Rapat Mingguan Presidium dan Rapat Dewan online,
walaupun tidak semua agenda rapat terlaksana. Beberapa media komunikasi yang dapat
dipakai Zoom, Googlemeet, Whatsapp Group, dll dengan cara yang bijaksana.
- Jika memang tidak ada sarana yang tersedia, Legioner berdoa Tessera di tempat masing-
masing pada saat jam rapat presidium / dewannya.
7. PEREGRINATIO PRO CHRISTO (PPC)
Menyapa orang yang hidup dekat kita, harus dilanjutkan dengan langkah berani melewati batas
kehidupan normal. Peregrinatio Pro Christo diambil dari cerita misionaris Biarawan dari Barat dalam
sastra Montalembert, dimana mereka melintasi Eropa dalam abad ke-6 dan 7 untuk membangun
kembali iman kepercayaan mereka yang runtuh bersama-sama kerajaan Romawi. "Pergilah dari
negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapaku ini ke negeri yang akan Kutunjukkan
kepadamu." (Kej 12:1)
Hal ini menjadikan para legioner untuk mendapatkan kesempatan dan sarana untuk menghabiskan
waktu di tempat-tempat jauh yang keadaannya buruk. Mereka akan dikirim dalam misi luit untuk
menerangkan bahwa Kristus adalah Penebus Dunia. Kunjungan tempat yang dianjurkan adalah
negara lain.
Sehubungan situasi pandemi virus corona, maka rencana pelaksanaan PPC Senatus yang
direncanakan tahun 2020 ditunda.
8. MEDIA SOSIAL SENATUS
Follow IG (@bejanarohani)
subscribe Youtube (Legio Maria Senatus Bejana Rohani).
BEJANA ROHANI | 15
CATATAN
BEJANA ROHANI | 16