Bacaan Sholat Muhammadiyah Lengkap dan Gambar By Suara Muhammadiyah 11 bulan Ago Kita sepakati bersama bahwasannya tujuan kita sebagai hamba Allah Swt semata-mata hanya untuk meraih ridha-Nya. Cara kita untuk meraih ridho tersebut pun dapat dilakukan melalui berbagai cara, salah satunya yaitu dengan beribadah. Kunci dalam pelaksanaan salat adalah dibuka oleh wudhu, permulaannya takbir dan penghabisannya salam (HR. Abu Dawud dan Attirmidzi). Kemudian firman Allah Subhanahu wata’ala “Dan tidaklah mereka diperintah melainkan supaya menyembah kepada Allah dengan ikhlas kepada-Nya dalam menjalan agama (al-bayyinah : 5). Dalam dua dalil tersebut tersurut makna ubudiyah dan akhlaqiyah bagi hamba Allah yang mengerjakan salat. Sebagai seorang muslim, tentu ibadah sholat merupakan pokok utama kita sebagai bentuk keimanan dan ketaqwaan hambanya, yang mana suatu saat nanti niat kita dalam melaksanakan ibadah sholat akan dipertanggung jawabkan di akhirat kelak. Tentu, dengan niatpun tak cukup untuk membuat ibadah kita sempurna. Dalam hadist dari Malik bin Huwairis ra: ا َصلَّى هللا َرسُو ل َل قَ ْي هه للاُ َم َو َعلَ ْوا : َسلَّ ٌّ م ْونهي َكَما َصل ْيت َ ْي َرأ ه َصل أ Rasulullah saw bersabda, “Shalatlah kamu sebagaimana kamu melihat aku melakukan shalat” Dalam fiqh, sholat adalah doa. Doa ini dapat diartikan bahwa sholat merupakan ibadah yang tersusun dari beberapa perkataan dan perbuatan yang diawali dengan takbir, kemudian diakhiri dengan salam. Makna tersebutlah yang menunjukan bahwa sangat perlu diperhatikan mengenai syarat dan rukun sholat. Agar ibadah sholat kita sempurna, perlu adanya pemahaman dan pengamalan mengenai syarat sah sholat yaitu beragama islam, baligh, mempunyai akal sehat dan suci dari haid dan nifas. Selain itu juga, kita harus mengetahui dan memperhatikan rukun shalat. Berikut rukun dan bacaan sholat beserta bacaan yang dapat dipelajari menurut Himpunan Putusan Tarjih Muhammadiyah: Berdiri bagi yang mampu Rukun pertama yang harus kita penuhi sebelum melaksanakan shalat adalah berdiri tegak, menghadap kiblat dan berniat ikhlas karena Allah. Niat dan takbiratul ikhram Rasulullah saw mengajarkan kepada umatnya bahwasannya setiap perbuatan yang akan kita lakukan tergantung pada niatnya. Jika niat yang kita tanamkan dalam hati baik, maka pahala yang akan kita dapatkan juga akan baik. Begitupun juga sebaliknya. Hadist riwayat Bukhori dan Muslim: هن َما ها اْْلَ ْع َما ُل إ هيَّا ب هت لن ‘’Sesungguhnya (sahnya) amal itu tergantung kepada niat’’ ا ْم َت اهذَ هلَى قُ ه ْر ال َّصََل هة إ َكب فَ “Bila kamu menjalankan shalat, takbirlah…” Hadist diatas merupakan penggalan dari sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim. Dijelaskan didalamnya bahwa Rasulullah Saw mengajarkan tentang bertakbir dalam shalat yaitu ketika ia menghadap ke kiblat dan mengangkat kedua belah tangannya dengan membaca Allahu Akbar. 1. Takbiratul Ihram Takbiratul Ihram Bacaan doa iftitah: ُه َّم َي َوبَ ْي َن بَ ْينهي بَا هع ْد اللَّ هق بَ ْي َن بَا َع ْد َت َكَما ، َخ َطايَا ُه َّم ، َوال َم ْغهر هب ال َم ْشهر هنهي اللَّ يُنَقَّى َكَما ، ال َخ َطايَا هم َن نَق ْو ْبيَ ُض الث ُب َّ هس هم َن األَ ُه َّم ، ال َّدنَ َي ا ْغ هس ْل اللَّ َما هء َخ َطايَا هالْ ، ب لْجه َوالبَ َر هد ، َوالثَّ
Allahumma baaid baynii wa bayna khotoyaaya kamaa baa’adta baynal masyriqi wal maghrib. Allahumma naqqinii min khotoyaaya kamaa yunaqqots tsaubul abyadhu minad danas. Allahummagh-silnii min khotoyaaya bil maa-iwats tsalji wal barod. Artinya; Wahai Allah jauhkanlah antara aku dan kesalahan-kesalahanku sebagaimana engkau jauhkan antara timur dan barat, ya Allah bersihkanlah aku dari kesalahan sebagaimana bersihnya baju putih dari kotoran, ya Allah basuhlah kesalahan-kesalahanku dengan air, salju dan air dingin. Bacaan Sholat: Membaca Surat Al Fatihah Membaca Surat Al Fatihah merupakan suatu hal yang wajib dilakukan ketika shalat setiap rakaatnya. َع ْن هن هعبَاََدةَ هن ال َّصا هم هت ْب َ ا َل وسلم عليه للا صلى هللا َرسُ ْو َل أ ْم هل َم ْن َصََلةَ َْل قَ لَ ْ ْقَرأ اته َح هة يَ هفَ هكتَابه ب الْ “Rasulullah Saw bersabda, “Tidak sah shalatnya orang yang tidak membaca permulaan Kitab (Fatihah). Sholat Ruku’ dan Tuma’ninah Nabi Muhammad saw pernah bersabda dalam hadist riwayat Bukhari No. 793 dan Muslim No. 397) َّم َراهكعًا تَ ْط َمئه َّن َحتَّى ا ْر َك ْع ثُ “kemudian, rukuklah dan thuma’ninahlah saat rukuk.” Ruku’ dilakukan dengan melapangkan punggung dengan leher dan kedua belah tangan memegang lutut sembari membaca doa: ه َح ْمهد َك َربَّنَا الل هم ُسْب َحانَ َك ْي الل هم َوب ْغهفْرهل ا Subhaanakallaahumma rabbanaa wabihamdika Allaahummagh firlii Artinya: Maha Suci Engkau, ya Allah. Dan dengan memuji Engkau, ya Allah, aku memohon ampun. 2. Ruku’ I’tidal setelah rukuk dan Thuma’ninah Rukun I’tidal ini dilakukan dengan mengangkat kedua belah tangan seperti dalam takbiratul ihram. Dalam Himpunan Putusan Tarjih Muhammadiyah terdapat bacaan doa ketika bersamaan mengangkat kedua belah tangan: َسهم َع َح هم َدهُ َم ْن هل للاُ Sami’allaahu liman hamidah “Allah mendengar orang yang memuji Nya” Setelah itu membaca doa: َح ْم ُد َولَ َك َربَّنَا الْ Rabbanaa wa lakal hamd “Ya Tuhanku, segala puji itu bagi engkau” Ataupun juga dapat membaca: َسهم َع َر ا َح هم َدهُ هل َم ْن للاُ َح ْم ُد َولَ َك بَّنَ ْر هض َو هم ْل ال َّسمو هت هم ْل ُء الْ بَ ْعُد َش ْي ء هم ْن هشئْ َت َما َو هم ْل ُء ُءاْألَ Sami’allahu limah hamidah. Allahumma robbana lakal hamdu mil us samaa waa ti wa mil ul ardhi wa mil umaa syi’ta syai in ba’du” “ Ya Allah, Tuhanku, bagiMu segala puji, sepenuh semua langit, sepenuh bumi, dan sepenuh semua apa yang Kau sukai dari sesuatu apapun”
Selain itu bacaan doa i’tidal yaitu َسهم َع َح هم َدهُ هل َم ْن للاُ َح ْم ُد َولَ َك َربَّناَ َر ًكافه ْي هه َطي هبًا َكثه ْي ًرا َح ْم ًدا الْ ُمبَا Sami’allaahu liman hamidah. Rabbanaa wa lakal hamdu hamdan katsiran thayyiban mubaarokan fiih “Allah mendengar orang yang memujinya. Ya Tuhanku, bagi Mulah segala puji, pujian yang banyak, baik dan memberkati Bacaan Sholat: Sujud dua kali dalam satu rakaat Rukun ini dilakukan dengan takbir, letakkan kedua lutut dan jari kakimu diatas tanah, lalu kedua tanganmu, kemudian dahi dan hidung. Dengan menghadapkan ujung jari kakimu ke arah kiblat serta meregangkan tanganmu daripada kedua lambungmu dengan mengangkat sikumu. Dalam Himpunan Putusan Tarjih Muhammadiyah terdapat beberapa bacaan doa ketika sujud yaitu: ْي الل ُه َّم َوبه َح ْمهد َك َربَّنَا الل ُه َّم ُسْب َحانَ َك ا ْغهفْرهل Subhaanakallah humma rabbanaa wa bihamdikallahummaghfirlii “ Maha suci Engkau, Ya Allah, dan dengan memuji kepada Engkau, Ya Allah, aku memohon ampun” Ataupun dengan salah satu doa Nabi Muhammad saw: ه َي سُ ْب َحا َن ْعلَى َرب ا ْألَ Subhaana Rabbiyal a’laa “Maha suci Tuhanku yang Maha Tinggi” Atau berdoa: ُّ ْو ح دْو س ُسب ُّ ب قُ ٌّ َمََل َر ئه َك هة الْ ر ْوحه َوال ُّ Subbuuhun quddusun rabbul malaaikati warruuh “Maha Suci, Maha Kudus, Tuhannya sekalian Malaikat dan Ruh (Jibril). 3. Sujud Duduk di antara dua sujud Duduk diantara dua sujud ini dilakukan dengan mengangkat kepala seraya bertakbir dan duduk tenang. Terdapat bacaan doa kerika duduk diantara dua sujud sesuai dengan Himpunan Putusan Tarjih Muhammadiyah: ُه َم ْي اَلل ْغهفْرهل ْي ا ْي وا ْر َحمنه ْي َوا ْجبُ ْرنه ْي َوا ْههدنه نه َوا ْر ُزقْ Allaahummaghfirlii warhamnii wajburnii wahdinii warzuqnii “ Ya Allah, ampunilah aku, belas kasihanilah aku, cukupilah aku, tunjukilah aku dan berikanlah rezeki kepadaku” 4. Tasyahud Akhir Bacaan doa tasyahud akhir: هحيَّا ُت َوا ُت ه هِل اَلتَّ ه باَ ُت َوال َّصلَ ُم . َوال َّطي ْي َك اَل َّسَلَ يُّهاَ َعلَ َ أ هيُّ َو َر ْح َمةُ هللا النَّب ُم اَل . َوبَ َركاَتُهُ َّسَلَ ْيناَ َو َعلَى َعلَ هد هللا ْش َه ُد هعباَ َ ْش َه ُد هللا اهْلَّ ْلَاهلَهَ اَ ْن ال َّصاهل هحْينَأ َ َّن َوأ َ َو َرسُ ْولُهُ َعْب ُدهُ ُم َح َّم ًدا أ Attahiyyaatu lillaahi washsholawaatu waththoyyibaat. Assalaamu ‘alaika ayyuhannabiyyu warohmatullaahi wabarokaatuh. Assalaamu’alainaa wa’ala
‘ibaadillaahi shshoolihiin. Asyhadu anlaa ilaaha illallaah waasyhadu annamuhammadan ‘abduhu warosuuluh “Segala kehormatan, kebahagiaan dan kebagusan adalah kepunyaan Allah, Semoga keselamatan bagi Engkau, ya Nabi Muhammad, beserta rahmat dan kebahagiaan Allah. Mudahmudahan keselamatan juga bagi kita sekalian dan hamba-hamba Allah yang baik-baik. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad itu hamba Allah dan utusan-Nyautusan-Nya,” Membaca Sholawat Bacaan doa sholawat: ُه َّم هل َو َعلَى ، ُم َح َّم د َعلَى َص له للَّ َما ، ُم َح َّم د آ ْي َت كَ َم َعلَى َصلَّ ه ْب َرا ههي هل َو َعلَى إ َم آ هبْ َرا ههي هنَّ َك ، إ ُه َّم ، َم هجي د َح همي د إ هر ْك اللَّ عَلَى بَا هل َو َعلَى ، ُم َح َّم د َم َعلَى بَا َر ْك َت َكَما ، ُم َح َّم د آ هبْ َرا ههي هل َو َعلَى ، إ َم آ هبْ َرا ههي هنَّ َك ، إ َم هجيد َح همي د إ Allahumma sholli ‘ala Muhammad wa ‘ala aali Muhammad kamaa shollaita ‘ala Ibroohim wa ‘ala aali Ibrohim, innaka hamidun majiid. Allahumma baarik ‘ala Muhammad wa ‘ala aali Muhammad kamaa baarokta ‘ala Ibrohim wa ‘ala aali Ibrohimm innaka hamidun majiid “Ya Allah, semoga shalawat tercurah kepada Muhammad dan keluarga Muhammad. Seperti rahmat yang tercurah pada Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Dan limpahilah berkah atas Nabi Muhammad beserta para keluarganya. Seperti berkah yang Engkau berikan kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia di seluruh alam,” Kemudian membaca doa untuk memohon perlindungan: ُه َّم ْي اَللَّ ه هن إ َعُ ْوذُ َك أ ه ا هب هم ْن ب َم َعذَ ا هب َو هم ْن َج َهنَّ ْبهر َعذَ هة َو هم ْن الْقَ َم ْحيَا فهتْنَ َم َما هت الْ هة َو هم ْن َوالْ َشه رفهتْنَ ه َم هسْيح هل الْ ال َّد َّجا Allaahumma inni a’uudzubika min ‘adzaabil qabri wa min ‘adzaabinnaari jahannama wa min fitnatil mahyaa wal mamaati wa min fitnatil masiihid dajjaal. “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari adzab Jahannam, dari adzab kubur, dari fitnah kehidupan dan kematian, dan dari keburukan fitnah Dajjal.” 5. Salam Menurut hadist Rasulullah saw dari Ali bin Abi Thalib bahwasannya kunci pembuka shalat itu wudhu, permulaannya takbir dan penghabisannya salam. Dalam Himpunan Putusan Tarjih Muhammadiyah terdapat tiga macam salam: Ke kanan : مُ ْم ال َّسَلَ ْيكُ َعلَ هللا َو َر ْح َمةُ َوبَ َر َكاتُهُ Ke kiri : مُ ْم ال َّسَلَ ْيكُ َو َر ْح َعلَ هللا َمةُ Ke kanan : مُ ْم ال َّسَلَ ْيكُ َعلَ هللا َو َر ْح َمةُ Ke kiri : مُ ْم ال َّسَلَ ْيكُ َعلَ هللا َو َر ْح َمةُ Ke kanan : مُ ْم ال َّسَلَ ْيكُ َعلَ Ke kiri : مُ ْم ال َّسَلَ ْيكُ َعلَ Salam