KATA PENGANTAR
Buku Panduan ini disusun untuk menjadi pegangan bagi peserta didik dan seluruh staf
sekolah dalam menjalankan fungsi dan tugasnya. Buku Panduan ini merupakan pelengkap dari
Buku Pedoman Kerja SMA Pangudi Luhur Bernardus Deltamas .
Buku Panduan perlu dibaca, dimengerti oleh semua pihak agar dapat merealisasikan
secara konkrit dalam tindakan nyata. Agar dapat terwujud maka perlu adanya kerjasama,
kedisiplinan, komitmen yang tinggi, dan persaudaraan sejati dengan semangat cinta kasih
Mari kita satukan tekat agar SMA Pangudi Luhur Bernardus Deltamas semakin
memiliki keunggulan kompetitif dan memiliki daya saing dalam menghadapi persaingan
sekolah yang semakin ketat. Sehingga SMA Pangudi Luhur Bernardus Deltamas dapat
menjawab tantangan zaman yang semakin maju dalam bidang teknologi, komunikasi
informasi, perubahan sosial budaya, dan permasalahan-permasalahan lain.
Bekasi, 6 Agustus 2021
Kepala sekolah
Br. Paulus Sumarno, FIC., S.Pd.
1
PANDUAN PEMBELAJARAN JARAK JAUH
SMA PANGUDI LUHUR BERNARDUS KOTA DELTAMAS
TAHUN PEMBELAJARAN 2021-2022
A. TEMPAT DAN KEDUDUKAN
Nama : SMA Pangudi Luhur Bernardus Kota Deltamas
Alamat : Jl. Tol Jakarta-Cikampek Km. 37, Kota Deltamas, Cikarang
Pusat
Website : www.pldeltamas-jkt.pangudiluhur.org
Email : [email protected]
Pemilik : Yayasan Pangudi Luhur
Jl. Dr. Sutomo 4, Semarang 50231
Telp. (024) 831 4004, 831 7806
Tahun Berdiri : 2013
NPSN : 69864644
Status Akreditasi : Akreditasi “A”
B. SEJARAH SEKOLAH PANGUDI LUHUR BERNARDUS
1. Sejarah Kota Deltamas
PT. Pembangunan Deltamas merupakan konsorsium tiga perusahaan besar
yaitu, ITOCHU, SINAR MAS, dan NISSHO IWAI. SINAR MAS telah mengembangkan
proyek antara lain Kota Wisata, Legenda Wisata, Kota Bunga, ITC Mangga Dua, ITC
Cempaka Mas, ITC Fatmawati, dan Ambasador Kuningan. NISSHO IWAI dengan
proyek sebelumnya antara lain Four Seasons–Regent dan Lapangan Golf Cengkareng.
ITOCHU mempunyai pengalaman antara lain mengembangkan kawasan industri KIIC,
beberapa gedung perkantoran, apartemen, dan industri.
Kota Deltamas merupakan kota mandiri seluas 3.000 ha dengan interchange
sebagai akses langsung terdekat dengan Tol Cikampek. Deltamas mempunyai
realisasi pusat pemerintahan Kabupaten Bekasi seluas 40 ha di dalamnya. Kota
Deltamas mengembangkan kota yang lengkap dengan kawasan hunian, kawasan
rekreasi, komersial, pusat pemerintahan, Industri yang ramah lingkungan, dan
2
fasilitas umum/sosial lainnya. Keuntungan yang dapat diperoleh dari investasi di Kota
Deltamas antara lain:
a. akses Tol langsung, km 37 Tol Cikampek.
b. pusat pemerintahan dengan ibu kota Kabupaten Bekasi.
c. lengkap kegiatan perekonomian.
d. hunian tematik dengan nuansa resor dunia.
e. backing konsorsium tiga perusahaan besar dan bonafit.
f. pasar sasaran menengah ke atas khusus Kota Deltamas.
2. Kontrak Perjanjian Kerjasama PL dengan PT Pengembang Deltamas
Br. Martin Thukir, FIC dan Presiden Direktur Deltamas saling memberikan naskah
perjanjian kerja sama. Pada tanggal 9 September 2002, naskah tersebut telah
ditandatangani oleh PT. Pembangunan Kota Deltamas dengan Yayasan Pangudi
Luhur di Hotel Dusit, Mangga Dua, Jakarta. Dalam acara tersebut, perwakilan dari
Yayasan Pangudi Luhur dihadiri oleh Br. Frans sugi, FIC (selaku Provinsial Para Bruder
FIC Indonesia), Br. Martinus Tukir Handoko, FIC (selaku Ketua Yayasan Pangudi Luhur
Pusat), Br. Gregorius. Bambang Nugroho, FIC (selaku Ketua Yayasan Pangudi Luhur
Cabang Jakarta), dan Br. Agus Giwal Santoso, FIC (selaku Kepala Kantor Yayasan
Pangudi Luhur Cabang Jakarta). Sedangkan dari PT Deltamas antara lain Kunio Yano
(selaku Presiden Direktur), Teky Mailoa (selaku Wakil Presiden Direktur), beserta
staff (Arifin Hio, Susanto Hartono, Mahkota Hendra, Arsil, Sihak dtt). Dalam rangka
pengadaan fasilitas sekolah, PT. Deltamas telah menghibahkan tanah seluas 4,6 ha
kepada Yayasan Pangudi Luhur untuk didirikan sekolah jenjang Playgroup, TK, SD,
SMP, dan SMA secara bertahap.
3. Pembangunan Gedung Sekolah
Sekolah Pangudi Luhur Bernardus Kota Deltamas terdiri dari unit PG-TK, SD,
SMP, dan SMA. Saat ini sekolah telah memiliki 3 gedung. Gedung I diresmikan pada
tanggal 30 April 2005 oleh Br. Martinus, FIC dan Br. Frans Sugi, FIC. Gedung SD
mengalami 2 fase pembangunan. Fase I diresmikan pada tanggal 8 Juli 2007 oleh Br.
Frans Sugi, FIC dan Br. Antonius Karyadi, FIC. Sedangkan pembangunan fase II
diresmikan pada tanggal 21 Juni 2010 oleh Br. Frans Sugi, FIC dan Br. Antonius
3
Karyadi, FIC. Gedung SD fase II yang telah diresmikan digunakan sementara oleh unit
SMA selama tahun ajaran 2013/2014 dan 2014/2015. Pembangunan gedung SMP
dimulai pada tahun 2014 dan diresmikan pada tanggal 30 Mei 2015 oleh Br. G.
Bambang Nugroho, FIC dan Br. F. A. Dwiyatno, FIC. Pada tanggal 22 Juli 2015, SMA
memulai pembelajaran dengan menempati gedung SMP. Pada tanggal 20 Juli 2017
gedung SMA telah diresmikan oleh bapak uskup KAJ yaitu Mgr. Ignatius Suharyo dan
ditandatangani oleh Br. Frans Sugi, FIC serta Br. F. A. Dwiyatno, FIC. Dengan
diresmikannya gedung SMA Pangudi Luhur Bernardus, maka pembelajaran tahun
ajaran 2017/2018 menempati gedung SMA yang baru.
4. SMA Pangudi Luhur Bernardus
SMA Pangudi Luhur Bernardus telah memiliki izin operasional yang telah
diputuskan oleh Kepala Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu
Kabupaten Bekasi dengan nomor: 503.15/027-IX/SK-SMA/BPMPPT/2013 pada
tanggal 9 September 2013. Unit SMA telah mengalami pergantian kepala sekolah
dua kali. Pada tahun ajaran 2013/2014, SMA dipimpin oleh Br. Petrus Ponidi, FIC
dengan jumlah peserta didik 12 peserta didik dan jumlah guru 8 orang. Tahun ajaran
tersebut menggunakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Pada tahun ajaran
2014/2015, jumlah peserta didik 57 peserta didik dan jumlah guru 12 orang. Pada
tahun ajaran tersebut menggunakan kurikulum yang berbeda di tiap semester.
Semester I SMA menggunakan kurikulum 2013, sedangkan semester II kurikulum
yang dipakai adalah Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan karena kebijakan
pemerintah. Pada tahun ajaran 2015/2016, SMA dipimpin oleh Br. Paulus Sumarno,
FIC dengan jumlah peserta didik 110 peserta didik dan jumlah guru 18 orang
menggunakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Pada tahun ajaran 2016/2017,
SMA memiliki peserta didik 138 peserta didik dan jumlah guru 18 orang. Pada tahun
ajaran 2017/2018, SMA memiliki peserta didik 138 dan jumlah guru 20 orang. Pada
tahun ajaran ini, sekolah menggunakan dua kurikulum, yaitu Kurikulum 2013 untuk
kelas 10 dan 11, KTSP untuk kelas 12. Pada tahun ajaran 2018/2019, SMA memiliki
peserta didik 117 peserta didik dengan jumlah guru 18 orang dan menggunakan
Kurikulum 13 . Pada tahun ajaran 2019/2020 SMA memiliki peserta didik 121 peserta
didik dengan jumlah guru 18 orang menggunakan Kurikulum 13. Kelas 10 ada 46 yang
4
terbagi menjadi jurusan IPA dan IPS. Kelas 11 memiliki total peserta didik 29 yang
juga terbagi di kelas IPA dan IPS. Pada tahun ajaran 2020/2021 SMA memiliki peserta
didik 134 peserta didik dengan jumlah guru 20 orang menggunakan Kurikulum 13.
Kelas 10 ada 57 yang terbagi menjadi di jurusan IPA dan IPS. Kelas 11 memiliki total
peserta didik 48 yang juga terbagi di kelas IPA dan IPS. Demikian juga kelas 12 yang
terdiri 29 peserta didik. Pada tahun ajaran 2021/2022 SMA memiliki peserta didik
153 peserta didik dengan jumlah guru 19 orang menggunakan Kurikulum 13. Kelas
10 ada 48 yang terbagi menjadi di jurusan IPA dan IPS. Kelas 11 memiliki total peserta
didik 58 yang juga terbagi di kelas IPA dan IPS. Demikian juga kelas 12 yang terdiri 47
peserta didik.
Kultur SMA Pangudi Luhur yang mengedepankan kekeluargaan melepas jerat
pembatas antara kakak kelas dan adik kelas. Ini terlihat dalam kedekatan dalam
interaksi dari harian peserta didik. Sebelum pandemi Covid-19, budaya bersalaman
menjadi ciri khas sekolah kami. Setiap pagi guru dan peserta didik bertugas menyapa
teman-teman yang hadir disekolah. Dengan senyum dan semangat pagi mereka
mengatakan, “Selamat Pagi”. Tidak hanya kejadian bersalaman di pagi hari. Hampir
setiap berpapasan dengan guru, bruder, maupun tamu sekolah peserta didik tanpa
sungkan untuk menyalaminya. Kebiasaan yang menjadi budaya ini menjadi hal yang
membanggakan dari sekolah kami, “kami selalu ingat dengan senyum anak-anak
kami.” Seorang guru mengatakan seperti hal tersebut. Bagi guru tersebut senyum
anak di pagi hari dapat mendeteksi suasana hati anak. “Saya merasa diterima dengan
senyum dan sapaan oleh teman dan bapak-ibu,” hal ini yang tidak pernah terlupakan
oleh seorang alumni yang tetap berkunjung ke sekolah setiap kurun waktu tertentu.
“Terobati dengan senyum semua permasalahan yang baru terjadi,” begitulah
tambahan kesan dari alumni tersebut. Perasaan disapa, bersalaman di pagi hari,
bersalaman dengan orang yang ditemui adalah hal yang sederhana tapi ternyata
sangat mengena. Kerinduan untuk bertemu dan sekadar bertegur sapa adalah hal
yang dirasakan para peserta didik saat ini. Di masa Covid-19 kami merasa kehilangan
budaya itu untuk bersentuhan, tapi kami tetap yakin bisa bertegur sapa dengan cara
yang berbeda. Persaudaraan tidak akan hilang hanya karena Covid-19.
5
C. VISI DAN MISI SMA PANGUDI LUHUR BERNARDUS
1. VISI
“Sekolah Pangudi Luhur Bernardus merupakan lembaga pendidikan nasional
berwawasan global yang berorientasi pada keunggulan akademik dan budi pekerti
luhur berlandaskan kasih.”
2. MISI
a. Mendampingi peserta didik menjadi pembelajar, peduli lingkungan, dan berbela
rasa.
b. Memberdayakan guru dan karyawan yang cerdas, kreatif, inovatif, teladan, baik,
responsif, komunikatif, dan berdedikasi tinggi.
c. Mewujudkan persaudaraan, cinta tanah air, dan bangsa.
D. TUJUAN PENDIDIKAN PANGUDI LUHUR BERNARDUS DELTAMAS
Dalam proses pendidikan dan pembelajaran “Pendidikan Pangudi Luhur Bernardus
Deltamas” memiliki kegiatan yang diarahkan untuk mencapai keunggulan komparatif
dan dinampakkan :
1. Para siswa mendapatkan pendidikan dan pembelajaran yang bermutu tinggi dengan
menggunakan berbagai macam pendekatan belajar.
2. Para siswa mendapatkan pembinaan dalam pengembangan ilmu, moral, budi pekerti,
iman, sosial dan keterampilan secara memadai.
3. Para siswa menunjukkan perkembangan yang nyata dalam ilmu watak, budi pekerti
luhur dan potensi lain secara memadai.
4. Para siswa berpikir positif dan komunikatif dalam berkeinginan kuat untuk selalu
belajar.
5. Para siswa mampu menggunakan bahasa inggris secara aktif
6. Para siswa mampu menganalisis masalah, kritis, kreatif dan mempunyai pandangan
bahwa belajar proses seumur hidup serta menghargai pendidikan dan ilmu
pengetahuan.
7. Dinamis berpikir lateral dan bebas, mampu menerapkan ilmu pengetahuan untuk
mengatasi permasalahan di luar ruang lingkup dan mengatasi kendala situasional.
8. Mengembangkan ilmu pengetahuan dasar, keahlian, disiplin dan rasa percaya diri
untuk memasuki dunia pendidikan nasional dan internasional.
6
9. Mempunyai bekal untuk menghadapi situasi sulit saat menempuh pendidikan yang
lebih tinggi.
E. MISSION STATEMENT
PANGUDI LUHUR dimaknai sebagai suatu cara mencari/menemukan nilai-nilai luhur
pengembangan kepribadian yang utuh, maka maknanya dijabarkan sebagai berikut.
P : Percaya kepada Tuhan (Believe in God)
A : Arahkan pikiran positif (Positive thinking)
N : Nilai-nilai luhur dihidupi (Living values)
G : Gunakan waktu secara efisien (Useful time)
U : Upayakan keunggulan mutu (High quality))
D : Dengarkan suara hati (Inner feelings)
I : Inovatif (Innovative)
L : Layani sesama (Servicing the other)
U : Ulurkan bantuan (Helpful)
H : Hidupkan komunikasi yang sehat (Good communication)
U : Usahakan kerja sama sebagai tim (Cooperation)
R : Refleksi (Reflection)
Nilai-nilai luhur dihidupi dan diperjuangkan melalui pedoman hidup yang dibuat oleh
Bruder Bernardus Hoecken. Semua itu menjadi tuntunan hidup bagi civitas Pangudi Luhur
Bernardus dalam berelasi terhadap sesama dan mengabdikan hidup kepada pencipta. Hal
Itu termuat dalam 10 Keutamaan Bernardus Hoecken sebagai berikut.
1. Kerendahan Hati
2. Teladan Baik
3. Cinta akan Sesama
4. Saleh
5. Suci
6. Sikap Bijaksana
7. Lembut
8. Tabah
9. Berpengetahuan
10. Teguh Hati
7
F. Janji Peserta Didik SMA Pangudi Luhur Bernardus
10 Keutamaan peserta didik SMA Bernardus:
1. Kekeluargaan
2. Menghargai waktu
3. Teladan baik
4. Inisiatif
5. Rasa saling memiliki
6. Kerja keras
7. Bersyukur
8. Ramah
9. Bertanggung jawab
10. Toleransi
G. GURU DAN KARYAWAN SMA PANGUDI LUHUR BERNARDUS TAHUN PEMBELAJARAN
2021-2022
Br. Paulus Sumarno, FIC., S.Pd.
Kepala Sekolah SMA
Staf Pengajar dan tenaga kependidikan:
8
Indah Rahmawati, S.S
Mas Saran Mas Dani Mas Hadi
Keterangan: : Bruder Paulus Sumarno, FIC, S.Pd.
Kepala Sekolah : Lidia Martanti, S.Si.
Wakasek Kurikulum : Emilius Kristiadi Cahyana, S.Psi.
Wakasek Kesiswaan : 1. Ayu Dian Ningrum, S.Pd.
Guru staf pengajar
2. Nira Kusuma Sari, S.Pd.
3. Agustina Purgo Artonia, S.Pd.
4. Dian Paula April Juwan S.Fil., M.Phil.
5. Marwoto, S.Pd.
6. Oktaviani Harlita, S.Pd.
7. Veronica Ratna K. D., S.S.
8. Indah Rahmawati, S.S.
9. Yohanes Ariyanto, S.Kom.
10. Christina Rindang K. S., M.Hum.
11. Yustinus Dony Santoso, S.Pd.
12. Robinsar Sinaga , S.Pd.
13. Helena Herlina Tety E, S.Pd.
9
Tenaga kependidikan 14. Didin Syamsudin, S.Pd., M.M.
Tenaga pelaksana 15. Junita Br Sembiring, M.Si.
16. Andre Ivan Toupet
H. STRUKTUR ORGANISASI : 1. Sukkup Damanik, Amd.
2. Nanang Antoro
: 1. Mas Saran.
2. Mas Hadi.
3. Mas Dani.
I. SUSUNAN PERSONALIA : Br. Paulus Sumarno, FIC, S.Pd.
1. Kepala sekolah : Lidia Martanti, S.Si.
2. Wakasek. bidang kurikulum : Emilius Kristiadi Cahyana, S.Psi.
3. Wakasek. bidang kesiswaan : Yohanes Ariyanto, S.Kom.
a. Pembina OSIS : Marwoto, S.Pd.
b. Kagudep
10
4. Wali Kelas : Helena Herlina Tety E, S.Pd.
a. Kelas 10 IPA : Marwoto, S.Pd.
b. Kelas 10 IPS : Robinsar Sinaga, S.Pd
c. Kelas 11 IPA : Ayu Dian Ningrum, S.Pd.
d. Kelas 11 IPS : Agustina Purgo Artonia, S.Pd.
e. Kelas 12 IPA : Nira Kusuma Sari, S.Pd.
f. Kelas 12 IPS : Emilius Kristiadi Cahyana, S.Psi.
: a. KTI : Junita Br Sembiring, M.Si.
5. BP/BK b. KSN : Robinsar Sinaga, S.Pd.
6. Pendamping ekstrakurikuler : Veronica Ratna K. D., S.S.
: Junita Br Sembiring, M.Si.
7. Kepala Perpustakaan : Nanang Antoro
8. Kepala Laboratorium
9. Operator dapodik
J. DESKRIPSI PEKERJAAN
1. Kepala sekolah
a. menyusun dan menyempurnakan visi, misi, dan tujuan sekolah
b. menyusun struktur organisasi sekolah
c. menyusun peraturan sekolah
d. mengembangkan sistem informasi manajemen
2. Wakil kepala sekolah bidang kurikulum
a. menyusun program pengajaran (program tahunan dan semester)
b. menyusun kalender pendidikan
c. menyusun jadwal pelajaran
d. menyusun program dan jadwal pelaksanaan penilaian akhir sekolah
e. menyusun kriteria dan persyaratan siswa untuk naik kelas/tidak serta lulus/tidak
peserta didik yang mengikuti ujian
f. menyusun jadwal penerimaan buku laporan pendidikan (raport) dan penerimaan
ijazah
g. mengkoordinasi pelaksanaan KBM dan laporan pelaksanaan KBM
3. Wakil kepala sekolah bidang kesiswaan
a. menyusun program pembinaan kesiswaan/OSIS
11
b. melaksanakan bimbingan, pengarahan, dan pengendalian kegiatan siswa/OSIS
dalam rangka menegakkan disiplin dan tata tertib sekolah serta pemilihan
pengurus
c. membina pengurus OSIS dalam berorganisasi
d. pengadaan pemilihan siswa untuk mewakili sekolah dalam kegiatan di luar sekolah
e. menyusun laporan pelaksanaan kegiatan kesiswaan
f. menyusun program kegiatan ekstrakurikuler
4. Pembina OSIS
a. menyusun program pembinaan OSIS
b. mengkoordinasi kegiatan upacara rutin dan hari besar nasional
c. menyelenggarakan latihan kepemimpinan dasar bagi peserta didik
d. mengkoordinasi berbagai kegiatan OSIS
e. melaksanakan tugas lainnya yang berkaitan dengan pembinaan OSIS
f. menyusun laporan pelaksanaan pembinaan OSIS
5. Pembina Pramuka
a. menyusun program pembinaan Pramuka
b. mengkoordinasi kegiatan besar kepramukaan (kemah dan hari Pramuka)
c. menyelenggarakan latihan kepemimpinan dasar bagi peserta didik
d. mengkoordinasi berbagai kegiatan Pramuka
e. melaksanakan tugas lainnya yang berkaitan dengan pembinaan Pramuka
f. menyusun laporan pelaksanaan pembinaan Pramuka
6. Wali kelas
a. mengelola kelas yang menjadi tanggung jawabnya
b. berinteraksi dengan orang tua/wali peserta didik
c. menyusun dan melaporkan kemajuan peserta didik
d. mengisi dan membagi buku laporan penilaian hasil belajar
e. menyelenggarakan administrasi kelas
f. melaksanakan tugas lainnya yang berkaitan dengan kewalikelasan
12
K. TESTIMONIAL GURU DAN PESERTA DIDIK : Pemalang, 02 Agustus 1985
1. Wakil Kepala Bidang Kurikulum : Biologi ( Kelas 10, 11, dan 12)
Nama : Lidia Martanti, S.Si.
Tempat, tanggal lahir
Pengampu mata pelajaran
Berawal dari minder, saya mengajar di Pangudi Luhur Bernardus
kota Deltamas. Pertama kali mengajar di TK Pangudi Luhur
Bernardus yang diawali dengan perasaan minder karena saat lulus kuliah sampai dengan
memiliki anak umur 4 tahun belum pernah punya pengalaman bekerja. Setelah 4 tahun
mengajar TK saya dipercaya untuk mengajar Biologi di SMA Pangudi Luhur Bernardus.
Perasaan minder pun muncul kembali karena setelah mengajar TK, siang hari mengajar
di SMA. Terkadang cara mengajar di TK terbawa saat mengajar SMA. Banyak masukan
yang saya dapatkan dari teman kerja untuk mengubah cara mengajar di SMA agar lebih
baik. Dukungan saudara-saudara perjuangan mengajar peserta didik menguatkan saya
untuk semakin mengabdikan diri bagi pendidikan. Dukunganlah yang membuat saya tidak
hanya bertahan tetapi juga berjuang untuk lebih baik. Dukungan teman-teman peserta
didik membuat saya semakin yakin membantu mereka untuk berjuang demi masa depan.
Selama 10 tahun, saya sudah mengabdikan diri di Sekolah Pangudi Luhur Bernardus. Saya
melihat suka duka teman-teman peserta didik dalam memperjuangkan masa depan. Saya
akan tetap mendukung pilihan terbaik mereka untuk masa depan yang terindah. “Ada
yang terindah untukmu di masa depan, Anakku.”
2. Koordinator Pembina Pramuka SMA : Semarang, 04 Desember 1984
Nama : Marwoto, S.Pd : Sejarah dan Sejarah Minat
Tempat, tanggal lahir
Pengampu mata pelajaran
“Kami selalu ingat dengan senyum anak-anak kami,” itulah yang
pernah disampaikan oleh Pak Marwoto. Salah satu guru pengajar
Sejarah di SMA Pangudi Luhur Bernardus. Pengalaman sebelum masuk sekolah di depan
gerbang SMA dengan mengatakan, “Selamat Pagi, Nak,” memberikan pengalaman
13
mendalam bagi Pak Marwoto. Selama 7 tahun memiliki kebiasaan menyalami peserta
didik di pagi hari saat mereka datang ke sekolah ternyata bukan sekadar rutinitas. Ada
makna yang mendalam bagi Pak Marwoto. Bagi Pak Marwoto, senyum yang diberikan
peserta didik saat pagi hari dapat mendeteksi suasana hati peserta didik. Dari senyum,
dapat menggambarkan kesiapan belajar peserta didik di hari tersebut. Dari senyum pagi
hari, guru dapat lebih mengenal beban yang dialami peserta didik. Pengalaman selamat
pagi dengan peserta didik memberikan gambaran bagaimana harus mendampingi
peserta didik di hari tersebut. Sebagai guru Sejarah, maka senyum digunakan sebagai
media menuliskan pengalaman positif peserta didik SMA Pangudi Luhur Bernardus.
3. Alumni Angkatan-V (2017-2020)
Nama : Hector Reynard Manuella
Tempat, tanggal lahir : Jakarta, 10 Juni 2002
Pengalaman 3 tahun belajar di Pangudi Luhur yang paling
mengesankan adalah persaudaraan antara kakak
kelas dan adik kelas. Kebersamaan yang dirasakan melalui
kegiatan yang diadakan oleh sekolah. Kegiatan
kepangudiluhuran, kegiatan OSIS, pengembangan kepribadian, salam pagi hari, dan
olahraga bersama tiap Jumat pagi adalah kegiatan yang selalu mempertemukan semua
keluarga SMA Pangudi Luhur Bernardus. Kami saling mengenal dari kelas 10 sampai
dengan kelas 12. Hal yang paling berkesan adalah saat pagi kita bersalaman antara
peserta didik dan guru. Kegiatan tersebut membuat kita lebih mengenal. Perasaan
didukung dan diterima oleh teman-teman dan bapak-ibu guru sangat nyata untuk kami.
Seperti sebuah obat dari permasalahan kami. Kami merasa tidak hanya dikenal tetapi
juga diakui. Semenjak pandemi Covid-19 kami merasa ada yang kurang dalam hidup ini.
Kami sadar betul bahwa sapaan yang seperti itu kami butuhkan. Saat ini kami hanya dapat
bertemu sebatas layar gawai ataupun laptop, walaupun tidak bersentuhan secara
langsung tapi itu mengobati kerinduan antar teman dan bapak-ibu guru kami. Kami yakin
bahwa semangat ini akan selalu menjadi kelebihan kami sebagai peserta didik SMA
Pangudi Luhur Bernardus Kota Deltamas, karena kami adalah keluarga.
14
4. Alumni Angkatan VI (2018-2021) : Kiarra Afi Nathannia
: Bekasi, 18 Juli 2003
Nama
Tempat, tanggal lahir
Kalau ditanya soal bagaimana pengalaman belajar 3 tahun di
Pangudi Luhur pasti banyak banget cerita yang wajib banget di
share ke kalian semua karena banyak banget pengalaman-
pengalaman seru, mulai dari MPLS yang asik banget, kegiatan
kegiatan ekskul yang menyenangkan, kemudian ada perkemahan juga dan semuanya
wajib banget dicoba karena seru banget. Pertama kali masuk Pangudi Luhur itu saya
kelas 1 SMA, waktu itu saya itu tidak punya teman karena saya baru pertama kali
pindah sekolah dan hanya sendirian. Saya itu susah banget untuk berkomunikasi dengan
orang baru tapi, di Pangudi Luhur saya tidak pernah merasakan kesepian karena semua
orang-orang yang ada disana sangat baik. Mulai dari teman-teman yang sangat baik,
kakak kelas yang suka membantu adik kelasnya, dan juga guru-guru yang sangat sabar
dalam membimbing saya pokoknya mereka baik banget deh. Jadi intinya sekolah di
Pangudi Luhur itu seru banget karena gak ada tuh yang namanya bully karena
persaudaraan kita sangat erat dan kita semua adalah keluarga yang harus tolong
menolong.
BAB II
BIDANG KURIKULUM
A. KURIKULUM SMA PL BERNARDUS KOTA DELTAMAS
Kurikulum yang digunakan SMA Pangudi Luhur Bernardus Kota Deltamas tahun
pembelajaran 2021-2022 menggunakan kurikulum 2013 revisi 2016 untuk kelas X sampai
dengan kelas XII. Kurikulum 2013 revisi 2016 tersebut memuat beberapa mata pelajaran,
muatan lokal, dan pengembangan diri. Kurikulum dilaksanakan dalam bentuk kegiatan
intrakurikuler dan ekstrakurikuler. Kegiatan intrakurikuler adalah kegiatan yang
berhubungan langsung dengan proses pembelajaran yang mengacu pada kurikulum
standar. Kegiatan ekstrakurikuler adalah kegiatan yang dilakukan di luar jam belajar
kurikulum standar. Kegiatan ekstrakurikuler ditujukan agar peserta didik dapat
15
mengembangkan kepribadian, bakat, dan kemampuannya di bidang seni, olahraga, dan
pengembangan kepribadian.
Kurikulum 2013 SMA dikenal adanya kelompok peminatan dan pemilihan lintas
kelompok peminatan. Pada waktu pendaftaran ke SMA seorang peserta didik sudah
harus menentukan kelompok peminatan yang diikutinya sesuai dengan persyaratan yang
berlaku. Peminatan dimaksudkan sebagai minat utama peserta didik untuk
mempersiapkan pembelajaran di SMA dan untuk melanjutkan ke perguruan tinggi.
Minat tidak diartikan sama dengan keinginan, tetapi minat ditentukan oleh yang
bersangkutan, guru, dan konselor. Bagi peserta didik yang bersangkutan minatnya
diwujudkan dalam bentuk prestasi belajar selama mengikuti pendidikan di SMP. Guru
ikut menentukan minat peserta didik dalam bentuk pendapat profesionalnya selama
mendidik peserta didik yang bersangkutan dalam mengikuti mata pelajaran yang
diajarkan. Dalam keadaan semua diasumsikan sama, maka perhatian yang sungguh-
sungguh dalam suatu mata pelajaran yang ditunjukkan dengan kehadiran, partisipasi
belajar di kelas dan penyelesaian tugas yang berkaitan dengan mata pelajaran. Minat
peserta didik juga ditentukan oleh konselor terutama konselor di SMP ketika yang
bersangkutan berada dalam observasinya selama 3 tahun. Konselor di SMA memiliki
peran ketika wawancara pada waktu pendaftaran peserta didik baru atau berdasarkan
hasil tes minat yang dirancang.
B. PEMBELAJARAN TUNTAS, REMEDIAL, DAN PENGAYAAN
1. Konsep pembelajaran tuntas
Pendekatan dalam pembelajaran yang mensyaratkan peserta didik menguasai
secara tuntas seluruh Kompetensi Inti (KI) maupun Kompetensi Dasar (KD) mata
pelajaran tertentu. Pada pelajaran tersebut menggunakan prinsip ketuntasan
individual.
2. Prinsip-prinsip utama pembelajaran tuntas
a. Kompetensi yang harus dicapai peserta didik dirumuskan dengan urutan yang
hierarki.
b. Pembelajaran remedial serta bimbingan diberikan kepada peserta didik yang
belum mencapai Ketuntasan Belajar Minimal (KBM).
16
c. Program pengayaan diberikan kepada peserta didik yang mencapai kriteria
ketuntasan minimal lebih awal.
3. Bentuk dan pelaksanaan remedial
a. Pembelajaran ulang dengan metode dan media yang berbeda jika jumlah
peserta didik yang mengikuti remedial lebih dari 70%.
b. Pemberian tugas-tugas perorangan dan atau kelompok jika peserta didik yang
mengikuti remedial lebih dari 25% tetapi kurang dari 70%.
c. Pemberian bimbingan atau ulangan secara khusus jika peserta didik yang
mengikuti remedial kurang dari 25%.
d. Pencapaian nilai remidi maksimal batas KBM.
e. Remedial dan penilaiannya dilakukan di luar jam tatap muka.
f. Penilaian Akhir Semester (PAS), Penilaian Akhir Tahun (PAT), ujian praktik, Ujian
Sekolah, Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) tidak diberikan remedial.
C. Kriteria Ketuntasan Belajar Minimal (KBM)
KBM untuk setiap mata pelajaran dan setiap kelas bisa berbeda. Hal ini tergantung
pada materi esensial, kompleksitas, keterlaksanaan, dan intake.
D. PENILAIAN
SISTEM PENILAIAN KELAS X, XI, dan XII
1. Sesuai surat edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 1 Tahun 2021
tentang peniadaan ujian sekolah dan ujian kesetaraan serta pelaksanaan Ujian sekolah
dalam masa darurat penyebaran coronavirus disease (covid -19) dan surat dari dinas
pendidikan provinsi Jawa Barat tertanggal 16 Februari 2021, menyatakan bahwa
penyelenggaraan Ujian sekolah dan Penilaian akhir semester dan penentuan kelulusan
peserta didik SMA di Provinsi Jawa Barat perlu dilakukan dengan penyesuaian langkah
responsif yang mengutamakan keselamatan dan kesehatan lahir batin peserta didik,
pendidik dan tenaga kependidikan.
2. Sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi
Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2021 tentang Asesmen Nasional. Asesmen
Nasional (AN) adalah suatu bentuk evaluasi sistem pendidikan oleh kementerian
pada jenjang pendidikan dasar dan menengah, dan bertujuan untuk mengukur : hasil
17
belajar kognitif, hasil belajar non kognitif, dan kualitas lingkungan belajar pada
satuan pendidikan. AN dilaksanakan 1 kali dalam 1 tahun, untuk jenjang pendidikan
menengah adalah perwakilan peserta didik kelas 11 yang ditetapkan oleh
kementerian.
3. Aspek Penilaian
a. Pengetahuan/Kognitif
b. Keterampilan/Psikomotorik
c. Sikap/Afektif
4. Skala Penilaian
a. Penilaian harian, PAS, dan PAT aspek penilaian pengetahuan dinyatakan dalam
bilangan bulat rentang 0 – 100.
b. Penilaian harian aspek keterampilan dinyatakan bilangan bulat rentang 0-100.
c. Nilai sikap dinyatakan dalam huruf A (amat baik), B (baik), C (cukup), dan D
(kurang).
5. Teknik Penilaian
a. Penilaian dilakukan dengan acuan Kurikulum 2013 revisi.
b. Jenis tagihan yang bisa dijadikan penilaian terdiri dari penilaian harian dan tugas
harian, seperti: pertanyaan lisan di kelas, kuis, tugas rumah, dan ulangan praktik.
c. Penilaian harian terdiri dari 1 atau lebih indikator dan tiap indikator bisa
mempunyai kriteria ketuntasan belajar minimal yang berbeda.
d. Penilaian harian wajib mencapai ketuntasan belajar per kelas, yaitu 75% harus
mencapai nilai ketuntasan belajar minimal untuk setiap indikatornya.
e. Rumus penilaian
Keterangan:
RNH : Rata-rata Nilai Harian
RPH : Rata-rata Penilaian Harian
PAS/PAT : Penilaian Akhir Semester/Penilaian Akhir Tahun
18
6. Kriteria Kenaikan Kelas
a. Dilaksanakan pada akhir tahun ajaran dan ditetapkan melalui rapat dewan guru.
b. Peserta didik harus menyelesaikan seluruh program pembelajaran dalam dua
semester pada tahun pelajaran yang diikuti, baik wajib A, wajib B, dan peminatan
C, serta lintas minat.
c. Kehadiran tatap muka pada setiap mata pelajaran minimal 90% diperhitungkan
dari tatap muka tanpa memperhitungkan ketidakhadiran karena sakit atau izin
sesuai dengan peraturan yang berlaku.
d. Tidak terdapat 3 mata pelajaran atau lebih pada kompetensi pengetahuan,
keterampilan, dan atau sikap yang belum tuntas.
e. Mata pelajaran ciri khas peminatan pada semester dua baik pengetahuan,
keterampilan, dan sikap spiritual maupun sosial harus tuntas.
1) Peminatan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), wajib tuntas pada mata pelajaran
Matematika, Fisika, Kimia, dan Biologi pada semester 2.
2) Peminatan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), wajib tuntas pada mata pelajaran
Sejarah, Geografi, Ekonomi, dan Sosiologi pada semester 2.
f. Memiliki nilai sekurang-kurangnya B (Baik) pada nilai sikap pada semua mata
pelajaran termasuk Pramuka.
g. Peserta didik yang tidak memenuhi kriteria kenaikan kelas dinyatakan tidak naik
kelas.
h. Bagi peserta didik yang tidak naik kelas diberi kesempatan mengulang tahun
berikutnya dan pemberian mengulang maksimal 2 tahun. Dan tidak ada istilah
“naik terbang”
7. Media Pembelajaran dan Peruntukannya selama Pembelajaran Jarak Jauh
a. Zoom, merupakan aplikasi video conference yang dapat di instal di laptop ataupun
di gawai android, Iphone, windows phone. Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) memiliki
2 fungsi. Fungsi yang pertama digunakan sebagai media literasi dan presensi
peserta didik di pagi hari dan fungsi berikutnya digunakan sebagai penyampaian
bahan ajar oleh guru kepada peserta didik.
b. Google Classroom, merupakan aplikasi kelas virtual yang dapat diakses langsung
dengan search engine atau web browser. Aplikasi ini dapat diinstal di gawai
android, iphone, maupun windows phone. Aplikasi ini memiliki tautan notifikasi
19
dengan email yang dimiliki. Oleh sebab itu setiap peserta didik dan pendidik wajib
menginstal aplikasi ini untuk mendapatkan notifikasi dari pembelajaran yang
berlangsung. Fungsi aplikasi ini dalam PJJ sebagai media pengumpulan tugas, dan
juga bahan ajar yang tidak menggunakan tatap muka. Fungsi notifikasi perlu
diaktifkan sebagai pemberitahuan bahwa terdapat bahan ajar baru yang dirilis
setiap harinya.
c. Google Calendar, merupakan aplikasi kalender yang terintegrasi dengan email
google. Aplikasi ini berfungsi sebagai penyampai jadwal pembelajaran maupun
jadwal kegiatan sekolah yang berlangsung selama pembelajaran jarak jauh.
Harapannya agar semua civitas SMA Pangudi Luhur Bernardus tidak terlewatkan
dari kegiatan belajar maupun sekolah yang akan, sedang ataupun sudah
berlangsung.
d. Google Drive, merupakan aplikasi yang digunakan oleh sekolah sebagai media
penyimpanan data proses pembelajaran peserta didik. Ini bertujuan agar semua
kegiatan belajar yang terjadi selama PJJ dapat termonitor, terukur, dan
terevaluasi.
e. Learning Management System (LMS), merupakan aplikasi yang membantu tata
kelola sekolah. LMS yang digunakan dari Sokrates serta Yayasan Terang dan
Garam
f. Buku pegangan siswa dipakai untuk menunjang pembelajaran.
E. STRUKTUR PROGRAM KURIKULUM
1. Kurikulum 2013 untuk SMA XII Program IPA
Komponen Alokasi Waktu
Kurikulum 2013 Ketuntasan
Revisi Belajar Minimal
(KBM)
Pemerintah Modif Sikap Pengetahuan
PL
Kelompok A (Wajib)
1. Pendidikan Agama 32 B 75
20
2. Pendidikan 2 2 B 75
Kewarganegaraan 4 B 75
4 B 74
3. Bahasa Indonesia 4 2 B 75
4 B 77
4. Matematika 4
2 B 76
5. Sejarah Indonesia 2 2 B 77
2 B 76
6. Bahasa Inggris 2
4 B 75
Kelompok B (Wajib) 3 B 75
3 B 75
7. Seni Budaya 2 3 B 75
8. PJOK 3 3 B 75
2 B 76
9. Prakarya dan 2
2 B 70
Kewirausahaan 1 B 70
1 B
Kelompok C (Peminatan) 1 B
48
10. Fisika 4
11. Kimia 4
12. Biologi 4
13. Matematika 4
Peminatan
Pendalaman Minat
14. Ekonomi 4
15. TIK 2
Pengembangan Diri 2*)
16. Bahasa Jepang
17. Bahasa Sunda
18. Kepangudiluhuran
19. Karya Tulis Ilmiah
Jumlah 46
2*) Ekuivalen 2 jam pembelajaran
21
2. Kurikulum 2013 untuk SMA XII Program IPS
Komponen Alokasi Waktu
Kurikulum Ketuntasan
2013 Revisi Belajar Minimal
(KBM)
Pemerintah Modif Sikap Pengetahuan
PL
Kelompok A (Wajib)
1. Pendidikan Agama 32 B 75
2. Pendidikan 22 B 75
Kewarganegaraan 44 B 75
3. Bahasa Indonesia
4. Matematika 44 B 74
5. Sejarah Indonesia 22 B 75
6. Bahasa Inggris 24 B 77
Kelompok B (Wajib) 22 B 76
7. Seni Budaya
8. PJOK 32 B 77
9. Prakarya dan 22 B 76
Kewirausahaan
Kelompok C
(Peminatan)
10. Ekonomi 44 B 75
11. Geografi 43 B 75
12. Sosiologi 43 B 75
13. Sejarah Peminatan 43 B 75
Pendalaman Minat
14. Biologi 43 B 75
15. TIK 2 2 B 76
Pengembangan Diri 2*)
22
16. Bahasa Jepang 2 B 70
1 B 70
17. Bahasa Sunda 1 B
1 B
18. Bimbingan Konseling 1 B
48
19. Kepangudiluhuran
20. Karya Tulis Ilmiah
Jumlah 46
2*) Ekuivalen 2 jam pembelajaran
3. Kurikulum 2013 untuk SMA XI Program IPA
Komponen Alokasi Waktu
Kelompok A (Wajib) Kurikulum Ketuntasan
1. Pendidikan Agama 2013 Revisi Belajar Minimal
2. Pendidikan
(KBM)
Kewarganegaraan
3. Bahasa Indonesia Pemerintah Modif Sikap Pengetahuan
4. Matematika PL
5. Sejarah Indonesia
6. Bahasa Inggris 32 B 72
Kelompok B (Wajib)
7. Seni Budaya 22 B 73
8. PJOK
9. Prakarya dan 44 B 72
44 B 72
Kewirausahaan 22 B 72
24 B 75
22 B 72
32 B 72
22 B 72
23
Kelompok C
(Peminatan)
10. Fisika 4 4 B 70
3 B 70
11. Kimia 4 3 B 72
3 B 73
12. Biologi 4
3 B 72
13. Matematika 4 2 B 72
Peminatan
2 B 70
Pendalaman Minat 1 B 70
1 B
14. Ekonomi 4 1 B
1 B
15. TIK 2 48
Pengembangan Diri 2*)
16. Bahasa Jepang
17. Bahasa Sunda
18. Bimbingan Konseling
19. Kepangudiluhuran
20. Karya Tulis Ilmiah
Jumlah 46
2*) Ekuivalen 2 jam pembelajaran
4. Kurikulum 2013 untuk SMA XI Program IPS
Komponen Alokasi Waktu
Kelompok A (Wajib) Kurikulum Ketuntasan
1. Pendidikan Agama 2013 Revisi Belajar Minimal
2. Pendidikan
(KBM)
Kewarganegaraan
Pemerintah Modif Sikap Pengetahuan
PL
32 B 72
22 B 73
24
3. Bahasa Indonesia 4 4 B 72
4 B 74
4. Matematika 4 2 B 72
4 B 75
5. Sejarah Indonesia 2
2 B 72
6. Bahasa Inggris 2 2 B 72
2 B 72
Kelompok B (Wajib)
4 B 72
7. Seni Budaya 2 3 B 72
3 B 72
8. PJOK 3 3 B 72
9. Prakarya dan 2 3 B 72
Kewirausahaan 2 B 72
Kelompok C 2 B 70
(Peminatan) 1 B 70
1 B
10. Ekonomi 4 1 B
1 B
11. Geografi 4 48
12. Sosiologi 4
13. Sejarah Peminatan 4
Pendalaman Minat
14. Biologi 4
15. TIK 2
Pengembangan Diri 2*)
16. Bahasa Jepang
17. Bahasa Sunda
18. Bimbingan Konseling
19. Kepangudiluhuran
20. Karya Tulis Ilmiah
Jumlah 46
2*) Ekuivalen 2 jam pembelajaran
25
5. Kurikulum 2013 untuk SMA X Program IPA
Komponen Alokasi Waktu
Kurikulum Ketuntasan
2013 Revisi Belajar Minimal
(KBM)
Pemerintah Modif Sikap Pengetahuan
PL
Kelompok A (Wajib)
1. Pendidikan Agama 32 B 72
2. Pendidikan 22 B 70
Kewarganegaraan 44 B 70
3. Bahasa Indonesia
4. Matematika 44 B 70
5. Sejarah Indonesia 22 B 70
6. Bahasa Inggris 24 B 70
Kelompok B (Wajib) 22 B 72
7. Seni Budaya
8. PJOK 32 B 72
9. Prakarya dan 22 B 70
Kewirausahaan
Kelompok C
(Peminatan)
10. Fisika 34 B 70
11. Kimia 33 B 70
12. Biologi 33 B 70
13. Matematika 33 B 70
Peminatan
Pendalaman Minat
14. Ekonomi 43 B 70
15. TIK 22 B 70
26
Pengembangan Diri 2*)
16. Bahasa Jepang 2 B 70
1 B 70
17. Bahasa Sunda 1 B
1 B
18. Bimbingan Konseling 1 B
48
19. Kepangudiluhuran
20. Karya Tulis Ilmiah
Jumlah 46
2*) Ekuivalen 2 jam pembelajaran
6. Kurikulum 2013 untuk SMA X Program IPS
Komponen Alokasi Waktu
Kurikulum Ketuntasan
2013 Revisi Belajar Minimal
(KBM)
Pemerintah Modif Sikap Pengetahuan
PL
Kelompok A (Wajib)
1. Pendidikan Agama 32 B 72
2. Pendidikan 22 B 70
Kewarganegaraan
3. Bahasa Indonesia 44 B 70
4. Matematika 44 B 70
5. Sejarah Indonesia 22 B 70
6. Bahasa Inggris 24 B 70
Kelompok B (Wajib)
7. Seni Budaya 22 B 72
8. PJOK 32 B 72
9. Prakarya dan 22 B 70
Kewirausahaan
27
Kelompok C
(Peminatan)
10. Ekonomi 3 4 B 70
3 B 70
11. Geografi 3 3 B 70
3 B 70
12. Sosiologi 3
3 B 70
13. Sejarah Peminatan 3 2 B 70
Pendalaman Minat 2 B 70
1 B 70
14. Biologi 4 1 B
1 B
15. TIK 1 B
48
Pengembangan Diri 2*) Kegiatan
Literasi & Presensi
16. Bahasa Jepang
Jam ke 1-3
17. Bahasa Sunda Istirahat
Jam ke 4-6
18. Bimbingan Konseling Pengerjaan tugas
19. Kepangudiluhuran
20. Karya Tulis Ilmiah
Jumlah 46
2*) Ekuivalen 2 jam pembelajaran
F. JAM PEMBELAJARAN
1. Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ)
No Waktu
07.10-07.30
1 07.30-09.45
09.45-10.15
2 10.15-12.30
12.30-14.30
28
2. Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTM Terbatas) Kegiatan
a. Senin, Selasa, Kamis dan Jumat Doa pembuka
No Waktu
08.00-08.15 Pelajaran 1
1 08.15-09.00 Pelajaran 2
2 09.00-09.45 Penghantar Pulang
3 09.45-10.00
Catatan:
1. waktu di dalam jadwal dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan bila ada
kondisi khusus.
G. KALENDER AKADEMIK
URAIAN KALENDER PENDIDIKAN 2021-2022
SMA PANGUDI LUHUR BERNARDUS KOTA DELTAMAS
Bulan Tanggal Uraian Kegiatan
Juli 12 Hari pertama sekolah Tahun Pembelajaran 2021-2022
HE=14
12-16 Pengenalan Lingkungan Sekolah (Kelas X) dan Konsolidasi (Kelas
XI dan XII)
16 Ekaristi awal Tahun Pembelajaran 2021-2022 secara virtual atau
Ibadat Pembukaan tahun ajaran
19 Hari pertama pembelajaran
20 Libur Idul Adha
Agustus 7 Pertemuan orang tua murid kelas X-XII
HE=20
11 Tahun Baru Islam 1443 H
29
14 Hari Pramuka
September 17 Upacara HUT RI ke-76 (virtual)
HE=22
18 Penyampaian hasil belajar siswa (tengah Semester 1)
Oktober
HE=19 25 Penyampaian hasil belajar siswa (tengah Semester 1)
6 Ulang Tahun YPL
20 Libur Maulid Nabi
28 Hari Sumpah Pemuda
November 10 Hari Pahlawan
HE=22 25 Upacara Hari guru (virtual)
29-30 PAS Ganjil tertulis
Desember 8 Hari Pelindung YPL
HE=10
1-10 PAS Ganjil Tertulis
17 Penerimaan Raport PAS
18-31 Libur Akhir Semester dan Libur Natal
Januari 1-2 Libur Akhir Semester dan Libur Natal
HE=21
3 Hari pertama masuk semester II
7 Perayaan Natal bersama
Februari 1 Libur Imlek
HE=19
Maret 1 Libur Isra Mi’raj
HE=22
2 Rabu Abu
3 Hari Raya Nyepi
19 dan Pelaporan Hasil Belajar Tengah Semester 2
26 Rencana ujian kelas 12
April 14 - 18 Libur Paskah
HE=18
30
Mei 21 Hari Kartini dan Perayaan Paskah
HE=18
1 Libur Hari Buruh
Juni
HE=8 2 Hari Pendidikan Nasional
2-3 Rencana libur Idul Fitri
13 Bernardus Day
16 Hari Raya Waisak
20 Hari Kebangkitan Nasional
26 Kenaikan Isa Almasih
30-31 PAT Genap Tertulis
1 Upacara Hari Lahir Pancasila
2-10 PAT Genap Tertulis
13-14 Kegiatan Akhir Tahun
17 Penerimaan Raport PAT
19-30 Libur akhir tahun pembelajaran
BAB III
BIDANG KESISWAAAN
A. STRUKTUR UMUM PROGRAM PENDAMPINGAN
Kegiatan kesiswaan meliputi kegiatan pendampingan peserta didik dalam
pengembangan diri, pendampingan dalam pembentukan karakter yang rendah hati,
tangguh, dan berdedikasi melalui kebiasaan disiplin serta pendampingan dalam kegiatan
humaniora untuk mendorong peserta didik berkembang secara maksimal sesuai dengan
bakat dan minat masing-masing.
Penegakan tata tertib sekolah merupakan salah satu upaya menanamkan
kedisiplinan dalam diri peserta didik serta menumbuhkan sikap peduli serta toleransi
terhadap sesama dan lingkungannya. Sikap disiplin merupakan modal dasar bagi setiap
pribadi dalam mengembangkan potensi diri untuk meraih prestasi yang dicita-citakan.
31
Kegiatan pengembangan diri meliputi kegiatan intrakurikuler, kegiatan
ekstrakurikuler, dan pengembangan diri. Kegiatan intrakurikuler merupakan kegiatan
utama per sekolah yang dilakukan dengan menggunakan alokasi waktu yang telah
ditentukan dalam struktur program. Kegiatan ini dilakukan guru dan peserta didik dalam
jam-jam pelajaran maupun di luar jam pelajaran utama di setiap hari. Kegiatan
intrakurikuler ini dilakukan untuk mencapai tujuan minimal setiap mata pelajaran/bidang
studi yang tergolong inti maupun khusus. Kegiatan ekstrakurikuler merupakan wadah
kegiatan pengembangan diri sesuai dengan bakat dan minat peserta didik. Kegiatan ini
merupakan kegiatan pilihan dan dilaksanakan di luar jam intrakurikuler sebagai
penunjang penyaluran bakat dan minat peserta didik. Kegiatan ini akan selalu diuji
keberadaannya dalam kurun waktu tertentu. Dalam pelaksanaannya kegiatan
ekstrakurikuler harus berjalan sehat dan sesuai aturan sekolah. Setiap jenis
ekstrakurikuler harus ada pendamping dan pelatih. Kegiatan ini tidak boleh mengalahkan
kegiatan pokok proses pembelajaran, yaitu kegiatan intrakurikuler. Pengembangan diri
merupakan bagian dari layanan dan pendampingan peserta didik melalui bimbingan
konseling.
B. KOMPETENSI
Kompetensi dimengerti sebagai “pengetahuan, keterampilan, serta sikap, dan nilai
yang direfleksikan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak,” sebagai berikut.
1. Perlu ada wadah pengembangan–kebiasaan.
2. Disadari sebagai kebutuhan diri–muncul budaya positif.
3. Tuntutan riil untuk semua mata pelajaran–sekaligus tanggung jawab bersama.
C. IMPLEMENTASI KEGIATAN PEMBIASAAN
1. Kegiatan Rutin
Tujuan membiasakan peserta didik mengerjakan sesuatu dengan baik dan penuh
kesadaran sebagai kebutuhan. Kegiatan ini terlaksana dalam kondisi pembelajaran
jarak jauh ataupun sudah diijinkan dalam pembelajaran tatap muka.
a. Doa Harian, Ekaristi, Doa-doa Khusus
Kegiatan doa diharapkan mampu meningkatkan semangat religiusitas dan
mengimani Tuhan sebagai pencipta kehidupan. SMA Pangudi Luhur Bernardus
32
merupakan lembaga pendidikan Katolik, oleh sebab itu tata cara doa
menggunakan tradisi dan kaidah agama Katolik. Adapun doa harian terjadi di
pagi hari sebelum pembelajaran dimulai, sebelum istirahat, sesudah istirahat,
doa Malaikat Tuhan (tepat jam 12 siang), diakhiri dengan doa sebelum
pembelajaran berakhir. Doa pagi dikoordinatori oleh wali kelas saat Zoom pagi
dan diakhiri oleh guru mata pelajaran terakhir di siang hari.
b. Literasi Pagi
1) Literasi merupakan kegiatan mengolah informasi pada saat proses
membaca, menulis, mendengar, dan melihat. Kegiatan ini bertujuan untuk
menciptakan peserta didik berpikir kritis dan mampu memahami kondisi
lingkungan sekitar.
2) Situasi pandemi Covid-19 memaksa kita untuk berubah dalam proses
belajar. Begitu juga dengan literasi yang dialami para peserta didik. Literasi
digital menjadi bentuk baru dari adanya situasi ini. Literasi teknologi
informatika adalah kemampuan menggunakan teknologi digital, alat
komunikasi, atau jaringan dalam mendefinisikan, mengakses, mengelola,
mengintegrasikan, mengevaluasi, menciptakan, dan mengkomunikasikan
informasi secara baik dan legal dalam rangka membangun masyarakat
berpengetahuan.
c. Absen Pagi
1) Kegiatan ini dalam kegiatan menyapa peserta didik yang dilakukan oleh wali
kelas melalui aplikasi zoom. Aplikasi Zoom digunakan sebagai media
pengganti tatap muka dan sapaan secara fisik di dalam kelas dalam
pembelajaran normal.
2) Kegiatan di mulai pukul 7.10 WIB dipimpin oleh wali kelas. Wali kelas
menyapa dan mengajak kesiapan peserta didik untuk pembelajaran yang
akan terjadi di hari tersebut. Wali kelas memiliki kewajiban untuk
mengingatkan peserta didik jika terjadi keterlambatan dalam proses
pembelajaran dan ketidakhadiran peserta didik.
3) Wali Kelas mempunyai kewajiban untuk mengingatkan orang tua jika putra
dan putrinya belum hadir saat presensi Zoom pagi.
d. Memelihara Sopan-Santun dalam Video Conference
33
1) Selama pembelajaran jarak jauh maka peserta didik menggunakan media
digital dalam pembelajaran.
2) Ada beberapa kode etik yang harus dilaksanakan peserta didik dalam
menggunakan aplikasi digital. Sopan santun ini terkait dengan bagaimana
mengekspresikan diri secara digital, baik tulisan, kata-kata, ataupun
ekspresi.
3) Peserta didik wajib menginformasikan kondisi dan situasi jaringan yang
dialami saat pembelajaran kepada wali kelas.
e. Kompetitif/Bersaing Positif
1) Menempatkan belajar sebagai prioritas utama.
2) Budaya malu menyontek sekaligus menyadari konsekuensi jika bertindak
tidak jujur (nilai O).
3) Memberikan prestasi yang terbaik.
4) Sekolah akan memberikan penghargaan bagi yang berprestasi akademis.
5) Sekolah akan memberikan penghargaan bagi yang berprestasi non-
akademis tingkat provinsi, nasional maupun internasional.
f. Upacara
1) Dapat berlangsung secara streaming online di saat pembelajaran jarak jauh
dan upacara langsung di sekolah jika sudah diijinkan untuk proses
pembelajaran tatap muka.
2) Upacara merupakan kegiatan yang digunakan untuk memupuk semangat
nasionalisme dan kedisiplinan di SMA Pangudi Luhur Bernardus.
3) Petugas upacara diatur oleh sekolah.
g. Perayaan Ekaristi dan Doa-doa dan Ibadat pada bulan khusus
1) Dapat berlangsung secara streaming online di saat pembelajaran jarak jauh
dan ekaristi langsung di sekolah jika sudah diijinkan untuk proses
pembelajaran tatap muka.
2) Perayaan Ekaristi atau ibadat dilaksanakan 1 bulan sekali dengan hari
menyesuaikan kesanggupan dari Pastor.
3) Perayaan Ekaristi atau ibadat pada masa-masa tertentu seperti Ekaristi Awal
Tahun Ajaran, Natal, Paskah, Perayaan Pelindung Yayasan, Bernardus Day,
Rabu Abu.
34
4) Petugas Perayaan Ekaristi dilakukan secara bergilir khususnya untuk Paduan
Suara (dikoordinir Sie Rohani OSIS)
5) Latihan dijalankan pada jam Wali Kelas.
6) Doa-doa dan ibadat pada bulan khusus seperti Doa Rosario (bulan Maria,
dan bulan Rosario), masa Pra-Paskah, Jalan Salib, Doa masa Advent, Bulan
Kitab Suci.
h. Memelihara kesehatan–keindahan
1) Dapat berlangsung secara online di saat pembelajaran jarak jauh dan
berlangsung di sekolah jika sudah diijinkan untuk proses pembelajaran tatap
muka.
2) Kegiatan ini menciptakan semangat proaktifitas dan mencintai serta
semangat memiliki lingkungan hidup baik di lingkungan sekolah maupun di
luar sekolah.
3) Membuang sampah pada tempatnya.
4) Berani memberikan contoh menjaga keindahan lingkungan sekolah.
5) Berani mengingatkan teman yang tidak menjaga kebersihan.
6) Bersama dalam pembelajaran tatap muka siswa diharapkan mampu
menerapkan dan menciptakan lingkungan sehat bebas COVID-19 dengan
mengikuti protokol kesehatan yang berlaku. Para siswa diharapkan mampu
menerapkan sikap yang sehat dengan bermasker, sering menggunakan
hand sanitizer, dan menghindari kerumunan.
7) Membawa peralatan yang bentuknya pribadi seperti alat makan, botol
minum pribadi, alat tulis dan tidak diperkenankan untuk bertukar alat
tersebut dengan teman yang lain.
8) Membawa perbekalan makanan sendiri dan tidak diperkenankan untuk
saling berbagi atau bertukar perbekalan makanan.
9) Bersama secara online mempersiapkan diri sebelum pembelajaran dengan
mandi dan berpakaian rapi. Ini sebagai wujud bagaimana siswa tetap
menjaga kebersihan diri sebelum memulai pembelajaran
35
2. Kegiatan Spontan
Adalah kegiatan tanpa dibatasi waktu, ruang, dan tempat dengan tujuan
membiasakan sikap disiplin, santun, dll. Contohnya sebagai berikut.
a. 5 S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, Santun)
1) Membiasakan untuk memberikan senyuman, sapaan, salam, sopan, dan
santun yang tulus kepada setiap teman, guru, dan siapa saja yang dijumpai
dalam pembelajaran jarak jauh.
2) Mengutamakan persaudaraan sejati dan bukan permusuhan.
b. 10 Keutamaan Bernardus Hoecken
1) Membiasakan untuk antre dalam setiap hal.
2) Tidak memotong pembicaraan orang lain (dengan guru).
c. Mission Statement PANGUDI LUHUR
1) Menghargai pendapat.
2) Menghargai pribadi dan martabat.
3. Kegiatan Keteladanan
Tujuan memberi keteladanan perilaku hidup bagi peserta didik oleh kepala sekolah,
guru, dan karyawan. Contohnya sebagai berikut.
a. Melaksanakan tata tertib peserta didik dan memahami konsekuensi bagi yang
melanggar.
b. Hadir tepat waktu dalam setiap PJJ yang berlangsung.
c. Camera on pada saat pembelajaran
d. Berpakaian rapi.
e. Saling mengapresiasi karya.
f. Bersikap jujur.
g. Bertanggung jawab terhadap tugas.
h. Bersikap dan bertutur kata sopan dan santun.
4. Kegiatan Terprogram
Adalah kegiatan yg direncanakan untuk memberikan wawasan kehidupan kepada
peserta didik dalam hidup bermasyarakat. Contohnya sebagai berikut.
a. PLS (Pengenalan Lingkungan Sekolah).
36
1) Merupakan kegiatan wajib kelas 10 yang bertujuan memberikan deskripsi
dan pemahaman mengenai sarana, fasilitas, dan rutinitas yang ada di SMA
Pangudi Luhur Bernardus.
2) Kegiatan dilaksanakan di awal tahun pembelajaran.
3) Kegiatan berlangsung selama 5 hari.
b. Konsolidasi.
1) Kegiatan wajib untuk kelas 11 dan 12.
2) Konsolidasi bertujuan untuk mengingatkan kembali budaya dan tata tertib
yang ada di kelas 11 dan 12. Kegiatan ini berperan untuk menjelaskan
kembali tujuan pendidikan di kelas 11 dan 12.
3) Kegiatan dilaksanakan di bulan Juli 2020 bersamaan dengan PLS kelas 10.
c. Intrakurikuler Pramuka.
1) Pramuka merupakan kegiatan intrakurikuler wajib.
2) Pramuka wajib diikuti bagi peserta didik kelas 10 dan 11. Selama PJJ kegiatan
pramuka akan diatur waktu kegiatannya.
3) Kegiatan kemah Pramuka disesuaikan dengan kondisi.
d. Pertandingan Antar Sekolah.
1) Kegiatan ini merupakan kegiatan pengembangan diri non-akademik dan
akademik.
2) Kegiatan ini bertujuan untuk mengasah kemampuan, berkompetisi, dan
mendewasakan diri peserta didik melalui pertandingan persahabatan dan
pertandingan antar sekolah
3) Pertandingan antar sekolah dilaksanakan melalui proses undangan
persahabatan ataupun perlombaan.
4) Kegiatan pertandingan antar sekolah disesuaikan dengan kondisi pandemi
Covid-19.
e. Presentasi Perguruan Tinggi.
1) Kegiatan ini merupakan pengembangan karier peserta didik kelas 12
2) Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan wawasan pengetahuan
pendidikan tinggi sehingga peserta didik mampu memilih dan menentukan
masa depan.
37
3) Kegiatan presentasi perguruan tinggi disesuaikan dengan kondisi pandemi
Covid-19
f. LDK (Latihan Dasar Kepemimpinan)
1) Kegiatan membangun dasar kepemimpinan dan membentuk karakter para
peserta didik sesuai dengan mission statement PANGUDI LUHUR.
2) Bentuk kegiatan disesuaikan dengan protokol kesehatan pandemi COVID-
19.
g. Rekoleksi
1) Kegiatan ini merupakan pemantapan bagi peserta didik kelas 12 untuk lebih
memapankan diri menghadapi kelulusan dan juga pendewasaan dalam
pemilihan dunia karir setelah kelas 12.
2) Kegiatan akan diadakan pada semester 2
h. Karya Tulis Ilmiah.
1) Merupakan kegiatan melatih peserta didik untuk berpikir kritis dan logis
dalam menjawab tantangan lingkungan sekitar.
2) Kegiatan ini ditujukan untuk semua peserta didik. Untuk kelas 10 Karya Tulis
Ilmiah akan dalam bentuk poster penelitian. Kelas 11 berbentuk jurnal
penelitian. Karya Tulis Ilmiah untuk kelas 12 sebagai salah satu syarat
kelulusan dengan bentuk penulisan yang jauh lebih kompleks dibandingkan
kelas 10 dan 11.
D. PROSES BIMBINGAN DAN KONSELING
1. Hakikat
Mendampingi peserta didik agar berkembang menjadi orang yang lebih mampu dan
lebih manusiawi dalam arti pelajar yang lebih baik, warga sekolah yang lebih setia,
dan warga masyarakat yang lebih berguna. (Schmidt,1993).
2. Tujuan
a. Peserta didik mampu mengembangkan pengertian dan pemahaman diri selama
proses kemajuannya di sekolah (bimbingan belajar)
b. Peserta didik mampu mengenal dirinya sendiri baik fisik maupun psikisnya serta
kelemahan dan kelebihannya (bimbingan pribadi)
38
c. Peserta didik mampu mewujudkan penghargaan terhadap pribadi yang lain
(bimbingan sosial)
d. Peserta didik mampu mempertemukan pengetahuan tentang dirinya sendiri
dengan informasi tentang kesempatan kerja yang secara tepat dan bertanggung
jawab yang akhirnya diwujudkan dalam membuat pilihan-pilihan (bimbingan
karier).
3. Garis besar sasaran
a. Layanan Bimbingan dan Konseling
1) Layanan Orientasi
2) Layanan Informasi
3) Layanan Penguasaan Konten
4) Layanan Penempatan dan Penyaluran
5) Layanan Mediasi
6) Layanan Bimbingan Kelompok
7) Layanan Konseling Kelompok
8) Layanan Konsultasi
9) Layanan Konseling Individu
b. Bidang Bimbingan dan Konseling
1) Penanganan kehidupan pribadi, meliputi:
a) Fisik dan psikis
b) Kelemahan dan kelebihan
c) Konsep diri (Self Concept) meliputi:
i. diri ideal (Self -Ideal)
ii. citra diri (Self-Image)
iii. harga diri (Self-Esteem)
2) Pengembangan kemampuan belajar, meliputi:
a) Motivasi
b) Pelatihan konsentrasi
c) Cara belajar yang efektif
d) Target nilai (hasil belajar)
3) Pengembangan kehidupan sosial, meliputi:
a) tata krama
39
b) tata tertib
c) tipe-tipe keluarga (saudara dan orang tua)
4) Pengembangan karir, meliputi:
a) memilih dan menentukan pendidikan tinggi
b) beasiswa peserta didik
c) memilih pekerjaan sesuai dengan minat dan karakter diri
c. Layanan Pendukung
1) Aplikasi Instrumentasi: angket, tes, dll.
2) Himpunan Data: data pribadi, data prestasi, data keluarga, sosiometri, dll.
3) Konferensi Kasus: bekerja sama dengan berbagai pihak dalam membahas
permasalahan peserta didik.
4) Tampilan Kepustakaan: sumber-sumber bacaan untuk membantu peserta
didik.
5) Alih Tangan Kasus: memindahkan penanganan masalah peserta didik ke
pihak yang lebih kompeten.
d. Format Kegiatan Bimbingan dan Konseling
1) Individual
2) Kelompok
3) Klasikal
4) Lapangan
5) Pendekatan khusus
e. Kegiatan-kegiatan Pendukung Bimbingan dan Konseling
1) Wawancara peminatan
2) Pemberian motivasi untuk peserta didik yang berprestasi kurang
3) Pemberian motivasi tentang kepribadian
f. Kerjasama dalam Membantu Peserta Didik dalam Mengatasi Masalah
1) Peserta didik
2) Orang tua
3) Kepala sekolah
4) Wakil kepala sekolah
5) Wali kelas
6) Guru mata pelajaran
40
7) Karyawan
8) Perguruan tinggi
9) Instansi-instansi lain yang terkait
g. Efektifitas Bimbingan dan Konseling
1) Guru BK masuk kelas 1 jam per minggu
2) Konseling diadakan untuk membantu peserta didik mencari alternatif solusi
dari permasalahan yang dihadapi
3) Selain dengan tatap muka, konseling juga dapat dilakukan melalui media
sosial atau surat
4. Proses BK
a. Melakukan pendampingan terhadap peserta didik yang bermasalah (akademis
dan non-akademis)
b. Meminta masukan dari wali kelas untuk peserta didik yang bermasalah,
sebaliknya BK akan menginformasikan kepada wali kelas tentang hasil proses
konseling.
c. BK melakukan komunikasi dan konseling terhadap peserta didik yang nilainya di
bawah KBM.
d. Bekerja sama dengan orang tua untuk memberikan pendampingan terhadap
anak.
e. BK tidak memberikan sanksi, tetapi peringatan.
f. Setiap anak (peserta didik) berhak untuk mendapatkan pendampingan dari BK.
g. Setiap ada masalah, baik pribadi, keluarga, maupun kelompok, peserta didik
diharapkan membicarakannya dengan guru BK agar tidak mengganggu
konsentrasi belajar (curhat).
h. Peserta didik berhak mengadukan semua permasalahan di kelas (sekolah)
kepada guru secara prosedural.
41
E. TATA TERTIB PESERTA DIDIK SMA PANGUDI LUHUR BERNARDUS
TATA TERTIB PEMBELAJARAN JARAK JAUH DAN TATAP MUKA TERBATAS
SMA PANGUDI LUHUR BERNARDUS
KOTA DELTAMAS TAHUN PEMBELAJARAN 2021-2022
BAB I TUJUAN TATA TERTIB SEKOLAH
Pasal 1
TUJUAN
Tata tertib ini dibuat dengan tujuan :
1. Kegiatan pembelajaran jarak jauh dan tatap muka berlangsung dengan baik.
2. Meningkatkan kedisiplinan dan makin mampu mengedepankan kode etik
pembelajaran jarak jauh sehingga menjadi manusia berkepribadian utuh,
bertanggung jawab, dan mandiri.
BAB II PEMBELAJARAN JARAK JAUH
Pasal 2
KEGIATAN PEMBELAJARAN JARAK JAUH PESERTA DIDIK
1. Pembelajaran jarak jauh dimulai pukul 07.10 s.d. 14.30 WIB, kegiatan dimulai dengan
literasi pukul 07.10 WIB, dilanjutkan dengan presensi dengan wali kelas.
2. Tagihan literasi secara tertulis dikumpulkan ke wali kelas setiap hari maksimal pukul
23.59 WIB di Google Document yang telah disediakan wali kelas. Wali kelas juga ikut
menuliskan hasil literasi.
3. Presensi peserta didik menggunakan 2 aplikasi, yaitu Zoom dan Google Classroom.
4. Jadwal pembelajaran diatur oleh kurikulum.
5. Informasi perubahan kegiatan pembelajaran diinformasikan melalui aplikasi
WhatsApps group wali kelas.
6. Google Calendar digunakan peserta didik sebagai media informasi dan memeriksa
kembali pembelajaran yang berlangsung.
7. Google Classroom digunakan untuk pengumpulan tugas selama pembelajaran jarak
jauh berlangsung.
8. Istirahat dalam pembelajaran jarak jauh terbagi menjadi 2 sesi. Istirahat pertama
09.45-10.15 dan istirahat kedua 12.30-13.00
42
9. Peserta didik wajib menginformasikan keadaan dirinya kepada wali kelas pada saat
tidak bisa mengikuti pembelajaran jarak jauh.
10. Peserta didik wajib menginformasikan keadaan dirinya kepada wali kelas pada saat
mengalami kesulitan dalam terhubung dengan kegiatan pembelajaran jarak jauh
11. Sekolah tidak bertanggung jawab terhadap kegiatan yang diadakan tanpa
sepengetahuan pihak sekolah.
12. Peserta didik dilarang keluar-masuk kelas online tanpa izin dari guru yang mengajar
saat pembelajaran jarak jauh berlangsung.
13. Peserta didik wajib mengikuti penilaian harian.
14. Pelaksanaan Penilaian Harian, Penilaian Akhir Semester, Penilaian Akhir Tahun
menggunakan aplikasi ujian yang ditentukan oleh sekolah.
15. Peserta didik melaksanakan budaya malu menyontek.
16. Peserta didik wajib mengikuti remedial jika nilai di bawah KBM.
17. Peserta didik wajib mengerjakan dan mengumpulkan tugas yang diberikan guru.
Pasal 3
DEFINISI DAN TUJUAN PENGGUNAAN APLIKASI
1. Selama pembelajaran jarak jauh, sekolah menggunakan beberapa aplikasi yang
dapat digunakan untuk mendukung pembelajaran.
2. Aplikasi Zoom, G Meet dan aplikasi yang mendukung, aplikasi video conference ini
digunakan untuk penyampaian pembelajaran secara tatap muka virtual.
3. E-mail Google, wajib dimiliki sebagai akun yang digunakan peserta didik sebagai
wadah utama penyimpanan informasi pembelajaran jarak jauh.
4. Google Classroom, digunakan untuk media penyampaian tugas yang harus
dikerjakan oleh peserta didik.
5. Google Calendar, digunakan peserta didik untuk melihat jadwal kegiatan
pembelajaran jarak jauh.
6. Google Drive, digunakan untuk penyimpanan data proses peserta didik. Tugas
peserta didik dan dinamika pembelajaran di kelas maya (Zoom) tersimpan di dalam
Google Drive.
43
Pasal 4
KEDISIPLINAN, SOPAN-SANTUN, DAN KODE ETIK PESERTA DIDIK SELAMA
PEMBELAJARAN JARAK JAUH
1. Kedisiplinan adalah norma yang wajib dijalankan peserta didik bertujuan untuk
melatih kedewasaan dan pengembangan karakter.
2. Sopan dan santun selama pembelajaran jarak jauh diperlukan untuk melatih
mentalitas diri peserta didik di dunia pendidikan. Tidak hanya sopan-santun
berperilaku, tetapi sopan-santun dalam berbicara dan mengungkapkan pendapat
dengan kaidah yang tepat.
3. Kode Etik adalah aturan tertulis yang sengaja dibuat berdasarkan prinsip-prinsip
moral, nilai, dan kaidah dunia pendidikan.
Pasal 4a
KEDISIPLINAN PEMBELAJARAN JARAK JAUH
1. Peserta didik wajib menunjukkan kesiapan belajar harian, yaitu kondisi sudah mandi
agar segar dan tidak kembali tertidur.
2. Peserta didik diwajibkan menggunakan pakaian sopan dan rapi (kemeja atau kaos
berkerah). Khusus hari kamis wajib mengenakan seragam batik Pangudi Luhur.
3. Peserta didik wajib memposisikan diri dalam keadaan siap belajar (sikap duduk tegak
di depan device pembelajaran jarak jauh yang digunakan).
Pasal 4b
SOPAN SANTUN DAN KODE ETIK PEMBELAJARAN JARAK JAUH
1. Peserta didik wajib menghormati dan menghargai kepala sekolah, guru, karyawan,
dan peserta didik lain.
2. Peserta didik wajib bersikap hormat dan ramah kepada setiap orang civitas
pendidikan Sekolah Pangudi Luhur Bernardus.
3. Peserta didik wajib menyapa dan memberikan salam kepada kepala sekolah, guru,
karyawan, dan teman pada setiap pertemuan pembelajaran jarak jauh yang
berlangsung.
44
4. Peserta didik wajib menggunakan kata-kata yang sopan, tidak diperkenankan
mengucapkan kata-kata jorok dan kasar, ataupun yang tidak pantas diucapkan dalam
dunia pendidikan.
5. Peserta didik laki-laki wajib berambut pendek, sopan, rapi, dan tidak mengganggu
pembelajaran.
6. Peserta didik tidak boleh bertato, piercing atau bertindik.
7. Peserta didik tidak diperkenankan mencuri, melakukan pemalakan, bullying, dan
berkelahi di dalam maupun di luar sekolah.
8. Peserta didik tidak diperkenankan melakukan pelecehan terhadap sesama peserta
didik, guru, karyawan, dan kepala sekolah di dalam maupun di luar sekolah.
9. Peserta didik tidak diperkenankan melakukan tindakan asusila di dalam maupun
diluar lingkungan sekolah.
10. Peserta didik tidak diperkenankan mencemarkan nama baik teman dan
menyebarkan berita bohong.
11. Peserta didik tidak diperkenankan membuat kegiatan yang mengatasnamakan
sekolah tanpa seizin sekolah.
12. Peserta didik tidak diperkenankan melakukan kegiatan yang melanggar norma susila
yang dapat mencemarkan nama baik sekolah.
13. Peserta didik tidak diperkenankan memanipulasi tanda tangan, surat izin, atau daftar
hadir.
Pasal 4c
KODE ETIK PESERTA DIDIK VIDEO CONFERENCE
1. Peserta didik wajib mempersiapkan diri sebelum pembelajaran melalui daring dimulai
sesuai jadwal yang diatur oleh kurikulum.
2. Peserta didik wajib menghidupkan video meeting di dalam aplikasi Zoom maupun
video WhatsApps dan memperlihatkan seluruh wajah.
3. Peserta didik wajib mematikan audio ketika guru sedang menjelaskan dan
menghidupkan audio kembali ketika dibutuhkan.
4. Berpakaian dengan sopan, rapi dan menggunakan sesuai dengan ketentuan
penggunaan seragam di hari tersebut.
45
5. Saat peserta didik akan meninggalkan layar video conference, wajib meminta izin
terlebih dahulu kepada guru yang mengajar.
6. Peserta didik dilarang makan dan minum tanpa izin guru yang mengajar.
7. Peserta didik dilarang menggunakan fasilitas chat untuk membicarakan hal yang tidak
sesuai konteks pembelajaran.
8. Peserta didik dilarang mengganggu perhatian peserta didik lain dengan melakukan
aktivitas yang tidak sesuai kaidah pembelajaran jarak jauh saat pembelajaran.
9. Peserta didik dilarang melakukan record dan screenshot tanpa seizin guru yang
bersangkutan.
10. Peserta didik dilarang melakukan screenshot wajah guru atau teman untuk
dijadikan status media sosial yang bertujuan untuk menghina atau merundung.
BAB III PEMBELAJARAN TATAP MUKA TERBATAS
Pasal 5
KEGIATAN PEMBELAJARAN TATAP MUKA TERBATAS PESERTA DIDIK
1. Peserta didik wajib mengisi self assessment sebelum sampai di sekolah dan sesudah
sampai dirumah.
2. Peserta didik siap di kelas pukul 08.00 – 10.00 WIB.
3. Peserta didik wajib mengikuti pembelajaran tatap muka terbatas sesuai dengan
jadwal yang sudah ditentukan oleh sekolah.
4. Peserta didik sudah di dalam kelas saat bel berbunyi pukul 08.00 WIB sesuai dengan
posisi yang sudah ditentukan dari sekolah.
5. Peserta didik diwajibkan langsung pulang ketika pembelajaran tatap muka terbatas
berakhir.
6. Peserta didik harus mendapatkan izin masuk dari guru piket jika terlambat.
7. Sekolah tidak bertanggung jawab terhadap kegiatan yang diadakan tanpa
sepengetahuan pihak sekolah.
8. Peserta didik dilarang keluar dan masuk kelas tanpa izin dari guru yang mengajar saat
KBM berlangsung.
9. Peserta didik wajib izin dari guru piket jika pulang sebelum waktunya.
10. Peserta didik wajib pulang setelah mengikuti kegiatan sekolah yang ditentukan.
11. Peserta didik wajib mengikuti penilaian harian yang diselenggarakan sekolah.
46
12. Peserta didik melaksanakan budaya malu menyontek.
13. Peserta didik wajib mengikuti remedial jika nilai di bawah KBM yang telah ditentukan.
14. Peserta didik wajib mengerjakan dan mengumpulkan tugas yang diberikan guru.
15. Peserta didik boleh hadir di sekolah jika memang dibutuhkan. Kebutuhan tersebut
dapat berupa kebutuhan administratif maupun kegiatan pembelajaran jarak jauh
yang tidak bisa dilaksanakan secara virtual.
16. Sekolah membatasi jumlah peserta didik yang hadir di sekolah.
Pasal 5a
PROTOKOL KESEHATAN KEHADIRAN DI SEKOLAH
1. Peserta didik boleh hadir ke sekolah jika situasinya memang dibutuhkan. Artinya,
kebutuhan pembelajaran tidak dapat dijalankan melalui pembelajaran jarak jauh
ataupun pembelajaran virtual.
2. Peserta didik yang hadir ke sekolah wajib mengikuti prosedur protokol kesehatan.
3. Pembelajaran yang tidak memungkinkan menggunakan jarak jauh akan dilaksanakan
di sekolah dengan mendapatkan persetujuan dari wakil kepala sekolah bidang
kurikulum dan kepala sekolah.
4. Peserta didik yang hadir di sekolah dalam melaksanakan tugas pembelajaran yang
tidak memungkinkan dengan pembelajaran jarak jauh wajib mendapatkan izin dari
orang tua ataupun walinya.
5. Peserta didik yang memerlukan hadir ke sekolah selama pembelajaran jarak jauh
dikarenakan kebutuhan di luar pembelajaran harus meminta izin terlebih dahulu
kepada wakil kepala bidang kurikulum maupun wakil kepala bidang kesiswaan.
Pasal 5b
PROTOKOL PESERTA DIDIK HADIR DI SEKOLAH
1. Peserta didik yang hadir di sekolah wajib mengikuti prosedur protokol kesehatan.
2. Sebelum memasuki sekolah, peserta didik wajib melakukan pengecekan suhu tubuh.
Peserta didik dengan suhu tubuh di atas 37,0 derajat celcius dianjurkan untuk
beristirahat sejenak 1-3 menit menunggu suhu tubuh normal untuk memasuki
lingkungan sekolah. Jika suhu tubuh menetap di atas 37,0 derajat celcius, maka kami
menganjurkan untuk beristirahat di rumah.
47
3. Peserta didik sesampainya di depan sekolah wajib mencuci tangan selama minimal
20 detik dengan sabun yang telah disediakan.
4. Peserta didik yang hadir di sekolah wajib menggunakan masker, face shield, dan
membawa sendiri hand sanitizer ataupun tissue basah.
5. Peserta didik dengan penuh kesadaran dalam menjaga kesehatan dengan cara
menghindari kegiatan bergerombol antar peserta didik.
6. Peserta didik wajib sering mencuci tangan dengan sabun setiap sebelum dan
sesudah berkegiatan.
7. Peserta didik diharapkan membawa bekal (makanan dan minuman) dari rumah yang
jelas dan terjamin kesehatannya.
8. Peserta didik wajib menggunakan alat tulis dan alat penunjang pembelajaran
masing-masing, tanpa diperkenankan untuk bertukar atau meminjam.
Pasal 5c
PROTOKOL PENGGUNAAN RUANG PEMBELAJARAN
1. Peserta didik wajib mencuci tangan dengan sabun sebelum masuk ruang
pembelajaran.
2. Peserta didik wajib menggunakan face shield dan masker saat memasuki sekolah dan
selama berlangsung pembelajaran di ruang pembelajaran.
3. Peserta didik wajib membawa hand sanitizer dan tisu basah selama pembelajaran di
dalam ruang pembelajaran.
4. Peserta didik wajib meminta izin kepada guru yang mengajar saat ke toilet.
5. Peserta didik wajib segera meninggalkan ruang pembelajaran sesudah pembelajaran
berakhir untuk pembersihan dengan disinfektan.
Pasal 5d
PROTOKOL PENGGUNAAN LABORATORIUM SEKOLAH
1. Peserta didik wajib mencuci tangan dengan sabun sebelum memasuki ruang
laboratorium.
2. Peserta didik wajib menggunakan face shield dan masker saat memasuki dan selama
pembelajaran berlangsung di laboratorium.
3. Peserta didik wajib mengikuti aturan laboratorium.
48
4. Peserta didik tetap membawa hand sanitizer dan tisu basah selama di laboratorium.
5. Peserta didik wajib meminta izin kepada penjaga laboratorium saat ke toilet.
6. Peserta didik wajib meninggalkan ruang laboratorium sesudah pembelajaran
berakhir dikarenakan akan dilakukan pembersihan dengan disinfektan.
Pasal 5e
PROTOKOL SEPULANG KEGIATAN BELAJAR DAN MENGAJAR DI SEKOLAH
1. Setelah bel tanda pulang sekolah berbunyi peserta didik secara mandiri dan tidak
bergerombol segera meninggalkan ruang pembelajaran.
2. Ruang pembelajaran yang telah selesai digunakan hari itu akan segera dilakukan
pembersihan dengan desinfektan agar dapat digunakan kembali di esok hari.
3. Peserta didik dengan mandiri dan penuh kesadaran untuk langsung pulang ke rumah
masing-masing tanpa perlu bergerombol dengan teman yang lain.
4. Peserta didik yang menunggu dijemput, diharapkan menunggu di tempat yang telah
disediakan tanpa perlu bergerombol atau berkumpul dengan teman yang lain.
5. Peserta didik yang telah sampai di rumah wajib mengisi google form yang merupakan
self assessment protokol kesehatan.
Pasal 5f
PROTOKOL INTRAKURIKULER DAN EKSTRAKURIKULER
1. Kegiatan ekstrakurikuler dan intrakurikuler dalam keadaan saat kondisi pandemi
Covid-19 berlangsung secara daring/online.
2. Intrakurikuler Pramuka merupakan intrakurikuler wajib dari kurikulum pemerintah.
Pelaksanaan Intrakurikuler dalam bentuk online.
3. Ekstrakurikuler yang diadakan oleh sekolah adalah Karya Tulis Ilmiah dan Club KSN.
Ekstrakurikuler ini merupakan kegiatan yang bertujuan untuk merangsang berpikir
kritis dan logis.
4. Pelaksanaan Ekstrakurikuler berlangsung dalam bentuk online/daring.
5. Kegiatan Intrakurikuler dan Ekstrakurikuler dapat berubah jadwal kegiatannya
melihat kondisi penyebaran COVID-19.
49