ILMU PENGETAHUAN ALAM
BAHAN AJAR SUHU & KALOR
KELAS VII
SMP NEGERI 2 LUBUKLINGGAU
DISUSUN OLEH:
VIVI JUNIARTI, S.Pd
NIM : 21323299035
KATA PENGANTAR
Puji syukur penyusun panjatkan kehadirat Allah SWT karena hanya berkat
rahmat dan karunia-Nya, penyusunan Bahan Ajar IPA dengan Topik “ Suhu dan Kalor”
berdasarkan Problem Based Learning ini dapat diselesaikan.
Adapun tujuan dari penulisan bahan ajar ini adalah sebagai pemenuhan
tugas-tugas dari dosen dan sekaligus sebagai tagihan LMS di Sim PKB dalam PPG
Jabatan bidang studi Ilmu Pengetahuan Alam tahun 2021 dan dapat menjadi bahan
rujukan bagi peserta didik dalam pembelajaran mandiri dalam suatu tema atau
permasalahan yang erat kaitannya dengan kehidupan sehari-hari
Saya juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya bagi para
Dosen dan juga Admin beserta teman-teman mahasiswa PPG dalam Jabatan
Angkatan 4 kelas C UNY tahun 2021 yang telah memberikan banyak motivasi dan
kerjasamanya sehingga dalam pembuatan Bahan Ajar ini bisa terselesaikan dengan
lancar.
Oleh karena itu, penyusun mengharapkan kritik dan saran yang bersifat
membangundemi kesempurnaan Bahan Ajar IPA dengan Topik “ Suhu dan Kalor” ini.
Penyusunjuga berharap semoga buku bahan ajar IPA ini dapat bermanfaat bagi
penyelenggaraan kegiatan pembelajaran yang berkualitas.
Lubuklinggau, September 2021
Penulis
ii
KATA PENGANTAR.............................................................................ii
DAFTAR ISI ..........................................................................................iii
A. PENDAHULUAN
1.Deskripsi ................................................................................. 1
2.Capaian Pembelajaran. .......................................................... 1
B.INTI.
1. Kompetensi Inti ................................................................................ 2
2. Kompetensi Dasar. .......................................................................... 2
Kegiatan Belajar 1.......................................................................... 3
A. Indikator. ............................................................................... 3
B. Aktivitas Pembelajaran.......................................................... 3
C. Penutup................................................................................. 12
1. Rangkuman. .................................................................... 15
2. Tes Formatif. ................................................................... 16
Kegiatan Belajar 2.......................................................................... 19
A. Tujuan. .................................................................................. 16
B. Aktivitas Pembelajaran.......................................................... 16
C. Penutup................................................................................. 26
1. Rangkuman. .................................................................... 30
2. Tes Formatif. ................................................................... 31
LAMPIRAN ......................................................................................... 33
DAFTAR PUSTAKA ........................................................................... 35
iii
PENDAHULUAN
1. Deskripsi singkat
Penyusunan materi ajar dalam pembelajaran IPA ini merupakan salah satu syarat
tahapan mengikuti program PPG Dalam Jabatan Tahun 2021. Buku materi ajar
ini dirancang untuk memperkuat kompetensi guru dalam kegiatan pendalaman
materi yang isinya meliputi uraian materi yang berdasarkan kurikulum 2013.
Selain itu, bahan ajar ini agar dapat digunakan bahan rujukan pembelajaran oleh
peserta didik.
2. Capaian Pembelajaran
Bagi Guru :
1. Membimbing peserta didik dalam menggunkan bahan ajar dan juga
mempelajari materi yang berhubungan
2. Memfasilitasi peserta didik untuk menerapkan materi dengan kehidupan
sehari- hari
Bagi Peserta didik :
1. Memahami materi yang di sampaikan ada pada bahan ajar yang
disediakan
2. Menjelaskan konsep suhu dan kalor dan menerapkan dalam kehidupan
sehari- hari
1
M0
INTI
1. Kompetensi Inti :
1. Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa
ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait
fenomena dan kejadian tampak mata.
2. Mencoba, mengolah dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai,
merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca,
menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di
sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori.
2. Kompetensi Dasar
3.4 Menganalisis konsep suhu, pemuaian, kalor, perpindahan kalor, dan
penerapannya dalam kehidupan sehari-hari termasuk mekanisme menjaga
kestabilan suhu tubuh pada manusia dan hewan
4.4 Melakukan percobaan untuk menyelidiki pengaruh kalor terhadap suhu dan
wujud benda serta perpindahan kalor
3. Uraian Materi Suhu dan Kalor
Peta Konsep
2
M0
A. Indikator Pencapaian Kompetensi
Setelah mempelajari materi pada topik suhu dan pemuaian, peserta didik diharapkan
dapat :
3.4.1 Menjelaskan konsep suhu
3.4.2 Membuktikan kemampuan indera peraba sebagai alat pengukur suhu
3.4.3 Membandingkan skala termometer berdasarkan hasil yang diketahui
3.4.4 Menjelaskan pengertian pemuaian
3.4.5 Menganalisis contoh alat-alat yang menggunakan prinsip pemuaian dalam
kehidupan sehari-hari
Aktivitas pembelajaran berisi rincian alternatif kegiatan pembelajaran yang
dilakukan guru dan peserta didik berdasarkan masaslah yang ditemui dalam proses
pembelajaran sehingga dapat ditemukan solusi atau tindak lanjut dari aktivitas tersebut
dan mencapai kompetensi dari pembelajaran.
Pada aktivitas pembelajaran pertemuan ke-1 ini mempelajari tentang konsep suhu
dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Pada aktivitas pembelajaran
pertemuan ke-2 mempelajari tentang pemuaian dan penerapannya dalam kehidupan
3
M0
sehari-hari. Setelah melaksanakan semua kegiatan pembelajaran pada modul ini peserta
didik akan diberikan evaluasi berupa tes formatif yang digunakan untuk mengukur
penilaian dalam pengetahuan peserta didik.
Pertemuan ke – 1 :
1. Suhu
Suhu adalah besaran yang menyatakan energi yang dimiliki oleh partikel partikel
penyusun zat. Ukuran derajat panas dan dingin suatu benda tersebut dinyatakan dengan
besaran suhu. Indera manusia memiliki keterbatasan dalam menentukan suhu benda,
sehingga diperlukan alat ukur suhu.
Gambar 1. Sakit panas /demam
Sumber : google
Pernahkah kalian mengalami demam? Apa yang kalian rasakan? Bisakah
kalian menyebutkan berapa suhunya tubuh kalian? Tentu saja tidak karena alat indera
kita tidak dapat mengukur derajat panas secara tepat karena itu diperlukan alat ukur yang
disebut dengan termometer.
Indra manusia tidak dapat mengukur suhu dengan tepat, sehingga diperlukan
alat ukur suhu yang tetap. Prinsip kerja termometer adalah terjadinya perubahan zat
karena panas, juga ada karena pemuaian (perubahan volume), perubahan warna
atau juga perubahan nilai hambatan listrik dari suatu bahan.
Secara Umum skala Termometer terbagi empat, yaitu skala Termometer Celcius
(0C), skala Termometer skala Reamur (0R), skala Termometer Fahrenheit (0F) dan
Termometer Kelvin (K). Untuk menentukan sistem skala suhu digunakan titik acuan bawah
dan titik acuan atas. Titik acuan bawah yaitu titik lebur es pada tekanan 1 atm, sedangkan
titik acuan atas adalah suhu titik didih air pada tekanan 1 atm.
4
M0
Gambar 14. Perbandingan Skala Termometer Sumber: Blog Pembelajaran IPA
Skala Celcius dan Fahrenheit umum digunakan pada pengukuran suhu di kehidupan
sehari-hari, sedangkan skala suhu yang ditetapkan sebagai Satuan Internasional adalah
skala Kelvin.
Tips Menghitung Konversi Suhu Tanpa Rumus :
Gambar 14. Perbandingan Skala Termometer Sumber: Google
5
M0
Contoh Soal
Untuk memahami lebih lanjut lagi mari kita lakukan aktivitas berikut :
A. Orientasi padamasalah
6
M0
7
M0
B. Mengorganisasikan
Sebelum kita melakukan aktivitas selanjutnya, buatlah kelompok belajar yang terdiri
dari maksimal 5 orang. Kemudian berikan identitas dari setiap kelompok dengan
menggunakan nama ilmuwan dalam pembelajaran IPA.
C. Membimbing penyelidikan
Suhu tidak dapat diukur hanya dengan mengunakan alat indera pada tubuh kita. Oleh
karena itu, diperlukan termometer untuk mengkuru suhu tersebut. Karena pada
masa pandemi seperti ini, kita dapat melakukan penyelidikan suhu suatu zat melalui
video youtube berikut ini :
Pengukuran Suhu : https://youtu.be/gdvGTj0_cWo
Setelah menonton video tersebut : catatlah hasil pengukuran suhu ke dalam tabel
dan ubah kedalam suhu reamur, fahrenheit, dan celvin :
Tabel Pengamatan
No Jenis C Suhu Air K
RF
1 Dingin ........... ........... .............. ...........
2 Hangat ........... ........... ........... .............
3 Panas ........... ........... ........... ..............
D. Mengembangkan dan Menyajikan Hasil Karya
Setiap siswa mengembangkan hasil pengamatan dengan menghitung skala konversi ke
satuan Fahrenheit, Reamur dan Kelvin. Kemudian dibuat dalam bentuk laporan per
kelompok
E. Menganalisis dan Mengevaluasi Masalaah
Setelahmengisitabel,lanjutkandenganmenjawabpertanyaan sederhanaberikut:
1. Bagaimana suhu ketiga air tersebut dalam satuan derajat ®C?
2. Mengapa demikian? Jelaskan alasanmu.
Setiap kelompok diberi kesempatan untuk menyampaikan hasil penemuannya di
depan kelas. Berdasarkan hasil paparan tiap kelompok, diskusikan pertanyaan di
bawah ini. Deskrispsikan suhu menurut hasil penyelidikan melalui pengamatn video
tersebut? Bagaimana cara mengkonversi skala suhu terhadap satuan yang berbeda?
8
M0
Pertemuan ke – 2 :
2. Pemuaian
Pada kegiatan belajar 1, kita sudah mempelajari beberapa alat ukur diantaranya
adalah termometer, mempelajari bagaimana cara mengonversi termometer skala Celsius ke
dalam skala lainnya. Pada dasarnya keempat termometer tersebut sama, hanya berbeda pada
penomoran skala yang digunakan.
Sebagian besar zat akan memuai bila dipanaskan dan menyusut ketika didinginkan.
Bila suatu zat dipanaskan (suhunya dinaikkan) maka molekul-molekulnya akan bergetar lebih
cepat dan amplitudo getaran akan bertambah besar, akibatnya jarak antara molekul benda
menjadi lebih besar dan terjadilah pemuaian Pemuaian zat adalah peristiwa perubahan
geometri dari suatu benda karena pengaruh panas (kalor)
Perubahan geometri ini bisa meliputi bertambahnya panjang, lebar, maupun volume.
Pemuaian biasanya diiringi dengan kenaikan suhu zat. Anda mungkin pernah melihat rel
kereta yang bengkok, itu adalah contoh peristiwa pemuaian (yang merugikan). Selain
contoh pemuaian yang merugikan, masih banyak contoh pemuaian yang menguntungkan.
Misalnya saja pemuaian cairan merkuri pada termometer.
9
M0
Tidak berbeda dengan peristiwa penyusutan, jika suhu menurun maka pada
bahan yang memiliki koefisien muai panjang tertinggi akan menyusut lebih besar. Pemuaian
dan penyusutan sangat penting untuk diperhatikan terutama pada seorang ahli yang
membuat jendela, pemasangan kabel listrik, juga pada pemasangan rel kereta api
Beberapa Contoh Penerapan Pemuaian di Lingkungan Sekitar
1. Gelas yang pecah akibat diberikan air panas secara mendadak, dikarenakan
perbedaan pemuaian pada bagian gelas yang terkena air panas dan yang tidak terkena
air panas secara mendadak menimbulkan retakan;
2. Sambungan rel kereta api dipasang jarang, agar pada siang hari samubungan rel
tidak beradu;
3. Kabel pada tiang listrik dipasang kendur, agar pada malam hari saat terjadi
penyusutan kabel tidak menjadi tegang dan putus;
4. Balon menjadi mengembang akibat pemuaian gas;
5.Ruang muai pada kaca, agar pada siang hari saat kaca memuai tidak membentur
kayu jendela.
10
M0
A. Orientasi padamasalah
Perhatikan gambar berikut :
Gambar 2. Kondisi kabel listrik Sumber : goole.com
Apa yang terjadi pada kabel listrik dalam dua keadaan berbeda tersebut?
B. Mengorganisasikan
Sebelum kita melakukan aktivitas selanjutnya, buatlah kelompok belajar yang
terdiri dari maksimal 5 orang. Kemudian berikan identitas dari setiap kelompok
dengan menggunakan nama ilmuwan dalam pembelajaran IPA.
C. Membimbing penyelidikan
Zat akan memuai atau menyusut apabila mengalami perubahan suhu.
Pemuaian pada setiap bahan berbeda – beda bergantung koefisien muai
panjangnya. Koefisien muai panjang digunakan pada benda 1 dimensi misalnya
pada pipa kapiler.
“Semakin besar koefisien muainya, saat dipanaskan benda lebih mudah
bertambah panjang. Saat didinginkan benda lebih mudah bertambah pendek” .
11
M0
D. Mengembangkan dan Menyajikan Hasil Karya
Setiap siswa mengembangkan hasil pengamatan dengan meghubungkan kejadian
yang terdapat dilingkungan sekitar terhadap penerapan pemuaian dalam kehidupan
sehari-hari. Kemudian dibuat dalam bentuk laporan per kelompok.
E. Menganalisis dan Mengevaluasi Masalaah
Setelah mengobservasi pemuaian yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Setiap
kelompok diberi kesempatan untuk menyampaikan hasil diskusinya di depan kelas.
Berdasarkan hasil paparan tiap kelompok, diskusikan pertanyaan di bawah ini.
Deskrispsikan suhu menurut hasil penyelidikan melalui pengamatn video tersebut?
12
M0
C. TUGAS
13
M0
FORUM DISKUSI
14
M0
RANGKUMAN
▪ Ukuran derajat panas dan dingin suatu benda tersebut dinyatakan dengan besaran
suhu.
▪ Alat yang digunakan untuk mengukur suhu disebut termometer.
▪ Prinsip kerja termometer adalah terjadinya perubahan zat karena panas, juga ada
karena pemuaian (perubahan volume), perubahan warna atau juga perubahan nilai
hambatan listrik dari suatu bahan.
▪ Pemuaian zat adalah peristiwa perubahan geometri dari suatu benda karena
pengaruh panas (kalor). Perubahan geometri ini bisa meliputi bertambahnya
panjang, lebar, maupun volume.
15
M0
TES FORMATIF
Petunjuk tes formatif
Pilihlah jawaban yang benar dari soal berikut!
1. Termometer merupakan alat yang digunakan untuk mengukur suhu dan memanfaatkan
sifat termometrik zat. Di bawah ini yang bukan merupakan sifat termometrik zat
adalah......
a. Hambatan listrik seutas kawat platina
b. Pemuaian seutas keping bimetal
c. Penggumpalan zat kanji saat diberi air
d. Radiasi yang dipancarkan benda
2. Perhatikan gambar di bawah ini !
Jika skala celcius menunjukkan angka 80®C, maka nilai T adalah. ..®F
a. 176
b. 158
c. 146
d. 112
16
M0
3. Sebuah skala suhu dalam derajat A dikalibrasi sehingga es melebur pada suhu -20® A dan air
mendidih pada suhu 140®A. Jika suhu sebuah benda adalah 30®C, maka suhu benda
tersebut dalam A adalah......
a. 48 c. 42
b. 46 d. 38
4. Jika sebuah logam dipanaskan, maka.....
a. Volume bertambah, massa jenis berkurang
b. Volume bertambah, massa jenis bertambah
c. Volume berkurang, massa jenis bertambah
d. Volume tetap, massa jenis berkurang
5. Berikut ini merupakanmanfaat pemuaian zat dalam kehidupan sehari-hari , kecuali.....
a. Pembuatan termometer zat cair
b. Keretakan gelas ketika diisi air mendidih
c. Pembuatan termometer gas
d. Pemasangan roda pada ban baja lokomotif
Petunjuk Evaluasi hasil Pengerjaan Tes Formatif
1. Setelah peserta didik selesai mengerjakan Tes Formatif Kegiatan Belajar 1 ini, silahkan
cocokkan jawaban dengan kunci jawaban yang telah disediakan pada bagian lampiran
Modul ini. Kemudian hitung tingkat penguasaan yang dapat peserta didik capai dengan
menggunakan rumus berikut ini: 2. Jika Nilai Capaian yang peroleh kurang dari 70
(disesuaikan dengan KKM yang ditetapkan), peserta didik harus mempelajari kembali
materi yang belum dikuasai. Jika masih mengalami kesulitan, catatkan pada buku
catatan peserta didik bagian mana saja yang masih belum dipahami untuk kemudian
dapat mendiskusikannya bersama
=
2. Jika Nilai Capaian yang diperoleh kurang dari 70 (disesuaikan dengan KKM yang
ditetapkan), peserta didik harus mempelajari kembali materi yang belum dikuasai. Jika
masih mengalami kesulitan, catatkan pada buku catatan peserta didik bagian mana saja
yang masih belum
M0 17
peserta didik pahami untuk kemudian peserta didik dapat mendiskusikannya bersama
teman, menceritakannya kepada orang tua, atau dapat menanyakannya langsung
kepada Bapak/Ibu Guru pada saat jadwal kegiatan pembelajaran berlangsung.
3. Jika tingkat penguasaan yang peserta didik peroleh lebih dari atau sama dengan 75%,
peserta didik dapat melanjutkan ke Kegiatan Belajar selanjutnya.
18
M0
A. Indikator Kompetensi Pembelajaran
Setelah mempelajari materi pada topik kalor dan perpindahannya, peserta didik
diharapkan dapat :
3.4.6 Menjelaskan konsep kalor
3.4.7 Menentukan macam-macam perpindahan kalor
3.4.8 Menganalisis mekanisme menjaga kestabilan suhu tubuh
B. Aktivitas pembelajaran
Aktivitas pembelajaran berisi rincian alternatif kegiatan pembelajaran yang
dilakukan guru dan peserta didik berdasarkan masaslah yang ditemui dalam proses
pembelajaran sehingga dapat ditemukan solusi atau tindak lanjut dari aktivitas tersebut
dan mencapai kompetensi dari pembelajaran.
Pada aktivitas pembelajaran pertemuan ke-1 ini mempelajari tentang konsep
kalor, pada pertemuan ke-2 mempelajari tentang macam-macam perpindahan kalor.
Setelah melaksanakan semua kegiatan pembelajaran pada modul ini peserta didik akan
diberikan evaluasi berupa tes formatif yang digunakan untuk mengukur penilaian dalam
pengetahuan peserta didik.
19
M0
Pertemuan ke-1
Kalor
Kalor merupakan energi yang dapat berpindah dari benda yang bersuhu tinggi ke
benda yang bersuhu rendah jika kedua benda tersebut saling berinteraksi. Saat air panas
dicampur dengan air dingin, maka air panas melepaskan kalor sehingga suhunya turun
danair dingin menyerap kalor sehingga sushunya naik.
Pemanfaatan kalor dan perpindahannya dalam kehidupan sehari-hari antara lain pada
termos. Termos digunakan untuk menyimpan zat cair yang ada di dalam agar tetap panas
dalam jangka waktu tertentu.
A. KALOR PERUBAHAN SUHU BENDA
Kamu pasti pernah melihat Ketika seseorang memasak air di atas kompor yang
menyala, ternyata suhu airnya naik. Secara umum, suhu benda akan naik jika benda diberi
kalor. Sebaliknya, suhu benda akan trurn jika kalor dilepaskan dari bend aitu. Kalor untuk
menaikan suhu benda bergantung pada jenis benda, kenaikan suhu benda, dan massa
benda.
Jika dirumuskan secara matematis dapat ditulis sebagai berikut :
Kalor yang diperlukan untuk menaikan suhu benda = Kalor jenis x
massa benda x kenaikan suhu
Dapat di lambangkan :
Q = c x m x ΔT
Keterangan :
Q = energi kalor (J)
c = kalor jenis benda (J/kg®C)
ΔT = perubahan suhu ºC
C. KALOR PERUBAHAN SUHU BENDA
Ada banyak contoh perubahan wujud zat dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu
contohnya melelehnya lilin yang dibakar menunjukan perubahan wujud dari zat padat
menjadi zat cair. Jadi untuk mengubah wujud zat padat menjadi cair diperlukan kalor.
20
M0
Kalor yang dibutuhkanuntuk mengubahwujud zat disebut KALOR LATEN
PENGEMBUNAN
Q=mxU Q=mxL
Pertemuan ke-2
D. PERPINDAHAN KALOR
1. Konduksi
Saat Anda menyetrika, setrika yang panas bersentuhan dengan kain yang Anda
setrika. Kalor berpindah dari setrika ke kain. Perpindahan kalor seperti ini disebut
konduksi.
21
M0
“Konduksi merupakan perpindahan panas melalui bahan tanpa disertai perpindahan
partikel-partikel bahan tersebut.”
A. Orientasi Pada Masalah
Perhatikan gambar berikut :
Gambar 1. Tangan terasa panas ketika memegang spatula dan pegangan wajan
Sumber. Pustakasekolah.com
Mengapa pegangan wajan yang digunakan saat memasak terasa panas ketika
dipegang?
B. Mengorganisasikan
Sebelum kita melakukan aktivitas selanjutnya, buatlah kelompok belajar yang terdiri
dari maksimal 5 orang. Kemudian berikan identitas dari setiap kelompok dengan
menggunakan nama ilmuwan dalam pembelajaran IPA.
22
M0
C. Membimbing penyelidikan
Peserta didik menyiapkan alat dan bahan yang digunakan untuk penyelidikan pengaruh
kondutivitas bahan berdasarkan LKPD yang diberikan :
23
M0
D. Mengembangkan dan Menyajikan Hasil Karya
Setiap siswa mengembangkan hasil percobaan dengan meghubungkan kejadian yang
terdapat dilingkungan sekitar dalam kehidupan sehari-hari. Kemudian dibuat dalam bentuk
laporan per kelompok.
E. Menganalisis dan Mengevaluasi Masalaah
Setelah mengobservasi pemuaian yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Setiap kelompok
diberi kesempatan untuk menyampaikan hasil diskusinya di depan kelas. Berdasarkan hasil
paparan tiap kelompok, diskusikan pertanyaan dibawah ini.
Contoh Peristiwa Konduksi :
1. Benda yang terbuat dari logam akan terasa hangat atau panas jika ujung benda
dipanaskan, misalnya ketika memegang kembang api yang sedang dibakar.
2. Knalpot motor menjadi panas saat mesin dihidupkan.
3. Tutup panci menjadi panas saat dipakai untuk menutup rebusan air.
Benda yang jenisnya berbeda memiliki kemampuan menghantarkan panas (konduktivitas)
yang berbeda pula. Bahan yang mampu menghantarkan panas denga baik disebut
konduktor. Sedangkan bahan yang menghantarkan panas dengan buruk disebut isolator.
2. Konveksi
Salah satu contoh peristiwa konveksi adalah Ketika air dipanaskan. Seperti yang kita
ketahui bahwa air merupakan konduktor yang buruk. Namun Ketika air bagian bawah
dipanaskan ternyata air bagian atas juga ikut panas. Hal ini terjadi karena, saat air bagian
bawah mendapat kalor dari pemanas partikel air memuai sehingga menjadi lebih ringan dan
begerak naik dan digantikan oleh partikel air dingin dari bagian atas. Dengan cara ini, panas air
bagian bawah berpindah bersama aliran air menuju bagian
atas. Sehingga proses ini disebut konveksi.
Contoh peristiwa konduksi : Gambar 4.15. Arus konveksi pada air
1. Gerakan naik dan turun air ketika
dipanaskan yang dipanaskan.
2.
Sumber : shutterstocks
3. Gerakan balonudara.
4. 24
Tinggi
“Konveksi adalah perpindahan kalor dari satu tempat ke tempat lain bersama dengan gerak
partikel-partikel bendanya.
3. Radiasi
Coba kamu bayangkan bagaimana panaas matahari bisa sampai ke bumi. Padahal
melewati ruang hampa yang artinya tidak aka nada medium perambatan. Hal ini terjadi
karena panas matahari merambat dengan cara Radiasi. Radiasi hanya dapat terjadi pada gas
dan ruang hampa udara. Contoh lain peristiwa radiasi adalah tubuh terasa hangat Ketika di
dekat api.
Gambar 1.7 perambatan panas matahari Sumber :
“Radiasi adalah perpindahan panas yang dipancarkan oleh permukaan
benda semata-mata berdasarkan temperaturnya tanpa memerlukan
perantara”
IPA_SUHU DAN KALOR 22
25
Mekanisme Menjaga Kestabilan Suhu Tubuh
a. Pada kondisipanas
- Kelenjar keringat mensekresikan keringat
- Rambut di kulit rebah untuk mencegah rambut memerangkap panas
- Dinding pembuluh darah arteri relaksasi sehingga arteri melebar Hal-hal yang dapat
dilakukan untuk menurunkan suhu tubuh
- Mengipas tubuh menggunakan kipas tangan atau kipas angin
- Mengenakan pakaian tipis dan berbahan katun
b. Pada kondisidingin
- Keringat tidak dihasilkan
- Otot di bawah kulit berkontraksi sehingga kantong rambut tegak (merinding)
- Arteri yang membawa darah ke bawah permukaan kulit berkontraksi
- Otot menerima pesan dari hipotalamus untuk menggigil Hal-hal yang dapat
dilakukan untuk meningkatkan suhu tubuh
- Menggunakan selimut atau pakaian tebal
- Memegang benda hangat
IPA_SUHU DAN KALOR 23
26
Sumber. Modul IPA suhu dan kalor
IPA_SUHU DAN KALOR 24
27
Tingkah Laku Hewan dalam Menjaga Kestabilan Suhu Tubuh
1. Hewan ektoterm menyerap panas dari
lingkungan Ektoterm: hewan yang suhu
tubuhnya ditentukan oleh
perubahan suhu lingkungan.
Disebut juga sebagai hewan
berdarah dingin
Untuk mendinginkan suhu
tubuh:
- Bersembunyi di liang dan
membangun sarang yang
memiliki aliran udara untuk
menghindari konveksi panas
- Berendam di air, tanah dingin, atau lumpur untuk menghindari konduksi panas
- Berteduh atau masuk ke liang untuk menghindari radiasi panas
2. Hewan endoderm mendapatkan panas dari proses metabolisme
Endoderm: hewan yang
mendapatkan sebagian besar
panas tubuhnya melalui proses
metabolisme. Sering disebut
hewan berdarah panas.
Perilaku untuk mengatur suhu
tubuh
- Torpor (menurunkan suhu
tubuh di bawah normal)
- Hibernasi (torpor dalam jangka waktu lama)
IPA_SUHU DAN KALOR 25
28
- Estivasi (torpor yang disebabkan oleh kekurangan makanan atau air selama musim
panas)
- Struktur tubuh untuk mengatur suhu tubuh
- Burung memiliki bulu
- Mamalia memiliki rambut
- Burung dan mamalia memiliki lapisan lemak
. Tugas dan Forum Diskusi
IPA_SUHU DAN KALOR 26
29
RANGKUMAN
▪ Kalor merupakan energi yang dapat berpindah dari benda yang bersuhu tinggi ke
benda yang bersuhu rendah jika kedua benda tersebut saling berinteraksi.
▪ suhu benda akan turun jika kalor dilepaskan dari bend aitu. Kalor untuk menaikan
suhu benda bergantung pada jenis benda, kenaikan suhu benda, dan massa
benda.
▪ Kalor berpindah dari setrika ke kain. Perpindahan kalor seperti ini disebut konduksi.
▪ Konveksi adalah perpindahan kalor dari satu tempat ke tempat lain bersama
dengan gerak partikel-partikel bendanya
▪ Radiasi adalah perpindahan panas yang dipancarkan oleh permukaan benda
semata-mata berdasarkan temperaturnya tanpa memerlukan perantara
30 IPA_SUHU DAN KALOR 27
TES FORMATIF
Petunjuk tesformatif
Pilihlah jawaban yang benar dari soal berikut!
1. Saat tangan kita menyentuh air es, sensasi dingin yang dirasakan kulit kita menunjukan
A. kalor berpindah dari es ke jari tangan
B. kalor berpindah dari es ke lingkungan
C. kalor berpindah dari jari tangan ke es
D. kalor berpindah dari lingkungan ke es
2. Berikut ini yang merupakan pengaruh kalor adalah ….
A. menaikan suhu dan mengubah bentuk benda
B. menaikan suhu dan mengubah wujud benda
C. menaikan energi panas dan mengubah bentuk benda
D. menaikan energi panas dan mengubah wujud benda
3. Kalor yang diperlukan untuk menaikan suhu 1 kg suatu zat cair yang mempunyai kalor
jenis 300 J/Kg.K dari 20oC menjadi 30oC adalah….
A. 3000 Joule
B. 4000 Joule
C. 5000 Jule
D. 6000 Joule
4. Perpindahan kalor yang terjadi pada gambar
seseorang yang sedang memasak air berdasarkan nomor yang ditujukan berturut-
turut adalah ….
A. konduksi, koveksi, dan radiasi
B. konduksi, konveksi dan kalibrasi
C. konveksi, konduksi, dan radiasi
D. konveksi, konduksi, dan radiasi
IPA_SUHU DAN KALOR 28
31
5. Saat tubuh terasa panas bahkan demam, untuk menjaga keseimbangan suhu tubuh hal
yang tidak boleh dilakukan adalah ….
A. mengompres kepala dengan air hangat
B. banyak minum
C. cukup makan
D. mandi menggunakan air dingin
Petunjuk Evaluasi hasil Pengerjaan Tes Formatif
1. Setelah peserta didik selesai mengerjakan Tes Formatif Kegiatan Belajar 1 ini,
silahkan cocokkan jawaban dengan kunci jawaban yang telah disediakan pada bagian
lampiran Modul ini. Kemudian hitung tingkat penguasaan yang dapat peserta didik
capai dengan menggunakan rumus berikut ini: 2. Jika Nilai Capaian yang peroleh
kurang dari 70 (disesuaikan dengan KKM yang ditetapkan), peserta didik harus
mempelajari kembali materi yang belum dikuasai. Jika masih mengalami kesulitan,
catatkan pada buku catatan peserta didik bagian mana saja yang masih belum
dipahami untuk kemudian dapat mendiskusikannya bersama
=
2. Jika Nilai Capaian yang diperoleh kurang dari 70 (disesuaikan dengan KKM yang
ditetapkan), peserta didik harus mempelajari kembali materi yang belum dikuasai.
Jika masih mengalami kesulitan, catatkan pada buku catatan peserta didik bagian
mana saja yang masih belum peserta didik pahami untuk kemudian peserta didik
dapat mendiskusikannya bersama teman, menceritakannya kepada orang tua, atau
dapat menanyakannya langsung kepada Bapak/Ibu Guru pada saat jadwal kegiatan
pembelajaran berlangsung.
3. Jika tingkat penguasaan yang peserta didik peroleh lebih dari atau sama dengan 75%,
peserta didik dapat melanjutkan ke Kegiatan Belajar selanjutnya.
IPA_SUHU DAN KALOR 29
32
LAMPIRAN
Kalor : Perpindahan energi dalam bentuk panas. Kalor berpindah dari suhu
tinggi ke suhu rendah hingga kedua sistem tersebut mencapai
Koefisienmuai kesimbangan termal
: Nilai tetap suatu bahan saat terjadi pemuaian, semakin tinggi koefisien
Konduksi pemuaian semakin mudah bahan tersebut memuai maupun
Konveksi menyusut.
Radiasi : Pepindahan kalor dengan kontak fisik, kalor berpindah melalui bahan
Suhu tanpa disertai perpindahan partikel-partikel tersebut
: Perpindahan kalor melalui bahan dengan disertai perpindahan partikel-
partikel tersebut
:Perpindahan kalor melalui pancaran tanpa memerlukan perantara
: Derajat panas dan dingin suatu benda.
IPA_SUHU DAN KALOR 30
33
KUNCI JAWABAN TES FORMATIF
KEGIATAN BELAJAR 1
1. C
2. A
3. B
4. A
5. B
KEGIATAN BELAJAR 2
1. C
2. B
3. A
4. C
5. D
34 IPA_SUHU DAN KALOR 31
DAFTAR PUSTAKA
Tim Penyusun Buku. 2017. Ilmu Pengetahuan Alam SMP/MTS Kelas VII Semester 1. . Jakarta:
Kemendikbud RI
Tim Penyusun Modul PJJ. 2019. Modul PJJ Ilmu Pengetahuan Alam Kelas VII Semester Genap.
Jakarta: Kemendikbud RI
https://www.gurupendidikan.co.id/rumus-kalor/ Diakses tanggal 4 Juni 2021 pukul 21.00
WIB
https://blog.ruangguru.com/perpindahan-kalor Diakses tanggal 4 Juni 2021 pukul 21.30 WIB
35 IPA_SUHU DAN KALOR 32