St Thom's Magazine Gema Merdeka Belajar
Haloooo Sobat Santano Berjumpa lagi di tahun 2023, kabar kalian gimana nih? Semoga sehat selalu yaaa. Nah, pada edisi kali ini Saint Thom's Magazine kembali hadir dengan beragam informasi yang menarik mengenai berbagai kegiatan sekolah dengan mengusung tema Gema Merdeka Belajar. Wahh, terlihat seru banget kan? Tim redaksi juga sudah mengumpulkan karya – karya teman kita nih seperti cerpen, puisi, gambar, dan masih banyak lagi yang akan ditampilkan di Saint Thom's Magazine kali ini. Pasti kalian penasaran kan dengan isi dari edisi kali ini? Daripada penasaran, yuk kita baca sama – sama! TIM REDAKSI Saint Thom's Magazine ANGGOTA REDAKSI Raphael Julianto Tlali Felisha Cinta Anasthasya Karamoy Gultom Maria Jessica Oktaviani Landang Catharina Made Rahmaningtyas Adnyana KETUA REDAKSI Alexandra De Ayu Kikan Zefanya Sandrina Donna Lusia Chelsea Mete Dra. Luh Putu Udaayati, M.Pd Vanessa Febriana Kanginnadhi DESAIN+CETAK PENANGGUNG JAWAB Ni Putu Mas Puspitha Dewi, S.Pd PENASEHAT RivoLini Design 08174707410 Made Audrey Jessica Elwid George Philip Emanuelva Lomen Innocentius Pedro Sakasastra Ni Wayan Vinka Kirani Dwisna Selestinus Igo Apriliano Domaking Jovanca Wilhelmina Pauline Rijke Yohanes Adhie Setiawan Fenisa Maria Monte Karlo Josef Toyudha Lama Fa Putra Jares Raditya Karuna Adam Luna De Isa Felicia Elvira Arve Ni Putu Yunitha Evangeline Antonius Ari Priyatmoko Gilar Ratumakin Josua Alfredo Loking PENULIS Gianne Angely Puspa Pilatus SALAM REDAKSI St Thom's Magazine
Setelah menamatkan studi, Ibu Uda tidak langsung terjun ke dunia belajar mengajar. Beliau mendedikasikan 5 tahun pertamanya untuk berumah tangga dan menemani anak-anaknya pada tahun 1992-1997. Passion dan semangat mengajar yang dimiliki Ibu Uda mendorong beliau untuk mulai aktif mengajar. Hal ini baru dilakoninya mengingat anak-anak yang sudah dapat ditinggal untuk bekerja. Tahun 1998 menjadi pengalaman pertama Ibu Uda mengajar. Perjalanan Karir : Ibu Uda menamatkan pendidikan S1 di jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia tahun 1992. Karena kecintaannya terhadap Bahasa dan Sastra Indonesia, Ibu Uda mengambil jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Pendidikan Ganesha. Beliau ditetapkan menjadi guru di SMP Wana Murni Palasari sebagai guru Bahasa Indonesia dari tahun 1998 sampai dengan tahun 1999. Setelah setahun mengajar di Palasari, Ibu Uda pindah tugas ke SMAK Thomas Aquino. Beliau mengajar di Tangeb kurang lebih sekitar 7 tahun, dari 1999 hingga 2006. Tak hanya mengajar Ibu Uda juga kembali menempuh studi S2 (2004-2009) dengan jurusan manajemen pendidikan. Ibu Uda memiliki semangat mengajar yang begitu tinggi. Beliau pernah menjadi dosen di dua universitas sekaligus yaitu di Universitas Terbuka (UT) dan IKIP PGRI Bali. Pada tahun 2006 dipercaya menjadi kepala SD Santo Yoseph 2, hingga tahun 2011. Pada tahun 2011, Ibu Uda kembali mengajar di SMAK Santo Yoseph hingga tahun 2023. Hingga pada Juli 2023, yayasan kembali memberi tanggung jawab dan kepercayaan kepada Ibu Uda untuk menjadi kepala sekolah SMAK Thomas Aquino. Ibu Uda memiliki Visi & Misi yang dipegang "Tetap dan Terus Berprestasi. Meningkatkan prestasi, kualitas siswa dan tetap semangat". Sejak bertugas sebagai kepala SMAK Thomas Aquino, Ibu Uda menerapkan budaya baru di sekolah yaitu Literasi & Numerasi yang rutin dilakukan selama sepuluh menit sebelum proses belajar dimulai. Ibu Uda mengatakan budaya Literasi & Numerasi ini memiliki tujuan melatih kemampuan menulis. Ibu Uda selaku Kepala Sekolah ingin meningkatkan minat dan kemampuan siswa, serta melatih siswanya untuk terbiasa mengungkapkan pikiran dengan lebih terstruktur. Dari apa yang kita baca, kita bisa mere eksikan kembali dan melatih kecerdasan pikiran serta emosi. Membentuk Karakter dari budaya membaca yang diterapkan setiap hari, kebiasan-kebiasan itu akan membentuk karakter dan pola pikir kita dalam bertindak dan menyikapi sebab akibat suatu peristiwa serta mere eksikan apa yang telah kita dapatkan. Raport Pendidikan jugalah yang mengharuskan kita untuk melakukan kembali kegiatan Literasi & Numerasi ini. Nah temen temen itu dia pro l singkat dari kepala sekolah baru kita. Semoga Ibu Uda dapat menjalankan tugas sebagai kepala SMAK Thomas Aquino dengan baik ya. Alexandra De Ayu Kikan Zefanya Catharina Made Rahmaningtyas Adnyana By: Profil Kepala SMA Katolik Thomas Aquino Halo Sobat Santano! Kalian udah pada tau kan kalau Kepala SMAK Thomas Aquino tahun 2023 udah ganti? Ada pepatah bilang tak kenal maka tak sayang, agar kita makin dekat dan mengenal sosok Kepala SMAK Thomas Aquino yuk kita lihat pro l beliau sebagai berikut! Santano Kini Nama Lengkap : Maria Luh Putu Udayati Pendidikan : S1 Universitas Pendidikan Ganesha Jurusan Bahasa Dan Sastra Indonesia (1992) Tempat Tgl Lahir : Singaraja, 24 Desember 1966 S2 Universitas Pendidikan Ganesha Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia (2009) Nama Panggilan : Ibu Uda
Halo Sobat Santano!! Pada tahun ajaran kemarim dan juga sekarang biasa kita sebut sebagai Kurikulum Merdeka. Di Kurikulum Merdeka ini ada yang namanya Projek Penguatan Pro l Pelajar Pancasila atau yang biasa disebut P5. Pada Semester Ini kelas X mendapatkan 2 kali P5 pada bulan Agustus dan bulan November, sedangkan kelas XI mendapatkan satu kali P5 pada semester ini yaitu dibulan Oktober. P5 berlangsung dua minggu dengan metode teori yang diselingi dengan praktek. Tak kalah seru, P5 di kelas XI pada bulan Oktober kemarin mengusung topik "Menjadi Petani Modern Dengan Hidroponik". Ini merupakan P5 pertama mereka di kelas XI. sebelumnya teman teman kelas XI sudah pernah By: Catharina Made Rahmaningtyas Adnyana Kegiatan P5 pertama kelas X dibuka dengan topik "Jiwa Muda Berwirausaha" Dengan praktek pembuatan Virgin Coconut Oil atau yang biasa kita sebut VCO. Sedangkan P5 kedua mengusung topik "Menelusuri Warisan Budaya Leluhur". Beda dari P5 pertama yang mengolah satu bahan saja, di P5 kedua ini mereka belajar tentang cara pembuatan Keranjang, Klakat, Tamiang, dan Tipat yang merupakan kearifan lokal budaya Bali. melakukan P5 pada tahun ajaran sebelumnya. Nah di P5 ini, mereka diajari cara pembuatan media tanaman hidroponik, manfaatnya, dan kekurangan serta kelebihan dari tanaman hidroponik. Kegiatan P5 yang dilaksanakan oleh kelas X & XI ini bertujuan untuk mengembangkan bakat dan minat peserta didik yang ada di SMAK Thomas Aquino. Nah teman teman itu dia sedikit cerita mengenai P5 yang ada di sekolah kita. Semoga kita selaku generasi penerus bangsa dapat mengamalkan nilai nilai pancasila melalui hal-hal sederhana yang kita lakukan setiap harinya ya. Belajar Hal Baru di P5
ASMARA By: Luna De Isa - XII IPS1 Kenangan Merindumu adalah prioritas ku yang kedua, yang pertama mencintaimu. Asmara, sampaikanlah bisikan cinta ini padanya. Kau adalah bulan yang wajib ku lihat setiap malam, sendirian. Jantungku berdebar dengah hebatnya, saat kutatap mata gelammu. Kau bagaikan bentang lautan yang sedang ku arung, sendirian. Kau bagaikan bunga yang mesti kucium dalam-dalam, sendirian. Aku tak tahu bahwa asmara ini benar-benar menghampiriku. puisi Dan jantungku mulai berdebar Bunga mawar biru itu menggerai Waktuku begitu banyak terselip air mata Delusi mengubah segala angan menjadi duka Diantara hening malam aku bertanya dan semakin terbayang Iramamu berlarian dan memenuhi ruang di dalam telingaku Segala barisan rindu dan kenangan bermunculan di kepalalu Atmaku sudah lelah mengejar dan kehilangan jejakmu Renjana itu redup selaras dengan hatiku yang luntur Terkenang setiap momen bersamamu seperti kuncup bunga Lantas haruskah sekarang aku melupakanmu? Sekarang aku dengan leka menyesalinya Selama tiga ribu lima ratus empat hari Bahwa aku memang bukanlah merpati yang selama ini kau cari Sebab alam raya kini telah berbisik kepadaku dengan lembut By: Made Audrey Jessica Elwid - XI B1
Secara garis besar, pendidikan k a r a k t e r it u ada l a h k egi a t a n memperdalam karakter baik dalam diri kita sendiri guys. Pendidikan karakter ini bisa dilakukan dalam berbagai kegiatan, seperti pemberian materi, retreat, dsb. SMAK Thomas Aquino pun turut mengadakan kegiatan Pendidikan karakter ini dari Angkatan kelas X hingga XII. Salah satu program unggulan SMAK Thomas Aquino adalah Pendidikan Karakter. Jadi apa sih Pendidikan karakter itu? Halo Sobat Santano. “Spiritualitas Santo Thomas Aquino Dalam Hidup” tema Pendidikna Karakter kelas X. Kegiatan dilakukan pada 21 September 2023, berlokasi di di Warung D'Dangin. Materi diberikan oleh Romo Surya, disertai dengan dinamika kelompok. Acara pun diakhiri dengan misa dan makan siang, dan acara berakhir pada pukul 14.00 WITA. Pe ndidi k a n Ka r a k t e r k e l a s XI mengambil tema “Membangun Komunikasi Dengan Tuhan, Sesama, dan Diri Dendiri untuk Menemukan Ke u t u h a n P ribadi ” . Kegi a t a n dilaksanakan di Biara Karmel pada tanggal 15-16 Oktober 2023. Materi diberikan oleh Romo Dinong, disertai dengan dinamika kelompok dan presentasi tiap kelompok. Tidak lupa juga dengan rangkaian acara lainnya, seperti senam pagi, malam keakraban, doa rosario, dan diakhiri dengan misa di hari ke-2. PROGRAM PENDIDIKAN KARAKTER SMAK THOMAS AQUINO
By: Jovanca Wilhelmina Pauline Rijke – XI A St. Thomas Aquino Tidak lupa dengan malam keakraban dan misa pada hari ke-2 sebagai penutup kegiatan Pendidikan karakter. Nah guys, gimana nih menurut kalian dengan kegiatan Pendidikan karakter SMAK Thomas Aquino? Pastinya seru banget ya! Pendidikan Karakter kelas XII mengambil tema ”Bertanggung Jawab Atas Keputusan Demi Meraih Cita-cita”. Kegiatan dilakukan di Biara Karmel pada tanggal 22-23 September 2023. Kegiatan diisi dengan pemberian materi dari Romo Made, dilanjutkan dengan dinamika dan presentasi kelompok, serta diskusi. Dan yang pastinya banyak kenangan serta pelajaran yang bisa kita dapatkan dari kegiatan tersebut. Semoga kegiatan pendidikan karakter ini dapat membangun jati diri kita, dan agar kegiatan tersebut dapat berjalan lancar dari tahun ke tahun. Semoga artikel ini juga dapat bermanfaat bagi kita semua ya! St. Thomas Aquino adalah seorang cendikiawan dan menciptakan banyak karya yang bermanfaat bagi dunia. Melalui semangat St. Thomas Aquino, kami dapat menjadi pribadi cendikiawan yang merdeka belajar dan bermanfaat bagi sesama. By: Raditya Karuna Adam – XI A2
Aktivitas sekolah, pastinya kurang seru kalau belum ada ekstrakurikuler kan. Nah di sekolah kita tercinta ini, banyak sekali pilihan ekstra yang bisa kita ikuti. Ekstrakurikuler basket merupakan salah satu ekstra yang unggul di sekolah kita. Halo Sobat Santano. Tahun ini ekstra basket di dampingi oleh dua pelatih, yaitu coach gede dan kak franky. Ekstra basket ini banyak peminatnya loh, ga cuma putra aja ada putri juga yang tergabung dalam ekstra ini. Ekstra basket dilaksanakan setiap hari kamis. Disini peserta didik dapat mengembangkan bakat mereka di bidang olahraga basket. Jangan khawatir guys, di SMAK Thomas Aquino sudah menyediakan lapangan basket yang memadai untuk di laksanakannya ekstra basket ini. Selain ekstra basket, di SMAK Thomas Aquino juga ada ekstra memasak loh. Ekstra ini di laksanakan setiap hari senin. Kita diajarin banyak banget nih cara membuat masakan, dari dessert, main course sampe berbagai macam minuman seperti es. Kita juga dapat mengembangkan bakat kita dibidang memasak. Ekstra masak dibimbing sama guru masak kita, Bu Yus tin. Bu Yus tin telah mendampingi peserta didik dalam ekstra memasak dari tahun 2014. Ragam Ekstrakurikuler Santano undang mengikuti perlombaan antar sekolah maupun perlombaan yang diadakan lembaga lainnya. Kegiatan ini dapat membantu meningkatkan keterampilan bermain basket dan memberikan pengalaman dalam kompetisi. Ekstrakurikuler basket ini terbuka untuk semua siswa siswi yang tertarik pada basket. Ini adalah kesempatan yang baik untuk mereka dalam belajar, tumbuh, dan bersenang - senang diluar
By: Raphael Julianto Tlali Disekolah kita juga ada ekstra tata rias loh. Ekstra ini baru terbentuk tahun 2019 dan dampingi oleh Bu Puspita Dewi. Nah ekstra tata rias ini dilaksanakan setiap hari kamis. Tujuan dibentuknya ekstra tata rias untuk melatih skill peserta didik SMAK Thomas Aquino dibidang tata rias. Dan skill mereka akan ditunjukkan saat merias peserta didik yang akan tampil di eventevent tertentu seperti saat pensi atau perlombaan. Ini adalah potret waktu pembuatan dessert saat esktra memasak. Peserta didik yang ikut ekstra ini dibagi menjadi 3 kelompok. Kelompok pertama belajar masakan churros. Disini kita dibimbing dari awal pembuatan oleh Bu Yustin. Ekstra memasak ini sangat seru tau. Buat Sobat Santano yang memiliki hobi memasak yuk join extra masak, ditunggu yaaa! Selain menambah keterampilan, belajar tata rias juga banyak untungnya, bisa mengikuti lomba makeup dan bisa melatih untuk cewek-cewek yang ingin tampil cantik lohh. Dari pada pikir panjang yuk ikut ekstra tata rias. Seperti makeup in anggota-anggota SSDC, paduan suara, dan siswi-siswi lain yang ingin tampil disetiap event. Produk dan perlengkapan makeup sudah disediakan, jadi buat peserta didik yang ingin mengikuti ekstra tata rias tetapi tidak punya alat makeup tidak perlu repot-repot untuk membeli dan bisa langsung mengikuti disekolah bersama dengan anggota ekstra lainnya.
Pantun Ke sekolah naik sepeda Jadilah anak muda yang pantang menyerah, Pagi hari berangkat ke sekolah, Karena itu panutan bangsa. Sesuai pro l pelajar pancasila Tanam ubi dengan sejajar Murid merdeka dalam belajar Tebu dibuat jadi gula Jika kamu tidak memakai baju Seumur hidup akan sengsara Jika kamu tidak punya ilmu Pasti malu dilihat tetangga By: Selestinus Igo Apriliano Domaking - XII IPS1 Indonesia saat ini menerapkan kurikulum merdeka, dimana belajar tidak harus dikelas. Persahabatan tiap peserta didik dapat memberikan kehangatan bagaikan hangatnya mentari. Peserta didik yang merdeka belajar harus tetap berpijak pada dasar negara “Pancasila” bagaikan burung yang bertengger pada dahan pohon. Keragaman potensi antar peserta didik memberikan warna yang beragam di SMAK Thomas Aquino. By: INNOCENTIUS PEDRO SAKASASTRA - XI A2 KARYA
Menuju masa depan yang cerah Seperti aliran sungai yang tak pernah redah Teruslah belajar teruslah berbagi Mengubah dunia dengan ilmu tangan dalam Merdeka belajar cita yang agung Ilmu bak cahaya dalam kegelapan Ilmu sebagai baswara menuju harapan Masa depan terbentang tanpa Batasan Menuju ilmu tak ada halangan Pendidikan adalah cinta yang abadi Bersatu maju membangun negeri Dibawah langit biru yang luas terbentang Di buku dan ilmu jiwa bergelung Dimana bintang bintang bersinar gemilang Pengetahuan tak kenal batas bak samudera Tak kenal lelah adalah identitasnya By: Felicia Elvira Arve - XII IPA1 Sajak Tahun Ajaran Semua bisa hadir tanpa gangguan Hingga lupa satunya Terkira sebab kekangan Bahwa hati pula teringin bebas Merdeka, bukan bagian dari bebas Semua kekangan mental Hingga kemauan bisa jadi nyata Akhirnya daur hidup berada Jadi bebas berupaya Aku percaya untuk merdeka Tapi bisa rasa arti terlepas Kini barulah tiba rasa merdeka Pikiran terkendali dan mental teruji Terbebas pikiran yang buat jadi perkara Terubah karena sadarnya mereka Akankah bisa sesuai dengan diksinya? Dituntut untuk sesuai dengan ekspetasi Acap semua ikhtiar mulai memudar Atau hanya kata manis semata? Atas semua ekspetasi pilar By: Yohanes Adhie Setiawan - XI A2 puisi "Bintang Ilmu"
Bising dan Ekspetasi namun ini semua baru awal, selalu berlanjut.. apa aku bisa sukses? apa aku bisa menyimpan ekspetasi besar ini? memecah kesunyian di setiap malam Berharap ini cepat berakhir Lelah dengan diri ini Dan akan terus berjalan. Bergumam tak henti memikirkan masa depan Berangan - angan bersama bulan dan Bintang Suara bising yang tak pernah henti, By: Fenisa Maria Monte Karlo - XI A1 BUKAN HANYA CINTA Ku rangkai kata demi kata Hingga pada suatu hari nanti kamu bertanya, untuk apa semua ini? Untuk segala ketiadaan, yang kumau adalah kamu ada di antara pedih yang perlahan mengikis jiwa Kamu temukanku Merasuk dalam relungku, sebuah karsa yang telah lama pilu Menjadikanku insan baru dengan harap yang tergenggam erat Tapi kataku kepadamu : Aku telah hilang dalam lautan lembut lakumu By: Alexandra De Ayu Kikan Zefanya - XI B1 puisi Tidak ada satu goresan kuas manapun dilukisan ini yang membuatku berpikir bahwa lukisan ini cantik. Ialah Dewi, simbol kecantikan, katanya. Memang tidak pernah digambarkan menunduk, tetapi aku melukis air mata diwajahnya, meratapi kekurangannya. Lukisan ini menggambarkan sesuatu yang “kurang” “ketidakcukupan” “ketidakpuasan”, karena sekeras apapun aku mencoba menggoreskan kuasku, ia tidak akan pernah merasa puas. By: Ni Wayan Vinka Kirani Dwisna - X1 KARYA
Kali ini kita mendapat kabar membanggakan dari tim Santano Choir. Lagi lagi tim Santano Choir meraih juara, yakni Juara 3 Catholic Choir Competition yang dilaksanakan oleh KMK (Keluarga Mahasiswa Katolik) Undiknas. Dalam event ini, tim paduan suara SMAK Thomas Aquino berlatih selama kurang lebih 1 bulan untuk mempersiapkan lomba. Walau belum mendapat peringkat yang utama, tetapi tim Santano Choir sudah menampilkan harmoni yang sangat indah. Halo Sobat santano! Dalam balutan gaun merah marun yang merona, serta jas hitam yang dikenakan oleh tim Santano Choir berhasil memikat seluruh penonton dengan penampilan mereka. Tim Santano Choir menampilkan dua lagu, yaitu lagu wajib dengan judul "Bagaikan Air", dan lagu pilihan "Arbab", kedua lagu ditampilkan secara optimal dan maksimal oleh tim Santano Choir. Flashback saat masa-masa latihan, tim Santano Choir dilatih oleh Fr. Pedro dan Kak Agus dengan giat dan konsisten. Dari yang awalnya belum mengenal lagu, akhirnya jadi tau dan bisa menguasai lagu yang akan dibawakan. Tim Santano Choir berhasil mengukir bulan September dengan prestasi yang membanggakan. D Be ir b ig e e ra n pa d kesan dan pesan dari yang berpartisipasi an tim Santano Choir Choir dalam Catholic Competition. Rosi (Dirigen) : Saya sangat senang dan bangga tentunya saat mengetahui saya masih dipercaya untuk berpartisipasi dalam team paduan suara Santano pada Catholic Choir Competition yang diadakan UNDIKNAS. Terlebih di lomba kali ini, saya ditawarkan untuk menjadi dirigen oleh Pak Yosep. Walaupun pada awalnya saya menolak hal ini (tentu karena saya tidak percaya diri), tetapi seiring berjalan waktu, berkat kepercayaan & dukungan dari teman-teman, saya berani mengambil tawaran ini. SANTANO CHOIR KEMBALI MENGUKIR PRESTASI
Wetan : Mendengar kata padus atau Paduan Suara awalnya saya sangat senang sekali. Senang karena sudah lama saya tidak mengikuti Paduan Suara lagi. Seiring berjalannya waktu dalam pelatihan terus-menerus saya merasa malas dan capek serta ditambah lagi dengan kegiatan yang ada di Seminari. Di sisi lain saya merasa sangat senang bisa mengikuti Padus ini karena dapat berbaur atau berelasi dengan teman di S M A K T h o m a s A q u i n o , d a p a t mengetahui cara bernyanyi yang baik, dan menambah wawasan saya. Kegiatan ini sangat berkesan bagi saya karena dalam mengikuti ajang seperti ini yang dibutuhkan adalah kesatuan dalam suatu kelompok dan berlatih bukan untuk ambisi dalam kejuaraan, melainkan saat membanggakan saya dan tim saya serta nama baik sekolah. Semoga Padus ini dapat berkembang untuk selalu mengharumkan nama baik sekolah tercinta SMAK Thomas Aquino. Dolfo : Saya merasa sangat senang bisa begabung dengan tim Paduan suara Santano untuk ketiga kalinya. Banyak hal yang saya dapatkan selama latihan, terutama ilmu tentang musik terkhususnya bernyanyi. Kali ini kami harus latihan berusaha denga keras karena tim lawan kami agak sedikit berbeda dan keliatannya sulit. Pengalaman jatuh bangun selama latihan membuat saya sangat terkesan. Pada akhirnya kami pun mendapat juara 3 dan itu sangat memuaskan bagi saya. Harapan saya semoga padun suara Santano tetap aktif dalam lomba-lomba berikutnya dan bisa mengharumkan nama sekolah. By: Maria Jesika – XI A1 P e n g a l a m a n i n i a k a n m e n j a d i pengalaman paling berkesan untuk saya. Terima kasih Frater, Kak Agus, Pak yo, dan teman teman untuk kesempatan dan dukungannya yang tidak pernah berhenti. Dan untuk adik-adik kelas, tolong terus berpartipasi ya kalau ada lomba padus lagi. Ayo kita penuhi rak piala di TU! Ellen : Kesan saya saat mengikuti perlombaan, saya m e n d a p a t k a n p e n g a l a m a n b a r u y a n g menyenangkan. Walaupun hanya mendapat juara 3 tetapi saya dan teman-teman tetap bersyukur karena ini merupakan hasil kerja keras kami selama sebulan berlatih dan selama sebulan itu juga banyak momen yang kami rasakan. Momen seperti inilah yang sering kami rindukan ketika perlombaan selesai. Pesan saya semoga ke depannya Santano Choir bisa lebih berkembang lagi dalam meraih prestasi lebih banyak lagi.
Santano Scout berhasil meraih kejuaraan dalam LOGIKA ( Lomba dan Giat Pramuka ) Tahun 2023, TKK MPK Keuskupan Denpasar. Santano Scout berhasil meraih Juara 1 Reportase terbaik Pangkalan SMA. Lomba ini dilakukan dalam memeriahkan HUT pramuka yang ke 62. Video Reportase dikemas dengan kegiatan yang diikuti oleh seluruh Bantara SMAK Thomas Aquino. Kegiatan tersebut dimulai dengan Upacara pembuka yang dilaksanakan dihalaman sekolah, Setelah upacara pembukaan, dilanjutkan dengan diskusi masing masing sanggah dalam mempersiapkan kegiataan kemanusiaan. Dilaksanakan pula simulasi pembuatan tenda perkemahan. Kegiatan simulasi ini bertujuan untuk melatih peserta didik untuk lebih mandiri dalam pembuatan tenda kemah ketika mengikuti kegiatan perkemahan yang akan di giatkan nantinya. Dibalik keberhasilan Santano Scout dalam meraih kejuaraan reportase, terdapat pula tim jurnalis yang meliput serta menyunting semua kegiatan yang dilaksanakan, yaitu Jesika sebagai reporter dan editor, Kikan dan Raphael sebagai Cameramen. Berikut kesan dan pesan mereka sebagai tim jurnalis yang meliput kegiatan HUT Pramuka yang ke - 62 di Pangkalan SMAK Thomas Aquino. Saya senang bisa ikut campur tangan jadi cameramen, sebenernya saya ragu tapi sekaligus belajar juga, dan jadi nambah skill dan pengalaman baru buat saya. Kesan Pesan dari Raphael : Kesan Pesan dari Jesika : Kesan Pesan dari Kikan : Saya bangga bisa ikut jadi cameramen di pembuatan video reportase ini, kegiatan berjalan dengan baik & lancar juga, semoga di lain kesempatan bisa berpartisipasi lagi. Saya sangat senang bisa berpartisipasi sebagai reporter dan editor di pembuatan video lomba reportase ini, sejujurnya saya agak khawatir karena sebenernya pembuatan video nya udah ada rancangan, tiba-tiba berubah karena waktu udah mepet, tapi puji Tuhan semua nya berjalan dengan lancar & ga nyangka banget dapat Juara 1 / Reportase terbaik pangkalan SMA. “Santano Scout, Reportase Terbaik Pangkalan SMA"
“Untuk pembelajaran selama dikelas menurutku sih bisa dibilang seru sih untuk semua mapel tanpa terkecuali. Seru yang dimaksud ni seru dalam materinya dan juga gurunya kayak contoh MTK untuk mapel MTK sejauh ini menurutku gampang walau nanti saat ulangan bisa saja kurang ditambah lagi yang ngajar tu Bu Mula yang menurutku seru sama lucu jadi itulah aspek yang bikin pembelajaran dalam kelas itu asik/seru.” Gede Made Surya Agung Krishnamurti (Age) – X 2 “Kegiatan belajar di kelas selama ini sangat kondusif meskipun cuaca panas yang membuat kami kegerahan di kelas tidak pernah membuyarkan semangat kami untuk belajar. Guru guru juga selalu mendengarkan pertanyaan serta saran dari kami sehingga kegiatan pembelajaran selama di kelas menjadi menyenangkan dan tidak membosankan.” Fenisa Maria Monte Karlo (Nisa) – XI A1 “Berdasarkan pengalaman belajar saya di dalam kelas dan luar kelas, jam pelajaran kurikulum merdeka memiliki beberapa kekurangan dan kelebihan. Kelebihannya yakni, lebih banyak waktu untuk kegiatan praktik sehingga jam pelajaran tidak terasa membosankan. Saya memiliki lebih banyak waktu untuk terlibat dalam aktivitas praktik seperti eksperimen, proyek, dan presentasi, yang dapat membantu saya dalam mengembangkan keterampilan praktis dan menerapkan pengetahuan teoretis. Selain itu, saya juga dapat memperdalam untuk bagaimana membuat berbagai macam jenis laporan penelitian yang akan berguna nanti kedepannya ketika saya duduk di bangku perkuliahan. Tetapi terdapat juga beberapa kekurangan dalam jam pelajaran kurikulum merdeka yaitu, sulit dalam mengejar materi beberapa mata pelajaran karena sering terpotong oleh waktu P5. Semoga dengan diberlakukannya kurikulum merdeka ini, dapat membantu saya dan para murid yang lain untuk dapat terus berkembang, berkualitas, dan semakin peka terhadap perkembangan zaman dan teknologi.” Made Audrey Jessica Elwid (Jessica Audrey) – XI B1 “Kegiatan belajar Vinka di kelas selama ini menyenangkan sekali. Karena sebagian besar waktu yang kita habiskan buat belajar di kelas tuh seru dan interaktif. Jadi bukan cuma duduk dan dengerin guru jelasin materi, kita juga presentasi, praktek langsung di lab, dan banyak tanya jawab sama guru. Apalagi di dukung juga sama suasana belajarnya yang nyaman, lingkungan kelas dan sekolah yang bersih, dan guru-guru yang ngajar semuanya ramah, baik, dan selalu tau kapan waktunya serius dan kapan waktunya bercanda. Jadinya disetiap pelajaran, proses belajar dan interaksi sama guru selalu seru dan tidak bikin bosan.” Ni Wayan Vinka Kirani Dwisma (Vinka) - X 1 Apa Kata Santano Bagaimana proses belajar di kelasmu??
Anna Maria Tamba (Anna) – XII IPA1 “Selama belajar di kelas, saya sangat senang karena guru guru yang mengajar baik dan mau mengulang penjelasan secara rinci jika belum paham, tak lupa juga dengan teman teman yang kooperatif dalam kegiatan belajar mengajar selama tiga tahun saya belajar di sekolah ini.” “Seruu bangett, karna anak anak dikelas juga vibes nyaa happy terus jadii bener bener ngebuat belajar tu jadi hidup dan ga ngebosenin.” Selestinus Igo Apriliano Domaking (Igo) – XII IPS 1 secara umum, seluruh kelas selalu menunjukkan antusiasnya dalam KBM matematika, dengan karakteristik mereka yang beragam dan unik.” Bu Raka – Guru Matematika “Untuk mapel matematika, sejauh ini KBM berlangsung dengan kondusif. Ada kelas yang sangat menyukai gaya belajar diskusi kelompok, ada juga kelas yang kurang suka sehingga diskusi kelompok hanya sesekali. Namun Pak Darsana – Guru Sejarah “Kegiatan belajar mengajar yang berjalan kurang lebih selama 6 bulan ini berjalan dengan baik. Peserta didik antusias mengikuti pembelajaran sejarah dengan penerapan kurikulum merdeka yang diterapkan disatuan pendidikan. Saya mengharapkan dengan diterapkannya kurikulum merdeka ini, dapat mengapresiasi guru maupun peserta didik dengan lebih giat mengajar dan belajar sehingga platform merdeka belajar bisa berjalan dengan baik disatuan pendidikan.” Vanessa Febriana Kanginnadhi By: Felisha Cinta Anasthasya Karamoy Gultom
GAYA BELAJAR MASA KINI Disini aku akan maparin beberapa jenis gaya belajar. Kalian udah pernah denger tentang gaya belajar ngga? Atau ada yang masih bingung dengan gaya belajar paling nyaman yang bisa kalian pakai untuk belajar sehari-hari? 1. Visual Gaya belajar visual berfokus pada penglihatan manusia. Artinya, kamu lebih bisa mengerti dan memahami sebuah materi yang dilengkapi oleh gambar. Gaya belajar ini bergantung pada kemampuan penglihatan dan melihat bukti secara langsung. Media atau metode yang digunakan dalam gaya belajar Visual ini dominan pada gambar, warna-warna, dan bentuk. Selanjutnya ada gaya belajar auditorial. Berbeda dengan tipe visual, gaya belajar auditorial ini mengandalkan pendengaran dalam proses pemahaman dan memori. Karakteristik gaya belajar ini memungkinkan seseorang dalam mendengar sarana utama menyerap informasi dan pengetahuan. Dengan kata lain, seseorang dapat mengingat dan memahami informasi tersebut dengan baik dengan mendengarkan. Biasanya tipe belajar auditorial lebih memfokuskan diri dengan mendengarkan penjelasan tanpa perlu tampilan visual. Halo sobat Santano! Jika kamu merasa kamu lebih bisa mengerti sebuah materi saat telah memberikan sentuhan atau rasa untuk menerima informasi, mungkin kamu adalah tipe kinestetik. Sekedar membaca atau mendengar saja tidak cukup bagi seorang dengan tipe kinestetik. Seorang kinestetik harus mempraktikkannya secara langsung agar suatu informasi atau pengetahuan dapat terekam dan membekas dalam benaknya. Untuk lebih lengkapnya, yuk ikuti tes Gaya Belajar dari akupintar dengan scan QR code berikut! Jadi gimana nih, sobat Santano udah ngga bingung lagi kan mengenai berbagai macam gaya belajar yang ada. 2. Auditorial 3. Kinestetik By: Alexandra De Ayu Kikan Zefanya
GARUDA PANUTANKU Bagaikan bunyi genta berdentang Bagaikan anak rusa mencari ibunya Sang surya memancarkan sahaya amerta Memandang tugu panca yang gagah Dasar yang tak akan pernah hancur Bagaikan bumantara yang penuh asrar Waktu berlalu sangat lama Generasi muda memegang tampuk Yang tua mengatakan amanatnya “saatnya meraih hakekat Mu” Semua berlari serentak Mencari empunya By: George Philip Emanuelva Lomen – X3 KRITIKAN SERDADU YANG MAU MERDEKA Bilang mau beri perubahan Otak kalian butuh goncangan Kata demi kata kalian ucapkan Belum ada tanda-tanda pergerakan Kalian bilang punya harapan Sungguh tak bisa diharapkan Di depan sudah ada peperangan Malah bawa banyak kehancuran Berteriak tanda penyesalan Banyak protes tanda tak tahan Hentikan serangan dengarlah saran Jangan tatap penuh ratapan Perlu kritik juga teguran Segini saja mental kalian Menangis dengan bercak kemarahan By: Josua Alfredo Loking - XII IPA2 "Untuk Para Manusia Unggul" Tidak perlu malu-malu saat semua telah pergi tinggalkan kandang menuntut ilmu juga semua yang telah diramu Bagaimana nanti saat tiada lagi yang tertidur para badut tak beraksi tuk menghibur Bagaimana nanti semuanya sudah memilih alur ini kandang menuntut ilmu waktu kita semakin sempit tuntutlah agar kelak rasakan nikmat Kejar mimpi ingat hati-hati makan nasi jadikan pondasi kesalahan segera benahi obati sakit hati lepas landas tancap gas tinggi rapikan meja-kursi tutup jendela juga pintu kenang juga semua yang kita gapai bersama Jangan sampai kita hanya ingat nama bapak pergi ingat matikan kipas angin dan lampu By: Josef Toyudha Lama Fa Putra Jares - XII IPA2 PUISI
cerpen Harsahna Tapi hari ini Sahna tak bisa berkata apa-apa. Ia sungguh tak mengerti apa yang ada di kepala gurunya saat beliau menunjuknya sebagai salah satu peserta lomba Fisika. Gadis itu masih tak percaya omongan guru Fisikanya tersebut, atas dasar apa ia menunjuk Sahna untuk mengikuti kegiatan seperti itu? “Nak Sahna nanti temui Ibu di perpustakaan ya. Baik, pelajaran kita selesai sampai sini. Selamat siang anakanak.” Sahna tahu betul perasaan seperti itu. Seumur hidupnya ia tak pernah sekali pun merasa bahwa ia bisa mengalahkan teman-temannya di kelas ataupun lawannya saat lomba. Boro-boro ikut lomba, mengajukan diri untuk mengikuti lomba saja ia tak pernah. Ia takut, takut jika nantinya ia malah mengecewakan guru yang sudah susah-susah mengajarinya dan ia malah kalah di perlombaan itu. Pemikiran yang cukup menyedihkan bagi seorang gadis 17 tahun. Pernah tidak kamu merasa seperti tak memiliki kepercayaan diri? Saat dimana kamu merasa orang lain jauh lebih unggul darimu dalam segala aspek. Terkadang rasanya ingin menyerah saja, karena alasan untuk berjuang pun tampak sudah lenyap dilahap rasa pesimis. “Ikut lomba sains tahunan yang di SMA sebelah ya Sahna? Katanya SMA Timur gak pernah kalah loh, juara satu terus” Terlambat untuk mengatakan itu, Sahna sudah overthinking duluan. Lawannya menakutkan. Bagaimana bisa ia mengalahkan siswa yang bahkan tak pernah menginjak juara 2? Sahna mengedipkan matanya tak mengerti, “Hah, Bu Suci ngomongin aku? Kenapa?” Suara bariton menyapa indra pendengaran Sahna. Buru-buru ia membalikkan badannya dan menyadari bahwa suara itu berasal dari lelaki tadi. Gadis itu keringat dingin, ia juga tidak tahu kenapa malah jadi grogi begini. “Jangan gitu dong, nanti Sahna overthinking.” “Kenapa mukamu langsung pucat gitu? Aku nyeremin ya?” “Maaf re eks.” Tubuh Sahna membatu, gelisah hebat karena ia tahu kalau ia sebetulnya tak mahir dalam pelajaran Fisika. Ingin sekali ia menolaknya tapi lidahnya terlalu kelu untuk mengeluarkan sepatah kata pun kepada guru tersebut. “Wih Sahna, semangat ya!” ucap salah satu teman sekelas Sahna. “E-Enggak…” “Terus kenapa kamu mundur-mundur dari aku?” Sahna pun memasuki ruang perpustakaan itu. Ia tak mengatakan sepatah kata pun kepada lelaki tadi. Gadis tersebut menoleh ke kanan dan ke kiri, namun ia tak mendapati sosok gurunya dimana pun. “Nyari Bu Suci ya?” Remaja lelaki itu terkekeh pelan melihat tingkah aneh Sahna, “Aku Harsa. Anak XI – 1.” Memutuskan untuk menolak tawaran gurunya tadi, ia pun beranjak pergi dari duduknya. Gadis itu berlari kecil menuruni anak tangga, menuju perpustakaan yang letaknya dekat dengan ruang guru. Namun saat ia hendak mendekati ruangan itu, terlihat sesosok anak lelaki di depan pintu. Tatapannya tadi tertuju ke arah ponselnya, namun kini lelaki itu menatap kearah Sahna. Netranya terlihat tenang, sepertinya anak yang cerdas. “Aku Sahna…” jawab Sahna terbata-bata. “Kelas XI – 3.” “Oh, jadi kamu yang sering diomongin Bu Suci!” celetuk Harsa sedikit kencang. “Iya bu tidak apa-apa,” sahut Harsa dengan senyuman ramah. “Jadi ibu manggil saya dan Sahna kemari karena ada apa ya bu?” Sahna tetap terdiam saja sedari tadi, senyum kakunya terbit sepanjang percakapan Harsa dan Bu Suci. Ia ingin sekali mengikuti lomba ini, namun bayangan pesimis dan takutnya kembali menghantui. Lebih baik jika ia mengundurkan diri sekarang kan? “Saya cuma mau memberi info tentang lomba kali ini sama jadwal kita bimbingan,” jawab guru itu. Setelah itu ia menjelaskan panjang mengenai lomba sains serta jadwal bimbingan mereka nantinya. Sahna tanpa sadar jadi tertarik dengan lomba ini. Ia menyimak setiap penjelasan yang diucapkan Bu Suci, kadang ia juga menyimak apa yang Harsa katakan. “Jadi, semangat ya mengikuti lomba ini,” ujar Bu Suci setelah menjelaskan panjang lebar. “Jangan takut untuk bertanya ya. Sahna juga kalau ada pertanyaan bisa tanya ke saya atau Harsa. Harsa ini pintar sekali Fisika, tahun lalu dia juara 2 di lomba itu loh.” “Katanya ada anak yang jago Fisika di XI – 3, tapi dia gak pernah ikut lomba,” sahut Harsa menjelaskan. “Bagus deh aku jadi ada temen.” “Aduh maaf saya telat. Saya tadi mau nge- print soal-soal untuk kalian tapi printer sekolah malah rusak,” ujar guru itu agak tergesa-gesa. “Maaf sekali ya Harsa, Sahna…” Saat mendengar ucapan itu Sahna rasanya ingin tertawa, apalagi ia datang kemari dengan maksud untuk menolak tawaran lomba itu. Tapi entah kenapa hatinya jadi merasa bersalah, jika ia menolak ajakan Bu Suci bukannya ia akan membuat Bu Suci kecewa? Harsa juga mungkin akan kecewa padanya. Aduh kalau begini ia harus bagaimana? Harsa tertawa canggung, “Udah Bu Suci, saya gak sepintar itu.” Tiba-tiba langkah kaki seseorang yang terdengar agak nyaring memenuhi ruangan tersebut. Seorang wanita paruh baya dengan map tebal memasuki ruangan itu, tentu saja itu adalah Bu Suci yang Harsa dan Sahna tunggu sedari tadi. “Kamu ini ngomong apa? Jangan merendahkan diri kayak gitu nak Harsa,” sahut Bu Suci dengan cengiran lebar. “Ya sudah, sehabis ini saya ada rapat. Soal-soal latihannya akan saya kirim via chat. Nanti tolong diprint ya, harganya berapa kasih tahu ibu nanti.” “Sahna.” “Hm, iya?” “Pulang sekolah mau nge-print bareng gak?” tawar Harsa kepada gadis itu. Setelah itu Bu Suci pun langsung beranjak pergi dari ruangan tersebut, meninggalkan Harsa dan Sahna berdua saja. Sahna sebetulnya masih kagum dengan pencapaian Harsa yang bisa menduduki juara 2 di perlombaan sains, bahkan saat dia masih duduk di bangku kelas X. “Di gerbang aja” sahut Harsa mantap. Gadis itu menganggukkan kepalanya, “Oke, pulang sekolah kita ketemuan di…?” Sahna mengangguk setuju dengan usulan Harsa. Dan begitulah, Sahna mengurungkan niatnya untuk mengundurkan diri dari lomba. Mungkin, ada sesuatu bermanfaat yang bisa ia dapatkan nantinya. Beberapa hari telah berlalu. Harsa dan Sahna kini sering bertemu di perpustakaan untuk mempelajari materi Fisika. Berkat Harsa, Sahna mulai lebih mengerti materi tersebut. Kadang Sahna merasa iri kepada Harsa, ia pintar dan mudah berbaur, tak seperti Sahna yang hidup diantara bayang-bayang temannya. “Baik bu,” jawab Harsa dan Sahna bersamaan.
“Kamu kenapa berhenti nulis?” Sahna membelabakkan kedua matanya, takut salah dengar, “Hah?” “Jangan bohong, kalau kamu gak bilang kamu gak bakal bisa fokus ngerjain soalnya,” tegur Harsa mengambil pensil tersebut dari Sahna. “Jadi gitu ya…” gugam Harsa seraya menyenderkan tubuhnya ke kursi. Perlahan, Sahna bisa merasakan surainya dibelai. Ia mendongakkan kepalanya dan mendapati Harsa tengah mengelus kepalanya dengan lembut. Senyuman yang menenangkan itu terbit dari ujung bibir Harsa, hendak menghibur gadis itu. Gadis itu menghentikan kegiatan menulisnya tibatiba, matanya memandang kearah Harsa yang sedang sibuk mengerjakan soal sika. Ah, Sahna merasa tak pantas duduk sebangku dengan Harsa. Level mereka berdua terlalu jauh. Pertanyaan yang sangat tiba-tiba itu membuat Sahna nyaris melompat dari kursi. Padahal Harsa sedari tadi terlihat fokus mengerjakan soal, bagaimana ia tahu kalau Sahna berhenti menulis? “Aku semenarik itu ya, sampai kamu gak fokus?” “Hahaha, aku bercanda. Tapi serius, kamu kenapa? Dari kemarin kamu kelihatan gak fokus belajar,” ujar Harsa memangku dagunya. “Aku gak apa-apa,” jawab Sahna singkat. Ia buru-buru meraih pensilnya dan bermaksud untuk menulis lagi. Namun tangan Harsa menahannya. Gadis itu menghela nafas panjang. Ia sebenarnya tak ingin menunjukkan sifatnya yang memalukan kepada siapapun. Tukang pesimis yang gampang iri, mau ditaruh dimana mukanya nanti? Akhirnya Sahna pun menceritakan apa yang selama ini mengganjal di hatinya. Bahkan sampai ke bagian dimana ia iri kepada Harsa. Lelaki itu terus memperhatikan setiap kata yang keluar dari bibir Sahna, sesekali ia mengangguk paham akan masalah Sahna. Rautnya sangat memancarkan simpati mendalam untuk gadis tersebut. “Sebenarnya juga, aku takut ikut lomba ini. Aku gak mau kalah, tapi aku juga merasa kalau berjuang itu siasia aja. Toh aku pasti kalah…” sambung Sahna menundukkan kepalanya ke meja. “Sahna sekarang sudah bukan Sahna yang hidup dibayang-bayang orang lagi,” ucap Harsa dengan nada yang sangat lembut. “Logikanya aja deh, kalau kamu memang seperti yang kamu ceritain tadi, mungkin kamu gak bakal ada disini sekarang. Kamu sudah berusaha keras buat lomba kali ini, jadi itu udah bagus banget.” “Kamu harus percaya sama dirimu sendiri Sahna, karena nilai yang kamu lihat dari dirimu sendiri bisa jadi salah. Kamu bisa aja lebih dari ekspetasimu sendiri.” sambung Harsa. Sahna terdiam, terharu dengan ucapan Harsa kepadanya. Padahal mereka baru kenal 2 minggu yang lalu namun lelaki itu bisa mengerti bagaimana perasaannya. Benar-benar pas sasaran. “Lagian ya Na, lomba itu bukan soal menang kalah,” ucap Harsa lagi setelah terdiam beberapa saat. “Lomba atau kompetisi itu tentang proses. Hasil cuma bonus. Jadi nikmati prosesnya karena ya momen kayak gini gak bakal datang dua kali loh?” “Kita cuma beda 2 poin,” sahut Sahna memutar bola matanya tak habis pikir. “Ah aku mah udah kalah, tadi juara dua disebut namanya aja bukan namaku.” Harsa menggelengkan kepalanya dan tersenyum lebar, “Gapapa ma-“ “Baik, saya akan membacakan 3 pemenang lomba sika tahun ini.” “A-Aku?” tanya Sahna masih tidak percaya. “Kok bisa…?” “Tentu aja kamu bisa, buktinya kamu menang kan?” sahut Harsa seraya merangkul erat bahu gadis itu. Memainkan pensil Sahna, Harsa terkekeh pelan, “Gak usah makasih. Udah kamu kerjain lagi sana.” Dan begitulah kegiatan Sahna dan Harsa, menghabiskan waktu bersama untuk belajar dan berjalan-jalan santai untuk merehatkan kepala. Karena sering berinteraksi dengan Bu Suci dan Harsa, Sahna jadi lebih fokus dengan studinya. Harsa tertawa renyah, “Tetep aja berarti kamu lebih unggul dari aku.” “Saya percaya kalian berdua sudah melakukan yang terbaik. Kalah menang itu tidak penting, karena tujuan saya memilih kalian juga agar kalian dapat pengalaman berharga,” ujar Bu Suci yang kini tengah duduk disamping Harsa. “Sahna!” pekik Harsa yang ikut senang dengan keberhasilan Sahna. “Kamu juara tiga loh!” “Juara 3, Sahna Dwiparamitha!” “Harsa juga harusnya menang lah! Masa aku doang,” ucap Sahna tak terima. “Dan Juara 1 perlombaan sika tahun ini adalah, Harsa Putra Pangestu!” Gadis tersebut mengangguk setuju, “Bener banget.. Makasih ya, Harsa.” Sahna tersenyum lebar dan langsung fokus mengerjakan soalnya lagi. Walaupun tadi ia enggan mengatakan isi hatinya pada Harsa, entah kenapa sekarang ia merasa sangat lega. Sebuah ambisi menjadi tumbuh dalam dirinya. Hingga hari lomba tiba. Harsa, Sahna, dan Bu Suci kini tengah menunggu hasil perlombaan sains tersebut. Sembari menunggu, Sahna dan Harsa membahas soal yang tadi mereka kerjakan. Menanyakan mana yang sulit, mana yang ambigu, dan sebagainya. “Kamu pasti menang, Na,” ucap Harsa penuh percaya diri. “Kemarin aja pas latihan nilaimu mulai ngalahin aku.” Baik Harsa dan Sahna tersenyum lebar mendengar ucapan Bu Suci, karena itu sama persis seperti apa yang Harsa katakan kapan hari. Keduanya bertukar pandang dan tertawa kecil karenanya. Ya, walaupun niatnya mencari pengalaman, baik Sahna dan Harsa tak bisa tenang sama sekali. Jantung keduanya berdebar tak karuan, penasaran dengan hasil yang mereka dapatkan. Sahna menutup matanya rapat-rapat dan menundukkan kepalanya, berdoa agar ia bi sa memenangkan lomba ini. Harsa yang melihatnya pun tersenyum kecil, ia pun melakukan hal yang sama seperti Sahna. Apapun hasilnya semoga yang terbaik, begitulah batin mereka berdua. Iris Sahna membulat. Baru saja, namanya disebut kan ya? Kedua remaja itu re eks menoleh ke atas panggung sebelum akhirnya mereka saling bertukar pandang untuk kedua kalinya. Harsa sepertinya sama sekali tak menyangka akan mendapat posisi pertama di perlombaan tahun ini, netranya membulat hebat dan wajah kagetnya
“Enggak saya gak nangis!” sanggah Bu Suci yang menyeka air matanya. Wanita itu tertawa lepas karena senang dengan prestasi kedua siswa didiknya yang membawa dua piala sekaligus. berubah menjadi cengiran lebar. Dengan cepat, ia merengkuh tubuh Sahna dan gadis itu pun juga menepuk punggung Harsa dengan penuh euphoria. “Gila! Juara satu! SATU!” seru Sahna senang. “Lihat tuh Bu Suci sampai nangis.” “Ayo cepat maju dan ambil hadiah kalian ya!” ujar wanita itu penuh semangat. Harsa dan Sahna menatap satu sama lain lagi dan tersenyum senang kearah satu sama lain. Namun ada yang aneh dengan tatapan keduanya kali ini, seperti tatapan yang melibatkan perasaan. Habis ini kamu free gak?” tanya Harsa mendeham pelan seraya berjalan menuju panggung untuk mengambil hadiahnya. Ia berjalan bersama-sama dengan Sahna kesana. “Free kok. Memang kenapa?” tanya Sahna kembali. Sahna yang ditawari pun mengangguk, “Kamu traktir ya!” Keduanya pun tertawa kecil lalu menaiki panggung untuk mengambil piala dan hadiah mereka. Suatu pengalaman yang mengesankan untuk kedua remaja ini, dan tentu saja semua usaha mereka membuahkan hasil yang sangat baik. Dari sini Sahna belajar untuk percaya pada dirinya sendiri, karena jika kamu berusaha kamu pasti akan mendapatkan sesuatu yang setimpal. “Mau jalan buat ngerayain kemenangan kita?” tawar Harsa dengan senyuman lebar. By: Gianne Angely Puspa Pilatus - XII IPA 1 Jika kehidupan memberikanmu lemon, maka buatlah lemonade! By: NI PUTU YUNITHA EVANGELINE - XI A1 KARYA
Kalian tau tidak, semester ini SMAK Thomas Aquino mendapatkan banyak kejutan dari semangat berkarya siswa-siswinya. Terbukti dari berbagai kegiatan dan prestasi yang diraih oleh siswa-siswi sekolah kita. Simak yuk cerita tentang giat siswa di sekolah kita tercinta. Halo Sobat Santano. Indonesia merayakan hari kemerdekaan yang ke78. Hari kemerdekaan, selalu identik dengan upacara bendera dan pasukan pengibar bendera. Di SMAK Thomas Aquino ada nih yang kepilih mejadi paskibraka di tingkat Kecamatan Mengwi. Tahun ini ada Fransiscus Xaverius Alan Prasetyo (XI A1), Chonstantia Marlynda Pare (XI B1), Ni Putu Yusa Pratiwi (XI B1), dan I Putu Krisna Putra Widiarsa (XI A1) yang berhasil lolos sebagai paskibraka dan bertugas saat upacara memperingati Hari Kemerdekaan RI ke – 78 di Lapangan Mengwi. Anderson Allen Atmojo (Allen) dari kelas X1 yang memiliki kegemaran dalam bidang modi kasi motor, berkesempatan ikut dalam kontes modi kas i motor. Ia sudah mempersiapkan banyak hal sebelum mengikuti kontes modif motor ini. Salah satunya memilih dan mempersiapkan sparepart dan aksesoris untuk memodi kasi motornya. Dan dengan semua usaha yang dilakukan oleh Allen, akhirnya ia berhasil mendapatkan juara 2 dalam kompetisi tersebut. Dede De Santo (Dede) dari kelas X 2 berhasil membawa medali dalam kejuaraan Badung Open Karate International Championship 2023. Untuk mempersiapkan diri dalam kejuaraan ini Dede menjalani latihan selama 1 bulan. Ada perasaan degdegan yang dirasakan Dede karena harus bertanding dan ditonton beribu orang. Walaupun begitu, ia berhasil membawa pulang medali perak. Giat Siswa Santano
m Andr eru eas pa Gilberto Nino, atau biasa dipanggil Nino yang memenan k g a k n s i swa dari kelas XII-IPA 1 telah Internas an juara 2 dari lomba Bali Taekwondo tanggal 13 ional Championship yang diadakan pada - 15 Oktober Purna Krida , yang berlokasikan di GOR Kerobokan. bertanding Ia merasa senang karena bisa baru. dengan baik serta mendapat pengalaman Lomba kemarin ia lebih baik juga dapat menjadi pelajaran agar untuk kedepannya. I Gede Prakhasyah Wirya Anantha Sudharsana (XI A1) telah mengikuti Turnament Bali Heroes Archery 2023 seri outdoor yang diselenggarakan pada tanggal 11-15 Oktober 2023 di Lapangan Jero Alit Pemecutan, Denpasar. Rutin melakukan latihan sik dan mengasah teknik memanah, ia berhasil membawa sebuah medali siswi Wah ker di en SMAK ya para Thomas siswa – siswa di sekolah kita. Ternyata begitu banyak bakat yang dimiliki oleh siswa – memotivasi Aquino. Semoga beberapa cerita singkat dari teman-teman kita ini, bisa siswa lainnya untuk semangat belajar. By: Catharina Made Rahmaningtyas Adnyana Sandrina Donna Lusia Chelsea Mete Felisha Cinta Anasthasya Karamoy Gultom Vanessa Febriana Kanginnadhi Di dalam proses penggapaian masa depan yang gemilang, selalu saja ada banyak godaan dan penghambat yang menarik kita ke bawah, seolah-olah menjerat kita dengan amat halus untuk hanyut di dalam lautannya. By: Gillardinoratumakin – XII IPA2
Pemuda Pemudi Bangsa Yang Cerdas Untuk Indonesia Yang Hebat Halo Sobat Santano. Dalam upacara bendera, dilaksanakan juga pelantikan MPK dan Pengurus OSIS periode 2023/2024, yang ditandai dengan pembacaan surat keputusan kepala sekolah, dilanjutkan dengan menyematkan selempang ada hari Jumat, 27 Oktober 2023 kemarin di SMAK Thomas Aquino telah melaksanakan upacara bendera dalam rangka memperingati hari sumpah pemuda sekaligus pelantikan kepengurusan MPK dan OSIS periode 2023/2024. Kegiatan saat itu terdiri dari beberapa agenda, yang diawali dengan upacara bendera, lomba kon gurasi, cerdas cermat, dan fashion show, hingga pensi. By: Sandrina Donna Lusia Chelsea Mete – XI A1 Sekolah memberikan apresiasi atas prestasi yang diraih oleh Allen dari kelas X 1 dalam lomba modi kasi motor, Dede dari kelas X 2 dalam kejuaraan karate, Wirya dari kelas XI A1 dalam kejuaraan panahan, dan Nino dari kelas XII IPA 1 dalam kejuaraan taekwondo. Semua peserta didik nampak a n t u s i a s m e n g i k u t i serangkaian kegiatan saat itu. Terlebih lagi, kesempatan ini juga dimanfaatkan untuk mengapresiasi semangat serta prestasi yang telah diraih oleh beberapa peserta didik yang berhasil berlaga dibeberapa kejuaraan.
By: Antonius Ari Priyatmoko – X 2 ACROSS 2. kurikulum dengan pembelajaran intrakurikuler yang beragam 4. kurikulum merdeka dirancang untuk memperbaiki ...... pendidikan di Indonesia 6. P5 kedua kelas 10 membahas mengenai 9. judul lagu p5 10. Berapa lama projek kurikulum merdeka di SMAK THOMAS AQUINO? DOWN 1. P5 3. Tujuan kurikulum merdeka adalah untuk menggali 5. tema Projek kurikulum merdeka kelas 10 7. Prestasi terakhir yang diraih oleh siswa-siswi SMAK THOMAS AQUINO 8. SMAK Thomas Aquino berada dibawah naungan yayasan tts
Follow & Subscribe Media Sosial SMAK Thomas Aquino Tiktok: SMAK Thomas Aquino - Tangeb Instagram: @smakthomasaquinotangeb Facebook: Smas Katolik Thomas Aquino Youtube: SMAK Thomas Aquino Tangeb Blogs: smakthomasaquino.wordpress.com Website: smakthomasaquinotangeb.com Follow & Subscribe Media Sosial SMAK Thomas Aquino Tiktok: SMAK Thomas Aquino - Tangeb Instagram: @smakthomasaquinotangeb Facebook: Smas Katolik Thomas Aquino Youtube: SMAK Thomas Aquino Tangeb Blogs: smakthomasaquino.wordpress.com Website: smakthomasaquinotangeb.com