The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Proposal Ayam_ PT CARSTENSZ PAPUA JAYA_revisi

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by wil_mercu, 2016-09-05 11:59:45

Proposal Ayam_ PT CARSTENSZ PAPUA JAYA_revisi

Proposal Ayam_ PT CARSTENSZ PAPUA JAYA_revisi

PROPOSAL

Usaha Pemasaran
dan Distribusi

Ayam Kampung

Disusun Oleh:

YOSEPH LINUS TIPAGAU

Jln. Boulevard Barat Inkopal Blok. 58
Kelapa Gading Jakarta Utara
Jln Cendrawasih SP3, Karang Senang
Timika Papua 99910
HP. +62821 4447 1000,
+62821 4528 0949
Email: [email protected]
[email protected]

NARYANTO, B.Com (Anto)

Jln. Sukabhakti No. 85, Kp. Cogreg, RT 02/07
Parung, Bogor 16330
HP. +628128220372
Email: [email protected]

Bab I

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Seiring dengan meningkatnya pertumbuhan masyarakat di Indonesia maka kondisi
ekonomi masyarakat saat ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan.
Tuntutan sandang, pangan dan papan. Kebutuhan pangan pun semakin melejit,
khususnya kebutuhan untuk asupan gizi yang diminati masyarakat dengan megkonsumsi
ayam kampung. Konsumen menyukai jenis daging ini karena harganya yang terjangkau
serta memiliki kandungan gizi yang tinggi. Untuk memenuhi permintaan masyarakat
terhadap daging ayam kampung tersebut, dibutuhkan adanya kegiatan pemasaran yang
bisa menyalurkan daging tersebut dari produsen ke konsumen. Dimana pemasaran pada
intinya adalah aliran barang dari produsen ke konsumen.

Kegiatan pemasaran merupakan faktor penting yang akan menentukan keberhasilan
usaha suatu perusahaan. Salah satu unsur dalam kegiatan pemasaran tersebut adalah
bauran pemasaran (mix marketing) yang terdiri dari 4P : product (produk), price (harga),
place (tempat) dan promotion (promosi). Namun untuk mencapai target pemasaran
yang praktis tentunya proses distribusi adalah hal terpenting dalam perilaku pemasaran.
Dengan adanya aktifitas distribusi dalam hal ini ayam Kampung maka kita dapat membuat
perusahaan untuk mampu menghasilkan produk yang berkualitas, menetapkan harga
dengan tepat dan melakukan promosi yang efektif. Disamping itu penentuan saluran
distribusi yang akan dipakai perusahaan sangatlah penting. Banyaknya alternatif saluran
distribusi menuntut perusahaan untuk lebih selektif dalam memilih saluran yang akan
digunakan. Oleh sebab itu perusahaan sendiri harus mampu untuk menentukan titik
pasar untuk mendistribusikan produk yaitu ayam Kampung ke pasar dengan permintaan
konsemen terhadap ayam dalam angka permintaan yang diatas rata-rata. Semakin besar
permintaan konsumen terhadap ayam Kampung maka semakin besar peluang keuntungan
yang dapat kita raup.

Berbicara mengenai target pasar, maka Papua adalah tempat dimana memiliki
ketergantungan gizi yang sangat tinggi. Melihat begitu banyak masyarakat Papua yang
belum banyak memiliki keahlian dalam berternak ayam dengan kualitas yang baik maka,
membuat ketergatungan untuk membeli ayam dari tempat lain. Sedangkan, melihat
kedalam budaya masyarakat Papua yang terbiasa mengkonsumsi lebih banyak daging dari
pada sayur-mayur semakin menunjukan bahwa jika Perusahaan Distribusi Ayam Pedaging
masuk maka akan mendapat tempat di dapur masyarakat. Dengan keahlian dan kemampuan
manajer dalam menjamin kualitas daging ayam yang dikirim, promosi dan distribusi daging
ayam yang steril serta dengan memperhatikan peluang, harga dan pendekatan yang harus
diambil maka perusahaan akan lebih mudah untuk memenuhi tujuan dari pemasaran yaitu
mampu bersaing dengan daging ayam lokal dan menembus pasaran Papua sehingga dapat
menaikan volume penjualan perusahaan dan laba.

Proposal Usaha Pemasaran dan Distribusi 1
Ayam Kampung

Tujuan

Tujuan dari usaha pemasaran ayam pedaging adalah:

1. Dapat melakukan usaha ayam potong/pedaging dengan baik dan menyediakan
kualitas ayam yang bermutu serta halal.

2. Dapat memberikan memenuhi kebutuhan masyarakat Papua terhadap daging ayam
potong dengan harga terjangkau.

3. Dapat memasarkan daging ayam secara luas bahkan hingga distrik-distrik di dalam
Papua.

4. Dapat menjaga kelangsungan usaha dan mengembangkannya.

5. Dapat meningkatkan kesejahteraan dan mengurangi tingkat pengangguran bagi
masyarakat Papua.

6. Mendapatkan keuntungan yang besar dalam usaha ayam pedaging.

7. Sebagai pengetahuan atau menambah wawasan dalam menjalankan usaha.

8. Dapat menjadikan perusahaan ini sebagai perusahaan terpercaya penyedia daging
ayam berkualitas dan terjamin mutunya.

9. Dapat berkontribusi bagi kemajuan ekonomi di Papua serta membangun area usaha
usaha baru bagi masyarakat Papua.

2 PT. CARSTENSZ PAPUA JAYA

Peluang usaha

Mengapa saya memilih usaha ayam pedaging untuk menjadi usaha saya dan memilih tempat
usaha Papua karena diliat dari kebutuhan konsumen tentang ayam pedaging sangat tinggi
dan banyaknya warung makan rumah makan yang membutuhkan daging ayam pedaging
tersebut cukup terbuka buat saya untuk membuat usaha ini,selain itu juga karena didasari
juga dengan faktor terbatasnya orang yang membuat usaha pemasaran dan distribusi ayam
pedagingsecara berkulalitas dan menjamin mutu dari penjualan ayam pedaging.Sehingga
peluang saya untuk membuka usaha ini dan mendapatkan hasil yang besar cukup terbuka.

Proposal Usaha Pemasaran dan Distribusi 3
Ayam Kampung

Bab II

USAHA PEMASARAN
DAN DISTRIBUSI
AYAM Kampung

Lokasi Tempat Usaha

Lokasi wirausaha yang akan dibangun adalah :

• Tempat     : Jln. Sukabhakti No. 85, Kp. Cogreg, RT 02/07, Parung, Bogor

• Areal         : di sekitar pekarangan rumah

Jadwal Kegiatan

Wirausaha pemasaran dan distribusi ayam kampung akan dilaksanakan pada tahun 2016
bulan mendatang. Dengan berbagai pertimbangangan yang berkaitan langsung dengan
kesediaan pembeli , penetapan tempat lokasi , pembuatan perizininan, keamanan usaha,
penyiapan stok daging ayam pedaging dan lain-lain.

Info Produk

Ayam yang umum dikembangkan sebagai ayam potong adalah ayam ras pedaging atau
Kampung.Ayam ras pedaging tersebut merupakan jenis ras unggulan hasil persilangan
dari bangsa-bangsa ayam yang memiliki daya produktivitas tinggi, terutama dalam
memproduksi daging ayam.Selain itu ayam Kampung juga memiliki kelebihan karena
hanya dengan waktu 5-6 minggu sudah bisa dipanen. Dengan waktu pemeliharaan yang
relatif singkat dan menguntungkan, maka banyak peternak baru serta peternak musiman
yang bermunculan diberbagai wilayah Indonesia.Untuk memulai usaha di bidang
pemasaran dan distribusi ayam ini, persiapan sarana, prasarana, dan peralatan harus
maksimal. Hal yang perlu diperhatikan antara lain:

Proposal Usaha Pemasaran dan Distribusi 5
Ayam Kampung

1. Penentuan Harga

Dalam menetapkan harga, perusahaan harus memperhatikan
beberapa hal, diantaranya:
1. pasar sasaran
2. keadaan persaingan
3. kombinasi produk fisik dengan pelayanan yang diberikan
4. manfaat dari produk itu sendiri dalam memuaskan keinginan pembelinya.

Dalam kenyataannya, tingkat harga yang terjadi dipengaruhi oleh beberapa faktor,
seperti:
1. Kondisi perekonomian
2. Penawaran dan permintaan
3. Elastisitas permintaan
4. Persaingan
5. Biaya
6. Tujuan manajer
7. Pengawasan pemerintah

2. Promosi

Promosi adalah arus persuasi satu arah yang dibuat untuk mengarahkan seseorang atau
organisasi kepada tindakan yang menciptakan pertukaran dalam pemasaran sehingga
terjadi transaksi.

3. Saluran Distribusi

Dalam proses pemasaran, setelah barang selesai diproduksi dan siap dipasarkan, tahap
selanjutnya adalah menentukan metode yang diinginkan dalam menyalurkan atau
mendistribusikan barang tersebut kepasar. Dengan pemilihan saluran distribusi yang
tepat maka keuntungan perusahaan akan semakin besar.

Menurut Basu Swastha pengertian dari saluran distribusi adalah:
Saluran distribusi untuk suatu barang adalah saluran yang digunakan oleh produsen
untuk menyalurkan barang tersebut dari produsen sampai ke konsumen atau pemakai
industri.(Basu Swastha,1996:190). Dari pengertian tersebut diatas dapat disimpulkan
bahwa lembaga-lembaga yang berperan dalam penyaluran barang tersebut adalah:

6 PT. CARSTENSZ PAPUA JAYA

1. Produsen
2. Distributor
3. Konsumen akhir atau pemakai industri.
4. Alternatif Saluran Distribusi

Dalam penyaluran suatu barang atau jasa agar sampai ketangan konsumen, ada berbagai
alternatif pola dan bentuk saluran distribusi:
a. Produsen - Konsumen
Bentuk saluran distribusi yang paling pendek dan paling sederhana adalah saluran
distribusi dari produsen ke konsumen, tanpa campur tangan perantara, penjualan
dilakukan dari pintu ke pintu.
b. Produsen – Pengecer – konsumen
Saluran ini masih disebut saluran distribusi langsung, karena pengecer langsung
melakukan pembelian kepada produsen kemudian menjualnya ke konsumen akhir.
c. Produsen – Pedagang besar – Pengecer – Konsumen
Pada saluran ini produsen hanya melayani penjualan dalam jumlah besar kepada
pedagang besar, sedangkan pembelian oleh pengecer dilayani oleh pedagang besar dan
pembelian oleh konsumen dilayani oleh pengecer.

Proposal Usaha Pemasaran dan Distribusi 7
Ayam Kampung

d. Produsen – Agen – Pengecer – Konsumen
Pada saluran ini produsen memilih agen sebagai penyalurnya yang kemudian agen
tersebut memilih sasaran penjualannya terutama ditujukan kepada para pengecer
besar.
e. Produsen – Agen – Pedagang besar – Pengecer – Konsumen akhir
Produsen menggunakan Agen sebagai perantara untuk menyalurkan barangnya
kepada pedagang besar yang kemudian menjualnya ke toko-toko kecil.

Intensitas Distribusi pada setiap tingkat saluran , terdapat tiga alternatif yang dapat
ditenpuh produsen dalam menentukan jumlah perantara pada setiap saluran distribusi
yang ada, yaitu:
a. Distribusi Intensif
Dalam distribusi ini, produsen menggunakan jumlah penyalur (terutama pengecer)
sebanyak mungkin untuk mencapai konsumen. Hal ini bertujuan agar kebutuhan
mereka cepat terpenuhi, biasanya pasar yang dilayani cukup luas. Barang-barang yang
disalurkan melalui distribusi intensif ini adalah:
1. Barang konsumen
2. Barang industri jenis perlengkapan operasi.

8 PT. CARSTENSZ PAPUA JAYA

b. Distribusi Selektif
Produsen menggunakan sejumlah pedagang besar dan / atau pengecer yang terbatas
dalam wilayah tertentu. Biasanya saluran ini digunakan untuk memasarkan barang baru,
barang spesial dan barang industri jenis accessory equipment.
c. Distribusi Eklusif
Dalam saluran ini produsen hanya menggunakan satu pedagang besar atau pengecer
didaerah pasar tertentu. Pada umumnya distribusi eklusif ini dipakai:
1. untuk barang spesial
2. bila penyalur bersedia memelihara persediaan dalam jumlah besar
3. bila barang yang dijual memerlukan pelayanan sesudah penjualan.

4. Pemilihan jenis kualitas ayam yang akan dipasarkan

1. Ternak yang sehat dan tidak mengalami kecacatan
2. Pertumbuhan dan perkembangannya normal
3. Ternak berasal dari pembibitan yang dikenal keunggulannya
4. Tidak ada lengketan tinja diduburnya
5. Ukuran badan normal, ukuran berat badan antara 35-40 gram

5. Kelebihan usaha

Usaha ternak ayam merupakan salah satu usaha yang menghasilkan omset dengan
keuntungan yang cukup besar.Maka tidaklah kaget lagi jika usaha ini banyak diminati
para pencari usaha. Selain itu menjalankan usaha ini juga memiliki waktu yang relative
cukup santai, jadi usaha ini tidak mengganggu kegiatan sehari – hari saya

6. Kekurangan usaha

Dalam merawat ayam diperlukan teknik dan pengetahuan yang tepat tentang
pemasaran ayam diwilayah Papua. Karena pemasaran ayam tidaklah mudah, karena
proses perizijinan, pendistribusian ayam, pemiliihan ayam, pengolahan ayam, biaya
pendistribusian dan biaya pemasara. Karena banyaknya penyakit seperti flu burung,
dan penyakit ayam lainnya dapat mengancam usaha kita.Jika dalam pemasarannya
kekurangan yang dihadapi mungkin karena usaha kita baru, jadi masih banyak konsumen
yang meragukan produk kita dan masih jarang juga yang tahu tentang usaha kita tersebut
dan kualitas produk saya

Proposal Usaha Pemasaran dan Distribusi 9
Ayam Kampung

Analisa Ekonomi

Ayam Kampung

Faktor Produksi Biaya

Pakan Rp. 8.000-,

DOC Rp. 10.000-,

Vaksin, Obat dan Vitamin Rp. 1.500-,

Tenaga Kerja Rp. 1.000-,

Standar Panen

• Bobot : 1,4 Kg

• FCR : 1,6

• Kematian : 5%

• HPP : Rp. 22.491-, /Kg

: Rp. 32.613-, /Ekor

Estimasi Profit

• Penjualan : Rp. 45.000-,/Ekor

• Masuk DOC : 3000 ekor/ Minggu

: 3000 ekor x 52 Minggu = 156.000 Ekor/ Tahun
= Rp. 12.387-,
: Rp. 45.000-, - Rp. 32.613-, = Rp. 1.932.372.000-,

: Rp. 12.387-, x 156.000 ekor

Keuntungan

• 45000 x 156000 = 7.020.000.000

• Keuntungan – pengeluaran = 7.020.000.000 - 1.932.372.000,

= Rp. 5.087.628.000,-/tahun

10 PT. CARSTENSZ PAPUA JAYA



Jln. Boulevard Barat Inkopal Blok .58 Kelapa Gading
Jakarta Utara
Jln Cendrawasih SP3, Karang Senang
Timika Papua 99910


Click to View FlipBook Version