46 Ke pantai bareng si cici Jangan lupa sama si lala Yang ku lihat kukira panci Ternyata hanya kepala Pantun nasihat: Kelapa tua di belah dua Jangan lupa di ambil isinya Ajaran orang tua kepada kita Ingat selalu yang baiknya Pantun teka teki Akhir kalimat dengan titik Dengan kata yang sesuai kita ingin Apa benda yang terbuat dari titik-titik Yang turun pada suhu dingin Oleh : Adli Asyam Hamizan Kelas : 5B
47 Jalan jalan ke Parung panjang Pulang mampir beli Durian Mari kita buat hati senang Agar terjaga kesehatan.. Jalan jalan ke kota Bogor Jangan lupa beli batagor Mari kita banyak bersyukur Agar terhindar dari kufur Beli baju di hari Rabu Baju harga sepuluh ribu Walau Ramadhan telah berlalu Masih tersimpan di dalam kalbu Oleh : Fadlan Kelas : 5B
48 Di India terkenal namanya Dewi Surga Yang selalu di puja oleh rakytanya Tak akan tercium baunya surga Jika durhaka terhadap orang tua Malam-malam mencari ikan si terumbu karang Di tengah jalan malah tersandung Kamu cantik berpakaian model sekarang Tapi sayang beribu sayang tidak pakai kerudung Ke dokter gigi pagi-pagi Giginya emas bukan perunggu Kalau kamu dewasa tidak mau rugi Jangan lupa menuntut ilmu Oleh : Salwa r.a Kelas : 5b
49 PANTUN Oleh : Arya * 6 C Hari Minggu pergi ke pasar Pulangnya beli buku cerita Kamu harus rajin belajar Agar bisa mengejar cita cita Jalan jalan ke kota Tarakan Sambil membawa makanan ikan Kita hanya bisa merencanakan Namun Tuhanlah yang menentukan Jalan jalan ke Madura Pulangnya membeli ikan teri Aku ingin menjadi tentara Untuk menjaga keutuhan NKRI
50 PANTUN LEBARAN Pulang kampung naik pesawat Hari Lebaran makan ketupat Mari kita rajinlah sholat Supaya selamat dunia akhirat Nonton TV makan kuaci Makannya bersama-sama Jika ingin bersilaturrahmi Hendaknya selalu bersama Nama : Muhammad Alfiansyah
51 Lebat buahnya pohon sukun Tanam sukun di teras depan Belajarlah dengan tekun Agar sukses di masa depan Bunga mawar batangnya berduri Batang berduri di pegang erat erat Mari membaca setiap hari Banyak ilmu yang kita dapat Paling lah enak buah kelapa Kelapa di tanam tumbuhlah akar Kerjakan PR janganlah lupa Agar menjadi anak yang pintar Raffa Alghifari Kelas 4A SDN Depok Baru 2
52 Ke Pasar Malam Beli Balon Udara Di Tengah Keramaian Balon Meletus Oh Sungguh Hati Sangat Gembira Nilai Ujian Dapet Seratus Burung Sriganti Main Di Ladang Bapak Petani Mandi Di Kali Kalo Memang Ada Umur Panjang Lebaran Nanti Kita Silaturahmi Pelaut Berlayar Petani Menanam Padi Musti Rajin Belajar Kalau Mau Jadi Anak Yang Pandai Karya: Alif Gihad W.H.
53 PANTUN Oleh : Rama Putra Wijaya Sungguh indah cahaya fajar Menatap langit menunggu harapan Jika kita rajin belajar Pasti sukses di masa depan Pergi ke bogor membeli nanas Disiang hari diwaktu panas Jadi orang janganlah malas Nanti jadi bintang kelas Anak cantik berbaju biru Menyambut ibu di ruang tamu Peroleh ilmu dari guru Tuk meraih cita-citamu Sungguh enak buah semangka Rasanya manis bobotnya berat Jadi anak jangan durhaka Agar selamat dunia akhirat
54 Karya : Aqila Wijayananda Jalan – jalan ke kota Cikarang Jangan lupa membeli tape Paling enak anak zaman sekarang Pelajaran susah nyontek di hape Bakar sate memakai arang Makan bakso sedikit kuah Paling susah anak zaman sekarang Kurang jajan ga mau sekolah Beli pempek kapal selam Tidak lupa di beri cuka Belajarlah dari pagi hingga malam Demi meraih cita cita Karya : Abyasa Sabian Abbasy Pergi ke pasar membeli plastik es Jalannya macet sehingga harus kuat Jika kamu ingin jadi orang yang sukses Haruslah rajin belajar dan tetap semangat Ke swalayan membeli kain batik Batiknya dijahit sama Bu Idab Jadilah anak yang baik Bukan hanya berilmu tapi juga beradab Ke Bogor membeli talas Talas dikolak pakai santan kara Janganlah kau turuti rasa malas Supaya hidupmu kelak tidak sengsara
55 Karya : Ameera Anindita Zaliyanti Jalan jalan ke kota bandung Banyak sawah sepanjang jalan Jadi anak jangan suka badung Karena kita masih punya masa depan Adikku qilla suka nakal naik-naik ke bangku Tante titi suka beli jamu Jangan malas kita membaca buku Karena kata bunda buku itu jendela ilmu Ketanah baru membeli keju Ada batu tertimpa Kampak SDN Depok Baru 2 pasti maju Asalkan bersatu dan juga kompak
56 Pantun Nasihat Karya: Laina Anida 5C Jalan jalan pergi kepasar Jangan lupa menbeli ikan Jika kamu ingin pintar Belajarlah dengan tekun Buah jeruk di atas bangku Buah sirsak di bikin jamu Jangan malas membaca buku Karena buku sumber ilmu Hati senang panen buah sukun Di bagi rata dengan teman teman Jika kita saling hidup rukun Lingkungan kita akan aman Kepedagang menawar harga Untuk membeli buah al pukat Selalu rajin berolahraga Maka tubuh bisa sehat Burung dara burung merpati Terbang tinggi ke pulau sumatra Jadilah anak yang budi pekerti Agar kelak masuk surga
57 PANTUN Karya : Siti Marwiah, S.Pd. Pisang nangka pisang kepok Dimasak sama Pak Isan Aduh itu anak-anak Depok Pada rajin dan pinter pisan Bu ani makan buah mangga Pak selamet makan pisang kepok Mari kita bergembira Merayakan ulangtahun kota depok Batu itu benda keras Bu Nurma itu bagai lentera Mari kita bekerja keras Demi Depok maju dan sejahtera
58 PANTUN Karya : Sumarmi Makan tahu beralas Koran Ditiup oleh angina topan Karena guru menjadi teladan Perilaku harus sopan Pita ikan dengan kertas Jangan lupa lumuri terasi Jika pendidikan ingin berkualitas Maka gurunya harus berprestasi Pemburu liar makan belimbing Setelah dilempar bersama ranting Guru mengajar serta membimbing Mengajar ilmu yang penting-penting Mencuri ikan dalam bejana Pagar mengkilat disamping belati Beri wawasan dan ilmu berguna Agar bermanfaat sampai hari nanti Dari penjuru hingga ke Italia Berkeliling sampai pulau jawa Menjadi guru harus berhati mulia Selalu membimbing sepenuh jiwa
Bagian 3
58
59 MENCARI CITA-CITA Karya: Khansa Khairunnisa 6A “Cita-cita kamu mau menjadi apa?” Mungkin pertanyaan ini sering sekali ditanya orang lain. Sepupu, teman, orangtua, guru, dan orang sekitar pasti sering kali menanyakan ini. Tapi, apa itu sebenarnya cita-cita? Cita-cita adalah keinginan yang selalu ada di dalam pikiran dan keinginan sejak kecil. Mau menjadi apa saat besar nanti? Semakin bertambah usia mungkin saja cita-cita kita berubah karena kita akan lebih tahu minat kita dan sesuai kenyataan saat itu. Contohnya, waktu kecil mau jadi polisi, tapi semakin bertambahnya usia ternyata minat berubah ke ilmu keguruan. Hai, namaku Alesha Alifa Hibatillah, sering dipanggil Alesha. Inilah kisahku. Tahun 2017, di saat umurku berusia lima tahun, mamahku sakit keras dan akhirnya harus dirawat di rumah sakit. Aku melihat perawat dan dokter di sana bekerja keras. Aku sangat tertarik sekali dengan pekerjaan tersebut. Malam harinya di ruang rawat inap. “Mamah, jadi perawat dan dokter itu susah, ya?” tanyaku. Mamah hanya membalasnya dengan senyuman kecil. “Kalau sudah besar, aku mau jadi salah satu dari mereka. Pasti seru bisa menyembuhkan orang sakit kayak Mamah,“ kataku lagi. “Kamu yakin?” Akhirnya Mamah berbicara. Aku mengangguk. “Boleh aja sih, kata Mamah, apa pun pilihan kamu, Mamah akan medukungmu dari belakang bersama Papah. Iya kan, Pah?” Papah mengangguk dan tersenyum. “Tapi menurut Mamah, jangan terlalu cepat mengambil keputusan. Coba dipikir dulu. Ingat, kesempatan tidak akan datang dua kali ya, Nak.” Aku mengangguk, meskipun belum begitu mengerti. Tahun 2020, Mamah meninggal dunia karena penyakit yang ia derita. Mamah pernah bilang untuk mencapai sebuah cita-cita, perlu usaha seperti belajar dengan giat dan melakukan mulai dari hal kecil. Tahun 2022, saat umurku 10 tahun, minatku untuk menjadi perawat maupun dokter sudah berubah. Tahun 2024, aku tidak tahu lagi akan menjadi apa saat dewasa nanti. Memilih sebuah cita-cita itu susah, ya.
60 “Tidak apa-apa selagi ada waktu, dipikirkan aja dulu, tidak usah terburu-buru,” kata Papah. “Tapi, aku harus nunggu sampai kapan?”tanyaku dengan sedih. “Sabar aja, nanti kamu juga tahu,“ hibur Papah. Beberapa tahun berlalu, aku selalu mengikuti nasihat Papah. Aku mulai terus belajar mengasah minat dan kemampuanku, meski sejujurnya, aku belum begitu tahu citacitaku. Aku akan terus berusaha untuk mencari tahu, seperti kata Papah. Selagi ada waktu, aku akan memikirkannya.
61 “ CITA – CITA “ Oleh : Dalilah Khanza (6A) Hanya sebuah kata yang dapat merubah seseorang, menurut kamus besar Bahasa Indonesia cita – cita artinya keinginan yang selalu ada di dalam pikiran, tapi suatu keinginan harus di sertakan dengan usaha dan doa agar “ cita – cita “ dapat di wujudkan tidak hanya sekedar ada dalam pikiran. Dan pada akhirnya banyak cita – cita yang di dapat tidak sesuai harapan, banyak juga yang kurang beruntung dalam mewujudkan cita – cita, bisa karena keadaan atau kurang dukungan. Seperti yang sudah – sudah banyak cita – cita yang berubah seiring berjalanya waktu, banyak juga yang menyerah untuk mewujudkan cita – cita, waktu kecil banyak yang bertanya apa cita – cita nya dan menjawab sesuai yang terlihat saja, dokter atau polisi atau petugas pemadam kebakaran atau guru. Aku jelas tidak ingin seperti ibuku yang menjadi petugas Kesehatan walaupun setelah aku tanya ternyata itu bukan cita - citanya, begitu di tanya dengan mantap aku menjawab cita – cita ku adalah menjadi guru. Kenapa aku pilih guru, bukan hanya sekedar pekerjaan mulia aku senang melihat guru – guru mengajar, mungkin saat ini pekerjaan itulah yang menurut ku paling baik yang ku pilih entah nanti akan berubah lagi atau semoga aku istiqomah akan menjadi guru nantinya, alasan berikutnya karena berbanding terbalik dengan ibu ku yang hampir menghabiskan seluruh waktunya di suatu tempat yang di sebut Rumah Sakit dan terlihat lelah setelah sampai di Rumah. Aku belum membayangkan akan menjadi guru apa nantinya ku serahkan pada waktu tugasku hanya berusaha untuk mewujudkan keinginan ku.
62 CITA-CITAKU MENJADI SEORANG GURU Assalammu’alaikum WR. WB Haii.. Nama ku KISSYA AZAHRA ROSADI umur ku 12th loh sekarang aku murid kelas 6 A di SDN DEPOK BARU 2. Aku ingin menceritakan tentang cita-cita ku setelah dewasa nanti, Aku ingin menjadi seorang guru.ini adalah cerita ku asal mula nya kenapa aku ingin menjadi seorang guru. Sebenarnya aku punya banyak cita-cita Sih tetapi aku sangat ingin sekali menjadi seorang guru, Karena menjadi seorang guru adalah impian ku dari aku kecil. Pertama kali aku melihat guru ku mengajar dengan sangat sabar,baik tanpa mengenal lelah Mengajar semua anak murid nya dan terus mendidik semua siswa siswinya, aku langsung bermimpi bisa menjadi seorang guru, Karena menjadi seorang guru adalah pekerjaan yang sangat mulia seperti para guru-guru ku Aku bartekad dan harus terus belajar agar nilai ku bagus dan bisa menjadi guru aamiin. aku terus bersekolah dan belajar dengan giat aku terus berdoa agar aku bisa terus mempunyai nilai yang bagus dan bisa menjadi guru seperti para guru-guru ku yang sampai sekarang masih terus mengajari ku tentang banyak pelajaran yang belum aku ketahui itulah mengapa aku ingin menjadi seorang guru. Ini lah cita-cita ku semoga ketika dewasa nanti aku bisa mewujudkan cita-citaku menjadi seorang guru agar Aku bisa mendidik generasi bangsa menjadi anak-anak yang cerdas dan pintar seperti para Guru-guru yang ku sayangi aamiin..Terimakasih karna telah membaca cerita pendek ku. Wassalammualaikum.Wr.Wb.
63 CITA – CITAKU Karya Fahmi Sendika Aku memang anak yang malas, aku juga anak yang tidak pandai, tetapi aku mempunyai keinginsn dan harapan yaitu membahagiakan ayah dan bunda Bunda adalah wanita yang tegar, beliau sudah lelah mengurus aku, kakakku, dan ayahku, bunda juga mencari uang untuk biaya kehidupan kami. Terima kasih bunda sudah menjadi bunda yang kuat yang sabar dan selalu semangat Ayah adalah lelaki yang kuat, walau saat ini ayah sedang sakit, Tetapi tetap semangat untuk sembuh. Kadang ayah sedih karena merasa tidak mampu menjadi bapak rumah tangga. tetapi kami tetap bangga karena selalu ada buat kami. Dan tetap semangat buat kami . terima kasih ayah, selalu semngat ya … Bunda, ayah mohon doakan selalu aku untuk menjadi anak yang sukses dimasa depanku agar aku bisa membahagiakan kalian, dan aku akan selalu berusaha dan rajin belajar agar menjadi yang terbaik, hingga bunda dan ayah bangga kepadaku Sehat selalu buat bunda dan ayah, dipanjangkan umurnya agar bisa menemani ku hingga dewasa nanti
64 CITA-CITAKU Oleh : Almaziza Adelia Saya ber cita-cita ingin menjadi pramugari yang memiliki sosok sikap yang ramah, baik, murah senyum berseragam rapi selalu ramah ke pada penumpang pesawat memberi pelayanan terbaik bagi mereka. Cita-citaku ingin menjadi pramugari Setiap hari terbang menembus awan mengelilingi dunia. Berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain nya dalam waktu yang singkat Cita citaku ingin menjadi pramugari Aku akan meraih ny dengan belajar giat rajin membaca buku selalu berdoa dan mohon doa restu ayah dan ibu Cita citaku ingin menjadi pramugari Dan tujuan aku ingin menjadi pramugari untuk membanggakan ke dua orang tua ku dan membahagiakan nya. Cita citaku yang harus d raih untuk masa depan. Dan harus semangat banyak berdoa
65 HADIAH TERINDAH Oleh: Athifa Aku Athifa Rahmagita yang biasa dipanggil Athifa oleh teman-temanku. Usiaku 12 tahun. Aku anak kedua yang akan segera memiliki seorang adik lagi. Bisa dibilang, anak bungsu tidak jadi. Sekarang aku duduk dibangku kelas 6 SD di SDN Depok Baru 2 dan sebentar lagi akan memasuki tingkat pendidikan yang lebih tinggi lagi yaitu SMP. Anak pertama di keluargaku tentunya kakakku yang tahun ini akan lulus SMA dan memasuki dunia perkuliahan di universitas impiannya yaitu Universitas Indonesia dengan jurusan S1 Matematika yang masih belum tentu akan terwujud karena baru mendaftar UTBK. Asing untukku, apa itu UTBK? Aku juga baru memahami tentang UTBK. Kata kakaku, UTBK yaitu singkatan dari Ujian Test Berbasis Komputer yang dilaksanakan oleh Universitas Negeri di Indonesia untuk menyeleksi calon mahasiswanya. Tidak jauh berbeda dengan ketika kita mendaftar di SD, SMP, dan SMA, ada seleksinya juga. Tapi, ujian seleksi ini cukup sulit dikerjakan dan harus mendapat nilai atau skor di atas 600. Kakakku orang pertama di keluarga besar ibu dan ayahku yang mendaftar kuliah. Di keluarga kami, jenjang pendidikan setelah SMA terkadang dianggap kurang penting. Tidak sedikit dari mereka yang mengatakan bahwa “Kuliah itu hanya membuang waktu, lebih baik bekerja yang sudah tentu mendapat penghasilan. Mendapatkan pekerjaan juga tetap karena takdir, tidak memandang dia kuliah atau tidak”. Di tengah pikiran-pikiran itu, keluarga kecilku mempunyai pikiran yang berbeda. Aku dan kakakku mempunyai keinginan untuk merubah jalan hidupku dan keluarga kecilku. Kami ingin mempunyai pendidikan lebih tinggi sebagai bekal hidup kami di masa depan. Akan tetapi, bukan berarti mereka merendahkan lulusan kuliah. Mereka hanya terbawa oleh pikiran turun temurun dari keluarganya. Pendidikan menurut mereka juga penting, bahkan beberapa dari mereka bisa menyelesaikan pendidikannya sampai tingkat SMA/SMK. Perbedaan pikiran kami dan keluarga besar kami mungkin alasannya karena pendidikan yang kami tempuh berbeda, mereka menjalani pendidikan di SMK yang pada dasarnya langsung dijuruskan untuk bekerja, sedangkan keluarga kecilku menjalani pendidikan di SMA yang kebanyakan disalurkan untuk melanjutkan pendidikan ke perkuliahan.
66 Di tengah perbedaan pikiran ini, aku mempunyai keinginan tersendiri sebagai generasi muda. Sebagai generasi muda pasti mempunyai impian dalam hidup yang biasa kita sebut sebagai “cita-cita”. Tentunya cita-cita yang aku impikan harus berguna bagi negara dan hidupku serta keluargaku. Setiap warga negara dan sebagai seorang anak pasti ingin memberikan sesuatu yang berharga pada negaranya sebagai bukti abdi dan juga menjadi anak yang berguna bagi keluarganya. Menurut kalian, hadiah terindah apakah yang bisa kita tawarkan pada negara selain mengajar anak muda dan menyiapkan generasi muda yang cerdas dan berkualitas? Tentunya banyak profesi yang bisa kita pilih untuk suatu saat nanti kita jalani. Banyak juga profesi yang lebih dekat untuk mengabdi pada negaranya. Tetapi, citacita yang aku inginkan yaitu menjadi seorang guru. Menurutku, profesi guru sangat berguna bagi negara dan tidak akan pernah hilang sampai dunia ini hancur. Guru adalah seseorang yang memengaruhi keabadian serta tidak pernah bisa mengungkapkan di mana pengaruhnya berhenti. Salah satu alasanku ingin menjadi seorang guru yaitu guru-guru di sekolahku. Mereka menjadi salah satu sumber inspirasiku dalam menentukan cita-cita. Aku tidak merasa diriku lebih baik dari orang lain. Tapi aku selalu berusaha menjadi orang baik. Karena itu, aku mempunyai keinginan menjadi guru yang bisa mengajarkan anak untuk membedakan mana hal yang baik dan mana hal yang buruk bagi hidupnya. Memang tidak harus menjadi guru untuk membantu generasi muda memahami dan mengetahui apapun yang sebelumnya belum mereka ketahui dan pahami. Tetapi dengan menjadi seorang guru, aku bisa lebih dekat dengan mereka untuk mengajarkan hal tersebut. Aku ingin menjadikan generasi muda di masa yang akan datang menjadi generasi yang cerdas dalam tutur kata dan dalam menjalani kehidupannya. Aku ingin mereka mempunyai pikiran yang terbuka terhadap permasalahan, dan mempunyai rasa peduli yang tinggi terhadap orang lain terutama negaranya. Dengan keinginan aku menjadi seorang guru. Tidak mudah menempuh jalan untuk bisa menjadi seorang guru yang berkualitas Tentunya sangat banyak yang harus aku usahakan dan harus aku lewati. Aku harus lebih giat belajar, karena untuk menjadi seorang guru yang baik membutuhkan ilmu dan wawasan yang luas. Aku harus menempuh pendidikan tinggi untuk bisa menjadi guru. Aku harus menyiapkan segalanya.
67 Aku ingin ketika aku berhasil mencapai cita-citaku, orang tuaku bisa menyaksikan kesuksesan anak mereka. Aku ingin mereka merasa bangga padaku. Aku juga ingin menunjukkan pada mereka yang merendahkan pendidikan bahwa kuliah itu tidak membuang-buang waktu. Aku ingin memberikan hadiah terindahku kepada diriku sendiri dan juga keluargaku.
68 Mulai Dari Sekarang Oleh: Mikayla *6B Hari ini adalah hari kelulusan seorang gadis berusia 17 tahun dari SMA Nusa Raya. Sasha Yudistira, terpilih menjadi lulusan terbaik di SMA Nusa Raya. Saat acara mulai selesai, empat sekawan berkumpul. “Gak kaget, sih, Sasha jadi lulusan terbaik. Orang ambis kayak dia ketos pun enggak bisa ngalahin.” Ucap gadis berkebaya kuning bernama Nala, salah satu teman paling dekat Sasha. “Kuyakin kalian juga enggak kaget kalau nanti aku ambil swasta.” Jinan Si Atlet berkebaya merah mendapat nilai yang bisa dibilang cukup lebih rendah daripada teman-teman lainnya. Bagaimana tidak? Akhir-akhir ini Jinan sibuk lomba kesana-kemari sehingga ia banyak tertinggal pelajaran. “Padahal waktu itu aku udah ajarin kamu, lho, Nan. Tapi enggak kenapakenapa, mungkin jadi atlet memang jalan kamu.” Ucap Sasha berusaha se-positif mungkin, seperti kebaya putih yang dipakainya sekarang. Menjadi atlet memang impian Jinan sejak kecil dahulu, Jinan adalah orang ter-gigih dalam mengejar citacitanya bagi Sasha. “Jinan kalau dikasihnya materi emang susah banget ngerti. Tapi coba kalau di pelajaran olahraga, Jinan pasti jadi Si Paling Ahli.” giliran yang berkebaya pink berbicara, di samping dada-nya terdapat bros bertuliskan Rahela K. Sekarang mereka berempat tertawa cekikikan sambil mengingat-ingat masa SMA yang indah bagi mereka. “Di mana mau kuliah?” Rahela membuka topik baru, membuat perhatian kawankawannya tertuju padanya. “Galau banget, nih. Antara Universitas Karya Kanvas atau ambil kuliah di luar negeri aja.” Kata Nala dengan wajah yang sepertinya ingin diberi saran. “Luar negeri itu maksudnya di mana? Kata aku sih di UKK aja, siapa tau disana kamu bisa lebih berkembang dalam melukis.” Bisa dibilang Rahela adalah orang paling dewasa dalam pertemanan mereka. Rahela adalah tipe orang yang terbuka akan apa yang ia pikirkan. Sekarang, teman temannya memangut setuju akan apa yang dikatakan Rahela. “Aku niatnya pingin di Universitas Dwi Bangsa. Tapi enggak tau dibolehin apa enggak.” Mendengar Sasha berbicara seperti itu membuat ketiga kawannya melihatnya dengan ekspresi heran. Menurut mereka, sangat disayangkan orang seperti Sasha tidak melanjutkan pendidikannya. Jinan menyenggol bahu Sasha. “Yang bener aja.” Katanya. Sasha hanya membalas dengan tawaan jaim sembari berpikir, bagaimana ia tidak diperbolehkan melanjutkan sekolahnya? Untuk apa sekolah tinggi?
69 Setelah acara selesai dan Sasha sampai di rumahnya, akhirnya ia memberanikan diri untuk mengatakan bahwa sebenarnya Sasha akan melanjutkan sekolahnya menjadi seorang mahasiswa. Mungkin bagi beberapa orang hal seperti ini adalah hal sepele, tapi tidak bagi Sasha. Malam itu, Sasha menghampiri kedua orang tuanya di ruang keluarga. Sasha menghela napas panjang. “Ma, Pa, Sasha kuliah ya?” akhirnya kalimat tersebut keluar dari mulutnya. Sasha sudah ingin menanyakan tentang hal ini dari lama, namun sulit baginya untuk mengatakan. Sejenak, kedua orang tua nya berpandangan, lalu memandang Sasha dengan muka heran dan tatapan tajam dalam waktu bersamaan. “Kamu pingin ngapain, Sa? Sekarang itu perkejaan gampang didapatkan. Walaupun kamu bukan lulusan S1 atau S2 pun, kamu sudah dapat bekerja.” Sekarang, Sasha seperti berada di ruang penghakiman. Suasananya mencekam. “Lagian mau ngapain, sih? Perempuan itu gak usah sekolah tinggi-tinggi. Toh, ujungujungnya di dapur. Percuma.” Mendengar kalimat itu keluar dari mulut ayahnya sendiri, Sasha memanas. Jantungnya berdegup kencang, matanya terasa sedikit berair, ia marah. “Maksud papah apa, sih? Pah, aku sama sekali enggak setuju apa yang papah katakan barusan. Apa menurut papah orang seperti aku akan hanya menjadi ‘Orang Dapur’? Pah, aku masih pingin kembangin diriku. Aku pingin jadi dokter.” Emosinya meluap, Sasha benar benar marah. Untuk pertama kalinya, orang tua Sasha mengetahui apa yang dikejar Sasha. Papah Sasha tertawa cengengesan, membuat Sasha merasa diinjak, air mata nya menetes penuh dengan kesedihan dan amarah. “Nak, cari aja suami dokter. Memang kalau kamu kuliah menjamin kamu dapat menjadi dokter?” Mamah Sasha mulai iba, namun tetap pada pendiriannya. “Kenapa, sih? Aku yang pingin jadi dokter, bukan pingin suami dokter. Kalian benerbener enggak ngerti aku ya. Tolong sekali ini aja.” Sasha tidak menyangka dirinya akan menjadi se-emosional ini. “Kubur aja cita-cita mu yang nyeleneh itu. Perempuan itu kerjanya di rumah. Mau di bilang apa kamu kalau nanti jadi dokter? Bukannya ngurusin anak dan suami malah ngurusin orang lain. Dimana-mana setinggi apapun ilmu kamu, kamu itu perempuan.” Papah Sasha berhasil menyakiti hati anak tunggalnya sendiri. Sasha benar-benar frustasi dan hancur. Ia berlari ke kamarnya, mendengar Papahnya masih bisa tertawa. Bahkan, samar terdengar Papahnya berkata “Sejak kapan, sih, anak kamu jadi konyol gitu, Mah.” Sasha hancur. —
70 Cita-cita Kuliah dan menjadi dokter adalah cita-cita Sasha sejak kecil yang tidak diketahui bahkan didukung kedua orang-tuanya. Kejadian yang baru terjadi beberapa menit lalu membuat Sasha mengeluarkan air mata yang sangat deras. Apa betul perempuan sebaiknya di rumah? Bagaimana dengan impianku yang diidam-idamkan sejak kecil? Mengapa sesusah ini? Apakah aku masih hidup di masa kolonial? Apa konyolnya berkuliah dan bercita-cita untuk perempuan? Itulah yang sedari tadi berputar putar mengelilingi kepala Sasha. Ia benar-benar bingung apa yang harus ia lakukan sekarang. Sebenarnya halangan untuk kuliah Sasha bukanlah masalah ekonomi maupun akademiknya, namun masalahnya terdapat pada orang tua nya sendiri. Dulu, ia berpikir saat ia besar namanya akan berubah menjadi ‘Rs. Dr. Sasha Yudistira’ atau ‘Dr. Dr. Sasha Yudistira’. Namun sepertinya namanya akan tetap menjadi Sasha Yudistira. Dulu, ia berpikir bahwa saat besar nanti ia akan membantu banyak orang. Namun sepertinya ia akan hanya bekerja di rumah. Dulu, ia berpikir bahwa saat besar nanti ia akan menjadi dokter. Namun sepertinya ia akan menjadi seorang IRT. Sasha berpikir, akankah mimpinya dikubur? Akankah mimpinya hanya akan menjadi mimpi, bukan kenyataan? Akankah ia hanya terus bermimpi? Akankah semuanya selesai? — Ibu dan Anak Sasha terbangun, ia mendengar ketukan pintu dari luar. “Siapa? Kenapa? Kalau mamah sama papah masih membahas soal tadi enggak usah masuk. Aku mau sendiri dulu.” Sasha berusaha sesopan mungkin walau ia masih merasa sangat kecewa. Ketukan pintu masih berlanjut. “Sasha, sayang. Mamah boleh masuk? Makan dulu, yuk!” Ternyata yang diluar sana adalah salah satu orang tua yang tadinya iba. “Iya, pintunya enggak dikunci.” Sasha pasrah, terserah lah apa yang akan dikatakan Mamahnya nanti, ia sudah lelah. Tak lama pintu terbuka perlahan, menampakkan seorang wanita dengan rambut dicepol membawa nampan berisi sebuah makanan serta minuman, ia menaruhnya di meja yang berada di samping kasur Sasha. Wanita itu mengulurkan tangannya untuk mengelus rambut halus Sasha.“Sasha, maafin Mamah tadi ya, sayang. Kamu beneran mau kuliah?” suara halus terdengar nyaring di kuping Sasha, baginya mungkin ini
71 adalah peluang untuk memohon pada seorang wanita yang penuh iba. Sasha menangis manja. “Mah, kuliah dan selanjutnya menjadi dokter itu cita-citaku. Kalau ini masalah ekonomi, aku udah nabung sendiri walau aku tau kita cukup mampu. Dan kalau ini masalah akademik, Mamah tau, kan, aku jadi lulusan terbaik. Mamah tau, kan, Sasha selalu belajar sungguh sungguh setiap malam. Mamah tau kan Sasha selalu serius dan selalu milih kelas IPA? Karena aku mau jadi dokter, Mah. Tanpa pengetahuan kalian aku sudah berusaha sendiri. Kalau kalian masih enggak setuju aku buntu banget. Selama ini aku hidup dan semangat belajar hanya untuk cita-citaku itu. Mamah tadi bilang kalau aku bisa kerja tanpa kuliah kan? Memang bisa, Mah. Tapi bukan sebagai dokter. Mah, sekarang orang itu ngandelin viral. Aku mau nya viral karena prestasiku dan akademikku, bukan cuman embel-embel jadi viral. Please, Mah.” Segalanya sudah keluar sekarang. Sasha benar-benar memohon. Ia berhasil mengambil hati Mamahnya sampai beliau ikut sedikit meneteskan air mata. “Apa kamu tau, sayang? Dulu Mamah juga seorang pemimpi seperti kamu. Mamah benar-benar bekerja keras untuk dapat mimpi Mamah itu. Namun orang tua Mamah pun berpegangan teguh pada prinsip ‘Perempuan Kerjanya di Rumah’, Mamah sangat benci prinsip itu. Tapi usaha memang tak pernah mengkhianati hasil. Mamah kerja untuk kuliah. Mamah mengumpulkan uang agar bisa kuliah diam-diam. Dan saat ketahuan pun akhirnya orang tua Mamah menerima. Mamah paham apa yang kamu rasakan. Kita bujuk Papah pelan-pelan, ya.” Sekarang ibu dan anak itu merasakan hangat dari pelukan satu sama lain. Like mother, like daughter. — Meyakinkan Sekarang keluarga Yudistira mengadakan ‘rapat’ lagi di ruang keluarga. Pak Yudistira terlihat sudah tak tertarik. “Mah, anak ini, tuh, otaknya belajar terus. Makanya jadi gini. Gila belajar dia, tuh.” Suara Pak Yudistira alias Papah Sasha menggelegar karena nadanya meninggi. Bu Yudistira hanya bisa menghela napas sebelum benar benar berbicara kepada suaminya. “Pah, dari kecil Sasha itu ikut mau kita terus. Sekalisekali kita ikuti kemauan Sasha, ya? Saya yakin Sasha bisa.” Bu Yudistira memang juaranya dalam membujuk, suaminya terlihat berpikir saat ini. “Pah, aku mohon. Apa Papah tau kenapa aku sangat ‘Gila Belajar’? Karena aku mengejar mimpi aku agar menjadi kenyataan, Pah. Aku mohon Papah mengiyakan kali ini.” Ucap Sasha penuh harapan. Pak Yudistira sepertinya mulai mengerti, ia
72 mengangguk. “Oke. Tapi kamu harus benar-benar membuktikan segala usaha kamu. Kali ini Papah biarkan kamu membuat jalan sendiri.” Akhirnya Ya Tuhan! Abhipraya Tahukah kalian apa itu ‘Abhipraya’? Seperti yang dijudul saat ini. Abhipraya ber-arti ‘Impian’ dalam bahasa sansekerta. Impian tanpa usaha adalah omong kosong. Sasha berhasil masuk Universitas Dwi Bangsa dengan jurusan kedokteran. Ia berniat akan melanjutkan kuliahnya sampai S3, ia akan berusaha sebisa mungkin mendapatkan gelar yang ia impilan sejak kecil itu. Ia akan membuktikan dirinya serta keluarganya bahwa ia akan benar-benar menjadi dokter seperti apa yang dikatakannya. Baginya, Brains before Boys. Singkat cerita walau Sasha baru menyelesaikan S2nya, ia mulai melakukan praktik dokter. Sedikit lagi! Batinnya sangat bersemangat. Tak lama lagi ‘mimpinya’ akan menjadi kenyataan dan bukan sekedar mimpi. Moral of The Story Teman-teman, cerita barusan adalah cerita yang mungkin cukup berat, ya, haha. Apa yang dapat kalian dapat pelajari dalam cerita ini? Aku sudah menaruh beberapa pesan agar diresapi, lho. Intinya, apa yang kita impikan itu harus dibarengi dengan usaha. Tak mungkin apa yang kita inginkan langsung kita dapatkan. Semua orang hebat itu punya usaha dibaliknya. Jadi, terus berusaha ya untuk cita-cita kalian! Usaha itu tak pernah mengkhianati hasil, percaya padaku. Dan, masalah gender. Aku sama sekali tidak setuju perempuan tak harus sekolah tinggi, dan perempuan ujung ujungnya akan di dapur. Kita para perempuan dapat menjadi apapun yang kita mau! Asal ada usaha pasti bisa. Jangan berpikir negatif terlebih dahulu. Perempuan dapat menjadi boss, tentara, polisi, hakim, dan apapun itu! Tunjukkan pada dunia kalian bisa! Ngomong-ngomong, apa cita-cita kalian?
73 ★CITA-CITA ★ Elisabeth*6B Di kota Surabaya ada anak yang bernama Lia.Lia tinggal dirumah bersama ibunya, sedangkan ayah Lia sudah lama meninggal.Ibu Lia adalah seorang Karyawan di suatu perusahaan dan selalu pulang malam hari Pelajaran Hari ini adalah tentang profesi,Lalu ibu guru bertanya kepada murid² "Anak² apa cita-cita kalian kalau sudah besar?" Semua anak menjawab secara bergantian,ada yang ingin jadi Polisi, Dokter,TNI, CEO,DLL Disaat Lia ditanya,Lia menjawab "Aku ingin Menjadi Penyanyi!" Lalu Ibu guru bilang,wahh hebat sekali kamu. Setelah pelajaran terakhir,bel sekolah berbunyi yang mengartikan tandanya pulang sekolah, murid² merapikan bukunya dan berdoa pulang. Saat perjalanan pulang Lia mampir ke Toko Buku lalu meliah buku yang berjudul "Tips Bernyanyi dengan Baik" Lia pun membeli Buku itu dengan uang jajan yang selama ini dia tabung. Dirumah,Lia terus membaca buku itu dengan tekun,Tidak lupa ia mengerjakan PR yang diberikan Ibu Guru.Tiba² Ibu Asri (Ibu Dari Lia) pulang,Lia pun Memberi sambutan hangat bagi ibunya. Saat ibunya sedang santai, Lia bertanya "Ibu, apakah ibu punya saran agar aku bisa menyanyi dengan baik?" Ibu Asri pun bertanya "Kalo itu tanya sama teman mama saja,dia sering bernyanyi di berbagai Acara,besok kan libur,kamu mau gak ketemu teman mama? Jawab Lia "Yaudah deh" Hari Ini <<Hari Sabtu>> Liaa! kamu udah siap berangkat? Iya Mah! saat dirumah Teman mama (Ibu Nina)
74 Setelah mendengar penjelasan ibu Asri,Ibu Nina berkata kepada Lia "Kalo kamu mau pandai nyanyi kamu harus Lari Pagi setiap Hari karena itulah cara melatih pernafasan kamu yang kedua,kamu harus sering² nyanyi didepan umum Biar tidak jadi pemalu" kata Lia "ohh gitu caranya" Tiba² ibu Asri bertanya"Lia,kamu mau gak ikut lomba nyanyi waktu 17 Agustus Minggu depan? kalo mau nanti ibu daftarin" jawab Lia"Yaudah deh aku coba" Mulai hari Minggu,Lia terus belajar agar nanti bisa nyanyi dengan merdu dan selalu Sempatkan waktu pergi ke rumah Ibu Nina untuk Latihan 17 Agustus pun Tiba,Lia sudah siap untuk mengikuti Lomba saat giliran Lia, awalnya Lia takut tapi akhirnya bisa menyanyi dengan baik. Hasil lomba diumumkan,Tidak disangka rupanya lia menang Juara 1 Lia sangat senang Mulai dari hari itu Lia mulai berani menyanyi di berbagai acara,Lia pun dijuluki sebagai Penyanyi Cilik NASIHAT Semua Cita² harus dicapai dengan kerja keras dan semua kerja keras pasti memiliki buah yang baik tergantung bagaimana cara kita melakukan hal tersebut
75 ARSITEKTUR YANG HANDAL Oleh : Feby Putri .A*6C Hai perkenalkan kan aku Feby putri Abdullah ,biasa dipanggil Feby .Aku anak pertama dari dua bersaudara, aku berusia 12 tahun sedangkan adik ku berusia 6 tahun.Sebelumnya akutinggal di jalan raya cagar alam .sekarang aku tinggal di jalan raya Cipayung GG.mushallaataqwa . Saat ini aku duduk di bangku kelas 6 SD di SDN Depok Baru 2, dan sebentar lagi aku akan naik ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi yaitu sekolah menengahpertama (SMP). Kali ini aku akan bercerita tentang cita-citaku. Setiap orang pasti memiliki harapan atau impian yang ingin dicapai dalam hidupnya. Aku pun mempunyai citacita ingin menjadi Arsitektur. Mungkin kalian sudah tahu apa cita cita kalian saat besar nanti Sekarang aku ingin menjelaskan sedikit tentang cita citaku yaitu arsitektur . Arsitektur memiliki arti "seni ilmu dan merancang serta membuat konstruksi bangunan". Arsitektur bekerja untuk merencanakan , merancang dan membangun sebuah bangunan dengan teliti serta konstruksi bangunan yang kokoh demi keselamatan dan keamanan kita semua.Menjadi arsitektur tidaklah mudah selain harus teliti dalam merancang bangunan,seorang arsitektur jugaharus memiliki keterampilan di bidang seni,keindahan dan juga desain,tidak hanya keterampilan,menjadi arsitektur juga harus peduli terhadap lingkungan sosial terutama jika ingin membangun sebuah bangunan, arsitektur harus memperhatikan kondisi lingkungan sekitarnya.Aku ingin sekali menjadi arsitektur yang terbaik untuk tanah airku dan juga dikenal oleh mancanegara ,agar aku bisa mengharumkan nama baik bangsa ku indonesia . Selain itu menjadi arsitektur juga merupakan profesi yang menyediakan peluang pekerjaan untuk masyarakat.Dan juga pendapatan yang lumayan tinggi .Jika aku menjadi arsitektur aku bisa membangun sebuah bangunan yang sesuai dengan keinginanku .Walaupun memang masih jarang arsitektur wanita di Indonesi ,tetapi aku harus yakin bahwa aku pasti bisa . Untuk menjadi seorang arsitektur aku harus mempelajari beberapa ilmu pelajaran selain ilmu seni keterampilan menggambar ,aku juga harus mempelajari ilmu matematika .Selain itumenjadi arsitektur juga harus bisa berkomunikasi dengan baik.
76 Langkah langkah yang bisa kulakukan sebelum menjadi arsitektur yang pertama aku harus memiliki pendidikan yang tinggi, yang kedua aku harus memiliki keterampilan - keterampilan dalam seni dan juga desain, yang ketiga aku harus memiliki ide ide yang cemerlang serta kreativitas untuk mengembangkan kemampuan ku di bidang arsitektur, keempat aku juga harus berdoa dan yakin terhadap tujuancita cita ku dimasa depan agar aku bisa membanggakan kedua orang tua ku. Orang tua ku selalu mendukung cita cita ku untuk menjadi seorang arsitektur ,orang tua ku juga selalu meyakinkan ku bahwa aku pasti bisa menggapai cita citaku ,walaupun banyak rintangan yang harus dihadapi tetapi demi menggapai cita citaku aku harus tetap semangat. Aku dan orang tua ku tidak pernah menyepelekan tentang cita citaku ,orang tua ku selalu bekerjakeras demi kebahagiaan aku dan adik ku. Maka dari itu aku ingin membalas kebaikan keduaorang tua ku dengan cara ia melihat kesuksesan ku kelak . Aku berusaha untuk menjadi yang terbaik , untuk keluargaku dan juga negara ku. Untuk menjadi yang terbaik kita tidak perlu mengejek ,dan merendahkan orang lain, kita hanya harus saling menghargai dan menghormati serta selalu berusaha .Karena tidak ada hasil yang paling indah melainkan hasil perjuangankitasendiri. Di sekolah aku selalu belajar untuk menghargai setiap perbedaan , entah itu perbedaan ras,suku, maupun cita cita ,di sekolah aku memiliki banyak teman yang tentunya memiliki beragam cita cita, membuat ku terinsipirasi menjadi seorang arsitektur .Walaupun kami memiliki perbedaan cita cita, tetapi kami selalu bersama sama. Awalnya aku selalu bingung apakah citacitaku. Aku selalu berfikir tentang cita citaku ,dan sekarang aku sudah menemukan apa cita-citaku ,karena aku suka sekali menggambar dan membuat denah atau rancangan rumah ,akuberfikir untuk menjadi seorang arsitektur. Tentunya kalian sudah tau bahwa pekerjaan dari arsitektur adalah ,mendesain dan membangun sebuah bangunan,tetapi itu tidaklah mudah ,karena jika kita membangun sebuahbangunan tanpa rancangan dan fondasi yang kokoh bangunan tersebut akan gampanguntukrubuh/ ambruk .Untuk membuat bangunan yang kokoh kita harus membuat fondasi ,membuat tiang tiang ,membuat dindingnya ,dan juga atap .Kehebatan lain yang dimiliki seorang arsitektur bukan itu saja ,melainkan seorang arsitektur dapat menghasilkan sebuah bangunan dengandesain unik dan inovasinya. Aku sebagai pelajar tentunya tidak mau bermalas malasan untuk hal hal yang tidak berguna ,seperti bermain main dan tidak serius dalam belajar ,aku memanfaatkan
77 waktuluangku sekarang untuk belajar , berkreativitas dan berinovasi untuk masa depan ku ,untuk kebahagiaan keluarga ku dan untuk kemajuan negeri ku
78 CITA-CITAKU MENJADI KREATOR DAKWAH Oleh : Putra Haidar *6 C Cita-citaku adalah menjadi kreator dakwah. Aku memang bukan seorang ustadz, ahli agama ataupun santri dari pesantren terbaik. Aku juga bukan orang yang mulia, tetapi aku hanya ingin menjadi lebih baik dengan cara menyebarkan dakwah. Kreator dakwah adalah orang yang menyebarkan dakwah melalui media sosial dengan tulisan singkat namun sangat bermanfaat bagi semua orang termasuk orang yang membuatnya juga. Hal ini karena menjadi kretaor dakwah adakan mendapatkan pahala jariyah dari Allah SWT. Mengapa harus menyebar dakwah melalui media sosial, sebab anak muda zaman sekarang lebih sering berada di depan media sosial daripada ditempat ibadah. Aku ingin menjadi creator dakwah karena caranya yang mudah dan praktis. Aku menyebarkan dakwah bukan berarti mengharapkan pahala ataupun surga melainkan karena perintah ALLAH SWT semata. Rasulullah bersabda “ Barang siapa yang menunjukki kebaikan maka dia akan mendapat pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya” (HR.Muslim). Mungkin bagi orang lain cita-citaku ini tidak ada gunanya tapi bagiku cita-citaku ini berguna untuk hidupku di akhirat nanti. Jadi jika suatu saat di akhirat nanti aku masuk neraka, maka setidaknya ada orang atau temanku yang mengatakan aku pernah menyebarkan kebaikan kepada orang lain. Aku ingin membahagiakan kedua orang tuaku dengan menjadi anak yang sholeh, rajin ibadah, rajin mengaji, dan bisa membawa kedua orang tuaku ke surga Allah.. Aamiin Ya Robbal’alamin 'Inna sholati wanusuki wamahyaya wamamati lillahi robbil alamin' ( Sesungguhnya doaku, ibadahku, hidup dan matiku hanya untuk Tuhan Semesta Alam ). Seseorang dapat dikatakan taat dan beriman apabila ia mempunyai niat dalam melakukan tindakan semata-mata karena Allah.
79 REY DAN MESIN WAKTU Oleh: Alnaira Ziya Nazafarin*5A Hai namaku Rey, aku berumur 18 tahun. Sejak kematian Ibuku sekitar 8 tahun yang lalu, kini aku tinggal di Jakarta bersama nenekku, sedangkan ayahku sudah 7 tahun melanjutkan sekolah hingga menjadi profesor di Jepang. Hanya setahun sekali ayahku pulang ke Indonesia, tapi pernah juga beberapa kali aku yang mengunjungi ayah ke Jepang. Walau berjauhan tapi aku bisa merasakan betapa ayah sangat sayang dan perhatian padaku. Masih teringat jelas bagaimana kita begitu terpukul akan kepergian Ibu. Ibu meninggal ketika melahirkan adikku, hanya berselang seminggu adikku pun menyusul ibu ke Surga. Betul kata pepatah dibalik kedukaan tersimpan kebahagiaan. Beberapa bulan kepergian Ibuku ayahku mendapat telepon dari dosennya karena mendapatkan beasiswa S3 ke Jepang. Berat rasanya ayahku meninggalkanku disini, tapi aku ihlaskan karena ayah berjanji padaku akan mengejar cita-cita yang almarhum Ibuku inginkan. Siang itu di bulan November,tepat ulang tahunku yg ke 18. Tiba-tiba terdengar suara dari luar rumah. "Rey...Ayah pulang Nak!, "Ayaaahhhh".....(sambil memeluk erat) "Masuklah ke dalam mobil, perhatikan ada apa didalamnya" Ayah membawa sebuah mobil yang tidak biasa, di dalam mobil itu banyak sekali tombol dan kabel. "Apa ini Ayah" Kuperhatikan sekililing interior mobil dengan terkesima. Ini merupakan proyek eksperimennya di Jepang. aku tidak diberi tahu secara jelas apa maksud dari mobil canggih ini sampai tunggu hingga jam 12 malam nanti. Jam 12 tiba. Ayahku berpesan untuk aku mengenakan baju musim dingin. Dengan mantel tebal akupun masuk ke dalam mobil bersama ayah. Dengan remot kontrol ayahku mengendalikan mobil itu, ayahku segera menjalankan mobil. Mobil itu
80 melaju dengan cepat ke arah terowongan panjang dan hitam, tepat pada kecepatan 88 mph mobil itu menghilang, ayah ku mengirim mobil itu ke masa lalu. hanya berselang 5 menit aku sudah sampai di suatu tempat yang seumur hidupku belum melihatnya. Aku melihat fenomena alam aurora yang menghasilkan sinar kombinasi warna kuning, pink, merah, biru, ungu dan hijau. Meneteslah air mataku melihat tempat impian yang ingin dikunjungi Ibu semasa hidupnya. "Ibu....Rey sudah sampai di Islandia"
81 SUASANA HARI RAYA DI BUMI KARTINI Karya : Syiera Queenza Subhan Ramadhan tahun ini, aku dan keluargaku memutuskan merayakannya di kampung halaman Ayahku. Kampung ayahku terkenal dengan julukan “Kota Ukir" sering pula disebut Bumi Kartini. Kampung ayahku yaitu Kota Jepara. Salah satu kota kecil di Provinsi Jawa Tengah. Kami berangkat menuju kampung ayah satu hari sebelum Idul Fitri. Kami waktu berangkat malam hari, tepatnya sering disebut dengan " Malam Takbiran". Aku beserta keluarga berangkat dengan mengendarai mobil pribadi. Aku duduk di bangku tengah bersama kakakku. Pemandangan di tol pada malam hari sangat indah. Kelap kelip lampu tol memancar berwarna warni. Ayahku mengendarai laju mobil dengan kecepatan yang stabil sehingga desir angin tol membuat hawa kantuk ku semakin cepat. Sepanjang jalan aku dan kakak tertidur pulas. Tidak terasa kami telah tiba di kota Semarang. Perkiraan beberapa jam lagi akan tiba di kota tujuan kampung halaman ayah. Kami memutuskan beristirahat untuk sekedar makan,ke toilet dan merelaksasi tubuh. Tak lama berselang kami melanjutkan perjalanan. Setelah 2 jam, akhirnya kami tiba di Kota Jepara. Perjalanan kami ditempuh dalam waktu 7 jam. Alhamdulillah kondisi jalan ramai lancer. Saat kami tiba disana, tepat sekali sedang berlangsung Festival atau Pawai Obor Keliling. Tradisi yang menurut ayahku ada di setiap tahun pada malam takbiran. Festival itu datang dari tradisi budaya muslim Jawa yang asal usul peradabannya kental datang dari cerita sunan Kudus dan Sunan Demak. Kota Kudus dan Kota Demak letaknya berbatasan langsung dengan kampung halaman Ayahku. Sebagaimana yang kita ketahui, Kota Demak terkenal dengan sebutan Kota Wali. Dari cerita sejarah kita semua tahu bahwa kerajaan Demak adalah Kerajaan islam pertama di Pulau Jawa. Sedangkan Kota ayahku terkenal sebagai tempat kelahiran pahlawan ibu kita Kartini. Festival budaya pawai Obor keliling ini, seperti upacara atau pawai yang ada di Bali. Warga berkeliling membawa Obor dan menaiki boneka raksasa berbentuk satwa yang ada disana, seperti ular atau kerbau yang sudah dihias dan dibentuk dari kumpulan kardus bekas, lengkap dengan aksesoris dan lampu hias sembari mengumandangkan takbir.
82 Warga disana mayoritas muslim, namun di desa tempat ayahku lahir banyak klenteng, tempat ibadah warga Tionghoa.Walaupun begitu, ayah berkata toleransi dan rasa saling menghargai satu sama lain terbina dengan baik. Bahkan ketika hari raya tiba, banyak Koko dan Cici (panggilan untuk etnis Cina) ikut serta berkeliling bersalaman, dan meminta maaf sambil memberi angpao. Setelah berkeliling kampung, Ayahku mengajak kami berekreasi ke pantai yang terkenal dengan sebutan "Pantai Kartini". Disana terdapat akuarium berbentuk kurakura raksasa seperti yang ada di Sea World (Ancol) yang banyak sekali biota lautnya yang sangat indah dan cantik menyegarkan mata. Tak lupa kami mencoba wahana bermain yang ada di sana seperti motor listrik, ATV, dan Banana Boat. Senang sekali rasanya bisa merasakan suasana lebaran yang berbeda. Suasana pedesaan yang masih kental, suasana islami lebaran yang masih terjaga tradisi turun temurunnya juga bisa silaturahmi dengan keluarga ayah yang lain. semoga lebaran tahun depan saya dapat berlebaran di kampung ayah lagi. Sungguh pengalaman hari raya ku tahun ini sangat berkesan, semoga dapat menginspirasi teman-teman untuk pula berkunjung ke tempat wisata yang ada di Jepara.Selain kota yang indah, kota tersebut juga memiliki wisata religi yang sangat bagus untuk para peziarah karna berdekatan dengan Kota Demak dan Kudus juga biasa disebut dengan kotanya para " Wali".Terima kasih
83 Jalan-jalan KeKebon Raya Bogor Syamil 5a Libur lebaran kali ini saya, ayah, ibu dan adik jalan-jalan kekebon raya bogor. Perjalanan dimulai dari kota depok pada pagi hari, saya sangat senang dan gembira karena akan melihat-lihat pohon yang sudah tua dan besar-besar pastinya disana. Tak berapa lama, kamipun tiba dikebon raya bogor, wahhh sangat teduh dan ramai ternyata disana, dikarenakan sedang libur lebaran. Kemudian ayahku memesan tiketnya dan kamipun masuk kedalam kebon raya tersebut. Didalam kebon raya saya melihat-lihat berbagai macam pohon-pohon besar dan tua, yang memang dirawat dan dijaga oleh para petugas disana. Ada salah satu pohon besar dan sangat tinggi yang berasal dari colombia. Semua pohon-pohon itu membuat saya kagum dan takjub. Selanjutnya saya dan keluarga melihat makam tua yang ada di kebon raya tersebut. Makan tersebut diperkirakan sudah berumur 200 tahun lebih dan makam tersebut merupakan makan belanda yang dahulu sempat tinggal didaerah tersebut pada zaman penjajahan. Setelah puas melihat-lihat yang ada di kebon raya bogor dan karena hari telah sore, kamipun segera siap-siap untuk pulang kembali kerumah di kota depok. Jalan-jalan libur lebaran kali ini sangat menyenangkan dan membuat saya mendapatkan pengetahuan tentang pohon-pohon yang sangat tua dan dilindungi juga mengetahui bangunan lama yang bersejarah tersebut. Sampai bertemu cerita liburan saya berikutnya ya…..
84 BEE DAN ASTER BIRU Miyaz*5a Suatu hari ada lebah mungil yang sedang mencari bunga untuk mendapatkan nektar. Lebah itu bernama bee. Bee mencari bunga yang belum pernah dikunjungi lebah lainnya, dia terus mencari dan pada akhirnya dia menemukannya. Bunga itu sangatlah indah dan mencolok dia samperi bunga itu. Bunga itu mengeluarkan nektar. Bee mengambil nektar itu, lalu tiba-tiba bunga itu bicara, hai, apa yang sedang kamu lakukan?. Bee menjawab aku sedang mengambil nektar, tidak apa-apakan, jawab bee. Ya tidak apa-apa lagian kita ini saling menguntungkan, kamu dapat nektarku aku dapat serbuk, jawab aster biru.lalu mereka mengobrol bersama dan menjadi sahabat selamanya
85 ANAK HEBAT TERUS BELAJAR DAN BERUSAHA Sakha Alrezky 5C Pada tanggal 13 Maret 2013 aku terlahir sebagai seorang anak laki-laki yang bernama Sakha Alrezky. Aku adalah anak yang berkepribadian sangat aktif mulai dari aku merangkak sampai aku bisa berlarian. Saat usiaku genap berusia 5 tahun aku mulai belajar di RA Al Farizi selama satu tahun. Setelah melewati masa itu aku memasuki Madrasah Islam Terpadu (MIT) selama 3 tahun lamanya, namun karena satu dan lain hal aku pindah sekolah ke SD Negeri 2 Depok Baru sampai saat ini. Sekarang aku ingin menceritakan kisahku, inilah ceritaku, aku memiliki hobi yaitu bermain sepak bola. Jadi, pada saat aku pindah sekolah ke SD, aku juga bergabung ke klub sepak bola atau aku juga mengikuti Sekolah Sepak Bola (SSB) bernama BIFA di daerah Beji, Depok. Setelah menjalani sekolah dan selama sebulan aku berlatih sepak bola, pelatihku menunjukku untuk mengikuti turnamen Piala Kostrad U-9 pada tanggal 11 Desember 2022 dan Turnamen Garuda Anak Indonesia pada tanggal 15 Desember 2022, namun aku tidak lolos 16 besar pada saat itu. Kemudian aku terus berlatih dengan keras untuk turnamen berikutnya sampai aku bisa mendapatkan juara 4 pada Turnamen Sepak Bola Putra Agung Danton Piala Ketua Mahkamah Konstitusi Zikon pada tanggal 8 Oktober 2023. Singkat Cerita, pada bulan Ramadhan tahun ini, baru 2 hari berpuasa, ada musibah yang menimpaku, pada pagi hari aku bermain dengan sepasang burung merpati, aku terjatuh pada saat aku ingin mengambil burung tersebut di atas pohon yang lumayan tinggi, aku menahan dengan tanganku pada saat aku terjatuh yang menyebabkan tulang tangan kiriku patah. Aku sangat menyesal pada saat itu, aku menangis kesakitan sampai mamahku membawaku ke rumah sakit patah tulang yang bernama Haji Naim di daerah Cipete, Jakarta Selatan. Sampai saat ini aku harus terus memulihkan tulangku dengan meminum susu kambing setiap hari dan 5 hari sekali aku harus berobat jalan ke Rumah sakit Patah Tulang tersebut. Itulah cerita masa kecilku sampai sekarang yang ingin ku ceritakan kepada kalian semua. Aku berharap ada pelajaran yang bisa diambil dari ceritaku, semoga tangan kiriku yang patah bisa kembali sembuh dan normal lagi agar aku bisa kembali bermain sepak bola dan menjadi atlet yang sukses di masa yang akan datang.
PENUTUP Kami mengharapkan bahwa buku ini bisa menjadi sumber yang bermanfaat bagi kita. Harapan kami setelah membaca buku ini kita memperoleh pemahaman dan kemampuan berpikir kritis dan memiliki pandangan tentang pentingnya literasi di segala bidang. Buku ini kami susun dengan hasil karya peserta didik dan guruguru, yang terdiri dari Cerpen, pantun, dan puisi. Semoga dengan program literasi di sekolah peserta didik dan guru-guru semakin giat dalam berkarya untuk meningkatkan literasi dan kompetensi dimasa yang akan datang. Depok, 2024
INAS KUMI M U TIA R A RIZKAN KELVIN FAQIH A M E E R A NIZ A M R E GIN A AIDIL FIORENZA SAMUDRA GRACIO AISYAH MICKO N A DIF A WILDAN R A S YID A N N A Y L KAI A AZKA HABIBI Zil d jia n A LIK A A z a hir a R e y f a n M a y l a Arvind Furqon Siti Marwiah SHS CikGu Wulan K a n a y a Harum Habibie Arka Ih s a n Jih a n Mahira A d li Fadlan S a l w Arya a Alfiansyah Alif Raffa A lif Rama Aqila Ameera Laina Sumarmi K h a n s a DalilahKISSYA F a h mi Almaziza Athifa Mikayla Elisabeth Feby Putra Ziya Syiera S y a mil Miy a z S a k h a Authors Name of the SDN DEPOK BARU 2
GORESAN PENAKU 1. Fauziah Wulandari, S.Pd 2. Hotmarune Silaban, S.Pd Editor: Kumpulan karya siswa & guru SDN Depok Baru 2 Ilustrator: Sri Hastuty Suherman, S.Pd KesatuCetakanTahun 2024