The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by fitri4988, 2021-12-05 03:10:42

MODUL LAMBANG UNSUR, RUMUS KIMIA

MODUL LAMBANG UNSUR, RUMUS KIMIA

Keywords: Lambang Unsur kimia

Risnani, S.Pd

MODUL KIMIA KELAS X
Lambang Unsur, Rumus Kimia dan

Persamaan Reaksi

i

Nama Mapel LEMBAR PENGESAHAN
Kelas/Semester MODUL PEMBELAJARAN
Program Keahlian
Asal Sekolah : Kimia SMK Agroteknologi dan Agrobisnis
Tahun Pelajaran : X/1
: ATP dan PPT
: SMK Negeri 1 Pangkalan Banteng
: 2021/2022

Kepala SMKN 1 Pangkalan Banteng

SAPRIANSYAH, S.Pd
NIP. 19680713 200003 1 004

ii

KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya kepada penulis
sehingga dapat menyelesaikan modul berbasis masalah bidang studi kimia yang berjudul
“Lambang Unsur, Rumus Kimia dan Persamaan Reaksi”.

Modul ini terdiri dari Kegiatan Belajar Lambang unsur, Rumus Kmia dan Persamaan
Reaksi. Isi pada setiap KB adalah pendahuluan, inti, dan penutup. Pada bagian pendahuluan
dijelaskan deskripsi singkat dan relevansi materi kimia, serta petunjuk belajar. Bagian inti
dijelaskan capaian pembelajaran, pokok-pokok materi, uraian materi, dan forum diskusi. Bagian
penutup berisi rangkuman, tes sumatif, dan daftar pustaka. Pada bagian akhir Kegiatan Belajar
terdapat kunci tes sumatif.
Tujuan penyusunan modul berbasis masalah adalah untuk membantu proses kegiatan
pembelajaran peserta didik kelas X SMKN 1 Pangkalan Banteng Bidang Keahlian Agribisnis dan
Agroteknologi. Modul ini disusun berdasarkan panduan penyusunan bahan ajar program PPG
dalam jabatan yang diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bekerja sama dengan Direktorat Jenderal
Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi
Republik Indonesia tahun 2019. Dalam penyusunan modul ini penulis memperoleh banyak
dukungan, bimbingan dan arahan dari berbagai pihak.
Semoga bahan ajar yang saya buat dapat bermanfaat. Atas masukan dan saran yang
membangun. Saya ucapkan terima kasih.

.
Pangkalan Banteng, September 2021
Penulis

RISNANI, S.Pd

iii

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI .............................................................................................................. i
DAFTAR GAMBAR .................................................................................................. ii
DAFTAR TABEL ..................................................................................................... iii
KATA PENGANTAR ..............................................................................................iv
KEGIATAN BELAJAR ............................................................................................1

A. PENDAHULUAN................................................................................................1
1. Deskripsi singkat .............................................................................................1
2. Relevansi ........................................................................................................3
3. Petunjuk Belajar ..............................................................................................3

B. INTI ....................................................................................................................4
1. Capain Pembelajaran Materi ...........................................................................4
2. Pokok-Pokok Materi ........................................................................................5
3. Uraian Materi...................................................................................................5
a. Unsur-Unsur Yang Ada di Alam .................................................................9
b. Lambang unsur ........................................................................................12
c. Rumus Kimia............................................................................................14
d. Rumus Kimia Unsur .................................................................................15
e. Rumus Kimia Senyawa ............................................................................17
f. Rumus Empiris.........................................................................................23
g. Persamaan Reaksi...................................................................................26
4. Uji Mandiri.......................................................................................................30
5. Forum Diskusi.................................................................................................30

C. PENUTUP .........................................................................................................31
1. Rangkuman...................................................................................................31
2. Tes Formatif ..................................................................................................32

Daftar Pustaka .................................................................................................37
Kunci Jawaban Tes Formatif ...........................................................................38

iv

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1. Aktivitas merokok ..................................................................................5
Gambar 2. Kandungan zat kimia pada sebatang rokok............................................7
Gambar 3. Pupuk urea dan unsur-unsur pada pupuk ............................................11
Gambar 4. Jenis pupuk NPK dan Kelimpahan Nitrogen .........................................12
Gambar 5. Rumus molekul diatomic dan poliatomik ..............................................16
Gambar 6. Molekul H2O .........................................................................................17

v

DAFTAR TABEL

Tabel 1. Unsur-unsur yang sudah ditemukan ........................................................10
Tabel 2. Nama dan Lambang beberapa unsur .......................................................12
Tabel 3. Rumus kimia molekul monoatomic, diatomic, dan poliatomik ..................15
Tabel 4. Rumus kimia beberapa molekul unsur .....................................................16
Tabel 5. Rumus kimia anion dan kation ................................................................22
Tabel 6. Rumus kimia anion dan kation serta namanya .........................................23
Tabel 7. Penyederhanaan rumus molekul dan rumus empiris................................23

vi

Kegiatan Belajar

LAMBANG UNSUR, RUMUS KIMIA DAN PERSAMAAN REAKSI

A. PENDAHULUAN

1. Deskripsi Singkat
Ketika mengatakan kimia masih banyak orang yang mengaitkan hanya

dengan bom dan hal yang berbahaya. Pada kenyataannya kehidupan manusia
tidak dapat dipisahkan dari kimia dan perannya sangat penting dari kita
membuka mata sampai menutup mata. Ketergantungan pada zat kimia
sangatlah tinggi.

Segala sesuatu baik makhluk hidup atau bukan makhluk hidup,
kepadatan, cairan atau gas terbuat dari susunan yang paling dasar dan disebut
unsur kimia. Bahkan tubuh manusia terbuat dari bahan kimia, dimana reaksi
kimia terjadi saat bernafas, makan, bahkan saat duduk maupun membaca.

Apa anda sering memperhatikan apa saja yang berada disekitar kita yang
berhubungan dengan kimia? Hal yang paling mudah adalah udara yang kita
hirup, mengandung campuran oksigen, nitogen dan gas lainnya. Bahan
penyedap masakan, pewarna makanan, dan bahan pengawet makanan juga
merupakan contoh lain bahan kimia. Atau baju yang kita pakai merupakan serat
sintetis atau serat alami (polimer). Buku yang kita gunakan untuk menulis berasal
dari selulosa.

Hakikat ilmu kimia adalah benda – benda yang ada disekitar kita yang
dapat mengalami perubahan bentuk atau susunan partikelnya menjadi bentuk
lain sehingga menyebabkan terjadi perubahan sifat dari sifat asalnya.

Adapun manfaat yang dapat kita peroleh dari mempelajari ilmu kimia.
Salah satunya adalah kita dapat mengetahui perubahan atau proses yang terjadi
di alam sekitar, agar kita dapat memantau perubahan/proses yang terjadi demi
keuntungan manusia dan lingkungan sekitar.

Risnani, S. Pd 1

Ilmu kimia memiliki banyak peranan dalam berbagai bidang, salah
satunya yaitu bidang pertanian, Adapun manfaatnya adalah dalam produksi
pupuk berfungsi menyuburkan tanah dan pestisida berfungsi untuk membasmi
hama penyakit. Dalam pembuatannya kita mempelajari komposisi senyawa
untuk membuat pupuk atau pestisida. Selain itu, tanaman yang kita tanam juga
memerlukan unsur hara (C, H, O, N, P, Ca, S, P, K, Mg) yang terkandung di
dalam tanah untuk pertumbuhan tanaman.

Unsur kimia adalah suatu spesies atom yang memiliki jumlah proton yang
sama dalam inti atomnya (yaitu, nomor atom, atau Z, yang sama). Sebanyak 118
unsur telah diidentifikasi, yang 94 di antaranya terjadi secara alami di bumi.
Sedangkan 24 sisanya, merupakan unsur sintetis. Terdapat 80 unsur yang
memiliki sekurang-kurangnya satu isotop stabil dan 38 unsur yang merupakan
radionuklida yang seiring berjalannya waktu, meluruh menjadi unsur lain. Besi
adalah unsur penyusun bumi paling melimpah (berdasarkan massa), sementara
oksigen adalah yang paling melimpah di kerak bumi.

Sejarah penemuan dan penggunaan unsur dimulai sejak masyarakat
manusia primitif yang menemukan unsur-unsur alami seperti karbon, belerang,
tembaga dan emas. Peradaban selanjutnya mengekstraksi unsur tembaga,
timah, timbal dan besi dari bijihnya melalui peleburan, menggunakan batu bara.
Alkimiawan dan kimiawan secara berurutan mengidentifikasi lebih banyak lagi;
seluruh unsur yang terbentuk secara alami telah diketahui pada tahun 1950.

Istilah "unsur" (atau "elemen") digunakan untuk atom-atom dengan jumlah
proton tertentu (tanpa menghiraukan apakah mereka terionisasi atau berikatan
kimia, misalnya hidrogen dalam air) maupun sebagai zat kimia murni yang
mengandung unsur tunggal (misalnya gas hidrogen). Ketika unsur yang berbeda
bergabung secara kimia, dengan atom-atom yang terikat melalui ikatan kimia,
mereka membentuk senyawa kimia.

Pada Modul ini akan dibahas tentang lambang unsur dan rumus kimia
serta persamaan reaksi. Materi pada modul ini merupakan dasar dalam
mempelajari materi kimia di SMK/MK. Berdasarkan silabus mata pelajaran kimia
SMK/MK Kompetensi Keahlian Agrobisnis dan Agroteknologi kurikulum 2013
revisi 2018, materi pada modul ini merupakan materi pokok kimia kelas X
semester 1 SMK/MK.

Risnani, S. Pd 2

2. Relevansi
Modul ini disusun sesuai dengan Silabus Kimia SMK Bidang Keahlian

Agribisnis dan Agroteknologi. Kompetensi dasarnya terdiri atas Lambang Unsur,
Rumus Kimia dan Persamaan reaksi. Indikator pencapaian kompetensi pada
Kegiatan belajar ini yaitu :

1) Menuliskan lambang suatu unsur dan rumus kimia
2) Menentukan perbandingan jumlah unsur dalam suatu senyawa
3) Menentukan rumus empiris dan rumus molekul suatu senyawa
4) Menganalisis penulisan nama senyawa dan rumus kimianya dalam suatu

persamaan reaksi
Oleh sebab itu, perlu pemahaman yang baik tentang penulisan lambang
unsur baik unsur logam, non logam dan semilogam. Sehingga akan
meningkatkan pemahaman yang baik dalam mengenali lambang unsur, serta
mampu menentukan perbandingan jumlah unsur/atom penyusun suatu senyawa,
sehingga dapat mengintegrasikan penulisan lambang unsur dan rumus kimia
dengan benar dan sesuai kaidah penulisan lambang unsur.

3. Petunjuk Belajar
Modul ini terbagi menjadi tiga topik yaitu:
Pertama : Lambang Unsur
Kedua : Rumus Kimia
Ketiga : Persamaan reaksi
Agar modul ini dapat digunakan secara maksimal maka anda diharapkan
melakukan langkah- langkah sebagai berikut :
1) Pelajari dan pahami capaian pembelajaran serta uraian materi pada
Kegiatan belajar ini
2) Untuk lebih memahami materi pembelajaran, bukalah semua jenis media
dan link media pembelajaran yang ada.
3) Bacalah rangkuman materi untuk mengingat kembali uraian materi

Risnani, S. Pd 3

4) Kerjakanlah tes formatif yang terdapat pada KB ini untuk menguji apakah
anda sudah sampai ke capaian pembelajaran

5) Lakukan uji kompetensi di setiap akhir kegiatan pembelajaran untuk
menguasai tingkat penguasaan materi.

6) Diskusikan dengan guru atau teman jika mengalami kesulitan dalam
pemahaman materi. Lanjutkan pada modul berikutnya jika sudah
mencapai ketuntasan yang diharapkan.

7) Jawaban anda pada tes formatif dapat di cek pada kunci jawaban (bagian
akhir kegiatan belajar Modul ini)

8) Setelah selesai mengerjakan tes sumatif, silakan dicek kebenaran
jawaban Anda pada jawaban tes sumatif yang telah disediakan pada akhir
modul. Apabila Anda telah memperoleh nilai di atas 80, silakan dilanjutkan
ke modul berikutnya! Jika belum mencapai 80, pelajarilah kembali
kegiatan sebelumnya dan laksanakan kembali tes sumatif.

9) Point nilai tugas dan tes akhir terdapat pada setiap naskah soal kegiatan
belajar, akhir kegiatan belajar untuk modul ini ditentukan oleh rata-rata
nilai kegiatan.

B. INTI

1. Capian Pembelajaran Materi
Mampu Menganalisis penulisan nama senyawa dan rumus kimianya dalam
suatu persamaan reaksi.
Capaian Pembelajaran Kegiatan Belajar
 Dapat Menuliskan lambang suatu unsur dan rumus kimia
 Dapat menuliskan rumus kimia molekul maupun senyawa
 Dapat Menentukan perbandingan jumlah unsur dalam suatu senyawa
 Dapat Menentukan rumus empiris dan rumus molekul suatu senyawa
 Dapat Menganalisis penulisan nama senyawa dan rumus kimianya
dalam suatu persamaan reaksi

2. Pokok-pokok Materi 4
Risnani, S. Pd

a. Unsur-unsur yang ada di alam
b. Lambang unsur
c. Rumus Kimia

 Rumus Kimia Unsur
 Rumus Kimia Molekul
 Cara penulisan rumus kimia
 Menghitung jumlah atom dalam molekul
d. Rumus Kimia Senyawa
e. Rumus Empiris
f. Persamaan Reaksi

3. Uraian Materi
Perhatikan dengan seksama gambar di bawah ini!

Gambar 1. Aktivitas merokok
(https://www.google.com/search?q=gambar+aktivitas+merokok)

Apakah anda familiar dengan peristiwa di atas? jawabannya pasti iya,
gambar diatas merupakan peristiwa seseorang sedang melakukan
aktifitas merokok. Segala jenis rokok termasuk rokok konvensional, rokok
elektronik, ataupun rokok dengan pemanasan sangat berbahaya bagi
tubuh. Aktivitas ini tidak hanya mengancam kesehatan diri sendiri, tetapi
juga kesehatan keluarga, teman dan orang sekitar.

Kebiasaan merokok tidak hanya jadi masalah pada orang dewasa
tetapi juga marak di kalangan anak-anak dan remaja. Hal ini dibuktikan
dengan semakin meningkatnya prevalensi merokok di populasi usia 10-
18 tahun. Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) menyatakan bahwa

Risnani, S. Pd 5

terdapat peningkatan prevalensi merokok penduduk umur 10 Tahun dari
28,8% pada tahun 2013 menjadi 29,3% pada tahun 2018.

Sekarang ini, kebiasaan merokok tidak hanya menjadi masalah
pada orang dewasa, namun juga semakin marak pada kalangan anak
dan remaja. Hal ini dibuktikan dengan meningkatnya prevalensi merokok
pada populasi usia 10 hingga 18 Tahun yakni sebesar 1,9% dari tahun
2013 (7,2%) ke tahun 2018 (9,1%). (Dikutip dari
https://www.kemkes.go.id, Artikel Jakarta 31 Mei 2021).

Hal ini menempatkan Indonesia sebagai negara dengan jumlah perokok
aktif terbanyak ketiga di dunia.

Bahan utama pada rokok adalah tembakau. Tembakau
mengandung kurang lebih 4000 elemen dan setidaknya 200 di antaranya
berbahaya bagi kesehatan. Racun utama pada tembakau dan mampu
memberikan efek yang mengganggu kesehatan antara lain nikotin, tar,
gas karbon monoksida dan berbagai logam berat. Hal ini disebabkan
adanya nikotin di dalam asap rokok yang diisap. Nikotin bersifat adiktif
sehingga bisa menyebabkan seseorang menghisap rokok secara terus-
menerus.

Data dari Kementerian Kesehatan RI menunjukkan bahwa
sebanyak 80% dari total perokok di Indonesia sudah mulai merokok sejak
masih berusia di bawah 19 tahun. Kelompok usia dengan jumlah perokok
terbanyak adalah 15-19 tahun, disusul oleh kelompok usia 10-14 tahun
di urutan kedua. Padahal, dampak rokok bagi anak-anak dan remaja
nyatanya sangat serius, bahkan dapat menyebabkan kematian pada
beberapa kasus parah.

Pernahkah anda membayangkan bahwa kandungan zat kimia yang
terdapat di dalam sebatang rokok itu berjumlah tiga ribu macam menurut
Terry dan Horn. Tetapi hanya tujuh ratus macam zat saja yang dikenal.
Pada kandungan sebatang rokok tersebut, ternyata banyak zat kimia
yang terkandung di dalamnya. Coba anda perhatikan gambar di bawah
ini.

Risnani, S. Pd 6

Gambar 2. Kandungan pada sebatang rokok
(https://www.google.com/search?q=gambar+kandun)gan+sebatang+rokok&tbm=isch&ved)

Berdasarkan gambar di atas dapat dijelaskan ada 15 macam zat kimia
berbahaya yang bisa anda ketahui:
1) Acrolein; zat berbentuk cair tidak berwarna diperoleh dengan mengambil

cairan dari glyceril atau dengan mengeringkannya. Pada dasarnya zat ini
mengandung alkohol yang pasti sangat mengganggu kesehatan.
2) Karbon monoxida; gas yang tidak berbau. Zat ini dihasilkan dari
pembakaran yang tidak sempurna dari unsur zat karbon. Jika karbon
monoxida ini masuk ke dalam tubuh dan dibawa oleh hemoglobin ke dalam
otot-otot tubuh. Satu molekul hemoglobin dapat membawa empat molekul
oksigen. Apabila didalam hemoglobin itu terdapat karbon monoxida,
berakibat seseorang akan kekurangan oksigen.
3) Nikotin; cairan berminyak tidak berwarna. Zat ini bisa menghambat rasa
lapar. Jadi menyebabkan seseorang merasa tidak lapar karena mengisap
rokok.
4) Ammonia; gas yang tidak berwarna, terdiri dari nitrogen dan hidrogen.
Memiliki bau yang sangat tajam dan merangsang. Zat ini sangat cepat
memasuki sel-sel tubuh dan kalau disuntikkan sedikit saja pada aliran darah
akan membuat pingsan atau koma.

Risnani, S. Pd 7

5) Formic Acid; cairan tidak berwarna, tajam baunya, bisa bergerak bebas dan
dapat membuat lepuh.

6) Hidrogen Sianida; gas tidak berwarna, tidak berbau dan tidak ada rasa. Zat
ini paling ringan dan mudah terbakar. Cyanide mengandung racun
berbahaya dan jika dimasukkan langsung ke dalam tubuh akan berakibat
kematian.

7) Nitrous Oxide; gas tidak berwarna dan jika diisap dapat menyebabkan
hilangnya pertimbangan dan membuat rasa sakit. Zat ini awalnya adalah
untuk zat pembius pada saat operasi.

8) Formaldehyde; gas tidak berwarna dan berbau tajam. Gas ini bersifat
pengawet dan pembasmi hama.

9) Phenol; zat ini terdiri dari campuran kristal yang dihasilkan dari distilasi zat-
zat organik misalnya kayu dan arang. Phenol bisa terikat didalam protein dan
menghalangi kerja enzyme.

10) Acetol; zat ini adalah hasil dari pemanasan aldehyde dan menguap dengan
alkohol.

11) Hidrogen Sulfida; gas yang mudah terbakar dan berbau keras. Zat ini
menghalangi oxidasi enxym (zat besi berisi pigmen).

12) Piridin; cairan tidak berwarna dan berbau tajam. Zat ini mampu mengubah
alkohol sebagai pelarut dan pembunuh hama.

13) Methyl Clorida; merupakan campuran zat-zat bervalensa satu atas mana
hidrogen dan karbon sebagai unsur utama. Zat ini merupakan compound
organis yang sangat beracun dan uapnya bersifat sama dengan pembius.

14) Methanol; cairan ringan yang mudah menguap dan terbakar. Jika diminum
dan diisap dapat berakibat pada kebutaan dan kematian.

15) Tar; cairan kental berwarna coklat tua atau hitam didapatkan dengan cara
distilasi kayu dan arang juga dari getah tembakau. Zat inilah yang
menyebabkan kanker paruparu.

Kandungan yang terdapat pada sebatang rokok itu semua merupakan
bagian dari unsur- unsur kimia yang bergabung secara kimia membentuk
senyawa kimia. Di alam, Hanya sedikit unsur yang ditemukan tak berikatan
sebagai mineral murni. Unsur alami semacam ini di antaranya adalah tembaga,

Risnani, S. Pd 8

perak, emas, karbon (sebagai batu bara, grafit, atau intan), dan belerang. Semua
unsur, kecuali yang sangat inert seperti gas mulia dan logam mulia, biasanya
ditemukan di bumi dalam bentuk gabungan kimianya, sebagai senyawa kimia.
Sementara sekitar 32 unsur kimia yang ada di bumi dalam bentuk alami tak
tergabung, sebagian besar berada sebagai campuran. Misalnya, udara atmosfer
campuran utamanya adalah nitrogen, oksigen, dan argon, sementara unsur
padat alami terjadi dalam logam paduan, seperti pada besi dan nikel.

Setelah mengetahui zat kimia yang berbahaya pada sebatang rokok,
penting sekali anda juga perlu mengetahui dan memahami bagaimana penulisan
lambang unsur baik unsur logam, non logam dan semilogam. Sehingga akan
meningkatkan pemahaman yang baik dalam mengenali lambang unsur, dan
mampu menentukan perbandingan jumlah unsur/atom penyusun suatu senyawa,
kemudian anda mampu menganalisis penulisan lambang unsur dan rumus kimia
yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari dengan baik dan benar sesuai
kaidah penulisan lambang unsur.

a. Unsur-Unsur Yang Ada di Alam

Alam semesta mengandung zat yang tak terhitung jumlahnya. Zat
tersebut tersusun atas zat dasar yang disebut unsur. Unsur merupakan zat
tunggal yang tidak dapat diuraikan lagi menjadi zat-zat lainnya yang lebih
sederhana atau lebih kecil dengan reaksi kimia biasa. Unsur ada yang berfasa
padat, cair maupun gas. Manusia telah mengenal paling tidak sejumlah 110
unsur. Di antara 110 unsur tersebut, terdapat 94 unsur alam, yaitu unsur yang
telah tersedia di alam, dan selebihnya merupakan unsur buatan, yakni unsur
yang berhasil dibuat oleh manusia.

Jumlah keseluruhan unsur relatif tidak berubah, tetapi bukan tidak
mungkin jika di masa mendatang, manusia akan berhasil lagi dalam membuat
unsur buatan dan akan menambah unsur-unsur yang sudah ada sebelumnya.
Perhatikan110 unsur yang sudah ditemukan pada Tabel berikut ini.

Risnani, S. Pd 9

Tabel 1. Unsur-Unsur yang Sudah Ditemukan

No Nama Lamba No Nama Lamb Nama Lamb
No ang
ng
ang

1 Hidrogen H 38 Stronsium Sr 75 Rhenium Re

2 Helium He 39 Itrium Y 76 Osmium Os

3 Lithium Li 40 Zirkonium Zr 77 Iridium Ir

4 Berilium Be 41 Niobium Nb 78 Platina Pt

5 Boron Be 42 Molibdenum Mo 79 Emas Au

6 Karbon C 43 Teknetium Tc 80 Raksa Hg

7 Nitrogen N 44 Ruthenium Rh 81 Thallium Tl

8 Oksigen O 45 Rhodium Rh 82 Timbal Pb

9 Fluorin F 46 Paladium Pd 83 Bismuth Bi

10 Neon Ne 47 Perak Ag 84 Polonium Po

11 Natrium Na 48 Kadmium Cd 85 Astatin At

12 Magnesium Mg 49 Indium In 86 Radon Rn

13 Aluminium Al 50 Timah Sn 87 Fransium Fr

14 Silikon Si 51 Antimon Sb 88 Radium Ra

15 Fosfor P 52 Telurium Te 89 Aktinium Ac

16 Sulfur Si 53 Iodine In 90 Thorium Th

17 Klorin Cl 54 Xenon Xe 91 Protaktinium Pa

18 Argon Ar 55 Cesium Cs 92 Uranium U

19 Kalium K 56 Barium Ba 93 Neptunium Np

20 Kalsium Ca 57 Lantanum La 94 Plutonium Pu

21 Skandium Sc 58 Serium Ce 95 Amerisium Am

22 Titanium Ti 59 Praeseodimium Pr 96 Kurium Am

23 Vanadium V 60 Neodimium Nd 97 Berkelium Bk

24 Kromium Cr 61 Prometium Pm 98 Kalifornium Cf

25 Mangaan Mn 62 Samarium Sm 99 Einsteinium Es

26 Besi Fe 63 Europium Eu 100 Fermium Fm

27 Kobalt Co 64 Gadolinium Gd 101 Mendelevium Md

28 Nikel Ni 65 Terbium Tb 102 Nobelium No

29 Tembaga Cu 66 Disprosium Dy 103 Lawrensium Lr

30 Seng Zn 67 Holmium Ho 104 Unilkuadium Unq

31 Galium Ga 68 Erbium Er 105 Unilpentium Unp

32 Germanium Ge 69 Thulium Tm 106 Unilheksium Unh

Risnani, S. Pd 10

33 Arsen As 70 Iterbium Yb 107 Unilseptium Uns
34 Selenium Se 71 Lutetium Lu 108 Uniloktium Uno
35 Bromin Br 72 Hafnium Hf 109 Unilenium Une
36 Kripton Kr 73 Tantalum Ta 110 Ununilium Unn
37 Rubidium Rb 74 Tungsten W

Di manakah unsur-unsur itu dapat ditemukan? Unsur alam ditemukan di
mana-mana seperti di luar angkasa, di udara, di air, di permukaan tanah, hingga
di dalam perut bumi. Unsur alam yang paling dekat dengan kehidupan manusia
di antaranya adalah oksigen, hidrogen, nitrogen, besi, emas, aluminium,
tembaga, seng, karbon, belerang, fosfor. Unsur alam umumnya ditemukan dalam
bentuk persenyawaan. Misalnya, unsur natrium banyak ditemukan dalam garam
dapur, unsur kalsium banyak ditemukan dalam batu kapur. Namun, terdapat juga
unsur alam yang tidak dalam bentuk persenyawaan seperti tembaga, seng,
perak, emas.

Apakah anda menyadari pada kejuruan yang anda minati juga berkaitan
erat dengan yang namanya zat kimia? Anda dapat melihat kaitannya ilmu kimia
pada bidang pertanian yang anda minati. Hal tersebut terlihat pada pembuatan
obat pembasmi hama,dan pada berbagai jenis pupuk-pupuk yang anda gunakan
saat menanam atau merawat tanaman. Perhatikan gambar (3) berikut ini. 3(a).
Pupuk urea dan (b) unsur-unsur pada pupuk.

Ket. Gambar 3. (a) Pupuk Urea dan (b). Unsur-unsur pada pupuk

Sumber:(https://www.google.com/search?q=gambar+pupuk+urea)
(https://www.google.com/search?q=gambar+unsur-unsur+pada+pupuk )

Risnani, S. Pd 11

Unsur-unsur yang terdapat pada pupuk berfungsi untuk menyuburkan
tanah yang meningkatkan unsur hara pada tanaman, sedangkan Gambar 4,
kelimpahan unsur Nitrogen yang ada pada senyawa pupuk.

Gambar 4.(a) Gambar 4.(b)

Gambar 4. (a) jenis pupuk NPK dan (b). Kelimpahan unsur Nitrogen
Sumber:(https://www.google.com/search?q=gambar+unsurunsur+pada+pupuk)

b. Lambang Unsur

Penulisan lambang unsur dalam ilmu

kimia di atur oleh Badan Internasional yang

disebut IUPAC (International Union Of Pure

and Applied Chemistry). Cara pemberian

lambang unsur diambil dari nama latinnya

yang dikemukakan oleh seorang ahli kimia

kebangsaan Swedia bernama John Jacob https://www.google.com/search?q=lambang+spu
Berzelius (1779 – 1848). &
Untuk menambah pemahaman anda
bisa buka link video berikut

(https://www.youtube.com/watch?v=_m_sbq46uLo).

Beberapa ketentuan penulisan lambang unsur dikemukakan oleh Berzelius, yaitu

sebagai berikut:

Risnani, S. Pd 12

 Satu Huruf, yaitu lambang unsur ditulis dengan menggunakan huruf Kapital
yang diambil dari huruf pertama nama latin unsurnya.
Contoh :
Hidrogen nama latinnya hidrogenium lambangnya H
Karbon nama latinnya Carbonium lambangnya C

 Dua Huruf, yaitu huruf pertama ditulis huruf besar/kapital sedangkan huruf
kedua ditulis dengan huruf kecil.

Contoh :
Kalsium nama latinnya Calsium lambangnya Ca
Perak nama latinnya Argentum lambangnya Ag
Besi nama latinnya Ferrum lambangnya Fe

Tabel 2 . Nama dan lambang beberapa unsur

No Nama Latin Nama Lambang No Nama Latin Nama Lambang

1 Hydragyrum Indonesia Unsur Indonesia Unsur
2 Ferrum
3 Sulfur Air raksa Hg 16 Cobaltum Kobalt Co
4 Barium
5 Bismuth Besi Fe 17 Magnesium Magnesium Mg
6 Bromium
Belerang S 18 Manganium Mangan Mn

Barium Ba 19 Nitrogenium Nitrogen N

Bismuth Bi 20 Niccolum Nikel Ni

Brom Br 21 Natrium Natrium Na

7 Fluorium Fluor F 22 Neon Neon Ne
O
8 Hydrogenium Hidrogen H 23 Oxygenium Oksigen Ag

9 Helium Helium He 24 Argentum Perak

10 Iodium Iod I 25 Platinum Platina Pt

11 Clorium Klor Cl 26 Silicium Silikon Si

12 Carbonium Karbon C 27 Cuphrum Tembaga Cu
13 Kalium Kalium Sn
14 Calsium Kalsium K 28 Stannum Timah Pb
15 Cromium Krom Zn
Ca 29 Plumbun Timbal

Cr 30 Zincum Seng

 Tiga Huruf, ini berlaku untuk unsur diatas nomor 100. 13
Risnani, S. Pd

Lambang unsur terdiri atas 3 huruf yang di ambil dari huruf terdepan masing-
masing nama unsurnya dan di beri akhiran-ium. Nama unsurnya berasal dari
nama angka yunani. Ketentuan nama untuk angkanya sbb:

Setiap rumus kimia mempunyai nama dengan aturan-aturan yang telah
ditentukan dan disebut tata nama senyawa. Dengan mengetahui rumus kimia,
kita dapat menuliskan zat-zat yang bereaksi dan hasil reaksinya dalam suatu
persamaan reaksi.

C. Rumus Kimia
Rumus kimia didefinisikan sebagai rumus suatu zat yang menggunakan

lambang dan jumlah atom-atom unsur penyusun senyawa. Dalam rumus kimia,
bilangan yang menyatakan jumlah unsur ditulis dalam bentuk indeks
bawah (subcrift) setelah lambang unsurnya.Kimia menggunakan rumus kimia
(simbol kimia) untuk menyatakan komposisi pada senyawa molekul dan senyawa
ion. Pada setiap rumus kimia suatu senyawa tidak hanya menyatakan unsur yang
terdapat dalam suatu senyawa tetapi juga menyatakan perbandingan atom-atom
yang berikatan. Pada bagian ini kita terutama membahas dua tipe rumus kimia
yaitu rumus molekul dan rumus empiris. Rumus senyawa ion merupakan rumus
empiris. Dengan demikian, kita mengenal rumus molekul, rumus empiris dan
rumus senyawa ion. Selain itu kita mengenal juga rumus struktur.

Risnani, S. Pd 14

Peta Konsep rumus kimia

1) Rumus kimia Unsur
Unsur terdiri dari sejenis atom. Rumus unsur umumnya sama dengan
lambang atomnya. Kecuali unsur nonlogam yang partikelnya berupa molekul.
(lihat Tabel.3)
Tabel 3. Rumus kimia molekul Monoatomik, Diatomik dan Poliatomik

Pada kondisi kamar, sebagian unsur ada yang membentuk molekul.
Rumus kimia unsur-unsur semacam ini tidak digambarkan hanya dengan
lambang unsurnya, melainkan unsur beserta jumlah atom yang membentuk

Risnani, S. Pd 15

molekul unsur tersebut. Beberapa unsur dalam kehidupan sehari-hari terdapat
sebagai molekul unsur. Rumus kimia beberapa molekul unsur dapat kita lihat
pada Tabel 4.

Tabel 4. Rumus Kimia Beberapa Molekul Unsur

Molekul Rumus Kimia Jumlah atom
Hidrogen H2 2
Oksigen O2 2
Nitrogen N2 2
Fluorin F2 2
Klorin Cl2 2
Bromida Br2 2
Iodin I2 2
Fosfor P4 4
Ozon O3 3
Belerang S8 8

Gambar 5. rumus molekul diatomik dan poliatomik
Sumber:(https://www.google.com/ =bentuk+molekul+monoatomik%2C+diatomic)

Rumus Kimia Molekul

Suatu rumus molekul memperlihatkan secara pasti jumlah dari atom unsur yang
berikatan membentuk molekul melalui ikatan kovalen. Sebagai contoh rumus
molekul hidrogen adalah H2, rumus molekul oksigen adalah O2, rumus molekul
ozon adalah O3, rumus molekul air adalah H2O.

Risnani, S. Pd 16

Diketahui bahwa suatu senyawa dapat terbentuk atas penggabungan beberapa
unsur dengan komposisi tertentu. Oleh karena itu, rumus kimia suatu senyawa
biasanya menyatakan jenis dan jumlah relatif unsur-unsur penyusun senyawa
tersebut. Sebagai contoh, air memiliki rumus kimia H2O. Artinya, air tersusun
atas 2 unsur H dan satu unsur O. Pada gambar 6., tampak molekul air yang
tersusun atas dua buah atom hidrogen dan sebuah atom oksigen. Angka 2
menyatakan jumlah atom hidrogen dan angka 1 menyatakan jumlah atom
oksigen. Lambang atom hidrogen adalah H, lambang atom oksigen adalah O.
Oleh karena itu, rumus kimia untuk air adalah H2O.

Gambar 6. Molekul Air (H2O)

Sumber: https://www.google.com/search?q=bentuk+molekul+air

2) Rumus Kimia Senyawa
Rumus kimia senyawa meliputi Rumus Molekul dan Rumus Empiris.
Rumus Molekul adalah jenis dan jumlah atom yang sebenarnya yang terdapat
dalam satu molekul suatu senyawa. Sedangkan Rumus empiris merupakan
perbandingan paling sederhana dari atom-atom unsur yang menyusun suatu
senyawa.

Cara Penulisan rumus kimia :

n AxBy

Keterangan :

Risnani, S. Pd 17

n : bilangan koefisien, yaitu angka yang terletak di depan rumus kimia
menunjukkan jumlah molekul

A, B : lambang atom

x, y : angka indeks, yaitu angka yang terletak di sebelah kanan bawah
lambang atom, menunjukkan jumlah atom di depannya

Contoh :
o H2O artinya 1 molekul air terdiri dari 2 atom hidrogen dan 1 atom
oksigen
o 2H2O artinya 2 molekul air terdiri dari 4 atom hidrogen dan 2 atom
oksigen
o 4O2 artinya 4 molekul gas oksigen
o 3O artinya 3 atom oksigen

Menghitung jumlah atom dalam molekul

Jumlah relatif atom-atom dalam sebuah molekul ditunjukkan oleh angka
indeksnya masing-masing. Angka indeks adalah angka yang terdapat dalam
rumus kimia suatu senyawa.
• Atom adalah bagian terkecil dari suatu unsur yang masih mempunyai sifat
unsur tersebut.
• Molekul adalah gabungan dua atau lebih atom unsur yang sejenis atau tidak
sejenis.
• Ion adalah atom atau gabungan atom yang bermuatan listrik yang terbentuk
apabila pada peristiwa kimia suatu atom unsur menangkap atau melepaskan
elektron.

Risnani, S. Pd 18

Perhatikan contoh soal berikut ini.

Contoh Soal:
Menentukan jumlah atom dalam rumus kimia
Tentukan jumlah atom masing-masing unsur yang terdapat
dalam:
a. 3 molekul air, H2O
b. 2 molekul urea, CO(NH2)2

Jawab :
a. Tiap molekul air mengandung 2 atom H dan 1 atom O (H2O)

Maka, dalam molekul air terdapat :
Atom H = 3 x 2 = 6 atom
Atom O = 3 x 1 = 3 atom
b. Tiap 1 molekul CO(NH2)2 mengandung 1 atom C, 1 atom O, 2 atom N dan
4 atom H. maka dalam 2 molekul urea terdapat :
Atom C = 2 x 1 = 2 atom
Atom O = 2 x 1 = 2 atom
Atom N = 2 x 1 = 2 atom
Atom H = 2 x 4 = 8 atom

Setiap rumus kimia mempunyai nama dengan aturan-aturan yang telah
ditentukan dan disebut tata nama senyawa. Dengan mengetahui rumus kimia,
kita dapat menuliskan zat-zat yang bereaksi dan hasil reaksinya dalam suatu
persamaan reaksi. Tata nama sistematik dari senyawa kimia disusun dan diatur
oleh IUPAC (International Union of Pure and Applied Chemistry atau organisasi
Internasional Kimia Murni dan Terapan). Penerapan tata nama senyawa kimia
meliputi senyawa – senyawa biner, poliatomik, dan ionic.

Risnani, S. Pd 19

Tata Nama Senyawa Biner yang Terdiri dari Atom Logam dan Nonlogam

Suatu senyawa dapat tersusun atas dua atau lebih unsur kimia. Senyawa yang

tersusun atas dua unsur kimia disebut senyawa biner. Bisa juga dilihat di link

berikut untuk menambah penambahan anda.

(https://www.youtube.com/watch?v=CVUR0C_96WU)

Berikut tata nama senyawa biner yang tersusun atas unsur logam dan nonlogam.

a. Nama senyawa kimia yang terdiri dari dua unsur (senyawa biner)
menggunakan akhiran –ida.

b. Unsur logam (kation) disebutkan terlebih dahulu diikuti unsur nonlogam
(anion).

c. Jumlah unsur yang menyusun senyawa tidak berpengaruh terhadap
penamaan senyawa.

Contoh soal:

KCl = kalium klorida

NaCl = natrium klorida

MgI2 = magnesium iodida

MgO = magnesium oksida

Na2S = natrium sulfida

Jika kation berasal dari logam yang memiliki jumlah muatan lebih dari satu, maka
dibelakang nama logam (dalam bahasa Indonesia) dituliskan muatan ion dalam
kurung dengan tulisan Romawi dilanjutkan dengan nama nonlogam diberi
akhiran –ida.

Contoh: 20
FeCl2 = besi (II) klorida
FeCl3 = besi (III) klorida
RisnanCi,uSO. P=d Tembaga (II) oksida

Tata Nama Senyawa Biner yang Terdiri dari Atom Nonlogam dan
Nonlogam
Senyawa biner dari nonlogam dan nonlogam disebut dengan senyawa kovalen
biner. Cara penamaan senyawa kovalen biner adalah sama seperti senyawa ion,
yaitu diberi akhiran “ida”. Jika pasangan unsur hanya membentuk satu jenis
senyawa, angka indeks (jumlah atom) tidak perlu disebutkan.
Contoh:
HCl = hidrogen klorida
Beberapa pasang unsur dapat pula membentuk lebih dari satu senyawa biner.
Penamaan senyawa harus disebutkan jumlah atomnya dalam angka latin
dengan indeks dalam bahasa Yunani.

TATA NAMA SENYAWA KOVALEN BINER
Tata nama senyawa kovalen biner adalah senyawa yan g terbentuk dari dua
unsur saja dalam ikatan kovalen.Aturan dalam pemberian nama senyawa
kovalen biner:

Penulisan unsur pada senyawa kovalen biner diurutkan berdasarkan urutan
tertentu.

Contoh: H2O bukan OH2, NH3 bukan H3N

Penulisan nama kedua ditambahkan –ida dibelakangnya, dan nama unsur depan
dan belakang diberi angka indeks.

Risnani, S. Pd 21

Penulisan angka indeks 1 tidak dipakai pada nama depan, dan tidak wajib pada
nama belakang.

Contoh:
CO = karbon monoksida
CO2 = karbon dioksida
N2O3 = dinitrogen trioksida
N2O5 = dinitrogen pentoksida
HBr = hidrogen bromida
HF = hidrogen fluorida

CS2 = karbon disulfida

TATA NAMA SENYAWA ION
Tata nama senyawa ion adalah pemberian nama pada senyawa yang

terbentuk dalam ikatan kation dan anion (ion). Perhatikan Tabel pada 5. rumus
kimia anion dan kation.

Risnani, S. Pd 22

Tabel 6. Rumus kimia Anion dan Kation dan namanya

Aturan penamaan senyawa ion yaitu :
1) Penulisan kation didahulukan dari anion, tanpa menggunakan angka indeks.
2) Perbandingan muatan kedua unsur yang membentuk senyawa harus netral.
3) Kation logam transisi yang memiliki lebih dari satu bilangan oksidasi (biloks)

atau muatan diberi angka Romawi dalam kurung setelah nama umumnya.
4) Cara lain adalah dengan diberi akhiran O (muatan lebih rendah) dan akhiran

i (muatan lebih tinggi) setelah nama Latinnya.
5) Beberapa jenis kation (ion positif). Ditulis menggunakan nama aslinya.

C. Rumus Empiris

Rumus empiris adalah rumus yang menyatakan perbandingan terkecil
atom-atom dari unsur-unsur yang menyusun suatu senyawa. Rumus kimia
senyawa ion merupakan rumus empiris.

Risnani, S. Pd 23

Contoh:

a) Natrium klorida merupakan senyawa ion yang terdiri atas
ion Na+ dan ion Cl– dengan perbandingan 1 : 1.
Rumus kimia natrium klorida NaCl.

b) Kalsium klorida merupakan senyawa ion yang terdiri atas
ion Ca2+ dan ion Cl- dengan perbandingan 2 : 1.
Rumus kimia kalsium klorida CaCl2.

Pada kondisi kamar, sebagian unsur-unsur ada yang membentuk molekul-
molekul. Rumus kimia unsur-unsur semacam ini tidak digambarkan hanya
dengan lambang unsurnya, melainkan unsur beserta jumlah atom yang
membentuk molekul unsur tersebut.

Contoh:

a. Rumus kimia gas oksigen yaitu O2, berarti rumus kimia gas oksigenterdiri
atas molekul-molekul oksigen yang dibangun oleh dua atomoksigen.

b. Rumus kimia fosfor yaitu P4, berarti rumus kimia unsur fosfor terdiri atas
molekul-molekul fosfor yang tiap molekulnya dibentuk dari empat buah
atom fosfor.

Semua senyawa mempunyai rumus empiris. Senyawa molekul mempunyai
rumus molekul selain rumus empiris. Pada banyak senyawa, rumus molekul
sama dengan rumus empirisnya. Senyawa ion hanya mempunyai rumus
empiris. Jadi, semua senyawa yang mempunyai rumus molekul, pasti memiliki
rumus empiris. Namun, senyawa yang memiliki rumus empiris, belum tentu
mempunyai rumus molekul.

Dari beberapa contoh tersebut dapat diartikan bahwa rumus empiris adalah
penyederhanaan rumus molekul.

Risnani, S. Pd 24

Beberapa contoh lainnya dapat dilihat pada tabel 7. berikut.
Tabel 7. Penyederhanan Rumus Molekul dan Rumus Empiris

Nama Senyawa Rumus Rumus n (faktor
Molekul Empiris perkalian)
Glukosa C6H12O6
Asam oksalat C2H2O4 CH2O 6
Asam format CHO2 2
CH2O2 CH2O2 1
Isooktana C8H18 C4H9 2
Hidrogen
peroksida H2O2 HO 2

bagaimana apabila terdapat sebuah sampel yang tidak diketahui nama
senyawanya dan rumus molekulnya tetapi dapat diketahui komponen
penyusunnya?

Berdasarkan komponen penyusun yang diketahui dapat dihitung dan
ditentukan rumus empirisnya.

Cara Menentukan Rumus Empiris dan Rumus Molekul

Selain ditentukan dari rumus molekulnya seperti pada pembahasan di atas,
rumus empiris dapat diketahui dari hasil eksperimen.

Rumus molekul merupakan perbandingan mol paling sederhana dan bilangan
bulat.

Semisal pada senyawa yang mengandung C, H, dan O memiliki perbandingan
mol sebagai berikut:

C:H:O=x:y:z

Risnani, S. Pd 25

maka rumus empirisnya yaitu CxHyOz dimana x, y, dan z merupakan bilangan
bulat dengan perbandingan paling rendah. Hubungan antara rumus empiris dan
rumus molekul yaitu :

(rumus empiris)n = rumus molekul
dimana n adalah faktor perkalian dan merupakan bilangan bulat. Nilai n dapat
ditentukan jika Mr zat diketahui.
Mr rumus molekul = n x rumus empiris
Misal, untuk suatu zat dengan Mr 84 memiliki rumus empiris C2H2O.
n = 84 / Mr C2H2O
n = 84 / 42
n=2
maka rumus molekulnya yaitu (C2H2O)2 = C4H4O2

D. Persamaan Reaksi

Persamaan reaksi didefinisikan sebagai persamaan yang menyatakan
kesetaraan jumlah zat-zat yang terlibat dalam reaksi kimia dengan
menggunakan rumus kimia. Dalam reaksi kimia terdapat zat-zat pereaksi dan
zat-zat hasil reaksi. Dalam menuliskan persamaan reaksi, rumus kimia pereaksi
dituliskan di ruas kiri dan rumus kimia hasil reaksi dituliskan di ruas kanan.
Antara kedua ruas itu dihubungkan dengan anak panah (→ ) yang menyatakan
arah reaksi kimia. Untuk menambah pemahaman anda bisa lihat video berikut.

(https://www.youtube.com/watch?v=vPCGVQR4hWI)

Contoh:

Logam magnesium bereaksi dengan gas klorin membentuk magnesium
klorida. Tuliskan persamaan reaksinya.

Persamaan reaksinya adalah Mg + Cl2 → MgCl2 26
Risnani, S. Pd

Menyetarakan Persamaan Reaksi

Suatu persamaan reaksi dikatakan benar jika memenuhi hukum kimia, yaitu
zat-zat yang terlibat dalam reaksi harus setara, baik jumlah zat maupun
muatannya. Sebelum menuliskan persamaan reaksi yang benar, tuliskan dulu
persamaan kerangkanya. Lebih jelasnya bisa lihat link video berikut.
(https://www.youtube.com/watch?v=hjEw6sELLOo)

Persamaan kerangka untuk reaksi ini adalah

Na + Cl2 → NaCl

Apakah persamaan sudah setara jumlah atomnya? Persamaan tersebut belum
setara sebab pada hasil reaksi ada satu atom klorin, sedangkan pada pereaksi
ada dua atom klorin dalam bentuk molekul Cl2.

Untuk menyetarakan persamaan reaksi, manakah cara berikut yang benar?

1) Mengubah pereaksi menjadi atom klorin, persamaan menjadi:
Na + Cl → NaCI

2) Mengubah hasil reaksi menjadi NaCl2, dan persamaan menjadi:
Na + Cl2 → NaCl2

Kedua persamaan tampak setara, tetapi kedua cara tersebut tidak benar, sebab
mengubah fakta hasil percobaan. Gas klorin yang direaksikan berupa molekul
diatom sehingga harus tetap sebagai molekul diatom. Demikian pula hasil
reaksinya berupa NaCl bukan NaCl2. Jadi, kedua persamaan reaksi tersebut
tidak sesuai Hukum Perbandingan Tetap.

Cara yang benar untuk menyetarakan persamaan reaksi adalah dengan
menambahkan bilangan di depan setiap rumus kimia dengan angka yang
sesuai. Bilangan yang ditambahkan ini dinamakan koefisien reaksi. Jadi, cara

Risnani, S. Pd 27

yang benar untuk menyetarakan persamaan reaksi adalah dengan cara
menentukan nilai koefisien reaksi.

Adapun langkah-langkahnya adalah sebagai berikut.

i. Oleh karena ada dua atom Cl yang bereaksi maka bubuhkan angka 2 di
depan NaCl. Persamaan kerangka menjadi:
Na + Cl2 → 2NaCl

ii. Jumlah atom Cl di sebelah kiri dan kanan persamaan sudah setara (ruas
kiri dan kanan mengandung 2 atom Cl).

iii. Di ruas kanan jumlah atom Na menjadi dua, sedangkan ruas kiri hanya
satu atom. Untuk menyetarakannya, tambahkan angka 2 di depan
lambang unsur Na sehingga persamaan menjadi:
2Na + Cl2 → 2NaCl

Dengan cara seperti itu, jumlah atom di ruas kiri sama dengan di ruas kanan.
Dengan demikian, persamaan reaksi sudah setara.

Adapun aturan nama fase dituliskan sebagai indeks bawah. Untuk
melengkapinya, gunakan lambang-lambang sebagai berikut.
• Tambahkan huruf (g), singkatan dari gas untuk zat berupa gas.
• Tambahkan huruf (l), singkatan dari liquid untuk zat berupa cair
• Tambahkan huruf (s), singkatan dari solid untuk zat berupa padat.
• Tambahkan huruf (aq), singkatan dari aqueous untuk zat berupa larutan.

Dengan demikian, persamaan reaksi tersebut dapat ditulis secara lengkap
menjadi seperti berikut ini.
2Na(s)+ Cl2(g) → 2NaCl(s)

Contoh soal:
Menyetarakan persamaan reaksi sederhana

Gas nitrogen bereaksi dengan gas oksigen menjadi gas dinitrogen
tetroksida. Tuliskan persamaan reaksinya!

Risnani, S. Pd 28

Jawab
Langkah I: tuliskan persamaan kerangkanya.
N2 + O2 → N2O4
Langkah II: setarakan persamaan kerangka dengan menentukan koefisien
reaksinya.

Persamaan reaksinya menjadi: N2 + 2O2 → N2O4

Periksa apakah jumlah atom pada kedua ruas sama. Jika sudah setara,
lengkapi fasanya. N2(g) + 2O2(g) → N2O4(g)

1) Menyetarakan persamaan reaksi yang agak rumit

Gas butana, C4H10 digunakan sebagai bahan bakar untuk kompor gas.
Tuliskan persamaan reaksi pembakarannya.

Jawab:

Pembakaran artinya mereaksikan zat dengan gas oksigen. Jika pembakaran
sempurna akan terbentuk gas karbon dioksida dan uap air.

Persamaan kerangkanya:
C4H10 + O2 → CO2 + H2O

Setarakan dulu atom yang tidak sering muncul. Dalam hal ini adalah C atau H
sehingga dapat disetarakan bersamaan.

Jika C dan H sudah setara, selanjutnya adalah menyetarakan atom O yang
sering muncul.
Penyetaraan C: C4H10 + O2 → 4CO2 + H2O

Risnani, S. Pd 29

Penyetaraan H: C4H10 + O2 → 4CO2 + 5H2O
Penyetaraan O: C4H10 + 13/2 O2 → 4CO2 + 5H2O
Untuk menyatakan persamaan reaksi, koefisien harus bilangan bulat (kecuali
untuk perhitungan).
Jadi, persamaan reaksi pembakaran gas butana:
2C4H10(g) + 13O2(g) → 8CO2(g) + 10H2O(g)
Periksa apakah persamaan sudah setara?
Untuk:
C ruas kiri = 8, C ruas kanan = 8
H ruas kiri = 20, H ruas kanan = 20
O ruas kiri = 26, O ruas kanan = 26

Risnani, S. Pd 30

Uji Mandiri

1. Berikut ini merupakan lambang unsur-unsur hara yang diperlukan oleh

tanaman pada jumlah besar yaitu :

a. N d. S

b. P e. Ca

c. K f. Mg

Tuliskan nama-nama dari unsur-unsur di atas!

2. Data dibawah ini merupakan nama unsur-unsur mikro yang diperlukan oleh

tanaman dalam skala kecil yaitu :

a. Boron f. Mangan

b. Tembaga g. Khlor

c. Seng atau Zinc h. Natrium

d. Besi atau Ferro i. Cobalt

e. Molibdenum j. Silicone

Dari nama-nama unsur di atas tuliskan rumus kimianya masing-masing!

3. Tuliskan rumus senyawa ion yang mempunyai nama berikut!

a. Natrium sulfida d. Stronsium klorida

b. Magnesium oksida e. Magnesium nitrida

c. Aluminium sulfida

SELAMAT
MENGERJAKAN

Risnani, S. Pd 31

FORUM DISKUSI Mari
Berdiskusi

Diskusikan dengan temanmu!

1. Hitunglah jumlah atom masing-masing unsur pada senyawa
berikut:
a. 6 CO(NH2)2
b. 4 C2H5OH
c. 3 (NH4)2SO4
d. CaSO4 . 6H2O

5. Tuliskan dan setarakan persamaan reaksi berikut ini:

a. Logam magnesium bereaksi dengan gas klorin membentuk
magnesium klorida.

b. Gas metana (CH4) dengan gas oksiden membentuk gas karbon
dioksida dan uap air.

Risnani, S. Pd 31

C. PENUTUP

Rangkuman

1. Lambang unsur adalah rumus kimia zat suatu unsur.
2. Rumus kimia menyatakan suatu zat yang memuat informasi tentang

jenis unsur dan jumlah atau perbandingan atom-atom unsur penyusun
zat.
3. Rumus kimia suatu senyawa menyatakan jenis dan jumlah relatif
unsur-unsur penyusun senyawa tersebut.
4. Rumus empiris adalah rumus yang menunjukkan jumlah dan tipe atom
dalam senyawa dengan perbandingan terendah dan bilangan bulat.
5. Rumus molekul adalah rumus yang menunjukkan jumlah dan jenis
atom sesungguhnya pada molekul.
6. Rumus senyawa ionik merupakan rumus paling sederhana yang
dikenal dengan rumus empiris
7. Persamaan reaksi didefinisikan sebagai persamaan yang menyatakan
kesetaraan jumlah zat-zat yang terlibat dalam reaksi kimia dengan
menggunakan rumus kimia.

Risnani, S. Pd 32

Soal Tes Formatif

1. Lambang unsur yang digunakan sampai sekarang dikemukakan oleh . . . .
A. John Dalton
B. John Jacob Berzelius
C. Ilmuan – ilmuan Mesir
D. J.J Thomson
E. Rutherford

2. Lambang unsur belerang adalah . . . .
A. B
B. S
C. Be
D. Ba
E. Bi

3. Lambang unsur Boron adalah . . . .
A. B
B. Ba
C. Bo
D. Br
E. Bor

4. Lambang unsur nikel, kalsium, dan timah berturut-turut dituliskan . . . .
A. Ni, Ca, dan Sn
B. Ni, Ca, dan Ti
C. N, K, dan Sn
D. Ni, Ca, dan Pb
E. Ni, Ka, dan Tn

5. Lambang unsur kalium, kalsium dan kobalt berturut – turut adalah . . . .
A. K, Ca, C
B. Ca, Cd, Co

Risnani, S. Pd 33

C. K, Ca, Co
D. Ca, K, Co
E. K,Co, C

6. Fe dan Au adalah lambang dari unsur . . . .
A. Besi dan perak
B. Besi dan seng
C. Emas dan perak
D. Besi dan emas
E. Perak dan Arsen

7. Garam amonium sulfat memiliki rumus kimia (NH4)2SO4. Jumlah semua
atom penyusun garam amonium sulfat adalah . . . .
A. 10
B. 12
C. 15
D. 20
E. 25

8. Aluminium hidroksida memiliki rumus kimia Al(OH)3. Jumlah atom H yang
terdapat pada 10 molekul aluminium hidroksida adalah . . . .
A. 10
B. 20
C. 30
D. 40
E. 50

9. Nama senyawa dengan rumus kimia BaCl2 adalah . . . .
A. Monobarium diklorida
B. Barium diklorida
C. Boron diklorida
D. Barium klorida
E. Barium klorida(II)

10. Nama senyawa dengan rumus kimia N2O3 adalah . . . .
A. Dinitrogen oksida
B. Nitrogen trioksida

Risnani, S. Pd 34

C. Dinitrogen trioksida
D. Nitrogen oksida
E. Trinitrogen Dioksida

11. Senyawa dengan nama fosfor pentaklorida memiliki rumus kimia . . . .
A. PCl
B. PCl2
C. PCl3
D. PCl5
E. PCl6

12. Rumus kimia yang benar untuk natrium dihidrogen fosfat yakni . . . .
A. Na3PO4
B. Na(PO4)3
C. Na2HPO4
D. Na3PO3
E. NaH2PO4

13. Gas metana terbakar tepat menghasilkan gas CO2 dan H2O. Persamaan
yang tepat untuk menyatakan reaksi tersebut yakni . . . .
A. CH4(g) + O2(g) → CO2(g) + 4H2O(g)
B. CH4(g) + O2(g) → CO2(g) + 2H2O(g)
C. CH4(g) + 2O2(g) → CO2(g) + 2H2O(g)
D. CH4(g) + H2(g) → CH2(g) + 2H2(g)
E. CH4(g) + N2(g) → CN2(g) + 2H2(g)

14. Pembakaran tepat gas etana menghasilkan CO2 dan H2O ibarat
ditunjukkan pada persamaan reaksi berikut.

C2H6(g) + O2(g) → CO2(g) + H2O(l)

Pada persamaan ini, perbandingan koefisien reaksi CO2 terhadap H2O
yakni . . . .

A. 1 : 1
B. 3 : 1
C. 1 : 3
D. 3 : 2

Risnani, S. Pd 35

E. 2 : 3

15. Perhatikan persamaan berikut ini.

Ca(OH)2(aq) + H3PO4(aq) → Ca3(PO4)2(s) + H2O(l)

Koefisien reaksi pada persamaan di atas yakni . . . .

A. 1-2-3-6
B. 3-2-1-6
C. 2-1-3-6
D. 3-6-1-2
E. 2-3-1-6
16. Rumus garam yang benar apabila ion kalsium bergabung dengan anion
sulfat adalah…
A. CaSO4
B. Ca2(SO3)2
C. Ca2(SO4)2
D. CaSO3
E. Ca2SO4
17. Jumlah atom nitrogen terbanyak dalam senyawa . . . .
A. KNO3
B. Fe(NO3)3
C. CO(NH2)2
D. Ca(NO2)2
E. N2O5
18. Jumlah atom Fe pada senyawa 3Fe2(SO4)3 adalah . . . .
A. 2
B. 3
C. 5
D. 6
E. 8

Risnani, S. Pd 36

19. Rumus molekul senyawa yang terdiri dari 1 atom Ca, 1 atom H, 1 atom C, 3
atom O adalah . . . .
A. CaCO3
B. CaC3O3
C. CaHCO3
D. CaH2CO3
E. CaHC2O3

20. Jumlah atom H pada senyawa Al2O3.7H2O adalah . . . .
A. 2
B. 3
C. 7
D. 9
E. 14

Risnani, S. Pd 37

DAFTAR PUSTAKA

Yerimadesi, dkk. Kimia FMIPA Universitas Negeri Padang, Kementerian
Pendidikan Dan kebudayaan, 2019

Michael Purba, Kimia Kelompok Teknologi dan Kesehatan untuk SMK dan MAK
kelas X. Jakarta. Erlangga, 2007

https://roboguru.ruangguru.com/question/jelaskan-pengertian-atom-molekul-
dan-ion-_QU-C459HNLE

https://id.wikipedia.org/wiki/Unsur_kimia diunduh pada tanggal 15 September
2021

https://id.wikipedia.org/wiki/Lambang_unsur diunduh pada tanggal 15
September 2021
https://rumuspintar.com/rumus-empiris-molekul/ diunduh pada tanggal 22
September 2021

https://www.kemkes.go.id/article/view/21060100002/peringati-hari-tanpa-
tembakau-sedunia-kemenkes-targetkan-5-juta-masyarakat-berhenti-
merokok.html diunduh pada tanggal 20 september 2021

https://www.merdeka.com/trending/mengenal-13-jenis-pupuk-organik-dan-
kimia-beserta-cara-menyimpan-yang-tepat.html (berita Kamis,16 Agustus 2020)

https://www.google.com/search?q=ekspresi+tentang+lambang+unsur+atau+ru
musnya

http://cybex.pertanian.go.id/mobile/artikel/79266/unsur-hara-makro-dan-mikro-
bagi-tanaman/

Imam Rahayu. Praktis Belajar Kimia untuk Kelas X Sekolah Menangah Atas.
Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional. Jakarta. 2009.

Irvan Permana. Memahami Kimia SMA/MA untuk Kelas X Semester 1 dan 2.
Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional. Jakarta. 2009.

Sri Wahyuni, dkk. Kimia untuk SMA /MA kelas X, Grafindo, 2017

Wening Sukmawati. Kimia untuk SMA dan MA Kelas X. Pusat Perbukuan
Departemen Pendidikan Nasional. Jakarta. 2009.

Risnani, S. Pd 38

Wibowo, Heri M.T. konsep dasar kimia. jurusan pendidikan teknik otomotif
fakultas teknik universitas negeri yogyakarta. 2005

KUNCI JAWABAN TES FORMATIF

1. B 11. D
2. B 12. E
3. C 13. C
4. A 14. C
5. C 15. B
6. D 16. A
7. C 17. C
8. C 18. D
9. D 19. C
10. C 20. E

Risnani, S. Pd 39


Click to View FlipBook Version