The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by aramdayani7, 2022-12-14 11:02:15

Makalah Kelompok 10 Public Speaking

Makalah Kelompok 10 Public Speaking

MAKALAH PUBLIC SPEAKING
MENYUSUN PERENCANAAN PRESENTASI DAN MEMPERATIKKAN

PRESENTASI YANG EFEKTIF

Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Public Speaking
Yang diampu Dr.Titin Nurhayatin, M.Pd. dan Desti Fatin Fauziyyah, M.Pd.

Disusun oleh :

Dini Khoerulloh 205030034
Rahmah Refani Dzalfa 205030035
Fauzan Wildan Latief 205030036
Revi Asrilia Samsudin 205030038

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS PASUNDAN
BANDUNG
2022

KATA PENGANTAR

Assalamualaikum wr.wb.
Puji syukur ke hadirat rahmat Allah Swt. berkat rahmat serta karunia-Nya sehingga

makalah dengan judul “Menyusun Perencanaan Presentasi dan Mempratikkan Presentasi
yang Efektif” dapat selesai dengan tepat waktu.

Makalah ini dibuat dengan tujuan memenuhi tugas dari Ibu Dr.Titin Nurhayatin,
M.Pd. dan Desti Fatin Fauziyyah, M.Pd. pada mata kuliah Public Speaking. Selain itu,
penyusunan makalah ini bertujuan menambah wawasan kepada pembaca tentang cara
menyusun dan melakukan presentasi yang efektif.

Penulis menyampaikan ucapan terima kasih kepada Ibu Dr.Titin Nurhayatin, M.Pd.
dan Desti Fatin Fauziyyah, M.Pd. selaku dosen mata kuliah Public Speaking. Berkat
tugas yang diberikan ini, dapat menambah wawasan penulis berkaitan dengan topik yang
diberikan. Penulis juga mengucapkan terima kasih yang sebesarnya kepada semua pihak
yang membantu dalam proses penyusunan makalah ini.

Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan dan penulisan masih melakukan banyak
kesalahan. Oleh karena itu penulis memohon maaf atas kesalahan dan ketaksempurnaan
yang pembaca temukan dalam makalah ini. Penulis juga mengharap adanya kritik serta
saran dari pembaca apabila menemukan kesalahan dalam makalah ini.

Bandung, 1 Desember 2022

Penulis

ii

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR................................................................................................................... ii
DAFTAR ISI................................................................................................................................. iii
BAB I PENDAHULUAN.............................................................................................................. 1

A. Latar Belakang................................................................................................................... 1
B. Rumusan Masalah ............................................................................................................. 2
C. Tujuan................................................................................................................................. 2
D. Manfaat............................................................................................................................... 2
BAB II ............................................................................................................................................ 3
PEMBAHASAN ............................................................................................................................ 3
A. Pengertian Presentasi........................................................................................................... 3
B. Tujuan Presentasi ................................................................................................................. 3
C. Tahapan Presentasi.............................................................................................................. 6
D. Prosedur Praktik Presentasi ............................................................................................... 9
BAB III ........................................................................................................................................ 12
PENUTUP.................................................................................................................................... 12
A. Simpulan ............................................................................................................................. 12
B. Saran.................................................................................................................................... 12
DAFTAR PUSTAKA.................................................................................................................. 13

iii

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Presentasi merupakan kegiatan yang selalu dilakukan dalam kehidupan dunia ilmu.

Kegiatan presentasi itu bermanfaat untuk penyebaran informasi ilmiah, baik informasi
penelitian dengan mempergunakan rujukan yang terpercaya maupun informasi pengetahuan
penerapan yang bersifat ilmiah popular. Presentasi seperti itu lebih banyak berlaku pada dunia
kampus yang dilakukan oleh mahasiswa yang sedang menjalani kuliah. Para mahasiswa
tersebut selalu berhubungan dengan dunia penelitian dan pencarian data yang memerlukan
presentasi.

Presentasi bagi mahasiswa merupakan kebutuhan pokok. Mahasiswa perlu melatih diri
dalam melakukan presentasi itu agar mereka mampu menyusun bahasan presentasi dengan
bantuan teknologi informasi sehingga mahasiswa mampu menyajikannnya dan mampu pula
merevisinya berdasarkan umpan balik dari peserta.

Presentasi dapat disejajarkan dengan kemampuan berbahasa yaitu berbicara. Kebutuhan
mahasiswa akan berbicara lebih berorientasi kepada penyajian lisan atau presentasi sebagai
wadah penyampaian suatu gagasan. Kemahiran dalam presentasi bukan hanya menuntut
penggunaan bahasa yang baik dan lancar melainkan juga menghendaki persyaratan-
persyaratan lain, misalnya : kebenaran, ketenangan sikap, kesanggupan mengadakan reaksi
yang cepat dan tepat, kesanggupan menampilkan gagasan-gagasannya secara lancar dan teratur
serta ketidakkakuan dan ketidakcanggungan gerak.

Seiring dengan perkembangan zaman presentasi itu sudah menjadi salah satu kebutuhan
mahasiswa. Alasannya bahwa disamping mahasiswa harus mampu mengungkapkan pikiran,
gagasan, dan sikap ilmiahnya ke dalam berbagai bentuk karya ilmiah yang berkualitas, juga
mereka harus mampu menyajikan karya ilmiah yang ditulisnya di depan forum sesuai dengan
kriteria penyajian yang baik. Keberhasilan suatu presentasi ditentukan oleh seberapa banyak
informasi yang dapat diterima oleh orang dan seberapa ketepatan reaksi yang diberikan oleh
orang seperti yang inginkan.

1

2

Presentasi yang efektif adalah presentasi yang mencapai tujuannya, yaitu ketika audiens
melakukan apa yang diharapkan, setelah presentasi disampaikan. Dalam melakukan
presentasi yang efektif terdapat tahapan dan prosedur praktik dalam melakukan presentasi
yang harus dilakukan. Berdasarkan hal tersebut makalah ini akan membahas bagaimana cara
menyusun perencanaan presentasi dan mempratikkan presentasi yang efektif.

B. Rumusan Masalah
1. Apakah pengertian presentasi ?
2. Apakah tujuah presentasi ?
3. Bagaimanakah tahapan presentasi ?
4. Bagaimanakah prosedur praktik presentasi ?

C. Tujuan
1. Untuk mengathui pengertian presentasi.
2. Untuk mengetahui tujuan presentasi.
3. Untuk mengetahui tahapan presentasi.
4. Untuk mengetahui prosedur praktik presentasi.

D. Manfaat
1. Dapat mengathui pengertian presentasi.
2. Dapat mengetahui tujuan presentasi.
3. Dapat mengetahui tahapan presentasi.
4. Dapat mengetahui prosedur praktik presentasi.

BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Presentasi
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Presentasi adalah suatu proses memperkenalkan,

menyajikan, dan atau mengemukakan sebuah informasi di dalam suatu diskusi maupun forum.
Menurut Titik Triwidodo dan Djoko Kristanto (2004:157) “Pengertian presentasi yaitu suatu
bentuk laporan lisan mengenai suatu fakta tertentu kepada komunikan”. Hal ini berarti bahwa
presentasi merupakan salah satu bentuk komunikasi verbal yaitu salah satu bentuk komunikasi
yang digunakan untuk menyampaikan pesan kepada pihak lain melalui tulisan atau lisan.
Dengan penyampaian pesan secara tulisan atau lisan ini diharapkan orang dapat memahami
apa yang disampaikan oleh pengirim pesan dengan baik.

Sedangkan menurut Erwin Sutomo (2007:1) “Presentasi merupakan sebuah kegiatan aktif
dimana seorang pembicara menyampaikan dan mengkomunikasikan ide serta informasi
kepada sekelompok audiens”. Dari pernyataan tersebut dapat diambil suatu kesimpulan jika
presentasi merupakan kegiatan yang dilakukan secara aktif dengan melibatkan orang lain
selain pembicara, sehingga pembicara harus mampu membuat presentasi menarik untuk
diikuti.

B. Tujuan Presentasi

Steven Covey dalam bukunya yang terkenal, The Seven Habits Of Highly Effective
People, menjelaskan bahwa salah satu kebiasaan manusia efektif adalah memulai sesuatu
dengan menetapkan tujuan akhir yang ingin dicapai. Sama halnya dengan seorang public
speaker yang akan menyampaikan presentasinya, harus didasari dengan tujuan; apa yang
ingin disampaikan kepada audiens, bagaimana output yang akan didapatkan, menentukan
kalimat pembuka, mempersiapkan argumentasi, dan hal lainnya. Menentukan tujuan penting
agar presentasi yang disampaikan menjadi terarah dan terstruktur. Jika kita tidak memiliki

3

4

tujuan, bisa dipastikan presentasi akan berjalan monoton dan datar tanpa berisi pesan. Berikut
beberapa tujuan public speaker dalam presentasinya, antara lain :

a) Menyampaikan informasi

Tujuan presentasi untuk menyampaikan informasi ada baiknya menggunakan topik
pembahasan terbaru, tepercaya, dan terlengkap. Kebaruan sebuah informasi akan
membantu audiens berpikir lebih maju dan berkembang. Mereka secara tidak sadar akan
menganggukkann kepala, tanda memahami ataupun tanda baru mengetahui informasi
tersebut. Presentasi jenis ini biasanya akan memberikan data dan fakta agar audiens
paham dengan materi baru. Pada akhir presentasi, diharapkan para audiens akan
mendapatkan ilmu baru dan bisa menerima informasi dengan baik, sehingga saat
membagikannya kepada orang lain, tidak menyimpang dari apa yang telah disampaikan
pembicara.

b) Mempengaruhi Audiens

Presentasi yang dilakukan berisikan informasi-informasi, data-data dan bukti-bukti yang
disusun secara logis sehingga informasi yang disampaikan dapat membuat seseorang
atau kelompok orang merasa yakin. Semula yang asalnya memiliki unsur ketidakjelasan
dan ketidakpastian sehingga ketika diadakan presentasi oleh pembicara, seseorang/
kelompok orang tersebut menjadi yakin atas informasi yang diberikan. Mempengaruhi
audiens pun harus menggunaka pola bahasa yang baik dan benar, supaya mereka tertarik
dengan hal yang disampaikan.

c) Menghibur pendengar

Pada era globalisasi ini banyak acara-acara hiburan pada penayangan televisi. Acara
hiburan tersebut dipimpin oleh presenter yang handal, tujuannya untuk menghibur para
penonton. Prensenter dituntut untuk melakukan pembicaraan yang sifatnya menghibur
tetapi relevan dan profesional sehingga para penonton televisi dapat menikmati acara
tersebut. Selain acara televisi, acara hiburan yang lainnya dapat kita temukan pada pesta
perayaan-perayaan. Contoh: pesta perayaan pernikahan, ulang tahun dan lain-lain.

5

Presenter ditugaskan untuk berbicara dan menyelipkan kata-kata yang dapat menghibur
para tamu yang hadir pada pesta perayaan tersebut.

d) Memotivasi dan menginspirasi pendengar untuk melakukan suatu tindakan

Demi tercapainya suatu tujuan perusahaan, seorang pimpinan dituntut untuk
mengarahkan dan membimbing para karyawannya agar dapat bekerja secara maksimal
dan tidak lupa untuk memperhatikan kualitasnya. Selain diberi arahan dan bimbingan,
pimpinan perusahaan juga dapat melakukan motivasi agar para karyawannya dapat
bekerja dengan semangat yang tinggi. Kegiatan memotivasi tersebut dapat dilakukan
dengan mengadakan suatu forum. Forum tersebut terdiri dari para karyawan dimana
bertindak sebagai pendengar, sedangkan yang bertindak sebagai pembicara yaitu pihak
pimpinan perusahaan itu sendiri. Pimpinan bertugas untuk menyampaikan informasi
yang bersangkutan dengan tujuan perusahaan serta memotivasinya, baik dengan cara
mempromosikan karyawan maupun kenaikan gaji karyawan.

e) Melakukan penjualan

Tujuan presentasi yang keempat yaitu melakukan penjualan. Hal ini bersangkutan
perusahaan yang ingin mempromosikan suatu produk tertentu. Perusahaan menugaskan
kepada salah seorang atau kelompok karyawan untuk mempromosikan produknya
kepada calon pembeli. Karyawan tersebut dibekali pengetahuan mengenai produk dan
dibantu dengan alat bantu peraga untuk memudahkan penyampaian pesan.

f) Membuat suatu ide atau gagasan

Presentasi yang dilakukan hanya bertujuan untuk memunculkan suatu ide/gagasan dari
para peserta pendengar. Tipe tujuan ini biasanya diterapkan pada suatu
perusahan/organisasi yang mengalami suatu masalah yang sulit untuk dipecahkan
sehingga membutuhkan pendapat/argumen orang lain untuk memecahkannya. Forum
yang dilakukan sering dikenal dengan istilah rapat. Perusahaan mengundang peserta
rapat yang dianggap penting baginya serta dapat memunculkan suatu ide/gagasan
sehingga secara tidak langsung dapat membantu suatu tujuan perusahaan.

6

g) Menyentuh emosi pendengar

Tujuan yang keenam yaitu untuk menyentuh emosi pendengar. Dalam hal ini pembicara
bertugas untuk melakukan pembicaraannya yang dapat menyentuh perasaaan/emosi
seseorang. Sebagai contoh pembicara melakukan presentasi kepada para pendengar
mengenai korban bencana yang terjadi akhir-akhir ini. Presentasi yang dilakukan
pembicara membuat pendengar merasa tersentuh untuk membantu para korban bencana
dengan cara menyumbangkan sebagian hartanya

C. Tahapan Presentasi

Presentasi adalah suatu kegiatan berbicara di hadapan orang banyak. Presentasi merupakan
kegiatan pengajuan suatu topik, pendapat atau informasi kepada orang lain. Berbeda dengan
pidato yang lebih sering dibawakan dalam acara resmi atau politik, presentasi lebih sering
dibawakan dalam acara bisnis. Secara garis besar presentasi dirancang untuk menjelaskan (to
explain), menjual (to sell), dan memotivasi (to motivate). Agar proses presentasi berjalan
dengan terencana, terarah dan teratur, ada beberapa tahapan yaitu planning, delivering,
handling, dan closing.

1. Planning
Dalam tahapan planning atau perencanaan ada beberapa yang perlu dipahami diantaranya:

a) Memahami pendengar
Pembicara harus bisa memahami pendengar, dengan mengetahui dengan siapa kita
berbicara akan lebih memudahkan kita untuk menyampaikan materi dengan bahasa yang
sesuai dengan pendengar.

b) Menentukan tujuan presentasi
Menentukan tujuan presentasi bisa membantu pembicara dalam mengatur waktu, sehingga
dalam tahapan – tahapan presentasi tidak terlalu cepat ataupun tidak terlalu lama.

c) Pesan yang akan disampaikan
Dalam presentasi pembicara harus memahami dan menyiapkan pesan apa yang akan
disampaikan oleh audiens agar presentasi berkesan baik.

7

d) Perlengkapan presentasi
Tidak ada salahnya memperhatikan perlengkapan yang digunakan dalam presentasi, hal
tersebut membantu jalannya presentasi berjalan dengan lancer.

e) Ruang presentasi
Hal ini juga tidak kalah penting. Dengan memperhatikan letak ruang presentasi pembicara
bisa mengatur bagaimana agar audiens bisa melihat atau memperhatikan pembicara dengan
jelas sehingga mudah menerima apa yang disampaikan oleh pembicara.

2. Delivering
Dalam delivering ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, diantaranya

a) Opening (pembukaan) yaitu menarik perhatian positif dari audience.
b) Message (pesan) yaitu menyatakan pesan pembicara secara jelas.
c) Evidence (bukti) yaitu menggiring audience untuk menghargai pembicara,
d) mempercayai pembicara dan meyakini kredibilitas pembicara. Berikut ini merupakan

beberapa bentuk bukti (evidence) yang umum digunakan;
 Demonstration (demonstrasi). Menunjukkan bahwa sesuatu dapat berjalan. Misalnya

demonstrasi perhitungan singkat kalkulator, simulasi kredit rumah, atau kendaraan
bermotor.
 Examples (contoh-contoh). Pembicara bisa memberikan contoh dari pengalaman
pembicara maupun orang lain. Misalnya bisa menceritakan dari pengalaman keluarga
atau teman dalam menggunakan suatu produk.
 Facts (fakta-fakta). Fakta yang diberikan bisa berupa informasi yang dapat dibuktikan,
spesifik dan benar.
 Exhibits (peraga). Peraga dapat berupa peta, gambar, atau gambar skema dan lain
sebagainya.
 Analogies (analogi). Analogi yaitu membuat perbandingan dengan situasi yang lain,
terutama jika ide yang pembicara sampaikan adalah sesuatu yang abstrak.
 Testimonial (kesaksian). Kesaksian bisa berasal dari narasumber atau user. Pembicara
dapat mengutip kesaksian dari seseorang yang dihormati dan dikenal oleh audience.
 Statistics (statistik). Menampilkan angka-angka yang menunjukkan kenaikan ,
penurunan, perubahan prosentase, perbandingan , tren, hubungan dan kesimpulan.

8

3. Handling
Dalam hal ini adalah tentang bagaimana mengatur dan mengatasi sesi tanya jawab (question
and answer). Sesi tanya jawab dilakukan setelah presentasi selesai. Beberapa manfaat dari
sesi tanya jawab adalah, memperjelas pesan presentasi, memperkuat pokok-pokok bahasan,
kesempatan bagi pembicara untuk menambah bukti dan contoh, dan mendorong timbulnya
interaksi antara pembicara dan audiens.

Disamping itu, sesi tanya jawab memiliki beberapa tantangan dan resiko tersendiri, sehingga
sesi ini cukup menakutkan bagi para pembicara pemula. Beberapa resiko tersebut adalah;
kemungkinan ada pertanyaan yang sulit dijawab, seorang audience bisa saja mendominasi
diskusi, batasan waktu seringkali sulit untuk ditaati, pendengar lain yang tidak tanggap pada
pertanyaan atau jawaban dari pembicara, bahkan ada audien yang bersikap bermusuhan dan
tidak sependapat.

Oleh karena itu ada beberapa cara yang dapat membantu pembicara untuk mengurangi resiko
pada saat sesi tanya jawab diantaranya dengan membatasi waktu sesi tanya jawab, membantu
pendengar untuk langsung ke permasalahan dan jika pembicara tidak bisa menjawab bisa
menawarkan atau minta saran kepada audiens. Dalam hal ini pembicara harus bersikap jujur
karena biasanya audiens akan mengerti dan menghargai hal tersebut .

4. Closing

Closing atau penutupan dalam suatu presentasi diharapkan dapat memberikan kesan pertama
yang positif, yang akan diingat terus oleh audiens. Penutupan akan terkesan baik jika kita
bisa memanfaatkan situasi dengan kreatif. Alokasi waktu yang disediakan dalam presentasi
harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. Penutup dapat dijadikan sebagai ukuran untuk
mengetahui sejauh mana audiens memahami apa yang kita sampaikan. Adapun hal yang bisa
kita lakukan itu pertama, merangkum apa yang telah dijelaskan. Hal ini sebagai bentuk
mengulang dan mengingat kembali memori para audiens sehingga tidak mudah dilupakan.
Kedua meringkas dalam satu kalimat penting. Hal ini berguna untuk menarik benang merah
ide pokok dalam pembahasan yang sudah disampaikan. Ketiga, membuat audiens mau

9

bertindak. Artinya tidak semata-mata hanya memberikan materi, tetapi feedback yang
didapatkan.

Setelah melakukan langkah-langkah tersebut presentasi dapat diakhiri dengan memberikan
berbagai kutipan motivasi atau ajakan tertentu. Jangan biarkan audiens mudah melupakan
kita. Buatlah mereka terkesan dengan materi yang telah kita sampaikan. Buatlah kalimat yang
mengesankan di akhir penampilan kita. Itu akan memudahkan mereka mengingat kita dan
merasa terkesan dengan kita. Permainan kata disini amat diperlukan. Orang akan terkesan
dengan ungkapan motivasi yang kita Ucapkan. Cara dan apa yang pembicara ungkapkan pada
saat menutup suatu presentasi adalah bagian yang tidak kalah penting dari semua bagian
presentasi. Bahkan ada yang berpendapat bahwa bagian inilah bagian yang terpenting dari
suatu presentasi. Menutup presentasi juga harus mengandung kesimpulan dari tujuan
presentasi.

D. Prosedur Praktik Presentasi

1. Prosedur Persiapan
Pada tahap ini seseorang yang akan melakukan presentasi harus mempersiapkan segala
sesuatu yang penting dan hal yang menunjang bagi kelancaran presentasi. diantaranya :

a) Persiapkan materi, jangan memandang remeh materi yang akan kita sampaikan.
Meskipun materi yang akan kita sampaikan berupa materi ringan, buatlah materi
semenarik mungkin.

b) Pahami siapa audiens.
c) Buatlah outline presentasi.
d) Buatlah slide presentasi supaya audience lebih memahami apa yang anda sampaikan.
e) Desain slide presentasi.
f) Cobalah baca dan pahami materi yang akan disampaikan atau bisa juga membaca dari

sumber lain baik dari buku maupun internet sebagai tambahan wawasan, supaya materi
tidak monoton.

10

g) Latihan presentasi.

2. Prosedur Pelaksanaan

a) Usahakan datang lebih awal agar dapat bekromunikasi dengan audience.
b) Berdoa sebelum melakukan presentasi.
c) Cek materi yang akan kita sampaikan dan peralatan yang menunjang lainnya minimal 5

menit sebelum melakukan presentasi.
d) Periksa kembali penampilan, jangan terlalu mencolok dan berpenampilan aneh, simple

dan elegan.
e) Lakukan presentasi dengan santai dan tidak terburu-buru.
f) Sampaikan dengan gaya bicara kita sendiri, tidak meniru-meniru gaya bicara orang lain

karena itu bisa membuat rekan kerja atau teman anda aneh dan kelihatan lucu. tetapi
jika dengan meniru gaya bicara orang lain membuat kita lebih "PD" hal itu tidak
masalah.
g) Bawakan presentasi di bagian awal sebaik mungkin.
h) Sajikan data dan fakta secara meyakinkan sebelum anda menambahkan cerita penguat
fakta.
i) Selalu kaitkan topic pembicaraan dengan kondisi yang di hadapi audience.
j) Hindarkan kesan menggurui agar audience tidak bersikap skeptic.
k) Catat dan simpan informasi dan masukan penting yang dikemukakan oleh audience.
l) Sisipkan lelucon secukupnya di sela-sela presentasi.
m) Berikan kejutan pada audience dengan menyampaikan sebuah informasi kunci yang
tidak tercantum pada slide.
n) Batasi waktu, karena daya serap audience akan semakin berkurang.
o) Tutup presentasi dengan hal yang berkesan dan tidak bertele-tele. contoh : tutup
presentasi dengan hal yang lucu atau memberi senyuman manis anda.

11

3. Prosedur Penutupan
Setelah sesi presentasi selesai, bukan berarti penyaji harus segera berkemas dan
meninggalkan ruangan. Beberapa hal yang dapat dilakukan setelah menyajikan prsentasi :

a) Jangan terburu-buru pergi dari tempat presentasi, rapihkan semua hal yang telah
disampaikan dan bawa saat presentasi. Beri kesan bahwa kita adalah orang yang rapih
dalam mengerjakan segala hal.

b) Coba untuk menyapa sebagian dari audience.
c) Sisakan waktu untuk berdialog dengan beberapa audience, yang ingin memperoleh

informasi lebih lanjut.
d) Jangan lupa salam dan senyum ketika meninggalkan ruangan presentasi.

BAB III
PENUTUP

A. Simpulan
Presentasi merupakan proses mentransfer informasi yang melibatkan pembicara dan

audiens secara efektif dan aktif melalui komunikasi yang membangun dan diimbangi dengan
tubuh baik dengan alat bantu maupun hanya sekedar lisan saja. Presentasi yang efektif terjadi
apabila materi yang disampaikan oleh seorang presentator dapat diterima dengan baik oleh
audiens tanpa menimbulkan salah persepsi, sehingga tujuan presentasi dapat tercapai.

Adapun dalam mencapai presentasiyang efektif, terlebih dahulu kita harus melakukan
persiapan mulai dari mengenali siapa yang menjadi audiens, menentukan tujuan presentasi,
materi apa yang akan disampaikan, media apa yang akan digunakan dan efek apa yang akan
orang lain dapatkan. Selain itu latihan sebelum presentasi juga sangat penting dilakukan,
sehingga presentasi berjalan lancar. Isi atau konten presentasi juga harus sesuai dengan tema
agar pembicaraan tidak menyimpang.

B. Saran
Dalam melakukan presentasi baik itu presentasi karya ilmiah, pendidikan, bisnis dan lain

sebagainya. Kita perlu latihan presentasi sebelum melakukan presentasi. Dengan latihan yang
baik kita akan lebih percaya diri, mampu menyesuaikan materi dengan waktu, dan akan
menemukan cara terbaik dalam menyampaikan presentasi.

12

DAFTAR PUSTAKA

Sobarudin, Y. (4, November Selasa). Teknik Presentasi. Diambil kembali dari Blogspot:
http://yuliyantisobarudin.blogspot.com/

Tary, M., & Ardiyanti, D. (2020). Cara Mudah Dan Praktis Belajar Public Speaking. Sleman:
Checklist.

Trimastuti, W. (2021). Public Speaking dan Teknik Presentasi dalam Menciptakan
Pengajaranyang Menarik. Jurnal PADMAt, 8-10.

13


Click to View FlipBook Version