Modul 1.1
Penerapan Pemikiran Ki Hajar Dewantara
Di Kelas dan Sekolah
JURNAL REFLEKSI
Penerapan Model pembelajaran
yang menyenangkan Berpusat Pada Murid
di kelas
Penilis :
Siti Akrimi Nunung Muhayati, S. Pd.
SDN 3 Getas
CGP Angkatan 5
Kab. Blora Prov. Jawa Tengah
Pengajar Praktik :
Juwarsih, S. Pd. SD.
Fasilitator :
Sukesi, M. Pd.
Contact Person :
A.n Siti Akrimi Nunung M.
Email : [email protected]
[email protected]
Artikel refleksi Aksi Nyata- Penerapan Model Pembelajaran
yang menyenangkan dan Berpusat pada murid di kelas SDN 3 Getas
Jurnal Refleksi
Aksi Nyata Modul 1.1 Penerapan Pemikiran Ki Hajar Dewantara di Kelas dan Sekolah
Penerapan Model – Model Pembelajaran Permainan Yang Menyenangkan Berpusat
Pada Murid di Kelas
SITI AKRIMI NUNUNG MUHAYATI, S. Pd.
Calon Guru Penggerak Angkatan 5 Kabupaten Blora Provinsi Jawa Tengah
2022
A. Latar belakang tentang situasi yang dihadapi oleh Calon Guru Penggerak
Perkembangan zaman yang begitu cepat membuat setiap orang harus
berpacu mengikuti arusnya. Anak didik-pun tidak bisa terlepas dari hal itu. Jika
ditelusuri lebih dalam anak-anak zaman sekarang mulai tergerus karakternya.
Siswa mulai terlihat kurang memiliki sikap akhlak mulia dalam kehidupan sehari-
hari. Siswa hanya melakukan tindakan baik apabila dilihat oleh guru atau karena
untuk dinilai baik oleh orang lain. Siswa banyak berselancar di dunia maya sehingga
lupa waktu ibadah dan tugas lainnya. Mereka lebih asik bermain game melalui
gawainya dan ada juga yang asik bermain dengan teman hingga lupa waktu.
Pendidikan sejatinya adalah lahan untuk membentuk karakter anak, untuk
itulah sebagai pengajar dirasa perlu dan wajib untuk membentuk karakter anak
menjadi manusia berkarakter baik. Melalui aksi nyata yang akan dilakukan oleh
CGP untuk membentuk karakter anak melalui pendidikan karakter di sekolah dan
juga di rumah terutama dalam hal beriman dan bertaqwa kepada Tuhan yang maha
Esa dalam kehidupan sehari diharapkan dapat membantu mengontrol dan
membentuk karakter anak menjadi lebih baik.
B. Deskripsi Aksi Nyata dan alasan mengapa melakukan aksi tersebut
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan dan berdasarkan dasar-dasar
pemikiran Ki Hajar Dewantara yang menyatakan bahwa anak tumbuh dan
berkembang menurut kodrat alam dan zamannya dimana dibentuk berdasarkan
lingkungan dimana anak itu berada dan guru hanyalah dapat menuntun tumbuh
atau hidupnya kodrat tersebut maka saya membuat aksi nyata dengan deskripsi
sebagai berikut:
1. Merancang pembelajaran dengan mengacu pada nilai-nila karakter dan
berkolerasi dengan nilai-nilai budaya daerah Untuk membuat aksi ini saya
menyusun pembelajaran dimana saya memasukan nilai-nilai karakter di dalam
pembelajaran seperti memberi salam saat masuk kelas, berdoa sebelum dan
sesudah melakukan aktivitas pembelajaran, membimbing siswa untuk bisa
bergotong royong dengan temannya dan beberapa hal lainnya dan
dikombinasikan dengan nilai-nilai budaya daerah yang ada. Alasan merancang
kegiatan ini adalah agar dapat dilaksanakan oleh siswa dalam pembelajaran
sehingga karakter baik akan menjadi sebuah pembiasaan bagi mereka.
Artikel refleksi Aksi Nyata- Penerapan Model Pembelajaran
yang menyenangkan dan Berpusat pada murid di kelas SDN 3 Getas
2. Melakukan Pembiasaan Membaca 15 menit sebelum pelajaran di mulai.Dalam
kegiatan literasi ini guru dan murid juga dapat memanfaatkan Perpustakaan yang
dimiliki sekolah yaitu dengan memanfaatkan waktu luang untuk dapat membaca
buku-buku non pelajaran misalnya buku cerita tokoh keagamaan, cerita rakyat,
buku cerita bergambar dan buku mata pelajaran lainnya sehingga dapat
menambah wawasan, keterampilan dan pengetahuan dalam membaca. Sebelum
kegiatan ini dimulai terlebih dahulu saya meminta izin terlebih dahulu kepada
Kelapa Sekolah untuk pelaksanaan kegiatan kemudian saya berkomunikasi
dengan rekan-rekan guru yang lain untuk menentukan langkah-langkah
kegiatan yang akan dilaksanakan.
Pertama, tahap pembiasaan yang dilakukan yaitu mengadakan kegiatan wajib
membaca buku non pelajaran selama 15 menit. kedua, tahap pengembangan
yang dilakukan yaitu adanya kegiatan lanjutan dengan memberikan tanggapan
dari buku yang telah dibaca melalui presentasi dan menulisnya pada jurnal
literasi peserta didik. Kegiatan yang dilaksanakan yaitu pengembangan literasi
melalui program aku berliterasi. Kegiatan ini mengubah sikap peserta didik dari
yang tadinya malu-malu dan tidak percaya diri, menjadi cukup berani dalam
menyampaikan cerita. Cara mengubah sikap dari peserta didik tak lain adanya
motivasi dari guru sebelum kegiatan literasi berlangsung.
3. Pembiasaan 5S yaitu Senyum, sapa, salam, sopan dan santun.
Dalam mewujudkan budaya positif pastinya saya tidak bisa melakukannya
sendiri. Banyak pihak yang saya libatkan dalam mewujudkan semua ini. Sebelum
mewujudkan budaya positif di sekolah maka yang saya lakukan adalah berbagi
pengetahuan dan pengalaman dengan rekan sejawat , rekan guru dan Kepala
Sekolah tentang budaya positif . Kegiatan ini dilakukan agar semua warga
sekolah terutama kepala sekolah dan guru mempunyai sudut pandang yang sama
dalam pembiasaan “5S” di lingkungan sekolah. Dalam kegiatan ini pula , saya
meminta guru-guru untuk mau menuangkan ide atau gagasan mereka terkait
dengan budaya positif apa yang akan diwujudkan di lingkungan sekolah. Selain
berbagi pengalaman dan pengetahuan dengan rekan sejawat, tentu saja saya
melakukan kegiatan dengan peserta didik saya di kelas V yaitu membuat
keyakinan kelas. Keyakinan kelas ini diharapkan dapat menunjang agar budaya
positif dapat terlaksana dengan baik. Akhirnya berdasarkan keyakinan kelas dan
sekolah , kami memutuskan akan menerapkan budaya positif yaitu “5S”
(Senyum, salam,sapa, sopan dan santun).
4. Pembelajaran dengan model Cooperatif Learning
Profil pelajar pancasila yang saya gunakan dalam aksi nyata adalah gotong
royong. Gotong royong adalah salah satu kearifan lokal kita. Nilai-nilai gotong
royong dalam kegiatan pembelajaran dapat diterapkan melalui model
pembelajaran kooperatif (Cooperative Learning). Model Pembelajaran Kooperative
dapat mengembangkan akitivitas, kreativitas,berpikir, dan menumbuhkan
perilaku sosial yang positif , misalnya sikap kepedulian terhadap lingkungan dan
gotong royong antar siswa yang dapat di kembangkan melalui diskusi maupun
kerja kelompok.
Artikel refleksi Aksi Nyata- Penerapan Model Pembelajaran
yang menyenangkan dan Berpusat pada murid di kelas SDN 3 Getas
5. Pembelajaran Kontektual dengan mengajak siswa belajar di luar ruangan.
Dalam pembelajaran siswa saya ajak untuk keluar ruangan agak siswa tidak
merasa bosan. Dengan tujuan siswa lebih mudah memahami dan menerima
materi pelajaran dengan baik. Agar tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan
baik.
Tujuan yang ingin dicapai adalah : mewujudkan merdeka belajar dan
menumbuhkan rasa tanggung jawab bagi peserta didik, mewujudkan profil
pelajar pancasila yaitu kreatif dan gotong royong, mengetahui kemampuan
peserta didik dalam menyelesaikan tugas, mewujudkan pendidikan budi pekerti
yang menghamba pada anak, adanya olah cipta, rasa dan karsa secara holistik
serta humanis sesuai filosofis KHD. Tolak ukur keberhasilan dari aksi nyata yang
dilaksanakan ini sebagai berikut : siswa lebih aktif dan antusias dalam mengikuti
pembelajaran berkembangnya kompetensi yang dimiliki siswa baik dalam dalam
aspek kognitif, afektif dan psikomotor. Potensi anak berkembang sesuai dengan
kodratnya serta terwujudnya siswa-siswa memiliki budi pekerti dan menunjukan
perilaku profil pelajar pancasila.
DESKRIPSI AKSI NYATA
Adapun alur kegiatan aksi nyata ini dimulai dengan perencanaan, pelaksanaan,
refleksi dan pelaporan. 1. Perencanaan a. Pada minggu pertama, membuat
rancangan aksi nyata yaitu pembelajaran yang berpusat pada peserta didik serta
menuntun anak agar menemukan potensi dalam diri peserta didik (minat dan
bakat) b. Melakukan sosialisasi rancangan aksi nyata kepada pihak sekolah
untuk mendapatkan persetujuan dari Kepala Sekolah dan dukungan dari warga
sekolah. 2. Pelaksanaan Pada minggu ke dua, memberikan sosialisasi kepada wali
siswa tentang kegiatan aksi nyata serta menjalin kerjasama dalam membimbing
serta mengarahkan anak dalam kemandiriannya. Pada minggu ke tiga, siswa
melaksanakan kegiatan pembelajaran yang menanamkan sikap kemandirian
sambil bermain namun menyenangkan dirumah masing-masing dengan tetap
didampingi orang tua. Refleksi tentang kegiatan aksi nyata Untuk mengetahui
sejauh mana keberhasilan kegiatan aksi nyata 3. Pelaporan Aksi Nyata Pada
minggu ke empat CGP membuat pelaporan berkaitan tentang aksi nyata yang
sudah di laksanakan.
6. Pembelajarn berbasis TIK
Pengintegrasian TIK ke dalam proses pembelajaran diperlukan untuk
mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa, mengembangkan
keterampilan dalam bidang TIK (ICT Literacy), dan untuk meningkatkan
efektivitas, efisiensi dan kemenarikan proses pembelajaran. Oleh karena itu, guru
sebagai penggerak pendidikan dituntut memiliki kompetensi keahlian yang cukup
untuk memanfaatkan TIK yang ada.
C. Tujuan Aksi Nyata
Tujuan aksi nyata ini adalah;
1. meningkatkan keaktifan dan hasil belajar peserta didik
2. mewujudkan pembelajaran berpusat pada siswa
3. mewujudkan pembelajaran yang menyenangkan
Artikel refleksi Aksi Nyata- Penerapan Model Pembelajaran
yang menyenangkan dan Berpusat pada murid di kelas SDN 3 Getas
D. HASIL DARI AKSI NYATA
Hasil yang diperoleh menunjukkan hal yang baik dalam berkomunikasi di media
sosial yang digunakan untuk pembelajaran daring. Murid menjadi paham akan
pentingnya berkomunikasi yang baik, terlebih dalam pelajaran sehingga tidak
terjadi kesalahpahaman.
E. PEMBELAJARAN YANG DI DAPAT
Keberhasilan yang diperoleh :
Guru dan murid dapat berkomunikasi dengan baik dan tidak terjadi
kesalahpahaman.
Kegagalan yang diperoleh
Masih ada murid yang tidak mengikuti motivasi sehingga belum memperoleh
motivasi dan belum dapat berbagi informasi / pengalaman yang pernah dialami dan
mengambil pelajaran dari pengalaman tersebut.
F. RENCANA PERBAIKAN UNTUK PELAKSANAAN DI MASA MENDATANG
Rencana yang akan saya lakukan di masa mendatang melakukan komunikasi dan
menjalin hubungan yang dekat dengan murid agar dapat memahami kebutuhan
murid dan memberi motivasi serta selalu memantau sejauh mana pelaksanaannya.
Artikel refleksi Aksi Nyata- Penerapan Model Pembelajaran
yang menyenangkan dan Berpusat pada murid di kelas SDN 3 Getas
LAMPIRAN DOKUMENTASI FOTO AKSI NYATA
A. Perencanaan Sebelum Melaksanakan Aksi Nyata
B. Pelaksanaan Pembelajaran
Artikel refleksi Aksi Nyata- Penerapan Model Pembelajaran
yang menyenangkan dan Berpusat pada murid di kelas SDN 3 Getas
Artikel refleksi Aksi Nyata- Penerapan Model Pembelajaran
yang menyenangkan dan Berpusat pada murid di kelas SDN 3 Getas