xii ips 2
DESA
PANGANDARAN
antony giddens
riezca shakira
khalisa zahra
fausta anfasa
latar belakang desa
pangandaran
Desa Pangandaran adalah daerah otonomi baru
yang berdiri pada tanggal 25 Oktober 2012, dan
memiliki visi yakni “Mewujudkan Desa Pangandaran
sebagai Daerah Tujuan Wisata Dunia”. Kabupaten
Pangandaran merupakan daerah pesisir sekaligus
daerah objek wisata yang terletak di Jawa Barat.
Selain itu kesuburan Kabupaten Pangandaran
sebagai daerah pertanian sangat ditunjang oleh
banyaknya sungai yang mengalir, di antaranya
Citanduy, Cijulang, Ciputra Pinggan, dan yang lainnya.
fakta desa pangandaran
Pangandaran terlahir sebagai daerah yang memiliki percampuran dua
culture, di antaranya culture Jawa dan culture Sunda. Kabupaten
Pangandaran bagian Timur berbatasan dengan Kabupaten Cilacap, dimana
Cilacap merupakan kabupaten yang ber-culture Jawa.
Kabupaten Pangandaran bagian Utara adalah Kabupaten Ciamis, dan
bagian Baratnya adalah Kabupaten Tasikmalaya dimana kedua Kabupaten
tersebut ber-culture Sunda, dengan demikian terciptalah penggabungan
kedua culture Jawa dan Sunda di Kabupaten Pangandaran yang
berpengaruh terhadap kekhasan daerah.
KEPERCAYAAN
MASYARAKAT
apakah masyarakat desa
pangandaran percaya
adanya tuhan?
Dasarnya masyarakat Pangandaran tidak menyadari
bahwa apa yang selama ini mereka percayai, apa yang
mereka yakini, dan apa yang mereka lakukan dalam berbagai
macam tradisi dan ritual merupakan suatu bentuk
sinkretisme. Mereka sadar dan yakin sepenuhnya bahwa
Tuhan (Allah) itu ada dan menguasai segala sesuatu yang ada
di muka bumi ini.
percaya pada
hal mistis
Pola hidup masyarakat nelayan yang keras yang
menuntut adanya harmonisasi dengan alam,
membuat mereka juga sadar dan yakin: bahwa suatu
tempat memiliki penunggu dan penguasanya sendiri
(dalam hal ini makhluk gaib); bahwa suatu keberkahan,
keselamatan, dan kemakmuran tidak hanya
ditentukan oleh usaha yang rajin dan berdoa saja
(salat), Tapi juga ditentukan oleh bentuk-bentuk ilmu
gaib (magi).
kepercayaan
sinkretis
Pertunjukan wayang juga merupakan bagian dari
sistem kepercayaan sinkretis Desa Pangandaran,
karena keampuhan pertunjukan itu sendiri sebagai
ritual ngaruwat laut dan ngaruwat bumi. Semua itu
dapat dipahami melalui simbol-simbol sakral yang
ada di dalamnya, sehingga peran teori Clifford
Geertz sungguh terasa dalam memaknai semua
sistem simbol itu yang akhirnya membentuk sistem
budaya secara keseluruhan.
HUKUM LOKAL
Masyarakat Pangandaran sangat menghormati dan HAJAT LAUT
menjaga serta memelihara warisan nenek moyang mereka
yang terdahulu. Sebelum masuknya islam ke tanah sunda
masyarakat pangandaran setiap tahunnya selalu
mengadakan Hajat Laut. Setelah ajaran islam masuk pun
Hajat Laut masih tetap dilaksanakan. Menurut masyarakat
Pangandaran, Hajat Laut bukanlah bid’ah tetapi
merupakan sebuah warisan kearifan budaya local yang
perlu untuk dijaga dan dilestarkan.
Melakukan suatu kegiatan diluar ajaran islam adalah
bid’ah. Tetapi jika kegiatan tersebut lebih membawa
kebaikan dibandingkan keburukan maka bid’ah pun
diperbolehkan. Walaupun berbeda pendapat tetapi
masyarakat pangandaran masih bisa bersama dan hidup
secara damai. Sikap gotong royong dan tamah ramah pun
jelas terlihat antara setiap masyarakat Pangandaran.
SISTEM
PENCAHARIAN
nelayan sebagai
mata pencaharian
Penduduk yang bermukim di kawasan pantai Desa
Pangandaran, Jawa Barat memiliki mata pencaharian
utama sebagai nelayan. Mereka untuk sumber income
keluarganya utamanya dari menangkap jenis-jenis ikan
di laut.
Selain nelayan masyarakat pangandaran juga banyak
yang bermata pencaharian Petani .sisa nya bergerak
dalam bidang pariwisata,perdagangan,pegawai swasta
dan lainnya.
KEUNIKAN
DESA
Pangandaran memiliki 2 pantai disisi barat dan timur,
Pangandaran barat adalah tempat wisata yang ideal untuk
keluarga yang aman dan nyaman. pantai Pangandaran timur
menyuguhkan surga bagi penggila makanan laut. Ribuan panganan
olahan laut ditawarkan, mulai dari restorant dan warung makan
dipinggir pantai. Selain warung, disebelah selatan pantai
Pangandaran timur juga terdapat pasar ikan segar yang
didistribusikan langsung dari nelayan. Selain menjadi surge bagi
para pecinta kuliner laut, pantai Pangandaran timur juga menjadi
destinasi bagi mereka yang gemar berolahraga air seperti jet ski
dan banana boat.
Selain keindahan pantainya, Pangandaran memiliki keistimewaan
lainnya antara lain: Melihat matahari yang terbenam maupun
terbit matahari dari kedua sisi pantai pada hari yang sama.
Pantainya landai dengan air yang jernih serta jarak antara pasang
dan surut relative lama, sehingga memungkinkan untuk berenang
lebih aman. Terdapat pantai dengan hamparan pasir putih.
Terdapat tanaman laut dengan beragam kehidupan laut yang
mempesona. Gua Jepang peninggalan perang dunia 2.
UPAYA
PEMBERDAYAAN
MASYARAKAT
Metode yang digunakan dalam pemberdayaan masyarakat
melalui penyuluhan pengembangan desa wisata ini berupa :
sosialisasi kepada pihak pemerintah kecamatan, pemerintah
desa, tokoh masyarakat dan masyarakat setempat; pendataan
potensi desa wisata di wilayah Kecamatan Cijulang yang belum
tergali secara maksimal; pendampingan kepada masyarakat
untuk lebih mendapatkan pembinaan secara berkesinambungan
dan memberikan dampak yang lebih bermanfaat bagi
masyarakat di Kecamatan Cijulang.
Hasil yang dicapai menunjukkan bahwa masyarakat di
Kecamatan Cijulang Kabupaten Pangandaran sangat antusias
dalam membentuk dan mengembangkan desa wisata terlihat
dari partisipasi masyarakat yang tinggi dalam mengikuti
berbagai kegiatan yang mendukung program desa wisata,
misalnya dengan mengikuti pelatihan, studi banding, dan lain lain.
Namun permasalahan fasilitas sarana dan prasarana masih
merupakan kendala pokok untuk menarik minat wisatawan.
KRITIK & SARAN
Kembangkan dulu amenitas di desa Pangandaran sebelum
mengembangkan atraksi wisata.
Oleh karena itu pemerintah perlu meningkatkan kualitas
amenitas di desa Pangandaran. Salah satunya dengan
memastikan ketersediaan Rupiah di destinasi baik dalam bentuk
ATM, valuta asing, maupun elektronisasi transaksi wisata
JOBDESK
Khalisa Zahra Latar Belakang
Riezca Shakira Kepercayaan
Fausta Zuhdi Hukum Lokal
Sistem Pencaharian
Keunikan
Pemberdayaan Masyarakat
Kritik dan Saran