The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

BAHAN AJAR KELAS 9 TATI HARTATI 22323299507 SISTEM REPRODUKSI MANUSIA

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by tatihartati55, 2022-11-30 13:30:18

BAHAN AJAR SISTEM REPRODUKSI MANUSIA

BAHAN AJAR KELAS 9 TATI HARTATI 22323299507 SISTEM REPRODUKSI MANUSIA

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami haturkan ke hadirat
Allah SWT. Berkat rahmat-Nya kami akhirnya
dapat menyelesaikan penyusunan bahan ajar
tentang Sistem Reproduksi Pada Manusia.

Dalam handout ini pembaca akan menemukan
pembahasan tentang pembelahan sel, struktur
dan fungsi organ reproduksi pada manusia,
serta gangguan dan penyakit pada system
reproduksi . Handout ini memang masih belum
sempurna. Kami mengharapkan saran dan kritik
dari para pemakai handout ini, untuk perbaikan
di masa yang akan datang. Tak lupa kami
mengucapkan banyak terima kasih kepada
semua pihak yang turut membantu terbitnya
handout ini. Akhir kata, selamat belajar!
Semoga handout ini membantu siswa menjadi
anak yang cerdas dan berbakti.

KOMPETENSI INTI

1.Menghargai dan menghayati ajaran agama yang
dianutnya

2.Menghargai dan menghayati perilaku: jujur, disiplin,
santun, percaya diri, peduli, dan bertanggung jawab
dalam berinteraksi secara efektif sesuai dengan
perkembangan anak di lingkungan, keluarga, sekolah,
masyarakat dan lingkungan alam sekitar, bangsa, negara,
dan kawasan regional.

3.Memahami dan menerapkan pengetahuan faktual,
konseptual, prosedural, dan metakognitif pada tingkat
teknis dan spesifik sederhana berdasarkan rasa ingin
tahunya tentang: ilmu pengetahuan, teknologi, seni,
budaya dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, dan
kenegaraan terkait fenomena dan kejadian tampak mata

4. Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan
menyaji secara: kreatif, produktif, kritis, mandiri,
kolaboratif, dan komunikatif, dalam ranah konkret dan
ranah abstrak sesuai dengan yang dipelajari di sekolah
dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang teori

KOMPETENSI DASAR

3.1 Menghubungkan system reproduksi pada manusia dan
gangguan pada system reproduksi dengan penerapan pola hidup
yang menunjang kesehatan
reproduksi

TUJUAN PEMBELAJARAN

1.Mendeskripsikan fase-fase pembelahan mitosis dan miosis

2.Menjelaskan ciri-ciri setiap fase pembelahan mitosis dan

miosis

3.Menjelaskan sifat sel anakan hasil pembelahan mitosis dan

miosi

4.Mengidentifikasi organ-organ penyusun system reproduksi

pada laki-laki

5.Mengidentifikasi organ-organ penyusun system reproduksi

pada laki-laki

6. Mengidentifikasi proses pembentukan sperma

(spermatogenesis)

7.Mengidentifikasi proses pembentukan sel telur (Oogenesis)

8.Menerapkan konsep pembelahan miosis pada proses

spermatogenesis dan oogenesis

9.Mendeskripsikan siklus menstruasi yang terjadi pada dinding

Rahim

10.Menjelaskan jenis dan fungsi hormone yang berperan pada

siklus menstruasi

11.Mendeskripsikan proses fertilisasi dan kehamilan

12.Menjelaskan proses perkembangan janin selama dalam

kandungan

13.Mengidentifikasi kelainan dan penyakit pada system

reproduksi manusia

14.Menganalisis penyebab kelainan dan penyakit system

reproduksi manusia

15.Menganganalisis upaya pencegahan penyakit pada system

reproduksi pada manusia.

16.Menghubungkan gangguan pada system reproduksi manusia

dengan penerapan pola hidup yang menunjang Kesehatan

reproduksi

17.Menerapkan pola hidup sehat yang menunjang Kesehatan

reproduksi

A. PEMBELAHAN SEL

Pembelahan sel adalah peristiwa dimana sel membelah
menjadi duan atau lebih sel baru. pembelahan sel merupakan
cara sel untuk memperbanyak diri atau yang disebut dengan
bahasa ilmiahnya proses reproduksi sel.

peran pembelahan sel Makhluk hidup dapat tumbuh
pertumbuhan karena sel-selnya bertambah
perbaikan banyak

perbaikan jaringan yang rusak
pada tubuh

reproduksi proses pembentukan sel kelamin

pembentukan sel-sel baru atau anakan dari sel yang sudah
ada sebelumnya dapat terjadi melalui proses pembelahan sel.
pembelahan sel dibedakan menjadi Amitosis,mitosis dan meiosis.

1.pembelahan Amitosis
Merupakan pembelahan sel yang terjadi secara langsung

tanpa melalui tahap-tahap pembelahan sel. Amitosis terjadi pada
reproduksi aseksual organisme prokariotik, misalnya bakteri.

2. Pembelahan Mitosis
pembelahan sel yang menghasilkan 2 buah sel anakan yang

mempunyai karakter yang sama dengan sel induknya. pembelahan
sel secara mitosis memiliki cir-ciri :

lokasi pembelahan ada di sel tubuh
jumlah pembelahan 1 kali

jumlah sel anak hasil pembelahan dari satu sel induk menghasilkan 2
sel anak.
jumlah kromosom Diploid (2n)
komponen genetik sama dengan induk
tujuan pembelahan untuk pertumbuhan dan regenerasi

Mitosis terdiri dari 4 fase yaitu u fase profase, metaphase, anaphase
dan telophase yang terjadi berturut terlihat pada gambar berikut :

3. Pembelahan Meiosis
Meiosis disebut juga pembelahan reduksi yaitu pembelahan sel
induk diploid 2n,menghasilkan empat sel anakan haploid n.
Pembelahan reduksi ini terjadi pada proses pembentukan sel
gamet (gametogenesis), yaitu pembentukan sel sperma
(spermatogenesis) dan pembentkan sel telur (oogenesis). Berikut
adalah ciri-ciri pembelahan sel secara meiosis :

Lokasi pembelahan sel gonad atau sel kelamin.
Jumlah pembelahan dua kali yaitu meiosis I dan meiosis II
Jumlah sel anak hasil pembelahan 1 sel induk menghasilkan
sel anak d. Jumlah kromosom anak haploid (n)
Tujuan pembentukan gamet

berikut adalah fase-fase pembelahan sel secara meiosis.

Perbedaan pembelahan Mitosis dan Meiosis :

  MITOSIS MEIOSIS

PROFASE Tidak ada pasangan Terdapat pasangan
kromosom homolog Kromosom homoloh
METAFASE
Kromosom sejajar Metafase I :
ANAFASE & pada bidang Kromosom homolog
TELOFASE pembelahan sejajar pada bidang

pembelahan

·  Anafase I yang di ·  Anafase I yang di
tarik kromatid·  Sel tarik adalah
anakan 2 dengan kromosom 
jumlah kromsom 2n =
diploid (sama dengan

jumlah kromosom
induk

STRUKTUR REPRODUKSI
PADA MANUSIA

1. Organ Reproduksi pada Laki-laki
Alat reproduksi atau alat kelamin laki-laki dapat dibedakan menjadi

alat kelamin luar dan alat kelamin dalam.
Alat Kelamin Luar Alat kelamin luar merupakan alat kelamin yang
terletak pada bagian luar tubuh dan dapat diamati secara
langsung. Terdiri atas :

PENIS Sebagai saluran kencing (urin)
terbentuk dari otot yang tidak bertulang
terdapat kulup (lipatan kulit)/prepuce
yang dipotong saat di khitan

SKROTUM kantung berupa lipatan kulit agar
terdapat dua buah testis
berfungsi menjaga suhu testis
sesuai untuk produksi sperma

a. Alat kelamin dalam

Alat kelamin dalam merupakan alat kelamin yang terletak
pada bagian dalam tubuh dan tidak dapat di amati secara
langsung. alat kelamin dalam antara lain terdiri dari testis,
saluran sperma, uretra, dan kelenjar reproduksi.

Zat yang dihasilkan
kelenjar Vesikula
Seminalis

Khitan adalah proses
pemotongan/menghilangkan bagian yang
berbentuk lipatan kulit yang terletak pada

ujung penis, bagian itu disebut
kulup/prepuce. Ada beberapa manfaat
dikhitan, antara lain : mengurangi resiko
infeksi saluran kemih, mengurangi resiko

kanker penis, dan mengurangi resiko
terinfeksi penyakit menular seksual.

SPERMATOGENESIS Proses pembentukan
sperma
SPERMATOGENESIS
Terjadi di tubulus
Didalam tubulus terdapat seminiferus di dalam
sel-sel Primordialyang
sudah matang Testis

Sel-sel primordial spermatogonium
membelah secara mitosis membelah secara meiosis

secara terus menerus menghasilkan 4
membentuk spermatozoa

spermatogonium

SPERMATOGENESIS

gambar spermatogenesis
www.google.com

gambar sperma
www.google.com

2. organ reproduksi pada perempuan
a. Alat kelamin Luar

VULVA Suatu celah paling luar dari alat kelamin
wanita yang dibatasi oleh sepasang bibir

(kanan dan kiri)

LABIUM Bibir luar vagina
terdapat 2 labium yaitu bibir besar
(labia mayor) dan bibir kecil (laba
minor)

saluran kelamin Vagina
Saluran Urine

b. Alat kelamin Dalam

gambar sistem reproduksi wanita
www.google.com

tabel. organ reproduksi dalam pada wanita
www.google.com

OOGENESIS Proses pembentukan sel
telur (ovum)
OOGENESIS
Terjadi di dalam ovarium
Didalam tubulus
terdapat sel-sel smenghasilkan 2 sel
primordial diploid telur

Sel-sel tersebut
mengalami pertumbuhan
dan mengalami pembelahan

secara meiosis

gambar.Oogenesis
www.google.com

Fase sekretori. Folikel yang telah melepaskan sel telur akan
berubah menjadi korpus luteum. Sel telur yang telah
diovulasikan akan ditangkap oleh fimbiraedan akan bergerak
menuju tuba fallopi. Jika pada saat itu sel telur tidak dibuahi
oleh sperma (tidak terjadi fertilisasi), maka akan dikirimkan
sinyal tertentu pada korpus luteum untuk tidak memproduksi
hormon estrogen dan progesteron lagi. Dengan demikian, pada
fase ini jumlah hormon estrogen dan progesteron pada
perempuan rendah. Rendahnya hormon estrogen dan
progesteron menyebabkan jaringan penyusun dinding rahim
rusak dan pembuluh darah yang ada pada dinding rahim pecah,
sehingga perempuan akan mengalami menstruasi.
Fertilisasi dan Kehamilan
a. Fertilisasi

Fertilisasi merupakan proses peleburan inti sel sperma
dengan inti sel telur yang sudah matang sehingga membentuk
zigot. Proses fertilisasi ini terjadi di dalam tuba
fallopi.Pembuahan didahului oleh peristiwa ovulasi, yaitu lepasnya
sel telur yang masak dari ovarium

gambar.proses fertilisasi
www.google.com

b. Gestasi (Kehamilan)

Setelah zigot terbentuk, zigot langsung membelah diri
menjadi 2, 4,8, 16 dan seterusnya. Dalam waktu bersamaan
dinding Rahim menebal
penuh dengan pembuluh darah siap menerima zigot. Zigot menempel
pada dinding rahim untuk berkembang. Zigot berubah menjadi
embrio. Terbentuk plasenta dan tali pusat sebagai penghubung
antara embrio dengan ibunya.Plasenta fungsinya untuk
menyalurkan makanan dan oksigen dari ibu ke embrio dan
menyalurkan zat sisa dari embrio ke darah ibu. Embrio dikelilingi
cairan amnion untuk melindungi dari bahaya benturan. Usia 4
minggu, embrio mulai membentuk mata, tangan dan kaki. Usia 6
minggu,embrio berukuran 1,5 cm. Otak, mata, telinga dan jantung
sudah berkembang. Tangan dan kaki beserta jari-jarinya mulai
terbentuk. Usia 8 minggu, embrio sudah memiliki organ lengkap.
Embrio berubah menjadi janin (fetus). Setelah usia kehamilan
mencapai kira-kira 9 bulan 10 hari, bayi siap dilahirkan.

Selama dalam Rahim, embrio mendapatkan nutrisi dari induknya
melalui plasenta. Fungsi plasenta adalah :

1.Menyalurkan zat makanan dari induk ke embrio
2.Mengalirkan zat-zat sampah dari embrio ke dalam darah

induknya
3.Melindungi janin dari berbagai zat racun atau kuman penyakit

gambar.kehamilan Di dalam rahim, embrio berada di
www.google.com dalam amnion. Amnion adalah
kantong yang berfungsi untuk

melindungi embrio dari benturan.
Amnion berisi cairan yang disebut
cairan amnion atau air ketuban,
yang berfungsi membantu proses
kelahiran, sebagai anti bakteri dan

pendeteksi kelainan keturunan
(genetic) pada janin

perkembangan janin

gambar.perkembangan janin
www.google.com

Proses melahirkan dipicu oleh tingginya level hormon estrogen.
Tingginya kadar estrogen dalam darah memicu kepekaan uterus
terhadap hormon oksitosin. Oksitosin dihasilkan oleh fetus (janin),
oksitosin juga merangsang plasenta untuk menghasilkan hormon
prostaglandin. Hormon oksitosin dan prostaglandin akan
meningkatkan frekuensi kontraksi otot uterus, kekuatan kontraksi,
dan durasi kontraksi hingga bayi lahir. Kontraksi otot uterus
dimulai dari otot bagian atas lalu menuju ke bawah, memberikan
gaya dorong pada bayi untuk keluar melalui serviks. Gaya dorong
ini semakin kuat saat kepala bayi mendorong dinding serviks. Hal
ini terjadi karena, saat dinding serviks terdorong dan melebar,
maka akan merangsang dihasilkannya hormon oksitosin.
Meningkatnya hormon ini akan membuat kontraksi otot uterus
semakin kuat, sehingga gaya dorong yang dihasilkan semakin besar.

Selain gaya dorong terdapat pula gaya gesek antara bayi
dengan cairan plasenta dan gaya gesek antara bayi dengan
saluran serviks. Perhatikan Gambar! panah berwarna biru
menunjukkan arah gaya dorong, sementara panah warna kuning
menunjukkan arah gaya gesek. Perlu kamu ketahui bahwa arah
gaya gesek selalu berlawanan dengan arah gerak benda. Pada
proses kelahiran, arah gerak bayi

perkembangan janin

gambar.perkembangan janin
www.google.com

Proses melahirkan dipicu oleh tingginya level hormon estrogen.
Tingginya kadar estrogen dalam darah memicu kepekaan uterus
terhadap hormon oksitosin. Oksitosin dihasilkan oleh fetus (janin),
oksitosin juga merangsang plasenta untuk menghasilkan hormon
prostaglandin. Hormon oksitosin dan prostaglandin akan
meningkatkan frekuensi kontraksi otot uterus, kekuatan kontraksi,
dan durasi kontraksi hingga bayi lahir. Kontraksi otot uterus
dimulai dari otot bagian atas lalu menuju ke bawah, memberikan
gaya dorong pada bayi untuk keluar melalui serviks. Gaya dorong
ini semakin kuat saat kepala bayi mendorong dinding serviks. Hal
ini terjadi karena, saat dinding serviks terdorong dan melebar,
maka akan merangsang dihasilkannya hormon oksitosin.
Meningkatnya hormon ini akan membuat kontraksi otot uterus
semakin kuat, sehingga gaya dorong yang dihasilkan semakin besar.

Selain gaya dorong terdapat pula gaya gesek antara bayi
dengan cairan plasenta dan gaya gesek antara bayi dengan
saluran serviks. Perhatikan Gambar! panah berwarna biru
menunjukkan arah gaya dorong, sementara panah warna kuning
menunjukkan arah gaya gesek. Perlu kamu ketahui bahwa arah
gaya gesek selalu berlawanan dengan arah gerak benda. Pada
proses kelahiran, arah gerak bayi

yang mendesak keluar berlawanan dengan arah gaya gesek yang
arahnya menuju ke dalam. Ketika bayi keluar dari serviks gaya
gesek di saluran serviks akan semakin membesar karena kecilnya
diameter serviks. Gaya gesek ini me nahan gerakan bayi untuk
keluar. Namun hormon oksitosin yang dihasilkan selama dinding ser
viks terdorong akan memperkecil gaya gesek tersebut. Selain
adanya oksitosin, gaya gesek juga diperkecil dengan adanya cairan
ketuban yang berperan sebagai pelumas atau pelicin ketika bayi
keluar.

Kembar Monozigotik (Identik)
Satu sel telur di buahi sperma  zigot mengalami
pembelah  terbentuk dua/lebih embrio (satu kantung
plasenta)

Jenis kelamin sama
Wajah sulit dibedakan
Materi genetik sama
Kembar Dizigotik (Tidak Identik)
Lebih dari satu sel telur di buahi sperma  masing masing zigot
mengalami pembelahan  hidup di dua
kantung ketuban berbeda
Jenis kelamin sama/berbeda
Wajah tidak mirip
Tampak seperti kakak adi

b.SIFILIS (Raja singa)

Penyebab: bakteri Treponema pallidum ditularkan melalui
hubungan seksual
Akibat: kerusakan organ reproduksi. Pada stadium lanjut,
sifilis menyerang hati, susunan syaraf dan otak.
Tanda dan gejala :Luka pada vagina atau penis.

c.Herpes Simplex Genitalia

Penyebab: virus herpes simpleksserotipe 2 ditularkan
melalui hubungan seksual.
Akibat: gangguan pada organ reproduksi, kulit dan
menyebabkan kanker rahim.
Tanda dan gejala :Luka pada vagina atau penis seperti
bercak-bercak yang menyerang pada alat kelamin manusia.

d.AIDS/HIV

Penyebab: virus HIV (Human Immunodedeficiency Virus)
Akibat: hilangnya daya kekebalan tubuh terhadap penyakit
karena virus ini menyerang sel-sel darah putih
Tanda dan gejala :Rusaknya sel darah putih dan
pertahanan tubuh melemah. Penyebaran: kontak cairan
tubuh dengan penderita AIDS.

e. Keputihan/kandida

Penyebab: parasit seperti jamur Candida albicans,
protozoa Trichomonas vaginalis, bakteri dan virus.
Akibat: gangguan pada organ reproduksi wanita
Tanda dan gejala :Infeksi pada dinding vagina.

f. Epididimitis

Penyebab: Infeksi atau karena terkena penyakit menular
seksual (PMS) Akibat: peradangan pada saluran epididimis
Tanda dan gejala : rasa nyeri disertai pembengkakan pada
salah satu testis

UPAYA PENCEGAHAN PENYAKIT
PADA SISTEM REPRODUKSI

Beberapa upaya yang dapat dilakukan sebagai upaya
pencegahan gangguan dan penyakit pada sistem reproduksi
adalah sebagai berikut :

Menggunakan celana dalam yang berbahan katun dan
berstekstur lembu
Biasakan membilas dengan air bersih organ reproduksi setiap
selesai buang air kecil maupun buang air besar
Mengganti celana dalam 2-3 kali sehari
Memotong rambut yang ada di area reproduksi
Untuk perempuan jika sedang mengalami menstruasi gantilah
pembalut sesering mungkin
Untuk perempuan hindari menggunakan sabun pembersih
daerah kewanitaan dan patyliner terus menerus
Rajin Berolahraga dan banyak mengonsumsi buah dan sayu

DAFTAR PUSTAKA


h t t p s : / / a n y f l i p . c o m / n j e y b / w c v i / b a s i c D i a k s e s t a n g g a l 2 7

November 2022 pukul 08.00

https://www.infolabmed.com/2021/10/pembelahan-meiosis.html Di
akses tanggal 28 November 2022 pukul 13.00

https://bangka.tribunnews.com/2021/10/01/mempelajari-
pembelahan-sel-mitosis-dan-meiosis-ipa-kelas-9-smp-lengkap-latihan-
soal-dan-pembahasan?page=2 Di akses tanggal 28 November
2022 pukul 15.00

https://slideplayer.info/amp/13066460/ Di akses tanggal 28
November 2022 pukul 15.30

https://www.infolabmed.com/2021/10/pembelahan-meiosis.html Di
akses tanggal 29 November 2022 pukul 07.00

https://maglearning.id/2021/07/26/materi-ipa-smp-kelas-9-organ-
reproduksi-pada-laki-laki/Di akses tanggal 29 November 2022
pukul 08.00

https://griyahusada.com/artikel/sistem-reproduksi-wanita Di
akses tanggal 29 November 2022 pukul 09.00


Click to View FlipBook Version