MASTERPLAN
AGROWISATA PETIK BUAH NAGA
Sumbergading - Sumberwringin
Bondowoso
Powered by:
KKN Universitas Jember Program Desa Berseri Astra 2021
01
Latar Belakang
Keberadaan agrowisata memiliki keserasian dengan alam Desa Sumber Gading yang mayoritas
tanahnya adalah lahan pertanian. Buah Naga merupakan salah satu komoditas pertanian yang
diminati oleh masyarakat dan berpotensi untuk dijadikan objek agrowisata sebagai wisata petik buah,
terlebih pada malam hari dapat digunakan lampu penerang disamping untuk menekan produksi juga
akan menawarkan view buatan yang sangat indah. Di lahan persawahan seluas 3,200 m2 di Desa
Sumber Gading akan dirancang untuk dibangun wisata petik buah khususnya buah naga yang akan
menawarkan paket lengkap seperti buah naga segar, saung, dan penginapan demi kenyamanan
para pengunjung agrowisata tersebut.
Namun realita yang terjadi di lapangan, wisata petik buah di Desa Sumber Gading masih dalam
tahap proses pengembangan pohon buah naga di lahan tersebut. Oleh karena itu, dibutuhkan konsep
perencanaan pengembangan agrowisata petik buah agar pembangunan dapat terarah dengan baik,
terlebih masih ada lahan yang belum dilakukan pengembangan atau masih menjadi lahan produktif
yang ditanami padi. Dengan adanya masterplan ini, diharapkan agrowisata petik buah dapat tertata
dan memiliki konsep yang dapat menarik wisatawan untuk berkunjung dan berlibur di agrowisata
petik buah tersebut.
02
Tujuan
Untuk merencanakan konsep pengembangan Agrowisata petik buah di Desa Sumbergading,
Kecamatan Sumberwringin, Kabupaten Bondowoso sebagai destinasi wisata yang menawarkan
konsep alam di Kawasan Sumberwringin. Analisis yang berkaitan dengan penyusunan Master Plan
dilakukan dengan mempertimbangkan potensi dan permasalahan yang ada di kawasan
pengembangan Agrowisata Petik Buah.
03
Sasaran
Mengetahui potensi dan permasalahan pada perencanaan Agrowisata Petik Buah
melalui identifikasi data-data yang telah didapatkan.
Melakukan analisis karakteristik aktivitas, kebutuhan ruang, dan analisis
penyediaan infrastruktur.
Menyusun desain siteplan Agrowisata Petik Buah.
04
Konsep Perancangan dan Pengembangan
Pengembangan Integrasi Fisik Pengembangan berbasis konservasi dimana
Berbasis dengan pola pengembangan yang tetap mempertahankan
Ekologi keaslian agroekosistem dengan mengupayakan
Konservasi Setempat kelestarian sumber daya alam lingkungan hidup,
sejarah, budaya, dan rekreasi.
Budidaya Edukasi
dengan Budidaya Teknik budidaya buah naga yang khas akan
Teknik Buah Naga menjadi daya tari tersendiri bagi wisatawan,
Organik dimana teknik budidaya petik buah naga yang
digunakan yaitu dengan sistem organik sehingga
juga akan menghasilkan buah yang berbeda
dengan sistem petani buah naga pada umumnya.
Agrowisata Petik Buah Naga ini akan menawarkan
edukasi budidaya buah naga kepada wisatawan
yang berkunjung
05
Fasilitas dan Fungsi Bangunan
q Zona Relaksasi Mushola Restroom
Homestay
q Zona Rekreatif
Kebun Buah Naga Picnicground Gazebo
q Zona Komersial
Restaurant n Cafe
q Zona Kendaraan
Parkir Kendaraan
q Zona Pengelola
Gudang Resepsionis
05
Zoning Site
Zonasi pada site dipengaruhi oleh faktor karakteristik aktivitas di setiap zona serta respon
terhadap tingkat kebisingan yang dihasilkan dari arah jalan raya dan topografi site. Kebisingan
tertinggi datang dari bagian selatan site akibat adanya jalan utama sehingga zona relaksasi dan
rekreasi diletakkan di bagian tengah site karena zona ini membutuhkan ketenangan yang memiliki
tingkat kebisingan yang minimal.
Zona relaksasi dan zona rekreasi membutuhkan view yang menarik dari luar bangunan, untuk itu
zona- zona ini ditengah untuk dapat melihat view kebun buah naga. Sedangkan zona kantor berada
di didekat zona relaksasi dan rekreasi untuk mempermudah pemberian pelayanan dan
kontrol segala aktivitas.
Zona komersial restoran dan cafe ditempatkan di antara zona rekreasi dan relaksasi agar
wisatawan dapat dengan mudah mengakses cafe dan resto untuk memesan berbagai makanan dan
miniman yang ditawarkan. Dengan sitem zoning site di atas, maka bangunan agro wisata petik buah
naga akan memiliki fungsi yang efisien dan efektif.
ZONA RELAKSASI
ZONA KENDARAAN
ZONA REKREASI
ZONA UTILITAS
ZONA KOMERSIAL
Gambaran Zoning Site Agrowisata Petik Buah Naga
06
Konsep Tata Luar Bangunan
Pedestrian disiapkan mengelilingi bangunan dan juga menjadi penghubung
antar bangunan. Desain pedestrian menggunakan konsep tradisional dan vegetasi
agar pengunjung yang melewatinya tidak terkena terik matahari. Dengan adanya
vegetasi pada pedestrian, maka pedestrian ini juga akan berfungsi sebagai greenbelt
jalan tapak untuk mengurangi polusi asap kendaraan.
Area lanskap paling banyak terletak di zona rekreasi, dimana terdapat kebun dan
picnicground. Area lanskap sedapat mungkin dimanfaatkan sebagai area hijau.
07
Struktur dan Material Bangunan
Struktur bangunan di Agrowisata Petik Buah mengusung konsep semi modern-tradisional
namun akan didominasi oleh bangunan dengan konsep tradisional. Homestay yang ada di zona
relaksasi akan menggunakan konsep semi modern dengan material semen. Sedangkan bangunan
di bagian zona komersial akan menggunakan konsep bangunan tradisional dengan material
utama yaitu kayu dan bambu.
08
Pencahayaan
Pencahayaan alami akan digunakan di ruang terbuka
pada siang hari (07.00 – 16.00 WIB).
Pencahayaan buatan akan digunakan di ruang terbuka, tertutup, dan di
pohon buah naga yang berfungsi untuk merangsang bunga buah naga agar
dapat berbuah setiap saat, pencahayaan buatan tersebut akan digunakan
pada pencahayaan alami mulai tidak efektif yaitu pada sore dan
malam hari (16.00 – 07.00 WIB).
09
Penyediaan Air Bersih
Ketersediaan air merupakan hal yang sangat penting di Agrowisata Petik
Buah Naga untuk pemenuhan kebutuhan terutama di restroom.
Pemenuhan air bersih dapat diperoleh dari sumber mata air yang tersedia
di kecamatan sumberwringin maupun sumber air buatan.
10
Kesimpulan
Kecamatan Sumberwringin memiliki keunggulan destinasi wisata dan letak
geografis yang terletak di lintasan menuju kawah ijen dan kawah wurung. Namun
perlu mengembangkan destinasi wisata dengan menggali potensi yang ada untuk
memajukan ekonomi pariwisata di Kecamatan Sumberwringin. Terlebih belum ada
Agrowisata Petik Buah Naga di Kecamatan Sumberwringin yang menawarkan produk
unggulan pertanian atau perkebunan. Oleh karena itu akan dibangun Agrowisata
Petik Buah Naga tepatnya di Desa Sumber Gading dengan p endekatan konservasi
dan teknik budidaya organik sebagai daya tarik untuk mendatangkan wisatawan
untuk berkunjung. Dengan adanya konsep pengembangan Agrowisata Petik Buah
Naga tersebut diharapkan pembangunan Agrowisata Petik Buah Naga dapat terarah
dengan baik sehingga dapat memberikan kenyamanan bagi wisatawan.
Tim Penyusun
- Jihad Ali Daei Suhardi
- Ahmad Fauzan
- Iza Rizqi Fakhriansyah
- Nugroho Chandra Wijaya
- Hanif Hidayattulloh