The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Dwi Indah Kumalasari, 2022-12-07 09:29:06

ANTOLOGI PUISI

SMAN 19 BUNGO

ANTOLOGI PUISI

Kumpulan
Puisi

SMA NEGERI 19
BUNGO

Sekawan

Menurutku adanya sahabat membuat
kehidupan menjadi lebih bermakna,

bagaimana menurutmu?

SANG PELITA DINEGERI
GULITA

sejak pertama mengenal aksara
engkau mengajari kami hingga mampu membaca
saat taksanggup memaknai kata
engkau pula yang menjelaskan penuh cinta
kau ibarat pelita dalam kegelapan
memberikan sinar yang semakin terang
kau ibarat pelita dalam kegelapan
memberikan harapan kehidupan
Guruku
meski seringkali aku berbuat salah
engkau menasihatiku tanpa ada amarah
meski tingkahku seringkali membuatmu resah
namun engkau tetap memdidikku tanpa kenal lelah
Hangat senyummu
menjadi pebuka hati kami
amarahmu adalah cambuk belaian kasih bagi kami
suaramu menggiring kami ke masa depan yang terang
pada negeri ini
engkau tunjukkan kesanggupan dalam berbakti
pada negeri ini
engkau telah mengabdi dengan sepenuh hati
Guruku
engkau adalah pahlawab dipenghujung cerita
karena pengorbananmu adalah realita
engkau adalah sang pelita
sinarmu abadi menerangi negeri ditengah gulita
pendidikan yang kau berikan
membuat pandangan kami semakin luas
bagikan langit yang tak terbatas
Terima kasih atas segala waktumu
atas segala ketulusanmu
atas segala pengetahuanmu
yang begitu banyak
engkau akan selalu ada dan abadi dihati kami

KARYA NURBAITI F

MALAM TAK SELAMANYA KELAM

Malam...

Suasana yang sangat tenang untuk mengurangi isi dikepala
Tetapi,
malam bukan waktunya untuk mu mengeluarkan mutiara emas mu
Namun,

itulah waktu yang tepat untuk kamu mengistirahatkan pikiranmu!

Air mata yang kau miliki janganlah kau buang dengan sia-sia
Hanya untuk menangisi harihari yang lalu
Lihatlah kedepan,,,
ada hari esok yang harus kau jalani agar lebih baik dari hari ini
Berhentilah untuk menangis
Karna air mata yang kau keluarkan itu melebihi harga dari emas yang dijual




KARYA: RESVIRA SAPUTRI

SINDIRAN TETANGGA


Tatapanmu
Seolah -oalah aku pernah merugikanmu
Tatapanmu penuh rasa ingin tau
Penuh rasa ketegaan
Bicaramu menjatuhkan
Lirikan matamu yang mengandung arti keirian
Caci maki sindiran engkau ucapkan
Agar aku terjatuhkan
Lantas,apalah daya aku orang kecil
Tak mampu menahan semua makian
Hanya tertekan hati dan batin
Karena omongan yang menyakitkan
Selalu salah dan rendah segala sesuatu yang kulakukan
Dimatamu yang membenciku
Memang tak sebanding langitmu dan bumiku
Untuk engkau imbangkan
Roda kehidupan berputar berlaku untuk semua orang
Untukmu langit
Walaupun bumiku jauh darimu
Takdir akan membuktikan

KARYA: RISKI MIFTANTY

SEPENGGAL KISAH NYA

Guru...
Sosok yang mengandung berjuta makna
Di balik Kata nya
Tersorot Sinar Bak mentari
Meski tak pernah dihargai
Apakah aku mampu
Memahami Segalanya tanpamu?
Goresan garis menjadi kata
Selalu kau sampaikan
Satu persatu tanpa rasa bosan
Akhirnya aku mengerti,
Akan indahnya warna
Akan kata beserta makna
Akan berartinya guruku
Dalam perjalanan hidupku
Tak tergambar dari raut wajah mu
Sedikit pun rasa mengeluh"
Tak ada kata lelah'
Dan tak pernah mau menyerah
Begitulah sosokmu
Dengan segala bentuk jasamu
Berbahagialah akan jiwamu
Wahai Guru ku.
Sang Pejuang ILMU

KARYA: LALA LALA MUSTIKA DANIATI

IBUKU
Ibuku...
Kaulah orang yang sudah mengandungku selama 9 bulan 10 hari.
Ibuku...
Terimakasih engkau telah begitu sabar mendidikku sampai sejauh
ini.
Walaupun aku pernah membantah ketika engkau menyuruhku
tetapi engkau tetap sabar dan tidak pernah mengeluh.
Ibuku...
Sejak kecil engkau mengajariku bagaimana caranya bersopan
santun dan berkata baik kepada orang yang lebih tua dariku.
Trimakadih ibu begitu besar kasih sayang mu kepadaku .
Engkau rela berusaha memberikan sesuatu demi untuk membuat
anakmu ini senang .
Terimakasih ibuku jasamu begitu besar dan tdk pernah
tergantikan,semoga aku bisa sesabar dirimu ...

KARYA: DESI RAHMAWATI

TUBUH

Tubuh....
Ketika aku lelah
Ketika aku kecewa
Aku memilih untuk memendamnya sendiri
Dan ketika semua itu sudah tak bisa
Kubendung lagi
Aku memilih untuk menangis
Aku Belajar untuk terus
Berharap Bersabar
Dan percaya.....
Bahwa akan ada hari
Dimana aku akan kembali tersenyum
Bahwa segala hal yang aku upayakan
Akan indah pada waktunya
Tuhan....
Kumohon kuatkan aku
Jadikanlah aku pria yang sabar
Yang kuat...
Dan selalu bersyukur
Bangunkan aku ketika aku jatuh
Dan peluk aku saat aku merasa sendiri...

KARYA: FANRI APRIYANTO

IBU

Ibu kaulah pahlawanku
Tanpa rasa lelah kau mengasuhku
Kau bagaikan matahari yang selalu menyinari sepanjang hari
Kau mengarahkan ku ketika kehilangan arah
Dari kecil kau merawatku hingga menjadi dewasa
Walaupin terkadang membuatmu marah
Namun kau tak pernah marah
Terima kasih ibu...

KARYA : SAFRIKA VILLANI S

SENJA

Senja adalah waktu terfavorit ku
Dimana aku bisa merasa tenang
Melihat jingga yang bersembunyi dibalik awan
Aku pun berbisik kepada senja
Sebelum pergi ditelan malam
Tolong sampaikan rindu ini padanya

KARYA : BAGAS PRASETYA

BINGUNG

Aku bingung mau buat apa
Aku bingung mau melakukan apa
Sebab itu aku bingung

Aku disuruh bikin puisi
Tetapi tidak tau mau berpuisi apa
Akhirnya aku termenung saja
Karena aku sudah bingung
Hmm,aku bingung
Lebih baik aku tidur saja

KARYA: MIFTAH KJ

MATAHARI

Engkau bersinar begitu terang menyinari duniaku
Cahaya yang penuh keistimewaan dalam hidup
Tanpa cahayamu dunia menjadi gelap
_Mataharii_
Cahaya yang engkau sinar kan begitu terang hingga menyinari
hutan hutan gelap dan menembus celah kacaku
Kau sangat berarti bagi kehidupan di bumi ini
Tidak lupa menyinari sepanjang hari
Terima kasihh

KARYA:LOVI SURENZA

INI ADALAH SEBUAH DONGENG

Hidup bukan seperti selembar daun
yang mudah menguning lalu gugur tertiup angin.
hidup bukan hanya tentang sekenario belaka yang hanya menunggu
sutradara memilihkan peran.
menurutmu apakah hidup itu?

BIDADARI SENJA

SENJA

Kulihat senja disana
Disebelah barat
Ditemani matahari yang hampir pulang
Burung-burung pun ramai beriringan pulang
Terlihat hijau padi yang hampir tidur
Sang petani terlihat lelah
Sembari menyeka keringat sore
Senja berwarna merah diufuk barat
Menandakan akan datangnya malam
Ku tersenyum sambil bergumam
Alangkah indahnya lukisan sang pencipta
Senja berarak merah
Pulanglah dan kembali esok hari




KARYA:FIRLI NUR HANIFA

SENJA

Kala senja terbenam
Matahari mulai meredup
Menyisakan warna keemasan
Dari jauh ku lihat
Burung-burung pulang memanggil
Mengucapkan selamat tinggal
Esok akan datang lagi
Sampai jumpa senja
Esok kita jumpa lagi




KARYA ; RIANA SERA

KELAS KU

Kelas ku...
Kelas bersih dan indah
Suasana kelas yang sangat damai
Susunan bangku yang rapi
Di setiap dinding banyak hiasan yg menempel
Kelas ku....
Kau kelas yang nyaman untuk kami belajar




KARYA:DESTI RAHMAWATI

SAHABAT

Kawan...
Saat awal bertemu
Kita memperkenalkan diri kita masing-masing
Setelah beberapa hari
Kita bersama
Kita tampak dekat
Sampai waktu yang lama
Untuk menggapai keinginan
Kita
Untuk membahagiakan orang tua kita

KARYA: RIZKI HIDAYAT

TERIMAKASIHI


Click to View FlipBook Version