The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by jamalidris333, 2022-07-16 01:01:38

Modul Digital Marketing XI

Modul Digital Marketing XI

DAFTAR PUSTAKA
Sri & Sepri, 2010. E-marketing sebagai Paradigma Baru dalam

Komunikasi Pemasaran. Jurnal Agrikultura. Vol
21(3):1-12.
Chole, N., & Dharmik, K. M. (2018). Digital Marketing & Social
Media. International Conference Business Remodelling:
Exploring New Initiatives In Key Business Functions (pp.
163-167). Nagpur: Tripude Institute of Management
Education.
Fatkhul & Umar. 2017. Bisnis Online. Erlangga. Jakarta.

45

BAB VI PEMASARAN MELALUI SOSIAL MEDIA

Pada bab ini, kita akan mengenal lebih dalam tentang
pengertian social media, bagaimana perkembangannya, social
media untuk bisnis, macam-macam pemasaran melalui social
media, dan perencanaan konten yang tepat sebelum
mempublishnya ke akun social media anda.

6.1 Pengertian Social Media
Media social adalah sebuah media online, dimana

pengguna dapat dengan mudah berbagi, berpartisipasi, dan
menciptakan isi, yang meliputi blog, forum, jejaring social, wiki,
dan dunia virtual. Blog, jejaring social, dan wiki adalah bentuk
media social yang paling umum digunakan oleh masyarakat
dunia. (Fatkhul & Umar, 2017).

Jejaring sosial merupakan bagian dari media sosial.
Yang membedakan jejaring sosial dengan sosial media adalah
jejaring sosial merupakan aksi atau pemanfaatan dari media
sosial. Jika tujuannya hanya berbagi konten, maka disebut
dengan sosial media, namun apabila dalam konten tersebut
terdapat interaksi maka disebut jejaring sosial. Contoh jejaring
sosial antara lain facebook, Path, Instagram, Pinterest, dan lain
sebagainnya. (Fatkhul & Umar, 2017).

46

Jadi dapat disimpulkan bahwa media sosial adalah
wadah yang memudahkan pengguna untuk saling bertukar
informasi dan berinteraksi satu sama lain yang berbasis pada
teknologi internet.

6.2 Perkembangan Sosial Media
Di Era modern ini dan diiiring dengan pesatnya

perkembangan teknologi ditambah dengan kemajuan internet
yang dimana seluruh kalangan masyarakat menggunakan
internet, maka ini mendukung adanya revolosi dalam berbisnis.
Dengan teknologi yang mendukung maka tak heran apabila
segala sesuatu menjadi lebih mudah dan praktis. Perubahan
bisnis yang paling nyata adalah cara komunikasi yang lebih
mengarah pada penggunaan media social. Dengan dorongan
dari media social dan meningkatnya perangkat yang
mendukung media digital menghasilkan pertumbuhan
pemasaran digitial secara simultan. Evolusi yang terjadi pada
media digital telah membuat suatu perubahan dan peluang
inovatif dalam bidang pemasaran. Apabila sosial media di
manfaatkan dan digunakan dengan benar, maka dalam jangka
panjang, pemasaran yang dilakukan menggunakan media
social terbukti dapat memangkas biaya pemasaran (hemat).
Salah satu contoh nyata adalah seperti pemasangan iklan
facebook yang cenderung lebih murah dan efektif daripada
opsi iklan lain dengan menggunakan seach enghine.

47

Berikut adalah grafik yang menunjukan berapa banyak
masyarakat Indonesia yang menggunakan internet yang
dikategorikan melalui beberapa profesi pekerjaan.

Gambar 7. Penggunaan Internet di Indonesia
Sumber: http://isparmo.web.id/2016/11/21/data-statistik-pengguna-
internet-indonesia-2016/

Selanjutnya adalah komposisi penggunaan internet
Indonesia menunjukan bahwa rata-rata 62% menggunakan
internet untuk online shop dan konten social media yang paling
banyak di kunjungi adalah facebook.

48

Gambar 8. Penggunaan internet Indonesia
Sumber: http://isparmo.web.id/2016/11/21/data-statistik-pengguna-
internet-indonesia-2016/

Dari Gambar 7 dan 8 terbukti bahwa memasarkan
produk secara online dan melalui social media sangat efektif
dilihat dari banyaknya masyarakat yang menggunakan internet
dan dari konten social media yang sering dikunjungi.

6.3 Sosial Media Untuk Bisnis
Perubahan cara belanja dan melakukan riset online pada

masyarakat mengenai suatu brand atau produk telah berubah,
maka ini sangat penting untuk mengerti mengenai
penggunaan social media dan bagaimana perusahaan dapat
mengambil untung dari social media tersebut.

Tim marketing dan bagian operasional merupakan
elemen yang penting dan sangat mendukung proses penjualan

49

di social media. Dan bagaimanapun juga perusahaan tetap
harus tahu dan mengerti bagaimana pelanggan dan
stakeholder terhubung di dalam bisnis. Dengan memahami
dan mengerti apa keinginan pelanggan, stakeholder, dan
karyawan maka kegiatan promosi akan lebih signifikan dan
akan mendapatkan respon yang lebih baik pada marketplace
dan peluang yang lebih kompetitif. (Dave & McKee, 2010)

Kebanyakan bisnis telah mendapatkan manfaat dari
perencanaan social media dan penggunaan social media
sebagai kunci dari pemasaran mereka. Namun, jika
perusahaan tidak memiliki sumber daya, pengetahuan, atau
waktu yang aktif di social media, maka lebih baik tidak perlu
untuk menggunakan social media. (Miles 2014, 39).

Social media adalah cara pemasaran yang relative murah.
Dengan memasarkan produk di social media perusahaan dapat
mempromosikan produk dan layanannya dengan sedikit biaya
yang dikeluarkan. Dengan adanya strategi yang tepat
perusahaan dapat menjangkau lebih banyak pelanggan. (Sedrati,
2015)

6.4 Macam – Macam Pemasaran Melalui Sosial Media
Dari penjelasan mengenai bisnis atau pemasaran online

sebelumnya maka dapat dikatakan bahwa social media
merupakan terobosan yang efektif dan efisien dalam
memasarkan suatu produk. Berikut Fatkhul dan Umar (2017)
menjabarkan macam-macam pemasaran melalui social media.

50

- Facebook, saat ini masih menempati posisi tertinggi sebagai
social media yang sering digunakan oleh masyarakat
Indonesia.

- Twitter, merupakan alternative media social lain untuk
mempromosikan produk atau jasa penjual.

- Pinterest, dapat digunakan sebagai sarana pemasaran
online, dimana dalam penyajiannya dengan cara
menampilkan topik tertentu pada sebuah gambar yang
didesain sangat menarik.

- Linkedin, merupakan jejaring social professional yang
berorientasi bisnis.

- dll

6.5 Perencanaan Konten
Dalam digital marketing kreatifitas sangat diperlukan.

Pembuatan konten yang menarik dan eyecathing akan
menarik keingintahuan pelanggan dan peran konten dalam
pemasaran produk melalui digital marketing adalah asset yang
menjadi hak kekayaan intelektual selamanya.

Konten pada social media mudah untuk direncanakan
dan dijadwalkan sebelum diterbitkan. Perusahaan dapat
membuat kalender untuk penerbitan konten sebagai bentuk
perencanaan mereka di kemudian hari, minggu, atau bulan
untuk postingan mereka di social media platfroms.
Menjadwalkan konten social media dapat sangat berarti dan

51

menyingkat waktu tapi tidak semuanya dapat dipersiapkan
sebelum penerbitan. Perencanaan konten memberikan
fleksibilitas, konten yang real-time dan akurat yang dapat
ditambahkan sebagai progress mingguan.

Kesimpulannya adalah ketika merencanakan suatu
konten social media, seorang marketing harus memikirkan
tentang events yang akan dating, produk yang akan diriilis,
jadwal posting di setiap channel pemasaran, berapa banyak
konten yang dibutuhkan, dan gambar apa yang dapat dibuat
sebelum penerbitan konten.

TUGAS 6
1. Membentuk kelompok
2. Pilih salah satu dari social media berikut (Facebook atau

Instagram)
3. Buat akun dari social media tersebut (Kalau sudah punya

boleh pakai akun anda).
4. Buatlah konten mengenai produk atau jasa anda untuk

diposting di Instagram atau Facebook.
5. Screenshot dan Upload konten promosi anda di Edmodo

kelas. Maksimal satu hari sebelum pertemuan selanjutnya.

52

DAFTAR PUSTAKA
Evans, D. McKee, J. 2010. Social media marketing. Sybex.
Fatkhul & Umar. 2017. Bisnis Online. Erlangga. Jakarta.
Miles, J. 2014. Instagram Power. McGraw-Hill Education

books. USA. Sedrati, R. 5 tips for social selling
success. 20.2.2015. Viewpoints
Sedrati, R. 5 tips for social selling success. 20.2.2015.
Viewpoints.

53

BAB VII PEMASARAN MELALUI INSTAGRAM & FACEBOOK

Pada bab ini kita akan menggunakan Instagram dan
Facebook sebagai bagian dari social media yang berfungsi
sebagai salah satu wadah untuk mempromosikan produk atau
jasa.

6.1 FACEBOOK
Facebook hampir dimiliki oleh sebagaian besar

masyarakat dunia, bahkan di Indonesia hampir semuanya
memiliki akun facebook. Apalagi didukung dengan
persyaratan yang mudah dan gratis ketika registrasi,
mendukung siapapun untuk memiliki facebook. Facebook
apabila dimanfaatkan secara maksimal akan sangat
menguntungkan bagi sesama. Rata-rata masyarakat Indonesia
masih menggunakan facebook sebagai wadah untuk
mengobrol dan meng-update status. Padahal, facebook
merupakan alternative pemasaran yang memiliki potensi
memperoleh keuntungan apabila digunakan secara kreatif.

Facebook memiliki fasilitas-fasilitas yang dapat
digunakan untuk pemasaran, seperti, group, fan page, online
chat, dan lain-lain sebagainya. Jika selama ini facebook
digunakan untuk sekedar update status atau mengobrol, ada
baiknya mulai membuat Facebook untuk memperoleh
pendapatan. Berikut disampaikan oleh Fatkhul dan Umar

54

(2017) mengenai keuntungan promosi produk menggunakan
Facebook:
- Cara membuatnya mudah

Syarat utama mempunyai akun facebook adalah
mempunyai email. Setelah mempunyai email maka tahapan
selanjutnya adalah mendaftar di facebook.com mengikuti
tahapan-tahapan yang diberikan. Keuntungan lainnya
adalah pendaftaran akun facebook adalah gratis.
- Cara menggunakannya mudah
Facebook dirancang untuk mudah digunakan oleh siapapun
sehingga tidak memerlukan keahlian khusus untuk
seseorang memiliki facebook. Jika memiliki kesulitan anda
akan diarahkan untuk minta petunjuk yang sudah di
sediakan di facebook.
- Pasar FB luas
Dengan memiliki banyak teman di facebook, maka anda
dapat membuat kelompok dari teman yang dimiliki, seperti
kelompok kesamaan hobi, kelompok jual-beli barang,
kelompok touring, dll. Sehingga terbuka kesempatan yang
luas untuk melalukan aktifitas pemasaran.
- FB memiliki banyak fasilitas pendukung.
Seperti fasililtas membuat group, fan page, dll.

Melalukan pemasaran di facebook terasa tidak seperti
iklan karena berasal dari teman anda. Konsumen berusaha
mencari perusahaan, ingin mengetahui informasi mengenai

55

produk, ingin meminta saran dan ingin menceritakan
pengalaman ketika berbelanja. Ini merupakan cara yang efektif
dan menghemat biaya untuk meningkatkan kepuasan
pelanggan dan pemasaran dari mulut ke mulut. Facebook dan
Instagram masing-masing menginformasikan dan menyajikan
berita kepada pengguna, dan memberi tahu ketika adanya
penawaran khusus.

Berikut adalah contoh dalam memasarkan produk atau
jasa melalui facebook:
- Facebook Marketplace

Gambar 9. Contoh Memasarkan produk melalui Marketplace Facebook.

56

- Faceook Fanpage

Gambar 10. Contoh Memasarkan produk melalui Fanpage Facebook.

- Facebook Group

Gambar 11. Contoh Memasarkan produk melalui GroupFacebook.
57

- Facebook Sponsored Ad

Gambar 12. Contoh Memasarkan produk melalui Facebook Sponsored

6.2 INSTAGRAM
Instagram adalah media untuk berbagi network untuk

sebagian besar perangkat seluler yang berfokus pada
pengambilan dan berbagi foto dengan teman. Aplikasi ini gratis
dan dapat digunakan dan dimiliki oleh Facbeook.

Secara umum, Instagram adalah sebuah aplikasi seluler
gratis yang menginjinkan kalian untuk memposting foto dan
video. Setiap orang dapat membuat akun Instagram untuk
memulai berbagi konten dan mengikuti (follow) seseorang lain,
seperti teman, selebriti, perusahaan atau juga brands. (Trong,
2014). Instagram mengizinkan pengguna untuk:
- Mengambil foto atau video
- Mengubah tampilan dengan menggunakan filters
- Menambahkan diskripsi gambar
- Menambahkan hashtag

58

- Menandakan orang di foto dan video mereka
- Mencari foto atau video orang lain
- Menyukai, mengomentari, atau membagi gambar atau

video orang
- Membagikan konten mereka di social media lain seperti

facebook, twitter, dll.

Instagram merupakan alat yang bernilai bagi pemasar yang
ingin mengenalkan produk atau brand mereka. Semuanya
dapat dituangkan dalam konten dan feed yang menarik untuk
di terbitkan. (Nummila, 2015). Berikut adalah contoh
Instagram sebagai Media Pemasaran.
- Contoh dari Instagram Feed dan kontennya

Gambar 13. Contoh Feed pada Instagram

59

- Contoh pemasangan iklan konten di Instagram yang
berbayar

Gambar 14. Contoh Iklan berbayar di Instagram

- Contoh iklan berbayar menggunakan Instagram Story

Gambar 15. Contoh Iklan berbayar di Instagram Story

60

TUGAS 7
1. mbentuk kelompok
2. Setelah menentukan (Facebook atau Instagram) yang
akan dipakai sebagai media pemasaran, silahkan
diskusi untuk membuat atau merancang konten
promosi produk anda.
3. Upload konten anda ke Facebook atau Instagram.
4. Screenshot dan upload konten yang sudah di posting
di Edmodo kelas. Maksimal satu hari sebelum
pertemuan selanjutnya.

DAFTAR PUSTAKA

Fatkhul & Umar. 2017. Bisnis Online. Erlangga. Jakarta.
Numilla, M. 2015. Successful Social Media Marketing on

Instagram (Case: @Minoshoes).International Business.
University of Applied Sciences.
Trong, T. 2014. A status analysis of current digital marketing:
a case study of Kauneusstudio FAB. Laurea University
of Applied Sciences. Numilla, M. 2015. Successful
Social Media Marketing on Instagram (Case:
@Minoshoes).International Business. University of
Applied Sciences.

61

BAB VIIi E-COMMERCE

Salah satu dampak dari perkembangan dan kemajuan
teknologi adalah adanya pemasaran yang dikenal dengan e-
commerce. Pada bab ini akan dipaparkan mengenai definisi e-
commerce, tujuan dan manfaat dari e-commerce, komponen-
komponen e-commerce, dan jenis-jenis e-commerce.

8.1 Pengertian E-Commerce
E-commerce merupakan kegiatan-kegiatan bisnis yang

menyangkut konsumen, manufaktur, service providers, dan
perantara dengan menggunakan internet (Berkatulloh dan
Prasetyo, 2005).

Menurut David Daum dalam Oracle Magazine yang
dikutip oleh Utama (2006) E-Commerce merupakan satu set
teknologi yang dinamis, aplikasi, dan proses bisnis yang
menghubungkan perusahaan, pelanggan, dan komunitas
tertentu melalui transaksi elektronik dalam perdagangan
barang, pelayanan, dan informasi melalui elektronik.

Dengan kata lain, E-commerce adalah bagian dari bisnis
jual beli yang membantu pengguna komputer, baik pelaku
bisnis (pedagang, distributor, produsen) maupun konsumen
akhir dalam melakukan jual beli barang atau jasa dengan
transaksi yang mudah dan berbasis internet. Dari sudut
pandang pelanggan, E-commerce menawarkan kenyamanan,

62

lebih banyak variasi, penghematan biaya dan waktu, dsb. Disisi
lain, dari sudut pandang pengecer, E-commerce memberikan
fasilitas untuk memenuhi permintaan produk, layanan dan
informasi masing-masing pelanggan secara individual.

Dari beberapa definisi yang di sebutkan oleh peneliti-
peneliti sebelumnya terdapat kesamaan dari setiap definisi
tersebut. Kesamaan dalam setiap definisi tersebut
menunjukkan bahwa e-commerce memiliki karekteristik.
Karakteristik yang dimiliki diantaranya:
- Adanya transaki antara kedua belah pihak
- Adanya pertukaran barang, jasa, dan informasi
- Media utama yang digunakan adalah internet.

8.2 Komponen E-Commerce
Menurut Riyadi, dkk (2015) terdapat beberapa komponen
yang menjadi bagian dari dalam kegiatan E-Commerce:
- Produk, yaitu banyaknya produk yang akan dipasarkan

dan dijual melalui internet, seperti, produk elektronik,
produk kecantikan, fashion, dll.
- Tempat Menjual Produk, yang dimaksud disini adalah
internet yang harus memiliki domain atau hosting.
Contoh perusahaan Unilever mempunyai website
unilever.com untuk memasarkan produknya
- Cara menerima pesanan, dengan bantuan email,
telephon, sms dapat membantu perusahaan dalam
menerima pesanan dari pelanggan

63

- Cara Pembayaran, sebisa mungkin memudahkan
pelanggan untuk melakukan pembayaran misal dengan
transfer bank, pembayaran melalui minimarket, credit
card, cash, atau lain sebagainnya.

- Customer Service, bantuan yang diberikan kepada
pelanggan ketika mengalami kesulitan atau masalah
dalam melakukan order di website perusahaan, misal
dengan email, contact us, layanan telepon 24 jam, chat,
dll

8.3 Bentuk-Bentuk Interaksi dalam Bisnis
Menurut Sandhusen (2008) Dalam bisnis terdapat tiga

pihak stakeholder yang pertama adalah pelaku bisnis
(perusahaan) dengan symbol yang digunakan adalah ‘B’
(business). Kedua adalah konsumen sebagai pengguna produk
atau jasa yang disimbolkan dengan huruf ‘C’ (Customer). Dan
yang terakhir adalah Pemerintah sebagai pemangku
kepentingan yang disimbolkan dengan huruf ‘G’ (Government).

Berikut adalah jenis-jenis interaksi di dalam dunia
bisnis.

Tabel 5. Bentuk-Bentuk Interaksi di Dunia Bisnis E-Commerce

No Nama Penjelasan
1 Business To Business (B2B) Transaksi bisnis antara pelaku
bisnis dengan pelaku bisnis
lainnya.

64

2 Business to Consumer (B2C) Transaksi bisnis yang dilakukan
3 Consumer to Consumer (C2C)
4 Consumer to Business (C2B) oleh produsen kepada

5 Business to Government konsumen secara langsung.
(B2G)
Transaksi bisnis yang dilakukan
6 Government to Consumer
(G2C) oleh konsumen ke konsumen

Sumber: Sandhusen R (2008) lainnya.

Transaksi bisnis dimana

konsumen menciptakan dan

membentuk nilai akan proses

bisnis.

Turunan dari B2B, namun proses

ini terjadi antara pembisnis

dengan pemerintah

Transaksi bisnis antara

pemerintah dengan masyarakat.

Dalam hal ini masyarakat dapat

menjangkau pemerintah

sehingga memperoleh

kemudahan dalam pelayanan

sehari-hari

8.4 TUJUAN DAN MANFAAT E-COMMERCE
Kegunaan e-commerce dalam dunia bisnis bukan hanya

sekedar mengikuti perkembangan teknologi yang ada,
melainkan dalam penggunaannya memiliki tujuan tertentu.
Dimana tujuan tersebut adalah untuk membantu perusahaan
untuk dapat lebih efektif dan efisien dalam meningkatkan
keuntungannya.

65

Selain itu dalam penerapannya, E-Commerce juga
memiliki sejumlah manfaat bagi perusahaan Widayati (2013).
Diantaranya:
- Dapat meningkatkan market exposure

Dengan bantuan internet maka transaksi jual beli online
dapat membuat semua orang dapat memesan dan
membeli produk yang dijual tanpa ada Batasan jarak dan
waktu.
- Menurunkan biaya operasional
Biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan tidak banyak
karena sebagian besar transaksi dibantu oleh computer
sehingga biaya-biaya seperti gaji, sewa tempat, dll dapat
dipangkas.
- Melebarkan Jangkauan
Dapat menjangkau dan diakses oleh semua orang
dibelahan dunia tanpa batasan tempat dan waktu dengan
bantuan internet.
- Meningkatkan Customer Loyalti
Dengan E-Commerce perusahaan mampu memberikan
informasi yang detail dimana informasi tersebut dapat
diakses setiap waktu, dan konsumen dapat memilih
sendiri produk yang diinginkan.
- Meningkatkan Supply Management
E-commerce dapat mengefisiensikan pengeluaran
operasional perusahaan terutama pada jumlah karyawan

66

dan stock barang sehingga dengan mempunyai supply
management yang baik, efisiensi biaya dapat meningkat.
- Memperpendek Waktu Produksi
Konsumen dapat memesannya dalam waktu yang singkat
karena semuanya terprogram dan dapat memesan produk
secara langsung tanpa ada batasan waktu.

8.5 KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN DALAM E-COMMERCE
E-commerce memberikan keuntungan dan kerugian

kepada berbagai pihak. Dimana pihak yang diuntungkan
adalah perusahaan, konsumen, dan masyarakat luas. Berikut
telah diuraikan beberapa keuntungan dan kerugian dalam e-
commerce menurut Aco dan Endang (2017).

8.5.1 Keuntungan
- Bagi perusahaan dapat Memperpendek jarak,
perluasan pasar, perluasan mitra bisnis, pelayanan
yang cepat, mengurangi biaya.
- Bagi konsumen yaitu efektif, aman, dan fleksibel

8.5.2 Kerugian
- Meningkatkan individualisme, terjadi karena pembeli
dan penjual melakukan transaksi secara online tanpa
harus saling bertemu
- Menimbulkan kekecewaan, terkadang produk dan
informasi yang disampaikan di internet tidak sesuai
dengan yang diterima oleh konsumen

67

TUGAS 8
1. Membentuk kelompok
2. Pilih salah satu dari bentuk-bentuk Interaksi di Dunia

Bisnis E-Commerce yang cocok dengan bisnis anda beserta
penjelasannya.
3. Diskusikan apa kekurangan dan kelebihan
4. Ketik hasil diskusi dan upload di Edmodo kelas. Maksimal
satu hari sebelum pertemuan selanjutnya.

DAFTAR PUSTAKA

Aco, A., & Endang, A. H. (2017). Analisis Bisnis E-Commerce
Pada Mahasiswa Universitas Islam Negeri Alauddin
Makassar. Jurnal Information System and Processing
2(1) : 1-13.

Berkatulloh & Prasetyo. 2005. Bisnis E-Commerce Study Sistem
Keamanan dan Hukum di Indonesia. Yogyakarta:
Pustaka Pelajar.

Riyadi, dkk. 2015. Implementasi E-Commerce Sebagai Media
Penjualan Online (Studi Kasus Pada Toko Pasbrik di
Kota Malang. Jurnal Administrasi Bisnis (JAB). 29(1) :
1-9.

Sandhusen, R. 2008. Marketing. Hauppauge, Barron’s
Educational Series. New York.

Utama, DN. 2006. E-Commerce Sebagai Sebuah Sistem Sosial.
Jurnal FASILKOM. 4(2) : 78-87

Widayati, W. 2013. Bisnis Online. Putra Nugraha. Surakarta.

68


Click to View FlipBook Version