b. Sistem bagi hasil memerlukan perhitungan-perhitungan yang rumit terutama
dalam menghitung bagian laba nasabah yang kecil-kecil dan yang nilai simpanannya di
bank tidak tetap. Dengan demikian kemungkinanan salah hitung setiap saat bisa terjadi
sehingga diperlukan kecermataan yang lebih besar dari bank konvensional.
c. Karena bank ini membawa misi bagi hasil yang adil, maka bank syariah lebih
memerlukan tenaga-tenaga professional yang andal daripada bank konvensional.
Kekeliruan dalam menilai proyek yang akan dibiayai bank dengan system bagi hasil
akan membawa akibat yang lebih besar dari pada yang dihadapi bank konvensional
yang hasil pendapatannya sudah tetap dari bunga.
3. Perbandingan Suku Bunga antar bank
Bank konvensional punya banyak promosi untuk menarik nasabah. Seperti suku bunga
fixed rate rendah untuk KPR sebelum akhirnya memberikan suku bunga jenis floating
rate.
BPRS
A. Pengertian Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) adalah:
Bank Syariah yang dalam kegiatannya tidak memberikan jasa dalam lalu lintas
pembayaran. Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) tidak dapat dikonversi menjadi
Bank Perkreditan Rakyat (BPR). Bank Pembiayaan Rakyat Syariah tidak diizinkan
untuk membuka Kantor Cabang, kantor perwakilan, dan jenis kantor lainnya di luar
negeri.
Bank Pembiayaan Rakyat Syariah hanya dapat didirikan dan/atau dimiliki oleh:
warga negara Indonesia dan/atau badan hukum Indonesia yang seluruh pemiliknya
warga negara Indonesia
pemerintah daerah
dua pihak atau lebih sebagaimana dimaksud dalam angka 1 dan angka 2.
B. Kegiatan usaha Bank Pembiayaan Rakyat Syariah meliputi:
menghimpun dana dari masyarakat
menyalurkan dana kepada masyarakat
menempatkan dana pada Bank Syariah lain dalam bentuk titipan berdasarkan Akad
wadi'ah atau Investasi berdasarkan Akad mudharabah dan/atau Akad lain yang
tidak bertentangan dengan Prinsip Syariah.
46
memindahkan uang, baik untuk kepentingan sendiri maupun untuk kepentingan
Nasabah melalui rekening Bank Pembiayaan Rakyat Syariah yang ada di Bank
Umum Syariah, Bank Umum Konvensional, dan UUS
menyediakan produk atau melakukan kegiatan usaha Bank Syariah lainnya yang
sesuai dengan Prinsip Syariah berdasarkan persetujuan Bank Indonesia
Bank Pembiayaan Rakyat Syariah selain memiliki kantor pusat juga diperbolehkan
membuka :
Kantor Cabang.
Kantor Kas.
Kantor Kas Diluar Kantor.
Bentuk Badan Hukum Bank Pembiayaan Rakyat Syariah adalah Perseroan
Terbatas (PT).
Dalam struktur organisasi Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) terdapat Dewan
Pengawas yang bertugas memberikan nasihat dan saran kepada serta mengawasi
kegiatan Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) agar selalu sesuai dengan prinsip
syariah
C. Upaya memperkuat Daya Siang Industri BPR/BPRS
Berbagai upaya untuk meningkatkan daya saing BPR sudah di mulai dengan
peningkatan modal, rencana pembentukan APEX Bank, linkage, peningkatan
manajemen risiko, penguatan tata kelola dan lainnya. Namun demikian, dalam
pelaksanaannya perlu menerapkan konsep Pareto (20% aktivitas yang menghasilkan
80% hasil) Dilemma antara daya saing yang masih lemah dan kebutuhan inklusi
keuangan yang luas. Pemetaan dan positioning kelembagaan dan mdel baru bisnis
BPR BPR yang layak operasi BPR yang perl reklasifikasi Tranformasi
membangun BPR masa depan yang lebih efektif dalam memenuhi usaha kecil dan
masyarakat bawah
D. Perbedaan Kegiatan Operasional BPRS dan BPR
Kegiatan Usaha Bank Perkreditan Rakyat:
Berikut ini prinsip kegiatan usaha yang dilakukan oleh BPR menurut Otoritas Jasa
Keuangan (OJK) yang mengatur segala jenis kegiatan bank dan usaha di Indonesia:
BPR menghimpun dana dalam bentuk simpanan, seperti deposito berjangka,
tabungan, dan atau bentuk lainnya yang dipersamakan dengan itu.
47
BPR memberikan kredit kepada nasabah.
BPR menyediakan pembiayaan dan penempatan dana berdasarkan sesuai dengan
ketentuan yang ditetapkan oleh Bank Indonesia.
BPR menaruh dana dalam bentuk sertifikat deposito, sertifikat BI, sertifikat
deposito deposito berjangka.
Akan tetapi ada kegiatan yang dilarang BPR, berdasarkan pasal 14 UU No.17 tahun
1992, seperti:
BPR dilarang menerima deposito atau simpanan dalam bentuk giro dan menyertai
lalu lintas pembayaran dalam kegiatan usaha
BPR dilarang melakukan usaha perasuransian
BPR dilarang melakukan kegiatan usaha dalam bentuk valuta asing
BPR dilarang melakukan penyertaan modal
BPR dilarang melakukan usaha lain di luar kegiatan usaha BPRS
E. Kendala dan Strategi BPR Syariah
Pembahasan sebelumnya terkait bank pembiayaan rakyat syariah. Dalam prakteknya
BPR Syariah mengalami berbagai kendala, diantaranya adalah:
1. Kiprah BPR syariah kurang dikenal masyarakat sebagai BPR yang berprinsipkan
syariah, bahkan beberapa pihak menganggap BPR syariah sama dengan BPR
konvensional. oleh karena itu, BPR syariah perlu meneguhkan identitasnya sebagai
BPR yang menggunakan prinsip syariah.
2. Upaya untuk meningkatkan profesionalitas kadang terhalang rendahnya sumber
daya yang dimiliki oleh BPR syariah. sehingga proses BPR syariah dalam
melakukan aktivitas cenderung lambat dan respon terhadap permasalahan ekonomi
rendah. maka upaya untuk meningkatkan sumberdaya manusia perlu diarahkan
disemua posisi, baik di posisi pemegang kebijakan ataupun berposisi dilapangan.
3. Kurang adanya koordinasi diantara BPRS syariah, demikian juga dengan bank
syariah dan BMT. Sebagai lembaga keuangan yang mempunyai tujuan syiar islam
tentunya langkah koordinasi dalam rangka mendapatkan strategi yang terpadu
dapat dilakukan guna mengangkat ekonomi masayarakat. oleh karena itu
dibutuhkan framework yang bisa dijadikan acuan diantara lembaga keuangan
ditingkat kabupaten, kecamatan desa atapun pasar dalam melangsungkan
aktivitasnya tanpa mengenyampingkan keberadaan lembaga keuangan yang lain.
48
4. Sebagai lembaga keuangan yang memiliki konsep islam tentunya juga bertanggung
jawab terhadap nilai-nilai keislaman masyarakat yang ada disekitar BPR syariah
tersebut. aktivtas BPR syariah dibidang keuangan sering kali tidak menyisakan
waktu untuk melakukan aktivitas yang berhubungan dengan syiar islam, artinya
aktivitas keuangan BPR syariah termasuk syiar islam dibidang keuangan. tetapi
aktivitas keislaman yang berhubungan dengan kehidupan masyarakat secara umum
perlu juga diperhatikan . BPR syariah perlu memprakarsai terbentuknya majelis-
majelis taklim dan semacamnya.
5. Nama "bank perkreditan rakyat syariah" masih menyisakan kesan sistem BPR
menggunakan sistem BPRS konvensional. kata perkreditan tidak ada dalam
terminilogi bank dan lembaga keuangan syariah. oleh karenanya, baik kiranya
nama BPR syariah diganti.
F. Strategi pengembangan BPR syariah yang perlu diperhatikan adalah:
1. Langkah-langkah untuk mensosialisasikan keberadaan BPR syariah, bukan saja
produkny tapi sisitem yang digunakan perlu diperhatikan. upaya ini dapat
dilakukan melalui BPR syariah sendiri dengan menggunakan strategi pemasaran
yang halal, seperti; melalui informasi mengenai BPR syariah dimedia masa. hal
lain yang ditempuh adalah perlunya kerjasama BPR syariah dengan lembaga
pendidikan yang mempunyai relevansi dengan misi BPR syariah untuk
mensosialisasikan keberadaan BPR syariah
2. Usaha-usaha untuk meningkatkan kualitas SDM dapat dilakukan melalui
pelatihan-pelatihan mengenai lembaga keuangan syariah serta lingkungan yang
mempengaruhinya. Untuk itu diperlukan kerjasama diantar BPR syariah atau
kerjasama BPR syariah dengan lembaga pendidikan untuk membuka pusat
pendidikan lembaga keuangn syariah atau kursus pendek lembaga keuangan
syariah. Pusat pendidikan tersebut memiliki tujuan untuk menyediakan SDM yang
siap kerja dilembaga keuangan syariah khusus BPR syariah.
3. Melalui pemetaan potensi dan optimasi ekonomi daerah akan diketahui seberapa
besar kemampuan BPR syariah dan lembaga keuangan syariah yang lain dalam
mengelola sumber sumber ekonomi yang ada. Dengan cara itu pula dapat dilihat
kesinambungan kerja diantara BPR syariah, demikian juga kesinambungan BPR
syariah dengan bank syariah dan BMT. Sehingga hal ini akan meningkatkan
koordinasi lembaga keuangan syariah.
4. BPR syariah bertanggung jawab tehadap masalah keislaman masyarakat diman
BPR syariah tersebut berada. Maka perlu dilakukan kegiatan rutin keagamaan
dengan tujuan meningkatkan kesadarn akan peran islam dalam bidang ekonomi.
Demikian juga dengan pola ini dapat membantu BPR syariah dalam mengetahui
49
gejala-gejala ekonoomi sosial yang ada di masyarakat. Hal ini akan menjadikan
BPR syariah dibidang keuangan lebih sesuai dengan kondisi masyarakat.
50
KISI-KISI UTS
BAB 1
1. Sebutkan dan jelaskan definisi ekonomi islam menurut para ahli ! (min.5)
2. Sebutkan prinsip ekonomi syariah !
3. Jelaskan sumber hukum ekonomi islam menurut hadist dan As-sunnah ?
4. Apa yang dimaksud dengan syirkah , mudharabah dan Bai Al Murabahah ?
5. Jelaskan perbandingan ekonomi islam dan konvensional menurut prinsip
dasar !
Jawaban
1.
Umer Chapra. Menurutnya, ekonomi islam merupakan suatu cabang ilmu
pengetahuan yang membantu manusia dalam mewujudkan kesejahteraannya
melalui alokasi dan distribusi berbagai sumber daya langka sesuai dengan tujuan
yang ditetapkan berdasarkan syariah (al–‘iqtisad al–syariah) tanpa mengekang
kebebasan individu secara berlebihan, menciptakan ketidakseimbangan
makroekonomi dan ekologi, atau melemahkan solidaritas keluarga dan sosial serta
ikatan moral yang terjalin di masyarakat.
Muh. Nejatullah ash-Shiddiqi. Pengertian ekonomi islam adalah tanggapan atau
respon para pemikir muslim terhadap berbagai tantangan ekonomi pada masa
tertentu. Dalam hal ini mereka dituntun oleh Al-Qur’an dan sunnah serta akal
(pengalaman dan ijtihad).
M.M. Metwally. Ekonomi Islam merupakan ilmu yang mempelajari perilaku
muslim (yang beriman) dalam suatu masyarakat Islam yang mengikuti al Qur’an,
Hadis, Ijma dan Qiyas.
Ziauddin Ahmad. Ekonom yang berasal dari Pakistan ini merumuskan pengertian
ekonomi islam merupakan upaya pengalokasian sumber-sumber daya untuk
memproduksi barang dan jasa sesuai petunjuk Allah SWT untuk memperoleh
ridha-Nya.
M. Syauqi Al-Faujani. Ekonomi Islam merupakan segala aktivitas perekonomian
beserta aturan-aturannya yang didasarkan kepada pokok-pokok ajaran Islam
tentang ekonomi.
51
2.
Tauhid
Bahwa segala yang dimiliki manusia di dunia ini merupakan karunia Allah dan karunia
itu sebagai wujud penghambaan manusia kepada Allah. Maka, segala aktivitas yang
dilakukan manusia harus dilakukan berdasarkan karena Allah semata.
Begitu juga dengan segala aktivitas ekonomi syariah, semua harus mengacu pada
ketauhidan kepada Allah SWT.
Maslahah dan falah
Yaitu, tujuan ekonomi syariah tidak lain dan tiada bukan adalah untuk kebaikan
(kemaslahatan) umat manusia. Jadi, adanya ekonomi syariah adalah untuk
menghadirkan kemakmuran dan kesejahteraan bagi seluruh manusia.
Selain untuk kemaslahatan, juga untuk mewujudkan falah. falah bisa diartikan sebagai
keberlangsungan hidup, kebebasan dari segala bentuk kemiskinan, pembebasan dari
segala kebodohan serta kepemilikan dari kekuatan dan sebuah keehormatan.
Adil
Prinsip keadilan menjadi kata kunci dalam ekonomi syariah. Prinsip adil ini tidak hanya
berlaku pada sebuah pelayanan, namun juga penyaluran dan kepemilikan harta dan
benda. Dalam ekonomi syariah, praktik monopoli yang mencederai keadilan, sangat
tidak dianjurkan.
Ukhuwah
Persaudaraan merupakan prinsip utama ekomoni syariah. Hal ini berarti bahwa
aktivitas ekonomi syariah dilakukan agar umat Islam menyatu dan saling membantu
satu dengan lainnya sehingga dapat meraih dan merasakan kenyamanan dan
kesejahteraan secara bersama dan merata.
3.
Dalam konteks hukum islam, sunnah yang secara harfiah berarti “cara, adat istiadat,
kebiasaan hidup” mengacu pada perilaku Nabi SAW yang dijadikan teladan; sunnah
sebagian besar didasarkan pada praktek normatif masyarakat di zamannya. Pengertian
sunnah jadi mempunyai arti tradisi yang hidup pada masing – masing generasi
berikutnya.
Sebagai sumber hukum ekonomi Islam, sunnah memberi gambaran prilaku Rasulullah
dalam melakukan kegiatan ekonomi dalam kehidupan sehari – hari yang dilakukan
Beliau, dan sesuai dengan dengan tujuan syar’i.
4.
Syirkah
52
Syirkah bisa diartikan sebagai kerjasama, kongsi atau bersyarikat. Praktek syirkah
ditujukan untuk menggabungkan sumberdaya yang dimiliki perorangan atau kelompok
demi mencapai tujuan bersama.
Mudharabah
Mudharabah dapat diartikan sebagai bagi hasil antara dua pihak, yaitu pemilik modal
dan pelaksana. Bagi hasil dilakukan dengan cara menentukan persentase keuntungan
yang akan diterima oleh kedua belah pihak.
Bai Al Murabahah
Bisa diartikan sebagai akad yang berlaku untuk mengikat penjual dan pembeli dengan
adanya penyerahan kepemilikan antara penjual dan pembeli. Istilah lain dari bai al
murabahah adalah jual beli
5.
Ekonomi syariah dan ekonomi konvensional memiliki perbedaan dalam prinsip dasar.
Hal inilah yang kemudian mempengaruhi perbedaan segala tujuan, tindakan, norma
serta pengembangan prinsip. Ekonomi konvensional bertujuan untuk melakukan
pertumbuhan ekonomi. Sistem konvensional menganggap ketika pertumbuhan
ekonomi berjalan baik maka semua orang akan mencapai kepuasan individu yang
diinginkan. Sementara ekonomi syariah berprinsip bahwa agama dan ekonomi
memiliki kaitan yang sangat erat, dimana kegiatan ekonomi dilakukan sebagai ibadah.
BAB 2
1. Jelaskan pengertian dari riba? Serta sebutkan contohnya .
Jawaban :
Riba adalah penetapan nilai tambahan (bunga) atau melebihkan jumlah pinjaman saat
pengembalian berdasarkan persentase tertentu dari jumlah pinjaman pokok yang
dibebankan kepada peminjam.
Riba secara bahasa yaitu ziyadah (tambahan). Dalam pengertian lain, riba juga berarti
tumbuh dan membesar. Sedangkan menurut istilah teknis, riba berarti pengambilan
tambahan dari harta pokok atau modal. Secara umum “Pengertian riba adalah
pengambilan tambahan, baik dalam transaksi jual-beli maupun hutang piutang secara
batil atau bertentangan dengan prinsip muamalat dalam Islam.”
53
Contoh Praktik Riba
Banyak sekali kegiatan keuangan yang dianggap menguntungkan ternyata tidak halal.
Tak terkecuali riba, menabung di bank juga bisa tergolong riba. Berikut contoh-
contohnya.
1. Bunga Bank Konvensional
Bunga yang diterapkan oleh Bank konvensional ternyata termasuk dalam praktik riba.
Ketika kita meminjam dana dari Bank, maka kita akan dikenakan bunga setiap kali
membayar angsuran pinjaman tersebut.
Hal ini (riba) juga terjadi pada lembaga keuangan lainnya, misalnya lembaga
pembiayaan. Ketika kita membeli kendaraan bermotor atau properti secara mencicil
maka kita akan dikenakan bunga, dan ini termasuk praktik riba.
2. Pinjaman dengan Syarat
Ketika kita ingin meminjam uang dari pihak lain, seringkali pinjaman tersebut disertai
dengan syarat. Misalnya bunga atau hal lainnya sebagai syarat agar pemilik uang mau
meminjamkannya pada orang lain.
2. Tuliskan tiga contoh jual-beli yang dianggap baṭil!
Jawaban:
Jual beli barang yang tidak halal dan tidak suci.
Haram menjual arak dan bangkai, begitu juga babi danberhala, termasuk lemak
bangkai tersebut
Menjual barang yang tidak dapat diserah terimakan. Contohnya, menjual ikan
dalam laut atau barang yang sedang dijadikan jaminan sebab semua itu
mengandung tipu daya.
Menjual barang yang bukan milik sendiri kecuali diberi kuasa.
3. Sebutkan 2 dalil yang menyebutkan riba dalam Alquran .
Jawaban :
1. QS Ar-Rum: 39:
Allah berfirman:
َو َما آتَيْتُ ْم ِم ْن ِربًا ِليَ ْربُ َو فِي أَ ْم َوا ِل ال َّنا ِس َف ََل يَ ْربُو ِع ْن َد َّلَّل ِا ۖ َو َما
آتَ ْيتُ ْم ِم ْن َز َكاةٍ تُ ِري ُدو َن َو ْجهَ َّلَّل ِا فَأُوَٰلَ ِئ َك هُ ُم ا ْل ُم ْض ِعفُو َن
54
Artinya: "Dan, sesuatu riba (tambahan) yang kamu berikan agar dia menambah pada
harta manusia, maka riba itu tidak menambah pada sisi Allah. Dan apa yang kamu
berikan berupa zakat yang kamu maksudkan untuk mencapai keridhaan Allah, maka
(yang berbuat demikian) itulah orang-orang yang melipat gandakan (pahalanya)". (QS
Al-Rum: 39).
2. QS An-Nisa Ayat 160-161:
ْنهُ ََ َف ِب ُظ ْل ٍم ِم َن ا َّل ِذي َن َها ُدوا َح َّر ْم َنا َعلَ ْي ِه ْم َط ِي َبا ٍت أُ ِح َّل ْت َل ُه ْم َوبِ َص ِد ِه ْم َعن َسبِي ِل َّلَّلاِ َكثِي ًرا َوأَ ْخ ِذ ِه ُم ال ِر َبا َوقَ ْد نُ ُهوا ع
َوأَ ْك ِل ِه ْم أَ ْم َوا َل ال ّنَا ِس بِا ْل َبا ِط ِل ۚ َوأَ ْعتَ ْد َنا ِل ْل َكا ِف ِري َن ِم ْن ُه ْم َعذَابًا أَ ِلي ًما
Artinya: "Maka disebabkan kedhaliman orang Yahudi, maka kami haramkan atas
mereka (memakan makanan) yang baik-baik (yang dahulunya) dihalalkan bagi mereka.
Dan karena mereka banyak menghalangi (manusia) dari jalan Allah dan disebabkan
mereka memakan riba, padahal sesungguhnya mereka telah dilarang darinya, dan
karena mereka memakan harta orang dengan jalan yang batil. Dan Kami telah
menjadikan untuk orang-orang kafir di antara mereka itu siksa yang pedih." (QS an-
Nisa: 160-161)
4.Apa hukuman bagi orang yang telah melakukan riba ?
Jawaban :
Al-Imam Al-Mawardi t ketika menafsirkan ayat:
“Maka ketahuilah bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangi kalian.” (Al-Baqarah:
278)
Beliau berkata: “Makna ayat ini ada dua sisi:
Pertama: Jika kalian tidak berhenti dari perbuatan riba, maka Aku (Allah I) akan
memerintahkan Nabi untuk memerangi kalian.
Kedua: Jika kalian tidak berhenti dari perbuatan riba, berarti kalian adalah orang yang
diperangi (dianggap sebagai musuh) oleh Allah I dan Rasul-Nya.” (An-Nukat wal
‘Uyun, 1/352)
Dari empat ayat dalam Surat Al-Baqarah di atas, dapat disimpulkan bahwa akibat
buruk/ hukuman yang diperoleh pelaku riba adalah sebagai berikut:
1. Dibangkitkan dari kubur pada hari kiamat nanti seperti orang gila karena kerasukan
setan.
Qatadah t berkata: “Yang demi-kian itu merupakan tanda pada hari kiamat bagi orang
yang melakukan riba. Mereka dibangkitkan dalam keadaan berpenyakit gila.”
55