The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

e book ini berisikan tentang materi diksi dan abrevasi

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by kadek icahayati, 2021-04-04 08:39:50

tugas bahasa indonesia

e book ini berisikan tentang materi diksi dan abrevasi

Keywords: bahan ajar

TUGAS
MPK BAHASA INDONESIA
Kadek Wirahyuni, S.Pd., M.Pd.

Nama Kelompok :
1. Ni Kadek Sri Pradnyani
2. Kadek Dwi Nanditasari
3. Rossa Regita Aprilia
4. Disa Eka Pramudita
5. Kadek Icahayati

UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA
SINGARAJA 2021

JAWABAN

1.1 DIKSI

1. Pengertian Diksi
Diksi merupakan pilihan kata di dalam tulisan yang digunakan untuk
memberi makna sesuai dengan keinginan penulis. Dengan adanya
pemilihan kata ini mengakibatkan keterbatasan dalam kosa kata yang
dapat mengakibatkan seseorang kesulitan dalam menyampaikan
maksdunya kepada orang lain. Dan jika orang tersebut bisa menggunakan
kosa kata yang berlebihan, maka akan membuat orang lain sulit untuk
dimengerti pesan yang disampaikan. Selain pengertian diksi secara
umum, adapun pengertian diksi menurut para ahli, yakni sebagai berikut :
 Menurut Harimurti
Diksi adalah pilihan kata dan kejelasan lafadz untuk memperoleh
efek yang tertentu dalam berbicara di depan umum atau untuk
mengarang.
 Menurut Gorys Keraf
Pengertian diksi dibagi menjadi dua, yaitu:
a. Diksi adalah suatu kemampuan yang membedakan
secara tepat antara nuansa-nuansa makna dari gagasan
yang disampaikan serta kemampuan untuk
menentukan bentuk sesuai dengan keadaan serta nilai
dari sebuah rasa yang dimiliki oleh kelompok
masyarakat, pembaca dan pendengar.
b. Diksi merupakan kata atau mengenai pengertian kata-
kata mana yang digunakan untuk menyampaikan
sebuah gagasan, gaya penyampaian kata yang lebih
baik sesuai situasi dan pengungkapan kata yang tepat.
 Menurut Enre
Diksi adalah penggunaan kata yang sesuai, untuk mewakili pikiran
dan juga peresaan yang diinginka dinyatakan dalam suatu pola
untuk kalimat.

2. Ciri – Ciri Diksi
Adapun ciri – ciri diksi, yaitu :
 Pembeda Nuansa Makna Dengan Bentuk Gagasan

Ciri yang pertama dari diksi adalah diksi Bisa digunakan untuk
membedakan nuansa makna dengan bentuk yang sesuai dengan
gagasan dan situasi maupun nilai rasa ke pembacanya.
 Pengungkapan Gagasan
Ciri yang kedua dari diksi itu adalah pengungkapan gagasan Tepat
pada pemilihan kata guna untuk mengungkapkan gagasan atau hal
yang diamanatkan. Memakai pembendaharaan kata yang dipunyai
oleh masyarakat bahasa serta bisa menggerakkan, memberdayakan
kejayaan itu menjadi sebuah kata yang lebihGagasan

3. Fungsi Diksi
Diksi berfungsi untuk memperindah suatu kalimat. Misalkan diksi dalam
suatu cerita, dengan adanya diksi yang baik maka penyampaiannya cerita
dapat dilakukan secara runtut, mendeskripsikan latar dan waktu,
menjelaskan tokoh-tokoh cerita, dan lain-lain. Berikut ini beberapa fungsi
diksi, yakni sebagai berikut :
 Menyampaikan gagasan atau ide dengan tepat.
 Menciptakan aktivitas komunikasi yang lebih efektif dan juga
efisien.
 Membantu orang yang membaca ataupun mendengarkan karya
sastra menjadi lebih faham mengenai apa yang ingin disampaikan
oleh pengarang.
 Menjadi lambang ekspresi yang ada pada suatu gagasan yang tepat
sehingga dapat menyenangkan oleh pendengar atau pembacanya.
 Melambangkan ekspresi yang ada dalam gagasan dengan secara
tepat dan verbal (tertulis dan terucap).

4. Jenis – Jenis Diksi
Secara umum diksi dapat dibagi menjadi dua jenis, adalah diksi
berdasarkan maknanya dan diksi berdasarkan leksikal. Berikut ini
penjelasannya adalah:
1. Diksi berdasarkan maknanya
 Makna Konotatif
Makna konotatif adalah kata atau kalimat yang mempunyai
arti bukan sebenarnya.
Contoh: Rama harus “banting tulang” untuk menghidupi
keluarganya. (kata “banting tulang” diartikan sebagai kerja
keras)

 Makna Denotatif
Makna Denotatif adalah makna yang sebenarnya dari suatu
kalimat atau kata. Atau disebut juga dengan makna apa
adanya.

Contoh: Roqib sering “kerja keras’’ , bekerja dari pagi
sampai sore untuk menghidupi keluarganya.
2. Diksi berdasarkan Leksial
 Sinonim
Sinonim adalah kata yang mempunyai arti makna yang sama
dengan kata lain.
Contoh: Lezat – Enak, Bahagia – Senang,Matahari –
Mentari
 Antonim
Antonim adalah kata yang memiliki arti yang berlawanan
dengan kata lain.
Contoh:Ganteng-Cantik,Mahal-Murah
 Homonim
Homonim adalah kata yang maknanya yang berbeda, tapi
lafal atau ejaannya yang ssama
Contoh: Semua karyawan mendapatkan gaji setiap awal
bulan.
 Homofon
Homofon adalah kata yang memiliki makna dan ejaan yang
berbeda, tetapi lafalnya sama.
Contoh: Toni menabung uangnya di Bank secara rutin.
 Homograf
Homograf adalah kata yang memiliki makna dan lafalnya
yang berbeda, tetapi ejaannya sama.
Contoh:
-Anam sedang makan Tahu goreng yang di warung.
-Iffan tidak Tahu bahwa hari ini adalah hari minggu.
Dapat dilihat dari dua kalimat tersebut terdapat kata ‘’Tahu”
yang memiliki ejaan yang sama. Kalimat yang pertama
merupakan untuk makanan, dan kalimat yang kedua untuk
menunjukkan lupa akan hari itu.
 Polisemi
Polisemi adalah kata yang mempunyai banyak
pengertiannya.

Contoh:
Jika Andi menabung di bank, maka andi akan mendapatkan
bunga dari bank.
 Hipernim dan Hiponim
Hipernim adalah kata yang mewakili banyak kata yang lain.
Jadi suatu kata hipernim dapat menjadi kata yang umum dari
penyebutan kat-kata yang lain. Sedangkan untuk Hiponim,
adalah kata yang terwakili artinya adalah oleh suatu kata ada
di hipernim.
Contoh kalimat yang mengandung kata hipernim dan
hiponim adalah:
Di kebun binatang Surabaya terdapat banyak binatang liar,
misalnya singa, gajah, buaya, kuda, rusa, monyet dan lain-
lain.
Kata hipernim adalah binatang liar, sedangkan kata hiponim
adalah singa, gajah, buaya, kuda, rusa, monyet dan lain-lain.

5. Syarat-Syarat Diksi
Untuk dapat menghasilkan cerita yang menarik dengan pilihan kata, maka
diksi yang baik itu harus memenuhi syarat-syarat dibawah ini merupakan
diantarnya:
 Ketepatan dalam melakukan pemilihan kata dalam
menyampaikan suatu gagasan.
 Pengarang tersebut harus memiliki kemampuan untuk dapat
membedakan secara tepat nuansa makna sesuai dengan
gagasan yang ingin diutarakan dan kemampuan untuk
menemukan bentuk yang sesuai dengan situasi serta nilai
bagi pembaca
 Menguasai berbagai kosakata serta mampu untuk dapat
memanfaatkan kata tersebut menjadi sebuah kalimat yang
jelas, efektif serta mudah untuk dipahami atau dimengerti.

6. Manfaat Diksi
Ada 2 manfaat diksi, yaitu :
 Dapat membedakan secara cermat kata-kata denitatif dan konotatif,
bersinonim dan hapir bersinonim, kata-kata yang mirip dalam
ejaannya.
 Dapat membedakan kata-kata ciptaan sendiri fan juga kata yang
mengutip dari orang yang terkenal yang belum diterima

dimasyarakat. Sehingga dapat menyebabkan kontroversi dalam
masyarakat.

1.2 ABREVASI

1. Pengertian Abrevasi

 Menurut Latin Brevis
Abrevasi yang berarti “pendek” merupakan proses morfologis berupa
penanggalan satu atau beberapa bagian leksem atau kombinasi leksem
sehingga terjadi bentuk baru yang berstatus kata. Abreviasi menyangkut
penyingkatan, pemenggalan, akronimi, kontraksi, dan lambang huruf.

 Menurut Teori nonkonvensional
Abreviasi merupakan salah satu proses morfologis. Abreviasi adalah
proses pemenggalan satu atau beberapa bagian leksem atau kombinasi
leksem sehingga terjadilah bentuk baru yang berstatus kata. Istilah lain
untuk abreviasi adalah pemendekan, sedangkan hasil prosesnya disebut
kependekan.

2. Jenis – Jenis Abrevasi

 Singkatan
Singkatan yaitu salah satu hasil proses pemendekan yang berupa huruf
atau gabungan huruf, baik yang dieja huruf demi huruf maupun yang
tidak, misalnya: FSUI (Fakultas Sastra Universitas Indonesia), KKN
(Kuliah Kerja Nyata), DPR (Dewan Perwakilan Rakyat).

 Penggalan
Penggalan yaitu proses pemendekan yang mengekalkan salah satu bagian
dari leksem, seperti Prof (Profesor), Kol (Kolonel), Pak (Bapak).

 Akronim
Akronim yaitu proses pemendekan yang menggabungkan huruf atau suku
kata atau bagian lain yang ditulis dan dilafalkan sebagai sebuah kata yang
sedikit banyak memenuhi kaidah fonotaktik bahasa Indonesia seperti SIM
(Surat Izin Mengemudi), IKIP (Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan),
LAN (Lembaga Administrasi Negara).

 Kontraksi
Kontarksi yaitu proses pemendekan yang meringkaskan leksem dasar
atau gabungan leksem seperti takkan (tidak akan), rudal (peluru Kendal),
sendratari (seni drama tari).

 Lambang huruf

Lambang huruf yaitu proses pemendekan yang menghasilkan satu huruf
atau lebih yang menggambarkan konsep dasar kuantitas, satuan atau
unsur, seperti cm (centimeter), kg (kilo gram), Au (Aurum).

3. Fungsi


Click to View FlipBook Version