i
KATA PENGANTAR
Puji Syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, atas segala nikmat dan
karunianya penulisan paper Mata Kuliah Teori Warna ini dapat terselesaikan
dengan baik dan tepat waktunya.
Paper ini dibuat untuk memenuhi syarat Ujian Akhir Semester kami pada
Mata Kuliah Teori Warna Dalam Pembuatan paper ini penulis mengucapkan
terima kasih kepada :
1 Dosen Pengampu Mata Kuliah Teori Warna yang telah mengajarkan dengan
tulus dan sabar
2. Orang Tua yang selalu mendukung dalam membuat paper ini
3. Teman – teman Program Studi Perdagangan Mode 2020 yang telah
membantu dalam pembuatan paper ini
Paper ini kami susun berdasarkan pengetahuan yang kami dapatkan selama
proses pembelajaran luring selama 1 semester ini, dan juga dari beberapa
sumber. Pada akhirnya, kami menyadari bahwa penyusuan paper ini masih
jauh dari kata sempurna.. Oleh karena itu, kami mengharapkan kritik dan saran
yang bersifat membangun demi perbaikan penyusunan paper ini di masa yang
akan mendatang
Bekasi, 8 Januari 2020
Wafa Nabilah 1509520
ii
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR........................................................................................................ ii
BAB 1 ..........................................................................................................................1
KONSEP WARNA .....................................................................................................1
BAB 2 ..........................................................................................................................6
PSIKOLOGI WARNA................................................................................................6
BAB 3 ........................................................................................................................24
KOMPOSISI WARNA .............................................................................................24
BAB 4 ........................................................................................................................38
IDENTITY COLOR...................................................................................................38
BAB 5 ........................................................................................................................60
WARNA DAN USIA.................................................................................................60
BAB 6 ........................................................................................................................67
WARNA DAN STYLE .............................................................................................67
iii
BAB 1
KONSEP WARNA
A. Roda Warna
Warna merah, kuning dan biru merupakan warna primer. Ada 12 warna
tradisional yang sering digunakan oleh artisan atau pelukis. Cara ini
merupakan cara yang paling mudah untuk memeahami hubungan
warna yang satu dengan yang lain.
merah, kuning, dan biru, jika dicampurkan akan menghasilkan warna
sekunder pada roda warna : oranye, hijau, dan ungu jika dicampurkan
dengan warna primer, akan mendapatkan warna level ketiga pada roda
warna, warna tersier. Warna merah-orange Roda warna merupakan
semua hal tentang mencampurkan warna. Warna dasar, kuning-orange,
kuning-hijau, biru-hijau, biru-ungu, dan merah-ungu juga termasuk.
Warna primer dan tersier dengan tambahan warna nila murupakan
1
bagian dari sprektum warna yang terlihat, atau “warna pelangi”. Yaitu
warna merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu.
o Hue: sinonim kata dari “warna” atau nama dari sebuah warna
spesifik; secara tradisional digunakan untuk mengacu kepada 12
warna dasar pada roda warna
o Shade: warna yang digelapkan dengan warna hitam
o Tone: warna yang diredupkan dengan warna abu-abu
o Tint: warna yang diterangkan dengan warna putih
o Saturasi: mengacu pada intensitas atau kemurnian warna
(semakin dekat warna akan mendekati abu-abu, maka semakin
terdesaturasi warnanya)
o Value: mengacu kepada keterangan atau kegelapan dari
sebuah warna
B. Harmoni Warna
Roda warna dapat menjadi sumber praktis dalam memilih warna untuk
sebuah desain. Pada umumnya kita bisa menggunakan nomer dari palet
klasik yang telah digunakan selama ratusan tahun oleh pelukis untuk
menciptakan keseimbangan dan komposisi warna visual yang bagus
atau kontras tinggi dan menonjol. Pada umumnya aplikasi warna pada
desain dan skema warna harus dipisah menjadi warna satu dominan
karena sering muncul pada desain atau karena warna tersebut
menajadi menonjol saat dibandingkan dengan warna lain satu atau lebih
banyak aksen warna.
1) Monokromatik: berbagai shade, tone, atau tint dari satu warna;
contohnya berbagai jenis warna biru dari yang terang sampai gelap; tipe
skema seperti ini biasanya lebih halus dan konservatif
2
2) Analog: hue yang berdampingan satu sama lain pada roda warna;
tipe skema seperti ini sangat serba guna dan dapat dengan mudah
diaplikasikan pada proyek desain
3) Komplementer: berlawanan pada roda warna, seperti merah/hijau
atau biru/oranye; warna komplementer memiliki kontras dan intensitas
tinggi, namun juga cukup susah untuk diaplikasikan secara seimbang,
dan harmoni (terutama pada bentuk murni warna tersebut, dapat
dengan mudah bentrok pada sebuah desain)
4) Komplementer-Split: setiap warna pada roda warna ditambahkan dua
yang mengapit pelengkapnya; skema ini memiliki kontras visual yang
kuat, namun juga tidak terlalu menonjol dari sebuah kombinasi warna
komplementer
5) Triadic/Komplementer-Ganda: pasangan dua warna komplementer;
skema ini menarik perhatian, tapi mungkin akan sulit diaplikasikan lebih
dari satu pasang warna komplementer, karena terlalu banyak warna sulit
diseimbangkan. Jika Anda menggunakan tipe skema ini, Anda mungkin
akan memilih satu dari empat warna untuk menjadi dominan dan
mengatur saturasi/value/lain-lain dari beberapa atau semua warna
sehingga semua warnanya bekerja dengan baik pada bagian-bagian
desain Anda, seperti teks dan latar belakang.
Pada tahun 1831, Brewster (Nugraha, 2008: 35) mengemukakan teori
tentang pengelompokan warna. Teori Brewster membagi warna–warna
yang ada di alam menjadi empat kelompok warna, yaitu warna primer,
sekunder, tersier, dan netral. Kelompok warna mengacu pada lingkaran
warna teori Brewster dipaparkan sebagai berikut:
3
a. Warna Primer
Warna primer adalah warna dasar yang tidak berasal dari campuran dari
warna–warna lain. Menurut teori warna pigmen dari Brewster, warna
primer adalah warna–warna dasar (Nugraha, 2008: 37). Warna–warna
lain terbentuk dari kombinasi warna–warna primer. Menurut Prang,
warna primer tersusun atas warna merah, kuning, dan hijau (Nugraha,
2008: 37, Prawira, 1989: 21). Akan tetapi, penelitian lebih lanjut
menyatakan tiga warna primer yang masih dipakai sampai saat ini, yaitu
merah seperti darah, biru seperti langit/laut, dan kuning seperti kuning
telur. Ketiga warna tersebut dikenal sebagai warna pigmen primer yang
dipakai dalam seni rupa.
Secara teknis, warna merah, kuning, dan biru bukan warna pigmen
primer. Tiga warna pigmen primer adalah magenta, kuning, dan cyan.
Oleh karena itu, apabila menyebut merah, kuning, biru sebagai warna
pigmen primer, maka merah adalah cara yang kurang akurat untuk
menyebutkan magenta, sedangkan biru adalah cara yang kurang akurat
untuk menyebutkan cyan.
b. Warna Sekunder
Warna sekunder merupakan hasil campuran dua warna primer dengan
proporsi 1:1. Teori Blon (Prawira, 1989: 18) membuktikan bahwa
campuran warna–warna primer menghasilkan warna–warna sekunder.
Warna jingga merupakan hasil campuran warna merah dengan kuning.
Warna hijau adalah campuran biru dan kuning. Warna ungu adalah
campuran merah dan biru.
c. Warna Tersier
Warna tersier merupakan campuran satu warna primer dengan satu
warna sekunder. Contoh, warna jingga kekuningan didapat dari
pencampuran warna primer kuning dan warna sekunder jingga. Istilah
4
warna tersier awalnya merujuk pada warna–warna netral yang dibuat
dengan mencampur tiga warna primer dalam sebuah ruang warna.
Pengertian tersebut masih umum dalam tulisan– tulisan teknis.
d. Warna Netral
Warna netral adalah hasil campuran ketiga warna dasar dalam proporsi
1:1:1. Campuran menghasilkan warna putih atau kelabu dalam sistem
warna cahaya aditif, sedangkan dalam sistem warna subtraktif pada
pigmen atau cat akan menghasilkan coklat, kelabu, atau hitam. Warna
netral sering muncul sebagai penyeimbang warna–warna kontras di
alam.
Rumus teori Munsell dapat digambarkan sebagai berikut:
Warna primer : Merah, Kuning, Biru
Warna Sekunder : Merah + Kuning = Jingga
Merah + Biru = Ungu
Kuning + Biru = Hijau
Warna Tersier : Jingga + Merah = Jingga kemerahan
Jingga + Kuning = Jingga kekuningan
Ungu + Merah = Ungu kemerahan
Ungu + Biru = Ungu kebiruan
Hijau + Kuning = Hijau kekuningan
Hijau + Biru = Hijau kebiruan
5
BAB 2
PSIKOLOGI WARNA
A. Psikologi warna
merupakan pengaruh warna terhadap suasana hati, emosi,
perasaan, dan prilaku manusia. Pengaruh ini timbul dari penglihatan
terhadap suatu warna yang kemudian diterima oleh otak. Sebagai hasil
proses penerimaan maka muncullah respon yang akhirnya akan
mempengaruhi emosi si pengamat.
Pengaruh respon yang diterima berbeda-beda karena
disebabkan oleh beberapa faktor yaitu sejarah, status sosial, cita rasa
dan latar belakang. Pilihan warna banyak dipengaruhi factor demografis:
usia, gender, ras/etnis serta tingkat sosio-ekonomis.
Reaksi terhadap warna bisa berubah karena pembelajaran,
pengalaman, atau meningkatnya usia dan status sosio-ekonomi pun
bisa mengubah reaksi seseorang terhadap warna. Faktor luar ikut
berperan seperti mode,pendapat orang lain, bahkan iklim. Di wilayah
beriklim panas, orang cenderung menyukai warna-warna hangat dan
kuat, di iklim dingin warna-warna sejuk dan lembut kerap menjadi
pilihan.
B. Persepsi Visual Warna
Warna dapat menstimulasi, membangkitkan gairah, menekan,
menenangkan, membangkitkan selera makan, dan menciptakan kesan
hangat atau dingin .
Warna juga memiliki pengaruh yang universal, misalnya kesan
hangat atau dingin. Kuning, oranye, dan merah diasosiasikan dengan
6
panas matahari dan api; biru, hijau, dan ungu memberi kesan dingin
seperti dedaunan, laut, dan langit.
C. Pengaruh Warna Terhadap Emosi
Respon manusia terhadap warna merupakan asosiasi yang
bersifat naluriah sebagaiman kita mengasosiasikan musik, apakah
menyedihkan atau menggembirakan. Pada kondisi normal manusia itu
menyukai warna. Mereka memiliki reaksi terhadap warna. Ada suasana
hati yang diasosiakan dengan lingkungan yang cerah, hujan atau
mendung, gembira atau membosankan.
D. Warna dan kepribadian Seseorang
Kesukaan seseorang terhadap warna menurut penelitian ilmu
jiwa bisa diasosiasikan dengan sifat pembawaan orangnya.
Sebagai contoh:
Seseorang yang menyukai warna merah akan menunjukkan
bahwa orang tersebut bersifat ekstrover, pribadi yang intergratif dengan
dunia luar, mudah menyesuaikan diri dengan dunia, orang yang penuh
vitalitas, lebih dikuasai oleh dorongan hatinya.
Berikut adalah penjelasan singkat mengenai warna-warna tertentu dan
pengaruhnya terhadap perasaan, suasana hati, dan perilaku manusia
berdasarkan psikologi warna.
1. Arti warna hitam
7
Warna hitam umumnya menggambarkan kemisteriusan, keberanian,
kekuatan, atau rasa tidak bahagia. Hitam sering digunakan sebagai
simbol ancaman atau kekuatan, namun juga dapat menjadi indikator
kekuatan.
Dalam banyak budaya, hitam juga dikaitkan dengan kematian dan
perasaan berkabung. Warna ini juga memberikan kesan
ketidakbahagiaan, seksualitas, formalitas, hingga kemutakhiran.
Khusus untuk fashion, warna hitam bisa membuat tubuh terlihat
langsing.
2. Arti warna putih
Warna putih umumnya menggambarkan kesucian, kedamaian,
kekosongan, dan kepolosan. Putih dapat melambangkan awal yang
baru, serta memberikan efek yang membuat ruang terasa lebih besar
dan luas. Namun, warna netral ini juga dapat menggambarkan perasaan
yang dingin, hambar, dan steril. Ini juga bisa terasa membosankan.
3. Arti warna merah
Warna merah umumnya menggambarkan cinta, gairah, kekuatan, dan
kemarahan. Kecerahan merah dapat membangkitkan emosi dengan
kuat. Selain itu, merah juga dikaitkan dengan rasa hangat dan nyaman.
8
Seperti halnya hitam, warna merah pun sering digambarkan sebagai
warna yang kuat.
4. Arti warna biru
Warna biru umumnya menggambarkan ketenangan, kestabilan,
produktif, dan kesedihan. Menjadikan warna ini memberi perasaan yang
tenang, aman, dan damai. Biru juga sering dipandang sebagai tanda
stabilitas.
Akan tetapi, warna biru juga dapat menciptakan perasaan sedih atau
ingin menyendiri. Warna ini sering digunakan untuk menghias kantor
karena penelitian menunjukkan bahwa orang lebih produktif ketika
berada di ruangan biru.
5. Arti warna hijau
Psikologi warna hijau umumnya menggambarkan warna alam,
keamanan, keberuntungan, dan kecemburuan. Hijau telah lama
dijadikan sebagai simbol kesuburan.
9
E. Karakteristik & Perlambangan Warna
Yang dimaksud dengan karakteristik dalam hal ini adalah ciri-ciri
atau sifat-sifat khas yang dimiliki oleh suatu warna.
Secara garis besarnya sifat khas yang dimiliki oleh warna ada dua
golongan besar, yaitu warna panas dan warna dingin. Di antara
keduanya ada yang disebut warna antara atau ”intermediates”.
Warna-warna yang dekat dengan jingga atau merah digolongkan
kepada warna panas atau hangat dan warna-warna yang berdekatan
dengan warna biru kehijauan termasuk golongan warna dingin atau
sejuk.
F. WARNA HANGAT ( warm colours)
Yakni merupakan rangkaian warna dari merah, oranye sampai ke
kuning, termasuk pink, coklat dan burghundy, disebut warna hangat.
Warna hangat sendiri memiliki sifat yang cukup beragam yaitu cerah,
heboh, dan agresif, seperti lava yang mengalir dari kawah.
G. Warna Sejuk (Cold colors)
Merupakan rangkaian warna mulai dari warna biru, biru-kehijauan
sampai ke hijau dan semua warna abu-abu, disebut sebagai warna
dingin-mungkin karena mereka mengingatkan kita pada salju dan es.
Warna-warna ini memiki efek memperlambat metabolism tubuh/pikiran.
H. Warna Terang/Muda (Light Colors)
Nuansa warna ini akan terlihat lembut dan halus, seperti kapas,
awan putih dan permen lembut atau seperti awan yang mengambang di
langit musim panas. Namun demikian, skema warna yang
menggunakan warna-warna ini menampakkan keadaan tenang
10
I. Warna Gelap/Tua (Dark Colors)
Nuansa warna gelap hitam dan lainnya ini terasa berat dan kuat, tenang
dan memberi kesan ruang yang sempit, tampak seperti awan hitam
ketika akan turun hujan. Hitam khususnya, tampak kuat dan sekokoh
besi lokomotif kuno.
J. Warna Kusam (Dull Colors)
Ketika abu-abu ditambahkan pada sebuah warna, maka tampilan warna
tersebut akan melunak. Jika anda cukup menambahkan abu-abu,
hasilnya akan tampak seperti naungan berlumpur seperti
warna kusam
1. Merah
Memiliki karakter membangkitkan energi, aktif, agresif hangat,
komunikatif, aktif, optimis, antusias, dan bersemangat.. Warna merah
berkaitan dengan ambisi dan Memberi kesan sensual, mewah,
berkemauan keras, dan penuh semangat. Terlalu banyak warna merah
bisa merangsang kemarahan dan agresivitas.
2. Oranye
11
Sifat atau karakter warna oranye hampir memiliki kesamaan dengan
warna merah. Warna ini melambangkan sosialisasi, kekuatan, percaya
diri, membangkitkan semangat, vitalitas, dan kreativitas. Menimbulkan
perasaan positif, senang, gembira, bisa mengurangi perasaan tertekan.
Tetapi bila berlebihan dapat merangsang perilaku hiperaktif.
3. Kuning
warna yang sifatnya menonjol, cerah, membangkitkan energi,
komunikatif, dan merangsang kemampuan berpikir serta memberi kesan
semangat untuk maju dan toleransi tinggi. Pengaruh warna ini antara
lain riang, dermawan, dan sukses. Penggunaan yang kurang tepat justru
akan menimbulkan kesan menakutkan.
4. Biru
warna yang sifatnya menonjol, cerah, membangkitkan energi,
komunikatif, dan merangsang kemampuan berpikir serta memberi
kesan semangat untuk maju dan toleransi tinggi. Pengaruh warna ini
antara lain riang, dermawan, dan sukses. Penggunaan yang kurang
tepat justru akan menimbulkan kesan menakutkan.
12
5. Hijau
Warna yang melambangkan elastisitas keinginan. Cenderung pasif,
bertahan, mandiri, posesif, susah menerima pemikiran orang lain.
Pengaruh dari warna ini antara lain teguh dan kokoh, mempertahankan
miliknya, keras kepala, dan berpendirian tetap. Nuansa hijau dapat
meredakan stress, memberi rasa aman, dan perlindungan..Tapi warna
hijau juga dapat menimbulkan perasaan terperangkap.
6. Coklat
Coklat merupakan warna yang netral, natural, hangat, membumi, dan
stabil, menimbulkan kenyamanan. Warna yang bersifat akrab,
menenangkan, dan bisa mendorong komitmen. Jika terlalu banyak
memberi kesan berat dan kaku.
7. Putih
13
Sebuah warna yang melambangkan kemurnian, kepolosan,
memberikan kesan perlindungan, ketenteraman, kenyamanan, dan
memudahkan refleksi. Penggunaan warna putih yang berlebihan bisa
menimbulkan perasaan dingin, steril, kaku, dan terisolir.
8. Ungu
Warna ini berkesan sensual, feminim, antik, yang juga anggun, dan
hangat. Bersifat kurang teliti namun penuh harapan. Ungu yang gelap
mampu menambah kekuatan intuisi, fantasi, dan imajinasi, kreatif,
sensitif, memberi inspirasi, dan obsesi.
9. Abu-abu
Warna ini berkesan sensual, feminim, antik, yang juga anggun, dan
hangat. Bersifat kurang teliti namun penuh harapan. Ungu yang gelap
mampu menambah kekuatan intuisi, fantasi, dan imajinasi, kreatif,
sensitif, memberi inspirasi, dan obsesi.
10. Hitam
14
Warna ini memiliki karakter yang kuat, penuh percaya diri, perlindungan,
elegan, megah, dramatis, dan misterius. Warna hitam juga
melambangkan duka dan menimbulkan perasaan tertekan.
Selain karakter-karakter di atas, warna juga dapat digolongkan menjadi
4 golongan warna antara lain yaitu:
1. Warna-warna tenang, yang termasuk di dalam golongan ini adalah
biru muda, biru pucat, biru laut, ungu, hijau daun, hijau muda, dan hijau
pupus.
2. Warna-warna hangat, antara lain merah,coklat, kuning, terakota,
oranye, dan emas metalik
3. Warna-warna segar, yaitu putih kebiru-biruan, kuning muda, kuning
lemon, hijau daun, hijau lumut, biru laut, merah cerah, dan merah muda.
4. Warna-warna berani, yang termasuk dalam golongan warna ini
adalah kuning menyala, hijau tua, biru tua kehijaun, biru menyala, biru
gelap pekat, merah cerah, oranye menyala, pink tua, hitam, dan putih.
15
C. Tujuan mempelajari teori warna
Warna adalah estetika yang penting, karena melalui warna itulah kita
dapat membedakan secara jelas keindahan suatu objek. Warna dapat
didefinisikan secara subjektif/psikologis yang merupakan pemahaman
16
langsung oleh pengalaman indera penglihatan kita dan secara
objektif/fisik sebagai sifat cahaya yang dipancarkan. Secara objektif/fisik
warna diproyeksikan dari panjang gelombang (wave length), dan
panjang gelombang warna yang masih bisa ditangkap mata manusia
berkisar nanometer. Cahaya yang tampak oleh mata merupakan salah
satu bentuk pancaran energi sempit dari gelombang elektromagnetik.
D. Penerapannya dalam Berbusana
Dengan dasar teori warna serta aplikasinya dalam menghasilkan suatu
kombinasi yang harmonis seperti dipaparkan di atas, diharapkan
pembaca telah mengerti prinsip teori yang akan diterapkan dalam padu
padan busana. Harus dijadikan catatan, beberapa dasar teori warna
yang telahdibahas akan terdapat sedikit perkembangan dan perbedaan
dalam padu padan busana menggunakan color wheel. Terjadinya
sedikit perbedaan dikarenakan warna yang akan dikombinasikan tidak
berdiri sendiri, melainkan akan bersanding dengan warna kulit manusia
(Skin tone) yang biasanya berbeda warna. Beberapa warna tidak bisa
diterapkan untuk yang berkulit lebih hitam ataupun sebaliknya, tetapi hal
ini tidak akan dibahas lebih lanjut. Yang perlu diketahui sekarang
hanyalah dasar dari penerapan teori warna yang menggunakan color
wheel sehingga akan menciptakan keharmonisan warna dalam
berbusana. Warna Aksen dalam BusanaAksen merupakan
penambahan suatu warna yang berbeda dari panduan-panduan warna,
namun tidak merusak kesatuan warna. Warna aksen ditentukan setelah
melihat warna domain yang digunakan. Dan tidak ada formula khusus
untuk menggunakan warna aksen yang akan digunakan. Jika warna
domain adalah warna netral warna aksen yang dipilih bisa warna apa
saja, karena warna aksen yang akan digunakan tidak akan merusak
17
komposisi harmonis warna yang dikombinasikan bersama dengan
warna netral.
1. Warna Monochromatic dalam Busana
Skema warna monokromatik adalah warna yang diperoleh dari hasil
gradasi warna yang kita pilih terhadap warna gelap ataupun warna
terang dari warna tesebut. Penggunaan warna monokromatik dirasakan
lebih “aman” karena dapat menghindari kesalahan pemilihan warna dan
mempermudah dalam pemilihan komposisi warna. Satu warna yang
sama, tapi berbeda turunan warna (tints, tones, shades). Kombinasi ini
menciptakan suasana sesuai dengan persepsi warna dasar yang akan
digunakan.
2. Warna Netral dalam busana
Warna-warna yang disebut netral dalam busana adalah warna hitam,
putih, abu-abu, dan termasuk dalamnya adalah warna cokelat, perak,
dan emas. Warna-warna tersebut tidak bisa dianggap warna utama
dalam padu padan busana karena warna netral tidak akan pernah salah
jika dikombinasikan ke semua hue yang ada dalam color wheel. Warna
netral bisa berdiri sendiri dengan penerapan warna monochromatic,
sehingga warna akan terlihat harmonis dan menyenangkan di mata.
E. Penggunaan Color Wheel dalam Padu Padan Busana
1. Kombinasi Warna Komplementer
18
Merupakan perpaduan warna yang paling terang dan menarik
perhatian. Perpaduan warna terang yang berseberangan langsung
dalam color wheel akan menciptakan kombinasi warna yang menarik.
Tetapi tidak semua orang berani untuk melakukan kombinasi color
blocking seperti ini. Oleh karena itu, perpaduan warna terang tersebut
bisa dikombinasikan dengan salah satu warna yang dicampurkan
dengan penurunan/penaikan warna (tints, tone, shades) untuk
menghindari skema warna yang sangat vibrant.
2. Kombinasi Warna Analogous
19
Perpaduan warna busana menggunakan warna analogous dianggap
merupakan cara teraman untuk tampil menarik tanpa terlihat
membosankan. Warna yang dipadupadankan menggunakan turunan
warna utama sehingga keseluruhan penampilan busana akan terlihat
harmonis. Dalam permainan kombinasi warna analogous diperlukan
intuisi pemahaman warna desain untuk menentukan warna dominan
yang akan menjadi warna utama dalam satu gaya penampilan.
3. Kombinasi Warna Triadic
Pemilihan warna dalam color wheel menggunakan jarak yang sama dan
menerapkannya dalam busana akan menghasilkan campuran warna-
warni yang berani dan terang. Akan tetapi, warna triadic juga bisa
merusak penampilan secara keseluruhan jika porsi penempatan warna
yang dilakukan terlalu berlebihan. Seperti yang disinggung sebelumnya,
dalam permainan warna busana, untuk mendapatkan warna yang lebih
dinamis, diperlukan kombinasi warna yang dipadankan dengan tints,
tone dan shades.
4. Kombinasi Warna Split Komplementer
20
Dengan menggunakan satu warna utama dan dua warna sekunder yang
berseberangan dengannya, sehingga membentuk bentuk huruf Y. Untuk
mengomposisikan kombinasi warna split komplementer, kita harus
memilih satu warna yang akan dijadikan warna dominasi dan dua
lainnya sebagi aksen. Bisa menggunakan baju atasan, bawahan, tas
maupun aksesoris sebagai warna utamanya.
5. Kombinasi Warna Tetradic
Sering kali dihindari kebanyakan orang dikarenakan warna yang
digunakan walaupun terlihat harmonis di dalam lingkaran warna, akan
tetapi keempatwarnayang ditampilkan sangat menarik perhatian dan
cenderung dihindari. Biasanya hanya digunakan untuk keperluan
21
pemotretan majalah fashion ataupun pagelaran busana oleh para
perancang. Tidak semua orang berani menggunakan warna yang terang
terlebih warna yang digunakan langsung 4 sekaligus. Warnatetradic
adalah kombinasi dua warna komplementer. Jika tetap ingin
menggunakan warna tetradic, disiasati dengan menyeimbangkan
komposisi busana dan aksesoris sehingga tidak terlihat berlebihan.
6. Kombinasi Warna Pakaian dengan Rona Kulit Asli
(undertone)
Tidak semua warna-warna terang bisa diaplikasikan ke semua orang,
begitu pula dengan warna gelap. Inti dari mencari warna pakaian yang
cocok dengan warna kulit ialah untuk mendukung intensitas warna
secara keseluruhan dan dampaknya ke penampilan seseorang. Semua
orang memiliki rona kulit asli (undertone). Undertone adalah lapisan
warna dibawah kulit yang memancarkan rona pada permukaan kulit.
Warna kulit bisa berubah karena banyak hal, tetapi undertone tidak akan
pernah berubah. Dengan memahami undertone, kita bisa mengetahui
warna-warna yang dapat mengimbangi skintone kita, hasilnya adalah
penampilan yang segar,cerah dan lebih cantik tentunya. Karena jika kita
memilih warna yang salah, wajah kita akan terlihat kusam dan lelah.
Undertone dibagi secara general menjadi tiga: cool/pink, warm/yellow,
netral.
Walaupun bukan merupakan hal yang gampang untuk menentukan
paduan warna dengan warna kulit kita, ada beberapa cara yang
digunakan untuk menganalisis tingakatan warna kulit kita dan
penerapan teori warna pun masih diterapkan untuk mencari undertone.
Pembuluh Darah. Cara ini merupakan metode yang paling sering
digunakan karena tidak memerlukan alat tambahan untuk menganalisis
22
undertone. Metode melihat pembuluh darah di pergelangan tangan kita
untuk mencari warna pembuluh darah apakah warna kehijauan atau
biru. Warna pembuluh darah secara ilmiah adalah warna biru, di sini
peranan teori warna diterapkan. Ketika warna hijau bertemu warna
kuning akan menghasilkan warna biru (warna pembuluh darah), dan
warna kuning adalah warna warm. Jika pembuluh darah seseorang yang
terlihat adalah biru maka undertone yang dimiliki adalah Cool. Jika tidak
ada kecenderungan warna, undertone yang dimiliki adalah netral.
Membandingkan dengan Perhiasan Menggunakan perhiasan berwarna
perak dan emas adalah metode yang cukup disegani. Cukup dengan
memakai perhiasan berwarna perak dan jika perhiasan perak tersebut
mendukung intensitas penampilan seseorang, maka dipastikan
undertone yang dimilikinya adalah Cool. Begitu pulasebaliknya, jika
warna emas yang terlihat menarik, undertone-nya adalah Warm. Jika
warna emas dan perak terlihat bagus untuk seseorang, warna yang
dimilikinya adalah netral.
fungsi pengetahuan undertone dalam menunjang berpakaian adalah
mencocokkan dengan warna kulit asli kita sehingga warna yang
dikombinasikan akan terlihat jauh lebih menarik ketika dikenakan tanpa
terlihat kusam. Setelah mengetahui jenis undertone yang dimiliki,
pengelompokan warna yang cocok untuk jenis undertone dibagi menjadi
dua. Warna warm/yellow akan cenderung terlihat menarik jika
mengguna warna-warna dari kelompok warm. Sedangkan untuk warna
cool akan terlihat lebih cerah jika menggunakan warna dari kelompok
perak, biru, ungu, dan gradasinya.
23
BAB 3
KOMPOSISI WARNA
1. KOMPOSISI WARNA
Komposisi berasal dari bahasa Inggris composition yg berarti
mengarang, menyusun atau menggubah. Komposisi warna adalah
susunan warna2 yg diatur untuk dengan tujuan seni, baik seni rupa
murni seperti lukisan, patung, maupun untuk seni terpakai atau desain.
Contohnya warna biru akan memiliki sifat yg berlainan pada
penempatan yang berbeda-beda baik penempatan diatas, ditengah,
dibawah dan lain-lain. Komposisi warna desain dituntut utuk mengikuti
aturan atau prinsip desain dengan ketat karena berhubungan dengan
pemakaian umum,
2. INTERAKSI WARNA
Penyusunan warna perlu dipahami sifat-sifat warna bila dihubungkan
satu dengan lainnya atau disusun dalam suatu susunan warna. Ada
kalanya susunan warna dapat mengganggu penglihatan. Untuk
menghindari kejanggalan-kejanggalan penglihatan perlu penyusunan
warna yg tepat untuk suatu desain. Untuk itu diperlukan pengenalan
sifat-sifat warna.
Prinsip dasar suatu komposisi: apabila unsur2 seni atau unsur2 desain
yg terdiri dari bentuk, ukuran, nilai, warna, tekstur disusun dalam suatu
komposisi akan terjadi 3 hal utama yaitu
1. Pengulangan
2. Keselarasan
3. Kontras atau berlawanan
24
Pada Komposisi warna pengulangan warna artinya menggunakan
warna yang sama lebih dari sekali yg diatur pada tempat yang berbeda,
pd suatu komposisi. Pengulangan merupakan prinsip yg paling mudah
dan paling mendasar diantara semua prinsip desain.
3. SKEMA WARNA
Sekma warna merupakan penggabungan dua atau lebih warna yang
berbeda-beda ke dalam sebuah komposisi. misalnya background warna
putih dipadukan dengan huruf hitam dan widget warna merah. Fungsi
dari skema warna adalah untuk melihat efek yang akan dihasilkan saat
sebuah warna yang berbeda dicampur dengan warna yang lainnya.
dengan adanya teori tentang skema warna,kita bisa lebih mudah melihat
warna apa yang cocok digabungkan dengan warna utama kita.
A. SKEMA WARNA MONOKROMATIK (monochromatic color
scheme)
Warna yang berdekatan disebut juga dengan warna monokromatik,
yaitu tingkatan warna dari gelap ke terang dalam urutan satu warna atau
kombinasi dengan satu corak warna, tetapi dengan value dan intensitas
yang berbeda. Misalnya, urutan dari biru tua sampai ke biru yang paling
muda.
Sumber: https://perpus-maya.blogspot.com/2015/05/komposisi-
warna.html?m=1 (diakses pada jam 20:47 tanggal 24-4-2021)
25
Sumber: https://pin.it/2yoEkvX Sumber:
diakses pada jam 11:18 tgl 21-4- https://id.pinterest.com/pin/2649
2021 38390568787407/ diakses pada
jam 13:33 tgl 24-4-2021
komposisi yang berasal dari satu warna dengan intensitas yang
berbeda. menciptakan suasana sesuai dengan persepsi warna dasar
yang digunakan. misalnya, merah, merah muda, dan merah tua/merah
gelap. Menggunakan satu warna yang sama pada roda warna dalam
beberapa shades (gelap), tints (terang), atau tones akan memberikan
penampilan yang berbeda pada kombinasi warna monochromatic.
Shades adalah warna murni atau hue yang dicampurkan dengan warna
hitam. Tints adalah warna murni atau hue yang dicampurkan dengan
warna putih. Tones adalah warna murni atau hue yang dicampurkan
dengan warna abu-abu. Warna ini memberikan kesan bersih dan
elegan.
B. SKEMA WARNA ACHROMATIC
26
Skema warna achromatic adalah skema warna yang bisa di bilang tidak
menggunakan warna (hue) sama sekali, dalam hal ini yang ada hanya
shades yang di permainkan yang pada akhirnya menghasilkan abu-abu,
putih, dan hitam.
Skema warna ini lebih sering saya lihat di gunakan ketika mendesain
rumah, entah itu interiornya atau pun eksteriornya. Pengaplikasiannya
juga terkadang tidak benar-benar hitam-putih-abu-abu saja, akan tetapi
terkadang ada warna lain dari benda lain. Seperti gagang pintu yang
berwarna emas.
Sumber: Sumber:
https://id.pinterest.com/pin/5984 https://id.pinterest.com/pin/8676
15869214121986/ (diakses 4730311573045/ (diakses pada
pada jam 14:01 pada tanggal jam 13:39 pada tanggal 26-4-
26-4-2021) 2021)
Sangat mudah mendapatkan suasana yang “minimal”, “bersih”, dengan
menggunakan skema warna ini.
27
C. WARNA POLIKROMATIS
Warna Polikromatik adalah warna sekunder yang dicampur dengan
putih dan hitam sehingga akan menghasilkan intensitas berbeda-beda.
jadi warna sekunder ini adalah warna hasil campuran warna-warna
primer.
Sumber: Sumber:
https://id.pinterest.com/pin/2901 https://id.pinterest.com/pin/2901
30400991639215/ (diakses 30400994444329/ (diakses
pada jam 14:36 pada tanggal pada jam 14:31 pada tanggal
26-4-2021) 26-4-2021)
D. SKEMA WARNA ANALOG (Analog Color Scheme)
Skema warna analog erupakan tingkatan warna dari gelap ke terang
dalam urutan beberapa warna atau kombinasi yang terdapat dari dua
28
sampai tiga corak warna yang berdekatan. Misalnya urutan dari biru, biru
kehijauan, hijau, hijau kekuningan, dan kuning.
Sumber: https://perpus-
maya.blogspot.com/2015/05/ko
mposisi-warna.html (di akses
pada jam 22:17 pada tanggal Sumber:
https://id.pinterest.com/pin/4703
21-4-2021) 44754840018131/ (diakses
pada jam 15:08 pada tanggal
21-4-2021)
Kombinasi warna-warna bersebelahan atau berdekatan dalam lingkaran
warna. Kombinasi ini menciptakan keselarasan karena perpindahan
antar satu warna dengan warna lain berlangsung dengan halus, tidak
terlalu kontras. Misalnya, kuning, kuning jingga, dan jingga. Skema
warna yang analog menggunakan satu warna pada roda warna dan dua
warna di sebelahnya. Salah satu contoh skema warna Analog hangat
(merah, oranye dan kuning) atau dingin (biru, ungu dan hijau).
Pendekatan skema analog yaitu memilih warna, 3 sampai 5 warna yang
berdekatan satu sama lain dalam diagram roda warna.
29
E. SKEMA WARNA SALING MELENGKAPI / KOMPLEMENTER
(complementary color scheme)
Skema warna komplementer merupakan dua warna yang berlawanan
dalam kedudukan berhadap-hadapan, memiliki kekuatan berimbang,
misalnya kuning kontras ungu, biru kontras jingga, dan merah kontras
hijau.
Kelompok warna tersebut sering disusun dalam lingkaran warna
brewster. Lingkaran warna brewster mampu menjelaskan teori kontras
warna (komplementer), split komplementer, triad, dan tetrad.
Sumber: Sumber:
https://sarahrenaeclark.com/und https://id.pinterest.com/pin/2357
erstanding-color-theory- 3598037474934/ (diakses pada
basics/?utm_medium=social&ut
m_source=pinterest&utm_camp jam 14:19 26-4-2021
aign=tailwind_tribes&utm_conte
nt=tribes (diakses pada jam
08:23 tanggal 4/23/2021
30
)
Dalam skema ini, semua warna yang digunakan adalah warna yang
saling berlawanan pada roda warna. Mata manusia cenderung tertarik
pada sesuatu dengan warna komplementer. Warna skema mungkin
melibatkan warna kombinasi. Pasangan komplementer mencakup biru
dan oranye, merah dan hijau, dan ungu dan kuning.
Skema warna dengan menggunakan pasangan yang saling melengkapi
dapat menggunakan berbagai tingkat kecerahan dan kejenuhan untuk
meningkatkan berbagai warna Misalnya, kuning, kuning jingga, dan
jingga.
F. SKEMA WARNA SPLIT KOMPLEMENTER (Split
complementary color scheme)
Warna SPLIT komplementer terbagi serupa dengan itu hanya saja ia
menggunakan 3 warna. Split komplementer menggunakan satu warna
dan dua warna di sisi objek yang melengkapi. Warna primer adalah
merah, kuning dan biru. Warna-warna sekunder ungu, hijau dan oranye.
Warna di antara warna-warna primer dan sekunder disebut warna
tersier. Contoh : Merah dan hijau, Kuning kehijauan dan ungu
kemerahan Skema warna.
31
Sumber: Sumber:
https://sarahrenaeclark.com/und https://id.pinterest.com/pin/3564
erstanding-color-theory- 88126757837941/ (diakses
basics/?utm_medium=social&ut pada jam 14:52 pada tanggal
m_source=pinterest&utm_camp 23-4-2021)
aign=tailwind_tribes&utm_conte
nt=tribes (diakses pada jam
08:25 pada tanggal 23-4-2021)
G. SKEMA WARNA TRIADIC (Triadic color scheme)
Sumber:
https://sarahrenaeclark.com/und
erstanding-color-theory-
basics/?utm_medium=social&ut
m_source=pinterest&utm_camp
aign=tailwind_tribes&utm_conte
nt=tribes (diakses pada jam
08:28 pada tanggal 23-4-2021)
32
Sumber:
https://id.pinterest.com/pin/5386
72805431139301/ (diakses
pada jam 14:25 pada tanggal
23-4-2021)
Tiga warna yang memiliki jarak yang sama antar masing-msing dalam
lingkaran warna. Yang termasuk skema warna triad diantaranya yaitu
oranye, hijau, dan ungu. Tiga warna primer merah, biru, serta kuning
juga termasuk kedalam kelompok warna triad. Warna-warna tersebut
memiliki intensitas yang sama kuatnya. Salah satu skema warna adalah
skema Triadic, dimana skema warna Triadic memiliki kombinasi tiga hue
yang relatif berjarak sama dalam color wheel.
H. WARNA TETRAD KOMPLEMENTER
Warna tetrad adalah kombinasi warna yang menggunakan pola persegi.
posisinya sekarang menjadi 90⁰ untuk masing-masing jarak warna pada
roda brewster. kita akan mendapatkan 4 warna, 2 warna berdekatan
namun kontras dengan 2 warna selanjutnya.
33
Sumber: Sumber:
https://id.pinterest.com/pin/6452 https://ct112013.files.wordpress
8207150819504/ (diakses pada .com/2013/08/square4.jpg
jam 09:53 pada tanggal 29-4- (diakses pada jam 09:58 pada
2021) tanggal 29-4-2021)
I. WARNA NETRAL
Warna netral merupakan hasil campuran ketiga warna dasar dalam
proporsi 1:1:1. Warna ini sering muncul sebagai penyeimbang warna-
warna kontras di alam. Biasanya, hasil campuran warna yang tepat akan
menuju ke warna hitam.
Pada dasarnya skema warna ini lebih kepada warna-warna yang
“lembut”. terkadang juga di tandai dengan warna kulit, walaupun
34
sebenarnya terkadang tidak harus warna kulit, selama warnanya
“lembut”. Sama seperti Achromatic, Neutral juga lebih sering di gunakan
dalam desain rumah. Terutama untuk warna latar belakang yang akan
mudah di dapatkan kontrasnya jika di dekatkan dengan warna yang lebih
“keras”.
Berikut adalah contoh palet warna yang menggunakan skema warna
neutral.
Sumber: https://pin.it/4ziLppz Sumber:
(diakses pada jam 11:21 pada https://id.pinterest.com/pin/4801
tanggal 21-4-2021) 96379020616194/ (diakses
pada jam 22:19 pada tanggal
23-4-2021)
35
J. SUSUNAN WARNA PERULANGAN
Perulangan warna merupakan subuah komposisi berbeda pada tempat
yang diatur menggunakan warna yang sama lebih dari sekali.
Perulangan adalah prinsip yang paling sederhana.
Sumber: Sumber:
https://id.pinterest.com/pin/7266 https://id.pinterest.com/pin/3602
27721104853300/ (diakses 8865754250361/ (diakses pada
pada jam 13:53 pada tanggal jam 09:14 pada tanggal 29-4-
24-4-2021) 2021)
36
K. SUSUNAN WARNA SELARAS
Susunan warna selaras adalah kombinasi warna yang memiliki
keharmonisan, memiliki kesamaan unsur penyusun warnanya.
Komposisi warna selaras dapat dicapai dengan menggunakan
komposisi warna monotone, monochrome maupun analogus. Komposisi
warna selaras juga dapat dihasilkan dari komposisi warna kontras
dengan menambahkan unsur yang sama pada warna-warna tersebut.
Misalnya menambahkan unsur putih (lightness) sehingga menjadi warna
pastel.
Sumber: : Sumber : :
https://id.pinterest.com/pin/5328 https://id.pinterest.com/pin/1980
32199671781740/ (diakses 88083599706187/ (diakses
pada jam 10:07 pada tanggal pada jam 14:43 pada tanggal
27-4-2021) 26-4-202
37
BAB 4
IDENTITY COLOR
Kenapa Warna Sangat Penting Bagi Branding?
Sebelum memahani keterkaitan warna dan branding. Anda perlu memahami
psikologi warna pada penerapan branding. Psikologi warna sendiri adalah studi
yang membahas bagaimana warna dapat memengaruhi pandangan dan perilaku
manusia. Sedangkan psikologi warna pada branding adalah bagaimana sebuah
warna dari brand dapat memengaruhi kesadaran, pengalaman, hingga
keputusan konsumen dalam memiliih brand Anda.
sebuah studi yang dilakukan pada tahun 2006 mengatakan hubungan warna dan
juga brand Anda sebenarnya bergantung pada persepsi dan pengalaman
masing-masing orang. Misalnya saja, seseorang akan memilih brand dengan
warna hijau karena Ia menyukai warna hijau.
Kenapa Warna Sangat Penting Bagi Branding?
Warna menjadi penting dalam menggambarkan brand Anda di antara brand lain.
orang akan cenderung mengenal brand Anda melalui bentuk dan juga warna.
lantas, kenapa warna menjadi sangat penting dalam membangun brand.
Bagaimana memilih warna yang tepat untuk merek?
Penelitian menunjukkan bahwa hingga 85% konsumen percaya warna adalah
motivator terbesar saat memilih produk tertentu, sementara 92% mengakui
penampilan visual sebagai faktor pemasaran yang paling persuasif secara
keseluruhan.
Mengapa warna merek itu penting?
Kesan pertama itu penting. Terutama jika menyangkut merek Anda karena warna
merek Anda kemungkinan besar akan menjadi hal pertama yang dilihat
pelanggan. Warna menimbulkan emosi dan perasaan, ditambah warna
menyampaikan informasi tertentu. Hal ini memungkinkan pelanggan untuk
38
membentuk kesan awal bahkan tanpa mengetahui tentang
produk. Sederhananya, warna merek sangat berpengaruh dalam membantu
pelanggan memutuskan apakah mereka ingin terlibat atau tidak.
Bagaimana pelanggan menanggapi warna?
Kita semua tahu merah dikaitkan dengan bahaya dan hijau dikaitkan dengan
alam, tetapi keduanya memiliki arti dan asosiasi tambahan.
Psikologi warna adalah studi tentang bagaimana warna mempengaruhi persepsi
dan perilaku. Ini memungkinkan kita untuk memahami warna dan
menggunakannya untuk keuntungan kita, terutama dalam hal pemasaran dan
branding. Menurut sebuah penelitian , 62‐90% penilaian produk didasarkan pada
warna saja, jadi penting untuk mengatur palet merek Anda dengan benar.
Contoh merek terkenal
Merek dengan skema warna yang bagus tidak menemukannya secara kebetulan.
https://fontmeme.com/fr/police-coca-
cola/
( diakses pada jam 06:36 tanggal 28-
5-2021)
https://www.underconsideration.com
/brandnew/archives/new_logo_identi
ty_and_packaging_for_cadbury_by_
bulletproof.php
( diakses pada jam 06:38 tanggal 28-
5
39
Coca-Cola berwarna merah. Cadbury berwarna ungu. Apel berwputih. Merek
seperti Google Play menggunakan berbagai warna dan berkendara di sepanjang
jalan raya untuk melihat sekilas lengkungan emas itu.
Warna merah Coke muncul karena alasan praktis. Menurut mereknya , “dari
pertengahan 1990-an, kami mulai mengecat barel kami dengan warna merah
sehingga petugas pajak bisa membedakannya dari alkohol selama transportasi.”
Saat itu, alkohol dikenai pajak tetapi minuman ringan tidak.
Tapi itu juga langkah yang bagus karena alasan lain karena kita sekarang tahu
warna merah bisa menjadi pemicu untuk pembelian impulsif.
Rumor mengatakan Cadbury's regal purple, alias Pantone 2865c, dipilih sebagai
penghormatan kepada Ratu Victoria. Berusia lebih dari 100 tahun, Cadbury
pertama kali mencoba merek dagang warna tersebut pada tahun 2004, namun,
ini memulai perang cokelat dengan Nestle, yang berpendapat bahwa warna itu
tidak cukup khas untuk dimiliki. Pada tahun 2008, Cadbury mengamankan merek
dagangnya, membuktikan warna ikonik layak diperjuangkan
.
https://gizmodo.com/serifs-had-it-coming-1728015048
( diakses pada jam 06:43 tanggal 28-5-2021
Steve Jobs memilih warna putih karena dua alasan. Bergairah tentang desain,
Jobs tahu bahwa putih adalah warna kemurnian, dan itu sejalan dengan visinya
tentang produk yang dirancang dengan indah. Alasan kedua adalah karena
persaingan. Saat itu, warna dominan yang digunakan produsen komputer adalah
abu-abu.
40
Google memilih merah, biru, dan kuning karena itu adalah warna primer, tetapi
mereka menambahkan hijau untuk menunjukkan bahwa mereka tidak selalu
mengikuti aturan. Palet kekanak-kanakan ini membuat teknologi tampak tidak
terlalu menakutkan — cocok untuk perusahaan yang bangga membuat segala
sesuatunya sangat mudah digunakan.
https://brandmark.io/logo-rank/
( diakses pada jam 06:46 tanggal 28-
5-2021)
https://www.itsnicethat.com/articles/t
urner-duckworth-redesign-
mcdonalds-branding-visual-identity-
graphic-design-250719 ( diakses
pada jam 06:49 tanggal 28-5-2021
41
Ada ilmu di balik warna-warna utama McDonald's. Merah menstimulasi,
meningkatkan detak jantung, dan akibatnya, nafsu makan Anda. Kuning
dikaitkan dengan kebahagiaan, ditambah lagi itu adalah warna yang paling
terlihat dari kejauhan.
Seperti yang ditunjukkan dalam contoh, tidak ada satu pun dari warna-warna itu
yang dipilih secara tidak sengaja. Perusahaan-perusahaan ini telah melakukan
pekerjaan luar biasa dalam membangun merek yang dapat dikenali dari warna
saja. Jadi, mari kita bahas bagaimana Anda dapat memilih warna yang tepat
untuk membuat merek Anda mudah diingat dan dikenali.
LANGKAH 1: Pahami arti warna
Banyak penelitian yang membahas teori warna. Bisa saja tersesat di lubang
kelinci menemukan cerita di balik setiap warna, namun, berikut ringkasan singkat
untuk memberi Anda gambaran:
Merah dikaitkan dengan bahaya, kegembiraan, dan energi. Itu juga dikenal
sebagai warna cinta dan gairah. Perusahaan yang memilih warna merah sebagai
branding rupanya ingin memberikan kesan bersemangat kepada stakeholder
mereka. Sehingga diharapkan semangat yang sama akan menular kepada orang
lain khususnya konsumen mereka.
Karena itulah warna merah cukup banyak dipilih oleh perusahaan manufaktur
dan dagang. Contoh perusahaan yang lekat dengan image warna merah adalah
Coca-Cola, Youtube, KFC, Telkomsel, dan Mitsubishi.
42
Merah muda itu feminin, sentimental dan romantis. Penyuka warna merah muda
lekat dengan image yang manis, romantis, penuh kelembutan dan kasih
sayang. Nuansa yang berbeda, seperti hot pink, bisa terlihat muda dan berani.
Oranye , seperti namanya, segar dan penuh vitalitas. Ini juga kreatif, suka
berpetualang, dan terkait dengan hemat biaya.
Kuning optimis. Itu adalah warna yang diasosiasikan dengan sifat ceria dan
bahagia.
Hijau itu alami, sering digunakan untuk menunjukkan keberlanjutan. Tapi itu juga
bisa sejalan dengan prestise dan kekayaan.
Warna biru memberikan image terpercaya, dapat diandalkan, aman, dan
bertanggungjawab. Makanya tidak heran jika banyak entitas bisnis, terutama
yang bergerak di bidang jasa dan keuangan (mis: perbankan), memilih warna
biru sebagai image perusahaan mereka.
Warna ungu menggambarkan keseimbangan. Dapat digunakan
untuk audiens laki-laki dan juga perempuan. Warna ungu juga juga
melambangkan kemewahan, luas, dan juga kebijaksanaan. Karena warna ungu
adalah campuran biru dan merah, warna ini menjadi warna yang sangat komplit
43
dan dapat digunakan dalam kesempatan apa pun. Namun banyak orang
mempersepsikan warna ungu adalah warna yang egoistis dan juga introvert.
Coklat bersahaja dan jujur, sering digunakan untuk produk organik yang sehat.
Putih itu murni. Ini menyampaikan kesederhanaan dan kepolosan, seringkali
dengan nuansa minimalis.
Hitam itu canggih dan elegan. Bisa jadi formal dan mewah, tapi juga
menyedihkan.
Multicolor bersatu atau terbuka untuk apa pun. Ini bagus untuk menangkap
semangat keberagaman.
Tentu saja, dalam spektrum ini, ada banyak warna tambahan. Corak yang
berbeda, seperti baby blue atau navy, juga berkontribusi pada kisah warna
tersebut. Kami akan membahas ini nanti di artikel tetapi untuk saat ini, Anda
harus memiliki gambaran kasar tentang warna apa yang paling cocok untuk
merek Anda.…
LANGKAH 2: Identifikasi esensi merek Anda
Richard Branson mengidentifikasi mereknya ketika dia memilih warna merah
cerah Virgin. Ini mendorong pelanggannya sendiri untuk menjadi berani dan
percaya diri, mencerminkan metode bisnisnya yang berbeda. Jadi warna apa
yang paling cocok dengan Anda?
44
Pertama, identifikasi tentang apa merek Anda, karena memiliki ide yang
jelas — apa tujuan merek Anda dan bagaimana perasaan audiens target
Anda — akan membantu mengasah warna terbaik untuk dipilih untuk
merek Anda.
Pikirkan tentang merek Anda dengan cara berikut:
Sasaran merek: Apakah Anda ingin pelanggan bahagia, kaya, lebih tahu?
Target audiens: Apakah Anda ingin mereka merasa positif, percaya diri,
atau cerdas?
Ciri-ciri kepribadian: Apakah merek Anda menyenangkan, serius, atau
inspiratif?
Cara Anda ingin dilihat oleh pelanggan dapat membantu lebih
mempersempit skema warna Anda. Jadi, meskipun produk Anda mungkin
organik — warna yang biasanya dikaitkan dengan cokelat — esensi merek
Anda mungkin tentang merayakan kebaikan, dalam hal ini Anda dapat
memilih warna kuning yang optimis. Lebih baik lagi, Anda dapat
menampilkan coklat dan kuning untuk menjadi bagian dari palet warna
merek Anda (kita akan membahasnya nanti).
LANGKAH 3: Perhatikan warna merek pesaing
Warna merek harus menonjol atau setidaknya dapat langsung dikenali. Karena
produk Anda sering muncul di antara pesaing — baik secara online atau di rak
— Anda tidak ingin terlihat sama. Kita sering melihat tabir surya di lautan kuning
atau perusahaan teknologi di lautan biru. Ketika setiap produk terlihat sama,
mudah untuk diabaikan.
Sebaliknya, pikirkan tentang hal-hal lain yang dilakukan merek atau produk Anda,
selain yang sudah jelas. Tabir surya mungkin melindungi dari sinar matahari
tetapi jika dibuat secara berkelanjutan, warna hijau bisa menjadi pilihan. Untuk
menghindari tersesat dalam campuran, buat papan suasana hati pesaing Anda
untuk menentukan bagaimana Anda dapat memisahkan diri dari kelompok.
45
LANGKAH 4: Buat palet warna merek
Kita lihat warna dalam konteksnya, baik sebagai warna merek individu maupun
dalam palet.
Jenis warna
Warna Warna. Ini mengacu pada variasi warna primer: merah, kuning, dan
biru. Seperti yang mungkin Anda ingat, ketiga warna ini dapat
menciptakan warna lain, tergantung bagaimana mereka dicampur.
Bayangan warna. Ini terjadi saat hitam ditambahkan ke warna, dan jumlah
bayangan mengacu pada jumlah hitam yang ditambahkan.
Warna Warna. Ini adalah bayangan versi putih, menambahkan putih untuk
membuat warnanya lebih terang.
Saturasi Warna atau nada. Ini adalah saat Anda mengubah tampilan
warna dengan menambahkan hitam dan putih.
Kode Warna. Ada tiga kode warna yang perlu Anda perhatikan untuk
memastikan warna merek Anda dapat direplikasi secara akurat, di mana
pun kode tersebut muncul. Anda tidak perlu memahami kode ini
sepenuhnya, tetapi Anda perlu mengetahui warna merek Anda di setiap
format, yang muncul sebagai rangkaian angka untuk setiap warna.
CMYK dan PMS: CMYK adalah singkatan dari Cyan, Magenta, Yellow,
dan Key (hitam) sedangkan PMS adalah singkatan dari Pantone Matching
System. Ini digunakan untuk mencetak, baik disetel secara digital.
RGB dan HEX: RGB adalah singkatan dari Red, Green, Blue sedangkan
HEX adalah singkatan dari Hexadecimal Numeral System. Ini sebagian
besar ditemukan di layar untuk hal-hal seperti situs web dan email.
Palet Merek. Kebanyakan merek memiliki lebih dari satu warna. Walaupun
logonya mungkin berwarna biru, situs webnya mungkin menyertakan
kuning atau hijau juga. Ini disebut palet merek, dan penting agar warna-
warna tersebut bekerja bersama secara harmonis.
46
Memilih palet warna memang rumit, tetapi Anda tidak memerlukan
desainer untuk melakukannya. Titik awal yang bagus adalah generator
palet warna Canva , yang dapat membantu Anda menentukan warna yang
Anda suka serta memastikannya bekerja sama dengan baik. Kelebihan
lainnya adalah generator menyediakan kode warna yang Anda perlukan.
Di mana warna merek Anda harus muncul?
Setelah Anda menyelesaikan penelitian, menemukan warna Anda, dan membuat
palet warna pendukung, inilah saatnya untuk menerapkannya. Di semua titik
kontak Anda, pastikan warna yang Anda pilih memiliki efek yang diinginkan dan
akan berfungsi dengan berbagai cara.
Berikut beberapa tempat munculnya warna merek Anda:
Logo
Situs web dan email
Media sosial
Periklanan
Di toko
Alat tulis
Seragam staf
Acara
Sebelum berkomitmen, uji warna Anda dalam satu atau dua format, seperti media
sosial atau dengan mencetak kartu nama
Membuat Pedoman Merek
Satu hal yang harus dimiliki semua merek adalah pedoman merek. Panduan
merek adalah buku aturan tentang bagaimana merek Anda harus muncul, dan
ini penting untuk konsistensi. Membangun dan mempertahankan identitas merek
yang kuat akan membantu Anda dikenali dan diingat.
Komponen utama pedoman merek yang menyimpan catatan warna merek
Anda. Ini harus menunjukkan ini dalam semua format. Untuk cetakan atau kain,
47