TES KREAPELIN
PHILIP KARO KARO
18900089
Sejarah Tes Kraepelin
Dibuat oleh seorang psikiater dari Jerman bernama Emilie
Kraepelin.Ia lebih dikenal dengan nama Kraepelin
o Lahir pada tanggal 15 Februari 1856.
o Pada tahun 1878 dia menjadi dokter di Wurzburg, dan
kemudian menjadi dokter di rumah sakit jiwa Munich.
o Dia memutuskan pindah ke Leipzig pada tahun
1882, dan memilihuntuk bekerja dengan Wundt.
o Kraepelin juga pernah menjadi seorang psikiatri dan
merangkap sebagaidirector di klinik psikiatri yang berada
di Munich pada tahun 1903 sampai ia wafat pada
tanggal 1 Oktober 1926.
Tokoh yang pertama kali menggunakan metode psikologi pada
pemeriksaan psikiatri, untuk mengetahui adanya kelainan-kelainan
kejiwaan
Perkembangan Tes Kraepelin
Tes Kraepelin tercipta karena adanya dasar pemikiran
dari factor-factoryang khas pada sensori sederhana,
sensori motor, perseptual dan tingkah laku. Dan pada
mulanya merupakan tes kepribadian, untuk
membedakan orang yang normal dan tidak normal.
Namun dalam pekembangannya telah berubah
menjadi Tes Bakat, dandigunakan pula di kalangan
militer dan perusahaan untuk seleksi dan penempatan
tenaga kerja.
Menurut Dr. J. de Zeeuw, tes Kraepelin digolongkan
dalam tes-tes yangmengukur faktor-faktor khusus non-
intelektual (tes konsentrasi dan kecepatan).
Menurut Anastasi (psychological testing), Tes Kraepelin
merupakan sebuah “Speed Test‟. Dan tidak hanya
mengukur kecepatan kerja tetapidapat mengukur
ketelitian, konsentrasi, dan stabilitas dalam bekerja.
Tes Kraepelin Sebagai Tes Kepribadian, Tes Kraepelin dapat
sebagai Tes
Kepribadian digunakan untuk menentukan type performance
seseorang. Misalnya:
1. Hasil penjumlahan angka yang sangat rendah,
dapatmengindikasikan gejala Depresi Mental.
2. Terlalu banyak salah hitung, dapat mengindikasikan adanya
Distraksi Mental.
3. Penurunan grafik secara tajam, dapat mengindikasikan
Epilepsi Atau Hilang Ingatan Sesaat Waktu Tes.
4. Rentang ritme/grafik yang terlalu besar (antara puncak
tertinggi & terendah) dapat mengindikasikan Gangguan
Emosional.
Tes Kraepelin Sebagai Tes Bakat, Tes
sebagai Tes Kraepelin dimaksudkanuntuk
mengukur maximum
Bakat performance seseorang.
Oleh karenanya, tekanan skoring
dan interpretasi lebih didasarkan
pada HasilTes Secara Obyektif
bukan pada Arti Proyektifnya.
Faktor yang diukur dalam Tes Kraepelin
Faktor Kecepatan (Speed • Ditunjukan pada beberapa prestasi yang dicapai
Factor)- Pan Ker seseorang atau testee saat mengerjakan tes.
Faktor Ketelitian • Faktor ini ditunjukkan pada berapa kesalahan (salah
(Accuracy Factor)- Tian maupun terloncat) yang diperbuat dalam pengerjaan tes.
Ker
Faktor Keajekan • Faktor keajegan ditunjukkan pada irama kerja seseorang
(Rhythm/ritme Factor)- dalam mengerjakan tes.
Jan Ker
Faktor Ketahanan • Dimana dalam faktor ini dapat ditunjukkan oleh garis
(Ausdeur Factor)- Han ausdaner dalam mengerjakan tes.
Ker • Menganalisis dari bentuk grafik yang dikerjakan oleh testee
tersebut.
4 CIRI & PANDANGAN TENTANG
TES KRAEPELIN
CIRI TES
KRAEPELIN
Tes Kraepelin terdiri dari 45 lajur angka satuan antara0
sampai 9 yang tersusun secara acak.
Angka tersusun secara vertikal sebanyak 60 angka
pada tiap-tiap lajur.
Tugas testee adalah menjumlahkan 2 buah angkayang
berdekatan mulai dari angka paling bawah sampai ke
atas di tiap lajur dalam batas waktu tertentu.
PANDANGAN tentang TES KRAEPELIN
Menurut Guilford (1959), penjumlahan item yang berupa
angka satuan ini, bila ditinjau dari fungsi mental,
tergolong Convergent Thinking. Namun jika dilihat dari isi
itemnya tergolong Numerical Facility, yakni kecakapan
menggunakan angka dengan cepat dan teliti
Menurut Freeman (1962), hasil tes ini
sangat dipengaruhi oleh faktor sensory
perception dan motor response.
Menurut Thrustone (dalam Anastasi, 1968), item-item
dalam tes Kraepelin mengandung salah satu kemampuan
mental primer yaitu faktor number, dimana didalamnya
tercakup kemampuan menghitung simple arithmetic secara
tepat dan teliti.
Typical performance (performansi tipikal)
adalah tes yang mengukur kemampuan
yang ditampakkan oleh seorang peserta
tes sebagai refleksi dari kepribadiannya
sendiri sebagai Indicator perilaku yang
diperlihatkan dan merupakan
kecenderungan umum dirinya dalam
mengatasi situasi/masalah tertentu.
Jawaban pada tes ini sangat sedikit
hubungannya dengan kemampuan
kognitif dan menjadi ciri khas (tipikal)
masing-masing orang.
Oleh karena itu, jawaban berupa
kemampuan tipikal tidak dapat
dikatakan sebagai suatu hal yang salah (
cth: tes kepribadian, skala sikap dan b
erbagai skala yang disusun untuk
mengungkap aspek-aspek afektif dalam
kepribadian).
Maximum performance (performansi
maksimal) ada lah kemampuan terbaik
yang mampu diperlihatkan oleh peserta
tes/individu sebagai jawaban terhadap
butir-butir tes. Oleh karena itu
performansi maksimum identik dengan
kemampun seorang anak dalam ranah
kognitif (cth: IST, TKD, TIKI dsb).
Administrasi Tes
A. Alat Yang Dibutuhkan
Lembar Tes Kraepelin, tes ini terdiri dari 45 lajur angka,namun ada beberapa instansi psikologi hanya
mengerjakan40 lajur saja (skoring berbeda).
Stopwatch
Pensil/Pulpen/ballpoint
Kursi sebagai tempat duduk testee
Meja yang cukup luas
Papan tulis/white board/flip chart, spidol/kapur untuk
dipergunakan tester saat menjelaskan pada testee.
B. Prosedur Pelaksanaan Tes
Bagikan lembar kerja Tes Kraepelin kepada testee.
Testee diminta mengisi identitas pribadi secara lengkap padatempatnya (di halaman depan), dan katakan
supaya tidak membuka/membalikkan lembaran tes sebelum ada perintah lebih lanjut.
Pada saat testee mengisi identitas, kutiplah contoh lajursoal Tes Kraepelin di papan tulis.
Prolog TES
Prolog diberikan apabila pemberian Tes Kraepelin
dilaksanakan sebagai tes tunggal, artinya tidak ada
pemberian tes sebelumnya atau sesudahnya.
Jika pemberian Tes Kraepelin diberikan sebagai bagian
dalam rangkaian pemeriksaan psikologi, makatidak
diberikan prolog, namun langsung lanjut ke
pelaksanaan (instruksi tes).
Catatan!!
Setelah Selesai Mengerjakan Contoh(dua lajur),
Periksa apakah tiap orang telah mengerjakan dengan
benar (cek satu persatu). Kemudian, “tanyakan
apakah semuanya sudah paham?” Jika testee sudah
paham dengan benar, makasilahkan lanjutkan pada
pengerjaan tesnya padalembar bagian belakang.
PENTING!!
Versi 1 untuk 40 lajur/kolom: 30 detik/kolom jadi
seluruh 40 lajur: 20 menit.
Versi 2 untuk 45 lajur/kolom: 30 detik/kolom jadi
seluruh 45 lajur : 22 menit30 detik.
TES PAULI
Sejarah & Perkembangan TES
PAULI
Sejak tahun 1938, Prof. Dr. Richard Pauli bersamaDr.
Wilhelm Arnold dan Prof. Dr. Van Hiss memperbaharui
Tes Kraepelin.
Prof. Dr. Richard Pauli menyempurnakan metode
Kraepelin sedemikian rupa, sehingga memungkinkan
mendapatkan data lebih berkaitandengan kepribadian
individu.
Tahun 1951, setelah Prof. Dr. Richard Paulimeninggal,
tes ini dinamakan Tes Pauli.
TUJUAN DARI TES PAULI
Tes pauli, suatu tes pemeriksaan diagnosticyang
dapat dipercaya untuk pemeriksaan batas-batas
perbedaan dari kondisi-kondisi individu.
Tes Pauli dapat dipergunakan untuk
pemeriksaan prestasi yang cukup baik,karena:
Dapat dipakai pada orang-orang yang
menderita luka di bagian kepala.
Dapat digunakan sebagai metode untuk
mengetahui pengaruh perangsangan dariluar
terhadap kemampuan berprestasi secara psikis,
dll.
Tes Pauli sebagai suatu metode eksprimental
yang pasti untuk mendapatkan pengaruh sikap
kerja terhadap prestasi kerja
ASPEK-ASPEK YANG DI
UKUR TES PAULI
Energi Psikis (Jml) Energi psikis mengungkap besarnya potensi energi kerja,
terutama ketika di bawah tekanan.
Ketelitian & Ketelitian dan tanggungjawab menunjukkan adanya
Tanggungjawab kesediaan bertanggungjawab, teliti, kepedulian, akan tetapi
dapatberarti pula mudah dipengaruhi, labil, kurang waspada
(Be)
Kehati-hatian (Sa) Kehati-hatian menunjukkan adanya kecermatan, hati-hati,
konsentrasi, kesiagaandan kemantapan kerja terhadap
pengaruh tekanan
ASPEK-ASPEK YANG DI
UKUR TES PAULI
Pengendalian Pengendalian perasaan menunjukkan
Perasaan (Si) adanya ketenangan, penyesuaian diri,
keseimbangan
Dorongan Berprestasi Dorongan berprestasi menggambarkan kesediaan dan
(Ti) kemampuan berprestasi, sertakemauan untuk
mengembangkan diri
Vitalitas dan Vitalitas dan perencanaan
Perencanaan (TP) menunjukkan ambisi untuk
mengarahkan diri
E. Administrasi Pelaksanaan Tes Pauli
Persiapan
Lembar kerja Tes Pauli (berukuran 40cm X 50cm)
Stop watch
Ballpoint atau pensil
Papan tulis atau white board, kapur tulis/spidol
Ruangan (ventilasi, pencahayaan, meja/kursi)
Waktu
Diberikan aba-aba GARIS pada saat tes, setiap 3 menit (3’) sebanyak 20kali garis,
sehingga waktu total tes adalah : 3’ X 20 = 60’ (1 jam)
Prosedur awal
Bagikan lembar kerja tes pauli kepada testee.
Testee mengisi identitas dan dilarang mengerjakan lembar kerja Tes Paulisebelum
diperintah.
Pada saat testee mengisi identitas, tester menulis contoh di papan tulis
Bila testee telah selesai mengisi identitas dan tester telah selesai menulis
contoh maka katakan “perhatikan ke depan”
E. Administrasi Pelaksanaan Tes Pauli
Pada saat tes berlangsung: Lakukanlah pencatatan dari
hasil observasi umum dan khusus.
Setelah selesai, Kumpulkan LK Tes Pauli (harus dihitung
sebelum berkas disimpan). Setelah LK disimpan maka
silahkan tutup tesnya dengan memberikan epilog