The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Nur Zahra Ramadhani, 2020-12-01 03:36:33

e-book kapasitor

e-book kapasitor

Pengertian Kapasitor, Jenis, Rumus, Macam, Tipe, Fungsi
dan Contoh

adalah komponen elektronika yang mempunyai kemampuan menyimpan elektron-elektron selama
waktu yang tertentu atau komponen elektronika yang digunakan untuk menyimpan muatan
listrik

Pengertian Kapasitor

Kapasitor atau kondensator oleh ditemukan oleh Michael Faraday (1791-1867) pada hakikatnya
adalah suatu alat yang dapat menyimpan energi/ muatan listrik di dalam medan listrik, dengan
cara mengumpulkan ketidakseimbangan internal dari muatan listrik atau komponen listrik yang
mampu menyimpan muatan listrik yang dibentuk oleh permukaan (piringan atau kepingan) yang
berhubungan yang dipisahkan oleh suatu penyekat.
Ketika kapasitor dihubungkan pada sebuah sumber tegangan maka piringan atau kepingan terisi
elektron. Bila elektron berpisah dari satu plat ke plat lain maka muatan elektron akan terdapat
diantara kedua kepingan. Muatan ini disebabkan oleh muatan positif pada plat yang kehilangan
elektron dan muatan negatif pada plat yang memperoleh elektron.
Kapasitor adalah komponen elektronika yang mempunyai kemampuan menyimpan elektron-
elektron selama waktu yang tertentu atau komponen elektronika yang digunakan untuk

menyimpan muatan listrik yang terdiri dari dua konduktor dan di pisahkan oleh bahan penyekat

(bahan dielektrik) tiap konduktor di sebut keping.

Seperti juga halnya resistor, kapasitor adalah termasuk salah satu komponen pasif yang banyak
digunakan dalam membuat rangkaian elektronika. Kapasitor berbeda dengan akumulator dalam
menyimpan muatan listrik terutama tidak terjadi perubahan kimia pada bahan kapasitor. Pengertian
lain Kapasitor adalah komponen elektronika yang dapat menyimpan dan melepaskan muatan
listrik. Kapasitor atau yang sering disebut kondensator merupakan komponen listrik yang dibuat
sedemikian rupa sehingga mampu menyimpan muatan listrik.

Prinsip sebuah kapasitor pada umumnya sama halnya dengan resistor yang juga termasuk dalam
kelompok komponen pasif, yaitu jenis komponen yang bekerja tanpa memerlukan arus panjar.
Kapasitor terdiri atas dua konduktor (lempeng logam) yang dipisahkan oleh bahan penyekat
(isolator). Isolator penyekat ini sering disebut sebagai bahan (zat) dielektrik.

Zat dielektrik yang digunakan untuk menyekat kedua penghantar komponen tersebut dapat
digunakan untuk membedakan jenis kapasitor. Beberapa pengertian kapasitor yang menggunakan
bahan dielektrik antara lain berupa kertas, mika, plastik cairan dan lain sebagainya

Jika kedua ujung plat metal diberi tegangan listrik, maka muatan-muatan positif akan mengumpul
pada salah satu kaki (elektroda) metalnya dan pada saat yang sama muatan-muatan negatif
terkumpul pada ujung metal yang satu lagi. Muatan positif tidak dapat mengalir menuju ujung
kutup negatif dan sebaliknya muatan negatif tidak bisa menuju ke ujung kutup positif, karena
terpisah oleh bahan dielektrik yang non-konduktif.

Muatan elektrik ini “tersimpan” selama tidak ada konduksi pada ujung-ujung kakinya.
Kemampuan untuk menyimpan muatan listrik pada kapasitor disebuat dengan kapasitansi atau
kapasitas. Kapasitansi didefenisikan sebagai kemampuan dari suatu kapasitor untuk dapat
menampung muatan elektron. Coulombs pada abad 18 menghitung bahwa 1 coulomb = 6.25 x 1018
elektron.

Kemudian Michael Faraday membuat postulat bahwa sebuah kapasitor akan memiliki kapasitansi
sebesar 1 farad jika dengan tegangan 1 volt dapat memuat muatan elektron sebanyak 1 coulombs.
Dengan rumus dapat ditulis : Q = CV Dimana : Q = muatan elektron dalam C (coulombs) C = nilai
kapasitansi dalam F (farads) V = besar tegangan dalam V (volt) Dalam praktek pembuatan
kapasitor,

kapasitansi dihitung dengan mengetahui luas area plat metal (A), jarak (t) antara kedua plat metal
(tebal dielektrik) dan konstanta (k) bahan dielektrik. Dengan rumusan dapat ditulis sebagai berikut
: C = (8.85 x 10-12) (k A/t) Berikut adalah tabel contoh konstanta (k) dari beberapa bahan dielektrik
yang disederhanakan Udara vakum k = 1 Aluminium oksida k = 8 Keramik k = 100 – 1000 Gelas
k = 8 Polyethylene k = 3

Sebagai kemampuan dari suatu kapasitor untuk dapat menampung muatan elektron. Coulombs pada
abad 18 menghitung bahwa 1 coulomb = 6.25 x 1018 elektron. Kemudian Michael Faraday membuat
postulat bahwa sebuah kapasitor akan memiliki kapasitansi sebesar 1 farad jika dengan tegangan 1
volt dapat memuat muatan elektron sebanyak 1 coulombs.

Dengan rumus dapat ditulis ;
Q = CV

Dengan asumsi :

Q = muatan elektron C (Coulomb)
C = nilai kapasitans dalam F (Farad)
V = tinggi tegangan dalam V (Volt)

Dalam praktek pembuatan kapasitor, kapasitansi dihitung dengan mengetahui luas area plat metal
(A), jarak (t) antara kedua plat metal (tebal dielektrik) dan konstanta (k) bahan dielektrik. Dengan
rumusan dapat ditulis sebagai berikut :

C = (8.85 x 10^-12) (k A/t)

Cara kerja, Prinsip dan Besaran

Cara kerja kapasitor

Cara kerja kapasitor dalam sebuah rangkaian adalah dengan mengalirkan elektron menuju
kapasitor. Pada saat kapasitor sudah di penuhi dengan elektron, tegangan akan mengalami
perubahan. Selanjutnya, elektron akan keluar dari sebuah kapasitor dan mengalir menuju
rangkaian yang membutuhkannya. Dengan begitu, kapasitor akan membangkitkan reaktif suatu
rangkaian.

Namun tidak kita pungkiri, meski suatu komponen kapasitor memiliki bentuk dan ukuran yang
berbeda, tetapi fungsi kapasitor tetap sangat di perlukan dalam suatu komponen elektronika atau
bahkan rangkaian elektronika.

Adapun kedua keping atau piringan pada kapasitor dipisahkan oleh suatu insolator, pada dasarnya
tidak ada elektron yang dapat menyeberang celah di antara kedua keping. Pada saat baterai belum
terhubung, kedua keping akan bersifat netral (belum temuati). Saat baterai terhubung, titik dimana
kawat pada ujung kutub negatif dihubungkan akan menolak electron

sedangkan titik dimana kutub positif terhubungkan menarik elektron. Elektron-elektron tersebut
akan tersebar ke seluruh keping kapasitor. Sesaat, elektron mengalir ke dalam keping sebelah kanan
dan elektron mengalir keluar dari keping sebelah kiri; pada kondisi ini arus mengalir melalui
kapasitor walaupun sebenamya tidak ada elektron yang mengalir melalui celah kedua keping
tersebut.

Setelah bagian luar dari keping termuati, berangsur-angsur akan menolak muatan baru dari baterai.
Karenanya arus pada keping tersebut akan menurun besarnya terhadap waktu sampai kedua keping
tersebut berada pada tegangan yang dimiliki baterai. Keping sebelah kanan akan memiliki kelebihan
elektron yang terukur dengan muatan -Q dan pada keping sebelah kiri termuati sebesar +Q.

Prinsip pembentukan kapasitor

 Jika dua buah plat atau lebih yang berhadapan dan dibatasi oleh isolasi, kemudian plat tersebut
dialiri listrik maka akan terbentuk kondensator (isolasi yang menjadi batas kedua plat tersebut
dinamakan dielektrikum).

 Bahan dielektrikum yang digunakan berbeda-beda sehingga penamaan kapasitor berdasarkan
bahan dielektrikum. Luas plat yang berhadapan bahan dielektrikum dan jarak kedua plat
mempengaruhi nilai kapasitansinya.

 Pada suatu rangkaian yang tidak terjadi kapasitor liar. Sifat yang demikian itu disebutkan
kapasitansi parasitic.

Penyebabnya adalah adanya komponen-komponen yang berdekatan pada jalur penghantar
listrik yang berdekatan dan gulungan-gulungan kawat yang berdekatan. Gambar diatas
menunjukan bahwa ada dua buah plat yang dibatasi udara. Jarak kedua plat dinyatakan
sebagai d dan tegangan listrik yang masuk.

Besaran Kapasitansi

Kapasitas dari sebuah kapasitor adalah perbandingan antara banyaknya muatan listrik dengan
tegangan kapasitor. C = Q / V Jika dihitung dengan rumus C= 0,0885 D/d. Maka kapasitasnya
dalam satuan piko farad D = luas bidang plat yang saling berhadapan dan saling mempengaruhi
dalam satuan cm2. d = jarak antara plat dalam satuan cm. Bila tegangan antara plat 1 volt dan
besarnya muatan listrik pada plat 1 coulomb, maka kemampuan menyimpan listriknya disebut 1
farad. Dalam kenyataannya kapasitor dibuat dengan satuan dibawah 1 farad. Kebanyakan
kapasitor elektrolit dibuat mulai dari 1 mikrofarad sampai beberapa milifarad.

Rumus Kapasitor

Rumus Kapasitor terdiri dari beberapa rumus yang digunakan untung menghitung besarnya
muatan listrik baik yang dihasilkan oleh kapasitor maupun muatan listrik yang masuk. Berikut
ini adalah beberapa rumus tentang kapasitor dengan rangkaian paralel, rangkaian seri dan
rangkaian kapasitor seri dan paralel yang satuan hitungnya adalah farad (F). Berikut ini adalah
rumusan-rumusan yang disimpan dalam keping-keping kapasitor yang bermuatan listrik sebagai
berikut :

Berikut ini Contoh dari Rumus Kapasitor

Penjelasan:

Q = Muatan yang satuannya Coulumb
C = Kapasitas yang satuannya Farad
V = Tegangan yang satuannya Volt

(1 Coulumb = 6,3*1018 elektron)

Kapasitor bisa berfungsi sebagai baterai karena tegangan tetap berada di dalam kapasitor meskipun
sudah tidak dihubungkan, lamanya tegangan yang tertinggal bergantung pada kapasitas
kapasitor itu sendiri. Contoh rumus lain dalam rangkaian kapasitor :

 Rumus untuk Kapasitor dengan Rangkaian Paralel

C Total = C1 + C2 + C3

Pada Rumus Kapasitor diatas dapat disimpulkan bahwa, pada rangkaian Kapasitor paralel tidak
terjadi sama sekali pembagian untuk tegangan atau muatan listrik, semua tegangan akan
memiliki jumlah yang sama pada setiap titik yang ada di rangkaian kapasitor paralel tersebut
alasannya karena pada titik yang sama kapasitor paralel tersebut dihubungkan, sehingga tidak
memiliki perubahan yang berarti.

 Rumus untuk Kapasitor dengan Rangkaian Seri

1/C Total = 1/C1 + 1/C2 + 1/C3

Pada rumus untuk kapasitor dengan rangkaian seri diatas dapat disimpulkan bahwa, pada setiap
pengukuran kapasitor seri ini terjadi pembagian tegangan dari sumber tegangan kepada setiap
titik, yang pada akhirnya jika digabungkan dengan cara di jumlahkan tegangan-tegangannya
dari setiap titik maka akan terlihat sama seperti jumlah tegangan dari sumber tegangan.

 Rangkaian Rumus Kapasitor Seri dan Paralel

C Total = (C1 + C2) // C3
1/CA = 1/C1 + 1/C2 (seri)

Pada Rumus Kapasitor dengan rangkaian seri dan paralel diatas dapat disimpulkan bahwa,
rangkaian jenis ini dapat dihitung dengan cara mengkombinasikan dari beberapa persamaan yang
terlihat dari kedua rumus kapasitor tersebut, yaitu seri dan paralel. Sehingga kita dapat
mengetahui jumlah keseluruhan dari gabungan antara 2 jenis kapasitor ini.

Rangkaian Kapasitor
Rangakian Kapasitor dibagi menjadi dua yaitu rangakain seri dan rangkaian paralel. Cara
penghitungannya hampir sama dengan rangakian seri dan paralel pada resistor. Berikut ini
persamaan dari rangkaian kapasitor.

Rangkaian Seri
Rangkaian seri pada kapasitor merupakan rangkaian kapasitor dengan menghubungkan kutub
TIDAK sejenis antara kapasitor, seperti yang diperlihatkan pada gambar berikut ini :

Kapasitas pengganti pada rangkaian seri adalah:

1Ctot=1C1+1C2+1C3
Qtot=Q1=Q2=Q3
Vtot=V1+V2+V3

Susunan seri pada kapasitor yaitu kapasitor disusun dalam satu garis hubung yang tidak
bercabang. Jika sebuah kapasitor disusun secara seri maka dapat ditentukan kapasitor pengganti
total dari seluruh kapasitor yang ada dalam rangkaian seri tersebut. Pada susunan seri ini berlaku
aturan:

 Muatan pada setiap kapasitor adalah, yakni sama dengan jumlah muatan pada kapasitor
pengganti.

Qs = Q1 = Q2 = Q3 = Q4

 Beda potensial (V) pada ujung-ujung kapasitor pengganti sama dengan beda potensial yang
ada di masing-masing kapsitor

Vs = V1 + V2 + V3 + V4

 Kapasitas kapasitor pengganti dapat dicari dengan rumus

Cs = 1/C1 + 1/C2 + 1/C3 + 1/C4

 untuk n buah kapasitor yang kapasitasnya sama dapat menggunakan rumus cepat

Cs = C/n

Yang perlu di ingat karena kapasitas pengganti dari susunan seri beberapa kapasitor selalu lebih kecil
dari kapasitas masing-masing, jadi kapasitor yang disusun seri dapat dimanfaatkan guna
memperkecil kapasitas sebuah kapasitor.

Rangkaian Paraler
Rangkaian paralel merupakan rangkaian kapasitor dengan menghubungkan kutub SEJENIS
antara kapasitor, seperti yang diperlihatkan pada gambar berikut ini:
Kapasitas pengganti pada rangkaian paralel adalah :

Ctot=C1+C2+C3
Qtot=Q1+Q2+Q3
Vtot=V1=V2=V3

 Muatan kapasitor pengganti sama dengan jumlah masing-masing kapasitor (sama seperti
tegangan pada rangkaian seri)

Qp= Q1 + Q2 + Q3 + Q4 + dst…

 Beda potensial masing-masing kapasitor bernilai sama semua dengan beda potensial sumber
asal (sama seperti muatan pada rangkaian seri)

Vp = V1 + V2 + V3 + V4

 Kapasitas Kapasitor Pengganti pada rangkaian pararel sama dengan jumlah seluruh kapasitas
kapasitor dalam rangkaian tersebut.

Cp = C1 + C2 + C3 + C4

Karena kapasitas pengganti dari semua rangkaian pararel selalu lebih besar dari masing-masing
kapasitor dalam rankaian, jadi susunan pararel bisa digunkan untuk memperbesar kapasitas
kapasitor.

Energi Kapasitor

Muatan listrik menimbulkan potensial listrik dan untuk memindahkannya diperlukan usaha.
Untuk memberi muatan pada suatu kapasitor diperlukan usaha listrik, dan usaha listrik ini
disimpan di dalam kapasitor sebagai energi. Pemberian muatan dimulai dari nol sampai dengan Q
coulomb. Persamaan Energi pada kapasitor dapat ditulis :

W=12CV2=12QV=12Q2C

keterangan :

W = energi kapasitor

V = Potensial listrik

Q = Muatan Listrik ( C )

Jenis Kapasitor
Sesuai dengan Macamnya, kapasitor dapat dibagi menjadi 2 jenis yaitu:

Kapasitor tetap

sudah ditetapkan oleh pabrik pembuatanya. Bentuk dan ukuran kapsitor tetap bermacam-macamdan
Kapasitor tetap adalaha kapasitor yang nilai kapasitansinya tidak dapat dirubah dan nilainya
berbeda antara satu dengan yang lainnya tergantung dari bahan pembuatnya.

Kapasitor tetap juga dibedakan menjadi 2 yaitu:

 Kapasitor polar

1) Kapasitor elektrolit

Kapasitor ini merupakan jenis kapasitor polar atau memilik 2 buah kutub pada kaki – kakinya. Kaki
yang panjang merupakan kutub positif dan kaki yang pendek atau kaki yang memiliki tanda
khusus adalah kaki negatif. Pemasangan kapasitor elektrolit dalam rangkaian elektronika tidak
boleh terbalik, khususnya untuk rangkaian arus DC namun untuk arus AC tidak jadi masalah.

Kapasitor ini tidak boleh terkena panas yang berlebih pada saat proses penyolderan karena bahan
elektrolit yang terdapat di dalam kapasitor dapat mendidih dan menyebabkan kapasitor menjadi
rusak. berikut gambar kapasitor elektrolit. Kapasitor ini tersedia dengan kapasitas yang cukup besar,
paling kecil memiliki kapasitas 0,1 mikroFarrad dan paling besar yang umum terdapat di pasaran
adalah 47000 mikroFarrad. Namun penulis pernah menjumpai kapasitor ini dalam ukuran 1 Farrad
dengan harga yang cukup membuat kantong menjadi kering. Tegangan kerja kapasitor ini sangat
beragam namun biasanya dituliskan pada bodi kapasitor. Tegangan kerjanya berkisar dari 6,7 V
hingga 200 Volt.

2) Kapasitor tantalum

Sesuai dengan perkembangan teknologi di bidang elektronika, para produsen komponen elektronika
selalu menciptakan penemuan-penemuan baru berupa komponen kapasitor yang memiliki keandalan
yang tinggi. Pada umumnya kapasitor ini dibuat dengan bentuk fisik yang kecil dan warna merah
atau hijau.karena memiliki keandalan yang tinggi sehingga kapasitor tantalum memiliki harga
yang cukup mahal

 Kapasitor non polar

1) Kapasitor keramik

Dinamakan kapasitor keramik, karena kapasitor ini bahan dielektrikumnya terbuat dari keramik.
Kapasitor keramik memiliki bentuk dan ukuran yang bermacam-macam. Kapasitor ini cukup stabil
sehingga sering dipakai dalan rangkaian elektronika. Nilai kapasitansi kapasitor ini biasanya
dituliskan dalam kode warna, namun ada juga yang dituliskan langsung pada badannya
menggunakan angka.

2) Kapasitor polyester

Peranan plastik ternyata tidak terbatas hanya dibuat sebagai kantong atau peralatan rumah tangga,
tetapi juga ikut berperan di dalam pembuatan komponen elektronika yaitu kapasitor. Kapasitor
plastik sangat populer dalam penggunaannyadan dalam bidang elektronika dikenal dengan nama
kapasitor polyester. Pada umumnya kapasitor ini dibuat dengan bentuk yang kecil dan pipih.

Kapasitor ini tidak memiliki polaritas sehingga dalam pemasangannya tidak akan sulit.
Pencantuman kapasitansinya biasanya dalam kode warna.

3) Kapasitor mika

Kapasitor mika adalah komponen yang lahir sejak generasi pertama dan masih banyak digunakan
sampai sekarang karena keandalannya tinggi disamping memiliki sifat yang stabil dan
toleransinya rendah. Sesuai dengan namanya kapasitor ini dielektrikumnya terbuat dari bahan
mika. Pemakaian dari kapasitor jenis ini adalah pada rangkaian yang berhubungan dengan
frekuensi tinggi. Besarnya kapasitansi dari kapasitor ini adalah 50 sampai 10.000 μF

4) Kapasitor film

Kapasitor film, dielektrikumnya terbuat dari film. Besarnya kapasitansinya dicantumkan dengan
kode warna berupa gelang dan cara pembacaannya hampir sama dengan pembacaan kode warna
resistor.

5) Kapasitor kertas

Dikatakan kapasitor kertas karena bahan dielektrikumnya terbuat dari bahan kertas. Kapasitor jenis
ini sudah lahir sejak generasi pertama dimana pada waktu itu masih menggunakan tabung hampa.
Kapasitor jenis ini sekarang ini sudah jarang dan hampir tidak digunkan lagi. Dalam pemasangan
kapasitor ini tidak akan menjadi masalah karena tidak dilengkapi dengan polaritas.besarnya
kapasitansi dari kapasitor jenis ini adalah 100 pF sampai 6800 pF.

Kapasitor tidak tetap (Variabel)

Kapasitor variabel merupakan kapasitor yang nilai kapasitansinya dapat diatur sesuai dengan
kebutuhan. Adapun jenis dari kapasitor variabel yaitu;

 Kapasitor variabel (Varco)

Kapasitor variabel merupakan jenis kapasitor yang lebih besar dibandingkan dengan kapasitor tetap.
Sesuai dengan bentuk fisiknya maka kapasitor variabel memiliki kapasitansi yang besar. Kapasitor
jenis ini dibuat pada generasi pertama. Kapasitor variabel banyak dipergunkan pada rangkaian-
rangkaian yang besar. Kapasitas dari kapasitor jenis ini biasanya milai dari 1 μF sampai 500 μF.

 Kapasitor Trimer

Kapasitor trimer merupaka kapasitor variabel yang telah dikembangkan dari kapasitor variabel
sebelumnya yakni memiliki ukuran yang kecil, sehingga karena memiliki ukuran yang kecil
kapasitor ini sangan cocok dipasang dalam rangkaian-rangkaian modern sekarang ini.

Kapasitor trimer dilengkapi dengan preset yaitu alat yang digunakan untuk mengatur besaran
kapasitansi. Pengaturannya dapat dilakukan dengan menggunakan obeng. Kapasitor variabel jenis
ini menggunakan bahan dielektrikum yaitu mika atau plastik. Besaran kapasitansi dari kapasitor
jenis ini dalah 5 sampai 30 μF

 Kapasitor aktif atau CDS

Perkembngan teknologi di bidang elektronika yang sakarang ini semakin pesat sehingga sekarang
ini banyak bermunculan komponen-komponen yang semakin kecil namun memiliki fungsi yang
lebih baik lagi dari sebelumnya.

Begitu juga dengan komponen kapasitor, sekarang ini telah dikembangkan jenis kapasitor yang
bersifat aktif, artinya komponen kapasitor tersebut akan aktif mengalirkan muatan apabila kena
cahaya, baik cahaya matahari maupun sumber cahaya lainnya.komponen ini banyak dipergunakan
sebagai sensor pada rangkaian lampu taman atau rangkaian alarm atau berfungsi sebagai saklar
otomatis.

Fungsi Kapasitor

Fungsi Kapasitor sangat di perlukan dalam suatu komponen elektronika. Kapasitor adalah
komponen elektronika yang berfungsi untuk menyimpan muatan listrik, selain itu kapasitor juga
dapat digunakan sebagai penyaring frekuensi. Kapasitas untuk menyimpan kemampuan
kapasitor dalam muatan listrik disebut Farad (F) sedangkan simbol dari kapasitor adalah C
(kapasitor).

Fungsi Kapasitor sendiri terbagi atas 2 kelompok yaitu kapasitor yang memiliki kapasitas yang
tetap dan kapasitor yang memiliki kapasitas yang dapat diubah-ubah atau dengan kata lain
kapasitor variabel. Sifat dasar dalam sebuah kapasitor adalah dapat menyimpan muatan listrik,
dan Untuk arus DC kapasitor berfungsi sebagai isulator/penahan arus listrik, sedangkan untuk
arus AC Kapasitor berfungsi sebagai konduktor/melewatkan arus listrik.

Dalam penerapannya kapasitor digunakan sebagai filter/penyaring, perata tegangan DC yang di
gunakan untuk mengubah tengangan AC ke DC,pembangkit gelombang ac atau oscilator dan
sebagainya, dan juga dapat berfungsi sebagai impedansi (resistansi yang nilainya tergantung
dari frekuensi yang diberikan), Untuk menghemat daya listrik pada lampu neon .

Fungsi Kapasitor dalam suatu rangkaian elektronika adalah sebagai kopling, filter pada sebuah
rangkaian power supply, penggeser fasa, pembangkit frekuensi pada rangkaian oscilator dan juga
digunakan untuk mencegah percikan bunga api pada sebuah saklar.

 Untuk menyimpan arus dan tegangan listrik sementara waktu
 Sebagai penyaring atau filter dalam sebuah rangkaian elektronika seperti power supply atau

adaptor
 Untuk menghilangkan bouncing (percikan api) abila dipasang pada saklar
 Sebagai kopling antara rangkaian elektronika satu dengan rangkaian elektronika yang lain
 Untuk menghemat daya listrik apabila dipasang pada lampu neon
 Sebagai isolator atau penahan arus listrik untuk arus DC atau searah
 Sebagai konduktor atau menghantarkan arus listrik untuk arus AC atau bolak-balik
 Untuk meratakan gelombang tegangan DC pada rangkaian pengubah tegangan AC ke DC

(adaptor)
 Sebagai oscilator atau pembangkit gelombang AC (bolak-balik) Dan lain sebagainya

Contoh dan Tipe Kapasitor

Tantalum Capacitor

Merupakan jenis electrolytic capacitor yang elektrodenya terbuat
dari material tantalum. Komponen ini memiliki polaritas, cara membedakannya dengan mencari
tanda + yang ada pada tubuh kapasitor, tanda ini menyatakan bahwa pin di bawahnya memiliki
polaritas positif. Diharapkan berhati–hati di dalam pemasangan komponen karena tidak boleh
terbalik. Karakteristik temperatur dan frekuensi lebih bagus daripada electrolytic capacitor yang
terbuat dari bahan alumunium.
Ceramic Capacitor

Kapasitor menggunakan bahan titanium acid barium untuk dielektrik- nya. Karena tidak
dikonstruksi seperti koil maka komponen ini dapat digunakan pada rangkaian frekuensi tinggi.
Karakteristik respons frekuensi sangat perlu diperhitungkan terutama jika kapasitor bekerja pada
frekuensi tinggi.

Untuk perhitungan- perhitungan respons frekuensi dikenal juga satuan faktor qualitas Q (quality

factor) yang tak lain sama dengan 1/DF. Biasanya

digunakan untuk melewatkan sinyal frekuensi tinggi menuju ke ground. Kapasitor ini tidak

baik digunakan untukrangkai ananalog, karena dapat mengubah bentuksinyal.

Jenisinitidakmempunyai polaritas dan hanya tersedia dengan nilai kapasitor yang sangat kecil

Electrolytic Capacitor

Kelompok kapasitor electrolytic terdiri atas kapasitor-kapasitor yang bahan dielektriknya adalah
lapisan metal-oksida. Elektrode kapasitor ini terbuat alumunium yang menggunakan membran
oksidasi yang tipis. Umumnya kapasitor yang termasuk kelompok ini adalah kapasitor polar
dengan tanda + dan – di badannya. Dari karakteristik tersebut, pengguna harus berhati–hati di
dalam pemasangannya pada rangkaian, jangan sampai terbalik. Bila polaritasnya terbalik maka
akan menjadi rusak bahkan “MELEDAK”.
Untuk mendapatkan permukaan yang luas, bahan plat Aluminium ini biasanya digulung radial.
Sehingga dengan cara itu dapat diperoleh kapasitor yang kapasitansnya besar.Biasanya jenis
kapasitor ini digunakan pada rangkaian power supply, low pass filter, dan rangkaian pewaktu.
Kapasitor ini tidak bisa digunakan pada rangkaian frekuensi tinggi. Biasanya tegangan kerja dari
kapasitor dihitung dengan cara mengalikan tegangan catu daya dengan 2. Misalnya kapasitor
akan diberikan catu daya dengan tegangan 5 volt, berarti kapasitor yang dipilih harus memiliki
tegangan kerja minimum 2 x 5 =10 volt.
Multilayer Ceramic Capacitor

Bahan material untuk kapasitor ini sama dengan jenis kapasitor keramik, bedanya terdapat pada
jumlah lapisan yang menyusun dielektriknya. Pada jenis ini dielektriknya disusun dengan
banyak lapisan atau biasanya disebut dengan layerdengan ketebalan 10 sampai dengan 20 µm
dan pelat elektrodenya dibuat dari logam yang murni.
Selain itu ukurannya kecil dan memiliki karakteristik suhu yang lebih bagus daripada kapasitor
keramik, biasanya jenis ini baik digunakan untuk aplikasi atau melewatkan frekuensi tinggi
menuju tanah.

Polyester Film Capacitor

Dielektrik pada kapasitor ini terbuat dengan polyester film. Mempunyai karakteristik suhu yang
lebih bagus dari pada semua jenis kapasitor di
atas. Dapat digunakan untuk frekuensi tinggi. Biasanya jenis ini digunakan untuk rangkaian
yang menggunakan frekuensi tinggi, dan rangkaian analog. Kapasitor ini biasanya disebut mylar
dan mempunyai toleransi sebesar ±5% sampai ±10%.

Polypropylene Capacitor

Kapasitor disamping memiliki nilai toleransi yang lebih tinggi daripada polyester film

capacitor. Pada umumnya nilai kapasitansi dari komponen ini

tidak akan berubah apabila dirancang di suatu sistem bila frekuensi yang melaluinya lebih

kecil atau sama dengan 100kHz.

Pada gambar diatas ditunjukkan kapasitor polypropylene dengan toleransi ±1%. Tipe kapasitor
jenis ini juga masih dalam pengembangan untuk mendapatkan kapasitansi yang besar namun kecil
dan ringan, misalnya untuk applikasi mobil elektrik.

Kapasitor Mika

Jenis ini menggunakan mika sebagai bahan dielektriknya. Kapasitor mika mempunyai tingkat

kestabilan yang tinggi karena kofesien

temperaturnya rendah. Karena frekuensi karakteristiknya sangat bagus, biasanya

kapasitor ini digunakan untuk rangkaian

resonans, filter untuk frekuensi tinggi dan rangkaian yang menggunakan

tegangan tinggi misalnya: radio pemancar yang menggunakan tabung transistor. Kapasitor

mika tidak mempunyai nilai kapasitansi yang tinggi, dan harganya juga relatif tinggi.

Polystyrene Film Capacitor

Dielektrik kapasitor ini adalah polystyrene film . Tipe ini tidak bisa digunakan untuk aplikasi yang
menggunakan frekuensi tinggi, karena konstruksinya yang sama seperti kapasitor elektrolit yaitu
seperti koil. Kapasitor ini baik untuk aplikasi pewaktu dan filter yang menggunakan frekuensi
beberapa ratus kHz.

Komponen ini mempunyai 2 warna untuk elektrodenya, yaitu: merah dan abu–abu. Untuk yang
merah elektrodenya terbuat dari tembaga sedangkan warna abu–abu terbuat dari kertas aluminium.

Electric Double Capacitor (Super Capacitor)

Jenis kapasitor ini bahan dielektriknya sama dengan kapasitor elektrolit. Namun bedanya
adalah ukuran kapasitornya lebih besar dibandingkan
kapasitor elektrolit yang telah dijelaskan di atas. Biasanya mempunyai satuan F. Kapasitor
ini mempunyai batas tegangan yang besar.

Karena mempunyai batas tegangan dan bentuk yang lebih besar dari kapasitor yang lain maka
kapasitor ini disebut juga super capasitor Gambar bentuk fisiknya dapat dilihat

di atas, pada Gambar 2.13 tersebut kapasitornya memiliki ukuran 0,47F. Kapasitor ini
biasanya digunakan untuk rangkaian power supply.
Trimmer Capacitor

Kapasitor jenis disamping menggunakan keramik atau plastik sebagai bahan dielektriknya.
Nilai dari kapasitor dapat diubah–ubah dengan
cara memutar sekrup yang berada diatasnya. Didalam
pemutaran diharapkan menggunakan obeng yang khusus, agar tidak menimbulkan efek
kapasitans antara obeng dengan tang.
Tuning Capacitor

Kapasitor ini dinegara Jepang disebut sebagai “Varicons”, biasanya banyak sekali digunakan sebagai
pemilih gelombang pada radio. Jenis dielektriknya meng- gunakan udara. Nilai kapasitansinya
dapat diubah dengan cara memutar gagang yang terdapat pada badan kapasitor kekanan atau
kekiri.


Click to View FlipBook Version