PENGARUH JENIS BUAH TERHADAP TEKSTUR DAN WAKTU PEMBENTUKAN DNA LAPORAN Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Pelajaran Biologi DISUSUN OLEH KELOMPOK 3 XII MIPA 2 1. DESVIKA AMALIA KINANDINI (05) 2. DINDA PITALOKA GUNADI (06) 3. EDIP SAUZAN (07) 4. FERAWATI (09) 5. RADIT NURULAH (32) 6. SOFI AMALIA (35) SMAN 1 PALIMANAN JL. KH Agus Salim No. 128 Palimanan Telp. (0231) 341023-344252 Palimanan – Kabupaten Cirebon 2023
I. LANDASAN TEORI Ekstraksi DNA meruakan proses pemindahan DNA dari komponen sel lainnya seperti protein, karbohidrat, lemak, dan lain-lain. Ekstraksi DNA dilakukan dengan tujuan untuk memisahkan DNA dari bahan lain seperti protein, lemak, dan lain lain seperti protein, lemak, dan karbohidrat. Selain itu, ekstraksi DNA dilakukan dengan tujuan untuk memurnikan atau mendapatkan untaian DNA dari suatu sel. Prinsip utama dalam isolasi DNA ada 3 yakni penghancuran (lisi), ekstraksi atau pemisahan DNA dari bahan padat seperti selulosa dan protein, serta pemurnin DNA. a. Lisis Lisis dapat dilakukan secara mekanik misalnya dengan penggerusan atau penumbukan maupun secara kimiawi misalnya dengan penambahan senyawa buffer-kationik seerti detergen. b. Pemisahan DNA dari pengotor DNA yang tercampur dengan polisakarida, protein, dan pengotor lainnnya. Pembersihan DNA dilakukan dengan ekstraksi menggunakan larutan garam. c. Pemurnian DNA Pemurnian DNA biasanya dilakukan dengan alcohol. Larutan-larutan tersebut dapat mengendapkan DNA sedangkan kontaminan yang lain akan tetap larut. DNA ditemukan pada semua makhluk hidup dari mikroorganisme tingkat tinggi, misalnya manusia, hewan, dan tumbuhan. DNA terdapat dalam sel dan inti sel DNA dapat diekstraksi dari segala macam organ yang terdapat pada bagian tubuh makhluk hidup bersel, misalnya tumbuhan apat diekstraksi dari daun, buah ataupun batangnya. Hasil sentrifugasi akan menujukkan dua macam fraksi yang terpisah. Presipitasi dilakukan untuk mengendapkan suatu komponen dari campuran. Pada praktikum kali ini kami akan mengisolasi DNA dengan metode sederhana menggunakan jeruk, pepaya dan mangga.
II. RUMUSAN MASALAH 1. Bagaimana pengaruh jenis buah terhadap lama pembentukan dan tekstur DNA? III. TUJUAN PRAKTIKUM 1. Untuk mengetahui pengaruh jenis buah terhadap lama pembentukan dan tekstur DNA. IV. HIPOTESIS Berdasarkan literasi yang kami lakukan, di dalam buah mangga, jeruk, dan pepaya terdapat adanya DNA. Hal ini akan dibuktikan dengan ekstraksi DNA yang akan kami lakukan. Ekstraksi ini akan menghasilkan benang-benang DNA halus yang terdapat diantara lapisan etanol dan alikot. Didapatkan hipotesis bahwa semakin banyak kadar air yang dimiliki suatu buah maka semakin lama pula waktu yang dibutuhkan untuk memisahkan DNA dari sel. Ini artinya diantara jeruk, pepaya, dan mangga maka jeruklah yang akan membutuhkan waktu paling lama, sedangkan mangga adalah yang paling cepat. V. VARIABEL Varibel bebas : jenis buah 25 ml buah jeruk yang sudah dihaluskan 25 ml buah pepaya yang sudah dihaluskan 25 ml buah mangga yang sudah dihaluskan Variabel tetap Larutan garam 60 ml (15 sdm garam + air). Keterangan : 20 ml untuk setiap gelas beaker 75 ml sunlight. Keterangan : 25 ml untuk setiap gelas beaker Hasil saring dari ketiga buah dari proses ekstraksi
Keterangan : 2,5 cm untuk setiap hasil saring yang ditempatkan pada tabung reaksi Kertas saring Alcohol 95% Gelas beaker Aquades Rak tabung reaksi Variabel terikat Lama waktu yang dibutuhkan untuk memisahkan DNA dari sel dan karakteristik hasil ekstraksi DNA VI. ALAT DAN BAHAN a) ALAT 3 buah Gelas beaker yang diberi keterangan sbb : Gelas A : untuk jeruk Gelas B : untuk pepaya Gelas C : untuk mangga 3 buah spatula 1 buah Rak tabung reaksi 3 buah tabung reaksi 3 spatula 1 buah corong b) BAHAN Larutan garam 60 ml (15 sdm garam + 60 ml aquades) Keterangan : akan dibagi 20 ml untuk setiap gelas beaker 75 ml sunlight. Keterangan : 25 ml untuk setiap gelas beaker 25 ml jeruk, mangga, dan pepaya yang telah dihaluskan 3 buah kertas saring 95% alcohol yang telah didinginkan semalaman Air secukupnya
VII. PROSEDUR KERJA 1. Blender sebanyak 50 ml buah-buahan sampai halus lalu masukkan ke dalam gelas kimia yang sudah diberi label sesuai ketentuan. 2. Tambahkan sunlight dengan rasio sunlight : buah = 1:2 yaitu 25 ml kemudian aduk dengan pelan dan jangan menimbulkan busa. 3. Siapkan larutan garam dengan menambahkan 15 ml garam dan 60 ml aquades lalu aduk hingga terlarut. Tuangkan masing-masing 20 ml ke dalam gelas kimia tadi lalu aduk. 4. Siapkan saringan lalu saring ke 3 bahan-bahan tadi satu persatu dalam wadah yang berbeda. 5. Lakukan proses penyaringan yang kedua guna mendapatkan hasil yang lebih jernih yaitu menggunakan kertas saring. 6. Tuangkan hasil saring tadi ke dalam tabung kimia yang berbeda hingga tinggi 2,5cm 7. Tuangkan alcohol sebanyak 3 kali lipat yaitu 7,5 cm sehingga tinggi cairan dalam tabung reaksi mencapai 10cm 8. Taruh tabung dalam rak tabung reaksi lalu amati perubahannya selama 30 menit. VIII. HASIL PENGAMATAN PENGAMATAN PADA BUAH WAKTU (MENIT) TEKSTUR BENANG Jeruk 30 menit Tipis dan lembut Pepaya 4 menit Tipis dan lembut Mangga 12 menit Tipis seperti kapas
IX. GRAFIK X. PEMBAHASAN Ekstraksi DNA meruakan proses pemindahan DNA dari komponen sel lainnya seperti protein, karbohidrat, lemak, dan lain-lain. Ekstraksi DNA dilakukan dengan tujuan untuk memisahkan DNA dari bahan lain seperti protein, lemak, dan lain seperti protein, lemak, dan karbohidrat. Selain itu, ekstraksi DNA dilakukan dengan tujuan untuk memurnikan atau mendapatkan untaian DNA dari suatu sel. Prinsip utama dalam isolasi DNA ada 3 yakni penghancuran (lisi), ekstraksi atau pemisahan DNA dari bahan padat seperti selulosa dan protein, serta pemurnin DNA. Penambahan deterjen dalam proses isolasi DNA dapat menyebabkan rusaknya membrane sel, perusakan membrane sel terjadi akibat adanya ikatan kimia yang terbentuk antara detergen dengan zat-zat yang ada pada buah Tahap selanjutnya adalah penambahan larutan garam, hal ini bertujuan agar memudahkan pemisahan DNA dari campuran sehingga benang-benang tersebut akan lebih mudah diamati. Hal ini terjadi karena Na+ dalam garam dapat membentuk ikatan pad akutub negative dari ikatan pospat DNA 0 5 10 15 20 25 30 35 JERUK MANGGA PEPAYA
Alcohol adalah senyawa yang tidak berperan dalam proses pelarutan DNA. Penambahan alkohol dilakukan dengan tujuan untuk mempermudah visualisasi DNA. Alcohol 95% kan menyebabkan benang DNA mengalami presipitasi dan muncul dengan bentuk menyerupai benang putih yang berada pada larutan antara alcohol dengan larutan sunlight. Etanol mampu membawa asam nukleat yang terdapat dalam campuran naik ke permukaan. Dengan demikian penambahan alcohol dapat memudahkan pemisahan benang-benang DNA dari larutan tersebut sehingga benang-benang DNA lebih mudah untuk diamati. Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan dengan menggunakan buah jeruk, papaya dan mangga didapatkan hasil bahwa pada ketiga larutan tersebut hanya pada papaya dan mangga saja didapatkan benang-benang DNA berwarna putih yang mengapung di bagian atas larutan. Dengan demikian hal ini dapat membuktikan bahwa setiap makhluk hidup memiliki materi genetic (DNA). Sedangkan perubahan warna yang terjadi diakibatkan oleh perbedaan susunan DNA yang terdapat pada masing-masing buah. Selain itu perbedaan lain adalah banyak endapan asam nukleat yang ada pada dasar tabung reaksi. Hal ini terjadi akibat kandungan air pada masingmasing buah tidaklah sama. Jika diurutkan maka yang paling cepat terbentuknya benang-benang DNA adalah pepaya, mangga, dan yang terakhir adalah jeruk.
XI. KESIMPULAN Berdasarkan praktikum yang kami lakukan, didapatkan kesimpulan bahwa kadar air dalam buah memiliki dampak yang signifikan pada efisiensi dan lama waktu proses ekstraksi DNA. Diantara jeruk, pepaya, dan mangga, jeruklah yang mempunyai kadar air paling tinggi, disusul pepaya lalu mangga yang mempunyai kadar air paling sedikit. Kadar air dalam buah menjadi tantangan dalam proses ekstraksi DNA, hal ini disebabkan air dapat menghancurkan sampel dan menghambat terjadinya reaksi kimia dalam proses tersebut. Di sisi lain, buah buahan dengan kadar air yang rendah cenderung memudahkan proses ekstraksi DNA. Kadar air yang rendah memungkinkan isolasi DNA menjadi lebih efisien karena komponen lain dalam buah tersebut cenderung kurang larut dalam pelarut DNA. Oleh karena itu, lama waktu ekstraksi DNA dalam buah-buahan dengan kadar air yang rendah cenderung lebih singkat. Kesimpulan, pengaruh kadar air dalam buah terhadap lama waktu ekstraksi DNA dengan kadar air tinggi memerlukan perhatian ekstra dan metode ekstraksi yang sesuai untuk menghasilkan hasil yang optimal.
XII. DOKUMENTASI
DAFTAR PUSTAKA https://id.scribd.com/document/460161640/Laporan/Praktikum-Percobaan-Sachs Diakses pada 24 September 2023 https:///www.studocu.com/id/document/institut-teknologi-sepuluh-nopember/biologiumum/laporan-percobaan-sachs/43859272 Diakses pada 24 September 2023