The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Laporan praktikum pengaruh kadar gula terhadap produksi gas, gelembung, dan bau dalam fermentasi anaerob pada ragi

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by dindapitalokagunadi, 2023-09-12 10:28:43

LAPORAN PRAKTIKUM RESPIRASI ANAEROB

Laporan praktikum pengaruh kadar gula terhadap produksi gas, gelembung, dan bau dalam fermentasi anaerob pada ragi

PENGARUH KADAR GULA TERHADAP PRODUKSI GAS, GELEMBUNG, DAN BAU DALAM FERMENTASI ANAEROB PADA RAGI LAPORAN DISUSUN OLEH : KELOMPOK 3 BIOLOGI XII MIPA-2 1. DINDA PITALOKA GUNADI (06) 2. EDIP SAUZAN (07) 3. FERAWATI (09) 4. RADIT NURULAH (32) 5. SOFI AMALIA (35) SMAN 1 PALIMANAN Jalan K.H Agus Salim 128 Palimanan Website : [email protected] E-mail : [email protected] 2023


I. LANDASAN TEORI Respirasi anaerob adalah proses perombakan glukosa yang berlangsung tanpa O2. Pada organisme yang berespirasi anaerob, prosesnya disebut sebagai berikut. 1. Fermentasi Terjadi pada makhluk hidup yang tidak dapat membuat karbohidrat sendiri karena tidak dapat berfotosintesis seperti bakteri dan jamur. Pada fermentasi, gula yang diuraikan berasal dari luar sel (dari substratnya). Jadi pada fermentasi prosesnya berlangsung di luar sel pada substratnya. Bila pada fermentasi terdapat sedikit O2 maka alcohol yang terbentuk akan diubah oleh bakteri asam cuka menjadi asam asetat. Proses fermentasi sering kali disebut sesuai dengan hadil tambahan yang terbentuk, misalya : Fermentasi alcohol. Apabila hasil tambahannya alcohol. Fermentasi asam cuka. Apabila hasil tambahannya asam cuka. Pembusukkan. Apabila hasil tambahannya menghasilkan bau busuk, pada proses pembusukkan yang diuraikan protein. 2. Pernapasan intramolekul TBila respirasi anaerob terjadi pada tumbuhan yang dapat mensintesis karbohidrat sendiri sehingga merupakan proses intraseluler. Reaksi fermentasi : C6H12O6 → CO2 + ENERGI + ALKOHOL (TUMBUHAN) C6H12O6 → ENERGI+ASAM LAKTAT (PADA HEWAN) Respirasi anaerob pada melibatlan 2 tahap yaitu : 1. Glikolisis Dalam proses ini menghasilkan 2C2H5OH (ETANOL) 2CO2 2 ATP 2. Transpor electron Pada proses fermentasi, proses glikolisis seperti respirasi anaerob, tapi asam piruvat yang terbentuk tidak memasuki siklus asam sitrat karena tanpa O2. II. RUMUSAN MASALAH 1. Bagaimanakah pengaruh penambahan C6H12O6 sebanyak 0 sdm gula, 1sdm gula, 2 sdm gula, dan 3 sdm gula pada proses fermentasi anaerob pada ragi? 2. Bagaimana proses fermentasi alcohol? 3. Apa saja yang dihasilkan dari fermentasi alcohol? III. TUJUAN PRAKTIKUM


1. Mengetahui pengaruh penambahan C6H12O6 sebanyak 0 sdm gula, 1sdm gula, 2 sdm gula, dan 3 sdm gula pada proses fermentasi. 2. Mengetahui proses fermentasi alcohol. 3. Mengetahui apa saja yang dihasilkan dari fermentasi alcohol. IV. HIPOTESIS Berdasarkan literasi yang kami lakukan, pada praktikum ini, penambahan gula akan berpengaruh pada fermentasi. Semakin gula maka semakin baik pula proses fermentasinya. Penambahan gula yang membuat proses fermentasi yang paling optimal adalah dengan 3 sdm gula. Proses fermentasi alcohol yaitu mengubah senyawa glukosa yang ada pada gula menjadi senyawa etanol dan CO2 dengan bantuan saccharomyces cerevisae yang ada pada ragi. Fermentasi alcohol menghasilkan etanol dan CO2 V. VARIABEL 1. Variabel bebas Penambahan gula yaitu : O sendok makan gula untuk botol I 1 sendok makan gula untuk botol II 2 sendok makan gula untuk botol III 3 sendok makan gula untuk botol IV 2. Variabel terikat Mengembangnya balon Gelembung yang dihasilkan Bau 3. Variabel control Ragi, yaitu 2 sendok makan di setiap botol Air hangat, kurang lebih ml di setiap botolnya Balon Botol VI. ALAT DAN BAHAN 1. Alat 4 buah Botol air mineral berukuran 330 ml 4 buah balon Corong 2. Bahan 6 sendok makan gula pasir 8 sendok makan ragi Air hangat dengan suhu berkisar 28C – 35C secukupnya


VII. PROSEDUR KERJA 1. Siapkan alat dan bahan yang diperlukan. Tuanglah air hangat ke setiap botol sampai memenuhi 2/5 bagian botol. Lalu berilah label pada setiap botol sebagai berikut. Botol I untuk penambahan 0 sendok makan gula Botol II untuk penambahan 1 sendok makan gula Botol III untuk penambahan 2 sendok makan gula Botol IV untuk penambahan 3 sendok makan gula 2. Tambahkan 2 sendok makan ragi pada setiap botol menggunakan corong 3. Setelahnya, tambahkan gula pada setiap botol sesuai dengan ketentuan sebelumnya yaitu : 0 sendok makan gula untuk botol I 1 sendok makan gula untuk botol II 2 sendok makan gula untuk botol III 3 sendok makan gula untuk botol IV 4. Tutup 4 botol tadi lalu kocoklah hingga ragi dan gula larut dalam air. 5. Setelahnya, buka tutup botol tadi lalu segeralah tutupi mulut botol menggunakan balon. 6. Amati perubahan yang terjadi pada larutan di dalam botol (keadaan balon, banyak gelembung yang dihasilkan, bau) selama 15 menit lalu catat hasilnya pada table pengamatan. VIII. HASIL PENGAMATAN Botol Variabel bebas Mengembangnya balon (CO2) Banyaknya gelembung (H2O) Bau yang dihasilkan (alcohol) I 0 sdm gula Tidak mengembang - Tidak menyengat II 1 sdm gula Mengembang + Sedikit menyengat III 2 sdm gula Mengembang ++ Menyengat IV 3 sdm gula Sangat mengembang +++ Sangat menyengat IX. PEMBAHASAN Setelah dilakukan praktikum, didapatkan hasil seperti yang tertera dalam table pengamatan diatas. Sesuai dengan hipotesis kami yaitu proses fermentasi akan terjadi paling maksimal pada botol IV dengan variabel bebas penambahan 3 sdm gula. Hal ini disebabkansemakin banyak glukosa yang ditambahkan pada botol maka akan semakin


banyak gas CO2 dan etanol yang dihasilkan. Glukosa sendiri merupakan bahan dasar sebagai pembentukkan energi. Jadi dibutuhkan glukosa yang cukup untuk menghasilkan proses respirasi yang maksimal dan energy yang banyak. Dalam prosesnya botol ditutup dengan rapat agar terjadi proses fermentasi yang optimal dalam keadaan tanpa oksigen. Air yang digunakan pada praktikum ini adalah air hangat, ini disebabkan proses fermentasi hanya akan berhasil pada suhu 28C – 35C. Adapun ragi digunakan sebagai mikroba yang memecah senyawa kompleks menjadi senyawa sederhana sehingga terjadi proses fermentasi dalam larutan. Mekansime fermentasi alcohol adalah sebagai berikut. Glukosa (6C) diubah menjadi asam piruvat (3C) melalui reaksi glikolisis. Asam piruvat (3C) melepaskan CO2 menjadi asetalhedid (2C) Asetaldehid direduksi oleh NADH menghasilkan etanol (C2H5OH) dan melepaskan NAD+ Sebagaimana yang kita ketahui pada landasan teori bahwa pada reaksi fermentasi : C6H12O6 → 2C2H5OH + 2CO2 + 2ATP 1. Dihasilkan CO2 dalam bentuk gas. Setelah dilakukan langkah keempat pada prosedur kerja, mulut botol segera ditutupi oleh balon. Hal ini dikarenakan, setelah pengocokkan, dihasilkan gas CO2 yang merupakan senyawa sederhana hasil dari penguraian C6H12O6 yang memenuhi ruang pada botol dan menghasilkan tekanan udara sehingga membuat balon mengembang. 2. Dihasilkan Alkohol dibuktikan dengan bau yang menyengat. Bau yang menyengat merupakan bukti dari proses fermentasi yang menghasilkan zat etanol. 3. Dihasilkan H2O dalam bentuk gelembung. Gelembung yang dihasilkan merupakan bukti dari proses pemecahan glukosa dalam proses fermentasi menjadi CO2 dan H2O. X. KESIMPULAN Kesimpulan yang dapat diambil dari praktikum ini adalah proses fermentasi merupakan reaksi pembentukan energy yang dilakukan sel tanpa menggunakan oksigen. Pada praktikum, hasil yang paling maksimal terlihat pada botol IV dengan variabel bebas 3 sdm gula. Hal ini karena kadar glukosa yang ditambahkan sudah cukup untuk menghasilkan proses fermentasi yang maksimal XI. DOKUMENTASI PRAKTIKUM


DAFTAR PUSTAKA Fermentasi Ragi Pada Balon. Diakses pada 10 September 2023 dari https://id.scribd.com/document/557582324/Fermentasi-Ragi-Pada-Balon Praktikum Fermentasi Anaerob. Diakses pada 10 September 2023 dari https://prezi.com/p/i9jelxrkfmkz/praktikum -fermentasi-anaerob_ilma-safina-naja- /?fame=f7071ec76ed26efaa74f1fc83720758a4bb47e02


Click to View FlipBook Version