Kata Pengantar
Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga kami
dapat menusun dan menyelesaikan modul ini tanpa halangan suatu apapun.
Modul Akuntansi ini dibuat untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Accounting Instruction Material di Program Studi Pendidikan
Ekonomi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Semarang.
Modul dirancang sedemikian rupa untuk membantu proses belajar mengajar peserta didik agar mampu menjadi sarana untuk mencapai
ketuntasan penguasaan peserta didik terhadap materi akuntansi dan kompentensi yang diharapkan dalam suatu proses pembelajaran.
Kami sangat menyadari bahwa modul ini masih jauh dari kata sempurna dikarena ketebatasan kami, oleh karena itu dengan segala
kerendahan hati kami saran dan masukan demi perbaikan modul ini di masa yang akan datang.
Demikian yang dapat kami sampaikan. Tak lupa kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dalam
penyusunan modul ini.
Semarang, 30 Oktober 2020
Penulis
DAFTAR ISI
Kata Pengantar
Daftar Isi
BAB 1
BAB 2
BAB 3
BAB 4
BAB 5
BAB 6
BAB 7
BAB 8
BAB 9
BAB 10
Penutup
BAB I
PENJUALAN BARANG DAGANG
1. Penjualan Barang Dagang Secara Kredit
a. Pengertian Penjualan Barang Dagang Secara Kredit
Penjualan Barang Dagang Secara Kredit adalah penjualan yang pembayarannya dilakukan setelah penyerahan barang dalam
jangka waktu tertentu yang telah disepakati oleh kedua belah pihak. Dalam transaksi penjualan barang dagang secara kredit, jika
pesanan/permintaan dari pelanggan telah dipenuhi dengan pengiriman barang atau penyerahan jasa, untuk jangka waktu tertentu, maka
perusahaan memiliki piutang yang dapat ditagih kepada pelanggannya.
b. Pengertian Piutang
Piutang adalah tagihan kepada pihak lain yang timbul karena adanya suatu transaksi dan nantinya akan ditagih sesuai dengan
waktu yang telah ditentukan serta disepakati oleh kedua belah pihak.
c. Jenisjenis Piutang
1) Piutang Dagang (accounts receivable)
Adalah piutang yang timbul dari penjualan barang atau jasa yang dilakukan secara kredit dan biasanya berjangka waktu kurang dari
satu tahun sehingga dilaporkan sebagai aktiva lancar. Contoh : penjualan barang dagang secara kredit
2) Piutang wesel (notes receivable)
Adalah piutang berupa perjanjian tertulis dari debitur kepada kreditur untuk membayar sejumlah uang yang tercantum dalam surat
perjanjian tersebut pada waktu tertentu di masa datang.
3) Piutang non dagang (non accounts receivable)
Adalah piutang kepada pihak lain yang timbul bukan karena penjualan barang/jasa. Contoh :
a) Beban dibayar dimuka
b) Pendapatan yang masih harus diterima
c) Uang muka pembelian
d) Piutang pajak
e) Piutang deviden
d. Jurnal Penjualan Barang Dagang Secara Kredit
1) Saat Terjadinya Penjualan
a) Tanpa PPn
b) Dengan PPn
2) Saat Terjadinya Retur Penjualan
a) Tanpa PPn
b) Dengan PPn
3) Saat Pelunasan
e. Contoh Soal Dan Jawaban
1) Saat Terjadinya Penjualan
a) Tanpa PPn
Pada Tanggal 1 Des 2019 PT Maju Jaya menjual barang dagang kepada Toko Makmur sebesar Rp 20.000.000, syarat 2/10 n/30.
b) Dengan PPn
Pada Tanggal 1 Des 2019 PT Maju jaya menjual barang kepada toko Makmur sebesar Rp 20.000.000. Ppn 10% dan syarat 2/10
n/30
2) Saat Terjadinya Retur Penjualan
a) Tanpa PPn
Pada Tanggal 4 Des 2019 PT Maju Jaya menerima retur barang dari Toko Makmur sebesar Rp 300.000
b) Dengan PPn
Pada Tanggal 4 Des 2019 PT Maju Jaya menerima retur barang dari Toko Makmur sebesar Rp 300.000
3) Saat Pelunasan
Pada Tanggal 10 Des 2019 PT Maju Jaya menerima pelunasan dari Toko Makmur atas penjualan 1 Des 2019.
f. Latihan Soal
Diminta : Buatlah jurnal untuk PT Angkasa
2. Penjualan Barang Dagang Dengan Wesel
a. Pengertian Penjualan Barang Dagang Dengan Wesel
Penjualan Barang Dagang Dengan Wesel adalah penjualan yang pembayarannya dilakukan dengan wesel dan ada jangka waktu
tertentu yang telah disepakati oleh kedua belah pihak. Pada saat pembeli/konsumen membeli secara kredit dengan menerbitkan wesel
bayar, maka ada tagihan wesel perusahaan kepada pembeli/konsumen.
b. Pengertian Wesel
Dalam buku akuntansi berdasarkan Prinsip Akuntansi Indonesia (Erhans Anggawira, 2016) Wesel adalah surat yang dibuat oleh
kreditur yang berisi perintah kepada debitur untuk membayar sejumlah uang tertentu pada saat tertentu. Contohnya adalah :
c. Jenisjenis Wesel
1) Wesel Bayar
Adalah janji tertulis yang dibuat oleh perusahaan untuk membayar kepada kreditur sejumlah uang tertentu dan bunga pada tingkat
tertentu sesuai dengan kesepakatan bersama antar kedua belah pihak.
2) Wesel Tagih
Adalah janji tertulis yang dibuat pelanggan untuk membayar kepada perusahaan sejumlah uang tertentu pada tanggal tertentu di
masa yang akan datang.
d. Jurnal Penjualan Barang Dagang Dengan Wesel
1) Penjualan Wesel Tagih Yang Jatuh Tempo Pada Tahun Fiskal Yang Sama
a) Saat Pencatatan
Tgl Akun Ref Debit Kredit
Wesel Tagih xxx
Penjualan xxx
b) Saat Jatuh Tempo
Tgl Akun Ref Debit Kredit
Kas xxx xxx
Pendapatan Bunga
c) Saat Jatuh Tempo Dan Gagal Bayar
Tgl Akun Ref Debit Kredit
Piutang Dagang xxx
xxx
Pedapatan Bunga xxx
Wesel Tagih
2) Penjualan Wesel Tagih Yang Jatuh Tempo Pada Tahun Fiskal Berikutnya
a) Saat Pencatatan Penjualan Dengan Wesel
Tgl Akun Ref Debit Kredit
Wesel Tagih xxx
Penjualan xxx
b) Saat Pencatatan Bunga Ref Debit Kredit
Tgl Akun xxx xxx
Piutang Bunga
Pendapatan Bunga
c) Saat Jatuh Tempo Ref Debit Kredit
Tgl Akun
Kas xxx
Wesel Tagih xxx
Piutang Bunga xxx
Pendapatan Bunga xxx
3) Diskonto Wesel
a) Saat Pencatatan
Tgl Akun Ref Debit Kredit
Kas xxx
xxx
Wesel Tagih xxx
Pendapatan Bunga
b) Diskonto Wesel Gagal Bayar
Tgl Akun Ref Debit Kredit
Piutang Dagang xxx xxx
Kas
e. Contoh Soal Dan Jawab
1) Penjualan Wesel Tagih Yang Jatuh Tempo Pada Tahun Fiskal Yang Sama
Contoh : Pada tanggal 6 Agustus 2019, PD Mulia menjual barang dagang sebesar Rp 4.000.000 kepada Toko Laris. Penjualan
tersebut dilakukan dengan Wesel untuk menguatkan piutang. Wesel memiliki nilai nominal Rp 4.000.000, tingkat bunga 12%, dan
jangka waktu pembayaran selama 60 hari sehingga jatuh tempo pada tanggal 5 Oktober 2019.
a) Saat Pencatatan
Tgl Akun Ref Debit Kredit
06 Wesel Tagih Rp 4.000.000
Agus Penjualan Rp 4.000.000
2019
b) Saat Jatuh Tempo
Tgl Akun Ref Debit Kredit
Rp 4.080.000
05 Kas
Okt Pendapatan Bunga Rp 4.080.000
2019
Bunga = (Rp 4.000.000 x 12% x 60/360) = Rp 80.000
c) Saat Jatuh Tempo Dan Gagal Bayar
Tgl Akun Ref Debit Kredit
Rp 4.080.000
05 Piutang Dagang Rp 80.000
Okt Rp 4.000.000
2019 Pedapatan Bunga
Wesel Tagih
2) Penjualan Wesel Tagih Yang Jatuh Tempo Pada Tahun Fiskal Berikutnya
Contoh: Pada tanggal 1 Desember 2019, PT Mahoni menjual barang dagang pada UD Jaya secara dengan menggunakan wesel
sebesar Rp 6.000.000. Untuk menguatkan piutang yang terbentuk maka PT Mahoni membuat wesel tagih yang disetujui oleh UD
Jaya. Wes tersebut memiliki nilai nominal Rp 6.000.000, jangka waktunya 90 hari, dan tingkat bunga 12% per tahun. Diasumsikan
periode akuntansi berakhir tanggal 31 Desember, maka pembuat wesel akan membuat pencatatan sebagai berikut :
a) Saat Pencatatan Penjualan Dengan Wesel
Tgl Akun Ref Debit Kredit
1 Des Wesel Tagih Rp 6.000.000
2019 Penjualan Rp 6.000.000
b) Saat Pencatatan Bunga
Tgl Akun Ref Debit Kredit
Piutang Bunga Rp 60.000 Rp 60.000
31
Des Pendapatan Bunga
2019
Bunga = (Rp 6.000.000 x 12% x 30/360) = Rp 60.000
c) Saat Jatuh Tempo
Tgl Akun Ref Debit Kredit
Rp 6.180.000
01 Kas Rp 6.000.000
Maret Rp 60.000
Rp 120.000
2020 Wesel Tagih
Piutang Bunga
Pendapatan Bunga
Bunga = (Rp 6.000.000 x 12% x 90/360) = Rp 180.000
3) Diskonto Wesel
Contoh : Dasumsikan wesel tagih 90 hari, bertanggal 8 April 2019 sebesar Rp 1.800.000 dengan bunga 12% per tahun dari PT
Satu Hati di-diskontokan di bank penerima pembayaran pada tanggal 3 Mei dengan bunga 14%.
a) Saat Pencatatan
Nilai nominal Wesel Tagih tanggal 8 April Rp 1.800.000
Bunga Wesel Tagih (90 hari, bunga 12% per tahun) Rp 54.000
Nilai jatuh tempo pada tanggal 7 Juli Rp 1.854.000
Diskon pada nilai jatuh tempo
(65 hari mulai tanggal 3 Mei sampai 7 Juli bunga 14%) Rp 46.870
Hasil Rp 1.807.130
Tgl Akun Ref Debit Kredit
Kas Rp 1.807.130
03
Mei Wesel Tagih Rp 1.800.000
Rp 7.130
2019
Pendapatan Bunga
b) Diskonto Wesel Gagal Bayar
Contoh : Misalnya wesel tagih sebesar Rp 1.800.000, 90 hari, dengan bunga 12% per tahun dan di-diskontokan pada tanggal 3
Mei 2019 tidak dapat dibayar oleh pembuat wesel, PT Satu Hati. Bank juga mengenakan biaya penalti sebesar Rp 12.000. Maka
perhitungannya menjadi:
Nilai nominal Wesel Tagih tanggal 8 April Rp 1.800.000
Bunga Wesel Tagih (90 hari, bunga 12% per tahun) Rp 54.000
Nilai jatuh tempo pada tanggal 7 Juli Rp 1.854.000
Biaya Penalti Rp 12.000
Hasil Rp 1.866.000
Tgl Akun Ref Debit Kredit
Piutang Dagang Rp 1.866.000
07
Juli Kas Rp 1.866.000
2019
f. Latihan Soal
Tanggal Transaksi
15 Agustus CV Angkasa menjual barang dagangannya secara kredit kepada Fa
2019 Sempurna sebesar Rp 2.400.000
16 September CV Angkasa menarik wesel 60 hari atas Fa Sempurna sebesar Rp
2019 2.400.000
1 Oktober Wesel yang sudah diaksep oleh Fa Sempurna tersebut oleh CV
2019 Angkasa didikontokan ke Bank, diskonto 12% dengan catatan jika
pada saat jatuh tempo Fa sempurna tidak bisa membayar, maka CV
Angkasa berkewajiban membayar kepada Bank tersebut.
15 November Fa Sempurna tidak bisa membayar, Bank menagih kepada CV
2019 Angkasa sebesar nilai jatuh tempo ditambah biaya penagihan Rp
5.000. Tagihan tersebut dilunasi oleh CV Angkasa.
15 Deseber Fa Sempurna melunasi utang weselnya, ditambah dengan bunga 15%
2019 setahun dari nilai nominal selama jangka waktu tunggakan dan
biayabiaya lain.
Diminta : Buatlah jurnal untuk CV Angkasa
3. Penjualan Angsuran
a. Pengertian Penjualan Angsuran
Penjualan Angsuran adalah penjualan yang pembayarannya dapat dilakukan secara bertahap. Penjualan Angsuran itu memiliki
resiko, maka untuk menguranginya dilakukan perjanjian sebagai berikut:
a) Meninggikan jaminan pada saat membeli
b) Hak kepemilikan barang berpindah ke pembeli apabila pembayarannya sudah lunas
b. Perhitungan Sistem Bunga
1) Sistem Bunga Flat Rate
Pada perhitungan sistem bunga ini, perhitungan bunga didasarkan pada plafond kredit dan besarnya bunga yang dibebankan
dialokasikan secara proporsional sesuai dengan jangka waktu kredit. Dengan cara ini, jumlah pembayaran pokok dan bunga kredit
setiap bulan sama besarnya.
Contoh soal : Pada tanggal 1 Februari 2019 Dealer "Sejati" menjual sebuah sepeda motor baru seharga Rp 18.000.000 dengan cara
pembayaran sebagai berikut:
- Down Payment Rp 8.000.000
- Sisanya Rp 10.000.000 diangsur 5 kali setiap bulan setiap tanggal 1
- Bunga 5%
Perhtungan :
Tanggal Angsuran Bunga (5% x Kas yang Sisa Pinjaman 2) Sistem Bunga Efektif (Slide Rate)
pokok Rp diterima (Sisa Pinjaman Pada sistem ini, perhitungan bunganya dilakukan
01-02-2019 pinjaman (Rp 10.000.000) Awal Periode - setiap akhir periode pembayaran angsuran. Dimana
01-03-2019 10.000.000 / 5) (1+2) bunga kredit dihitung dari saldo akhir setiap
01-04-2019 (2) (1)) bulannya (baki debet) sehingga bunga yang dibayar
01-05-2019 (1) debitur setiap bulannya semakin menurun. Dengan
01-06-2019 demikian, jumlah angsuran yang dibayar debitur
01-07-2019 - - Rp 8.000.000 Rp 10.000.000 setiap bulannya akan semakin membengkak.
Jumalah Contoh Soal : Pada tanggal 1 Februari 2019 Dealer
Rp 2.000.000 Rp 500.000 Rp 2.500.000 Rp 8.000.000 "Sejati" menjual sebuah sepeda motor baru seharga
Rp 18.000.000 dengan cara pembayaran sebagai
Rp 2.000.000 Rp 500.000 Rp 2.500.000 Rp 6.000.000 berikut:
- Down Payment Rp 8.000.000
Rp 2.000.000 Rp 500.000 Rp 2.500.000 Rp 4.000.000 - Sisanya Rp 10.000.000 diangsur 5 kali setiap
bulan setiap tanggal 1
Rp 2.000.000 Rp 500.000 Rp 2.500.000 Rp 2.000.000 - Bunga 5%
Rp 2.000.000 Rp 500.000 Rp 2.500.000 -
Rp 10.000.000 Rp 2.500.000 Rp 20.500.000 -
Perhtungan :
3) Sistem Bunga Anuitas
Pada sistem ini, jumlah angsuran bulanan yang dibayar debitur tidak berubah selama jangka waktu kredit. Namun demikian,
komposisi besarnya angsuran pokok maupun angsuran bunga setiap bulannya akan berubah dimana angsuran bunga akan semakin
mengecil sedangkan angsuran pokok akan semakin membesar.
Rumus anuitas : PMT = PV : PVIFA (i,n)
Keterangan : Tanggal Angsuran Bunga (5% x Kas yang Sisa Pinjaman
PMT = Anuitas atau nilai angsuran pokok Rp diterima (Sisa Pinjaman
PV = Pinjaman 01-02-2019 pinjaman (Rp 10.000.000) Awal Periode -
PVIFA = Tabel PVIFA sesuai dengan 01-03-2019 10.000.000 / 5) (1+2)
bunga dan jangka waktu 01-04-2019 (2) (1))
i = Bunga 01-05-2019 (1)
n = Jangka waktu 01-06-2019
01-07-2019 - - Rp 8.000.000 Rp 10.000.000
Contoh Soal : Pada tanggal 1 Februari
2019 Dealer "Sejati" menjual sebuah Rp 2.000.000 Rp 500.000 Rp 2.500.000 Rp 8.000.000
sepeda motor baru seharga Rp 18.000.000
dengan cara pembayaran sebagai berikut: Rp 2.000.000 Rp 400.000 Rp 2.400.000 Rp 6.000.000
- Down Payment Rp 8.000.000
- Sisanya Rp 10.000.000 diangsur 5 kali Rp 2.000.000 Rp 300.000 Rp 2.300.000 Rp 4.000.000
setiap bulan setiap tanggal 1
- Bunga 5% Rp 2.000.000 Rp 200.000 Rp 2.200.000 Rp 2.000.000
Rp 2.000.000 Rp 100.000 Rp 2.100.000 -
Jumalah Rp 10.000.000 Rp 2.500.000 Rp 19.500.000 -
Perhitungan :
PMT = PV : PVIFA (i,n)
= Rp 10.000.000 : PVIFA (5%,5)
= Rp 10.000.000 : 4,3295
= Rp 2.309.735,54
Note :
Dari ketiga contoh cara menghitung bunga kredit di atas, terlihat bahwa besarnya bunga kredit yang harus dibayar debiur akan
berbedabeda walaupun suku bunga Angsuran Bunga (5% x Kas yang Sisa Pinjaman
yang digunakan sama. Dengan
demikian penggunaan perhitungan Tanggal pokok pinjaman Rp diterima
bunga akan memengaruhi besar -- Rp 10.000.000
kecilnya angsuran bunga yang harus 01-02-2019 -
dibayar debituratas kredit yang 01-03-2019 Rp 2.309.735,54 Rp 500.000 Rp 1.809.735,54 Rp 8.190.264,46
diberikan.
c. Jurnal Untuk Setiap Perhitungan 01-04-2019 Rp 2.309.735,54 Rp 409.513,22 Rp 1.900.222,32 Rp 6.290.042,14
Sistem Bunga 01-05-2019 Rp 2.309.735,54 Rp 314.502,11 Rp 1.995.233,43 Rp 4.294.808,71
1) Sistem Bunga Flat Rate 01-06-2019 Rp 2.309.735,54 Rp 214.740,44 Rp 2.094.995,10 Rp 2.199.813,61
a) Pencatatan penjualan angsuran
01-07-2019 Rp 2.309.735,54 Rp 109.921,93 Rp 2.199.813,61 -
Jumalah Rp Rp - -
11.548.677,70 1.548.677,70
Tgl Akun Ref Debit Kredit
01 Kas Rp 8.000.000
Feb
2019 Piutang Dagang Rp 10.000.000
Penjualan Angsuran Rp 18.000.000
b) Pencatatan penjualan angsuran pertama
Tgl Akun Ref Debit Kredit
Rp 2.500.000
01 Kas Rp 2.000.000
Maret Rp 500.000
2019 Piutang Dagang
Penjualan Angsuran
c) Pencatatan penjualan angsuran kedua
Tgl Akun Ref Debit Kredit
Rp 2.500.000
01 Kas Rp 2.000.000
April Rp 500.000
2019 Piutang Dagang
Penjualan Angsuran
2) Sistem Bunga Efektif (Sliding Rate)
a) Pencatatan penjualan angsuran
Tgl Akun Ref Debit Kredit
Rp 8.000.000
01 Kas
Feb
2019 Piutang Dagang Rp 10.000.000
Penjualan Angsuran
Rp 18.000.000
b) Pencatatan penjualan angsuran pertama
Tgl Akun Ref Debit Kredit
01 Kas Rp 2.500.000 Rp 2.000.000
Maret Rp 500.000
2019 Piutang Dagang
Penjualan Angsuran
c) Pencatatan penjualan angsuran kedua
Tgl Akun Ref Debit Kredit
Rp 2.400.000
01 Kas Rp 2.000.000
April Rp 400.000
2019 Piutang Dagang
Penjualan Angsuran
3) Sistem Bunga Anuitas
a) Pencatatan penjualan angsuran
Tgl Akun Ref Debit Kredit
Rp 8.000.000 Rp 18.000.000
01 Kas
Feb Rp 10.000.000
2019 Piutang Dagang
Penjualan Angsuran
b) Pencatatan penjualan angsuran pertama
Tgl Akun Ref Debit Kredit
Rp 2.309.735,54
01 Kas Rp
Maret 1.809.735,54
Rp 500.000
2019 Piutang Dagang
Penjualan Angsuran
c) Pencatatan penjualan angsuran kedua
Tgl Akun Ref Debit Kredit
01 Kas Rp 2.309.735,54
April
2019 Piutang Dagang Rp
Penjualan Angsuran 1.900.222,32
Rp 409.513,22
d. Latihan Soal
Bank ABC memberikan kredit sebesar Rp 6.000.000 selama 6 bulan kepada debitur yang bernama Ahmad dengan tingkat bunga 12%
per tahun.
Diminta :
Buatlah perhitungan bunga dengan sistem bunga flate rate, sliding rate, dan anuitas !
Buakah jurnal dari ketiga perhitungan bunga tersebut !