The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by ranabiru554, 2021-06-23 20:51:53

3 TITIK PENCAHAYAAN

DASAR PENCAHAYAAN

Keywords: PENCAHAYAAN

Three Point Lighting

Dewasa ini, kepekaan image sensor pada kamera digital sudah sangat peka terhadap cahaya.
Sehingga, banyak orang akan berpendapat bahwa tidak perlu menggunakan pencahayaan
tambahan. Pendapat ini benar, namun dalam situasi tertentu, misalnya saat merekam
aktualitas (dokumenter) atau cuplikan berita. Pembuatan film dengan cahaya yang tersedia,
atau biasa disebut available light demikian sebutannya, disatu sisi hal ini dapat diartikan bahwa
sinematografer hanya memiliki sedikit atau tidak memiliki kontrol dalam hal intensitas, warna,
kekuatan atau kualitasnya, serta apa yang disediakan hanyalah iluminasi untuk memenuhi
persyaratan subjek secara teknis memenuhi persayaratan untuk direkam.

Namun, kualitas gambar tidak hanya sekedar dapat menerangi dan bisa terekam.
Pengaturan serta kontrol terhadap pencahayaan sangat dibutuhkan. Sehingga, rekaman gambar
yang dihasilkan memiliki dimensi kedalaman. Dengan demikian, gambar dua dimensi yang
dihasilkan oleh kamera setelah dilihat oleh mata kita dapat memberikan kesan tiga dimensi
(kedalaman).

Seperti kita ketahui bahwa image sensor yang merupakan media rekam pada kamera digital
hanya bidang datar (dua dimensi) tidak memiliki isi/volume (dimensi ruang). Salah satu cara
yang dapat dilakukan untuk mencapai persepsi kedalaman adalah dengan teknik pencahyaan
yang disebut Three Point Lighting (Pencahayaan Tiga Titik).

Ilustrasi 1
Posisi kamera dan lampu key,fill & backlight


 

 

 
 
 
 
 Sesuai dengan sebutannya, dalam pencahayaan tiga titik adalah tiga lampu digunakan dalam
posisi penempatan yang berbeda (titik) untuk menciptakan kesan gambar yang berdimensi
(memiliki kedalaman).

Key Light
Ini adalah sumber pencahayaan utama, serta lampu inilah yang atau memberikan detail,

kedalaman, dan bentuk pada subjek kita. Tidak ada posisi yang baku dan dianggap tepat untuk
lampu ini, karena situasi di sekitar subjek kita harus dipertimbangkan sebelum membuat
keputusan itu. Namun, ada beberapa aturan dasar yang sederhana yang dapat dijadikan acuan.

Tinggi rendah (vertical) serta posisi (horizontal) baik key light , maupun fill light tergantung
dari situasi serta kondisi di sekitar subjek. Jika acuan referensi visual yang kita digunakan untuk
cahaya yang datang dari atas, misalnya saja matahari atau lampu penerangan di ruangan yang
posisinya terletak di plafon. Dengan patokan tersebut, maka key light harus ditempatkan lebih
tinggi dari subjek. Lain halnya jika yang menjadi acuan sumber pencahayaan utama adalah
lampu hias yang terletak di meja, serta waktu pencahayaan adalah malam hari. Tentu posisi
ketinggian lampu untuk key light tidak setinggi yang dibutuhkan untuk sumber pencahayaan
matahari. Demikian pula halnya, jika referensi kita mengacu kepada api lilin, api unggun
dsbnya. Karena key light adalah sumber pencahayaan utama, memiliki intensitas cahaya yang
banyak dibandingkan dengan fill light.

Ilustrasi 2
Posisi penempatan lampu

Keterangan :
-   Posisi kamera berada di jarum jam 6.
-   Posisi untuk key light pada posisi angka jam 3 sampai 5, atau pada angka jam 7 s/d 9.
-   Posisi fill light pada angka jam 7 s/d 9 atau angka jam 3 sampai 5.
-   Posisi back light pada jam 9 s/d 3 atau sebaliknya.
Contoh

Ilustrasi 3

https://fstoppers.com/groups/21975/creative-studio-photography-lighting/208993/fake-natural-light

Keterangan :
-   Posisi key light pada angka jam 10, fill light pada angka jam 3

Ilustrasi 4
https://id.pinterest.com/pin/438256607458183774/?nic_v1=1ap1A%2FwK30TM%2BAhKkKxZIACIMzBjC3P

Keterangan :
-   Posisi key light pada angka jam 10, fill light pada angka jam 4

Fill Light
Dalam istilah yang paling sederhana, cahaya ini digunakan untuk mengisi dan mengurangi

bayangan pekat yang dihasilkan oleh key light ketika perbandingan antara antara bagian yang
paling terang (highlight) dan bagian gelap (shadow) terlalu besar. Dengan menambahkan fill
light, maka bayangan akan menjadi lebih lembut. Ini akan menjadi cahaya yang lebih lembut
dari sebelumnya. Fill light ditempatkan pada sisi berlawanan key light, juga dapat diatur
posisinya sedekat mungkin dengan kamera. Hal ini dilakukan untuk menghindari terbentuknya
bayangan yang baru.

 
Back Light

Seperti pada penjelasan sebelumnya mengenai posisi back light, maka cahaya yang dihasilkan
berasal dari belakang subjek. Tujuan utamanya adalah untuk memberikan aksen yang
memisahkan subjek dari latar belakang. Dengan demikian tercipta kesan jarak dan ruang, serta
membantu menciptakan efek dimensi. Selain itu back light seringkali juga dipergunakan baik
dalam fotografi,film maupun pertunjukan musik yang tujuannya untuk memberikan kesan
glamour.

Ilustrasi 5
https://fr.123rf.com/photo_59870237_portrait-en-noir-et-blanc-%C3%A0-l-ext%C3%A9rieur-de-la-belle-jeune-

femme-brune-cheveux-longs-.html

Keterangan :
-   Back light yang dipergunakan untuk memisahkan subyek (warna rambut dan kostum)
dengan background (latar belakang)

Tambahan, berikut penggambaran mengenai tahapan dan sekaligus pemisahan dari
pencahayaan key light,fill, back light. Kemudian ketiganya dipadu menjadi kesatuan.

Ilustrasi 6
Courtesy : Hall,Brian,Understanding Cinematography, Crowood Press Ltd Ramsbury,Marborough,2015

Keterangan :
-   Hanya lampu untuk key light saja yang dinyalakan.

 

Ilustrasi 7
Courtesy : Hall,Brian,Understanding Cinematography, Crowood Press Ltd Ramsbury,Marborough,2015

Keterangan :
-   Hanya lampu untuk fill light saja yang dinyalakan.

Ilustrasi 8
Courtesy : Hall,Brian,Understanding Cinematography, Crowood Press Ltd Ramsbury,Marborough,2015

Keterangan :
-   Hanya lampu untuk backlight saja yang dinyalakan.

-  

Ilustrasi 9
Courtesy : Hall,Brian,Understanding Cinematography, Crowood Press Ltd Ramsbury,Marborough,2015

Keterangan :
-   Pencahayaan dari lampu untuk key, fill light dan backlight dinyalakan (dipadukan).


Click to View FlipBook Version